Kenangan Amrozi

November 15th, 2008

Mendengar kabar eksekusi amrozi cs, ada kenangan tersendiri bagi penulis; kira kira pertengahan tahun 2003, sebagai koass “pengamen jalanan” yang melancong kesana kemari mencari sesuap nasi.
Mencari sesuap nasi dengan melancong?? gak salah tuh? mbambung kali… :P
Begitulah, “mengamen” bagi Koass patho congenital seperti penulis bukan hal yang tabu..
Continue reading »

Pengukuran tanah dengan Sextant

September 16th, 2008

Sextant-CD, sebuah alat yang hanya merupakan mainan penulis untuk latihan navigasi langit, yaitu untuk pengukuran sudut bintang-bintang di langit, ternyata bermanfaat pula untuk melakukan pengukuran tanah. Bagaimana bisa?
Continue reading »

Dibalik Wawancara dengan majalah Anak Iptek ORBIT

June 2nd, 2008

ORBIT; adalah nama sebuah majalah Iptek untuk anak-anak. Baru pertama kali mendengar namanya ketika kantor MER-C meminta penulis mewakili sebagai narasumber untuk wawancara.
Continue reading »

Agenda Camping?

April 18th, 2008

Dr. Robby Al amin, TS Se-molimo (teman sejawat, sepermainan, sepermabukan, sepermadatan, sepermalingan dan sepermadonan :D ), tak disangka tak diduga menghubungi penulis mengajak camping.
Continue reading »

Harta yang hilang di Jakarta…

April 5th, 2008

Malam pertama di Jakarta setelah berbulan bulan tinggal di bagian timur Indonesia, ada kesedihan menyeruak tatkala mendongakkan wajah menghadap langit.
Continue reading »

Dengan Internet, Dunia Makin Sempit di Manado

March 24th, 2008

Manado, 23 Maret 2008
“Jujur saja, aku gak kenal sama perempuan yang akan menjemput kita di sini. Wajahnya juga gak tahu. Aku kenal dia lewat internet”
Demikian penjelasan penulis kepada Teh Is (Panggilan akrab Islamiyah, Staf kantor MER-C Jakarta) sewaktu pesawat Merpati CASA Galela-Manado mendarat di bandara Sam Ratulangi Manado.
“Ya ampuun..!” balasnya
Continue reading »

“I Shall Return”

February 26th, 2008

“I shall return”
Ini adalah ucapan terkenal jenderal Douglas Mac Arthur saat terdepak mundur dari Filipina awal meletus Perang Dunia II.
Namun kemudian sekutu berhasil merebut lagi pulau-pulau yang diduduki Jepang; mulai dari tepi utara Papua, Biak, kemudian Morotai. Dari Morotai inilah pos komando sang Jenderal sampai dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Continue reading »