" />

Diskusi dengan Salafy tentang Navigasi Langit

Alkisah, konon dan syahdan, penulis berkesempatan untuk berdiskusi seorang sejawat yang mengaku salafy, sebut saja As. Dialog tidak persis tetapi tidak keluar dari inti yang dibahas.



Tentang Arah Kiblat
As berpedoman bahwa arah kiblat adalah timur dan barat, menganggap bahwa perhitungan astronomi sia-sia dan malah memperumit diri sendiri.
Penulis (P): Pertanyaan sederhana & realistis, misalnya anda menjalani masa PTT disuatu tempat terpencil. Pada tanggal 21 Juni masyarakat kampung meminta anda membuat sebuah musholla dan bagaimana cara anda menentukan arah kiblatnya?
As = Kita harus mengetahui arah terbit dan tenggelam matahari lebih dulu
P = Oke disini arah terbit dan disitu arah tenggelam (sambil menggambarakan di atas kertas). Nah arah kiblatnya kemana?
As = Menghadap ke barat. karena arah kiblat meliputi arah timur dan barat.
P = (Melongo) iya itu benar “meliputi timur dan barat”. Jadi anda membangun bangunan ini menghadap ke barat?
As = Iya
P = Oke bisa dimaklumi karena anda mungkin PTT-nya di Maluku. Misalkan PTT anda di Turki, apakah arahnya tetap ke barat?
As = Iya.
P = (Melongo) Masjid anda jadi lucu karena menghadap ke Italia dan Spanyol. Seharusnya masjid tersebut menghadap ke Timur Tenggara.
As = Lha iya kiblat itu khan meliputi timur dan barat.
P = Ok dah…. tapi masjid tadi jadinya menghadap kemana?
As = Sebelumnya bertanya dulu pada orang.
P = nah, itu jawabannya. Pada akhirnya bertanya.

Ulasan=
Tahap ini penulis berkesimpulan bahwa pola pikir orang kaya memang berbeda dengan orang miskin. Pola pikir Orang kaya segala sesuatu bisa dibeli, didatangkan ataupun dikontak, asalkan ada fee untuk mendatangkan seorang (=ahli arah kiblat) maupun membeli pulsa untuk menelepon ahli tersebut. Padahal mempelajari ilmunya sendiri lebih mudah dan murah.

Shalat Ashar
P = Apa patokan shalat ashar menurut anda?
As = Ketika bayangan sama tinggi dengan bendanya.
P = Oke jawaban anda bisa diterima karena tinggal di Indonesia. Misalkan anda tinggal di Jepang. Kapan shalat ashar pada tanggal 21 Desember?
As = ketika bayangan sama tinggi dengan bendanya.
P = (melongo, mohon rekan astronomi tidak menertawakannya). Tanggal 21 Desember di jepang, sepanjang hari bayangan lebih panjang dari bendanya. itu terjadi SEPANJANG hari, termasuk tengah hari bayangan lebih panjang dari bendanya. (btw, bener gak yng di Jepang? cross check..).

Gerhana
P = Pertanyaan saya, kapan muslim tahu bahwa saat itu terjadi gerhana atau tidak? Karena seorang Muslim dianjurkan untuk melakukan shalat Gerhana.
As = Bila kebetulan terjadi gerhana kita shalat gerhana bila tidak tahu ya tidak perlu
P = Ngomong-ngomong gerhana kemarin anda tahu nggak?
As = kapan ya? terakhir shalat gerhana saya di RS Karyadi waktu rame-rame lihat Gerhana.
P = Wah kalo di Karyadi itu berarti sudah lama (sekarang di jakarta.red). Kemarin itu ada gerhana bulan 2 hari yang lalu, minggu dini hari jam 02.00-05.00 waktu yang lumayan lama.
As = wah, saya kebetulan tidak tahu, jadi tidak perlu shalat gerhana.
P = Wah hati-hati saja pak, kalo cuma mengandalkan kebetulan gerhana tanpa perhitungan. Kalo kebetulan terjadi gerhana matahari, lalu anda mencoba memastikan apa benar sedang terjadi gerhana matahari, maka mata anda bisa buta!

Pergantian hari
P = Pertanyaan saya, hari jumat di Indonesia seharusnya sebelum ataukah sesudah Saudi Arabia?
sistem kita selama ini mengikuti sistem Greenwich buatan orang Kafir, pelaut pelaku penjajahan dan perbudakan.
As = Hari-hari jelas mengikuti Saudi Arabia.
P = iya itu daerah timur tengah, tetapi masalahnya kita berada di Indonesia. Konon ada ilmuwan muslim yang mengusulkan bahwa Mekkah adalah pusat dunia dan pergantian hari harusnya dimulai dari sini. anda setuju tidak?
As = setuju saja.
P = Konsekuensinya kita harus shalat jum’at pada hari sabtu. selama ini shalat Jum’at kita tidak sah. Jadi terserah mau mengikuti sistem kafir atau ide ilmuwan muslim tersebut.
As = Kalo memang sistem tersebut salah suatu ketika akan tampak kesalahannya.
P = …?

Kesimpulan=
Sepertinya tidak berinisiatif untuk melakukan perbaikan.

Mohon teman-teman Salafy, apakah orang ini representasi dari salafy ataukah perlu di tahdzir (peringatkan) karena telah mempermalukan Salafy?
Ada pertanyaan juga yang belum terjawab (mohon teman-teman salafy bisa membantu):
Aplikasi keseharian dari ayat:
Al An’aam 96-97:
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

Yunus 5:
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

sekali lagi: dalam aplikasi keseharian.

Genghis Khun

Artikel terkait:
Ketika Matahari, Bulan dan Bintang menunjukkan Arah Kiblat di Rotterdam, Netherland
Penentuan Arah Kiblat Tangerang dengan bayangan Matahari (Bulan Oktober)
Kelemahan Metode HISAB dalam penentuan awal Bulan Hijriyah
Perjalanan Bulan, Hisab, Ru’yat dan…Ru’yat Palsu!
Dialog kenabian Muhammad SAW
Muslim & Navigasi Langit
Mekkah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik Magnetic kutub utara??
Garis Batas HARI Internasional & Validitas GMT (Bag 2)
Navigasi Langit dalam film 10.000 BC
Garis Batas HARI Internasional & Validitas GMT
KOREKSI KESALAHAN INDEX KOTA (CITY INDEX) PADA KOMPAS KIBLAT
Ketika Hilal/ Crescent menunjukkan arah Kiblat
Bintang yang dicurigai menunjukkan arah Kiblat (Bagian 1)
“Jam Bintang” (bag 2)
“Jam Bintang” (bag 1)
Hari-hari ketika Sunset/ Sunrise menunjukkan arah kiblat
Dilema Muharram 1429
Cara Penentuan Arah Kiblat: dengan Bintang & Busur Derajat (Bukan Jarum Kompas)
BISAKAH SABUK ORION DIGUNAKAN SEBAGAI PENENTU ARAH KIBLAT?
Keajaiban Bintang VEGA (buat sejawat yang tinggal di Kobe, Jepang)
PERKIRAAN ARAH KIBLAT dengan bantuan BINTANG
Perkiraan Arah Kiblat Tiap Hari dengan Skema
Penentuan arah kiblat dengan Kompas







You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
15 Responses
  1. bayu says:

    Hmmh, memang lucu…

  2. bayu says:

    Puasa ga? Mulai puasa kapan nih? :)
    ===================
    Genghis Khun:
    Silahkan baca di artikel sebelumnya:
    Perjalanan Bulan, Hisab, Ru’yat dan Ru’yat Palsu

  3. didi says:

    Assalamualaikum

    Bung Gengis Khun,,,,,Menurut Anda,,,siapakah orang yang paling baik amal ibadahnya ? Tentu jawaban Anda adalah Rasul dan kemudian sahabat sahabatnya… Tapi mereka nggak juga memakai ilmu ilmu alam yang anda paparkan ,,masalahnya bukan disitu, tapi seseorang dituntut beramal dan ibadah sesuai dengan kemampuan dia,,,orang yang nggak ngerti astronomi ya carilah arah kiblat sekemampuan dia. Kemudian dalam menentukan waktu sholat atau penentuan hari hari juga bisa dilakukan sekemampuan jadi tidak wajib setiap orang belajar astronomi yang wajib adalah belajar gimana cara sholat,,adapun ilmu ilmu yang dipelajari orang sekarang ini tentang astronmi boleh dan tentu baik digunakan asal tidak bertentangan atau berlawanan dengan syariat itu sendiri yaitu Quran dan Hadis Nabi dan Anda harus ingat syariat sudah sempurna sebelum Nabi Wafat,,,dan Allah menjaga agamaNYA. Dan Rasul adalah yang terbaik dalam menjalankan agama islam ini kemudian diikuti para sahabatnya dan sepanjang yang saya ketahui pada waktu itu ilmu astronomi belum seperti ini. Jadi kualitas amal ibadah tidak ditentukan oleh ilmu astronomi,,,tapi ditentukan oleh keikhlasan dan harus mencontoh pada Rasul/sesuai dengan yang Rasul ajarkan.

    Kalau anda memperdalam ilmu astronomi itu bagus tapi jangan gunakan untuk merendahkan orang yang nggak paham tentang ilmu itu ,,ya beritahukanlah dengan baik pada dia untuk menunjang dan mempermudah dia dalam beribadah
    Jadi sebenarnya apa maksud anda dengan tulisan itu?

    Maaf

    didi
    =========================
    Genghis Khun:
    Wa’alaikum salam Wr. Wb.
    Sepakat dengan kalimat;
    “seseorang dituntut beramal dan ibadah sesuai dengan kemampuan”
    karena Islam itu mudah.
    Tetapi tidak untuk digampangkan khan?
    Silahkan baca artikel sebelumnya yang berjudul “Muslim & Navigasi Langit”
    http://genghiskhun.com/2008/07/26/muslim-navigasi-langit

    terpapar jelas maksud di akhir artikel tersebut:
    “..Karena Kegiatan ibadah sehari-hari dipengaruhi oleh benda langit, maka seorang muslim seharusnya mempelajari Navigasi Langit (Ilmu Falak)…”

    Navigasi Langit (disebut juga dengan Astronavigasi) berbeda dengan Astronomi. Navigasi Langit hanya sebagian kecil dari Astronomi, dan diaplikasikan untuk kepentingan di Bumi, misalnya hanya untuk menentukan posisi, ibadah dsb.

    Dalam Tafsir Ibnu Katsir tentang Qs Al Baqarah 142-143 ditulis:
    “..Didalam hadits Nuwailah binti Muslim disebutkan, telah datang kepada mereka berita pemindahan kiblat itu ketika mereka dalam shalat Dhuhur. Nuwailah binti Muslim melanjutkan kisahnya, “setelah ada berita itu, maka kaum laki-laki beralih menduduki tempat kaum wanita dan kaum wanita menduduki tempat kaum laki-laki” (hal 6-7)
    …..
    Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
    Ketika orang-orang sedang melakukan salat di Qubba, tiba-tiba datang orang yang membawa kabar bahwa semalam Rasulullah saw. mendapat wahyu berupa perintah untuk menghadap Kakbah. Seketika itu mereka menghadap ke Kakbah. Sebelumnya mereka menghadap ke arah Syam, kemudian mereka BERPUTAR menghadap ke Kakbah (Ini terdapat juga dalam shahih Bukhari dan Muslim di Bab Masjid dan Lokasi Shalat)
    ……
    Di dalam riwayat Imam Turmuzi disebutkan:
    “Bahwa mereka sedang rukuk, lalu mereka BERPUTAR, sedangkan mereka dalam keadaan masih rukuk menghadap ke arah Ka’bah” (hal 19)

    Pembahasan;
    Di awal shalat para jamaah menghadap ke arah Utara agak ke barat (jerusalem), lalu berputar menghadap ke Selatan (Mekkah).
    Dalam ilmu berbaris mirip aba-aba” Balik kanan grak!”
    Mudahnya, bayangkan anda berada di Solo; di awal shalat menghadap ke Semarang lalu dipertengahan shalat berputar menghadap Yogya. Sayang tidak dijelaskan arah putaran ini ke kanan/ kiri, tetapi yang jelas ini tentu saja bukan lelucon.
    Demikianlah tuntunan para salafusshalih; Sami’na wa atho’na (Kami dengar dan kami taat) bila ada kabar bahwa arah Kiblat perlu dikoreksi.
    Disamping itu yang menakjubkan, bila dicek dengan Google Earth, arah Kiblat Masjid Nabawi di Madinah ini ke selatan, bila ditarik garis lurus persis menghadap Ka’bah. Apa ini bukan menunjukkan bahwa Nabi seorang Navigator ulung?

    Kita tentu masih ingat cerita hijrahnya Nabi ke Madinah dengan sembunyi-sembunyi menghindari jalan utama yang biasa di lalui (disertai Abu Bakar RA). Padahal daerah gurun pasir sering terjadi badai yang bisa memindahkan bukit pasir. Alhamdulillah mereka berdua bisa sampai di Madinah. Apa ini bukan menunjukkan bahwa Nabi seorang Navigator ulung?
    (Sumber peta Rute Hijrah dari Presentation Seerah Bergambar NurIsLam – FiRST_GeNe JAIPETRA 2001®, maaf link belum ditemukan)

    ketiga, Nabi adalah seorang pedagang. Apa yang menjadi panduan bagi arah perjalanan beliau kala itu bila bukan dari benda langit?

    Memang benar bahwa ilmu Astronomi dulu tidak semaju sekarang, tetapi fungsi benda langit sebagai petunjuk dari dulu sampai sekarang ya cuma itu-itu saja. saya sendiri hingga saat ini mencoba membatasi diri dengan tanpa alat bantu. Dan perlu diketahui bahwa peralatan navigasi langit mula-mula adalah hasil karya navigator muslim (misalnya Kamal, Kwadran, astrolabe).
    Silahkan baca buku karangan saya Astronavigasi di:
    http://genghiskhun.com/download

    Saya dapat mengerti bila hari ini kita frustasi karena langit tidak lagi secerah jaman dulu. Polusi merajalela. Saya hanya mengingatkan bahwa “fungsi langit sebagai petunjuk” bila tidak digali lagi nantinya hanya tinggal cerita.

    Btw, Trims atas komentarnya. Ini sumber inspirasi bagi saya untuk membuat tulisan lanjutan:
    “Jejak Sang Nabi sebagai seorang Navigator Ulung” :)

  4. didi says:

    Assalamualaikum

    Bung gengiskhun,,,justru saya pengen tau kenapa anda koq kesan saya merendahkan salafy,,bukankah setiap muslim harus menjadi salafy dan apakah anda sudah menjadi seorang salafy?

    Anda belajar ilmu alam dengan detil itu bagus tapi pemahaman anda terhadap manhaj salaf masih sangat lemah bahkan meremehkan mereka yang bermanhaj salafy.

    Saran saya ikutilah pengajian pengajian salafy atau streaming di radiorodja.com radionya dakwah salafy,,,Insya Allah dengan hidayah Alah anda akan berbahagia dengan manhaj salaf. Jangan anda tertipu dengan begitu banyaknya fitnah dan celaan terhadap dakwah salafy di negeri ini,,terutama permusuhan yang dilontarkan oleh ahli ahli bid’ ah atau orang orang yang berkepentingan dengan kebid’ ahan tersebut sehingga mereka dengan kebodohannya memusuhi dan melemparkan tuduhan keji pada dakwah sunnah salafiyah sehingga tidak sedikit orang yang tertipu sehingga menjauhi dakwah salaf dan mereka mereka yang dengan total menjalankan sunnah baik dalam aqidah maupun dalam penampilan berpakaian dan ibadah serta muamalah

    Demikian Bung,,,semoga jadi inspirasi buat anda sebelum menulis lebih lanjut

    Oh,, Anda menyebut Nabi sebagai seorang navigator ulung itu dasarnya apa,,,apakah ada nash atau ulama yang mendahului anda menyebut seperti itu???

    Maaf

    didi
    =========================
    Genghis Khun:
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    1. “Nabi sebagai seorang Navigator Ulung” berdasarkan salah satu Nas Al Quran, yaitu Al An’aam 96-97: “…Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut.”

    2. “Kesan” yang saya tangkap tidak ada merendahkan salafy bung.

    3. Tidak ada Kalimat saya yg meremehkan mereka yang bermanhaj salafy. artikel tersebut hanya mempertanyakan; apa benar orang yang mengaku salafy ini benar-benar Salafy? Karena saya waspada seperti saran anda; Jangan anda tertipu dengan begitu banyaknya fitnah dan celaan terhadap dakwah salafy di negeri ini,…dst

    4. Terima kasih atas saran-sarannya. Dan sepertinya ada pertanyaan kemarin belum dijawab?
    “Bagaimana cara kita agar tahu bahwa sedang terjadi gerhana/ tidak? karena Rasul teladan kita menganjurkan agar kita shalat gerhana saat terjadi gerhana.

  5. didi says:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Mas Genghis Khun,,,

    Bagaiamana sahabat menafsirkan ayat Al An Am 96-97 tersebut? Atau bagaiaman Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut,, sehingga anda koq lalu mengatakan bahwa dengan ayat tersebut lalu anda menyebut Rasul adalah navigator ulung? Apakah pernah sahabat Nabi menyebut Nabi sebagai navigator ulung atau para imam yang 4 (Malik,Hanafi, Syafii dan Ahmad) pernah menyebut demikian ?

    Bung,, ayat AlQuran harus ditafsirkan merujuk pada penafsiran Nabi itu sendiri, lalu pada penafsiran para sahabatnya lalu penafsiran ulama sesudahnya yang sesuai dengan penafsiran mereka terdahulu ( yaitu Rasul dan sahabatnya)

    Jadi dengan dalil apa ( Quran dan Hadis ) Anda lalu kemudian menyebut Nabi kita sebagai Navigator Ulung. Anda tak bisa menyebutkan satu ayat Al Quran atau Hadis Nabi lalu anda tafsirkan sendiri tanpa melihat bagaimana Rasul dan sahabatnya menafsirkan atau memahami dan mengamalkan ayat tersebut…Inilah metoda dalam menafsirkan Al Quran.

    Tolonglah anda lihat dulu apa tafsir dari ayat yang anda sebutkan diatas,,tafsirnya Rasul dan sahabat,,,anda periksalah di tafsirnya Ibnu Katsir.

    Atau apakah anda punya riwayat atau keterangan dari Rasul sendiri atau dari sahabatnya yang juga menyebut Rasul sebagai Navigator ulung??

    Kalau tidak ada,,lalu dari mana anda bisa menyebut Rasul sebagai Navigator ulung,,,dengan menyebut satu ayat Al Quran lalu anda menyimpulkan rasul sebagai navigator ulung,,,koq semudah itu???

    Sebagai penulis anda harus ilmiah dan berdasarkan hujjah Al Quran dan Hadis menurut pemahaman sahabat salafus shaleh,,,bukan dengan menduga duga saja

    Atau apakah anda punya bukti adanya riwayat shaheh yang membuktikan bahwa Rasul adalah seorang navigator ulung?

    Telah banyak orang yang tau tentang gerhana matahari,,silakan saja anda sampaikan ke umat bahwa tanggal sekian akan terjadi gerhana dan anjurkan lah mereka untuk sholat sunnah gerhana,,,

    Demikian dulu Mas

    maaf

    didi
    ==============================
    Genghis Khun:
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Silahkan baca lagi argumen saya di atas, lalu bila ada yang salah langsung dicerahkan.
    Fokus pada masalah.

    Jawaban anda:
    “Telah banyak orang yang tau tentang gerhana matahari,,silakan saja anda sampaikan ke umat bahwa tanggal sekian akan terjadi gerhana dan anjurkan lah mereka untuk sholat sunnah gerhana,,,”

    Saya tidak bertanya siapa “orang yang tahu” tersebut. Pertanyaan saya bagaimana metode rasul teladan kita untuk mengetahui ada gerhana?
    lalu mari kita praktikkan sama-sama. Bukan begitu mas?

    • Dinara says:

      pemahaman dan konsep Bid`ah versi Wahabi/salafi tetynara banyak membentur pendapat ahli ilmu , termasuk pendapat ibnu taymiyah soal taqlid , jadi mengikuti siapa kah salafi/wahabi itu ? he he he mengikuti hawa nafsu kali yah ?

  6. didi says:

    Waalaikum salam Warahmatullahi wabarakatuh

    Mas ,,,saya ini mengingatkan bahwa kita itu membicarakan Rasul maka itu harus ada dasarnya yang shoheh yaitu al Quran dan Hadis menurut keterangan atau tafsir dan pemahaman sahabat Nabi. Seperti Mas mengatakan Rasul adalah navigator ulung itu harus ada dasarnya,,bukan dengan mengambil satu ayat di dalam Al Quran lalu mas pahami dan simpulkan sendiri tanpa merujuk pada penafsiran rasul dan sahabat apa maksud Allah dan apa yang dikehendaki Allah dengan ayat tersebut.

    Contohnya gini Mas,,,Rasul kita disebut sebagai seorang yang jujur atau digelari Al Amin dan semua orang mengakui dan itu ada dasarnya dari Al Quran itu sendiri dan dari hadis Nabi dan dari keterangan para sahabatnya.

    Nah kalau Mas mengatakan Rasul itu navigator ulung ,, nah saya ingin tau apa dasarnya itu,,,karena Mas akan membuat buku tentang itu. Apakah ada keterangan yang menunjukan bahwa Rasul adalah seorang navigator,,,sementara Ayat yang Mas jadikan sebagai argumen berbicara tentang bintang bintang yang dijadikan petunjuk ,,,lalu apa hubungannya dengan Rasul sebagai ahli navigasi?

    Sepanjang yang saya ketahui di zaman Rasul ketika terjadi gerhana matahari atau bulan dan mereka melihat itu maka mereka melakukan sholat gerhana. Tapi kalau saat ini sudah bisa diperkirakan kapan datangnya maka itu juga bagus sekali

    Soalnya ada hadis Nabi yang kira kira bunyinya adalah siapa yang berkata sesuatu tentang Nabi padahal itu bohong maka kita disuruh mempersiapkan tempat duduk kita di neraka

    Saran saya segeralah Mas sebelum menulis buku tersebut diskusi dulu dengan ustad ustad salafy,,,Mas bisa berhubungan dengan radiorodja.com atau bisa juga datang ke masjid hotel alia di jalan cikini raya persis diseberang TIM, lebih baik ketika sholat jumat karena selalu yang khotbah jumat disitu adalah ustad ustad salafy seperti ustad Abu Qatadah, Ustad Ali Saman, Ustad Jazuli, Ustad ustad lainnya giliran setiap jumat,,nah habis sholat mas bisa diskusi dengan mereka.

    Kita tak bisa bicara sesuatu yang berkaitan dengan agama tanpa bimbingan ulama,ustad atau guru

    Mungkin Mas pernah baca buku yang berjudul “ternyata akhirat tidak kekal “,,,nah saya udah baca tapi penulis menafsirkan sendiri ayat ayat Al Quran seenaknya bahkan tanpa hadis sama sekali lalu menyimpulkan akhirat tidak kekal sementara semua orang islam tau kalau sorga dan neraka adalah kekal,,,,herannya katanya buku ini malah best seller,,,lalu berapa orang yang bisa disesatkan oleh penulis tersebut ??

    Saya mendukung semangatnya Mas,,,cuman kita termasuk saya harus belajar dulu pemahaman yang benar tentang apa dan bagaimana islam itu sendiri dan itulah yang menjadi fardhu ain,,,belajarlah islam , belajarlah manhaj salaf, yaitu manhajnya Rasul dan sahabatnya dalam memahami dan mengamalkan islam dan mereka sudah diredhoi Allah keislaman mereka

    Demikian Mas,,,mohon maaf kita sama sama belajar

    didi
    ======================
    Genghis Khun:
    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Maaf, sebaiknya diskusi ini ditutup saja karena:

    1. Mas dari mulai awal komentar menganjurkan agar ilmiah berlandaskan Al Quran dan sunnah. Saya sudah berusaha menulis berdasarkan Al Quran dan Sunnah.
    Tetapi ternyata Mas sendiri menulis;
    “Sepanjang yang saya ketahui…..”
    “hadis Nabi yang kira kira bunyinya adalah…..”

    2. “zaman Rasul ketika terjadi gerhana matahari atau bulan dan mereka melihat itu maka mereka melakukan sholat gerhana.”

    Kalimat tidak disebutkan sumbernya bahkan bila dipraktikkan malah akan mencelakakan:
    “Tidak akan pernah aman untuk melihat secara langsung dengan mata telanjang pada saat gerhana matahari sebagian atau gerhana matahari cincin, atau ketika fase sebagian pada gerhana matahari total, tanpa alat bantu dan teknik yang memadai.” (Baca lebih lanjut di blognya pak Ferry Simatupang)

    Maaf ya mas, btw trims atas saran dan nasehatnya.

  7. didi says:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Mas Nafan ,,inilah hadis bicara tentang nabi yang saya maksud kemaren dengan kira kira,,,,Anda betul kita tidak boleh kira kira dalam masalah agama atau yang berkaitan dengan agama.

    Rasul bersabda : ” Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya dineraka ( HR Buchori, Muslim, mutawatir dari banyak sahabat)

    Saya tidak menuduh anda berdusta atas nama Nabi dengan mengatakan Nabi adalah navigator ulung tapi saya minta bukti dalil yang menunjang pernyataan anda sehingga bisa terlepas dari ancaman Rasul sesuai hadis diatas,,,itu saja Mas. Ilmiah kan ?

    Mengenai ” sepanjang yang saya tau” itu adalah ilmiah Mas artinya kita tidak boleh mengatakan sesuatu yang memang kita tidak tau seluruhnya seperti bagaimana Rasul dan sahabatnya bereaksi ketika terjadi gerhana apakah mereka langsung melihat ke matahari sehinngga merusak mata seperti yang anda ingatkan,,,yang jelas Rasul mencontohkan melakukan sholat gerhana,,,apakah salah dan tidak ilmiah kalau saya mengatakan sepanjang yang saya tau,,,bahkan ucapan ini saya juga sering dengar dari para ustad salaf ketika menjawab pertanyaan seseorang terhadap sesuatu yang memang dia tidak ketahui secara pasti,,,apakah ini tidak ilmiah dalam pengertian Mas?

    Jadi memang saya tidak tau apakah ada para sahabat nabi itu yang sakit matanya ketika melihat matahari lansung ketika gerhana,,Mas punya keterangan ?? Kalau Mas punya keterangan tentang ini ya tolonglah di sampaikan ke saya,,bahwa ada sahabat Nabi yang matanya rusak karena melihat matahari ketika gerhana.

    Inilah perintah rasul tentang sholat gerhana dan inilah dasar saya berbicara “sepanjang yang saya ketahui” dari hadis Nabi : Rasulullah bersabda : “Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda daripada tanda tanda (kekuasaan )Allah; dua duanya itu tidak gerhana karena kematian seseorang dan tidak karena hidupnya. Dari itu, apabila kamu lihat keduaduanya (bergerhana), maka berdoalah kepada Allah dan bersholatlah hingga ia lepas ( HR Mutafaqqun alaih)

    Disini Rasul berkata apabila kita melihat gerhana maka kita disuruh sholat,,,nah disini saya tidak tau apakah ada sahabat yang sakit matanya karena melihat matahari ketika gerhana atau saya juga tidak tau apakah mereka melihat dengan alat,,,inilah Mas yang saya maksud sepanjang yang saya ketahui,,,ini ilmiah Mas. Apalah kita manusia ini,, ilmu kita sangat sedikit bagaimana kita bisa berkata bahwa “saya tau semua”?

    Mas Anda ingin jadi penulis dan biasalah kalau dikritik atau diingatkan orang apalagi diingatkan dalam soal agama,,agama adalah nasehat Mas,,,bukan berarti saya lebih tau dari anda ,,,marilah kita saling mengingatkan sesuai yang di perintahkan dalam surat WAL ASHRI :

    Allah berfirman:
    Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian . Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran( Qu’ran surah ke 103)

    Ok Mas saya mohon maaf mungkin bahasa saya kurang cocok dengan Anda untuk itu maafkanlah saya,,,mungkin begitulah gaya bahasa saya

    Saya Insya Allah senang diskusi dengan saudara seiman,,,

    didi
    =============
    Genghis Khun:
    Nah…saya jadi bersemangat lagi… :)

    Navigasi = Teknik menentukan posisi
    Pelakunya disebut Navigator

    Dalam mempelajari suatu ilmu kita pasti akan berusaha mencontoh para pakarnya.
    Dalam kasus ini saya sedang belajar mengenai Navigasi Langit. Ketika dirunut ke belakang ke sejarahnya, saya mengidolakan Columbus….dirunut lagi ke belakang, ternyata pelaut-pelaut Muslim lebih hebat…dirunut lagi ke belakang…muncullah hipotesis/ dugaan: Mungkinkah sang Nabi paling ulung dalam hal ini?
    Hipotesis ini perlu dibuktikan lebih lanjut.
    Bisa dimengerti Mas? Mungkin Mas ada saran untuk saya, Navigator Ulung yang bisa dijadikan panutan agar saya tidak duduk di neraka?

    seperti halnya bila saya belajar ilmu militer. maka idola saya, jenderal ulung dengan strategi jenius,
    adalah sang Nabi. Mungkin Mas ada saran untuk saya, Jenderal Ulung yang bisa dijadikan panutan agar saya tidak duduk di neraka?
    ====

    Trims atas uraian “Hadits Melihat Gerhana”. Kemudian saya sudah tunjukkan bahwa; melihat langsung ternyata dapat membahayakan mata, Maka kita mulai berpikir bahwa ini pasti tidak sekadar “melihat”, melainkan ada metode/teknik tertentu. Nah, Ini juga hipotesis/ dugaan. Dan akan kita gali untuk membuktikannya. Mas pasti setuju khan dengan alur pikiran ini?

    Btw, Saya bingung dengan jawaban;
    “saya juga tidak tahu apakah mereka melihat dengan alat”
    Ini saya artikan; Dari kata kunci “melihat”, Gerhana Matahari bisa dengan melihat langsung, bisa pula dengan alat.
    Benar mas? bila iya, pasti ada salah satu yang lebih afdhol?
    Sebab setiap ilmu yang saya dapat sebisanya langsung saya praktikkan agar tidak lupa.

  8. didi says:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    OK Mas Nafan,,,

    Saat ini saya tidak bisa menyarankan sesuatu perihal hipotesis bahwa mungkinkah Rasul seorang navigator atau paling unggul dalam bidang navigasi langit,,,justru sayalah yang bertanya sama Mas yang katanya mau bikin buku tentang Nabi sang navigator ulung. Kalau Mas bisa buktikan dengan riwayat yang shoheh bahwa memang Nabilah yang paling unggul dalam bidang ini,,,,maka tentu saya harus percaya akan hal itu.. Saya tunggu hasil penelitiannya Mas.

    Saran saya adalah cobalah Mas berkonsultasi dulu dengan ustad salafy di tempat yang pernah saya sebutkan terdahulu sehingga dari landasan islamnya Mas punya hujjah yang kuat dan shoheh karena walaupun bicara soal ilmu alam tapi kan dikaitkan dengan Nabi kita berarti berkaitan dengan islam

    Usaha seseorang untuk meneliti alam termasuk gerhana atau apapun sehingga tidak menimbulkan mudharat bagi manusia adalah usaha yang mulia dan kalau ikhlas tentu pahalanya akan mengalir terus walaupun seseorang itu telah meninggal,,,tentu saya setuju dengan alur pikir itu

    Kalau melihat gerhana apakah dengan alat atau tidak dengan alat manakah yang lebih afdhol,,,,ya tentu kalau dengan alat tentu lebih aman/ afdhol

    Gitu dulu tanggapan saya Mas

    Maaf

    didi
    ================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

    1. Hasil hipotesis nanti akan ada dua kemungkinan: benar atau salah.

    2. Memang benar sesuai kemajuan pengetahuan bahwa “Dengan ALAT tentu lebih aman/ afdhol”. Tetapi beliau pasti melakukan PERHITUNGAN juga. Kata kuncinya= ada Perhitungan.

    Boleh dibantah Tanpa perhitungan, tapi konsekuensinya ALAT untuk melihat gerhana ini harus selalu kita bawa lalu kita sering mendongak ke langit untuk melihat ada gerhana/ tidak. Begitu khan mas?
    Yang kedua, bentuk ALAT-nya seperti apa?
    Sebab saya ingin segera mempraktikkan agar gerhana akan datang (yang semoga masih ada) saya bisa “berdoa kepada Allah dan sholat hingga ia lepas”seperti tuntunan Rasulullah mas.

  9. sunan says:

    setahu saya bahwa rasulullah saw ketika hijrah, beliau bersama seorang penunjuk jalan yang sudah beliau siapkan sebelumnya. Ini menujukkan beliau ahli manajemen, beliau persiapkan semuanya secara detail termasuk “penunjuk jalan /navigator”, barulah setelah itu bertawakkal.
    Wallahualam.

  10. Abu Hanif says:

    Bung Genghis.

    Saya insya alloh istiqomah di manhaj salaf. Sebelum ramadhan 1431 lalu, mesjid kami baru selesai dan saat penentuan kiblat, kami melibatkan tim ahli baik dari MUI maupun pakar2 astronomi (kebetulan sepupu saya juga pakar astronomi yang S1-nya lulusan ITB). Kami selain menggunakan peralatan yang canggih, juga dengan mengukur jatuhnya sinar matahari sesuai yang disarankan para ahli.

    Saya tidak akan melebar kemana2, hanya akan menjawab pertanyaan apakah responden anda representasi dari salafy?

    Saya justru meragukan keabsahan responden anda. Pertama, apakah beliau memang riil ada atau hanya imajiner untuk memuaskan ketidaksukaan syahwat anda kpd dalil2 salafy. Kalaupun ada dan benar, bgm mungkin anda mengambil kesimpulan dari satu sampel yang anda bahkan tidak jelaskan tingkat keilmuannya (baik pemahaman ilmu2 syar’i maupun ilmu umum), namun anda menggiringnya sbg populasi salafy.

    Mohon maaf, tulisan anda sangatlah tidak metodologis dan seharusnya tidak layak untuk ditanggapi.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal Bung Abu Hanif…
    Diskusi benar-benar terjadi dan artikel ditulis juga atas ijin yg bersangkutan.
    Yang bersangkutan mengaku salafy dan dilingkungan kami para sejawat juga dikenal sbg salafy (lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang).
    Bila menurut anda pemahaman yang bersangkutan bukan salafy, maka kami ucapkan terima kasih atas koreksinya.
    Kasus seperti ini membuat image dakwah salaf menjadi tercoreng hanya gara-gara ulah satu orang.

  11. Abu Hanif says:

    Bung Genghis

    Saya tidak dalam kapasitas menghakimi responden anda sbg seorang salafy atau tidak. Insya Alloh beliau bermanhaj salaf, dan kita memohon kepada Alloh agar hidayah selalu diberikan kepada kita agar kita semua diberikan pemahaman dan selalu istiqomah thd ketentuan syariat dari Alloh melalui metodologi beragama (manhaj) yang haq, yaitu manhaj yang ittiba (mengikut) kepada Rosul, karena melalui beliaulah transmisi syariat Alloh kepada manusia disampaikan. Kemudian, mengacu ke sebaik2 umat — yaitu para sahabat –, karena melalui merekalah Nabi menularkan pemahaman dan pengimplementasian wahyu Alloh kpd manusia. Selanjutnya, diwariskan dan didokumentasikan kepada murid2nya sahabat (tabiin), murid2nya tabiin (tabi’ut tabiin), dst, dst, sampai sekarang.

    Kembali ke substansi, yang menjadi persoalan adalah cara anda dalam menarik kesimpulan dgn mereduksi sample thd populasi. Menjadi lucu tatkala anda mengabaikan sisi metodologi ilmiah dalam menyikapi suatu fenomena. Ini jelas tersirat pada tendensi anda dalam memberikan judul artikel, yaitu “Diskusi dgn Salafy …”, mengapa tidak dilabelkan “Diskusi dengan teman sejawat …”, misalnya.

    Ada banyak permasalahan yang membutuhkan fatwa dari ulama bukan orang awwam krn perlu pembahasan yang tafshil/rinci. Persoalan2 geografis pada artikel anda, sudah terjawab tuntas oleh fatwa2 ulama. Bahkan persoalan yang paling ekstrim sekalipun, misalnya bgm cara sholat lima waktu atau puasa orang2 di kutub karena kondisi siang dan malam yang sangat panjang dibanding dgn negeri kita misalnya.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Trims atas koreksi dan masukannya..

  12. iwan says:

    BISMILLAH. assalamu alaikum mas, genghis khun begitu namanya ya. kalau saya bangga mengatakan saya pengikut salaf.
    mau nanya mas ini islam atau bukan ? selanjutnya panutan mas siapa dalam berislam ? apa salaf kita (nabi dan para sahabat ) atau orang kafir seperti yang banyak kita saksikan mengaku islam tapi kok panutanya dalam berislam bukan salaf .

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
    Salam kenal pak Iwan Tompo
    Alhamdulillah saya bangga dengan mengatakan bahwa saya seorang muslim salaf pak..
    Kembali ke pertanyaan di atas; apakah orang tsb representasi dari salafy ataukah perlu di tahdzir (peringatkan) karena telah mempermalukan Salafy?

  13. iwan says:

    manusia terbagi tiga mas: pengikut rasululullah(salafy) pengikut orang kuffar dan pengikut kaum munafik . nah mas dimana posisinya ?? mohon di jawab . ulama telah membahas seluruh permasalahan ibadah seperti yang dijelaskan tadi tentang shalat gerhana , kapan dan bagaimana, tapi mas seakan 2 sombong dengan secuil dengan ilmu yang diberikan allah ingat mas barang siapa yang menuntut ilmu tujuannya untuk membanggakan diri dihadapan orang awam atau mendebat ulama maka …… tau sendiri apa lanjutannya khan

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
    Salam kenal pak Iwan Tompo
    Alhamdulillah saya bangga dengan mengatakan bahwa saya seorang muslim salaf pak..
    Kembali ke pertanyaan di atas; apakah orang tsb representasi dari salafy ataukah perlu di tahdzir (peringatkan) karena telah mempermalukan Salafy?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Genghis Khun

    Paranoid Dalam Mengais Rizqi...


    Nyari Theme BLOG WORDPRESS bagus??

  • Tulisan Terbaru

  • Genghis Khun's Profile
    Genghis Khun's Facebook profile
    Create Your Badge ExitJunction.com  - Make Money From Your Exit Traffic!


  • Masukkan Code ini K1-1E255B-E
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • CARI DUIT

    Adf.ly
    Buy Text links www.cashnhits.com
    Rumahweb
    Clixsense
    Exitjunction
    BidVertiser

    Earn money from your website/blog. Get paid through PayPal Buy and sell Text Links Blog Terbaik
    Yuk.Ngeblog.web.id

    make money with your web site

    GoBlog Theme Banner 125x125

    Media Penyimpanan Dunia Maya: DropBox
  • Fan Page