FOREX dengan MONEY CHANGER: antara spekulasi Judi dan bukan judi
FOREX dengan MONEY CHANGER: antara spekulasi Judi dan bukan judi
=Ide tulisan muncul gara-gara melewati stand Money changer di Mall Mangga Dua Jakarta Kota=
Melanjutkan dari tulisan sebelumnya; Forex sisi lain; mengundi nasib dengan anak panah.
Di sini akan dipaparkan perbedaan antara spekulan yang melalui jalur Money changer dengan Forex. Sisi yang akan dibahas adalah kesamaannya dalam rangka mengambil LABA dari selisih nilai mata uang. Artinya, sama-sama bertujuan spekulasi, bukan untuk, misalnya bepergian ke luar negeri atau membeli barang elektronik.
Jadi walaupun sama-sama spekulasi, namun akan tampak perbedaan mencolok; judi ataukah bukan.
Akhir tulisan mengarahkan pembaca untuk ikut terlibat aktif mencari tahu kenapa Forex dibikin sedemikian rupa.
MONEY CHANGER
Money changer mudahnya adalah sebuah tempat untuk menukarkan mata uang kita dengan mata uang asing.
Pusat penjualan komputer dan elektronik di Mall Mangga Dua Jakarta memakai harga standar US Dollar, oleh karena nilai Dollar terhadap rupiah yang berfluktuasi, para pembeli cenderung menukarkan rupiah dengan Dollar. Agar tidak terkena imbas dari inflasi mendadak dari Rupiah (Rupiah adalah mata uang kita yang cenderung inflasi terussss
)
Selain tujuan tersebut ternyata ada juga yang memanfaatkan untuk tujuan lain, yaitu spekulasi, mengambil laba dari selisih nilai mata uang.
Misalnya, Dul Koplak setahun yang lalu membeli $ 100 US Dollar seharga Rp. 10.000,-/ lembar, dia mengeluarkan uang sebesar 1 juta. Hari ini ditukarkan ke rupiah lagi karena 1 Dollar seharga Rp. 12.000,- maka dia memperoleh uang Rp. 1,2 juta. 200 ribu adalah keuntungannya, hmm… lumayan
Penulis, sekali lagi menekankan, tidak akan meyoroti sisi halal/ haramnya mencari keuntungan dari pertukaran mata uang, tapi penekanan pada alur jual beli wajar ataukah Judi.
Dari kasus di atas terlihat bahwa di Money changer, jual beli adalah WAJAR. Skemanya sbb:
Setahun yang lalu = Nilai yang disepakati (Rp. 10.000)–> Transaksi/ Akad
Hari ini = Nilai yang disepakati (Rp.12.000)–> Transaksi/ Akad
FOREX (FOREIGN EXCHANGE)
FOREX mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli:
1. Jual/ beli untuk posisi OPEN
2. Jual/ beli untuk posisi CLOSE
Yang jadi masalah/ sorotan dalam tulisan ini adalah aktifitas yang ke-dua, dalam tulisan sebelumnya ternyata mengandung unsur judi! Skemanya sbb:
1. Jual/ beli untuk posisi OPEN
Nilai yang disepakati —> Transaksi/ akad
=> WAJAR
2. Jual/ beli untuk posisi CLOSE, ada dua JUDI:
- Transaksi/ akad dulu –> lalu menyepakati nilai yang akan muncul.
Transaksi ini menyepakati bahwa AKAN menutup Entah pada posisi berapa, atau Tertutup otomatis karena dana tergerus (Margin Call)
- a. Saat aktifitas mengklik tombol (transaksi/akad) –> b. are you sure? (nilai yang disepakati belum muncul) –> yes –> c. nilai yang disepakati muncul
Perhatikan bahwa disepakati di A tetapi nilai masih bisa berubah di posisi C
Bodoh-bodohne, setelah anda membuka transaksi (Open), anda masih akan terbebani pikiran hendak menutup (CLOSE) kapan?
Contoh Dul koplak di atas, setelah membeli dollar $1 senilai 10.000, maka dia hanya akan menjual lagi bila harga dollar sudah di atas Rp. 10.000, bila belum naik, dollar ini akan selalu disimpannya.
Sedangkan bila Dul Koplak membeli via FOREX, artinya menyetujui bahwa stok uangnya akan tergerus oleh Margin call bila dia tidak segera menjual lagi dollarnya. Dengan kata lain, bila tidak ada laba, dia menjual dollarnya karena keterpaksaan.
Seorang karib yang IQ-nya sama-sama bengkok
, sebut saja Deden, berkilah bahwa aktifitas Forex seperti memancing, kadang dapat ikan kecil, kadang dapat ikan besar, kadang malah gak dapat sama sekali. Analogi yang sepertinya salah kaprah. Tapi semoga saja teman kita tersebut tidak terlibat jauh dengan aktifitas forex, walaupun penulis tahu pasti kalau beliau terlibat dengan money changer, karena gajinya dalam dollar. Gak mungkin donk beli Tahu Campur Lamongan dalam dollar?
Okelah, mari kita kupas!
Bila Forex hendak dianalogikan dengan memancing, maka ketika pancing sudah dilempar anda harus siap menerima resiko bahwa pancing akan tertarik ke dalam air. Penulis bertanya, berapa % pemancing yang pancingnya sudah “ditelan” air? nanti akan kita bandingkan dengan prosentase pemain Forex yang terkena Margin Call, agar kita tahu betapa salah kaprahnya analogi memancing.
KESIMPULAN
Money Changer= Jual beli Wajar
Forex=
-Open = Jual beli Wajar
-Close= Jual beli JUDI
Mengapa Forex tidak dibuat seperti Money Changer yang sederhana?
Seolah-olah ada suatu kekuatan yang mengatur dan mengarahkan agar FOREX tidak seperti Money Changer, padahal bila dijalankan seperti money changer-pun, bila waktu transaksi sama, laba yang diterima pun tetap sama. sangat mengherankan bukan?
Genghis Khun
PS=
Cukup menggelikan, ketika penulis mempelajari istilah dan analisa dalam Forex. Terbayanglah buku 1000 Tafsir Mimpi yang biasa digunakan oleh para pelaku judi togel
ARTIKEL TERKAIT
Filed under Opini |13 Responses to “FOREX dengan MONEY CHANGER: antara spekulasi Judi dan bukan judi”
Leave a Reply










Mantap bro bahasannya …
Pelajari lagi tentang apa itu forex dan bagaimana mata uang itu diperdagangkan setelah cara lama (konvensional/money changer) Ditinggalkan sesuai Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 dan dihapusnya sistem kurs valas tetap yang terjadi setelahnya, memunculkan pasar valuta asing sebagaimana yang kita ketahui saat ini. Kalau anda menginginkan CLOSE SESUAI dengan yg anda inginkan seperti harga di money changer, anda bisa pesan harga itu, mau diharga berapa aja, jika sudah sampai waktunya akan terliquidasi sesuai dengan pesanan anda (otomatis).
Meskipun perdagangan forex dilaksanakan secara eksklusif antara bank sentral pemerintah dan bank komersial serta investasi, namun forex makin bisa diakses oleh investor swasta/PERORANGAN berkat adanya PC dan internet.
Terima Kasih.
================================================
Genghis Khun:
Saya setuju dan suka dengan kalimat anda Pak/ Bu:
“Kalau anda menginginkan CLOSE SESUAI dengan yg anda inginkan seperti harga di money changer, anda bisa pesan harga itu, mau diharga berapa aja, jika sudah sampai waktunya akan terliquidasi sesuai dengan pesanan anda (otomatis).”
Inilah yang saya inginkan..(daftar Online dimana ya?)
Tetapi, saya tidak mempermasalahkan Apa itu Valas, Mata uang, ekonomi dan lain-lain. Saya tidak mempermasalahkan JENIS barangnya, tetapi MEKANISME Jual belinya (Mohon dibedakan).
Secara umum, saya membahas bahwa Forex dilihat dari ALUR-nya tergolong Tidak Wajar/ JUDI. Ini membedakan dengan Money Changer/ Jual Beli yang lain.
Atau mungkin anda punya Cara Pandang lain tentang JUDI? Mari kita sharing..
Btw, Trims atas kunjungannya
“Inilah yang saya inginkan..(daftar Online dimana ya?)”
Seperti jawaban anda diatas mempertanyakan Daftar Online dimana ? apakah memang anda selama ini belum mengetahuinya ?
Semua platform forex yang mengadopsi Metatrader4 ataupun yg lainnya dari dulu menyediakan fasilitas ini.
“Kalau anda menginginkan CLOSE SESUAI dengan yg anda inginkan seperti harga di money changer, anda bisa pesan harga itu, mau diharga berapa aja, jika sudah sampai waktunya akan terliquidasi sesuai dengan pesanan anda (otomatis).”
Sebaiknya anda konsultasikan kepada teman anda yang sudah terjun lebih dulu di trading forex dimanapun.
================================================
Genghis Khun:
Seperti Money Changer; artinya melayani JUAL BELI terpisah.
- Jual saja atau Beli saja.
- TIDAK ADA FLOATING POSITION, jadi tidak ada MARGIN CALL dan BUNGA harian.
- TIDAK ADA JUDI ‘koin’(Stop Loss dan Take Profit).
Langsung saja di beri pencerahan pak, daftar online dimana?
Ini nanti akan saya masukkan dalam FOREX yang DIANJURKAN.
Tetapi kalau yang anda maksud CLOSE dengan DUA pesanan (Stop Loss dan Take Profit) maka itu seperti JUDI KOIN. Kalau JUDI DADU kita bisa memesan 6 nilai.
Alur Money Changer/ Jual Beli Wajar lainnya:
1 nilai dipesan => Ok Transaksi
Alur FOREX:
2 nilai dipesan (SL & TP) => Transaksi => 1 nilai muncul
Perbedaan alur itu sangat TEGAS pak.
Money Changer tidak sama dengan FOREX. trims.
goblok bgt neh penulisnya ,sebelom ngomong pelajari dulu antara forex dan maney changer .money changer ama forex itu sama,simngkatnya gini :
money changer = jual beli dg perbandingan 1:1 ( di forex di namakan leverage ) jd A beli $ tentunya kalau di jual lg harganya naik , nah misal kalau beli lg tinggi terus tiba2 turun drastis apakah di pertahannkan sampe puluhan tahun ?
Forex = jual beli mata uang asing dg adanya leverage , misal pilih leverage 1:1 itu sama aja dg money changer,tapi kebanyakan trader suka memilih leverage yg tinggi 1:500 dg resiko margin call kalau benar2 belum mengerti seluk beluk FOrex jangan banyak komentar yach… hehehehhe…
LEVEL TRADER FOREX
Perlu di ingat 90% trader pemula mengalami loss bahklan ada yang sampai bangkrut total,Hanya 10% saja yg bisa melanjutkan ke level berikutnya .
Baca dan simak baik-baik level trader di bawah ini…. :
Apakah profesi seorang trader menjanjikan?
Kenapa kebanyakan trader banyak yang rugi?
Kenapa maen forex dan saham selalu rugi?
INI ADALAH TAHAPAN/TINGKATAN SEORANG TRADER UNTUK MENJADI SUKSES BERMAEN DI FOREX .
DAN SETELAH ANDA BACA TAHAPAN INI MOHON DI SIKAPI DGN BIJAK DAN TIDAK EMOSIONAL.
· Level 1 Unconscious Incompetence
Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.
Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting (baca artikel tentang insting di psikologi trading), toh kamu bisa profit.
Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.
Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya (apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit?).
Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut/FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.
90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.
Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.
· Level 2 Conscious Incompetence
Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.
Di level ini kamu akan mencari holy grail (system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.
Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator sendiri (biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.
Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu persis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.
Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.
Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu.
Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.
· Level 3 The EUREKA Moment
Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.
Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.
Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.
Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.
Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.
Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.
Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.
Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.
Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.
Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.
· Level 4 Conscious Competence
Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.
Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.
Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.
level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.
· Level 5 Unconscious Competence
Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.
Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.
Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.
Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.
Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata ” SAYA SEORANG TRADER”.
Nah sekarang anda di posisi mana ?
=================================================
Genghis Khun:
Tentu saja anda lebih pinter daripada saya pak
Money Changer dengan Forex itu TIDAK SAMA.
Dalam hal leverage saja sudah beda.
Apa ada leverage 1:500 di money Changer??
Perbedaan lainnya:
1. A beli $ di money changer TIDAK HARUS menjual lagi $-nya, tapi di FOREX HARUS dijual lagi.
2. A beli $ di money changer BISA dipakai untuk beli barang, tapi di Forex $ TIDAK BISA dipakai.
3. A beli $ di money changer, tidak terbebani bunga harian, tapi di Forex dibebani bunga harian.
4. A beli $ di money changer tidak ada Margin Call, di Forex ADA Margin Call.
5. Jual $ di money Changer TIDAK MUNGKIN terjadi Slippage, di Forex bisa terjadi Slippage.
Perbedaan sangat mencolok.
1. A beli $ di money changer TIDAK HARUS menjual lagi $-nya, tapi di FOREX HARUS dijual lagi. — Di forex juga tidak harus jual lagi. kita bisa menunggu harga pairnya untuk naik terlebih dahulu. Apa mas pernah main forex? kalo belum, dicoba saja dengan demo account dulu, biar lebih tahu bagaimana kinerja nya.
2. ini praktisnya juga sama. misalkan saya menukar uang saya ke dollar. terus pergi ke abang2 mie ayam di depan, saya pesen 1 mangkok. apa bisa saya bayar dengan dollar? sama halnya dengan di forex. kita menukarkan uang kita dengan dollar. kalau memang uang kita mau dibelanjakan , kita tinggal tukarkan lagi uang kita itu. Simple bukan?
3. Selama saya mencoba yang namanya Forex, belum pernah saya dikenakan biaya bunga harian. (mungkin ada beberapa broker yang nge-charge bunga juga. Tapi sampai saat ini saya belum pernah dapat begituan)
4. Ahh.. Mas GenghisKhun tau apa itu margin call? Margin call itu adalah sebutan kalau modal kita sudah tidak mampu menahan transaksinya. Tidak hanya di forex margin call itu terjadi, tapi di semua bisnis mas, termasuk juga Money Changer. Misal saya punya uang 1jt. saya tukarkan semua uang saya ke dollar. bbrp hari kemudian saya melihat ada prospek bagus kalo saya tukarkan uang saya ke Yen. Tapi, saya baru sadar kalau uang saya habis. Nah.. itu saya juga bisa disebut kehabisan Margin.
5.Nah.. karna saya juga bukan ahli banget di Forex, saya blom tau itu apa slippage. Mungkin mas genhis bisa menerangkan ke saya
Sekian mas Genghis Khun. Ingat, kita berdiskusi secara damai, penuh kesadaran dan akal sehat. tidak ada caci maki, tidak emosi. Salam sejahtera. Terus perjuangkan Freedom of Speech
=================================================
Genghis Khun:
1. “Di forex juga tidak harus jual lagi. kita bisa menunggu harga pairnya untuk naik terlebih dahulu”.
= > Ini artinya tetap HARUS dijual lagi pak??
=> Bila tidak harus dijual, mata uang hasil pertukaran BISA dipakai. sedangkan di Forex mata uang masih Floating position dan tidak bisa dipakai.
Atau mungkin anda selama ini selalu Open tapi tidak pernah Close? bisa diterangkan caranya?
2. “ini praktisnya juga sama. Saya menukar uang saya ke dollar, terus pergi ke abang2 mie ayam di depan, saya pesen 1 mangkok. apa bisa saya bayar dengan dollar? ”
=> Anda tidak perlu repot2 menukar uang ke dollar lalu ke rupiah lagi pak. Anda cukup pegang rupiah kemudian beli mie ayam, lebih simple dan PRAKTIS
.
.
Tapi saya paham maksud anda kok, menukar uang ke dollar itu hanya untuk mencari selisih nilai tukar (UNTUNG-UNTUNGAN), bukan mencari mata uang dollarnya khan?
Praktik seperti ini dalam agama saya dilarang, menurut agama anda mungkin boleh saja, jadi pembahasan tentang UNTUNG-UNTUNGAN kita bekukan dulu
3. Silahkan lihat rujukan yang saya cantumkan di akhir artikel, bahwa bungan harian itu ada. Boleh tahu anda bermain Forex dimana agar saya bisa pelajari? trims
4. “Misal saya punya uang 1jt. saya tukarkan semua uang saya ke dollar. bbrp hari kemudian saya melihat ada prospek bagus kalo saya tukarkan uang saya ke Yen. Tapi, saya baru sadar kalau uang saya habis. Nah.. itu saya juga bisa disebut kehabisan Margin.”
=> Itu namanya pailit pak
Margin Call sbb berikut:
Misal anda punya uang 1 juta rupiah.
250 ribu ditukar ke dollar.
Kalau nilai dollar turun hingga 750 ribu, maka yang ludes sisa uang anda yang 750ribu.
Aneh khan? kalau salah mohon dikoreksi..
5. Slippage sbb:
Waktu Open: nilai tukar jelas dan ter-Lock, misalnya 1,503 USD.
Waktu Close: nilai tukar TIDAK ter-lock, hasil akhirnya nilai bisa berubah (meleset) dari order seharusnya. ini artinya Slippage.
Oleh karena itu di menu order terdapat pula pilihan “Maximum Deviation” yaitu untuk batasan toleransi slippage bila harga tiba-tiba melompat maka jarak berapa dari harga yang melompat tersebut yang bisa anda toleransi untuk eksekusi order anda.
anda bisa baca penjelasan lebih lanjut di:
http://www.traderslog.com/slippage.htm
http://www.google.co.id/search?hl=id&rlz=1C1_____enID361ID361&q=arti+slippage,+forex&btnG=Telusuri&meta=
yah, menurut saya sih ga pusing lah..
ngapain jg ngurusin forex = judi..
toh kita yg trading, knapa bung khun yg repot?
konsep dasar kita emang dah beda, jdnya yah jangan dipaksakan bung..hehe..
kl menurut bung khun itu salah, yawda terserah..tp kl menurut yg lain ga masalah, yawda..jgn dipaksain malah jadi salah..
inget bro, kl maw posting sesuatu, lebih baik ada dasar yang cukup kuat dan jelas apa lagi yg mengundang debat seperti ini..semoga kedepannya lebih baik lagi..
ane ga lebih baik dari bro khun atau semua orang di sini, ane sekedar membagikan pendapat yang ane terima dari pengalaman2 ane..
sukses slalu !!
=================================================
Genghis Khun:
Salam kenal pak Niko,
Anda terlalu menganggap enteng permasalahan,
tapi saya SEPAKAT dengan anda, repot atau pun ndak repot, judi dan maksiat akan SELALU ada.
Para PELAKU judi dan maksiat pun selalu ada
Btw, boleh tau bagaiamana ‘konsep dasar’ anda dalam menentukan sesuatu itu JUDI atau BUKAN?
Mari kita sharing pak..
Trims atas komentarnya
Sukses selalu !
mantap bung!
kl konsep dasar saya sih, selama melakukannya dengan analisa yang jelas dan logis, maka itu bukan judi..kl ga pake analisa (asal buy/sell dalam hal forex ini) yah otomatis itu namanya judi..
mungkin itu aja sih bung yg jadi dasar saya judi atau bukan..saya juga ga suka bertaruh mengenai apa yang saya tidak ketahui arah kedepannya..kl misal saya ditawarkan bisnis yg tidak memiliki dasar yg kuat, tepat, arah ke depannya bagaimana nanti dsb, maka saya akan bilang itu judi..
saya sih gt aja bung, namanya jg pendapat pribadi aja..hehe..
semoga diterima yah pendapat dari saya..kl ada yg salah mohon dikoreksi kembali menjadi benar..
=================================================
Genghis Khun:
Dalam Judi pertandingan Tinju, Sepak Bola atau Pacuan Kuda, para pejudi tentu memakai ANALISA LOGIS pak, tidak asal tebak.
Yaitu Analisis tentang track record pemain2 nya, kondisi fisik, kejadian sebelum bermain, cedera sebelumnya, faktor-faktor lain, dll.
Misalnya saja kesebelasan TP dan SL; setelah di ANALISIS DENGAN CERMAT dan LOGIS ternyata keduanya hampir berimbang. Okelah, maka keduanya akan sama diisi taruhan untuk meminimalisir kerugian.
Toh hasil akhirnya hanya 1 yang keluar sbg pemenang; SL saja atau TP saja.
Apakah ini bukan judi karena memakai ANALISIS?? Tidak, ini jelas JUDI.
Jadi faktor ANALISA LOGIS tidak bisa untuk membedakan JUDI atau BUKAN.
‘Konsep Dasar’ anda tentang Judi ternyata sangat LEMAH pak.
Padahal Perbedaan itu sudah sangat TEGAS pada perbedaan ALUR-nya.
Anda bertransaksi dengan nilai menyusul itu adalah JUDI.
Mungkin anda masih punya ‘konsep dasar’ yang lain? mari kita sharing…
wah, lemah yah bro?


yah, gpp dh dibilang lemah..hehe..sudah biasa..
btw bro, bisa dibilang semua aspek kehidupan ini judi..
percaya itu bro? hehe..
contoh ekstrimnya aja ya saya coba kasih, maw pergi naik apa ya? ada 2 pilihan, motor dan mobil..ketika pergi naik motor, eh ternyata hujan..ketika naik mobil, eh ternyata macet..ga taw mana yang ‘menang’..
kl kata pedangdut kita, judi itu tidak boleh.. haha..
=================================================
.
Genghis Khun:
Pendapat dan ‘konsep dasar’ anda tentang Judi saya hargai, tapi tidak saya sepakati
Semua aspek kehidupan ini bisa dibilang SPEKULASI, bukan Judi.
JUDI itu memang spekulasi tapi spekulasi BELUM TENTU JUDI.
JUDI harus terpenuhi syarat jual beli:
- Ada penjual
- Ada pembeli
- Ada barang/ jasa yang diperjual belikan
- Ada transaksi
Anda sebaiknya membaca artikel saya sebelumnya tentang ‘Perbedaan Jual Beli Wajar dengan Jual beli Judi’ di:
http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa
‘konsep dasar’ harus punya batasan-batasan, bila tidak ya akibatnya fatal;
semua kehidupan adalah Judi
oh iya, sorry nih ya bro..
kl saya boleh kasih saran, jgn pernah menghakimi pendapat org lain..
jgn menganggap LEMAH, TIDAK BENAR, dsb..
lebih baik dihargai bro..
skedar saran aja sih..
=================================================

Genghis Khun:
Usul diterima
Pendapat dan ‘konsep dasar’ anda tentang Judi memang luar biasa hebat pak
1. JUDI itu bila tanpa analisis. (Padahal judi bola, pacuan kuda memakai analisis.)
2. Seluruh aspek kehidupan adalah JUDI (padahal adalah spekulasi)
Masih punya ‘Konsep dasar’ yang lain tentang JUDI pak? Mari sharingkan untuk saya yang butut pencerahan …
hihi..

kl saya, yah menganggap itu bukan judi..sorry2 kl pandangannya n ‘konsep dasar’ saya masih salah..namanya jg pendapat..
ada2 aja si bro..
yah, stuju bro..smua kehidupan adalah judi..
saya sih pegang itu aja bro..kl bro maw pegang hal yg lain terserah bro aja..kan itu hak bro sendiri..
maw bilang forex judi, ya silahkan deh..
=================================================
Genghis Khun:
Pendapat anda memang sangat menarik Yang Terhormat bapak Niko
- SEMUA aspek kehidupan adalah Judi.
- Tapi Forex bukan Judi
Yang bener yang mana nih kok gak konsisten?
JUDI harus terpenuhi syarat jual beli:
- Ada penjual
- Ada pembeli
- Ada barang/ jasa yang diperjual belikan
- Ada transaksi
yah, saya kurang bisa terima kl ini bro..penjual n pembeli, transaksi, barang n jasa dsb..
bagaimana dengan Russian roulette ??
itu judi bro..
kl patokan bro cuma 4 hal di atas, jujur saya boleh katakan kali ini ‘konsep dasar’ judi anda yang kurang tepat
=================================================
Genghis Khun:
Langsung saja dikoreksi Yang Terhormat bapak Niko…
eh mksdnya apa yah bro?
hiahia..ane kgk ngarti..mangap2..
saya setuju sama yg bro blg semua aspek kehidupan adalah judi..
tp saya blg forex bukan judi..
itu yah bro?
hiahia..maap nih jd kliatan ga konsisten..
gmana mengemasnya ya? agak sulit..hehe..
hm, kyknya sih bgini, semua aspek kehidupan itu bisa dijadikan judi sebenarnya..
kl yg bawahnya, saya menyanggah konsep judi yg anda maksudnya..hrs ada penjual pembeli sgala..saya sanggah di sana..gt bro..kan russian roulette kgk pake penjual pembeli barang jasa..tp itu judi..gt mksdnya bro..
=================================================
Genghis Khun:
# Russian roullete:
Alkisah di suatu keramaian;
1. Penjual, si X menawarkan ‘dagangannya’, mengisi pistolnya dengan 1 peluru lalu spin diputar.
“siapa yg mau naro moncong pistol ini di jidat lalu narik pelatuknya? kalo masih hidup gue beri duit 1 milyar’
2. Pembeli: Niko, mengacungkan tangan, gue setuju.
3. Transaksi dilakukan.
4. Barang/ jasa yang diperjual belikan: nyawa Niko dan uang 1 M
Ternyata naas bagi Niko, jidat dan otaknya ancur kena peluru
Critanya bisa diterima pak? kurangnya dimana?
# Lalu ‘konsep dasar’ anda ttg judi yang bener mana nih?
- SEMUA aspek kehidupan adalah JUDI, atau
- Yang bisa dianalisis bukan Judi?
Salam, hehe saya mau meramaikan suasana saja, setelah membaca tanya jawab dr tmn2 di atas. Menurut saya, semua hal yang kita lakukan dalam dunia ini adalah pertaruhan dan Menurut saya pertaruhan itu adalah JUDI. Namun ada Judi yang tidak berujung dosa, maupun ada yang berujung dosa. Masing2 tergantung tujuan dan sikap yang kita lakukan. Untuk lebih jelasnya silahkan baca link berikut :
http://www.mail-archive.com/i-kan-untuk-revival@xc.org/msg03629.html
dan
http://www.truthortradition.com/bahasa/modules.php?name=News&file=article&sid=16
sebelumnya, mohon maaf kalau 2 link di atas beraroma Holy Bible, karena saya mencari kebenaran sesuai dengan dasar Iman saya.
saya harap dengan ini, dapat menambah wa2san diantara kita semua. Thx b4
=================================================
Genghis Khun:
Salam kenal pak Stenly,
Trims atas komentarnya, ada dua Judi:
- Judi yang tidak berdosa
- Judi yang berdosa.
Namun kedua link tersebut belum menjelaskan beda dua judi tersebut.
Mari kita berbaik sangka saja, bahwa semua pejudi yang ke kasino, permainan kartu, pacuan kuda, pertandingan olahraga, atau dalam undian adalah dengan tujuan dan sikap demi pelayanan Tuhan.
Artinya judi yang berujung dosa itu tidak pernah ada (?).
Salute buat Genghis Khun
FOREX adalah HARAM