" />

FOREX dengan MONEY CHANGER: antara spekulasi Judi dan bukan judi

FOREX ONLINE dengan MONEY CHANGER: antara spekulasi Judi dan bukan judi

=Ide tulisan muncul gara-gara melewati stand Money changer di Mall Mangga Dua Jakarta Kota=

Melanjutkan dari tulisan sebelumnya; forex sisi lain; mengundi nasib dengan anak panah.
Di sini akan dipaparkan perbedaan antara spekulan yang melalui jalur Money changer dengan FOREX ONLINE. Sisi yang akan dibahas adalah kesamaannya dalam rangka mengambil LABA dari selisih nilai mata uang. Artinya, sama-sama bertujuan spekulasi, bukan untuk, misalnya bepergian ke luar negeri atau membeli barang elektronik.
Jadi walaupun sama-sama spekulasi, namun akan tampak perbedaan mencolok; judi ataukah bukan.
Akhir tulisan mengarahkan pembaca untuk ikut terlibat aktif mencari tahu kenapa FOREX ONLINE dibikin sedemikian rupa.






*************************************************
Perhatian ! (update 11 Oktober 2010)
FOREX disebut juga foreign exchange market, FX atau currency market. (http://en.wikipedia.org/wiki/Foreign_exchange_market)

Dan FOREX yang dimaksud dalam artikel ini adalah FOREX ONLINE, yang mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Setelah Open HARUS Close. Gara-gara Open-Close dalam satu paket inilah prosesnya menjadi tidak wajar.
Fatwa MUI tentang Jual Beli mata uang, ada jenis transaksi yang diperbolehkan dan ada yang dilarang. Yang dihalalkan cuma Spot, sedangkan Transaksi Forward, Swap, Option termasuk yang dilarang (haram).
(http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=82&Itemid=90)

Jadi kalau ada yang bilang bahwa keseluruhan transaksi Forex itu diperbolehkan MUI, artinya telah berdusta atas nama MUI.
Nah, kemudian Forex Online termasuk jenis yang boleh atau yang dilarang?
inilah yang akan kita kupas :)
*************************************************

MONEY CHANGER
Money changer mudahnya adalah sebuah tempat untuk menukarkan mata uang kita dengan mata uang asing.
Pusat penjualan komputer dan elektronik di Mall Mangga Dua Jakarta memakai harga standar US Dollar, oleh karena nilai Dollar terhadap rupiah yang berfluktuasi, para pembeli cenderung menukarkan rupiah dengan Dollar. Agar tidak terkena imbas dari inflasi mendadak dari Rupiah (Rupiah adalah mata uang kita yang cenderung inflasi terussss :( )
Selain tujuan tersebut ternyata ada juga yang memanfaatkan untuk tujuan lain, yaitu spekulasi, mengambil laba dari selisih nilai mata uang.

Misalnya, Dul Koplak setahun yang lalu membeli $ 100 US Dollar seharga Rp. 10.000,-/ lembar, dia mengeluarkan uang sebesar 1 juta. Hari ini ditukarkan ke rupiah lagi karena 1 Dollar seharga Rp. 12.000,- maka dia memperoleh uang Rp. 1,2 juta. 200 ribu adalah keuntungannya, hmm… lumayan :)

Penulis, sekali lagi menekankan, tidak akan meyoroti sisi halal/ haramnya mencari keuntungan dari pertukaran mata uang, tapi penekanan pada alur jual beli wajar ataukah Judi.
Dari kasus di atas terlihat bahwa di Money changer, jual beli adalah WAJAR. Skemanya sbb:

Setahun yang lalu = Nilai yang disepakati (Rp. 10.000)–> Transaksi/ Akad
Hari ini = Nilai yang disepakati (Rp.12.000)–> Transaksi/ Akad


FOREX ONLINE (FOREIGN EXCHANGE)
FOREX ONLINE mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli:
1. Jual/ beli untuk posisi OPEN
2. Jual/ beli untuk posisi CLOSE

Yang jadi masalah/ sorotan dalam tulisan ini adalah aktifitas yang ke-dua, dalam tulisan sebelumnya ternyata mengandung unsur judi! Skemanya sbb:

1. Jual/ beli untuk posisi OPEN
Nilai yang disepakati —> Transaksi/ akad
=> WAJAR

2. Jual/ beli untuk posisi CLOSE, ada dua JUDI:
– Transaksi/ akad dulu –> lalu menyepakati nilai yang akan muncul.
Transaksi ini menyepakati bahwa AKAN menutup Entah pada posisi berapa, atau Tertutup otomatis karena dana tergerus (Margin Call)

- a. Saat aktifitas mengklik tombol (transaksi/akad) –> b. are you sure? (nilai yang disepakati belum muncul) –> yes –> c. nilai yang disepakati muncul
Perhatikan bahwa disepakati di A tetapi nilai masih bisa berubah di posisi C

Bodoh-bodohne, setelah anda membuka transaksi (Open), anda masih akan terbebani pikiran hendak menutup (CLOSE) kapan?

Contoh Dul koplak di atas, setelah membeli dollar $1 senilai 10.000, maka dia hanya akan menjual lagi bila harga dollar sudah di atas Rp. 10.000, bila belum naik, dollar ini akan selalu disimpannya.
Sedangkan bila Dul Koplak membeli via FOREX ONLINE, artinya menyetujui bahwa stok uangnya akan tergerus oleh Margin call bila dia tidak segera menjual lagi dollarnya. Dengan kata lain, bila tidak ada laba, dia menjual dollarnya karena keterpaksaan.

Seorang karib yang IQ-nya sama-sama bengkok :P , sebut saja Deden, berkilah bahwa aktifitas FOREX ONLINE seperti memancing, kadang dapat ikan kecil, kadang dapat ikan besar, kadang malah gak dapat sama sekali. Analogi yang sepertinya salah kaprah. Tapi semoga saja teman kita tersebut tidak terlibat jauh dengan aktifitas FOREX ONLINE, walaupun penulis tahu pasti kalau beliau terlibat dengan money changer, karena gajinya dalam dollar. Gak mungkin donk beli Tahu Campur Lamongan dalam dollar? :D

Okelah, mari kita kupas!
Bila FOREX ONLINE hendak dianalogikan dengan memancing, maka ketika pancing sudah dilempar anda harus siap menerima resiko bahwa pancing akan tertarik ke dalam air. Penulis bertanya, berapa % pemancing yang pancingnya sudah “ditelan” air? nanti akan kita bandingkan dengan prosentase pemain FOREX ONLINE yang terkena Margin Call, agar kita tahu betapa salah kaprahnya analogi memancing.

KESIMPULAN
Money Changer= Jual beli Wajar
FOREX ONLINE=
-Open = Jual beli Wajar
-Close= Jual beli JUDI

Mengapa FOREX ONLINE tidak dibuat seperti Money Changer yang sederhana?
Seolah-olah ada suatu kekuatan yang mengatur dan mengarahkan agar FOREX ONLINE tidak seperti Money Changer, padahal bila dijalankan seperti money changer-pun, bila waktu transaksi sama, laba yang diterima pun tetap sama. sangat mengherankan bukan?

Update Tambahan:
*************************************************
Fatwa MUI mengenai Forex (update 11 Oktober 2010)
Banyak pihak berdalih bahwa MUI telah memperbolehkan Forex. Apa benar?
Menurut Fatwa MUI; dari 4 jenis transaksi Forex hanya 1 (SATU) yang dibolehkan, yaitu Transaksi SPOT.
Ringkasan Isi fatwa sbb:
“Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
a.Tidak untuk SPEKULASI (untung-untungan).
b…
c….
d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing
1. Transaksi Spot…halal..(telah jelas)
2. Transaksi Forward, ….dst.. Hukumnya adalah haram, …dst…
3. Transaksi Swap, …dst..Hukumnya haram,….
4. Transaksi Option, ….Hukumnya haram, ….”

Baca selengkapnya di: http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=82&Itemid=90

Terlihat bahwa dari 4 jenis transaksi, HANYA 1 (SATU) yg dihalalkan yaitu spot.
Jadi kalau ada yang bilang bahwa (keseluruhan) transaksi Forex diperbolehkan itu artinya telah berdusta atas nama MUI. Hati-hati dan waspada rekans…

Mari kita kupas satu per satu:
-Tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).
=> Kalimat “UNTUK” berarti mengacu pada tujuan yang akan dicapai, bukan diartikan sebagai “CARA” dalam mencapai tujuan tersebut. Karena kita tahu, cara bermain Forex bisa dengan asal tebak atau analisa rumit. Jadi bunyi lengkap kalimat tersebut sbb:
(Baik DENGAN CARA asal tebak maupun memakai analisa), tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).

Dari hal ini saja kita langsung tahu bahwa dalam Forex online, hasil Open position tidak bisa dicairkan (withdraw) sampai Close lagi (kembali ke mata uang semula). Ini artinya hanya UNTUK spekulasi/ untung-untungan/ mencari nilai selisih. Adakah tujuan lain selain mencari nilai selisih?? tidak ada.

-Adanya kebutuhan untuk transakasi
=> Dalam Forex online tidak ada kebutuhan lain selain mencari selisih nilai antar mata uang. (spekulasi/ untung-untungan)

-Jika terjadi antara mata uang yang berbeda maka menggunakan nilai tukar yang berlaku saat itu dan dilakukan dengan tunai
=> Dalam Forex Online, Open position dibarengi dengan transaksi untuk Close tapi dengan nilai tukar belum diketahui. (nilai tukar berlaku masa yg akan datang)

Mengenai contoh Transaksi SPOT sbb:
“Menurut Madura (2000:58-66) kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Kemudian yang dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market atau physical market.
Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis transaksi:
a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama
b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya
c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian.
Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya yang akan sekolah diluar negeri. maka seorang ayah tersebut dapat menghubungi bank-bank devisa atau money changer untuk dapat mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggal
tersebut. Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya:
Jumlah Rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x selling price
= US$ 10.000 x Rp 5.5000
= Rp 55.000.000,-
maka untuk mendapatkan US$ 10.000 diperlukan Rp 55.000.000,- yang harus diserahkan paling lambat tanggal 24 Desember 2004 (2 x 24 jam atau t +2).”

(dikutip dari http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pasar-valuta-asing-valas.html)

Forex Online, yang memiliki 2 ijab kabul:
Pada waktu Open tidak bisa dipungkiri memang SPOT karena nilai tukar jelas dan terfiksasi, tidak mungkin tjd SLIPPAGE. Namun sayangnya disertai kesepakatan untuk Close yang jelas bukan spot, karena ijab kabul dilakukan lebih dulu untuk nilai tukar yang belum jelas.
Fakta paling menyolok adalah [ada waktu Open tidak mungkin terjadi slippage, namun waktu close BISA Terjadi! dan transaksi tidak bisa batal.
Jadi Forex Online, terbukti bukanlah jenis transaksi SPOT.

Dengan demikian, syarat dan ketentuan halalnya Forex Online tidak terpenuhi. Wallahu a’lam.
*************************************************

Genghis Khun
PS=
Cukup menggelikan, ketika penulis mempelajari istilah dan analisa dalam FOREX ONLINE. Terbayanglah buku 1000 Tafsir Mimpi yang biasa digunakan oleh para pelaku judi togel :)







You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
25 Responses
  1. Newbie says:

    Mantap bro bahasannya …
    Pelajari lagi tentang apa itu forex dan bagaimana mata uang itu diperdagangkan setelah cara lama (konvensional/money changer) Ditinggalkan sesuai Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 dan dihapusnya sistem kurs valas tetap yang terjadi setelahnya, memunculkan pasar valuta asing sebagaimana yang kita ketahui saat ini. Kalau anda menginginkan CLOSE SESUAI dengan yg anda inginkan seperti harga di money changer, anda bisa pesan harga itu, mau diharga berapa aja, jika sudah sampai waktunya akan terliquidasi sesuai dengan pesanan anda (otomatis).

    Meskipun perdagangan forex dilaksanakan secara eksklusif antara bank sentral pemerintah dan bank komersial serta investasi, namun forex makin bisa diakses oleh investor swasta/PERORANGAN berkat adanya PC dan internet.

    Terima Kasih.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Saya setuju dan suka dengan kalimat anda Pak/ Bu:
    “Kalau anda menginginkan CLOSE SESUAI dengan yg anda inginkan seperti harga di money changer, anda bisa pesan harga itu, mau diharga berapa aja, jika sudah sampai waktunya akan terliquidasi sesuai dengan pesanan anda (otomatis).” :)
    Inilah yang saya inginkan..(daftar Online dimana ya?)

    Tetapi, saya tidak mempermasalahkan Apa itu Valas, Mata uang, ekonomi dan lain-lain. Saya tidak mempermasalahkan JENIS barangnya, tetapi MEKANISME Jual belinya (Mohon dibedakan).
    Secara umum, saya membahas bahwa Forex dilihat dari ALUR-nya tergolong Tidak Wajar/ JUDI. Ini membedakan dengan Money Changer/ Jual Beli yang lain.
    Atau mungkin anda punya Cara Pandang lain tentang JUDI? Mari kita sharing..

    Btw, Trims atas kunjungannya

  2. Newbie says:

    “Inilah yang saya inginkan..(daftar Online dimana ya?)”
    Seperti jawaban anda diatas mempertanyakan Daftar Online dimana ? apakah memang anda selama ini belum mengetahuinya ?

    Semua platform forex yang mengadopsi Metatrader4 ataupun yg lainnya dari dulu menyediakan fasilitas ini.
    “Kalau anda menginginkan CLOSE SESUAI dengan yg anda inginkan seperti harga di money changer, anda bisa pesan harga itu, mau diharga berapa aja, jika sudah sampai waktunya akan terliquidasi sesuai dengan pesanan anda (otomatis).”

    Sebaiknya anda konsultasikan kepada teman anda yang sudah terjun lebih dulu di trading forex dimanapun.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Seperti Money Changer; artinya melayani JUAL BELI terpisah.
    - Jual saja atau Beli saja.
    - TIDAK ADA FLOATING POSITION, jadi tidak ada MARGIN CALL dan BUNGA harian.
    - TIDAK ADA JUDI ‘koin’(Stop Loss dan Take Profit).

    Langsung saja di beri pencerahan pak, daftar online dimana?
    Ini nanti akan saya masukkan dalam FOREX yang DIANJURKAN.

    Tetapi kalau yang anda maksud CLOSE dengan DUA pesanan (Stop Loss dan Take Profit) maka itu seperti JUDI KOIN. Kalau JUDI DADU kita bisa memesan 6 nilai.

    Alur Money Changer/ Jual Beli Wajar lainnya:
    1 nilai dipesan => Ok Transaksi

    Alur FOREX:
    2 nilai dipesan (SL & TP) => Transaksi => 1 nilai muncul

    Perbedaan alur itu sangat TEGAS pak.
    Money Changer tidak sama dengan FOREX. trims.

  3. the king says:

    goblok bgt neh penulisnya ,sebelom ngomong pelajari dulu antara forex dan maney changer .money changer ama forex itu sama,simngkatnya gini :
    money changer = jual beli dg perbandingan 1:1 ( di forex di namakan leverage ) jd A beli $ tentunya kalau di jual lg harganya naik , nah misal kalau beli lg tinggi terus tiba2 turun drastis apakah di pertahannkan sampe puluhan tahun ?
    Forex = jual beli mata uang asing dg adanya leverage , misal pilih leverage 1:1 itu sama aja dg money changer,tapi kebanyakan trader suka memilih leverage yg tinggi 1:500 dg resiko margin call kalau benar2 belum mengerti seluk beluk FOrex jangan banyak komentar yach… hehehehhe…

    LEVEL TRADER FOREX

    Perlu di ingat 90% trader pemula mengalami loss bahklan ada yang sampai bangkrut total,Hanya 10% saja yg bisa melanjutkan ke level berikutnya .

    Baca dan simak baik-baik level trader di bawah ini…. :

    Apakah profesi seorang trader menjanjikan?

    Kenapa kebanyakan trader banyak yang rugi?

    Kenapa maen forex dan saham selalu rugi?

    INI ADALAH TAHAPAN/TINGKATAN SEORANG TRADER UNTUK MENJADI SUKSES BERMAEN DI FOREX .

    DAN SETELAH ANDA BACA TAHAPAN INI MOHON DI SIKAPI DGN BIJAK DAN TIDAK EMOSIONAL.
    · Level 1 Unconscious Incompetence

    Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.

    Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting (baca artikel tentang insting di psikologi trading), toh kamu bisa profit.

    Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.

    Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya (apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit?).

    Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut/FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.

    90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.

    Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.

    Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.

    90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

    · Level 2 Conscious Incompetence

    Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.

    Di level ini kamu akan mencari holy grail (system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

    Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator sendiri (biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

    Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu persis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

    Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.

    Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu.

    Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

    · Level 3 The EUREKA Moment

    Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.

    Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

    Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

    Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

    Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

    Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.

    Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

    Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.

    Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

    Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

    · Level 4 Conscious Competence

    Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.

    Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.

    Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

    Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.

    level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

    Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

    · Level 5 Unconscious Competence

    Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

    Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.

    Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.

    Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

    Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

    Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.

    Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

    Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata ” SAYA SEORANG TRADER”.

    Nah sekarang anda di posisi mana ?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Tentu saja anda lebih pinter daripada saya pak :)

    Money Changer dengan Forex itu TIDAK SAMA.
    Dalam hal leverage saja sudah beda.
    Apa ada leverage 1:500 di money Changer??

    Perbedaan lainnya:
    1. A beli $ di money changer TIDAK HARUS menjual lagi $-nya, tapi di FOREX HARUS dijual lagi.
    2. A beli $ di money changer BISA dipakai untuk beli barang, tapi di Forex $ TIDAK BISA dipakai.
    3. A beli $ di money changer, tidak terbebani bunga harian, tapi di Forex dibebani bunga harian.
    4. A beli $ di money changer tidak ada Margin Call, di Forex ADA Margin Call.
    5. Jual $ di money Changer TIDAK MUNGKIN terjadi Slippage, di Forex bisa terjadi Slippage.

    Perbedaan sangat mencolok.

  4. Ferry Prima says:

    1. A beli $ di money changer TIDAK HARUS menjual lagi $-nya, tapi di FOREX HARUS dijual lagi. — Di forex juga tidak harus jual lagi. kita bisa menunggu harga pairnya untuk naik terlebih dahulu. Apa mas pernah main forex? kalo belum, dicoba saja dengan demo account dulu, biar lebih tahu bagaimana kinerja nya.

    2. ini praktisnya juga sama. misalkan saya menukar uang saya ke dollar. terus pergi ke abang2 mie ayam di depan, saya pesen 1 mangkok. apa bisa saya bayar dengan dollar? sama halnya dengan di forex. kita menukarkan uang kita dengan dollar. kalau memang uang kita mau dibelanjakan , kita tinggal tukarkan lagi uang kita itu. Simple bukan?

    3. Selama saya mencoba yang namanya Forex, belum pernah saya dikenakan biaya bunga harian. (mungkin ada beberapa broker yang nge-charge bunga juga. Tapi sampai saat ini saya belum pernah dapat begituan)

    4. Ahh.. Mas GenghisKhun tau apa itu margin call? Margin call itu adalah sebutan kalau modal kita sudah tidak mampu menahan transaksinya. Tidak hanya di forex margin call itu terjadi, tapi di semua bisnis mas, termasuk juga Money Changer. Misal saya punya uang 1jt. saya tukarkan semua uang saya ke dollar. bbrp hari kemudian saya melihat ada prospek bagus kalo saya tukarkan uang saya ke Yen. Tapi, saya baru sadar kalau uang saya habis. Nah.. itu saya juga bisa disebut kehabisan Margin.

    5.Nah.. karna saya juga bukan ahli banget di Forex, saya blom tau itu apa slippage. Mungkin mas genhis bisa menerangkan ke saya :D

    Sekian mas Genghis Khun. Ingat, kita berdiskusi secara damai, penuh kesadaran dan akal sehat. tidak ada caci maki, tidak emosi. Salam sejahtera. Terus perjuangkan Freedom of Speech :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. “Di forex juga tidak harus jual lagi. kita bisa menunggu harga pairnya untuk naik terlebih dahulu”.
    = > Ini artinya tetap HARUS dijual lagi pak??

    => Bila tidak harus dijual, mata uang hasil pertukaran BISA dipakai. sedangkan di Forex mata uang masih Floating position dan tidak bisa dipakai.
    Atau mungkin anda selama ini selalu Open tapi tidak pernah Close? bisa diterangkan caranya?

    2. “ini praktisnya juga sama. Saya menukar uang saya ke dollar, terus pergi ke abang2 mie ayam di depan, saya pesen 1 mangkok. apa bisa saya bayar dengan dollar? ”

    => Anda tidak perlu repot2 menukar uang ke dollar lalu ke rupiah lagi pak. Anda cukup pegang rupiah kemudian beli mie ayam, lebih simple dan PRAKTIS :) .
    Tapi saya paham maksud anda kok, menukar uang ke dollar itu hanya untuk mencari selisih nilai tukar (UNTUNG-UNTUNGAN), bukan mencari mata uang dollarnya khan?
    Praktik seperti ini dalam agama saya dilarang, menurut agama anda mungkin boleh saja, jadi pembahasan tentang UNTUNG-UNTUNGAN kita bekukan dulu :) .

    3. Silahkan lihat rujukan yang saya cantumkan di akhir artikel, bahwa bungan harian itu ada. Boleh tahu anda bermain Forex dimana agar saya bisa pelajari? trims

    4. “Misal saya punya uang 1jt. saya tukarkan semua uang saya ke dollar. bbrp hari kemudian saya melihat ada prospek bagus kalo saya tukarkan uang saya ke Yen. Tapi, saya baru sadar kalau uang saya habis. Nah.. itu saya juga bisa disebut kehabisan Margin.”

    => Itu namanya pailit pak :)
    Margin Call sbb berikut:
    Misal anda punya uang 1 juta rupiah.
    250 ribu ditukar ke dollar.
    Kalau nilai dollar turun hingga 750 ribu, maka yang ludes sisa uang anda yang 750ribu.
    Aneh khan? kalau salah mohon dikoreksi..

    5. Slippage sbb:
    Waktu Open: nilai tukar jelas dan ter-Lock, misalnya 1,503 USD.
    Waktu Close: nilai tukar TIDAK ter-lock, hasil akhirnya nilai bisa berubah (meleset) dari order seharusnya. ini artinya Slippage.

    Oleh karena itu di menu order terdapat pula pilihan “Maximum Deviation” yaitu untuk batasan toleransi slippage bila harga tiba-tiba melompat maka jarak berapa dari harga yang melompat tersebut yang bisa anda toleransi untuk eksekusi order anda.
    anda bisa baca penjelasan lebih lanjut di:
    http://www.traderslog.com/slippage.htm
    http://www.google.co.id/search?hl=id&rlz=1C1_____enID361ID361&q=arti+slippage,+forex&btnG=Telusuri&meta=

  5. niko says:

    yah, menurut saya sih ga pusing lah..
    ngapain jg ngurusin forex = judi..
    toh kita yg trading, knapa bung khun yg repot? :)
    konsep dasar kita emang dah beda, jdnya yah jangan dipaksakan bung..hehe..
    kl menurut bung khun itu salah, yawda terserah..tp kl menurut yg lain ga masalah, yawda..jgn dipaksain malah jadi salah.. :)

    inget bro, kl maw posting sesuatu, lebih baik ada dasar yang cukup kuat dan jelas apa lagi yg mengundang debat seperti ini..semoga kedepannya lebih baik lagi..

    ane ga lebih baik dari bro khun atau semua orang di sini, ane sekedar membagikan pendapat yang ane terima dari pengalaman2 ane.. :)

    sukses slalu !! :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Niko,
    Anda terlalu menganggap enteng permasalahan,
    tapi saya SEPAKAT dengan anda, repot atau pun ndak repot, judi dan maksiat akan SELALU ada.
    Para PELAKU judi dan maksiat pun selalu ada :)

    Btw, boleh tau bagaiamana ‘konsep dasar’ anda dalam menentukan sesuatu itu JUDI atau BUKAN?
    Mari kita sharing pak..
    Trims atas komentarnya
    Sukses selalu ! :)

  6. niko says:

    mantap bung! :D

    kl konsep dasar saya sih, selama melakukannya dengan analisa yang jelas dan logis, maka itu bukan judi..kl ga pake analisa (asal buy/sell dalam hal forex ini) yah otomatis itu namanya judi.. :D
    mungkin itu aja sih bung yg jadi dasar saya judi atau bukan..saya juga ga suka bertaruh mengenai apa yang saya tidak ketahui arah kedepannya..kl misal saya ditawarkan bisnis yg tidak memiliki dasar yg kuat, tepat, arah ke depannya bagaimana nanti dsb, maka saya akan bilang itu judi.. :D

    saya sih gt aja bung, namanya jg pendapat pribadi aja..hehe..
    semoga diterima yah pendapat dari saya..kl ada yg salah mohon dikoreksi kembali menjadi benar.. :D

    =================================================
    Genghis Khun:
    Dalam Judi pertandingan Tinju, Sepak Bola atau Pacuan Kuda, para pejudi tentu memakai ANALISA LOGIS pak, tidak asal tebak.
    Yaitu Analisis tentang track record pemain2 nya, kondisi fisik, kejadian sebelum bermain, cedera sebelumnya, faktor-faktor lain, dll.

    Misalnya saja kesebelasan TP dan SL; setelah di ANALISIS DENGAN CERMAT dan LOGIS ternyata keduanya hampir berimbang. Okelah, maka keduanya akan sama diisi taruhan untuk meminimalisir kerugian.
    Toh hasil akhirnya hanya 1 yang keluar sbg pemenang; SL saja atau TP saja.
    Apakah ini bukan judi karena memakai ANALISIS?? Tidak, ini jelas JUDI.

    Jadi faktor ANALISA LOGIS tidak bisa untuk membedakan JUDI atau BUKAN.
    ‘Konsep Dasar’ anda tentang Judi ternyata sangat LEMAH pak.

    Padahal Perbedaan itu sudah sangat TEGAS pada perbedaan ALUR-nya.
    Anda bertransaksi dengan nilai menyusul itu adalah JUDI.

    Mungkin anda masih punya ‘konsep dasar’ yang lain? mari kita sharing…

  7. niko says:

    wah, lemah yah bro?
    :)
    yah, gpp dh dibilang lemah..hehe..sudah biasa..
    btw bro, bisa dibilang semua aspek kehidupan ini judi.. :)
    percaya itu bro? hehe..
    contoh ekstrimnya aja ya saya coba kasih, maw pergi naik apa ya? ada 2 pilihan, motor dan mobil..ketika pergi naik motor, eh ternyata hujan..ketika naik mobil, eh ternyata macet..ga taw mana yang ‘menang’.. :)

    kl kata pedangdut kita, judi itu tidak boleh.. haha.. :D

    =================================================
    Genghis Khun:
    Pendapat dan ‘konsep dasar’ anda tentang Judi saya hargai, tapi tidak saya sepakati :) .
    Semua aspek kehidupan ini bisa dibilang SPEKULASI, bukan Judi.

    JUDI itu memang spekulasi tapi spekulasi BELUM TENTU JUDI.
    JUDI harus terpenuhi syarat jual beli:
    - Ada penjual
    - Ada pembeli
    - Ada barang/ jasa yang diperjual belikan
    - Ada transaksi

    Anda sebaiknya membaca artikel saya sebelumnya tentang ‘Perbedaan Jual Beli Wajar dengan Jual beli Judi’ di:
    http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa

    ‘konsep dasar’ harus punya batasan-batasan, bila tidak ya akibatnya fatal;
    semua kehidupan adalah Judi :)

  8. niko says:

    oh iya, sorry nih ya bro..
    kl saya boleh kasih saran, jgn pernah menghakimi pendapat org lain.. :)
    jgn menganggap LEMAH, TIDAK BENAR, dsb..
    lebih baik dihargai bro..
    skedar saran aja sih.. :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Usul diterima :)
    Pendapat dan ‘konsep dasar’ anda tentang Judi memang luar biasa hebat pak :)
    1. JUDI itu bila tanpa analisis. (Padahal judi bola, pacuan kuda memakai analisis.)
    2. Seluruh aspek kehidupan adalah JUDI (padahal adalah spekulasi)

    Masih punya ‘Konsep dasar’ yang lain tentang JUDI pak? Mari sharingkan untuk saya yang butut pencerahan …

  9. niko says:

    hihi.. :)
    ada2 aja si bro..
    yah, stuju bro..smua kehidupan adalah judi..
    :D
    saya sih pegang itu aja bro..kl bro maw pegang hal yg lain terserah bro aja..kan itu hak bro sendiri..
    maw bilang forex judi, ya silahkan deh.. :) kl saya, yah menganggap itu bukan judi..sorry2 kl pandangannya n ‘konsep dasar’ saya masih salah..namanya jg pendapat.. :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Pendapat anda memang sangat menarik Yang Terhormat bapak Niko :)
    - SEMUA aspek kehidupan adalah Judi.
    - Tapi Forex bukan Judi

    Yang bener yang mana nih kok gak konsisten?

  10. niko says:

    JUDI harus terpenuhi syarat jual beli:
    - Ada penjual
    - Ada pembeli
    - Ada barang/ jasa yang diperjual belikan
    - Ada transaksi

    yah, saya kurang bisa terima kl ini bro..penjual n pembeli, transaksi, barang n jasa dsb..
    bagaimana dengan Russian roulette ?? :)
    itu judi bro..
    kl patokan bro cuma 4 hal di atas, jujur saya boleh katakan kali ini ‘konsep dasar’ judi anda yang kurang tepat :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Langsung saja dikoreksi Yang Terhormat bapak Niko… :)

  11. niko says:

    eh mksdnya apa yah bro?
    hiahia..ane kgk ngarti..mangap2..

    saya setuju sama yg bro blg semua aspek kehidupan adalah judi..
    tp saya blg forex bukan judi..
    itu yah bro?

    hiahia..maap nih jd kliatan ga konsisten.. :D
    gmana mengemasnya ya? agak sulit..hehe..
    hm, kyknya sih bgini, semua aspek kehidupan itu bisa dijadikan judi sebenarnya..

    kl yg bawahnya, saya menyanggah konsep judi yg anda maksudnya..hrs ada penjual pembeli sgala..saya sanggah di sana..gt bro..kan russian roulette kgk pake penjual pembeli barang jasa..tp itu judi..gt mksdnya bro.. :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    # Russian roullete:

    Alkisah di suatu keramaian;
    1. Penjual, si X menawarkan ‘dagangannya’, mengisi pistolnya dengan 1 peluru lalu spin diputar.
    “siapa yg mau naro moncong pistol ini di jidat lalu narik pelatuknya? kalo masih hidup gue beri duit 1 milyar’

    2. Pembeli: Niko, mengacungkan tangan, gue setuju.
    3. Transaksi dilakukan.
    4. Barang/ jasa yang diperjual belikan: nyawa Niko dan uang 1 M

    Ternyata naas bagi Niko, jidat dan otaknya ancur kena peluru :)

    Critanya bisa diterima pak? kurangnya dimana?

    # Lalu ‘konsep dasar’ anda ttg judi yang bener mana nih?
    - SEMUA aspek kehidupan adalah JUDI, atau
    - Yang bisa dianalisis bukan Judi?

  12. Stenly says:

    Salam, hehe saya mau meramaikan suasana saja, setelah membaca tanya jawab dr tmn2 di atas. Menurut saya, semua hal yang kita lakukan dalam dunia ini adalah pertaruhan dan Menurut saya pertaruhan itu adalah JUDI. Namun ada Judi yang tidak berujung dosa, maupun ada yang berujung dosa. Masing2 tergantung tujuan dan sikap yang kita lakukan. Untuk lebih jelasnya silahkan baca link berikut :

    http://www.mail-archive.com/i-kan-untuk-revival@xc.org/msg03629.html
    dan
    http://www.truthortradition.com/bahasa/modules.php?name=News&file=article&sid=16

    sebelumnya, mohon maaf kalau 2 link di atas beraroma Holy Bible, karena saya mencari kebenaran sesuai dengan dasar Iman saya.

    saya harap dengan ini, dapat menambah wa2san diantara kita semua. Thx b4

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Stenly,
    Trims atas komentarnya, ada dua Judi:
    - Judi yang tidak berdosa
    - Judi yang berdosa.

    Namun kedua link tersebut belum menjelaskan beda dua judi tersebut.
    Mari kita berbaik sangka saja, bahwa semua pejudi yang ke kasino, permainan kartu, pacuan kuda, pertandingan olahraga, atau dalam undian adalah dengan tujuan dan sikap demi pelayanan Tuhan.
    Artinya judi yang berujung dosa itu tidak pernah ada (?).

  13. vijay says:

    Salute buat Genghis Khun
    FOREX adalah HARAM

  14. anda pernah main forex tidak sih ? kalau anda bilang untung untungan sama seperti judi, saya juga tidak setuju forex, tapi tahu kah anda forex bisa di prediksi pergerakan harga menggunakan sebuah ilmu pengetahuan dan ini sangat kuat.
    berbeda dengan pacuan kuda atau lainnya.
    swap atau bunga sekarang sudah banyak broker tidak memakainya.

    =====================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Dedy Anwari..
    - TUJUAN Forex Online adalah untung-untungan, mencari selisih dari nilai mata uang.
    Bukti: hasil Open position tidak bisa dicairkan (withdraw) sampe Close lagi (kembali ke mata uang semula). Ini berbeda dengan Money Changer.

    - Sedangkan masalah bisa prediksi atau tidak, itu adalah CARA dalam mencapai tujuan tersebut.
    Tahukah anda, Judi bola/ pacuan kuda juga bisa di prediksi menggunakan sebuah ilmu pengetahuan dan ini sangat kuat. Apakah karena bisa diprediksi menjadikannya bukan Judi?? tentu tidak.
    Btw, trims atas komentarnya

  15. ngayogyakarto says:

    kalau gue sih ngikutin fatwanya MUI aja yang mengatakan forex kagak haram, dan ulama2 MUI kan pentolan2xnya organisasi keagamaan terbesar di indonesia,dan mereka adalah orang2 yang punya pemahaman agama yang sangat baik dan pasti punya alasan yang kuat untuk menghalalkan forex, itu aja komentar saya.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal Pak/ Bu Ngayogyakarta… :)
    Banyak pihak berdalih bahwa MUI telah memperbolehkan Forex. Apa benar?
    Isi fatwa sbb:
    “Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    a.Tidak untuk SPEKULASI (untung-untungan).
    b…
    c….
    d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

    Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing
    1. Transaksi Spot…halal..(telah jelas)
    2. Transaksi Forward, ….dst.. Hukumnya adalah haram, …dst…
    3. Transaksi Swap, …dst..Hukumnya haram,….
    4. Transaksi Option, ….Hukumnya haram, ….”
    Baca selengkapnya di: http://www.mui.or.id/konten/fatwa-dsn/fatwa-tentang-jual-beli-mata-uang

    Terlihat bahwa dari 4 jenis transaksi, HANYA 1 (SATU) yg dihalalkan yaitu spot.
    Jadi kalau ada yang bilang bahwa (keseluruhan) transaksi Forex diperbolehkan itu artinya telah berdusta atas nama MUI.
    Permasalahannya adalah Forex Online mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Setelah OPEN harus CLOSE. Dan ternyata terbukti bahwa saat Close bukanlah transaksi SPOT !
    Juga, mata uang asing yang kita beli tidak bisa dipakai/ gunakan (floating position), sehingga harus dijual lagi ke mata uang asli. artinya, tidak ada fungsi lain selain UNTUNG-UNTUNGAN/ hanya mencari selisih nilai. Di sinilah letak ketidakwajaran Forex online.
    Permasalahan kedua fatwa MUI, walaupun melakukan transaksi Spot tapi bila hanya untuk Spekulasi atau mengambil keuntungan dari selisih nilai mata uang, maka termasuk juga dilarang.

  16. Young Teguh says:

    Analisa Anda bahwa Forex modern ini adalah judi memang mantab ! Tetap semagat bro..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ralat Forex modern = FOREX ONLINE, yaitu khusus Transaksi mata uang Online yang mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Setelah Open HARUS Close. trims

  17. Fikrimatahati says:

    Saya sampaikan terimakasih kepada Genghis Khun atas penjelasan dan argumentasinya berkaitan dengan masalah forex online ini.

    Saya ingin menyambung diskusi ini dengan menyampaikan hal-hal dibawah ini:

    1. Masalah ‘FLOATING POSITION’

    Genghis Khun:
    “Permasalahannya adalah Forex Online mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Setelah OPEN harus CLOSE. Dan ternyata terbukti bahwa saat Close bukanlah transaksi SPOT !
    Juga, mata uang asing yang kita beli tidak bisa dipakai/ gunakan (floating position), sehingga harus dijual lagi ke mata uang asli.”

    Saya ingin memberikan analogi sebagai berikut:

    Ada seorang pengusaha dan sebuah bank melakukan kesepakan untuk sebuah bisinis krupuk. Dimana bank memberikan pinjaman kepada pengusaha tersebut sebagai TAMBAHAN MODAL bisnisnya dengan beberapa persyaratan diantaranya:

    - pinjaman tersebut TANPA BUNGA (interest free)
    - dana pinjaman tersebut haruslah digunakan hanya untuk bisnis krupuk, tidak boleh untuk bisnis yang lain, jadi dana tersebut terkunci dan ter’floating’ pada bisnis krupuk saja.
    - bank dan pengusaha akan mendapatkan profit sharing ataupun juga loss sharing (hingga batas tertentu sebagaimana yang disepakati oleh bank dan pengusaha) dari bisnis krupuk tersebut.
    - dana pinjamanpun akan dikembalikan kepada kepada bank dalam jangka waktu tertentu secara fleksible (sebagaimana disepakati oleh bank dan pengusaha tersebut) yang mana tergantung kepada performance dari bisnis tersebut.

    Nah, dari contoh diatas, apakah pengusaha tersebut melakukan yang sesuatu yang haram? bagaimanakah bila hal yang sama terjadi pada jual/beli atau investasi mata uang? (ada bisnis forex online yang TANPA BUNGA sampai undetermined time dan bersedia loss sharing)

    2. Masalah ‘SPEKULASI’ (Untung-untungan?)

    Genghis Khun:
    “walaupun melakukan transaksi Spot tapi bila hanya untuk Spekulasi atau mengambil keuntungan dari selisih nilai mata uang, maka termasuk juga dilarang.”

    Saya ingin memberikan analagi sebagai berikut:

    - bank dan pengusaha tadi telah sepakat melakukan kerjasama bisnis dibidang produksi krupuk. Namun demikian bank dan pengusaha tadi tidak memiliki kepastian 100% apakah bisnis mereka akan benar-benar menghasilkan keuntungan atau tidak (kalau tahu 100% untung enak dong, semua orang mungkin sudah kaya raya). Tapi yang mereka miliki adalah keyakinan. Keyakinan bahwa berdasarkan analisa bisnis dan pasar yang ada, mereka bakal memperoleh keuntungan. Jadi mereka sama-sama mengivestasikan sumber daya yang ada demi suatu harapan keuntungan yang belum tentu (spekulasi) mereka dapat. Tapi walaupun begitu mereka tentu saja akan bekerja keras agar bisnis tersebut menguntungkan.

    Nah apakah mereka berdua melakukan sesuatu yang haram? bagaimanakah bila hal yang sama terjadi pada jual/beli atau investasi mata uang?

    3. Masalah ‘mengambil keuntungan dari SELISIH nilai mata uang’.

    Saya ingin memberikan analogi sebagai berikut::

    - Pengusaha krupuk tadi dalam proses bisnis berikutnya melakukan suatu perhitungan-perhitungan sehingga didapatlah harga produksi untuk krupuk tersebut. Selanjutnya agar bisinisnya menguntungkan maka pengusaha tadi menetapkan suatu harga jual minimal, yang lebih tinggi dibanding harga produksi. Dengan demikian pengusaha tesebut telah menetapkan selisih minimal yang harus dipenuhi antara harga produksi dan harga jual agar bisnis krupuknya menguntungkan. Setiap datang permohonan krupuk dengan harga permintaan dibawah harga produksi, maka itu akan ditolak oleh pengusaha tersebut. Namun demikian adakalanya pengusaha krupuk mengalami salah perhitungan, yaitu karena adanya kompetitor lainnya dan over supply sehingga harga jual krupuk dipasaran menjadi lebih rendah dari harga produksi. Jadi berhubung krupuk sudah terlanjur diproduksi dengan jumlah yang banyak, maka agar terhindar dari kerugian yang lebih besar maka krupuk tersebut di jual ke pasar dengan harga dibawah harga produksi. Penjualan harga dibawah harga produksi ini juga dimaksudkan agar modal pengusaha yang berupa pinjaman dari bank tadi tidak tergerus lebih banyak akibat kerugian tadi.

    Nah, apakah pengusaha diatas melakukan sesuatu yang diharamkan? bagaimanakah bila hal yang sama terjadi pada jual/beli atau investasi mata uang?

    Berkaitan dengan tentang transaksi forex yang bertujuan hanya untuk mengambil keuntungan dari selisih harga, terdapat sebuah fatwa dari seorang syekh berikut:

    Question:

    Is it permissible for the Muslim to buy dollars or other currencies at a cheap price and then, after the price goes up sell them?

    Answer:

    There is no harm in that if he buys the dollars or any other currency and keeps it with him. Then he sells them after that when the price goes up. There is no harm in that. However, he must buy them hand to hand (by paying up front) and not on credit to be paid later. He buys the dollars with Saudi riyals or Iraqi dinars (for example) hand to hand. Currency must be paid for up front just like buying gold with silver, hand to hand. And Allah is the One Who is sought for help.

    Shaykh `Abdul-`Azeez Bin Baz
    Fatawa Islamiyah Darussalam Vol:4 page no.415

    http://fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=1039

    4. Masalah ‘MARGIN CALL’

    Saya akan memberikan analogi sebagai berikut:

    - Pengusaha krupuk tadi dalam menjalankan bisnisnya, tentu selalu dalam pantauan dan penilaian dari partner bisinisnya yaitu bank, sang pemberi pinjaman. Menurut data yang terkini yang dimiliki bank, pengusaha tersebut sudah terlalu sering mengalami kerugian akibat penjualan krupuknya nya yang terkadang dibawah harga produksi karena salah management dalam produksi krupuk dan tingginya tingkat persaingan di pasaran dan krupuk pun sering tidak laku terjual. Nah dengan kondisi demikian, hingga pada suatu titik, bank merasa perlu melakukan pemanggilan kepada si pengusaha berkaitan dengan posisi keuangannya dalam bisnis krupuk tersebut. Dan kemudian bank pun membuat keputusan untuk membatasi kerugiannya hingga batas tertentu sebagaimana yang telah disepakati sebelumnya.

    Nah, apakah pengusaha diatas melakukan sesuatu yang diharamkan? bagaimanakah bila hal yang sama terjadi pada jual/beli atau investasi mata uang?

    5. Masalah transaksi ‘CLOSE’ dan ‘SLIPPAGE’ sehingga dianggap bukan transaksi SPOT.

    - Bagaimana bila kejadiannya seperti ini, dalam transaksi CLOSE tersebut, sebelum membuat keputusan CLOSE investor diberitahukan dahulu nilai confirmed CLOSEnya dan kemudian bisa mereviewnya lebih dulu? sehingga bila investor cocok maka proses CLOSE bisa dilanjutkan dengan harga yang sudah terkonfirmasi dan bila tidak cocok, maka proses CLOSE bisa dibatalkan

    Nah, bila ada bisnis forex online dengan kondisi transaksi seperti diatas, apakah investor forex online melakukan hal yang haram? (di bagian selanjutnya akan saya beritahukan tentang adanya forex online dengan kondisi seperti diatas)

    6. Kemudian berkaitan dengan persyaratan ‘hand on hand’ and full payment transaction dalam forex.

    - Sesuai fatwa MUI maka waktu penyerahan dananya maksimum adalah dua hari sejak transaksi dibuat. Dalam forex online, sebagaimana yang saya ketahui penyerahannya adalah saat itu juga (yakni setelah posisi transaksi close confirmed) dan pembayarannya juga secara lunas (tidak ada lagi hutang setelah posisi close confirmed)

    7. Lalu mungkin anda bertanya, adakah saat ini forex online yang memenuhi semua persyaratan syariah?

    Silakan anda kunjungi halaman forex online berikut, yang mana sependek pengetahuan saya, saya belum menemukan hal-hal yang dilarang secara syariah dalam foex online tersebut,

    visit: http://www.tadawulfx.com/public/trading-accounts/islamic-forex-account.html

    Islamic Forex Accounts – Islamic Forex Trading with TDFX

    Islamic forex accounts are a specific category of forex trading accounts also known as interest free or swap free forex accounts.

    Islamic forex trading accounts permit clients of Islamic religion to trade on interest free accounts (SWAP free or Roll Over fee) with no extra charge or penalty for the ability to trade in adherence with Islamic religious principles. Clients can open and close positions at any time within the Tadawul FX Metatrader 4 system without being constrained to holding them for a defined period.

    Some common Islamic forex trading account conditions include:

    No Riba Policy:
    Clients benefiting from the Tadawul FX No Riba policy may hold positions for an undetermined time at the original opening price until they are closed and no charges will occur. Tadawul FX may revoke the ‘No Riba’ policy in case of abuse with a 48 hour notice by email.

    Musharaka or commonly called joint venture:
    This refers to a partnership or joint venture for a specific business with a profit motive, whereby the distribution of profits will be apportioned according to an agreed ratio. In the event of losses, both parties will share the losses on the basis of the agreed ratio.

    Hibah (Gift or Donation): The term ‘hibah’ refers to gifts awarded voluntarily in return for a loan given. Tadawul FX will select different organizations in order to enable investors to donate a percentage of their profits to them.

    At Tadawul FX, we offer clients the possibility to choose Islamic Forex Trading conditions for any of our Forex account types including Mini, Standard or Premium accounts, regardless of base currency or leverage offered. Islamic trading accounts may also be used for Managed forex accounts, as the only determining factor is the religion of the client that the trading account belongs to. TDFX enables its clients to trade with no swap charges and with no other additional charges, spread or hidden fees, ‘simply fair and ethical trading conditions for all’.

    The Islamic Accounts offered by Tadawul FX are not the same as the Islamic Accounts generally offered by other Forex companies. They differ based on the fact that TDFX offers SWAP free accounts with no other additional charges, whereas most other companies transfer this fee by widening the spread on Islamic Accounts. In order to abide by Islamic religious beliefs, one must not pay interest but if that interest charge is transferred to a different type of fee, it is basically still a charge to cover the interest. This is also referred to as a SWAP fee in disguise. Tadawul FX does not do this, again demonstrating that TDFX offers fair and ethical trading conditions.

    To open an Islamic Forex account with TDFX, simply complete our online forex trading account opening form and select the ‘swap-free’ option.

    8. Berkaitan dengan masalah transaksi ‘CLOSE’ dan kemungkinan SLIPPAGE dari TDFX diatas, maka dari Terms and Condition mereka bisa diperoleh info berikut, (Clause 7.2 – mohon diperhatikan kalimat terakhirnya):

    “7.2 The transaction (opening or closing a position) is executed at the “BID” / “ASK” prices offered to the Client. The Client chooses the desirable operation and makes a request for the transaction confirmation by the Company. The transaction is executed at the prices the Client can see on the screen. Due to the high volatility of the markets during the confirmation process the price may change, and the Company has the right to offer the Client a new price. In the event the Company offers the Client a new price the Client can either accept the new price and execute the transaction or refuse the new price, thus cancelling the execution of the transaction.”

    source: http://www.tadawulfx.com/public/documents/tdfx_terms_and_conditions.pdf

    Sebagai penutup, saya ingin tambahkan sebuah kaidah yang sering saya dengar kurang lebih sebagai berikut:

    - untuk urusan muamalah/dunia: segala sesuatu hukum asalnya adalah BOLEH, kecuali ada larangannya.
    - untuk urusan peribadatan/akhirat: segala sesuatu hukum asalnya adalah TERLARANG, kecuali ada perintahnya.

    Jadi, berpegang pada kaidah diatas maka saya pribadi tidak ingin secara gegabah mengharamkan sesuatu (pada urusan muamalah dunia) ataupun menghalalkan sesuatu (pada urusan ibadah akhirat) selama itu masih dalam tataran diskusi, perbedaan asumsi dan pendapat, serta tidak secara tegas tertuang dalam hukum Islam.

    Demikianlah yang bisa saya sampaikan untuk melengkapi diskusi-diskusi sebelumnya.

    Yang benar dari Allah SWT, yang salah dari saya pribadi.
    Wallahu a’lam bish-shawwab.

    Wassalam

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terima kasih atas penjelasannya.

    1. Masalah ‘FLOATING POSITION’
    Analogi anda sepertinya kurang pas pak.
    Di Forex Online, Mata uang TIDAK BISA dicairkan dan dimanfaatkan selama Floating position.

    ijinkan saya memperbaiki analogi forex online sbb:
    Bank memberikan pinjaman TAMBAHAN MODAL ke pengusaha untuk membeli perusahaan krupuk milik bank, dengan syarat perusahaan krupuk HARUS dijual lagi ke Bank.
    ====================================
    Harga perusahaan krupuk Rp. 100 juta
    Modal asli Pengusaha cuma Rp. 20 juta
    Pinjaman Bank Rp. 95 juta (leverage)
    Jadi pengusaha cukup mengeluarkan modal tambahan 5 juta untuk membeli perusahaan Krupuk senilai 100 juta (enak khan?).
    Sisa modal pengusaha Rp 15 juta untuk ‘jaga-jaga’.
    ====================================
    Di Harga berapa perusahaan krupuk dijual lagi? itu menyusul, yang penting akad dulu.

    - Pinjaman tersebut TANPA BUNGA (interest free), tapi TIDAK BISA dicairkan
    - Dana pinjaman tersebut haruslah digunakan hanya untuk membeli perusahaan krupuk, tidak boleh untuk bisnis yang lain, jadi dana tersebut terkunci. (Lha wong dananya memang ndak cair)
    - Yang floating position adalah perusahaan Krupuk: tidak bisa diotak-atik/ dijalankan aktifitasnya karena HARUS dijual lagi.
    - Waktu penjualan Perusahaan Krupuk, TIDAK ADA SHARING profit/ loss. Profit atau loss ditanggung pengusaha sepenuhnya, bank tidak ikut terkena. Yang penting ‘pinjaman’nya dikembalikan utuh, dan bila Perusahaan krupuk belum terjual dan harga perusahaan krupuk turun melebihi 85 juta, maka bank akan menyita sisa modal pengusaha yang Rp. 15 juta (MARGIN CALL, sekaligus menjawab point no.4).

    Bank= Broker
    Perusahaan Krupuk= mata uang asing
    Kalau mengikuti analogi anda akan kesulitan menjelaskan bagian mana ‘bisnis krupuk’ dalam Forex online.

    Tampak jelas sekali bahwa bisnis ini cuma main-main…
    1. Pinjaman ‘ghaib’, kamuflase karena TIDAK PERNAH CAIR
    2. Perusahaan krupuk ‘ghaib’ karena floating position, tidak bisa dijalankan/ manfaatkan.
    3. Yang nyata cuma uang 20 juta (milik pengusaha), untuk di’mainkan’ :)
    4. Transaksi Jual perush. Krupuk sudah dilakukan sebelum nilai jualnya diketahui. ini tidak wajar.

    2 & 3. Masalah ‘SPEKULASI’ (Untung-untungan?) & ‘mengambil keuntungan dari SELISIH nilai mata uang’
    => Tujuan berniaga pada dasarnya memang mencari untung sebanyak-banyaknya, termasuk niaga paling halal hingga niaga PALING HARAM.
    Kasus (analogi) yang anda ceritakan termasuk salah satu contoh niaga, yang perlu dikaji dulu: bagaimana kehalalan ikatan kerjasamanya, kehalalan perniagaannya, bahan mentahnya dsb…
    Namun khusus jual beli mata uang, MUI melarang untuk tujuan Spekulasi (untung-untungan), mengambil keuntungan dari selisih nilai mata uang.
    Contoh Kasus; jual beli via money Changer untuk tujuan untung-untungan, ini dilarang.
    Lho Kenapa dilarang padahal khan termasuk transaksi Spot dan transaksi Spot dibolehkan?
    Kalau anda bertanya ke saya itu salah alamat, bukan saya yang membuat fatwa.

    kemudian mengenai Fatwa Shaykh `Abdul-`Azeez Bin Baz, “….he must buy them hand to hand….” Bukannya malah mempersulit ruang gerak Forex Online???
    Okelah bisa dipelintir bahwa “hand on hand” di zaman modern ini bisa diartikan “secara Online-klik on klik” :) .
    Tapi bukankah maksudnya dilakukan setelah adanya KEJELASAN NILAI TUKAR? Padahal transaksi Close yang dilakukan bersamaan dgn transaksi Open di Forex online belum ada kejelasan nilai tukar.

    4. Masalah ‘MARGIN CALL’
    Maaf, Analogi anda sepertinya juga kurang pas, baca lagi point. 1:
    - Perusahaan Krupuk floating position: tidak bisa diotak-atik/ dijalankan aktifitasnya karena HARUS dijual lagi.
    - Bila Perusahaan krupuk belum terjual dan harga perusahaan krupuk turun melebihi 85 juta, maka bank akan menyita sisa modal pengusaha yang Rp. 15 juta (MARGIN CALL).

    5. Masalah transaksi ‘CLOSE’ dan ‘SLIPPAGE’ sehingga dianggap bukan transaksi SPOT.
    (sekaligus menjawab point. 8)
    Boleh saja suatu ketika Close dibatalkan, tapi apa bisa BATAL SELAMANYA seperti via money Changer lalu duit cair? tidak bisa.
    Trader DIPAKSA HARUS Close dengan nilai yg belum diketahui.
    Lho Kenapa HARUS Close? karena akad untuk Close sudah dilakukan pada waktu Open.

    6. Kemudian berkaitan dengan persyaratan ‘hand on hand’ and full payment transaction dalam forex.
    Fikrimatahati:
    “Dalam forex online, sebagaimana yang saya ketahui penyerahannya adalah saat itu juga (yakni setelah posisi transaksi close confirmed) dan pembayarannya juga secara lunas (tidak ada lagi hutang setelah posisi close confirmed)”

    Genghis Khun:
    => Bagaimana dengan setelah OPEN CONFIRMED? dimana dan kemana dana itu? mari jujur pak…
    Atau dana tersebut bisa cair dengan sendirinya bila setelah dua hari belum di Close? mustahil… :)

    7. “Adakah saat ini forex online yang memenuhi semua persyaratan syariah?”
    (Kalimat anda ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa pada mulanya Forex online memang tidak islami :) )
    => Dalam Fatwa MUI, penentuan halal haram transaksi Forex dipengaruhi oleh JENIS TRANSAKSI; ada 4 jenis, 3 diantaranya haram. Bukan dari ada tidaknya “interest free” or “swap free”.

    Klaim syar’i hanya karena “interest free or swap free forex accounts” sepertinya terlalu menyederhanakan masalah.
    FOREX Online, bila ditinjau dari berbagai sisi sebenarnya semuanya meragukan, menuai pro kontra. Sisi-sisi tersebut adalah:

    A.JENIS Barang yang diperjual belikan, apakah boleh menjual uang dengan uang? Tentu saja menuai Pro Kontra. Tetapi MUI telah berfatwa BOLEH asalkan… (bersyarat, baca baik-baik syaratnya)
    http://www.mui.or.id/index.php?option=com_docman&Itemid=90&limitstart=30

    B.KEBERADAAN Barang yang diperjual belikan= tidak nyata. Pro Kontra.

    C.Tujuan Jual Beli, pergi ke luar negerikah atau hanya untung-untungan? Mohon jujur..

    D.Judi 1, yaitu HARUS menjual kembali ‘perusahaan krupuk’ dengan harga yang belum diketahui.

    E.Judi 2= Kemungkinan Slippage, Yaitu order yang ‘meleset’ sejauh beberapa point dari titik yang kita order. Kesepakatan harga kok meleset. Kenapa bisa terjadi?

    F.LEVERAGE, Pro-Kontra terjadi karena pinjaman yang tidak nyata, uang hantu, pinjaman bersyarat, Dua akad dalam satu waktu.
    Ustadz Zaharudin dari Malaysia sangat keras menyoroti sisi ini.
    http://www.zaharuddin.net/content/view/655/100/

    G.Rollover/ Swap/ Interest/ Bunga. Interest ini dikenakan harian berdasarkan jumlah lot –bila floating position—”

    Kalau mau aman sebenarnya mudah saja, bikin Money Changer Online agar “Clients can ONLY open or ONLY close positions at any time without being constrained to holding them for a defined period.” Ini secara otomatis point B, D, E, G akan hilang.

    8. Berkaitan dengan masalah transaksi ‘CLOSE’ dan kemungkinan SLIPPAGE dari TDFX.
    (Lihat lagi jawaban point 5)
    Boleh saja suatu ketika Close dibatalkan, tapi apa bisa BATAL SELAMANYA seperti via money Changer lalu duit cair? tidak bisa.
    Trader DIPAKSA HARUS CLOSE dengan nilai yg belum diketahui.
    Lho Kenapa HARUS Close? karena akad untuk Close sudah dilakukan pada waktu Open.

    (Membedakan antara HARUS dengan TIDAK HARUS ini seperti membedakan hitam-putih, laki-perempuan, langit-bumi)

    9. Ada yang kelupaan pak, bagaimana prinsip anda dalam mengenali sesuatu itu judi atau bukan judi?

    Demikianlah yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
    Yang benar dari Allah SWT, yang salah dari saya pribadi.
    Wallahu a’lam bish-shawwab.

    Wassalam

  18. No Leverage says:

    Salam kenal Pak,

    Logika, asumsi dan kesimpulan yang anda kemukakan masih debatable Pak, saya menghargai itu. Namun biarkan pula orang lain memiliki logika dan asumsi serta kesimpulan yang berbeda.

    Janganlah memaksa atau mengoreksi agar orang lain sesuai dengan asumsi, logika dan kesimpulan anda karena belum tentu aturan yang ada dalam agama Islam dibatasi oleh asumsi, logika dan kesimpulan anda.

    Pendapat dari MUI adalah pendapat dari sebagian ulama yang ada di dunia ini dan sependek pengetahuan saya dalil yang digunakan adalah dalil-dalil umum, tidak secara khusus menyampaikan dalil tetang haramnya forex.

    Saya setuju bahwa hanya transaksi forex spot yang halal sebagaimana pendapat MUI tersebut

    Berkaitan dengan batasan dan kategori spekulasi, untung-untungan dan judi, itu hanyalah pendapat MUI dan pendapat orang bisa beragam, niat dan motivasi orang juga bisa beragam. Selama tidak ada dalil (ayat Qur’an atau hadits Nabi) yang menyatakan bahwa forex termasuk spekulasi, judi, dsb maka itu terpulang kepada niat pribadi masing-masing.

    Ustadz Zaharuddin, sebagaimana yang anda referensikan di tanggapan anda sebelumnya, memiliki pendapat lain, menurut beliau, membuka account forex, kemudian bertransaksi forex, berspekulasi, dan mendapat untung dari situ maka hal itu hukumnya HALAL dan termasuk transaksi spot. Silakan klik link video berikut:

    Ustadz Zaharuddin, forex yang halal:
    http://www.youtube.com/watch?v=pXHIr_xOGpo&feature=related

    Sebagai informasi, dalam Tadhawul Forex, terdapat account facility dengan leverage 1:1 (alias tidak ada leverage sehingga tidak ada riba).

    Jadi bila anda masih tetap berpendapat bahwa forex yang seperti ini adalah Haram silakan saja. Dan pendapat anda tidak saya ikuti. Pendapat yang saya ikuti adalah pendapatnya Ustadz Zaharuddin sebagaimana dalam video diatas.

    Wallahu a’lam bishshawwab.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. No Leverage,
    Maaf akses internet saya tidak memungkinkan untuk membuka video Youtube. Tapi semoga link di bawah ini cukup mewakili:
    http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&task=view&id=649&Itemid=72

    “Justeru MELABUR MODAL ( BEERTI ANDA MELABUR DAN KEMUDIAN TUNGGU UNTUNG SAHAJA) dan di dalam institusi kewangan konvensional yang memperolehi untung melalui cara FOREX adalah tidak halal di sisi Islam.”

  19. No Leverage says:

    Sebagai tambahan, ada pendapat ulama lain yang berbeda dengan pendapat para ulama MUI.

    Menurut pendapat ulama ini, diperbolehkan membeli valuta asing dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan (tidak mengharuskan adanya suatu keperluan, sebagaimana fatwa MUI), menyimpannya untuk sementara waktu (tidak ada batasan harus disimpan sendiri, bisa juga melalui kerjasama investasi dengan pihak lain) dan kemudian dijual kembali dilain waktu dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan dari selisih nilai tukar.

    Silakan lihat pendapat dari Syekh Utsaimin dan Bin Baz berikut ini:

    Hukum Jual Beli Valuta (1)
    Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin

    Transaksi jual beli valuta (mata uang) disebut sharf dan sharf ini harus ada at Taqabudh (barang yang masih dipegang) saat majelis akad. Bila at Taqabudh ini telah terjadi di majelis akad maka hal tersebut tidak apa – apa hukumnya.

    Dalam arti, bahwa jika seseorang menukar mata uang Riyal Saudi dengan Dollar Amerika, maka hal ini tidak apa – apa SEKALIPUN DIA INGIN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN NANTINYA akan tetapi dengan syarat dia mengambil dollar yang dibeli dan memberikan Riyal Saudi yang dijual.

    Sedangkan bila tanpa at Taqabudh, maka hal itu tidak sah dan termasuk ke dalam riba nasi’ah.

    (Kitab ad Da?wah, edisi V, dari fatwa Syaikh Ibn Utsaimin, Jilid II, hal. 40)

    Hukum Jual Beli Valuta (2)
    Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

    Hal itu tidak apa – apa, yakni bila seseorang MEMBELI DOLLAR atau MATA UANG LAINNYA lalu MENYIMPANNYA kemudian MENJUALNYA LAGI bila NILAI TUKARNYA NAIK, tidak apa – apa asalkan dia membelinya dari tangan ke tangan (diserahterimakan secara langsung), bukan secara nasi’ah (tempo).

    Membeli dollar dengan Riyal Saudi atau Dinar Irak haruslah dari tangan ke tangan, ketentuan pada mata uang ini sama seperti membeli emas dengan perak yaitu harus dari tangan ke tangan.

    WallaHul Musta’an.

    (Fatawa Islamiyyah, dari fatwa Syaikh Ibn Baz, Jilid II, hal. 364)

    Maraji’ :
    Fatwa – fatwa Terkini Jilid 2, Penyusun : Syaikh Khalid al Juraisiy, Darul Haq, Jakarta, Cetakan Pertama, Dzulhijjah 1424 H/Februari 2004 M.
    (c) Hak Cipta PengusahaMuslim.com, dilarang mengcopy, memperbanyak dan menyalin tanpa menyebutkan pengusahamuslim.com sebagai sumbernya serta dilarang keras mengedit artikel tanpa izin tertulis dari kami.

    http://kewirausahaansyariah.wordpress.com/2009/04/07/fatwa-fatwa-ulama-tentang-jual-beli-valas-forex/

    Jadi bila forex yang seperti ini (serah terima langsung yakni transfer antar rekening, langsung update perubahan saldo di account terdaftar, dan kontan yakni leverage 1:1) tetap anda anggap sebagai sesuatu yang Haram, ya silakan saja. Pendapat anda tidak saya ikuti. Pendapat yang saya ikuti adalah pendapatnya dua syekh diatas.

    Wallahua’lam bishshawwab

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. No Leverage,
    Trims atas link-nya.
    Tiap ulama tentu harus dihargai, karena apalah artinya ilmu kita bila dibandingkan dengan mereka.
    Kita tahu bahwa Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz hidup SEZAMAN dengan kita, zaman yang penuh dengan teknologi. Dan tentu saja beliau-beliau lebih tahu bahwa transaksi modern bisa secara langsung maupun tidak langsung. Bisa melalui internet, banking, ATM dsb.

    1. Tapi ternyata isi fatwa tentang Forex tsb “harus ada at Taqabudh (barang yang masih dipegang)” dan “tangan ke tangan (diserah terimakan secara langsung)”. Lalu SUMBER darimana anda tafsirkan sbg “transfer antar rekening, langsung update perubahan saldo di account terdaftar, dan kontan yakni leverage 1:1)”???
    (di link yang anda berikan tafsir tsb tidak ada, tapi muncul dikomentar ini)

    2. kita tahu dalam Transaksi Spot terdapat tempo yang bisa dimaklumi yaitu 2 x 24 jam. Seandainya tafsir anda benar, maka transaksi SPOT dalam Forex termasuk yang dilarang karena tidak “secara langsung”. Padahal menurut anda “hanya transaksi forex spot yang halal”. Jadi yang bener mana nih?

    3. Anda terlewat satu hal pak, bagaimana cara anda membedakan antara Judi dengan Bukan Judi? mari kita diskusikan bersama. trims

  20. No Leverage says:

    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. No Leverage,
    Maaf akses internet saya tidak memungkinkan untuk membuka video Youtube. Tapi semoga link di bawah ini cukup mewakili:
    http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&task=view&id=649&Itemid=72

    “Justeru MELABUR MODAL ( BEERTI ANDA MELABUR DAN KEMUDIAN TUNGGU UNTUNG SAHAJA) dan di dalam institusi kewangan konvensional yang memperolehi untung melalui cara FOREX adalah tidak halal di sisi Islam.”

    —————————

    No Leverage:
    Terimakasih Genghis Khun atas linknya yang sangat berharga, akhirnya ketemu juga sandaran syariah menurut pendapat seorang ustadz.

    Dalam keterangan Ustadz Zaharuddin tersebut terdapat dua bagian.

    Bagian PERTAMA, tentang investasi ke perusahaan forex, disini hukumnya menurut beliau haram, karena orang yang inves disini hanya inves uang saja, tidak melakukan apa-apa, hanya menunggu bagi hasil dari keuntungan perusahaan. Dan mengapa ini haram, ya karena anda tau sendiri keuntungan perusahaan forex bisa dari transaksi spot, swap, hedging, option dsb….. jadi otomatis haram. Saya setuju.

    Bagian KEDUA yaitu tentang seseorang yang membuka account diperusahaan tersebut kemudian melakukan transaksi trading dengan beberapa ketentuan (spot, leverage 1:1, kontan dan serah terima secara langsung), maka ini menurut beliau tidak ada masalah secara syariah alias tidak haram. Saya juga setuju yang ini. KLOP.

    quote:
    “Pandangan : Wallahu’alam, jika semunya dilaksanakan dengan jelas dan perancangan yang betul. Setakat ini saya tidak nampak adanya masalah Shariah dalam tindakan ini, kerana apa yag dilakukan adalah membuka kaunter baru, kalau sebelum ini ia membuka kaunter jual sahaja, maka apabila di posisi jual didapati boleh membawa kerugian, ia dengan segera mebuka kaunter beli, bagi memperolehi keuntungan pula. Semuanya adalah harus jika dilaksanakan menurut syarat di atas tadi, tiada leverage, tiada tangguh, dan wang yang telah diperolehi boleh dikeluarkan pada bila-bila masa. Wallahu’alam.”(Ustadz Zaharuddin)

    Penjelasan bagian kedua diatas selaras dengan penjelasan beliau di link youtube yang saya berikan sebelumnya.
    http://www.youtube.com/watch?v=pXHIr_xOGpo&feature=related

    Namun bila anda masih kesulitan mendengarkannya, anda bisa mendengarkan nya melalui link mp3 berikut,
    http://www.4shared.com/account/audio/Du34kAXB/Hukum_Forex_Yang_Halal_-_Ustad.html

    Bila anda masih kesulitan mendengarkannya juga, saya akan kirimkan melalui email anda. Please let me know.

    Jadi jelas disitu bahwa tidak ada masalah syariah tentang forex online dengan beberapa persyaratan sebagaimana penjelasan ustadz Zaharuddin pada bagian kedua diatas.

    ————————-

    Genghis Khun:
    1. Tapi ternyata isi fatwa tentang Forex tsb “harus ada at Taqabudh (barang yang masih dipegang)” dan “tangan ke tangan (diserah terimakan secara langsung)”. Lalu SUMBER darimana anda tafsirkan sbg “transfer antar rekening, langsung update perubahan saldo di account terdaftar, dan kontan yakni leverage 1:1)”???
    (di link yang anda berikan tafsir tsb tidak ada, tapi muncul dikomentar ini)

    No Leverage:
    Pak, bila anda punya tafsir yang berbeda, silakan, its OK, I don’t mind.

    Untuk penjelasan transfer antar rekening termasuk serah terima langsung, silakan buka link berikut:
    http://www.alsofwah.or.id/cetakekonomi.php?id=82&idjudul=1

    quote:
    “Yang dimaksudkan dengan serah terima langsung dalam kasus ini adalah perpindahan dari tangan ke tangan. Dan sifatnya masih mutlak menurut syariat. Bagaimanapun yang diistilahkan oleh masyarakat sebagai serah terima langsung, maka itu dapat dijadikan acuan dan sahnya perjanjian didasari oleh serah terima tersebut.

    Transfer dalam rekening bank bisa dikategorikan sebagai serah terima langsung. Kalau seorang nasabah datang ke bank dan memberikan kepadanya mata uang asing untuk ditransfer, lalu pihak memulai proses pengirimannya dan memasukkan ke dalam rekeningnya, sistem kerja itu dianggap sah. Tidak disyaratkan pihak nasabah harus memegangnya dengan tangannya sendiri terlebih dahulu, baru dimasukkan ke dalam rekeningnya.” (Prof.Dr.Abdullah al-Mushlih & Prof.Dr.Shalah ash-Shawi)

    Untuk proses serah terima didalam perusahaan forex onlinenya sendiri silakan bisa dibaca di FAQnya Tadawulfx.com
    “All withdrawal requests are processed the same working day we receive them. A Moneybookers or PayPal withdrawal appears in your account the same working day.” (less than 2×24 hour)
    http://www.tadawulfx.com/public/faq/faq.html

    ————————-

    Genghis Khun:
    2. kita tahu dalam Transaksi Spot terdapat tempo yang bisa dimaklumi yaitu 2 x 24 jam. Seandainya tafsir anda benar, maka transaksi SPOT dalam Forex termasuk yang dilarang karena tidak “secara langsung”. Padahal menurut anda “hanya transaksi forex spot yang halal”. Jadi yang bener mana nih?

    ————————————
    Maaf kali ini pertanyaan anda retoris dan kurang berbobot ilmiah. Memang betul hanya transaksi SPOT yang halal dan serah terimanya harus secara langsung. Anda pun mengatakan “terdapat tempo yang bisa dimaklumi yaitu 2×24 jam”, lantas apa masalahnya? Bukankah anda sendiri sudah mengatakan “bisa dimaklumi”. Penjelasan saya adalah persis sama dengan jawaban mengapa anda mengatakan “bisa dimaklumi”.

    ————————–

    Genghis Khun:
    3. Anda terlewat satu hal pak, bagaimana cara anda membedakan antara Judi dengan Bukan Judi? mari kita diskusikan bersama. trims

    No Leverage:
    Ciri judi:
    1. Judi tidak melibatkan pasar, dengan kata lain judi terpisah dari dinamika pasar.
    2. Dalam judi tidak ada komoditas yang bisa diperjualbelikan secara berulang-ulang.
    3. Dalam judi tidak ada supply and demand dari berbagai tempat di dunia untuk sebuah komoditas.
    4. Hasil perjudian tidak akan mempengaruhi besarnya harga suatu komoditas.
    5. Penentuan kemenangan/keuntungan hanya berdasarkan perilaku penjudi dan alat judi (dadu, pengocok kartu, pemutar bola nomor, lemparan panah, dsb)

    Ciri bukan judi:
    1. Melibatkan pasar
    2. Ada komoditas yang diperjualbelikan secara berulang-ulang
    3. Ada supply and demand dari berbagai tempat di dunia terhadap sebuah komoditas.
    4. Besarnya supply and demand akan mempengaruhi harga komoditas tersebut.
    5. Tingkat harga komoditas tersebut akan mempengaruhi keuntungan para pedagang.

    Contoh bukan judi:

    Pedagang cabe.

    Nilai tukar KOMODITAS cabe 1 kg terhadap rupiah, di PASAR cabe pada bulan puasa adalah (e.g) Rp.50ribu per kg. Si pedagang cabe lalu berspekulasi, nilai tukar cabe akan menguat menjadi lebih tinggi dari Rp. 50rb per kg saat lebaran nanti. Hal ini karena menurut statistik biasanya DEMAND cabe meningkat setiap menjelang lebaran. Maka si pedagang pun memutuskan untuk “BUY” cabe sebanyak 1000 kg cabe dan menyimpannya untuk sementara waktu didalam gudang dengan harapan pada hari-hari mendekati lebaran ia bisa “SELL” diatas Rp. 50ribu per kg sehingga ia akan mendapatkan untung yang lumayan. Namun demikian, pergerakan nilai cabe masih akan dipengaruhi oleh aktifitas petani cabe yang akan menSUPPLY KOMODITAS cabe menjelang lebaran nanti di pasar cabe. Makin tinggi SUPPLY cabe di PASAR cabe maka makin turun HARGA cabe. Makin turun HARGA cabe, maka makin kecil keuntungan yang bisa diperoleh oleh pedagang cabe.

    Pertanyaan: apakah pedagang cabe diatas sedang berjudi?
    Jawaban saya: TIDAK.

    Wallahua’lam.
    Semoga membantu.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terimakasih mr. No Leverage atas penjelasannya.
    Sepertinya kita mulai ada titik temu, hanya saja masih ada kesalahpahaman.
    Saya coba membuat kesimpulan ringkas diskusi kita:
    “Tidak semua Forex Online adalah HALAL, hanya yang memenuhi syarat, yaitu transaksi Spot, No leverage, dan bukan cuma untuk investasi”.
    Di titik ini kita sudah KLOP. mohon koreksi kalau saya salah.

    1. Saya pribadi tentu tidak berani menafsirkan fatwa sendiri kecuali ada rujukan. Rujukan anda dari Prof.Dr.Abdullah al-Mushlih & Prof.Dr.Shalah ash-Shawi telah saya baca berulangkali, tapi tidak menemukan bahwa ulasan tsb merupakan tafsir dari fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, maaf, mungkin akal saya yg kurang.

    2. Maksud pertanyaan saya sederhana sekali, ulasan prof2 tidak menunjukkan tafsir dari fatwa kedua syaikh sebelumnya. Lalu darimana bisa anda simpulkan bahwa tulisan prof2 tsb merupakan tafsir dari fatwa Syaikh…?? bahwa “serah terima langsung” adalah “kurang dari 2×24 jam”.

    3. “Ciri bukan judi:
    1. Melibatkan pasar
    2. Ada komoditas yang diperjualbelikan secara berulang-ulang
    3. Ada supply and demand dari berbagai tempat di dunia terhadap sebuah komoditas.
    4. Besarnya supply and demand akan mempengaruhi harga komoditas tersebut.
    5. Tingkat harga komoditas tersebut akan mempengaruhi keuntungan para pedagang.”

    3a. Contoh kasus: si A dan B bertaruh mengenai harga komoditas Z dua minggu lagi. A yakin akan naik, sedangkan B yakin akan turun. Mereka bertaruh mobil. Berdasarkan syarat anda ini tidak termasuk Judi karena memenuhi “ciri bukan judi” ??

    3b. Jenis transaksi forex selain spot adalah haram berdasarkan fatwa MUI, karena menjurus ke arah maisir/ perjudian.
    Sedangkan berdasarkan definisi anda ttg judi spt tsb di atas, artinya SEMUA jenis transaksi forex tidak bisa dikategorikan Judi, karena memenuhi ‘ciri bukan judi’. Padahal anda juga setuju bahwa hanya transaksi Spot yang halal. Lalu apa yg mendasari pengharaman jenis transaksi yg lain?? (Forward, Option, …)

    4. Kisah pedagang Cabe tsb jelas BUKAN Judi, karena proses jual dan beli cabe tsb terpisah, kulakan terpisah, jual jg terpisah, ndak dijual juga tidak apa-apa, busuk yo ndak laku. Kisah tsb TIDAK bisa dianalogikan ke Forex online, karena proses jual dan beli dalam satu paket, kulakan dan HARUS dijual, ndak dijual TIDAK BOLEH, HARUS TERJUAL walaupun SUDAH BUSUK.
    Ijinkan saya perbaiki…
    Pedagang cabe ala Forex Online.

    Nilai tukar KOMODITAS cabe 1 kg terhadap rupiah, di PASAR cabe pada bulan puasa adalah (e.g) Rp.50ribu per kg. Si pedagang cabe lalu berspekulasi, nilai tukar cabe akan menguat menjadi lebih tinggi dari Rp. 50rb per kg saat lebaran nanti. Hal ini karena menurut statistik biasanya DEMAND cabe meningkat setiap menjelang lebaran. Maka si pedagang pun memutuskan untuk “BUY” cabe sebanyak 1000 kg cabe DISERTAI transaksi “SELL” dengan seseorang, sebut saja mr. Z, dengan harga menyusul di masa depan.

    Cabe disimpan saja di dalam gudang, tidak bisa di SELL ke orang lain lagi karena transaksi SELL sudah khusus utk si Z. Menjelang busuk pun cabe tidak bisa dipakai atau disumbangkan ke panti asuhan. Ya karena sudah ditransaksikan SELL dengan si Z.

    Namun demikian, pergerakan nilai cabe masih akan dipengaruhi oleh aktifitas petani cabe yang akan menSUPPLY KOMODITAS cabe menjelang lebaran nanti di pasar cabe. Makin tinggi SUPPLY cabe di PASAR cabe maka makin turun HARGA cabe. Makin turun HARGA cabe, maka makin kecil keuntungan yang bisa diperoleh oleh pedagang cabe.
    Bolehkah cabe batal dijual? TIDAK BISA. SELL harus tetap dilakukan, baik kondisi cabe masih bagus maupun sudah busuk penuh belatung.
    Bila belum di SELL juga, dan semakin turun harga cabe melebihi sisa modal pedagang, maka sisa modal bisa disita oleh si Z. (Margin Call)

    Pertanyaan: apakah pedagang cabe diatas sedang berjudi?
    Jawaban saya: IYA. karena mereka bersepakat untuk SELL utk nilai yg belum diketahui. silahkan dikoreksi…

    6. Ini berhubungan dengan point 5 tapi sengaja saya pisah:
    Dalam Forex Online, aktifitasnya adalah jual-beli atau beli-jual dalam satu paket.
    Beli saja atau jual saja TIDAK BISA.
    Setelah Open diharuskan untuk Close dengan harga yang belum diketahui
    Uang hasil OPEN POSITION tidak bisa dipakai/ manfaatkan (Floating position), misalnya untuk usaha dagang.
    JAdi kasus cabe di atas cabe itu tidak boleh diotak-atik.
    Floating position bisa lebih dari 2×24 jam, apakah uang bisa cair sendiri bila belum di Close lebih dari 2×24 j?? TIDAK BISA.

    Ini jelas bukan cuma spot, Ini adalah campuran, antara spot (Open) dengan bukan spot (CLOse), karena transaksi Close dilakukan dengan nilai yang belum diketahui. sedangkan kaidah spot, tangan ke tangan atau secara langsung adalah harga disepakati lebih dulu baru dilakukan transaksi.

    KAlau anda belum mengerti maksud saya, mudahnya begini; mr. No Leverage akan membeli cabe ke saya, tapi harus dijual lagi, bisa ke orang lain bisa ke saya lagi. Ndak boleh batal lho…harga menyusul ikut harga yg akan datang..
    Silahkan dikoreksi

    7. Tadawul fx rujukan anda ternyata terdapat LEVERAGE padahal menurut Ust. Zaharudin “penggunaan leverage 1:1 sahaja yang dibenarkan” (http://www.tadawulfx.com/public/services/currency-trading.html). Jadi berdasarkan Ust. Zaharudin, tadawulfx belum syar’i karena masih memfasilitasi leverage hingga 1:500.

    Wallahua’lam.
    Semoga membantu.

  21. No Leverage says:

    Genghis Khun:
    Terimakasih mr. No Leverage atas penjelasannya.
    Sepertinya kita mulai ada titik temu, hanya saja masih ada kesalahpahaman.
    Saya coba membuat kesimpulan ringkas diskusi kita:
    “Tidak semua Forex Online adalah HALAL, hanya yang memenuhi syarat, yaitu transaksi Spot, No leverage, dan bukan cuma untuk investasi”.
    Di titik ini kita sudah KLOP. mohon koreksi kalau saya salah.

    1. Saya pribadi tentu tidak berani menafsirkan fatwa sendiri kecuali ada rujukan. Rujukan anda dari Prof.Dr.Abdullah al-Mushlih & Prof.Dr.Shalah ash-Shawi telah saya baca berulangkali, tapi tidak menemukan bahwa ulasan tsb merupakan tafsir dari fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, maaf, mungkin akal saya yg kurang.

    No Leverage:
    Saya ingin meluruskan kembali dari tanggapan saya sebelumnya, saya tidak pernah menyatakan bahwa kutipan dari 2 professor tersebut adalah tafsir dari fatwa para syekh diatas, silakan diperiksa kembali. Kutipan tersebut saya maksudkan hanya sebagai tafsir pembanding dari berbagai tafsir yang mungkin bisa berkembang terhadap fatwa para syekh tersebut.

    —————————————

    Genghis Khun:
    2. Maksud pertanyaan saya sederhana sekali, ulasan prof2 tidak menunjukkan tafsir dari fatwa kedua syaikh sebelumnya. Lalu darimana bisa anda simpulkan bahwa tulisan prof2 tsb merupakan tafsir dari fatwa Syaikh…?? bahwa “serah terima langsung” adalah “kurang dari 2×24 jam”.

    No Leverage:
    Tanggapan saya sama dengan pada nomor 1, dengan tambahan: Ide 2x24jam yang pertama kali menyampaikan adalah anda sendiri dengan menyatakan bahwa 2x24jam’bisa dimaklumi’ jadi saya hanya mengikuti alur pemikiran anda.

    Lepas tanggapan saya diatas, saya ingin menyampaikan tafsir yang lain tentang ‘serah terima langsung’ yang saya kutip dari geraidinar.com sbb:

    quote:
    “Untuk ini kita bisa belajar dari Imam Abu Hanifah (699 M- 767 M), beliau adalah seorang Tabi’in yaitu generasi setelah Sahabat Nabi SAW. Beliau pernah bertemu dengan salah satu sahabat Nabi SAW yaitu antara lain Anas bin Malik. Beliau juga seorang pedagang sehingga paham betul praktek-praktek perdagangan sekligus paham syariatnya.

    Dalam mengartikan ‘penyerahan barang secara tunai dari tangan ke tangan’ misalnya, beliau memberikan tafsir yang sangat aplicable – bahkan untuk era cyber seperti sekarang ini sekalipun.

    Imam Abu Hanifah menafsirkan bahwa barang sudah berarti diterima oleh pembeli (di tangan pembeli) dari penjual bila penjual “ memberikan akses penuh kepada pembeli disertai ijin sehingga pembeli dapat memanfaatkan barang yang dibelinya tersebut”.

    Penafsiran Imam Abu Hanifah inipun kemudian diperluas aplikasinya oleh ulama kontemporer yang karyanya menjadi rujukan prakstisi bisnis syariah di seluruih dunia yaitu Dr. Wahbah Al-Zuhayli. Dalam mengartikan jual beli ‘tunai dari tangan ketangan’ dalam satu majlis bay’ (satu pertemuan/sesi perdagangan), Al – Zuhayli menyatakan bahwa majlis bay’ tidak berarti harus satu rauangan/tempat fisik dimana penjual dan pembeli bertemu secara fisik. Mereka (penjual dan pembeli) bisa saja terpisah secara fisik – asal keduanya bisa saling berkomunikasi – maka mereka masih dapat dikatakan dalam satu majlis bay’.

    Dengan penafsiran oleh ulama-ulama yang sangat paham dunia usaha sekaligus sangat paham syariah inilah, Islam bisa dapat benar-benar menjadi solusi tanpa ribet, tanpa kehilangan kesyariaahan-nya. Situasi berikut menjadi sepenuhnya sesuai syariah dengan penafsiran yang tepat guna tersebut :

    1). Jual beli gandum dalam gudang yang sangat besar sekalipun, dapat cukup dilakukan serah terimanya dengan penyerahan akses terhadap pemanfaatan gandum tersebut ke pembeli. Akses ini bisa berupa kunci gudang, bisa user id dan password untuk pemindahan barang dlsb.

    2). Perpindahan uang dari account to account, dari satu mata uang ke mata uang lainnya lewat transfer M-banking, Internet banking menjadi punya dasar yang syar’i.

    3). Perpindahan account M-Dinar dari GeraiDinar ke Account pelanggan M-Dinar juga memiliki dasar yang sama. Begitu pelanggan M-Dinar menerima user id dan password atau bertambah saldo-nya di M-Dinar Account-nya – pembeli tersebut memiliki akses penuh dan dapat memanfaatkan Dinar yang ada di accountnya; artinya Dinar sudah dapat diartikan di delivered.” (http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=125:dinar-dan-teknologi-bagaimana-status-hukumnya&catid=34:enterpreneurship&Itemid=86)

    Mohon ditunjukkan tafsir yang sebenarnya dari fatwa tersebut..

    ————————————

    Genghis Khun:
    3. “Ciri bukan judi:
    1. Melibatkan pasar
    2. Ada komoditas yang diperjualbelikan secara berulang-ulang
    3. Ada supply and demand dari berbagai tempat di dunia terhadap sebuah komoditas.
    4. Besarnya supply and demand akan mempengaruhi harga komoditas tersebut.
    5. Tingkat harga komoditas tersebut akan mempengaruhi keuntungan para pedagang.”

    3a. Contoh kasus: si A dan B bertaruh mengenai harga komoditas Z dua minggu lagi. A yakin akan naik, sedangkan B yakin akan turun. Mereka bertaruh mobil. Berdasarkan syarat anda ini tidak termasuk Judi karena memenuhi “ciri bukan judi” ??

    No Leverage:
    Si A dan B telah sengaja berniat untuk bertaruh/berjudi (dengan taruhan mobil) dan bukan berniat untuk berjual beli (atau setidaknya niat judinya lebih dominan dari jual belinya). Si A dan B telah menggunakan peristiwa fluktuasi harga komoditas Z sebagai obyek perjudian. Berjudi jelas haram, namun jual beli komoditas Z nya belum tentu haram. Berjudi dan berjual beli adalah dua hal yang berbeda. Apapun bisa menjadi obyek perjudian bila seseorang sudah berniat untuk berjudi walaupun obyek perjudiannya sediri sesuatu yang halal. Bila ada 2 orang bertaruh tentang skor sepakbola, apakah lantas sepakbolanya haram? Mohon koreksinya..

    ————————————-

    Genghis Khun:
    3b. Jenis transaksi forex selain spot adalah haram berdasarkan fatwa MUI, karena menjurus ke arah maisir/ perjudian.
    Sedangkan berdasarkan definisi anda ttg judi spt tsb di atas, artinya SEMUA jenis transaksi forex tidak bisa dikategorikan Judi, karena memenuhi ‘ciri bukan judi’. Padahal anda juga setuju bahwa hanya transaksi Spot yang halal. Lalu apa yg mendasari pengharaman jenis transaksi yg lain?? (Forward, Option, …)

    No Leverage:
    Sebenarnya yang lebih berhak menjawab hal ini adalah MUI, bukan saya, karena para ulama di MUIlah yang mengeluarkan fatwa tersebut. Namun demikian saya setuju dengan pendapat tersebut (hanya forex spot yang diperbolehkan). Untuk transaksi selain spot, sependek yang saya tahu hal itu tidak diperbolehkan karena terdapat unsur2 yang dikhawatirkan mendukung adanya RIBA (misalnya tidak kontan, tidak secara langsung, ada tambahan waktu yang bisa mempengaruhi keuntungan transaksi, dsb). Mohon pencerahannya..

    ————————————–

    Genghis Khun:
    4. Kisah pedagang Cabe tsb jelas BUKAN Judi, karena proses jual dan beli cabe tsb terpisah, kulakan terpisah, jual jg terpisah, ndak dijual juga tidak apa-apa, busuk yo ndak laku. Kisah tsb TIDAK bisa dianalogikan ke Forex online, karena proses jual dan beli dalam satu paket, kulakan dan HARUS dijual, ndak dijual TIDAK BOLEH, HARUS TERJUAL walaupun SUDAH BUSUK.
    Ijinkan saya perbaiki…
    Pedagang cabe ala Forex Online.

    Nilai tukar KOMODITAS cabe 1 kg terhadap rupiah, di PASAR cabe pada bulan puasa adalah (e.g) Rp.50ribu per kg. Si pedagang cabe lalu berspekulasi, nilai tukar cabe akan menguat menjadi lebih tinggi dari Rp. 50rb per kg saat lebaran nanti. Hal ini karena menurut statistik biasanya DEMAND cabe meningkat setiap menjelang lebaran. Maka si pedagang pun memutuskan untuk “BUY” cabe sebanyak 1000 kg cabe DISERTAI transaksi “SELL” dengan seseorang, sebut saja mr. Z, dengan harga menyusul di masa depan.

    Cabe disimpan saja di dalam gudang, tidak bisa di SELL ke orang lain lagi karena transaksi SELL sudah khusus utk si Z. Menjelang busuk pun cabe tidak bisa dipakai atau disumbangkan ke panti asuhan. Ya karena sudah ditransaksikan SELL dengan si Z.

    Namun demikian, pergerakan nilai cabe masih akan dipengaruhi oleh aktifitas petani cabe yang akan menSUPPLY KOMODITAS cabe menjelang lebaran nanti di pasar cabe. Makin tinggi SUPPLY cabe di PASAR cabe maka makin turun HARGA cabe. Makin turun HARGA cabe, maka makin kecil keuntungan yang bisa diperoleh oleh pedagang cabe.
    Bolehkah cabe batal dijual? TIDAK BISA. SELL harus tetap dilakukan, baik kondisi cabe masih bagus maupun sudah busuk penuh belatung.
    Bila belum di SELL juga, dan semakin turun harga cabe melebihi sisa modal pedagang, maka sisa modal bisa disita oleh si Z. (Margin Call)

    Pertanyaan: apakah pedagang cabe diatas sedang berjudi?
    Jawaban saya: IYA. karena mereka bersepakat untuk SELL utk nilai yg belum diketahui. silahkan dikoreksi…

    No Leverage:
    Oklah, kalo anda berpendapat bahwa proses diatas adalah judi. Lantas apakah bila nilai SELLnya sudah ditentukan didepan, yaitu sesaat setelah ataupun bersamaan dengan transaksi BUY, apakah merupakan hal yang halal?. Sependek pengetahuan saya, bila nilai jual sudah ditentukan didepan (yang otomatis dengan nilai yang menguntungkan kalo tidak ingin rugi atau impas) bukankah justru malah termasuk jualbeli futures atau hedging? yang mana harga dipasarannya pada dimasa mendatang boleh jadi dibawah harga SELL yang sudah ditentukan dulu, jadi sudah bukan transaksi spot lagi. Mohon pencerahannya..

    Saya akan berikan contoh lain yang mirip dengan contoh sebelumnya,

    Contoh 1). MR. A berivestasi dengan petani cabe, MR.z. MR.A menyerahkan uang Rp. 100juta sebagai modal bagi Mr. Z untuk mengelola bibit cabe hingga panen dan siap untuk dijual. Dalam perjanjian investasi, MR.A dan Mr.Z setuju akan terdapat bagi hasil dengan persentase tertentu. Disamping itu antara MR.A dan Mr.Z juga sepakat bahwa ada resiko bahwa panen bisa gagal (karena hal-hal diluar kendali Mr.Z) yang mana modal MR.A bisa habis dan tidak kembali sama sekali. Selama masa tanam cabe, uang yang telah diinveskan oleh MR.A tidak bisa diambil kecuali akan terkena penalti yang besarnya telah disepakati bersama yaitu tergantung pada kondisi tanaman cabe pada saat MR.A hendak menarik uangnya. Makin buruk kondisi cabe saat itu, maka makin kecil kemungkinan uang MR.A kembali 100%.

    Pertanyaan saya untuk anda, apakah pada contoh diatas MR.A melakukan judi?

    Contoh 2). MR.B berinvestasi dengan pengelola tambang batubara MR.X. MR.B menyerahkan uang Rp. 100jt kepada MR.X untuk explorasi pembukaan lahan tambang baru. Perjanjian investasinya mirip dengan contoh No.1, dengan terdapat resiko bahwa, ada kemungkinan batubara tidak ditemukan di lahan baru tersebut, dan uang MR.B habis tidak dapat kembali sama sekali. Selama masa investasi, sesuai perjanjian uang MR.B bisa ditarik kapanpun dengan syarat membayar penalti yang besarnya tergantung pada seberapa banyak progress explorasi tambang yang telah dicapai dan berapa harga pasaran batubara saat itu.

    Pertanyaan saya untuk anda, apakah pada contoh MR.B melakukan judi?

    ———————————–

    Genghis Khun:
    6. Ini berhubungan dengan point 5 tapi sengaja saya pisah:
    Dalam Forex Online, aktifitasnya adalah jual-beli atau beli-jual dalam satu paket.
    Beli saja atau jual saja TIDAK BISA.
    Setelah Open diharuskan untuk Close dengan harga yang belum diketahui
    Uang hasil OPEN POSITION tidak bisa dipakai/ manfaatkan (Floating position), misalnya untuk usaha dagang.
    JAdi kasus cabe di atas cabe itu tidak boleh diotak-atik.
    Floating position bisa lebih dari 2×24 jam, apakah uang bisa cair sendiri bila belum di Close lebih dari 2×24 j?? TIDAK BISA.

    No Leverage:
    Terkait dengan tidak bisanya uang diotak-atik dalam masa investasi, saya ingin memberikan contoh dalam bisnis deposito berjangka dalam sebuah bank syariah dimana uang tidak bisa diutak-atik sebelum jatuh tempo. Uang bisa ditarik sewaktu-waktu namun akan terkena penalti dan uang hanya bisa ditarik setelah melakukan beberapa prosedur penarikan uang deposito, misalnya: pengisian form yang berisi berbagai pertanyaan serta membayar penalti tadi. Pertanyaannya, apakah uang bisa cair sendiri bila belum menyerahkan form dan uang penalti tersebut? TIDAK BISA

    Dalam kasus forex online, uang investasi bisa ditarik sewaktu-waktu tapi ada kemungkinan akan terkena penalti, dan proses penarikannya melalui proses close. Ada tidaknya penalti yang dikenakan akan tergantung pada saat kapan uang itu hendak ditarik. Bisa ada penalti bisa pula tidak, tergantung pada kondisi pasar saat itu. Dan besar penalti adalah sebesar loss yang terjadi saat itu (penalti hanya ada bila terkena loss) ditambah biaya tetap administrasi (bila ada)

    Untuk floating position, hingga terjadi margin call, itu adalah resiko investasi sebagaimana gagalnya panen cabe, tidak ditemukannya batubara hingga modal tidak kembali lagi. Apakah dilarang mengambil resiko seperti ini? Mohon penjelasannya.

    Memang terdapat perbedaan dalam penentuan penalti pada kedua contoh diatas, yang mana pada forex online penaltinya variable karena dipengaruhi oleh harga pasar, sedangkan pada deposito berjangka penaltinya sudah fix, namun apakah karena penalti yang variable tesebut lantas dikategorikan sebagai judi? Mohon penjelasannya..

    ————————————-

    Genghis Khun:
    Ini jelas bukan cuma spot, Ini adalah campuran, antara spot (Open) dengan bukan spot (CLOse), karena transaksi Close dilakukan dengan nilai yang belum diketahui. sedangkan kaidah spot, tangan ke tangan atau secara langsung adalah harga disepakati lebih dulu baru dilakukan transaksi.

    No Leverage:
    Untuk transaksi Close, ya memang jelas belum ada nilainya, karena transaksi tersebut memang Belum terjadi. Bahkan setelah perjanjian membuka account baru pun, Transaksi Buy juga belum terjadi. Yang ada hanya komitmen untuk membuat transaksi Buy dan Close. Buy dan Close adalah dua transaksi yang terpisah, dengan bukti receipt konfirmasi yang berlainan pula. Kalo close dilakukan didepan dengan nilai yang sudah jelas (menguntungkan), apakah hal tersebut justru malah termasuk transaksi future/hedging? Mohon penjelasannya..

    ————————————-

    Genghis Khun:
    7. Tadawul fx rujukan anda ternyata terdapat LEVERAGE padahal menurut Ust. Zaharudin “penggunaan leverage 1:1 sahaja yang dibenarkan” (http://www.tadawulfx.com/public/services/currency-trading.html). Jadi berdasarkan Ust. Zaharudin, tadawulfx belum syar’i karena masih memfasilitasi leverage hingga 1:500.

    No Leverage:
    Betul tadawulfxnya memang belum syar’i, namun apakah Ust. Zaharuddin mengharamkan orang untuk berinvestasi dengan leverage 1:1 didalam perusahaan yang belum syar’i tersebut?
    Yang saya pahami USt. Zaharuddin tidak memberikan batasan spesifik tentang tempat yang diperbolehkan untuk berinvestasi forex online. Sepanjang hal-hal yang beliau syaratkan dalam suatu trading forex online terpenuhi maka bagi beliau tidak ada masalah syar’i dalam aktifitas tersebut.

    Mohon koreksinya dan pencerahannya..

    ————————————

    fyi, disclaimer:

    Secara pribadi No Leverage (NL) tidak memiliki pengalaman membuka account forex online maupun melakukan real online trading, sehingga analisa2 NL sebelumnya hanyalah berdasarkan perkiraan dan asumsi saja berdasarkan dari training forex yang pernah NL ikuti beberapa tahun silam (yang masih bertransaksi melalui telepon). Dengan pemahaman yang masih terbatas tersebut, boleh jadi ada hal-hal baru yang dapat mempengaruhi pendapat NL tentang status hukum syar’i dari aktifitas online trading ini beserta batasan2 kondisi yang menyertainya. Misalnya: Apakah perlu dihindari adanya Transaksi Open: SELL, yang mana hal ini perlu analisa tersendiri karena pada transaksi tersebut yang dijual adalah sesuatu -yang bisa jadi- belum atau tidak dimiliki oleh sang trader pada saat transaksi dilakukan, yang mana secara syar’i hal ini -menjual barang yang tidak dimiliki atau tidak ada kuasa untuk memilikinya- sependek pengetahuan NL adalah haram. Sekali lagi ini perlu ulasan lebih lanjut berserta batasan-batasannya dan perlu dibandingkan dengan kondisi realnya. Semua pendapat telah disampaikan diatas adalah berupa wacana dan dalam lingkup diskusi. NL tidak bertanggungjawab terhadap segala resiko yang mungkin terjadi akibat penggunaan pendapat2 tersebut.

    Wallahua’lam..

    No Leverage aka Fikrimatahati.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terimakasih mr. NL atas penjelasannya. Sepertinya sudah mulai ada klop dan titik terang.

    1. NL:
    Saya ingin meluruskan kembali dari tanggapan saya sebelumnya, saya tidak pernah menyatakan bahwa kutipan dari 2 professor tersebut adalah tafsir dari fatwa para syekh diatas, silakan diperiksa kembali. Kutipan tersebut saya maksudkan hanya sebagai tafsir pembanding dari berbagai tafsir yang mungkin bisa berkembang terhadap fatwa para syekh tersebut.

    Genghis Khun:
    Ok. Seharusnya “tafsir pembanding dari berbagai tafsir yang mungkin bisa berkembang” disertakan juga di artikel rujukan tersebut (http://kewirausahaansyariah.wordpress.com/2009/04/07/fatwa-fatwa-ulama-tentang-jual-beli-valas-forex/) agar pembaca seperti saya/ yang lain tidak tersesat. trims

    —————————————

    2. NL:
    “http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=125:dinar-dan-teknologi-bagaimana-status-hukumnya&catid=34:enterpreneurship&Itemid=86″

    Genghis Khun:
    saya pribadi SETUJU dengan tafsir tersebut. dan kita juga sepakat bahwa 2x24j adalah waktu yg bisa dimaklumi.
    MUI juga memakluminya halal dalam transaksi Spot.
    Maksud saya adalah; Karena adanya floating position, komoditi tidak bisa serta merta cair.
    Apakah komoditi bisa otomatis cair bila Floating position lebih dari 2×24 jam? TIDAK BISA.
    Apakah komoditi bisa cair tanpa Close? TIDAK BISA.
    Apakah boleh Open saja tanpa Close? TIDAK BISA.
    Jadi apakah ini masih bisa diartikan sebagai “serah terima secara langsung”??
    Mohon pencerahannya…

    ————————————

    3. NL:
    Si A dan B telah sengaja berniat untuk bertaruh/berjudi (dengan taruhan mobil) dan bukan berniat untuk berjual beli (atau setidaknya niat judinya lebih dominan dari jual belinya). Si A dan B telah menggunakan peristiwa fluktuasi harga komoditas Z sebagai obyek perjudian. Berjudi jelas haram, namun jual beli komoditas Z nya belum tentu haram. Berjudi dan berjual beli adalah dua hal yang berbeda. Apapun bisa menjadi obyek perjudian bila seseorang sudah berniat untuk berjudi walaupun obyek perjudiannya sediri sesuatu yang halal. Bila ada 2 orang bertaruh tentang skor sepakbola, apakah lantas sepakbolanya haram? Mohon koreksinya..

    Genghis Khun:
    Artinya “Ciri Judi” menurut anda BELUM LENGKAP, masih harus ditambah lagi dengan “point. 6. niat judinya lebih dominan dari jual belinya”?? kalimat “lebih dominan” tentu perlu anda jelaskan lebih lanjut batasannya…

    Dus, maka secara sederhana bisa dibuktikan bahwa Forex Online termasuk Judi karena:
    - Si A (trader) dan B (pengelola) telah sengaja berniat untuk bertaruh/berjudi (dengan taruhan SELISIH NILAI Z/ MARGIN) dan bukan berniat untuk berjual beli. Si A dan B telah menggunakan peristiwa fluktuasi harga komoditas Z sebagai obyek perjudian. Berjudi jelas haram, namun jual beli komoditas Z nya belum tentu haram.
    - Apakah Si A dan B berniat jual beli?? dalam Forex Online, misal si A yang pegang dollar membeli euro (Open) yang harus ditukar dengan dollar lagi(Close). Apakah ini bisa disebut ada niatan beli Euro? Sedangkan si A sendiri tidak pernah bisa mencairkan/ menggunakan Euro. Yang diinginkan si A hanyalah nilai selisih saja. Niat mencari keuntungan lebih dominan daripada niat beli Euronya.
    Berbeda dengan Money Changer, Niat mencari keuntungan mungkin berimbang dengan niat beli Euronya.
    Tapi karena via Forex Online, yang wujud Euro sangat abstrak disertai pemaksaan untuk close, maka Niat berjudi lebih dominan daripada niat beli Euronya.

    Sekali lagi, maksud “lebih dominan” harus dijelaskan lagi batasannya…
    ————————————-

    3b. NL:
    Untuk transaksi selain spot, sependek yang saya tahu hal itu tidak diperbolehkan karena terdapat unsur2 yang dikhawatirkan mendukung adanya RIBA (misalnya tidak kontan, tidak secara langsung, ada tambahan waktu yang bisa mempengaruhi keuntungan transaksi, dsb). Mohon pencerahannya..

    Genghis Khun:
    Diskusi sebelumnya belum memuat hal ini, maka perlu dijelaskan lagi mengenai BATASAN antara:
    - Kontan dengan Tidak kontan
    - Langsung dan tidak secara langsung
    - Adanya tambahan Waktu (min. berapa lama?)

    Untuk menyamakan persepsi dikemudian hari. Mohon dijelaskan…
    ————————————–

    4a. NL:
    Oklah, kalo anda berpendapat bahwa proses diatas adalah judi. Lantas apakah bila nilai SELLnya sudah ditentukan didepan, yaitu sesaat setelah ataupun bersamaan dengan transaksi BUY, apakah merupakan hal yang halal?. Sependek pengetahuan saya, bila nilai jual sudah ditentukan didepan (yang otomatis dengan nilai yang menguntungkan kalo tidak ingin rugi atau impas) bukankah justru malah termasuk jualbeli futures atau hedging? yang mana harga dipasarannya pada dimasa mendatang boleh jadi dibawah harga SELL yang sudah ditentukan dulu, jadi sudah bukan transaksi spot lagi. Mohon pencerahannya..

    Genghis Khun:
    Agar aman bukan dengan menentukan nilai sell di depan.
    Kalau nilai Sell langsung ditentukan di depan berarti saat itu pula terjadi CLOSE!
    Open dan Close yg terjadi bersamaan tentu hanya kerugian diperoleh.
    Yang dimaksud adalah Close yang bukan paksaan, Close boleh, tidak close pun boleh.
    Seperti Money Changer, Open terpisah Close pun terpisah.
    Tapi dalam Forex Online, trader sudah dipaksa untuk Close dengan nilai yang belum jelas.
    Model ini tidak memenuhi syarat transaksi Spot.
    Silahkan dikoreksi..

    4b. Contoh 1). MR. A berivestasi dengan petani cabe, MR.z. MR.A menyerahkan uang Rp. 100juta sebagai modal bagi Mr. Z untuk mengelola bibit cabe hingga panen dan siap untuk dijual. Dalam perjanjian investasi, MR.A dan Mr.Z setuju akan terdapat bagi hasil dengan persentase tertentu. Disamping itu antara MR.A dan Mr.Z juga sepakat bahwa ada resiko bahwa panen bisa gagal (karena hal-hal diluar kendali Mr.Z) yang mana modal MR.A bisa habis dan tidak kembali sama sekali. Selama masa tanam cabe, uang yang telah diinveskan oleh MR.A tidak bisa diambil kecuali akan terkena penalti yang besarnya telah disepakati bersama yaitu tergantung pada kondisi tanaman cabe pada saat MR.A hendak menarik uangnya. Makin buruk kondisi cabe saat itu, maka makin kecil kemungkinan uang MR.A kembali 100%.

    Contoh 2). …dst

    Genghis Khun:
    MR.A atau mr. B jelas tidak melakukan judi. Yang bisa dimungkinkan berjudi adalah mr.Z yang dengan berbagai caranya, entah itu dengan benar2 mengelola bibit cabe/ tambang ataukah diputar-putar ke tengkulak lain. Maaf analogi yang ini juga kurang tepat untuk Forex Online.
    Agar terarah, silahkan anda perbaiki saja kasus pedagang cabe sebelumnya…

    ———————————–

    6a. NL:
    Terkait dengan tidak bisanya uang diotak-atik dalam masa investasi, saya ingin memberikan contoh dalam bisnis deposito berjangka dalam sebuah bank syariah dimana uang tidak bisa diutak-atik sebelum jatuh tempo. Uang bisa ditarik sewaktu-waktu namun akan terkena penalti dan uang hanya bisa ditarik setelah melakukan beberapa prosedur penarikan uang deposito, misalnya: pengisian form yang berisi berbagai pertanyaan serta membayar penalti tadi. Pertanyaannya, apakah uang bisa cair sendiri bila belum menyerahkan form dan uang penalti tersebut? TIDAK BISA

    Dalam kasus forex online, uang investasi bisa ditarik sewaktu-waktu tapi ada kemungkinan akan terkena penalti, dan proses penarikannya melalui proses close. Ada tidaknya penalti yang dikenakan akan tergantung pada saat kapan uang itu hendak ditarik. Bisa ada penalti bisa pula tidak, tergantung pada kondisi pasar saat itu. Dan besar penalti adalah sebesar loss yang terjadi saat itu (penalti hanya ada bila terkena loss) ditambah biaya tetap administrasi (bila ada)

    Untuk floating position, hingga terjadi margin call, itu adalah resiko investasi sebagaimana gagalnya panen cabe, tidak ditemukannya batubara hingga modal tidak kembali lagi. Apakah dilarang mengambil resiko seperti ini? Mohon penjelasannya.

    Memang terdapat perbedaan dalam penentuan penalti pada kedua contoh diatas, yang mana pada forex online penaltinya variable karena dipengaruhi oleh harga pasar, sedangkan pada deposito berjangka penaltinya sudah fix, namun apakah karena penalti yang variable tesebut lantas dikategorikan sebagai judi? Mohon penjelasannya..

    Genghis Khun:
    Mengikut keterangan anda di atas, jadi apakah Forex Online masih bisa dimasukkan kategori “serah terima secara langsung” dan “dari tangan ke tangan” ataukah tidak? karena ternyata uang tidak bisa cair setelah Open terjadi, malah bisa amblas (terjadi margin call).
    mohon penjelasannya…

    ————————————-
    6b. NL:
    Untuk transaksi Close, ya memang jelas belum ada nilainya, karena transaksi tersebut memang Belum terjadi. Bahkan setelah perjanjian membuka account baru pun, Transaksi Buy juga belum terjadi. Yang ada hanya komitmen untuk membuat transaksi Buy dan Close. Buy dan Close adalah dua transaksi yang terpisah, dengan bukti receipt konfirmasi yang berlainan pula. Kalo close dilakukan didepan dengan nilai yang sudah jelas (menguntungkan), apakah hal tersebut justru malah termasuk transaksi future/hedging? Mohon penjelasannya..

    Genghis Khun:
    Transaksi Close, memang jelas belum ada nilainya, tapi transaksi tersebut SUDAH terjadi, buktinya anda tidak bisa membatalkan/ menolak transaksi Close lalu memakai uang hasil Open.
    Selanjutnya silahkan lihat jawaban no. 4a
    ————————————-

    7. Gkh: Belum saya temukan bahwa Ust. Zaharuddin mengharamkan orang untuk berinvestasi dengan leverage 1:1 didalam perusahaan yang belum syar’i. Tapi bukankah sebaiknya kita menutup “celah-celah” yang bisa dimungkinkan menjurus ke arah tidak syar’i??
    Kenapa belum ada Forex Online yang memakai sistem seperti Money Changer, aneh khan?
    Bukan berburuk sangka tetapi kita harus waspada terhadap berbagai macam penipuan dan pembodohan.

    quote:
    ” Kesimpulan
    Walaupun berniaga sendiri forex dan memenuhi syarat ini boleh dikira halal, namun ia bukanlah sesuatu yang disukai oleh polisi ekonomi di dalam Islam, pertamanya kerana menurut pandangan ekonomi dalam Islam, matawang adalah ‘medium of exchange’ sahaja dan ia bukanlah komoditi yang wajar diniagakan bagi memperolehi untung dari perbezaan nilainya. Kita tahu nilai matwang kini tidak lagi bersandarkan emas atau perak, wang kertas hari ini (fiat money) tidak mempunyai nilai tersendiri (seperti logam emas dan perak) kecuali nilainya datang dari pasaran global yang ditentukan oleh ‘demand and supply’ di pasaran dunia.

    Justeru, menjadikan cara ini bagi memberikan anak dan isteri makan bukanlah satu bentuk kerjaya yang terpuji di dalam Islam. Malah ia sebenarnya membantu sistem kapitalis dan menguatkan sistem ekonomi yang mereka anjurkan. Justeru, fikirkanlah….”
    http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&task=view&id=649&Itemid=72

    ————————————

    fyi, disclaimer:

    Secara pribadi Genghis Khun (Gkh) pernah membuka account forex online virtual, sehingga analisa2 GKh sebelumnya juga berdasarkan pengalaman pribadi disertai rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan.

    Wallahua’lam..

    Genghis Khun

  22. Joko Trader says:

    Kl Forex salah satu sarana Jahudi hancurin ekonomi umat, blh g ikut forex dn hasilnya untuk membangun ekonomi umat.
    Mhn pencerahan, alnya pandaipun kita berargumen tp kl gak pandai berbagi dengan org yg mmbutuhkan, sama aza,.. pelit lu pade,…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Joko Trader
    Membangun ekonomi umat, cita2 yg sangat mulia, tapi bukan dengan usaha judi atau maksiat tentunya…

  23. YUHENDRA says:

    hahaha om khan ada pertannyaan nih,

    ane beli padi pas panen, trus ane tahan sampai harga bagus, lalu ane jual, ( berharap padi di semua daerah puso jd padi saya bisa 100x lipat harganya) itu judi gk?

    yg ke dua,

    ane tanam pete trus gak ane urusin, terserah mau idup atau mati,itu judi gak?

    yg ke 3

    ane mau ke kantor kerja, ane punya pilihan, naik bis,motor, atau nebeng temen, ternyata ane milih nebeg temen, trus kecelakaan, ane mati, itu pilihan naik motor, bis, ama nebeg tadi masuk judi gk?

    hahahahaha silahkan di jawab ye, oh iya jangan gk di tampilin koment ane, tar kliatan ama ane munafiknya

    =================================================
    Genghis Khun:
    Semua hal dianggap judi? ck..ck..ck..luar biasa…
    Padahal sangat jelas bahwa judi adalah taruhan dua pihak antara manusia vs manusia, bukan dengan hewan, tanaman atau dengan Tuhannya.

    Btw, sebenarnya anda punya PRINSIP utk menentukan judi/ bukan judi?

  24. ali_bin_gung says:

    ada sapi harga 5juta,anda bisa membelinya cukup dg 50 ribu saja & bisa di bawa pulang untuk diperdagangkan tanpa syarat apapun, ada yg minat….?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Ali_Bin_gung
    Betul, kisahnya baca di http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi
    disitu terlihat letak kelicikan broker/ Provider Forex Online.
    Leverage-nya menggiurkan, 50ribu bs dapat sapi seharga 5 juta, tapi sapi gak boleh dibawa pulang dan harus dijual lagi. licik banget..

  25. Wibowo says:

    Bagaimana dengan saham BEI ?

    1. A beli $ di money changer TIDAK HARUS menjual lagi $-nya, beli saham (BEI) tidak harus dijual lagi tp bisa rugi banyak klo turun.
    2. A beli $ di money changer BISA dipakai untuk beli barang, tapi di saham (BEI) TIDAK BISA dipakai cuma kertas.
    3. A beli $ di money changer, tidak terbebani bunga harian, tapi di saham (BEI) tidak dibebani bunga harian.
    4. A beli $ di money changer tidak ada Margin Call, di saham (BEI) ada Force Selll.
    5. Jual $ di money Changer TIDAK MUNGKIN terjadi Slippage, di saham (BEI) tidak bisa terjadi Slippage.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Prasetyo Wibowo..
    Dalam FATWA DSN-MUI – NO: 80 /DSN-MUI/III/2011 Tentang PENERAPAN PRINSIP SYARIAH DALAM MEKANISME
    PERDAGANGAN EFEK BERSIFAT EKUITAS DI PASAR REGULER BURSA EFEK telah jelas;
    Ketentuan Khusus no.1
    b. Akad jual beli dinilai sah ketika terjadi kesepakatan harga serta….dst
    c. Pembeli boleh menjual efek setelah akad jual beli dinilai sah….dst

    ===

    1. Jadi beli $/ Forex/ Saham/ gold TIDAK HARUS dijual lagi.
    2. Saham bukan alat pertukaran resmi tapi tetap bisa dipakai untuk pertukaran/ jaminan barang/ jasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Genghis Khun

    Paranoid Dalam Mengais Rizqi...


    Nyari Theme BLOG WORDPRESS bagus??

  • Tulisan Terbaru

  • Genghis Khun's Profile
    Genghis Khun's Facebook profile
    Create Your Badge ExitJunction.com  - Make Money From Your Exit Traffic!


  • Masukkan Code ini K1-1E255B-E
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • CARI DUIT

    Adf.ly
    Buy Text links www.cashnhits.com
    Rumahweb
    Clixsense
    Exitjunction
    BidVertiser

    Earn money from your website/blog. Get paid through PayPal Buy and sell Text Links Blog Terbaik
    Yuk.Ngeblog.web.id

    make money with your web site

    GoBlog Theme Banner 125x125

    Media Penyimpanan Dunia Maya: DropBox
  • Fan Page