Forex sisi lain: mengundi nasib dengan anak panah

“Duh, bisnis forex-ku hari ini ancur…” kata Dul Koplak sambil memukul kepalanya sendiri
“Lho, jual beli itu khan kepuasan antara penjual dan pembeli. Lha ini kok…”
“Ah..ente kalo gak ngerti gak usah ngemeng!”






Selama 6 Bulan ini penulis sangat penasaran dengan Forex (foreign exchange) atau Valas (valuta asing), dan berusaha mencari tahu seperti apa prosesnya. Siapa yang tidak ngiler dengan pendapatan besar yang diperoleh bila kita pandai menganalisis fluktuasi nilai mata uang.

Hasil Googling dengan kata kunci: Hukum forex, diperoleh hasil pro kontra antara yang menghalalkan forex dengan yang mengharamkan.

Sebenarnya permasalahannya sangat sederhana, tetapi entah kenapa pembahasan kok malah diarahkan ke hukum praktik Jual-belinya. Praktik Jual beli Forex jelas-jelas HALAL, seperti halnya sistem jual beli manual, yaitu ada penjual, pembeli dan barang yang diperjual belikan (mata uang asing).
Yang sering kali luput dari pengamatan (atau memang sengaja dilupakan); jual beli yang halal adalah dengan nilai jual/beli pada saat itu. Kesepakatan terjadi dengan nilai saat itu baru dilakukan akad. Tetapi ternyata Forex yang menggiurkan ini adalah praktik akad terlebih dahulu lalu nilai yang disepakati menyusul kemudian, akhirnya ada dua kemungkinan; pembeli untung atau pembeli rugi.

Pemahaman Bodoh-bodohne;
Hari ini Genghis Khun menjual kambing pada si Deden dengan kesepakatan; memakai nilai harga besoknya.
Harga hari ini Rp 500.000, bila besoknya harga naik si Deden rugi, tetapi bila turun maka si deden untung banget, ya iyalah dia khan beli 100 ekor kambing. Genghis Khun nangis…

Lha trus apa bedanya ma JUDI ye?


MUI (Majelis Ulama Indonesia) dalam fatwanya sebagai berikut:
Jenis-jenis transaksi Valuta Asing
1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

2. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pem belian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unusru maisir (spekulasi).

Alhamdulillah, penulis belum pernah terjebak untuk transaksi dengan nilai jual/beli menyusul kemudian.
Anda-anda silahkan jujur menjawab, Transaksi bisnis forex yang bagaimana yang anda praktikkan? dengan nilai saat itu lalu transaksi ataukah transaksi dulu lalu menunggu hasil nilai jual/beli kemudian?
Bagi Genghis Khun, investasi paling aman tentu saja dengan emas, terutama Dinar.
Dinar adalah satu-satunya mata uang yang disebut dalam Al Quran:
QS Ali Imran 75:
75 Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

KESIMPULAN
Kesimpulannya sederhana saja,
Jual beli Wajar/ Halal bila proses jual beli; kesepakatan nilai jual/beli -> lalu akad
Terlarang/ Judi/ Haram bila prosesnya; akad dulu -> lalu kesepakatan nilai jual/beli menyusul

Akhirnya, maaf bila ada yang kurang berkenan…

Genghis Khun

PS. Oiya lupa, tentang judul “mengundi nasib dengan anak panah” itu maksudnya adalah pointer di layar komputer itu khan berbentuk anak panah, untuk meng-Klik tombol sell/ Buy (akad) dengan nilai harga menyusul :) .







Category: Agama, Opini  Tags: , , , ,
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
60 Responses
  1. bob royan says:

    i think it will be inspire many people who read this post. thanks to webmaster

  2. ganes says:

    menarik bos, tapi menurutku sisi tidak halalnya forex bukan seperti itu.

    forex trading bukanlah transaksi dengan model “beli sekarang” barang kemudian.

    transaksi forex trading bahkan bisa disamakan dengan transaksi jual beli kambing sebagaimana dicontohkan diatas.

    let’s say Rp-USD
    Si A beli 1 USD, dengan membayar rp 12.000 (asumsi kurs sekarang), maka A memperoleh 1 USD tunai.

    kalau besok nilai USD meningkat, maka ketika A akan untung bila ia menjual USD miliknya tadi
    kalau besok nilai USD menurun, makan A akan rugi bila ia menjual USD nya

    shortly, bukan perihal “jual-beli” nya yg membuat forex trading berada di wilayah abu-abu

    selain itu, forex-trading berbeda dengan foreign exchange. Transaksi di pasar spot tidak bisa disamakan dengan forex-trading, demikian pun istilah forward transaction maupun Swap. Apalagi Option…
    =============================
    Genghis Khun:
    Komentar:
    “kalau besok nilai USD meningkat, maka ketika A akan untung bila ia menjual USD miliknya tadi
    kalau besok nilai USD menurun, makan A akan rugi bila ia menjual USD nya”

    Hahaha.. :D si A bego banget yah? sudah tahu USD turun kok malah dijual……

    eits, mungkin saya yang kurang paham?
    Bisa diperjelas, penjualan USD miliknya tadi bagaimana?
    A. Setelah kesepakatan nilai => lalu transaksi,
    B. ataukah transaksi dulu => baru menunggu munculnya nilai?

    ini yang nantinya akan membedakan jual beli wajar/ judi
    Btw, trims atas komentarnya

  3. ganes says:

    sebagaimana halnya perdagangan yg lain, dalam fx trading berlaku:

    harga –> transaksi

    ================================================
    Genghis Khun:
    Mari kita buktikan di artikel selanjutnya

    FOREX pada saat CLOSE;
    I. Transaksi untuk CLOSE => lalu nilai yang disepakati menyusul
    II. Klik Close => Kemungkinan Slippage => Nilai akhir

    ALUR itu berbeda dengan jual beli biasa.
    Komentar anda TIDAK BENAR. (Mohon koreksi bila saya yang salah)

  4. FX Street says:

    Hebat!!! Saya salut dengan anda, seorang DOKTER yang membahas Forex secara islam. Saya kira saya akan lebih appreciate apabila anda menulis artikel tentang hal yang menjadi kompetensi anda, BUKAN hal yang TIDAK dalam kompetensi anda. Walaupun mungkin anda secara otodidak mempelajari tentang Islam dan Ekonomi, hal ini saya kira pembahasan anda hanya berdasarkan asumsi asumsi yang kurang mendasar. Apalagi jika mengikuti tulisan anda yang baru masuk dunia FOREX mencoba melalui situs seperti marketiva dsb. Sangat premature sekali apa yang anda bicarakan, artinya anda hanya melihat forex dari sisi anda. Seperti pepatah “dua orang buta diminta untuk mendeskripsikan gajah dari apa yang mereka pegang. Tentu saja akan berbeda, karena yang satu memegang belalai, yang satu memegang kakinya”. Walaupun anda memberikan dasar-dasar nash Quran maupun Hadits, namun saya kira anda terlalu menggunakan emosi anda untuk menyitir dasar dasar tersebut untuk ‘kepentingan’ pengharaman forex menurut asumsi anda. Setelah melihat sekilas blog anda, saya salut, ternyata anda memang penulis produktif, kaya akan ide, namun anda kadang terlalu merasa ’pintar dan benar sendiri’ dalam hal hal yang BUKAN merupakan KOMPETENSI anda. Saya kira semua akan setuju bahwa kita akan lebih dihargai apabila kita bekerja dan menyikapi sesuatu dengan KOMPETENSI kita, sebagai contoh bila saya seorang penyandang gelar sarjana ekonomi, apakah kira kira saya akan dipercaya bila saya memberikan komentar tentang penggunaan antibiotika secara rasional? Walaupun saya bisa mendapatkan sumber-sumber bacaan di internet dan textbook, namun itu BUKAN bidang KOMPETENSI saya, sehingga sayapun menyadari saya TIDAK akan mebahas tentang hal tersebut, karena untuk membahas tersebut, tidak hanya dibutuhkan pemahaman sekilas tentang artikel antibiotika rasional, namun saya perlu mengetahui secara KOMPREHENSIF ranah ilmu farmakologi, lethal dose, fisiologi tubuh, struktur kimia, biokimia tubuh, sensitifitas, spesifitas, dll yang tentunya saya harus ’minimal’ berkompeten (baca: lulus) beberapa kurikulum yang sesuai dengan ranah bidang keilmuan tersebut, bukankah begitu kawan? Terus terang sepertinya saya merasakan ada yang aneh dengan tulisan-tulisan anda. Sepertinya anda sangat dikecewakan oleh forex (bisa jadi mungkin karena permasalahan kepentingan anda yang kecewa dengan forex; misalnya wanita yang anda idam-idamkan lebih memilih menambatkan hatinya dengan pengusaha forex yang kaya raya, atau mungkin anda pernah tertipu oleh oknum-oknum forex black market yang pada waktu lampau sering terjadi) Namun apapun motif anda, berusahalah untuk menjadi obyektif terhadap sesuatu. Apalagi hal tentang halal dan haram itu saya kira bukan KOMPETENSI anda untuk membahasnya. Anda perlu belajar lebih mendalam tentang asbabun nuzul, fiqih, syariah dan diskursus mengenai kenapa hadits tersebut di nash-kan, belum juga anda harus memahami nahwu dan shorof untuk memahami lebih lanjut tentang Al-Quran dan hadits. Mengerti tentang hal-hal tersebut, dibutuhkan pemahaman mendalam, bukan hanya scaming dan scaning dari internet maupun buku-buku agama. Bolehlah jika anda punya keyakinan halal dan haram, karena saya MENGHORMATI keyakinan anda. Disisi lain mohon jangan menggunakan ayat-ayat dan dalil sesuai emosi anda, saya terganggu dengan hal tersebut. Mohon maaf jika artikel ini mengganggu anda, semua hanya bisa terjadi karena hukum aksi-reaksi. Sayapun terganggu dengan tulisan anda dan saya hanya bereaksi atasnya. Semoga respon saya membukakan wawasan anda untuk lebih obyektif melihat sesuatu. Apabila memang anda seorang yang PICIK dan BERWAWASAN SEMPIT, silahkan hapus komentar saya, namun apabila anda seorang yang mampu menerima kritik secara terbuka, biarkanlah komentar ini mampir dihalaman anda dan biarkan publik yang menilai. Jazakumullah khairan katsiran….

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam Kenal,
    Trims atas komentar dan nasehatnya.
    Langsung saja kawan (to the point);
    1. Koreksi ISI artikel saya di atas.
    2. Segera beri pencerahan; siapa yang berKOMPETEN membahas JUDI? (sekaligus gelar minimalnya kawan).
    Bukan berputar-putar, atau asumsi/ praduga yang tidak ilmiah dan menggelikan (ILMU KIROLOGI ??), seperti;

    “…kecewa dengan forex; misalnya wanita yang anda idam-idamkan lebih memilih menambatkan hatinya dengan pengusaha forex yang kaya raya, atau mungkin anda pernah tertipu oleh oknum-oknum forex black market yang pada waktu lampau sering terjadi”

    3. Kenapa anda tidak berani menunjukkan identitas diri? alamat e-mail pun tidak bisa dihubungi. Padahal kita dianjurkan saling mengenal. Anda tentu bukan seorang PENGECUT khan?

    Mohon beri penjelasan agar tuduhan PICIK dan BERWAWASAN SEMPIT tidak berbalik arah kawan…

    PS
    Baca juga yang menyorot Forex di sisi lain, klik:
    http://www.zaharuddin.net/content/view/655/100/

  5. Angga says:

    Salam kenal pak, saya komen disini aja ya.. karena artikel anda yang luar biasa tentang “Perbedaan ALUR JUDI dengan JUAL BELI Biasa” udah terlalu bejibun dengan komentar sepertinya. :D

    Alhamdulillah pak Genghis Khun, artikel – artikel bapak tentang forex, jual – beli, dan judi semakin memantapkan keyakinan saya bahwa hampir semua sistem Forex Trading yang dilakukan oleh negara – negara kapitalis saat ini adalah sistem perdagangan yang sangat buruk. Bahkan dapat dikatakan sebagai sebuah TREN PERJUDIAN TERSELUBUNG yang digemari saat ini.

    pak, saya masih belum mengerti mengenai Transaksi Forward sebagaimana dijelaskan oleh fatwa MUI.
    misalkan saya membeli suatu mata uang melalui money changer dengan tujuan BUKAN UNTUK DIPAKAI (contoh: pergi ke luar negeri), melainkan untuk ditukarkan kembali dengan harapan nilainya akan naik di kemudian hari. Apakah cara seperti itu termasuk golongan Transaksi Forward??????

    terimakasih atas informasi yang sangat bermanfaat ini.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal juga pak Angga,
    # Jual beli yang anda lakukan adalah transaksi SPOT; spot waktu beli dan jual, itu halal. Tapi kalau hanya mencari selisih nilai saja (alias untung-untungan) dilarang oleh fatwa MUI:

    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
    … dst

    atau mungkin anda punya penafsiran lain tentang ‘untung-untungan’? :)

    # Fatwa MUI selanjutnya, tentang Transaksi Forward:

    2. Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

    Contohnya:
    Sekarang 1 $ = Rp. 10.000
    Anda 2 bulan lagi butuh dollar, tapi karena khawatir nilainya naik/ turun anda lalu bertransaksi dengan saya dengan mematok nilai dollar 2 bulan lagi seharga 1 $= Rp. 12.000 (karena diperkirakan saat itu nilainya naik)

    Eh, ternyata nilai 1 $ 2 bulan lagi = Rp. 8.000. Tapi anda harus tetap membeli dengan harga sesuai transaksi awal kita (Rp. 12.000)

    Baca lebih lanjut di: http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pasar-valuta-asing-valas.html

    Semoga kita semua selalu mendapat petunjuk. amiin..

  6. kamal says:

    hihi saya juga masih bingung tapi saya yakin forex itu halal mengapa karena saya tidak merugikan siapa siapa toh kalo ada yang rugi itu ulah dia sendiri bukan saya

    lagi pula forex dan judi jangan di samakan dengan melihat satu sisi saja

    saya pernah di ajarin langsung sama senior forex dan ternyata benar forex itu bisa di jadikan pekerjaan beda sama judi

    kuncinya
    money management
    psikologi
    system

    =================================================
    Genghis Khun:
    salam kenal pak Kamal,
    Judi juga tidak merugikan siapa siapa toh kalo ada yang rugi itu ulah dia sendiri bukan kita.
    Judi juga bisa dijadikan pekerjaan, jadi bandar judi :)
    kuncinya
    money management
    psikologi
    system

    Lha kok ternyata SAMA?
    Mungkin anda punya pendapat dari ‘sisi lain’ tentang beda forex dan judi?

  7. Ahmad Lanang says:

    Salut untuk Genghis Khun, saya kira butuh Keberanian yang besar untuk memberikan pandangan mengenai suatu hal, khususnya pada persoalan diluar keahlian seseorang, sedikit mengutip perkataan anda ( “Ah..ente kalo gak ngerti gak usah ngemeng!” ), saya pikir itu sebuah point penting untuk memulai, terlepas dari apakah Forex itu halal atau haram, yg jelas-jelas bukan kompetensi saya untuk membahasnya. Kalo anda saya yakin punya huruf dan kitabnya sendiri, setidak-tidaknya pemikiran sendiri.
    Maaf jika salah, tapi melihat dari tulisan-tulisan anda, saya menyimpulkan Anda:

    1. Belum pernah transaksi Forex
    2. Belajar mengetahui forex dalam beberapa bulan tanpa sekalipun terjun langsung (ikut transaksi)
    3. Belum bertemu atau setidaknya bertanya langsung dengan seseorang yang berhasil dalam bisnis forex.
    4. Belum pernah mempraktekan Analisa Teknikal khususnya yg fudamental.

    Mudah-mudahan kesimpulan saya salah, karena klo benar, jujur saya akan kategorikan anda sebagai seorang awam buanget (gak ahu apa-apa selain rumor dan teori).Sekali lagi saya berpikiran positif mudah-mudahan bukan.

    -untuk point pertama, oke saya maklumi bila anda tidak pernah transaksi, karena anda punya pandangan tersendiri (ragu-ragu kemudian menjadi haram setelah ketemu beberapa dalil)

    -Untuk point kedua, pengalaman pribadi apabila otodidak (dipandu yang tidak ahli forex), jelas butuh lebih dari sekedar waktu bulanan untuk mengetahui keadaan pasar dan efek dari keadaan ekonomi suatu negara yg mempengaruhi nilai mata uangnya, saya pribadi butuh 2,5 tahun untuk setidaknya mengetahui melemah atau menguatnya suatu mata uang sehingga kita bisa untung bahasa gaulnya profit.(ga konyol tebak-tebakan, itu namanya frustasi, tapi klo yang ahli hedging sih fine aja)

    -Untuk Point ketiga dan paling penting menurut saya, karena klo anda ketemu dgn orang yang tepat dalam hal ini tentu saja dia berpengalaman dalam artian sukses sudah bertahun-tahun dalam forex,yang tentu saja banyak di indonesia (mungkin jarang shalat di masjid anda, sehingga ga ketemu Anda(mungkin shalat di masjid sebelah) ) Klo anda ketemu dgn orang ini minimal teori anda tentang forex agak sedikit bagus (dasar-dasarnya), (terlihat awam banget sih terlepas dari Haram atau halal)
    Bukanya ketemu dgn “Dul Koplak” atau orang yang masih baru di foex atau orang yg suka spekulasi asal-asalan tanpa tahu kondisi ekonomi negara yg ia transaksikan, (Mau jualan bakso juga bisa aja ga sukses klo ga tahu kondisi pasar yg dihadapi)

    -Untuk Point yg keempat agak susah juga untuk menjelaskan bahwa kita sebenarnya bisa tahu kemana harga itu bergerak dengan cuma melihat news di ForexFactory dan pergerakan candle sticknya. (terserah percaya atau tidak)agak susah menerangkan buat orang yang punya huruf dan kitabnya sendiri, mudah-mudahan anda bukan, tapi bisa melihat itu secara objektif, dan memahami hukum sebagaimana mestinya, bukan sesuai dengan pemikiran dan pandangan masing-masing(Maaf secara objektif aja dulu sisanya ga usah dibahas yah)

    NB : Maaf buat Dul Koplak, ga bermaksud merendahkan anda sebagai newbie, tapi setidaknya berikan teori-teori yang benarnya dong ke Genghis kun, kan kasian kalo dia ga tahu sebenarnya mahluk apa itu forex, itu kadal apa buaya, apa makanananya, apa yang mempengaruhinya, gimana cara kerjanya.termasuk dalam jenis investasi apa dlll. bukan permainan wining eleven atau sejenisnya

    Makasih yah Genghis kun, maaf klo agak panas kata-katanya, tapi setidaknya saya pengen anda paham betul apa yang anda bicarakan, maaf bukan menyepelekan Anda, tapi anda saja berani Menyepelekan pemahaman orang lain tentang forex dan forex itu sendiri, moso saya gak boleh ke Anda.

    Tolong dijawab dengan rinci yah, per point klo bisa, biar saya tahu anda itu paham apa enggak tentang forex.

    Mohon maaf bila ada kata-kata yg tidak berkenan, yang salah kemungkinan besar dari saya dan yang benar tentu saja kita sama sama tahu dari siapa.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Ayi,
    Ndak perlu pake ilmu Kirologi pak, :)
    1. Saya SUDAH PERNAH transaksi Virtual.
    Dan untuk tahu sesuatu itu JUDI, orang ndak perlu maen JUDI beneran khan pak?

    2. Tidak ada hubungannya antara JUDI dengan pengalaman atau keahlian seseorang pak.
    - Pemain judi pun banyak yang ahli dan berpengalaman dalam menganalisis sesuatu (misal judi bola).
    - Dalam Forex Online, yang tidak wajar adalah proses pertukaran antar mata uang tersebut (diperjudikan), terlepas dari pelakunya ahli/ bukan. Jadi kalau ada ahli/ bukan ahli mau pertukaran yang wajar ya via money changer.

    3. Ndak perlu mengandaikan saya ketemu dengan “orang yg tepat dalam hal ini” pak, langsung saja to the point:
    silahkan anda luruskan teori saya yang “terlihat awam banget” agar “agak sedikit bagus (dasar-dasarnya)”. Trims

    4. “kita sebenarnya bisa tahu kemana harga itu bergerak”.
    => Walaupun tahu, sedikit tahu atau kurang tahu, sebaiknya hindari jual beli yang tidak wajar apalagi ke arah JUDI.
    Saya anjurkan jual beli wajar seperti mekanisme Money Changer.
    Memang agak susah juga saya menjelaskan, jadi intinya Money Changer dengan Forex online itu berbeda jauh.

    NB: Mohon maaf, saya tambah 1 point lagi semoga berkenan.
    6. Bagaimana cara anda membedakan sesuatu itu JUDI atau BUKAN?

    Btw, Trims atas komentarnya..

  8. Ahmad Lanang says:

    # Ahmad Lanang on July 22, 2010 8:09 pm

    yang diatas belum selesai !!!!!!!

    ini versi lengkapnya

    saya jawab terbalik

    No. 11,, Wah setuju ane, saya juga kepikiran tuh bikin Changer, ga beda jauh kok

    No. 10,, itu maksudnya Sliippage atau apa?
    klo Slippage itu sih biasanya dari brokernya, memang beda-beda kok, yah ada yang spreadnya rendah tapi susah di closenya, ada yang tinggi tapi gampang closenya, atau mungkin juga koneksi internetnya bro.

    No. 9,, Lagi-lagi anda bertindak seperti Newbie, yah banyaklah broker-broker yang free swap, bahkan ada islamic accountya, lebih sadis lagi mencantumkan label halal punya Arab Saudi, (Saya ga mau nyebutin takut dikira Sponsor, klo serius, kontak lewat FB aja)

    No. 8,, Agak susah menyebutkan penjelasan Ustad Saya, karena logika kita tentang Forexnya aja ga sama, seperti menjelaskan rasa Asinya GARAM kepada orang yag belum pernah ngerasain Asin .( coba bayangin , gimana ngejelasinya)

    Sedikit keterangan :

    Ada perbedaan Pandangan kita mengenai Forex diantaranya :

    1. tadi sudah disebutkan mengenai Free Swap atau tidak adanya bunga
    2. Anda mengibaratkan Forex seperti Judi Bola, mungkin mirip, tapi dalam forex saya sering membalikkan posisi minus saya menjadi Profit atau untung (beneran lho, memang ada strateginya kok), tapi kalo dalam bola, kekalahan belanda atas Spanyol tidak mungkin dibalik Belanda Menang melawan Spanyol (anda bisa membalikkan posisinya?, klo bisa, saya akan berguru kepada anda.
    3. Dalam Judi semua pihak mengharapkan keuntungan, sedangakan dalam Forex, Para trader adalah sebagian keci dari partisipan , atau bahasa kasarnya adalah cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan melalui broker mencari selisih harga beli atau jual, sedangkan yang menggerakan pasar uang adalah para eksportir-importir, bank-bank atau Pemerintah diseluruh negara di dunia , juga tidak ketinggalan adalah orang-orang yang keluar negri, yang semuanya memiliki tujuan masing-masing yang berbeda, yaitu:
    Pengusaha (eksportir atau importir ) tentu bertujuan untuk melakukan pembayaran
    Bank-Bank pemerintah : menstabilkan mata uangnya
    Para Pelancong : buat shoping ke mal, ragunan dan sebagainya, tentu harus menukarkan uangnya toh,
    nah Para Trader : orang-orang yang memanfaatkan terjadinya fluktuasi harga di pasar uang (bukan faktor utama lho)

    No. 7,, Virual Account tuh bagus, itu merupakan step awal dari Forex, dan setiap yang mau terjun di bisnis ini lebih baik lewat proses ini, tapi itu belum apa-apa, karena pengalaman sesungguhnya ada dalam Real trading, karena sebagian besar orang memliki perbedaan dalam menyikapi uang real dan uang Virtual. percayalah….percayalaahhh

    No. 6,,, Hampir sama dengan no. 8,
    sebelumnya saya ingin mensharekan bahwa Judi itu tidak mutlak berkaitan dengan bentuknya saja, misalnya ARISAN, arisan dalam hal ini bukan judi, tapi yang dipakai adalah sistem judi, karena setiap orang yang berpartisipasi semuanya mengharapkan menang atau terpilih pada saat itu juga
    (kecuali ada beberapa yang berpikiran ga dapet sekarang juga ga apa-apa, mungkin ga?)

    Didalam forex juga tidak terlepas dari persoaalan itu, dan itu tidak lain adalah dari para partsipannya dalam hal ini tradernya, apabila ada orang yang tidak mengerti atau sedikit paham mengenai forex, kemungkinan apa yang dia lakukan, biasanya adalah bermain tebak-tebakan, salah siapa?

    tapi ini juga tidak terlepas dari para trader yang cukup lama bergelut di dunia Forex, hal ini berkaitan dengan mental masing-masing.

    biasanya dibedakan menjadi dua :

    1. mental penjudi
    2. mental Pedagang

    Dua mental ini sangat bertolak belakan, mental penjudi biasanya sekali berarti setelah itu mati dalam artian dia biasanya mengharapkan untung besar dengan menggunakan lot yang berlebihan, dan biasanya modalnya cepat habis.. (bad example)

    sedangkan mental pedagang, biasanya adalah orang-orang yang sudah paham teori, dan ketika bertransaksi tahu apakah harga akan melemah atau menguat atau setidak-tidaknya punya strategi IF yang baik, dan sangat bijak dalam menggunakan lot, dan berusaha untuk mempertahankan modal selama mungkin bahkan kalo bisa selamanya, namanya juga pedagang.

    mereka sudah teruji persistensinya dan tidak asal dalam bertransaksi, bahkan hanya masuk pada harga yang dianggap pantas. inilah yang disebut trader sejati.

    kalo yang lainnya terserah mau kamu anggep penjudi kek tokek kekkk..

    NB: Thanks
    # Ahmad Lanang on July 22, 2010 8:43 pm

    tambahan:

    Saya bukan tipe “KIROLOGI”

    tapi lebih kepada penganut “TEBAKISME”, asal jangan “Ngarangisme”

    Klo saya baca mengenai investasi, khususnya bukunya
    Pak de Robert T. Kyosaki. disitu dijelaskan bahwa Investasi-investasi yang menguntungkan hanya diperuntukkan bagi orang kaya, so semakin kaya anda semakin banyak kesempatan terbuka lebar untuk menambah pundi-pundi kekayaan, forex merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki Profit sangat tinggi.
    Di Amerika, ada aturan yang membatasi orang-orang yang bergaji rendah untuk ikutan investasi-investasi seperti ini, tujuannya yah melindungi dari resiko yang ada sekaligus menutup jalan bagi mereka untuk bisa lebih kaya. karena klo salah kontrak normal dari Forex adalah minimal 10.000 dollar.

    Di Indonesia hampir sama, karena pada perusahaan lokal, mereka mematok minimal 30 juta, bahkan sekarang sudah banyak yang 60 juta, sehingga wajar kalo ini hanya untuk orang yang berduit saja, kalo petani, mereka harus jual sawah baru bisa ikut transaksi, klo profit alhamdulillah tapi kalo enggak, bisa gantung diri ma keluarganya tuh, tapi tidak bagi orang berduit.

    Sekarang banyak bermunculan broker-broker dari luar sejak tahun 2006, dengan Leverage yang mencapai 1000, sekarang orang bisa bertransaksi dengan 1 dollar bahkan ada yang gratis + bonus 5 dollar, waaaaww.

    jadi wajar sekali apabila ada yang belum tahu mengenai apa itu forex, padahal pasar uang itu sendiri sudah berlangsung selama lebih dari puluhan tahun yang lalu, karena pada tujuan awalnya hanya untuk kalangan tertentu, khususnya yang berduit,
    Sangat Wajar Pula Apabila mas Genghis Khun, menganggap itu judi, bagi saya itu lebih baik (mendingan), karena ditempat saya lebih mudah menjelaskannya sebagai sesuatu yang bersifat “ngepet” atau malah bersifat mistik, maklum pengetahuan tingkat tinggi, masih banyak di Indonesia yang belum siap menerima kenyataan kalau ada investasi yang bisa menghasilkan keuntungan yang begitu luar biasa…

    dengan catatan !!!!!!!, belajar dulu yang tekun,

    klo ga, mendingn jualan bakso aja deh

    heeeee.heeeeeeee

    =================================================
    Genghis Khun:
    11. Mekanisme Money Changer dengan Forex Online itu beda jauh pak.
    Money Changer: Beli dollar, TIDAK HARUS dijual lagi
    Forex online: Beli dollar, HARUS dijual lagi
    bedanya mencolok sekali, antara HARUS dengan TIDAK HARUS.

    10. Anda perhatikan waktu Open, harga JELAS, tapi waktu klik Close, harga tidak Fixed. Seandainya nilai terfiksasi, meskipun koneksi internetnya lelet ya tetep aman…

    9. Free swap/ bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui. Karena dalam Forex ada 2 transaksi:
    - Open dengan nilai jelas (ini wajar)
    - Pemaksaan Close dgn nilai yg belum diketahui (tidak wajar).
    Ini aneh, padahal sistem money changer sebelumnya tidak ada pemaksaan utk Close.

    8. Kalau analogi anda memakai asinnya garam, maka untuk menentukan sesuatu itu Judi (=asin), maka kita harus terjun dulu ke perjudian (= makan garam) gitu pak?

    ‘Perbedaan kita’ yg anda sebutkan juga kurang pas:
    8.1. Free swap/ bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui. Karena dalam Forex ada 2 transaksi:
    - Open dengan nilai jelas (ini wajar)
    - Pemaksaan Close dgn nilai yg belum jelas (tidak wajar alias Judi).

    8.2. Analogi bola juga kurang pas lagi, kekalahan belanda atas Spanyol itu seperti halnya naiknya dollar thd Euro. Tapi di KEDUA ajang tsb kita bisa membalikkan taruhan dari posisi minus ke untung, contoh bertaruh 10rb dg A mendukung Belanda (Dollar), lalu beberapa saat kemudian bertaruh 20 ribu dgn B utk mendukung Spanyol (Euro).

    8.3. (Beda Forex dgn Judi), dalam forex “cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan” artinya tidak perlu mengharapkan keuntungan? ini alasan terlucu.
    Mari saya perbaiki kalimat anda semoga berkenan:
    “yang menggerakan (fluktuasi.red) pasar uang adalah para eksportir…dst…ragunan dsb, nah ada Para Trader yg hanya mencari selisih harga beli atau jual via Money Changer, sebagian lagi memperjudikannya via Forex online.” gimana sepakat pak?

    7. Perbedaan dalam menyikapi uang real dan uang Virtual itu hanyalah rasa was-was dan deg-degan. Mungkin ada tambahan lagi?

    6. arisan memakai ‘sistem judi, karena setiap orang yang berpartisipasi semuanya mengharapkan menang atau terpilih pada saat itu juga’
    Waduh, bagi yg sudah terpilih ya sdh gak ada harapan lagi pak..
    Lalu ‘yang berpikiran ga dapet saat itu pun’ bisa terjadi.
    Mari saya bantu:
    - Arisan bukan judi karena nilai yang akan diterima itu jelas, lalu transaksi. Ini tidak ada yg dirugikan.
    - Dalam Judi, transaksi dilakukan lebih dulu (padahal nilainya belum jelas). ini ada yg dirugikan.
    Nah, terlihat kalo Forex memenuhi syarat Judi…
    Mungkin masih ada koreksi pak?

    kemudian anda lupa 1 mental lagi yaitu gabungan keduanya; ‘mental pejudi+Pedagang’. Misal pemilik Casino, ‘biasanya adalah orang-orang yang sudah paham teori, dan ketika bertransaksi tahu apakah harga akan melemah atau menguat atau setidak-tidaknya punya strategi dan sangat bijak, dan berusaha untuk mempertahankan modal selama mungkin bahkan kalo bisa selamanya, namanya juga pedagang+pejudi. mereka sudah teruji persistensinya dan tidak asal dalam bertransaksi, bahkan hanya masuk pada harga yang dianggap pantas. inilah yang disebut pedagang+pejudi sejati’.

    Btw, Apa yang anda paparkan tentang INVESTASI saya sangat setuju, dalam artian melalui mekanisme jual beli yang wajar, yaitu Money Changer. Jadi kalau mau membantu orang, mari kita bantu investasi melalui Money Changer. Kemudian kita jelaskan celah bahayanya bila melalui Forex online. gitu khan bos? :)

  9. Ahmad Lanang says:

    Sip kalo gitu bung Genghis Kun, Ane setuju, kalo Forex dibilang “Berbahaya”, mirip falsafah pedang gitu lah, kalo ga ngerti makenya bisa membahayakan diri sendiri,Wusss… Wuss… Waspadalah-waspadalah.

    Money Changer prospeknya masih bgs, khususnya daerah kalimantan ntu yg berbatasan dgn malaysia.

    Ternyata Bung Genghis kun memang pakarnya, Pakar Judi, maksudnya teori-teori judi dah ngelotok bgt, ane malah ga kepikiran, seperti anda bilang : (“contoh bertaruh 10rb dg A mendukung Belanda (Dollar), lalu beberapa saat kemudian bertaruh 20 ribu dgn B utk mendukung Spanyol (Euro).”), tapi maaf nih ga bakal ane contoh tuh teori kya gitu dalam forex, itu sih strategi konyol, saya ga berbakat dalam judi, jadi kalo main tebak-tebakan kya gitu yang dipake, saya mending nyerah.

    oh iya ga da yang maksa kok, klo tiap open posisi harus diclosed, Bung Genghis Kun buka terus juga ga apa-apa, ane jamin ga ada yg marahin, apalagi ditangkep polisi, yah paling juga dua kemungkinan : profit atau lose.

    cuma yang perlu ditanyain, ngapain kamu Transaksi, mau iseng doang atau apa, kalo ga mau di closed yah jangan open dong, kalo ga mau mengakhiri yah jangan mulai dong, klo ga mau jualan yah jangan beli barang dagangan dong. beli yang dikonsumsi aja, kya tempe, bakso dsb, Indonesia rata-rata kan mental Konsumtif, tahunya cuma konsumsi doang, cuma sedikit yg bermental menghasilkan, tahunya cuma musuhin orang, menjatuhkan, jarang yang saling bangkit membantu, beda pendapat disingkirkan, dianggap pasti salah.

    Saya tdk menyalahkan pendapat Bung Genghis Kun, Saya yakin 99,99 % itu pasti benar kok, ( benar untuk dirimu sendiri, saat ini dan sesuai kondisimu dan pengetahuanmu, pengalamanmu dan Ustad atau gurumu) tapi apa pasti benar untuk yang lain???????

    Klo pendapat Saya Pasti Salah 100 %, setidaknya bagi Bung Genhis Khun, dan tentu saja saya juga tidak yakin sampai 100 %, bisa jadi saya salah juga kok, tapi setidaknya saya sudah melakukan usaha:
    1. Berusaha Mendalami apa itu mahluk yang namanya forex.
    2. Dari Hasil Pendalaman saya, Saya konsultasikan dengan Ustad saya, segamblang-gamblangya tanpa ada yang ditutupi ( dan hasilnya HALAL ).bagi saya lho !!!

    3. Sampai saat ini masih obyektif kok, saya menerima pandangan Bung Genghis Khun, tapi beribu maaf dari awal pandangan kita tentang logika transaksi forexnya aja beda, maaaf saya orang bodoh sih, ga bisa mengetahui sesuatu kalo ga belajar, mengalami dan Masuk.

    Kalo Bung Genghis Khun, contoh manusia langka yang memiliki kelebihan (Genius), cukup sampai depan pintu Forex aja, dah langsung tahu Luar dalamnya Forexnya, cukup dengan waktu sebentar saja, sedangkan saya butuh bertahun-tahun, maklum ga pinter seperti Anda.

    Maksudnya Asin yang tadi, mungkin saya koreksi, karena sepertinya Anda lebih tahu tentang Forex dengan cukup ampe Virtual aja, buktinya anda sangat tahu kalaupun keadaan pake Real Money, sepertinya orang yang mau transaksi forex harus belajar pada anda (psikologinya) “serius lho”, soalnya byk temen saya gagal sih (butuh adaptasi yang ga sebentar dari Virtual ke Real)

    mengutip Genhis Khun:…(((((kalau analogi anda memakai asinnya garam, maka untuk menentukan sesuatu itu Judi (=asin), maka kita harus terjun dulu ke perjudian (= makan garam) gitu pak?)))))

    Wah..wah.. “ilmu kirologinya” keluar tuh, mengira orang lain sama dengan anda tuh, saya tekankan pak, saya ga suka berjudi,, itu Dosa.

    Sebelum saya terjun juga, saya sudah konsultasikan dengan Ustad, bahkan pada tingkatan Zakatnya. (percaya ga percaya) jadi dari awal pandangan kita dah beda lho, bagi anda dan mungkin orang lain ini JUDI,, sedangkan bagi saya mungkin TIDAK JUDI (tidak berlaku bagi orang lain, cari sendiri ke ustad masing-masing, takut beda seperti Bung Genghis Khun, yang mungkin punya Huruf dan Kitabnya sendiri).

    Di tulisan saya sebelumnya saya mencantumkan pandangan Ustad Saya juga lho (jadi bukan semua pendapat pribadi saya), tapi seperti yang saya duga Bung Genghis Khun tolak semua…… maaf tidak bermaskud pake ilmu “Kirologi” menebak karekter anda, (tapi keseringan ketemu tipe-tipe orang alim baru, yang benar kelompoknya saja, yang lain pasti salah ),bukan Bung Genghis Kun loh, jangan kesinggung yah, saya ketemu di negeri seberang kok , sekali lagi Bukan Bung Genghis Khun

    Klo ketemu tipe kya gitu saya biasanya memilih diem. percuma ampe berbusa juga, dianggep bodoh bener kita orang (memang bodoh sih heheeehe). tapi alhamdulillah, kan biar seru mirip PELANGI, berwarna-warni (hidup lebih hidup, betul ga?)
    Masa semuanya sama, nanti bertentangan dengan Sunatullah dong.

    tapi jangan salah kira yah, saya seneng kok ketemu dengan “Orang-orang Alim” seperti itu, (biasanya jadi jamaah terus shalatnya), bahkan dengan orang non muslim sekalipun, saya senang apalagi yang perilakunya baik.

    Jadi :: Bagi Anda Forex itu Judi, ya silahkan, karena sekali lagi itu pasti 100% benar (untuk anda sendiri, kondisi dangan pengetahuanmu sendiri).

    Saya ga mungkin menyamakan dengan anda, karena pengalaman dan kondisi serta rujukan kita berbeda, Saya masih percaya dengan Ustad Saya, karena beliau sering memberitahu apa yang menjadi bidang dan keahliannya saja.

    Ibarat Saya Kambing dan Anda Kerbau, ga mungkin kan menyuruh Kambing seperti kerbau, atau sebaliknya. ( masalah Kambing dan Kerbau, nanti jangan dibahas Yah, nanti Sapinya kesinggung, ga disebut. Heee.heeee)

    Tapi saya bisa jamin, saya tidak akan menyalahkan pendapat anda, malah bahkan siap menjalin silaturahmi dengan anda. (peaceeee )

    kan ga lucu kalo di dunia ini semuanya Kerbau, nanti ga ada yang jual Sate Kambing Lagi dong.

    NB : Sedikit Saran….. lain kali apabila ingin membahas sesuatu yang ujungya adalah Justifikasi, usahakan anda tahu tuh barang, biar tidak meragukan, tapi yang halal-hala bagi anda saja deh biar bisa mendalami. heheee… hee…. (peace kawan)

    Pendapat pribadi dari saya :

    — Saya punya anggapan kalau seuatu yang diharamkan itu pasti memiliki efek negatif yang besar bagi manusia,walaupun mungkin sedikt menyenangkan. entah itu narkoba, Zina, minuman keras, Judi dan kawan-kawannya.

    — Jadi berpegang pada asas Maslahat dan Mudharatnya (Kebaikan dan keburukannya), bagi saya Maslahat dari Forex lebih besar dari Mudharatnya, bisa membantu saya, membantu teman-teman saya, dan tentunya keluarga saya.

    — Mungkin Anda yang jenius pun tidak tahu, kalau sebenarnya ilmu forex, saham dan sejenisnya diajarkan hampir diseluruh fakultas ekonomi entah baik di S1 dan S2 nya, bahkan di di D3 ekonomi UGM sudah langsung praktek, diUPN ada pojok bursa, di STIE YKPN praktek turun langsung kepasar dengan real money tentunya. dll.

    —- kalau anda tetap konsisten dengan Forex itu Judi , Maka saya harap anda tidak usah menguliahkan anak anda di Universitas atau sekolah tinggi yang ada jurusan ekonominya. (pasti dong, memegang keyakinan harus dipegang erat-erat)

    —- dan tentu saja Forex, Index Saham, Komoditi itu adalah bersaudara, mirip dan sama cara kerjanya, hanya berbeda karakternya. So hati-hati kalau istri anda beli emas, pastikan itu pernah ditransaksikan sebagai di komoditi apa enggak (bekas dipake judi ap enggak?)

    Ruwet kan??? jangan-jangan anda memakai uang, baju, dan bahan bangunan rumah anda semuanya pernah ditransaksikan di Forex, di Indeks (mungkin perusaahaan pembuat baju berbentuk P.T. jadi so pasti pake saham toh, dan komoditas,mungkin besi atau alumunium atau bahan bangunan yang dipake dirumah anda, pernah ditransaksikan di komoditi.

    atau yang lebih parah, mungkin anda makan tempe, yang tentu saja kedelainya hasil import dari luar, dan kedelai salah satu jenis yang di transaksikan di Komoditi.

    inget sekali lagi Forek Indeks Saham, Komoditi, itu mirip buanget…..,

    atau kendaraan, barang-barng elektronik itu yang anda pake itu dibuat oleh perusahaan, yang berbentuk Perseroan Terbatas, dan ada dalam bursa IHSG,,, bakar aja bos (hee…heeee)

    selamat was…was…

    Heeee.heee…., ga usah takut tenang aja , soal makanan mending tanam sendiri aja, atau dari lokal aja tapi harus dipastikan pupuknya jangan dari Perusahaan yang berbentuk P.T. khususnya yang tergabung dalam IHSG, anda bisa lihat list daftarnya di Koran Kompas.

    -Untuk Pakaian, mending nanem kapas aja, terus beli mesin pemintalnya, tapi inget juga, mesinya harus tradisional , takut kalo buatan pabrik yang berbentuk P.T. tadi

    - Untuk kendaraan, cari sepeda goes merek lokal, inget liat onderdilnya, jangan ampe diproduksi oleh Perusahaan berbentuk P.T. lagi

    -Untuk Elektronik, nyerah aja deh, dah nyari produk china aja yang home industri, tapi pastikan importirnya berbentuk P. T. ga?

    - untuk Hand Phone juga sama, jangan noki, sony ericcson, motorola dlll, dah pake surat aja, Telpon rumah, jangan operator yang Berbentuk P.T., wah ribet, dah sekalian bikin operator sendiri, pake surat lewat pos, itu ada P.T. Pos

    – untuk Bank, rata -rata Bank main Valas (Forex)mengharapkan untung juga Loh , pake aja Syariah, tapi apa iyah ga berkaitan dengan Pasar Uang,,
    atau jangan-jangan uang yang anda pegang pernah ditransaksikan di Forex (masalah Bank ane ga ngerti, bisa iya bisa enggak, cek sendiri aja bos, biar tenang)

    — Untuk Bahan Bangunan Rumah atau Masjid, perlu ditelusuri tuh besi, alumunium, tmbaga dan lain-lain, termasuk MIC, TAPE, pengeras suara dll. dari mana, dari Lokal apa luar negri, dariperusahaan berbentuk P.T. atau bukan, dan yang paling penting pernah ditransaksikan di komoditi apa enggak.

    Ok….. sekian dulu, saya selalu siap membantu semampu saya … salam hangat Bung Genghis Khun

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terima kasih atas pidato panjang lebarnya.
    Lha wong sudah saya tekankan kemarin bahwa saya nggak mbahas BARANG-nya, tapi MEKANISME jual belinya, lha kok malah nggrambyang kesana kemari, dari saham sampe tempe.
    Trus point-poinnya pada ilang padahal yang minta anda sendiri, tapi gak papa deh saya ringkas aja.

    Dari kemarin juga selalu bilang ‘gak belajar, mendalami dan masuk’ tapi pertanyaan saya gak dijawab juga;
    1. Apakah untuk tahu sesuatu itu judi dan maksiat kita harus masuk dulu ke dalamnya?
    ini mbok dijawab dulu bro…
    2. Trus gimana nih PRINSIP anda untuk nentuin sesuatu itu judi/ bukan?
    ndak usah berbelit-belit dan bawa-bawa ustad lagi yak… :)
    peace..

  10. Ahmad Lanang says:

    wah….wahhh, dibaca yg jelas dulu deh, payah neh, memang simple minded bgt. dah jualan ketoprak aja, tinggal ngulek, beres, sip toh

    =================================================
    Genghis Khun:
    Sya sdh baca dua kali kawan, masih kurang?
    Langsung saja kok sulit bangget yah? :)
    1. Apakah untuk tahu sesuatu itu judi dan maksiat kita harus masuk dulu ke dalamnya?
    ini mbok dijawab dulu bro…
    2. Trus gimana nih PRINSIP anda untuk nentuin sesuatu itu judi/ bukan?
    ndak usah berbelit-belit dan bawa-bawa ustad lagi yak… :)
    peace..

  11. Ahmad Lanang says:

    masalah mekanisme dah dibahas ma yang sebelum-sebelumnya, dari mulai teori, ma prakteknya, buat apa di ulang lagi, lah kamu aja ga ngerti konsep micro dan makronya, cuma bisa ngeliat dari salah satu sudut kecil mekanismenya aja.
    Situkan membahas trader Forex, memang Trader Forex Ga Transaksi Indek Saham, dan Komoditinya?

    sok tahu, sih sok tahu, tapi jangan kelewatan dong. dah berbaik hati, sedikit menjelaskan secara makro. pake ga dibaca.

    Please dibaca dengan seksama, situ terlalu menyepelekan pendapat orang banget, sampai-sampai jawabanya ga dibaca, tu dah ada semua, memang panjang, coba klo situ dah ngerti bener hubungan forex, Indeks, Komoditi, pasti mikir-mikir, Justifikasi Judinya. kan enak.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Sekali lagi buat pak ayi lanang yang baik hati;
    1. Apakah untuk tahu sesuatu itu judi dan maksiat kita harus masuk dulu ke dalamnya?
    ini mbok dijawab dulu bro…
    2. Trus gimana nih PRINSIP anda untuk nentuin sesuatu itu judi/ bukan?
    ndak usah berbelit-belit dan bawa-bawa ustad lagi yak… :)
    peace..

  12. Ahmad Lanang says:

    OK deh Pak Genghis Khun, saya sekarang Insya Allah ngerti. Maaf salah saya yg ga ngerti,
    sekali lagi saya pake “ilmu Kirologi”. sepertinya
    (Yang anda butuhkan bukan jawaban saya, tapi pembenaran atas pendapat anda)

    tp ga apa-apa saya ulang pak yah:

    1. point pertama, yang menganggap itu judi kan Anda, atas hasil investigasi yang anda lakukan, lah sedangkan hasil investigasi saya kan itu bukan Judi, setelah bertanya kesana kemari, wah bingung juga kalo ga nyebut Ustad saya, masa nanya ke orang lewat.
    kenapa saya harus ngikut anda menganggap itu Judi? lah say saja meragukan pengetahuan anda tentang forex, dan terbukti memang anda seorang newbie (pemula)

    2. Saya punya anggapan kalau seuatu yang diharamkan itu pasti memiliki efek negatif yang besar bagi manusia,walaupun mungkin sedikt menyenangkan. entah itu narkoba, Zina, minuman keras, Judi dan kawan-kawannya.

    — Jadi berpegang pada asas Maslahat dan Mudharatnya (Kebaikan dan keburukannya), bagi saya Maslahat dari Forex lebih besar dari Mudharatnya, bisa membantu saya, membantu teman-teman saya, dan tentunya keluarga saya.

    nah sekarang coba sebutin asas mudharatnya apa aja, lebih besar mana dengan Manfaatnya?

    tentu anda harus tahu dengan orang-orang yang punya keahlian forex, bukan yang cuma ikut-ikutan doang, berapa banyak yang anda kenal, anda ajak bicara?

    —– yang terakhir dan paling penting kenapa sebagian besar universitas dan banyak perguruan tinggi lain, malah memberikan pengajaran dan bahkan praktek Forex, Indekx dan komoditi seperti UGM, UPN, STIE YKPN ,UII Dll?

    — Ilmu Kirologi, mungkin sebagian besar universitas dan sekolah tinggi itu goblok kali yah….

    buktinya mereka ga sama pendapatnya dengan anda yang serba pintar.

    NB: Salah satu yang memperkenalakn dari D3 Ekonomi UGM.

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Lalu apa ‘hasil investigasi’ anda yang membedakan antara Forex online dengan Judi pak?
    Mari kita sharing di sini :)

    2. Asas Maslahat dan Mudharatnya?
    Pemilik Kasino dan pelacuran tentu saja atas dasar pertimbangan azas ini.
    Bila dikelola dengan baik maslahatnya lebih besar dari keburukannya;
    Bisa membantu diri, teman-teman, dan tentunya keluarga.
    Apalagi bila dilokalisir, pasti pendapatan daerah akan lebih tinggi.
    Berita Gatra minggu kemarin:
    PM singapura pernah memohon agar Batam tidak dibangun Casino, karena ditakutkan banyak orang singapura yang nyebrang ke Batam.
    Arti kasarnya, pajak pendapatan singapura dikhawatirkan akan menurun.

    Jadi maksud anda pertimbangan azas ini lebih didahulukan ketimbang hukum asal maksiatnya?

  13. Ahmad Lanang says:

    Mohon Maaf Banget, agak menyimpang, tapi dari awal kan, saya tidak menyinggung halal dan haramnya, karena saya punya rujukan sendiri, dan Pak Genghis Khun punya Pendapat sendiri. (dan mohon maaf bila bawa-bawa ustad, saya orang bodoh, ga ngerti ilmu agama, jadi otomatis nanya ke guru saya dong)

    Saya hanya mencoba mempertanyakan kompetensi anda dalam membicarakan mengenai Forex?

    kalo setiap orang yang baru bisa virtual trus bergaya seperti anda, saya jadi bingung, kasian yang lain, kecuali anda nulisnya di buku harian, atau papan pengumamn di masjid, it’s ok.

    saya tidak membawa institusi dari manapun, hanya coba pengen tahu, kenapa anda berbuat nekat seperti ini,

    apa cuma ingin bikin kotroversi ,biar blognya laris atau apa, saya tidak tahu.

    yang jelas saya hanya coba sedikit mensharekan sedikit apa yang saya tahu, karena bisa jadi anda salah atau bisa anda benar, bukankah manusia fungsinya saling mengingatkan.

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Lalu apa ‘hasil investigasi’ anda yang membedakan antara Forex online dengan Judi pak?
    Mari kita sharing di sini :)

    2. Asas Maslahat dan Mudharatnya?
    Pemilik Kasino dan pelacuran tentu saja atas dasar pertimbangan azas ini.
    Bila dikelola dengan baik maslahatnya lebih besar dari keburukannya;
    Bisa membantu diri, teman-teman, dan tentunya keluarga.
    Apalagi bila dilokalisir, pasti pendapatan daerah akan lebih tinggi.
    Berita Gatra minggu kemarin:
    PM singapura pernah memohon agar Batam tidak dibangun Casino, karena ditakutkan banyak orang singapura yang nyebrang ke Batam.
    Arti kasarnya, pajak pendapatan singapura dikhawatirkan akan menurun.

    Jadi maksud anda pertimbangan azas ini lebih didahulukan ketimbang hukum asal maksiatnya?

  14. Ahmad Lanang says:

    Maaf Pak, saya ga share masalah hukum agama di forum kya gini, lewat email aja yah, konsekuensinya gede pak.

    Tapi coba jawab dulu ajah pertanyaan saya ini yang ga dijawab:

    —– yang terakhir dan paling penting kenapa sebagian besar universitas dan banyak perguruan tinggi lain, malah memberikan pengajaran dan bahkan praktek Forex, Indekx dan komoditi seperti UGM, UPN, STIE YKPN , Dll?

    keterangan: –itu beneran praktek lho, layaknya trader beneran.

    Wah…wah…. persoalan Maslahat dan Mudharatnya jangan di pelintir dong pak, masa disamain dengan pelacur dan lokalisasi?

    jauhh beneerrr,,,, sekarang siapa yang berani mengatakan pekerjaan pelacur itu Halal????

    orang Muslim mana yang berani?

    Hukumnya dah jelas pak, dan itu bukan dari Mazhab Genghis Khun, atau Ulama Besar Genghis Khun.

    Bikin perumpamaan yang bener dong

    =================================================
    Genghis Khun:
    1.Maaf Pak, saya ga share masalah hukum agama di forum kya gini.
    => Lalu judi dan arisan yg sdh anda singgung2 sebelumnya bukan termasuk masalah agama?

    2. Kenapa sebagian besar universitas dan banyak perguruan tinggi lain, malah memberikan pengajaran dan bahkan praktek Forex, Indekx dan komoditi seperti UGM, UPN, STIE YKPN , Dll?
    => Ini seperti halnya anda bertanya; kenapa Sepak Bola itu diajarkan? lucu sekali. Padahal saya mbahas bahwa ada Permainan sepak bola yang diperjudikan.

    3. Pelintir gimana maksud anda?? Yang memelintir sepertinya malah anda pak.
    Lokalisasi itu ADA dinegara kita ini, ini fakta.
    Tentu atas pertimbangan azas Maslahat dan Mudharat dari pelaku dan pemimpin2 kita…
    Mereka itu bekerja untuk membantu diri, teman-teman, dan tentunya keluarga.

    Pertimbangan azas ini lebih didahulukan ketimbang hukum asal maksiat.
    Jadi, walaupun adanya maslahat lebih besar, belum tentu bukan maksiat.
    jadi, Forex online bila anda sebut maslahatnya lebih besar, itu belum tentu bukan maksiat.
    Artinya azas maslahat dan mudharat yg anda pakai TIDAK BISA digunakan untuk menentukan Forex itu judi/ bukan judi.

  15. Ahmad Lanang says:

    Bukannya apa-apa pak, klo saya cantumkan hadits atau al-quran, nanti dikira main tafsir sendiri,

    nah kalo Pelacuran dari dulu ma sekarang perbuatan atau tindakan yang dilakukannya kan sama,

    jadi dah jelas perbuatannya, hukumnya, mang ada yang baru metodenya?

    Nah kalo Forex, Indeks Saham, Komoditi, mang dijelasin gamblang?

    kan enggak, jadi menyebabkan banyak tafsir, tentu harus bertanya pada ahli tafsir.

    Nah Sekarng Kompetensi Pak Genghis Khun membicarakan Forex itu Apa?
    apalagi hukumnya,
    sudah belajar ilmu tafsir dimana?
    dengan Ulama mana?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Anda bertanya kompetensi?
    Menurut anda orang yang berkompetensi membahas Judi itu gelar minimalnya apa pak?

  16. Ahmad Lanang says:

    tolong jgn karena anda capek, jadi ga fokus gitu dong jawabanya…..
    dibaca seksama, dipahaami, tooolong banget, biar ga misunderstanding… kya diatas….. Pleeease banget

    1. Masalah Arisan itu kan saya cuma bilang sistemnya judi, bukan mengatakan atau mencap Arisan Itu Judi (wah bahaya nih) dan itu dipakai sebagai perumpamaan mengenai bentuk. bukan membahas hukumnya.
    tolong fokus….

    Sedangkan yang anda ingin bicarakan mengenai pengecapan anda forex sebagai judi, dan itu dah termasuk dalam ranah hukumnya (hukum islam) dengan kata lain orang bisa mengikuti itu sebagai sebuah aturan atau setidaknya menganggap itu memang aturannya.

    nah anda menginginkan saya membicarakan hasil investigasi saya di forum ini, nanti kalo diikuti orang, bagaimana? (bisa jadi mereka seperti anda ataupun saya, memiliki rujukan masing-masing)

    saya sudah tegaskan kepada yang lain, tanya kepada guru atau ustad masing-masing dan selidiki dulu forex itu apaan.
    (ini persoalan hukum pak, kok dianggep enteng banget sih)

    2. Ini paling penting kok anda bisa ga paham sih….
    peeeeelan….pee llaan, biar ga saaa lah arti :

    saya membicarakan bahwa Universitas dan sekolah tinggi mengajarkan bahkan mencetak orang -orang atau trader Forex,Index dll. yang menurut anda bahwa apa yang dilakukannya (transaksi forex, indeks, komoditi dsb) di cap judi oleh anda, maka kita bisa katakan bahwa orang yang melakukan apa yang di cap anda sebagai judi adalah “Penjudi”, betul????

    oke kalau sudah paham, saya lanjutkan, dengan kata lain Universitas atau sekolah tinggi itu, mengajarkan Judi (Forex, Indeks, Komoditi) , atau memberikan keterampilan berjudi (bermain forex, Index, Komoditi) kepada mahasiswanya, atau bisa kita katakan mereka mencetak “penjudi”

    saya mengutip anda: (( ni seperti halnya anda bertanya; kenapa Sepak Bola itu diajarkan? lucu sekali. Padahal saya mbahas bahwa ada Permainan sepak bola yang diperjudikan. )),

    sekarang siapa yang lucu?? anda ga nyambung tuhhh, saya maklumi, salah biasa kok.

    Bukan Sepak bolanya yang diajarkan pak, tapi yang diajarkan adalah bagaimana bermain forex, indeks, komoditi dsb. yang anda cap itu sebagai judi, atau bisa anda katakan diajarkan menjadi “Penjudi” (tolong sesuai konteks yah, jangan ngawur, klo ga tahu)

    (itu adalah anda yang mengatakan lho bukan saya, jangan bilang anda cuma ngomong bahwa forex itu judi, kemudian yang melakukan itu bukan!!!)

    3. memang pinter main pelintirannya, tolong pahami yah manusia pintar tapi ga jeli….

    Pelacuran sudah jelas perbuatannya, yaitu : wanita memberikan…….bla…bla, anda ngerti lah, hukumnya pun sudah jelas, jarang terjadi beda pendapat.
    Sedangkan Forex itu masih belum ada aturan yang jelas menyebutkan, Bahwa Forex itu Judi, karena sifatnya baru,,,dan nyata-nyata ada perbedaan pendapat, minimal kita berdua…. itu juga klo anda berkenan menganggap saya sebagai manusia yang boleh memiliki hak berbeda pendapat, tentu saja dengan dasar masing-masing..

    Jadi, anda jangan memperbandingkan dua hal yang tidak sama dong….(minimal hukumnya) sekali lagi kalo anda menggangap saya sebagai manusia yang punya hak untuk berbeda dengan dasar yang dimiliki),
    coba sebutkan hadits atau ayat dari al-qur’an yang scara gamblang menyebutkan bahwa kegiatan forex haram??

    adanya kan yang mirip-mirip, misal emas dengan perak, jadi tentu tergantung siapa yang menafsirkan, mari kita jangan merasa sok pintar untuk menafsirkan. cari ahlinya..

    saya bertanya efek negatif forex, anda malah menjawab dengan pelacuran. gimana sih (fokus), susah banget yah?

    Yang terakhir,
    tolong jangan mis understanding, ketika saya menanyakan kompetensi maka saya sedang bertanya kepada anda mengenai kompetensi dalam bidang Forexnya?
    saya kasih contoh jawaban misalnya : lulusan D 3 Ekonomi UGM, atau Pernah bekerja dalam Bidang perdagangan Futures, atau palin minimal pernah real, bukan bohong-bohongan.

    Sedangkan ketika saya bertanya anda
    - sudah belajar ilmu tafsir dimana?
    - dengan Ulama mana?

    itu bertanya mengenai tindakan anda mengecap Forex Sebagai Judi..

    jadi jangan kya orang goblok dengan berkata :
    (Menurut anda orang yang berkompetensi membahas Judi itu gelar minimalnya apa pak?)

    Pleasse Pak Genghis Khun, saya sudah memuji anda dengan sebutan jenius, jangan sampai membuat jawaban bodoh lagi.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ups Maaf Pak, ketika anda sebut saya gak fokus (padahal menurut saya andalah yg gak fokus),
    saya baru nyadar bahwa mungkin kita ada perbedaan persepsi mengenai istilah forex.
    Jadi mari kita pelan2 mulai samakan persepsi sehingga diskusi terarah, sesuai konteks dan terutama tidak ada yg terlukai. :)
    Kita perbarui lagi point-point (dan jangan lagi dihilangkan ya), biar gak melebar kemana-mana…

    1. Pembahasan mengenai FOREX, mari kita fokuskan pada FOREX ONLINE, yaitu yang terdiri dari:
    - Ada 2 (dua) transaksi (open-close)
    - Leverage
    - Margin Call.
    (Kalau ada FOREX ONLINE dengan model selain 3 syarat di atas mohon diberikan link-nya. karena belum menjadi sorotan saya. Trims..)
    Jadi hindari lagi membahas FOREX sebagai perdagangan antar mata uang secara umum. Karena perdagangan antar mata uang itu suatu keniscayaan dalam hubungan antar negara dan BOLEH (saya ulang: BOLEH, BOLEH, BOLEH.. 100x).
    Sebaiknya kita juga mempelajari Teori Pergerakan antar mata uang dan faktor-faktor yang mempengaruhi. ini saya anjurkan (saya ulang; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)
    untuk diskusi selanjutnya ada ketentuan sbb:
    - FOREX, mengacu pada perdagangan antar mata uang secara umum. Di dalamnya ada money Changer, Forex online dsb.
    - FOREX ONLINE, mengacu pada jenis transaksi Open-close, Leverage dan Margin Call.
    Bisa dimengerti dan disepakati? atau mungkin ada usulan istilah lain agar tidak rancu?

    Nah, sekarang kita bukan lagi membahas apa itu tempe dan proses pembuatannya, tetapi pada waktu JUAL BELI tempe-nya. Bukan lagi mbahas aturan main sepak bola serta analisa kalah menangnya, tapi mbahas waktu beli karcisnya, untuk menonton saja atau + taruhan. Semoga bisa dimengerti…

    2. Fatwa MUI mengenai Forex atau Pertukaran antar Mata Uang asing secara umum, tidak mempermasalahkan apa itu Forex beserta teori pergerakan mata uangnya. Yang menjadi sorotan MUI adalah JENIS TRANSAKSI yang dilakukan. Silahkan baca sendiri di:
    http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&pg=2

    Ringkasnya: Ada Transaksi Forex yang BOLEH dan yang DILARANG. Sepakat dengan MUI pak?
    Mengenai hal ini saya ikut MUI, mungkin anda (dan ustad anda) punya pendapat lain bahwa SEMUA transaksi Forex itu BOLEH? mari kita sharing di sini…

    3. Sehubungan dengan nomer 1 dan 2, menjadi sorotan saya: apakah FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang BOLEH atau yang DILARANG?
    Artikel saya (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa) berkesimpulan bahwa FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang DILARANG, karena FOREX ONLINE melakukan transaksi CLOSE pada saat kurs belum diketahui.
    Ketika anda klik OPEN, itu artinya anda juga bertransaksi untuk CLOSE. Jadi anda harus close. HARUS.
    Bolehkah tidak di Close lalu kita minta uang hasil transaksi OPEN? TIDAK BISA.
    (langsung diluruskan kalo pemahaman ini salah ya pak, ndak perlu nyuruh-nyuruh belajar lagi :) )
    MUI :
    “Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.”
    FOREX ONLINE, transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.

    Nah, mari kita kampanye MONEY CHANGER ONLINE pak. Insya Allah jenis transaksinya lebih berkah, toh maslahatnya bagi anda sama saja khan.
    Biar FOREX ONLINE gak makin merajalela dan memakan korban. Ini saya anjurkan (ulangi; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)

    Anda boleh tidak setuju dengan kesimpulan ini, tapi jangan lantas melebar ke teori Forex dan Pergerakan Mata uang lagi. Gak nyambung…
    Semoga ini bisa dimengerti..

    4. Kalau anda sebut bahwa Universitas mengajarkan Forex, maka yang saya pahami adalah siswanya diajarkan praktek SEMUA jenis transaksi, baik yang dibolehkan maupun yang dilarang oleh MUI. Apa benar? Isu ini sensitif, anda harus menjelaskan lebih lanjut praktek jenis transaksi tersebut yang mana? SEMUA jenis transaksi atau tidak?

    5. FOREX ONLINE tidak ada di kitab suci, seperti halnya anda cari-cari SDSB, Jackpot, lempar dadu….juga gak ada di kitab suci. Nyatanya SDSB, jackpot itu judi.
    Maslahat SDSB itu banyak lho pak, namanya aja Sumbangan Dana Sosial.
    Dengan adanya dana yang terkumpul dipusat memudahkan untuk pembangunan dan kegiatan sosial.
    seperti yg saya sebut kemarin, berita Gatra (edisi 35 th XVI) mengupas rencana Lokalisasi Pusat Perjudian di Indonesia dengan alasan maslahat lebih besar bila dikontrol oleh pemerintah. Daripada dikelola segelintir orang.
    Tapi ingat, alasan maslahat belum tentu BUKAN MAKSIAT.
    Nah, kalo FOREX ONLINE anda sebut maslahatnya besar, itu belum tentu BUKAN MAKSIAT (alias BUKAN JUDI).

    Jadi mari kita sepakati bahwa faktor maslahat tidak bisa digunakan untuk menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan Judi. MUI telah menggunakan istilah maisir (spekulasi) dalam hal ini.
    Dan FOREX ONLINE mengandung unsur maisir saat transaksi CLOSE, karena transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.
    Anda boleh nggak setuju, silahkan sharing maisir sesuai pemahaman anda?

    Marilah kita diskusi dengan tenang dan saling menghormati. Dibaca pelan-pelan dan dipahami. ndak perlulah ada sebutan jenius atau bodoh. Jabat tangan dulu yak :)
    Oiya, ada 5 point untuk disepakati dulu dan jangan dihilangkan lagi…
    Satu persatu kita sepakati baru nambah point boleh…

    ===Ingat…ingat…FOREX berbeda dengan FOREX ONLINE===

    Trims..

  17. Ahmad Lanang says:

    Kalo ga bisa jawab, cukup dengan bilang “tidak tahu”, atau yah bilang “ah itu sih terserah anda”..

    yang penting jangan memberi jawaban Ngawur, atau tidak sesuai kontek,.
    tolong pahami, kalo butuh waktu seminggu juga ga apa-apa, ga dimarahin kok Genghis Khun..

    Yang terpenting Jawabannya Ga NGawur.

    Terima kasih, salam hangat selalu

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ups Maaf Pak, ketika anda sebut saya gak fokus (padahal menurut saya andalah yg gak fokus),
    saya baru nyadar bahwa mungkin kita ada perbedaan persepsi mengenai istilah forex.
    Jadi mari kita pelan2 mulai samakan persepsi sehingga diskusi terarah, sesuai konteks dan terutama tidak ada yg terlukai. :)
    Kita perbarui lagi point-point (dan jangan lagi dihilangkan ya), biar gak melebar kemana-mana…

    1. Pembahasan mengenai FOREX, mari kita fokuskan pada FOREX ONLINE, yaitu yang terdiri dari:
    - Ada 2 (dua) transaksi (open-close)
    - Leverage
    - Margin Call.
    (Kalau ada FOREX ONLINE dengan model selain 3 syarat di atas mohon diberikan link-nya. karena belum menjadi sorotan saya. Trims..)
    Jadi hindari lagi membahas FOREX sebagai perdagangan antar mata uang secara umum. Karena perdagangan antar mata uang itu suatu keniscayaan dalam hubungan antar negara dan BOLEH (saya ulang: BOLEH, BOLEH, BOLEH.. 100x).
    Sebaiknya kita juga mempelajari Teori Pergerakan antar mata uang dan faktor-faktor yang mempengaruhi. ini saya anjurkan (saya ulang; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)
    untuk diskusi selanjutnya ada ketentuan sbb:
    - FOREX, mengacu pada perdagangan antar mata uang secara umum. Di dalamnya ada money Changer, Forex online dsb.
    - FOREX ONLINE, mengacu pada jenis transaksi Open-close, Leverage dan Margin Call.
    Bisa dimengerti dan disepakati? atau mungkin ada usulan istilah lain agar tidak rancu?

    Nah, sekarang kita bukan lagi membahas apa itu tempe dan proses pembuatannya, tetapi pada waktu JUAL BELI tempe-nya. Bukan lagi mbahas aturan main sepak bola serta analisa kalah menangnya, tapi mbahas waktu beli karcisnya, untuk menonton saja atau + taruhan. Semoga bisa dimengerti…

    2. Fatwa MUI mengenai Forex atau Pertukaran antar Mata Uang asing secara umum, tidak mempermasalahkan apa itu Forex beserta teori pergerakan mata uangnya. Yang menjadi sorotan MUI adalah JENIS TRANSAKSI yang dilakukan. Silahkan baca sendiri di:
    http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&pg=2

    Ringkasnya: Ada Transaksi Forex yang BOLEH dan yang DILARANG. Sepakat dengan MUI pak?
    Mengenai hal ini saya ikut MUI, mungkin anda (dan ustad anda) punya pendapat lain bahwa SEMUA transaksi Forex itu BOLEH? mari kita sharing di sini…

    3. Sehubungan dengan nomer 1 dan 2, menjadi sorotan saya: apakah FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang BOLEH atau yang DILARANG?
    Artikel saya (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa) berkesimpulan bahwa FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang DILARANG, karena FOREX ONLINE melakukan transaksi CLOSE pada saat kurs belum diketahui.
    Ketika anda klik OPEN, itu artinya anda juga bertransaksi untuk CLOSE. Jadi anda harus close. HARUS.
    Bolehkah tidak di Close lalu kita minta uang hasil transaksi OPEN? TIDAK BISA.
    (langsung diluruskan kalo pemahaman ini salah ya pak, ndak perlu nyuruh-nyuruh belajar lagi :) )
    MUI :
    “Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.”
    FOREX ONLINE, transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.

    Nah, mari kita kampanye MONEY CHANGER ONLINE pak. Insya Allah jenis transaksinya lebih berkah, toh maslahatnya bagi anda sama saja khan.
    Biar FOREX ONLINE gak makin merajalela dan memakan korban. Ini saya anjurkan (ulangi; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)

    Anda boleh tidak setuju dengan kesimpulan ini, tapi jangan lantas melebar ke teori Forex dan Pergerakan Mata uang lagi. Gak nyambung…
    Semoga ini bisa dimengerti..

    4. Kalau anda sebut bahwa Universitas mengajarkan Forex, maka yang saya pahami adalah siswanya diajarkan praktek SEMUA jenis transaksi, baik yang dibolehkan maupun yang dilarang oleh MUI. Apa benar? Isu ini sensitif, anda harus menjelaskan lebih lanjut praktek jenis transaksi tersebut yang mana? SEMUA jenis transaksi atau tidak?

    5. FOREX ONLINE tidak ada di kitab suci, seperti halnya anda cari-cari SDSB, Jackpot, lempar dadu….juga gak ada di kitab suci. Nyatanya SDSB, jackpot itu judi.
    Maslahat SDSB itu banyak lho pak, namanya aja Sumbangan Dana Sosial.
    Dengan adanya dana yang terkumpul dipusat memudahkan untuk pembangunan dan kegiatan sosial.
    seperti yg saya sebut kemarin, berita Gatra (edisi 35 th XVI) mengupas rencana Lokalisasi Pusat Perjudian di Indonesia dengan alasan maslahat lebih besar bila dikontrol oleh pemerintah. Daripada dikelola segelintir orang.
    Tapi ingat, alasan maslahat belum tentu BUKAN MAKSIAT.
    Nah, kalo FOREX ONLINE anda sebut maslahatnya besar, itu belum tentu BUKAN MAKSIAT (alias BUKAN JUDI).

    Jadi mari kita sepakati bahwa faktor maslahat tidak bisa digunakan untuk menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan Judi. MUI telah menggunakan istilah maisir (spekulasi) dalam hal ini.
    Dan FOREX ONLINE mengandung unsur maisir saat transaksi CLOSE, karena transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.
    Anda boleh nggak setuju, silahkan sharing maisir sesuai pemahaman anda?

    Marilah kita diskusi dengan tenang dan saling menghormati. Dibaca pelan-pelan dan dipahami. ndak perlulah ada sebutan jenius atau bodoh. Jabat tangan dulu yak :)
    Oiya, ada 5 point untuk disepakati dulu dan jangan dihilangkan lagi…
    Satu persatu kita sepakati baru nambah point boleh…

    ===Ingat…ingat…FOREX berbeda dengan FOREX ONLINE===

    Trims..

  18. Ahmad Lanang says:

    hahahaha…..hahahha……,

    Maaf ,,,,,,

    Pak Genghis Khun, untuk penyebutan yang kurang pantasnya,,, (mohon dimaafkan yah) mudah-mudahan ga kejadian lagi.

    saya khilaf dan malah terjebak dengan kata -kata sendiri, untuk tidak mengkambingkan kerbau atau membuat kerbau seperti kambing…., ( dengan berusaha memaksakan cara berpikir saya, ke pada Bapak Genghis Khun )…

    Betul Sekali yang Pak Genghis Khun katakan, bahwa terjadi Perbedaan Pandangan dan Pemahaman tentang satu Makhluk yang namanya “Forex” itu….

    Dan itu sebenarnya yang dari awal jadi “Inti Persoalan”, saya dari awal memang tidak ingin dan masuk keranah Halal-Haramnya, karena saya ragu apa yang saya tahu tentang forex tidak sama dengan apa yang anda tahu…

    ( HANYA PERBEDAAN JARAK PANDANG )

    Karena kalau saya berbicara tentang apel, maka saya juga berbicara tentang pohonnya, siapa yang menanamnya, dan bahkan dijual di Pasar mana, Bagaimana Efeknya Kalo Apel tidak ada di pasaran dst…

    Kalau anda membicarakan Forex, tentu dari awal kita membicarakan yang online ….

    maka anda tidak bisa lepaskan dari Indeks Saham, dan Komoditi (karena memang cara transaksinya sama persis (ibarat mahluk, itu seperti adik kakak)

    mekanisme jual belinya pun sama kok dengan Forex,(buy/sell dan harus diclosed nantinya) (silahhkan dicari tahu sendiri yah)

    Nah kalau nanti kita perluas,khususnya dari Indeks Saham dan Komoditi, yang tentu saja anda nilai sebagai Judi (karena mekanisme jual belinya “miiiirip” )
    maka ilustrasi yang telah sedikit saya gambarkan dalam coretan-coretan sebelumnya yang anda katakan dari saham ke tempe, itu bisa berkaitan adanya…

    Untuk sedikit membantu pengertiannya :….. silahkan pelajari tentang Perseoran terbatas, khususnya asal muasal modal (saham)- sampai kepada cara penjualannya… dan tentu saja bagaimana hal itu bisa masuk kedalam kumpulan saham-saham “Indeks Saham” yang kemudian mungkin bisa sampai kepada mekanisme Buy/sell kemudian closed (yang anda anggap judi)

    Tentu kalo bisa Pelajari Perusaahan besar,,,didalam atau diluar negri yah…

    dan kalo bisa masalah komoditinya…

    (maksud yang ingin saya sampaikan dari hal diatas adalah, agar anda bisa lebih obyektif, karena ternyata ketika anda mencap Judi Forex “online”, karena mekanismenya, maka anda perlu tahu, karena ternyata ada hal lain yang mekanisme jual beli atau bisa anda katakan transaksinya sama dengan Forex, dan bahkan dilakukan oleh orang yang juga bertransaksi Forex.)yang ternyata kita dikelilingi oleh produk yang bisa jadi kita pakai atau makan, yang berasal dari perusahaan, yang modalnya dikumupulkan dari mekanisme Buy/Sell, closed, pake leverage, margin call dll

    dengan begitu anda melihat gambaran secara makronya, dan tahu bahwa mungkin tempe, yang anda makan, mungkin juga pernah ditransaksikan di Komoditi …..dst…

    atau perusahaaan yang menghasilkan Handphone yang anda pakai, tenyata mengumpulkan modal yang berasal dari saham yang juga ditransaksikan secara mekanisme Buy/sell, closed, pake leverage, ada margin callnya…

    dan seterusnya yang sudah saya singgung dicoretan sebelumnya….

    dan kalaupun anda tidak paham dengan maksud saya diatas, saya sangat maklumi, karena mungkin penjelasan saya terlalu sedikit, sehingga tidak jelas maksudnya,

    saya takut kalau kepanjangan malah bikin capek bacanya….. yang lebih parah sudah panjang lebar ternyata mungkin saja saya salah, maklum lah….

    =================================================

    Genghis Khun:

    Ups Maaf Pak, ketika anda sebut saya gak fokus (padahal menurut saya andalah yg gak fokus),

    saya baru nyadar bahwa mungkin kita ada perbedaan persepsi mengenai istilah forex.

    Jadi mari kita pelan2 mulai samakan persepsi sehingga diskusi terarah, sesuai konteks dan terutama tidak ada yg terlukai. :)

    Kita perbarui lagi point-point (dan jangan lagi dihilangkan ya), biar gak melebar kemana-mana…

    1. Pembahasan mengenai FOREX, mari kita fokuskan pada FOREX ONLINE, yaitu yang terdiri dari:

    - Ada 2 (dua) transaksi (open-close)

    - Leverage

    - Margin Call.

    (Kalau ada FOREX ONLINE dengan model selain 3 syarat di atas mohon diberikan link-nya. karena belum menjadi sorotan saya. Trims..)

    Jadi hindari lagi membahas FOREX sebagai perdagangan antar mata uang secara umum. Karena perdagangan antar mata uang itu suatu keniscayaan dalam hubungan antar negara dan BOLEH (saya ulang: BOLEH, BOLEH, BOLEH.. 100x).

    Sebaiknya kita juga mempelajari Teori Pergerakan antar mata uang dan faktor-faktor yang mempengaruhi. ini saya anjurkan (saya ulang; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)

    untuk diskusi selanjutnya ada ketentuan sbb:

    - FOREX, mengacu pada perdagangan antar mata uang secara umum. Di dalamnya ada money Changer, Forex online dsb.

    - FOREX ONLINE, mengacu pada jenis transaksi Open-close, Leverage dan Margin Call.

    Bisa dimengerti dan disepakati? atau mungkin ada usulan istilah lain agar tidak rancu?

    Nah, sekarang kita bukan lagi membahas apa itu tempe dan proses pembuatannya, tetapi pada waktu JUAL BELI tempe-nya. Bukan lagi mbahas aturan main sepak bola serta analisa kalah menangnya, tapi mbahas waktu beli karcisnya, untuk menonton saja atau + taruhan. Semoga bisa dimengerti…

    2. Fatwa MUI mengenai Forex atau Pertukaran antar Mata Uang asing secara umum, tidak mempermasalahkan apa itu Forex beserta teori pergerakan mata uangnya. Yang menjadi sorotan MUI adalah JENIS TRANSAKSI yang dilakukan. Silahkan baca sendiri di:

    http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&pg=2

    Ringkasnya: Ada Transaksi Forex yang BOLEH dan yang DILARANG. Sepakat dengan MUI pak?

    Mengenai hal ini saya ikut MUI, mungkin anda (dan ustad anda) punya pendapat lain bahwa SEMUA transaksi Forex itu BOLEH? mari kita sharing di sini…

    3. Sehubungan dengan nomer 1 dan 2, menjadi sorotan saya: apakah FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang BOLEH atau yang DILARANG?

    Artikel saya (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa) berkesimpulan bahwa FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang DILARANG, karena FOREX ONLINE melakukan transaksi CLOSE pada saat kurs belum diketahui.

    Ketika anda klik OPEN, itu artinya anda juga bertransaksi untuk CLOSE. Jadi anda harus close. HARUS.

    Bolehkah tidak di Close lalu kita minta uang hasil transaksi OPEN? TIDAK BISA.

    (langsung diluruskan kalo pemahaman ini salah ya pak, ndak perlu nyuruh-nyuruh belajar lagi :) )

    MUI :

    “Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.”

    FOREX ONLINE, transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.

    Nah, mari kita kampanye MONEY CHANGER ONLINE pak. Insya Allah jenis transaksinya lebih berkah, toh maslahatnya bagi anda sama saja khan.

    Biar FOREX ONLINE gak makin merajalela dan memakan korban. Ini saya anjurkan (ulangi; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)

    Anda boleh tidak setuju dengan kesimpulan ini, tapi jangan lantas melebar ke teori Forex dan Pergerakan Mata uang lagi. Gak nyambung…

    Semoga ini bisa dimengerti..

    4. Kalau anda sebut bahwa Universitas mengajarkan Forex, maka yang saya pahami adalah siswanya diajarkan praktek SEMUA jenis transaksi, baik yang dibolehkan maupun yang dilarang oleh MUI. Apa benar? Isu ini sensitif, anda harus menjelaskan lebih lanjut praktek jenis transaksi tersebut yang mana? SEMUA jenis transaksi atau tidak?

    5. FOREX ONLINE tidak ada di kitab suci, seperti halnya anda cari-cari SDSB, Jackpot, lempar dadu….juga gak ada di kitab suci. Nyatanya SDSB, jackpot itu judi.

    Maslahat SDSB itu banyak lho pak, namanya aja Sumbangan Dana Sosial.

    Dengan adanya dana yang terkumpul dipusat memudahkan untuk pembangunan dan kegiatan sosial.

    seperti yg saya sebut kemarin, berita Gatra (edisi 35 th XVI) mengupas rencana Lokalisasi Pusat Perjudian di Indonesia dengan alasan maslahat lebih besar bila dikontrol oleh pemerintah. Daripada dikelola segelintir orang.

    Tapi ingat, alasan maslahat belum tentu BUKAN MAKSIAT.

    Nah, kalo FOREX ONLINE anda sebut maslahatnya besar, itu belum tentu BUKAN MAKSIAT (alias BUKAN JUDI).

    Jadi mari kita sepakati bahwa faktor maslahat tidak bisa digunakan untuk menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan Judi. MUI telah menggunakan istilah maisir (spekulasi) dalam hal ini.

    Dan FOREX ONLINE mengandung unsur maisir saat transaksi CLOSE, karena transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.

    Anda boleh nggak setuju, silahkan sharing maisir sesuai pemahaman anda?

    Marilah kita diskusi dengan tenang dan saling menghormati. Dibaca pelan-pelan dan dipahami. ndak perlulah ada sebutan jenius atau bodoh. Jabat tangan dulu yak :)

    Oiya, ada 5 point untuk disepakati dulu dan jangan dihilangkan lagi…
    Satu persatu kita sepakati baru nambah point boleh…

    ===Ingat…ingat…FOREX berbeda dengan FOREX ONLINE===

    Trims..

    NB: Pembaca yang lain boleh membantu menjawab point-point di atas..

  19. Ahmad Lanang says:

    sebelumnya maaf kalo dua coretan ini tidak menjawab per point..(alasannya dikemukakan di paling bawah)

    Sekali lagi Saya Bukan Tipe “Ngarangisme” /mengarang indah….

    Untuk masalah Kampus Tadi, memang seperti itu Pak Genghis Khun termasuk mekanisme transaksinya (yang anda permasalahkan sebagai “JUDI”, Silahkan kalo tidak percaya Anda Studi banding atau berkunjung langsung….

    Kalo perlu Keliling Universitas Di Seluruh Indonesia

    Tapi jangan berharap diberikan pelatihannyaaa… kecuali anda mendaftar jadi mahasiswanyaaa…. (hehehe…hehee)

    Kenapa saya berani mencantumkan nama Univeristas atau sekolah tinggi itu, karena:

    1. memang benar apa adanya seperti itu

    2. karena memang yang menganggap itu “JUDI” yang saya tahu memang Anda saja , dan mungkin sebagian kecil orang…

    Mohon maaf untuk tidak perpoint karena:

    —- sepertinya memang persoalan ini, cukup sulit untuk diperdebatkan di tempat terbatas seperti blog ini, jadi banyak hal yang sebenarnya perlu dijelaskan tapi ga mungkin. karena bisa jadi tambah mis understanding antara kita berdua

    —– Mudah-mudahan kita dipertemukan, jadi bisa ngomongin secara lebih leluasa dan jelas ( itung-itung menjalin silaturahmi)

    —– dan terima kasih untuk dicantumkannya coretan saya.. yang ga jelas ini.. (hehehhe)

    Salam Hangat Selalu Untuk Pak Genghis Khun

    =================================================

    Genghis Khun:

    Ups Maaf Pak, ketika anda sebut saya gak fokus (padahal menurut saya andalah yg gak fokus),

    saya baru nyadar bahwa mungkin kita ada perbedaan persepsi mengenai istilah forex.

    Jadi mari kita pelan2 mulai samakan persepsi sehingga diskusi terarah, sesuai konteks dan terutama tidak ada yg terlukai. :)

    Kita perbarui lagi point-point (dan jangan lagi dihilangkan ya), biar gak melebar kemana-mana…

    1. Pembahasan mengenai FOREX, mari kita fokuskan pada FOREX ONLINE, yaitu yang terdiri dari:

    - Ada 2 (dua) transaksi (open-close)

    - Leverage

    - Margin Call.

    (Kalau ada FOREX ONLINE dengan model selain 3 syarat di atas mohon diberikan link-nya. karena belum menjadi sorotan saya. Trims..)

    Jadi hindari lagi membahas FOREX sebagai perdagangan antar mata uang secara umum. Karena perdagangan antar mata uang itu suatu keniscayaan dalam hubungan antar negara dan BOLEH (saya ulang: BOLEH, BOLEH, BOLEH.. 100x).

    Sebaiknya kita juga mempelajari Teori Pergerakan antar mata uang dan faktor-faktor yang mempengaruhi. ini saya anjurkan (saya ulang; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)

    untuk diskusi selanjutnya ada ketentuan sbb:

    - FOREX, mengacu pada perdagangan antar mata uang secara umum. Di dalamnya ada money Changer, Forex online dsb.

    - FOREX ONLINE, mengacu pada jenis transaksi Open-close, Leverage dan Margin Call.

    Bisa dimengerti dan disepakati? atau mungkin ada usulan istilah lain agar tidak rancu?

    Nah, sekarang kita bukan lagi membahas apa itu tempe dan proses pembuatannya, tetapi pada waktu JUAL BELI tempe-nya. Bukan lagi mbahas aturan main sepak bola serta analisa kalah menangnya, tapi mbahas waktu beli karcisnya, untuk menonton saja atau + taruhan. Semoga bisa dimengerti…

    2. Fatwa MUI mengenai Forex atau Pertukaran antar Mata Uang asing secara umum, tidak mempermasalahkan apa itu Forex beserta teori pergerakan mata uangnya. Yang menjadi sorotan MUI adalah JENIS TRANSAKSI yang dilakukan. Silahkan baca sendiri di:

    http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&pg=2

    Ringkasnya: Ada Transaksi Forex yang BOLEH dan yang DILARANG. Sepakat dengan MUI pak?

    Mengenai hal ini saya ikut MUI, mungkin anda (dan ustad anda) punya pendapat lain bahwa SEMUA transaksi Forex itu BOLEH? mari kita sharing di sini…

    3. Sehubungan dengan nomer 1 dan 2, menjadi sorotan saya: apakah FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang BOLEH atau yang DILARANG?

    Artikel saya (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa) berkesimpulan bahwa FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang DILARANG, karena FOREX ONLINE melakukan transaksi CLOSE pada saat kurs belum diketahui.

    Ketika anda klik OPEN, itu artinya anda juga bertransaksi untuk CLOSE. Jadi anda harus close. HARUS.

    Bolehkah tidak di Close lalu kita minta uang hasil transaksi OPEN? TIDAK BISA.

    (langsung diluruskan kalo pemahaman ini salah ya pak, ndak perlu nyuruh-nyuruh belajar lagi :) )

    MUI :

    “Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.”

    FOREX ONLINE, transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.

    Nah, mari kita kampanye MONEY CHANGER ONLINE pak. Insya Allah jenis transaksinya lebih berkah, toh maslahatnya bagi anda sama saja khan.

    Biar FOREX ONLINE gak makin merajalela dan memakan korban. Ini saya anjurkan (ulangi; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)

    Anda boleh tidak setuju dengan kesimpulan ini, tapi jangan lantas melebar ke teori Forex dan Pergerakan Mata uang lagi. Gak nyambung…

    Semoga ini bisa dimengerti..

    4. Kalau anda sebut bahwa Universitas mengajarkan Forex, maka yang saya pahami adalah siswanya diajarkan praktek SEMUA jenis transaksi, baik yang dibolehkan maupun yang dilarang oleh MUI. Apa benar? Isu ini sensitif, anda harus menjelaskan lebih lanjut praktek jenis transaksi tersebut yang mana? SEMUA jenis transaksi atau tidak?

    5. FOREX ONLINE tidak ada di kitab suci, seperti halnya anda cari-cari SDSB, Jackpot, lempar dadu….juga gak ada di kitab suci. Nyatanya SDSB, jackpot itu judi.

    Maslahat SDSB itu banyak lho pak, namanya aja Sumbangan Dana Sosial.

    Dengan adanya dana yang terkumpul dipusat memudahkan untuk pembangunan dan kegiatan sosial.

    seperti yg saya sebut kemarin, berita Gatra (edisi 35 th XVI) mengupas rencana Lokalisasi Pusat Perjudian di Indonesia dengan alasan maslahat lebih besar bila dikontrol oleh pemerintah. Daripada dikelola segelintir orang.

    Tapi ingat, alasan maslahat belum tentu BUKAN MAKSIAT.

    Nah, kalo FOREX ONLINE anda sebut maslahatnya besar, itu belum tentu BUKAN MAKSIAT (alias BUKAN JUDI).

    Jadi mari kita sepakati bahwa faktor maslahat tidak bisa digunakan untuk menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan Judi. MUI telah menggunakan istilah maisir (spekulasi) dalam hal ini.

    Dan FOREX ONLINE mengandung unsur maisir saat transaksi CLOSE, karena transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.

    Anda boleh nggak setuju, silahkan sharing maisir sesuai pemahaman anda?

    Marilah kita diskusi dengan tenang dan saling menghormati. Dibaca pelan-pelan dan dipahami. ndak perlulah ada sebutan jenius atau bodoh. Jabat tangan dulu yak :)

    Oiya, ada 5 point untuk disepakati dulu dan jangan dihilangkan lagi…

    Satu persatu kita sepakati baru nambah point boleh…

    ===Ingat…ingat…FOREX berbeda dengan FOREX ONLINE===

    Trims..

    NB: Pembaca lain boleh membantu menjawab point-point di atas..

  20. Ahmad Lanang says:

    maaf sekedar referensi,,,,

    coba baca bukunya “Jejak Tinju Pak Kiai” Emha Ainun Najdib, disitu ada Matrik Hukum Yang Lima, itu konsep buat ngeliat Wajib, sunah,Halal atau Haram , Makruh, baik itu benda, bahkan orang…..

    lumayan nambah pengetahuan….

    hehehehe

    =================================================

    Genghis Khun:

    Ups Maaf Pak, ketika anda sebut saya gak fokus (padahal menurut saya andalah yg gak fokus),

    saya baru nyadar bahwa mungkin kita ada perbedaan persepsi mengenai istilah forex.

    Jadi mari kita pelan2 mulai samakan persepsi sehingga diskusi terarah, sesuai konteks dan terutama tidak ada yg terlukai. :)

    Kita perbarui lagi point-point (dan jangan lagi dihilangkan ya), biar gak melebar kemana-mana…

    1. Pembahasan mengenai FOREX, mari kita fokuskan pada FOREX ONLINE, yaitu yang terdiri dari:

    - Ada 2 (dua) transaksi (open-close)

    - Leverage

    - Margin Call.

    (Kalau ada FOREX ONLINE dengan model selain 3 syarat di atas mohon diberikan link-nya. karena belum menjadi sorotan saya. Trims..)

    Jadi hindari lagi membahas FOREX sebagai perdagangan antar mata uang secara umum. Karena perdagangan antar mata uang itu suatu keniscayaan dalam hubungan antar negara dan BOLEH (saya ulang: BOLEH, BOLEH, BOLEH.. 100x).

    Sebaiknya kita juga mempelajari Teori Pergerakan antar mata uang dan faktor-faktor yang mempengaruhi. ini saya anjurkan (saya ulang; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)

    untuk diskusi selanjutnya ada ketentuan sbb:

    - FOREX, mengacu pada perdagangan antar mata uang secara umum. Di dalamnya ada money Changer, Forex online dsb.

    - FOREX ONLINE, mengacu pada jenis transaksi Open-close, Leverage dan Margin Call.

    Bisa dimengerti dan disepakati? atau mungkin ada usulan istilah lain agar tidak rancu?

    Nah, sekarang kita bukan lagi membahas apa itu tempe dan proses pembuatannya, tetapi pada waktu JUAL BELI tempe-nya. Bukan lagi mbahas aturan main sepak bola serta analisa kalah menangnya, tapi mbahas waktu beli karcisnya, untuk menonton saja atau + taruhan. Semoga bisa dimengerti…

    2. Fatwa MUI mengenai Forex atau Pertukaran antar Mata Uang asing secara umum, tidak mempermasalahkan apa itu Forex beserta teori pergerakan mata uangnya. Yang menjadi sorotan MUI adalah JENIS TRANSAKSI yang dilakukan. Silahkan baca sendiri di:

    http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&pg=2

    Ringkasnya: Ada Transaksi Forex yang BOLEH dan yang DILARANG. Sepakat dengan MUI pak?

    Mengenai hal ini saya ikut MUI, mungkin anda (dan ustad anda) punya pendapat lain bahwa SEMUA transaksi Forex itu BOLEH? mari kita sharing di sini…

    3. Sehubungan dengan nomer 1 dan 2, menjadi sorotan saya: apakah FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang BOLEH atau yang DILARANG?

    Artikel saya (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa) berkesimpulan bahwa FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang DILARANG, karena FOREX ONLINE melakukan transaksi CLOSE pada saat kurs belum diketahui.

    Ketika anda klik OPEN, itu artinya anda juga bertransaksi untuk CLOSE. Jadi anda harus close. HARUS.

    Bolehkah tidak di Close lalu kita minta uang hasil transaksi OPEN? TIDAK BISA.

    (langsung diluruskan kalo pemahaman ini salah ya pak, ndak perlu nyuruh-nyuruh belajar lagi :) )

    MUI :

    “Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.”

    FOREX ONLINE, transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.

    Nah, mari kita kampanye MONEY CHANGER ONLINE pak. Insya Allah jenis transaksinya lebih berkah, toh maslahatnya bagi anda sama saja khan.

    Biar FOREX ONLINE gak makin merajalela dan memakan korban. Ini saya anjurkan (ulangi; dianjurkan, DIANJURKAN, DIANJURKAN.. 100x)

    Anda boleh tidak setuju dengan kesimpulan ini, tapi jangan lantas melebar ke teori Forex dan Pergerakan Mata uang lagi. Gak nyambung…

    Semoga ini bisa dimengerti..

    4. Kalau anda sebut bahwa Universitas mengajarkan Forex, maka yang saya pahami adalah siswanya diajarkan praktek SEMUA jenis transaksi, baik yang dibolehkan maupun yang dilarang oleh MUI. Apa benar? Isu ini sensitif, anda harus menjelaskan lebih lanjut praktek jenis transaksi tersebut yang mana? SEMUA jenis transaksi atau tidak?

    5. FOREX ONLINE tidak ada di kitab suci, seperti halnya anda cari-cari SDSB, Jackpot, lempar dadu….juga gak ada di kitab suci. Nyatanya SDSB, jackpot itu judi.

    Maslahat SDSB itu banyak lho pak, namanya aja Sumbangan Dana Sosial.

    Dengan adanya dana yang terkumpul dipusat memudahkan untuk pembangunan dan kegiatan sosial.

    seperti yg saya sebut kemarin, berita Gatra (edisi 35 th XVI) mengupas rencana Lokalisasi Pusat Perjudian di Indonesia dengan alasan maslahat lebih besar bila dikontrol oleh pemerintah. Daripada dikelola segelintir orang.

    Tapi ingat, alasan maslahat belum tentu BUKAN MAKSIAT.

    Nah, kalo FOREX ONLINE anda sebut maslahatnya besar, itu belum tentu BUKAN MAKSIAT (alias BUKAN JUDI).

    Jadi mari kita sepakati bahwa faktor maslahat tidak bisa digunakan untuk menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan Judi. MUI telah menggunakan istilah maisir (spekulasi) dalam hal ini.

    Dan FOREX ONLINE mengandung unsur maisir saat transaksi CLOSE, karena transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.

    Anda boleh nggak setuju, silahkan sharing maisir sesuai pemahaman anda?

    Marilah kita diskusi dengan tenang dan saling menghormati. Dibaca pelan-pelan dan dipahami. ndak perlulah ada sebutan jenius atau bodoh. Jabat tangan dulu yak :)

    Oiya, ada 5 point untuk disepakati dulu dan jangan dihilangkan lagi…

    Satu persatu kita sepakati baru nambah point boleh…

    ===Ingat…ingat…FOREX berbeda dengan FOREX ONLINE===

    Trims..
    NB: Pembaca yang lain boleh mbantu orang ini…

  21. d3m14w says:

    saya coba memberikan komentar pribadi

    1. untuk masalah judi.
    bagaimana saya membedakan judi atau tidak. saya tetap menggunakan alasan analisis. maaf kalo anda tidak setuju. menurut saya, kalau faktor ini anda tidak bisa terima, berarti semua hal, walaupun sudah dianalisis, akan termasuk judi. kalau saya TAHU suatu permainan kemungkinan besar (catat: bukan pasti) saya menangkan, saya pasti masuk. walaupun itu permainan judi sekalipun. menurut saya (semoga benar), yang dilarang itu sifat maisir (spekulasi). saya sangat sulit menemukan contoh dalam bidang bisnis (investasi/perdagangan) yang bebas dari spekulasi. tolong

    2. untuk masalah close tanpa mengetahui kurs
    sebenarnya kita mengetahui kurs saat kita closing. semua harga tertera di layar saat kita melakukan proses closing. tinggal kita yang memilih mau close di harga berapa.

    3. untuk masalah slippage
    kita tidak bisa menghindari slippage. itu sudah resiko. kita harus siap dengan resiko tersebut, tapi itu bisa diminimalisir dengan reaksi cepat dari broker. juga infrastruktur yang menunjang (jaringan internet lancar dan komputer yang responsive). menurut saya poin ini kurang relevan jika digunakan untuk membahas “issue Judi”. bursa forex sangat cepat, jadi kita harus siap dengan kecepatan perubahan harga. perhitungkan semua tindakan kita. jangan close pada saat harga ranging.

    4. untuk poin “open harus close”
    itulah akad dari transaksi, anda harus close jika melakukan open. kalau tidak mau terima dengan persyaratan akad-nya, jangan masuk. itu prinsip saya. Mohon pencerahannya, dengan dalil, jika akad seperti itu dilarang (haram)

    terima kasih,

    orang yang masih dangkal ilmunya.

    =====================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Mardiyanto..

    1. untuk masalah judi.
    Lalu bagaimana dengan, misalnya taruhan sepak bola atau pacuan kuda dengan analisis detail, termasuk judi atau bukan?

    2. untuk masalah close tanpa mengetahui kurs
    Saya sepakat dengan anda bahwa “kita mengetahui kurs saat kita closing”.
    Tapi yg menjadi permasalahan adalah:
    - Kesepakatan untuk Close dilakukan saat Open, dengan kurs yg belum diketahui. Konsekusensinya; anda HARUS close dengan kurs yg belum diketahui. Bisakan menolak close? TIDAK BISA. Tetapi Via Money Changer anda bisa menolak Close.
    - Bila menolak Close, uang TIDAK BISA dicairkan dan akan terkena Margin Call.
    - Saat berniat Close dengan kurs tertentu, nilai ini tidak terfiksasi sehingga memungkinkan terjadinya Slippage.

    3. untuk masalah slippage
    Saya sepakat dengan anda bahwa “bursa forex sangat cepat, jadi kita harus siap dengan kecepatan perubahan harga”.
    Sebenarnya tidak cuma Forex, emas juga sama.
    Dan faktanya kurs/ harga emas tersebut bisa diFIKSASI pada waktu terjadi transaksi/ waktu Open. Tapi kenapa tidak berlaku waktu Close di Forex Online? apa ini bukan akal-akalan untuk membodohi konsumen?

    4. untuk poin “open harus close”
    saya sepakat dengan nasehat anda, “kalau tidak mau terima dengan persyaratan akad-nya, jangan masuk.”
    Tentu Ini juga berlaku untuk taruhan-taruhan yang lain…
    Jadi tujuan saya hanya menekankan adanya ketidak wajaran Forex Online dibandingkan dengan via Money Changer.
    Belajar analisis pergerakan mata uang boleh dan malah saya anjurkan, tapi jangan diPERJUDIKAN. Lebih baik Via Money Changer.

    terima kasih
    Btw, trims atas komentarnya
    saya juga masih dangkal ilmu tentang prinsip Judi.

  22. salam kenal,

    SAya beranggapan bahwa Tuan Genghis Khun adalah seorang Money Changer… dan Tuan Ahmad Lanang adalah Broker…
    Jadi Forum ini tidak akan Habis…. Pasti keduanya mempertahankan produknya masing2.

    mari kita cari persamaannya saja, karena perbedaan jelas banyak TRADING FOREX maupun MONEY CHANGER sama2 barangnya (Valuta Asing), jadi untuk menetapkan JUDI/TIDAK JUDI tergantung NIAT masing2.

    Terima Kasih…
    Mohon jangan di hapus.!!

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Hasan Sadikin,
    1. Maaf, anggapan anda SALAH, saya bukan keduanya (Money Changer ataupun Forex Online). Saya membela Money Changer karena mekanisme jual belinya Spot.
    2. Sumber darimana bahwa untuk menentukan JUDI/ TIDAK JUDI berdasarkan NIAT? padahal dalam fatwa MUI jelas sekali disebutkan bahwa penentuan judi/ tidaknya tergantung pada JENIS TRANSAKSINYA. Yang halal cuma Spot. Sedangkan Forward, Swap, Option= Maisir (Judi).

    Btw, Trims atas komentarnya… hingga komentar anda, belum pernah ada yg saya hapus kecuali yg tidak terdeteksi masuk spam.

  23. Algrenz says:

    well, andai para komentator dan pak gengis menganggap dirinya awam dan dangkal, maka saya adalah tipe manusia “mendeleb”, karena background saya bukan dari perekonomian melainkan dunia pendidikan skolah umum

    SAYA SETUJU dengan semua yang dipaparkan pak gengis, rasanya saya tidak perlu lagi mendebat apa2 karena semua hukum2nya telah ada.

    Saya baru tadi pagi memulai trading forex online, setelah beberapa kali transaksi, saya pribadi merasa aneh, ntah ada kegundahan dalam hati yang gak mudah terungkapkan. Akhirnya saya memutuskan googling untuk mencari tahu, apakah forex online ini haram atau halal.

    Saya telah menemukan beberapa yang menyatakan halal, tetapi rasanya masih ganjil, karena yang dijelaskan hanya dari segi pelakunya saja, ada penjual, pembeli n barang. Bahkan ada lagi yang menyatakan halal tanpa dalil sama sekali yang berbunyi “Ya pasti halal lah, kan intinya gak merugikan dan menyakiti orang lain?”

    lalu saya memulai mencari lagi di google dengan keyword “Forex online haram” dan memang saya sengaja ngeklik keywords ini karena saya ingin tahu seberapa logis dan mendasarnya orang2 yang kontra dengan forex online. Dan hasil pencarian menunjukkan sedikit sekali yang menyatakan haram, hingga saya menemukan website anda ini, dan saya sempatkan beberapa menit untuk melihat perdebatan pak gengis dan teman2 yang lainnya, saya langsung tersentak dan TERPUASKAN dengan jawaban atas kegundahan selama ini.

    Dan dalam kesempatan ini saya yang masih dungu ilmu ekonomi khususnya forex online ini mau bertanya agar semua uneg2 terlepas sebelum tidur malam ini, :

    1. setelah transaksi OPEN, maka transaksi bergerak menuju CLOSE berdasarkan exit loss atau exit target, nah ketika transaksi mengalami 2 hal (hampir2 mau Loss atau hampir2 mau profit) kita memutuskan untuk CLOSE duluan,biar gak rugi2 banget atau sekiranya dana udah cukup meski gak mencapai exit target nah itu berarti kan aksi yang kita buat sesuai yang kita inginkan?, apakah itu juga JUDI?, mohon dijelaskan

    Nah, selain pertanyaan, saya juga ingin memberikan saran, memang apabila dirasa perlu mencantumkan ayat suci Al Qur’an atau Hadits Nabi SAW, mungkin lebih baik dicantumkan saja, bukankah kita tidak fair apabila kita berkata berdasakan Al Qur’an atau Hadits Nabi SAW, tetapi nasehat serta anugrah suci dari langit tersebut tidak didahulukan

    Dan saya memang tidak setuju dengan argumen yang diberikan oelh teman2 di atas yang hanya mencari rujukan dari pak Kyai, Emha Ainun Najib, atau Universitas, bukankah rujukan terbaik itu hanya dari Rasulullah SAW?, Kyai-pun kalau melakukan hal yang tidak berdasarkan Rasul SAW tetap dilarang untuk diikuti ?, sebagai mana yang telah dikatakan Ulama besar Imam Syafi’i, “jika perkataanku itu adalah dari RAsulullah SAW maka ikutilah, jika tidak tinggalkanlah”

    Nah Ulama besar seperti beliau saja mau ditinggalkan fatwanya apabila bertentangan dengan RAsul SAW, apalagi Kyai2 biasa2 saja?

    Akhirul Kalam, semoga sukses selalu untuk pak Gengis dalam menegakkan kebenaran, semoga kita semua diridhoi oleh Allah SWT dan selalu berada di jalanNya yang lurus dan benar. Amin

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr/mrs Algrenz…
    Silahkan baca artikel selanjutnya di http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa
    disana dijelaskan bahwa
    ALUR JUDI: Transaksi dulu -> nilai yang disepakati menyusul -> salah satu pihak dirugikan.

    Saya kutipka jawaban atas pertanyaan salah satu komentator di sana:
    Ringkasan syarat sahnya jual beli:
    =======================
    Beberapa artikel yang mengupas tentang Definisi Jual Beli silahkan baca di:
    http://warnetdipo.blogspot.com
    http://hndwibowo.blogspot.com
    http://www.pesantrenvirtual.com

    Secara garis besar bisa disimpulkan, terpenuhi syarat jual beli bila:
    a. Ada Penjual
    b. Ada Pembeli
    c. Ada Transaksi
    d. Benda/ barang/ Jasa yang diperjualbelikan

    Dalam Jual Beli juga ada yang terlarang.
    Tafsir Ibnu Katsir tentang Surat Annisa Ayat 29 (tentang Perniagaan) yang tertulis:

    “Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya yang beriman memakan harta sebagian dari mereka atas sebagian yang lain dengan

    cara yang batil, yakni melalui usaha yang tidak diakui oleh syariat, seperti dengan cara riba dan Judi serta

    cara-cara lainnya yang termasuk ke dalam kategori tersebut dengan menggunakan berbagai macam tipuan dan pengelabuan.

    Sekalipun pada lahiriahnya cara-cara tersebut memakai cara yang diakui oleh hukum syara’;, tetapi Allah lebih

    mengetahui bahwa sesungguhnya para pelakunya hanyalah semata-mata menjalankan riba, tetapi dengan cara hailah (tipu

    muslihat).

    Jadi jelas di sini menurut Ibnu Katsir, Judi dan Riba termasuk perniagaan, tapi bathil.

    =======================

    Ringkasan HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS:
    1. Ada Ijab-Qobul:
    * Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.

    2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:
    * Suci barangnya (bukan najis)
    * Dapat dimanfaatkan
    * Jelas barang dan harganya
    …dst
    (penekanan pada huruf tebal)

    Dalam Forex Online sbb:
    1. Ada DUA Ijab-Qobul:
    Ijab Qobul I:
    * Pembeli membayar tunai tapi barang yang dibeli masih ditahan, karena HARUS dijual lagi.

    Ijab Qobul II:
    * Pembeli HARUS menjual lagi atau barang tersebut disita oleh Penjual (Margin Call).
    * Harga jual ditentukan kemudian.

    2. Tidak Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:
    * Tidak Dapat dimanfaatkan
    * Ijab Qobul I barang Tidak Dapat diserahterimakan
    * Jelas barang dan harganya (Ijab Qobul I), Jelas barang tapi TIDAK JELAS harganya (Ijab Qobul II)
    (penekanan pada huruf tebal)
    Sumber dari MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, karya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi.

    Terlihat bahwa sebenarnya dalam 1 proses jual beli hanya diperbolehkan melakukan 1 ijab qobul.
    Semoga bisa dimengerti…

    Setelah anda melakukan OPEN position, artinya anda bersepakat/ akad untuk CLOSE.
    Bisakah TIDAK CLOSE? TIDAK BISA
    Bisakah uang dicairkan (setelah OPEN)? TIDAK BISA
    Setelah bersepakat untuk Close ini ada beberapa pilihan nilai untuk anda pilih:
    1. CLOSE duluan, resiko nya bisa juga terjadi SLIPPAGE (nilai akhir berbeda dengan yg anda klik).
    2. Stop Loss
    3. Exit target
    4. Margin Call

    Kenapa bisa terjadi Slippage?? pecandu judi Forex bilang karena fluktuasi mata uang yg sangat cepat.
    Lalu kenapa waktu open TIDAK MUNGKIN Slippage? pecandu judi Forex tidak bisa menjawab.
    Padahal sebenarnya nilai ini bisa difiksasi. Perhatikan bahwa waktu Open nilai terfiksasi, tapi waktu close tidak terfiksasi. Sebuah celah yang bisa dimainkan :)
    Semoga bisa dimengerti…

  24. ubay says:

    >>definisi judi itu dimana faktor spekulasi menjadi lebih dominan dibandingkan dengan analisanya

    >>konteks forex yang baik adalah ‘on the spot’, bukan future (ex:betonmarket). Komoditasnya ada, yaitu mata uang. Nilainya nyata (bukan indeks), yaitu nilai suatu currency terhadap nilai currency yang lain.

    Mata uang memiliki nilai ekonomi juga. Kiranya menjadi haram diperjualbelikan apabila dinilai dengan mata uang yang sama.

    >>Menurut saya Forex bisa dikategorikan dua yaitu judi dan bisnis.

    1. Forex judi = bila si trader itu hanya spekulasi dan tidak ada analisa apapun untuk menentukan kapan order nya, biasanya trader seperti ini permainannya beringas, emosi yg tidak terkontrol

    2. Forex untuk bisnis= trader menganalisanya dengan berbagai macam, misal baca berita, kalender ekonomi dll. Serta trader ini biasanya mematuhi money management trading.
    (CMIIW)

    CASE!!
    ini menurut saya sih…yg namanya judi itu merugikan org lain, bagi yg goal maka dia telah memakan uang org lain (menyebabkan kerugian)..bukan begitu??

    nah bagaimana dengan forex??

    apakah berhubungan dengan perekonomian negara kita ataupun negara org lain??

    kalau berhubungan, apakah merugikan salah satu pihak atau malah menguntungkan kedua belah pihak??

    sebelumnya maaf, saya masih awam.. =)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Ubay
    Darimana dasar Penentuan kategori Forex menurut anda tsb?
    Kita tahu bahwa menurut MUI, penentuan halal haramnya Forex adalah dari JENIS transaksi yg dilakukan, BUKAN berdasarkan ada tidaknya analisa.
    Kalau analisa turut mempengaruhi Judi, lalu taruhan pertandingan sepak bola yang dilakukan dgn analisa seksama termasuk Judi ataukah bisnis??
    btw, trims atas link-nya

  25. baru belajar says:

    wah ane cukup tertarik dengan tulisan om gengis khan…..

    klo om berpedoman “ALUR JUDI: Transaksi dulu -> nilai yang disepakati menyusul -> salah satu pihak dirugikan.”

    nah sekarang saya mo tanya…pedagang sayur dipasar termasuk judi bukan???
    ane tanya seperti itu karena pedagang sayur pasti membeli dulu barang dagangannya dari produsen/pemasok diharga tertentu misal X….nah ternyata beberapa hari kemudian harga sayur tersebut turun menjadi Y..pedagang sayur tersebut rugi kan???dan begitu juga sebaliknya misal beberapa hari kemudian harga naik menjadi Z tentunya pedagang itu untung kan karena dia cuma mengeluarkan modal sebesar X….

    nah begitu juga di forex…forex tidak jauh dari perdagangan dipasar biasanya….dipengaruhi perekonomian suatu negara, keadaan politik dsbnya…dan bagi trader ada analisa tersendiri untuk membuat keputusan bahkan beberapa trader sudah tau arah pasar akan kemana…

    itu menurut pandangan saya…
    dan satu lagi saya mo tanya klo forex anda anggap haram berarti saham juga haram donk????klo saham haram berarti hampir semua orang yang kerja dikantor terutama perusahaan besar dapet duitnya duit haram donk???hehehehe…..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak/ bu Fafa Ryfa …
    1. Contoh anda pedagang sayur tsb nggak pas kalau disamakan dengan Forex, dan dikhawatirkan menjurus ke pembohongan publik. Ijinkan saya perbaiki ceritanya:
    “..pedagang sayur Fafa pasti membeli dulu barang dagangannya dari produsen diharga X, dengan SYARAT HARUS dijual ke pihak lain (bisa ke produsen lagi atau ke Genghis Khun). Syarat harus jual ini WAJIB dilakukan padahal harga jual belum diketahui nanti naik atau turun karena mengikuti harga pasar. Efek yang lain adalah sayur tidak boleh diolah untuk dimakan sendiri. Artinya sayur masih segar atau SUDAH BUSUK harus terjual dan genghis Khun harus membelinya, karena kedua pihak sdh terikat dalam suatu perjanjian.”
    Apa ada dagang model begini di pasar tradisional??
    Silahkan dikoreksi lagi kalau contoh ini masih salah.

    2.Tentang Forex dan saham; masing-masing sudah ada fatwa dari MUI, silahkan baca sendiri fatwanya di link:

  26. abdi says:

    Salam kenal Pak

    Melihat diskusi diatas ,kok njilimet banget ya, .sampai-sampai emosi..segala…,
    kalau saya..sih berfikir sederhana saja…pak….begini…

    saya menganggap jual beli forex sama halnya seperti jual beli biasa,
    contoh :
    misalkan saya jual sepatu modalnya Rp 100.000, kalau ada yg menawar dibawah modal misal Rp 80.000
    pasti tidak saya jual,rugi…toh…,tetapi kalau ada yang nawar Rp 120.000 pasti saya jual
    karena saya sudah untung.

    begitu juga di forex
    misal saya beli buy 1lot GBP/USD diharga 1.6000 kemudian harga turun menjadi 1.5900 pasti tidak saya jual (close)
    saya menganggap orang menawar barang saya dibawah modal. saya akan menjualnya kalau ada pembeli yang menawar diatas 1.6000…artinya saya akan menunggu dulu harga naik kembali.sehingga kalau pasar sudah menawar diatas 1.6000 barulah
    saya jual (close).bagaimana menurut bapak?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Abdi Ikhsan
    Sederhana saja pak;
    Kalo kemudian harga sepatu turun terus di bawah modal, sepatu masih bisa disimpan atau dibagi-bagikan ke keluarga.
    Di forex online, apa bisa uang dicairkan lalu dipakai utk keperluan lain? TIDAK BISA.
    Berarti nggak sama dengan jual beli biasa donk?
    Nah, publik biasanya tertipu di sini.
    Seandainya Forex Online memenuhi syarat SPOT, seharusnya sesudah Open uang ini bisa dicairkan untuk keperluan lain (bila harga pasaran turun terus).

  27. abdi ikhsan says:

    saya sambung lagi..pak..

    Seperti bapak katakan diatas,sepatu masih bisa disimpan atau dibagi-bagikan ke keluarga kalau harga turun terus.
    Tentunya sebagai pedagang sepatu yg serius,saya berdagang tidak asal dagang tetapi saya membuka toko, dan tentu saja punya karyawan.
    jadi kalau sepatunya disimpan dulu ,saya tetap merugi karena harus menanggung gaji karyawan,sewa toko,listrik,telpon,dsb,bayangkan kalau turunnya ber bulan-bulan walaupun sepatunya bisa dicairkan/diuangkan tetapi total keseluruhan tetap rugi . bukan rugi seharga sepatu!!! bukankah ini indentik dengan floating minus di forex.
    untuk mengatasi hal tsb saya harus mempunyai cukup modal untuk mengatasi kerugian selama harga sepatu turun terus(yaitu :untuk bayar gaji karyawan,sewa toko,listrik,telpon,dsb).kalau tidak cukup modal akan bangkrut.
    sama halnya di forex sy harus menyiapkan modal (balance) untuk menahan floating minus selama harga turun,kalau tidak cukup modal akan bangkrut juga atau
    terkena margin call.oleh karena itu alangkah anehnya ada yg nekad trading dengan modal $1 seperti yg ditawarkan banyak broker,seberapa kuat uang $1 dapat menahan floating bukankah ini sama saja bunuh diri!!!.
    Di forex sendiri harga tidak mungkin turun terus-menerus karena akan menyebabkan kehancuran ekonomi negara dg mata uang ybs.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Lho kenapa tidak memilih yg lebih sederhana lagi pak? yaitu via Money Changer, tidak perlu merugi untuk menanggung gaji karyawan,sewa toko,listrik,telpon,dsb. Tidak perlu floating minus dan margin call :)
    Masalah “sederhana” sepertinya relatif pak, Sederhana bagi anda bisa jadi masih terlalu rumit bagi saya atau sebaliknya :) .
    Tapi Fokus saya bukan terletak di situ,
    1. Apakah uang bisa dicairkan sesudah Open position? Ternyata tidak bisa dan tidak memenuhi syarat transaksi SPOT yg dihalalkan oleh MUI.
    2. Transaksi Forex ada 4 macam, dimana yg 1 halal dan yg 3 haram. Jadi seharusnya anda juga membuat 4 model jual sepatu, dimana yg 1 halal dan yg 3 haram. Bukan cuma 1 model. Bukan begitu pak?
    Btw, trims atas tanggapannya…

  28. si-entong says:

    saya seorang muslim..saya juga baru beberapa bulan mempelajari bisnis yang satu ini..
    ilmu agama dan pendidikan saya juga sangat cetek..
    cuma saya gak terlalu mudah percaya apa yang dikatakan oleh orang..

    saya meyakini orang yang pergi berhaji dengan mengunakan uang yang berasal dari hasil perkerjaan yang haram akan menemukan kejanggalan kejanggan diluar akal pikiran manusia saat menunaikan ibadah hajinya..mungkin ini juga menjadi keyakinan sebagian besar masyarakat kita…

    nah berawal dari situ terlintas dipikiran saya,kenapa juga kita tidak membuktikan bahwa pekrjaan/bisnis forex online itu bagaimana menurut pandangan dan hukum allah swt sebenarnya. bukan menurut pandangan mahluk ciptaanya.!

    maksud saya begini jika ada sodara-sodara kita yang sukses dari bisnis forex online coba aja pergi berhaji dengan uang murni dari hasil bisnis forex online tersebut.niatkan untuk mencari jawaban kebenarannya dari allah swt..insya allah,..allah akan memberikan jawabannya..

    dari pada berdebat..pasti gak akan ada habis-habisnya….karna manusia itu memiliki segala macam nafsu..

    gitu aja deh klo menurut pendapat saya solusinya…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Maksud anda, Kalau belum naik haji, sesuatu itu belum bisa diketahui halal/ haramnya?
    sumber darimana om?

  29. si-entong says:

    itu pendapat saya mas.maksudnya biar jadi pasti semuanya.gak ada lagi perbedaan penafsiran antara ustadnya mas sama ustadnya seorang pengomentar diatas.biar saya yang bodoh gak jadi bingung dan ragu-ragu.klo mas minta seumbernya dari mana saya gak bisa nunjukin,karna itu hanya keyakinan saya.dan islam yang saya anut mengajarkan klo saya ragu-ragu terhadap apa yang hendak akan saya kerjakan/putuskan saya disuruh menanyakan kepada yang lebih pinter/ahlinya dan klo masih tetap ragu-ragu atas jawaban tersebut saya disarankan untuk meminta pentunjuk dari allah swt lewat shalat istikharah….
    karna ini menyangkut orang banyak..maka saya berpendapat kesucian ibadah haji bisa dijadikan sarana buat mencari kebenaran tersebut.apa lagi ini berhubungan langsung sama cara orang mencari rejeki….

    yaa klo mas gak yakin apa yang saya katakan diatas..itu hak mas..mungkin islam kita berbeda..(mohon maaf klo penafsiran saya salah).dan saya meyakini tuhan punya cara sendiri buat nunjukin mana yang bener dan mana yang gak..

    wassalam

    =================================================
    Genghis Khun:
    Iya saya ngerti. Jadi kayak Jackpot atau togel, belum bisa diketahui halal/ haramnya kalau anda belum naik haji gitu?

  30. si-entong says:

    saya tanya balik ke-mas dulu..ada perbedaan pendapat gak dari ustad-ustad/ahlinya yang mas temui tentang kedua permasalahan yang mas sebutkan diatas..?(maaf” klo mas sendiri adalah seorang ustad)

    udah 3 tahun loh tulisan mas ini..tapi saya yang membaca sekarang aja masih ragu-ragu…atas jawaban dan kebenaranya..entah itu haram atau halal..yaa saya gak tau apa motivasi mas..entah memang sengaja membiarkan ini terus-terusan menjadi tanda tanya..atau apalah,semuanya hanya mas dan tuhan yang tahu..

    klo dari tahun pertama mas tantang begitu sama orang yang bilang forex online itu rejeki yang halal..saya..yakin 1000% saat ini udah ada jawaban yang dapat meyakinkan bagaimana sebenarnya hukum forex online itu dimata allah walaupun cuma buat sodara-sodara kita yang muslim..

    yaa semua kembali kepada niat awal mas..apa pengen sebenar-benarnya mencari kebenaran atau cuma mau berdiskusi atas pemikiran-pemikiran yang keluar dari pikiran manusia..Wallahu a’lam

    =================================================
    Genghis Khun:
    Forex dilarang kalau hanya untuk tujuan untung-untungan.
    Ini tidak ada perbedaan pendapat dikalangan ulama.
    Kalau masih ragu silahkan merujuk ke fatwa MUI saja, mereka kumpulan orang-orang yang lebih pinter agamanya.
    Semoga tidak ragu lagi…trims

  31. Budi says:

    Menurut saya yg menjadi permasalahan bukan pada alur transaksi forex online tetapi lebih kepada barang yg diperdagangkan. Alur transaksi yg jadi permasalahan itu dikarenakan penggunaan leverage. Kalau hanya mempermasalahkan pada alur transaksi jika anda invest di forex dan hanya menggunakan modal sendiri saja tanpa menggunakan fasilitas leverage ini anda dapat saja membeli forex dan menahannya selama anda mau. Kemudian pada saat harga yang anda rasa cocok baru anda jual. Dengan demikian transaksi forex online ini menjadi halal menurut alur transaksinya. Padahal pada transaksi forex kita tidak pernah bisa menguasai barang tsb karena barangnya abstrak. Kalau tidak salah syarat sah nya terjadi jual beli adalah adanya pembeli, penjual, barang yg diperdagangkan dan harga dari barang tsb. Menurut saya karena barang yg diperdagangkan tidak ada maka transaksi forex online ini tidak sah (haram).

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Budi,
    “membeli forex dan menahannya selama anda mau”
    Kenapa musti menahan terus, ya karena tidak bs dicairkan :)

    Kalau alurnya wajar tentu duit hasil open bs dicairkan, nggak perlu ditahan2 :)
    Tapi ternyata TIDAK BISA dicairkan dan HARUS dijual lagi.
    Ini nggak boleh mangkir dan HARUS karena akad Close sdh dilakukan sebelum harganya diketahui.
    Inilah ketidakwajaran alur tsb. Trims..

  32. Budi says:

    Salam kenal juga pak Genghis Khun,
    Maksud statement saya itu adalah jika tidak menggunakan leverage, anda bisa tetap hold barang anda selama anda mau tanpa harus close (intraday transaction). Tetapi sewaktu anda membeli, katakanlah EUR/USD, ada pihak lain yang menjual dengan harga yang disepakati berdua katakanlah 1,23. Misalkan menjelang tutup hari harga bergerak turun ke 1,19 anda tetap bisa hold barang tsb tanpa takut terkena margin call atau biaya inap. Anda tidak bisa mencairkannya karena sekarang ini anda sebagai pemegang barang berposisi sebagai penjual, katakanlah ingin menjual di harga 1,26, tetapi tidak ada pembeli yang setuju dengan harga yg anda tawarkan jadi anda tetap hold barang tsb. Jadi disini ada 2 transaksi: transaksi beli (sudah done) dan transaksi jual (belum done). Nantinya jikalau harga telah bergerak naik kembali transaksi jual akan done jika ada pembeli yang setuju dengan harga yang anda tawarkan. Kalau hanya melihat alur transaksi terlihat alur transaksinya adalah wajar.

    Yang saya coba utarakan adalah, dengan memakai contoh diatas, disaat anda sudah membeli EUR/USD di 1,23 anda tidak bisa mendapatkan EUR yang sudah dibeli tadi karena sebenarnya barangnya tidak ada.

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Saya sepakat dengan anda bahwa “barangnya tidak ada”. Ini terjadi karena ada 2 transaksi seprti yg anda jelaskan:
    - transaksi beli (sudah done), barang yg sdh dibeli tidak bisa withdraw krn HARUS DIJUAL lagi.
    - transaksi jual sudah dilakukan (tapi belum done); suatu barang yg sebenarnya tidak ada dan harga yang belum disepakati kedua pihak.
    Apa wajar transaksi jual beli dilakukan tanpa adanya kesepakatan harga? tidak wajar.

    2. Bagaimana dengan kasus berikut ini:
    - Si Z transaksi beli di Money Changer A, barang bisa withdraw tapi syaratnya HARUS DIJUAL lagi ke A.
    - Transaksi jual dilakukan saat itu antara Z-A (tapi belum done); barang ada, disimpan si A, tapi harga belum disepakati kedua pihak.

    3. Kasus lagi:
    - Si Z transaksi beli Emas di A, barang bisa withdraw tapi syaratnya HARUS DIJUAL lagi ke A.
    - Transaksi jual sudah dilakukan saat itu antara Z-A (tapi belum done); barang ada, disimpan si A, tapi harga belum disepakati kedua pihak.

    Tampak jelas bahwa aktivitas jual beli no 2 & 3 tidak bener-bener membutuhkan barang yg diperjual belikan, mereka hanya memperjudikan nilainya, walaupun barangnya ada.

    Dari kasus2 ini, bisa disimpulkan bahwa ketidak wajaran jual beli tidak bisa dinilai dari ada tidaknya barang.
    Bagaimana pendapat anda pak?

  33. Budi says:

    Koreksi sedikit ya pak:
    1. “transaksi jual sudah dilakukan (tapi belum done)”. transaksi jual tsb belum close (open position) karena belum ada kesepakatan harga antara penjual dan pembeli. Baru pada saat telah terjadi kesepakatan harga antara penjual dan pembeli transaksi tsb bisa close (sudah done). transaksi ini tentunya wajar.
    2 & 3. Bagaimana anda bisa withdraw barang yg sudah anda beli kalau barang tsb anda jual lagi? Atau mungkin maksud anda begini: anda beli USD (anda bayar dengan IDR) ke money changer atau beli LM ke toko emas tapi setelah itu anda jual kembali. Anda mendapatkan loss/gain dari selisih harga dalam IDR. Jika telah terjadi kesepakatan harga di 2 transaksi ini (beli dan jual), secara alur, transaksi ini menjadi halal.

    “tidak bener-bener membutuhkan barang yg diperjual belikan, mereka hanya memperjudikan nilainya, walaupun barangnya ada”. Pernyataan anda mengimplikasikan bahwa walaupun barangnya ada tetap saja dapat diperjudikan sehingga menjadi haram. Sedangkan saya menyatakan kalau barang yg diperjual belikan tidak ada maka transaksi tsb haram karena tidak memenuhi syarat sahnya jual beli tanpa memperdulikan alurnya.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Sepakat bahwa:
    - Barang yg diperjual belikan tidak ada maka transaksi tsb haram karena tidak memenuhi syarat sahnya jual beli tanpa memperdulikan alurnya.
    Maksud saya mengenai alur judi:
    Kita membeli sesuatu pasti tahu harganya dulu, baru kemudian dilakukan transaksi. Bukannya transaksi buta dulu, lalu kesepakatan harga menyusul.
    Mohon dibedakan kasus ini
    1. 1 dinar emas sekarang berapa? 2juta. Oke saya beli. => Harga dulu lalu transaksi. Ini wajar.
    2. Maukah anda beli 1 dinar saya diharga nanti beberapa waktu lagi? Ok saya terima perjanjian. => Transaksi dulu, harga menyusul. Maka kedua pihak telah terjebak ke perjudian.
    Dalam Forex Online, pada saat open juga dilakukan perjanjian Close; Anda harus Close diharga nanti beberapa waktu lagi? ok saya terima perjanjian.
    Semoga bisa dimengerti.

  34. Kung-Kung says:

    beda pndapat itu wajar, tergantung sejauh mn org itu mnilainya..?!!! So… saya hargai pndapat saudara-saudara…?!! Then, kita sangat percaya akan adanya HARI KIAMAT, NERAKA dan SURGA…?!!! Lbih baik brpikir k arah sana aja, ingat ” ALLAH S.W.T tidak mempunyai kpentingan trhadap manusia, BAIK dan BURUK itu adalah kembali ke (untuk) manusia itu sendiri. Jd skali lg saya sampaikan brbeda pndapat itu wajar, menyarankan, membenarkan, menyalahkan, dsb itu sah-sah sja…?!!! But, ilmu itu sangat luas, pengetahuan itu luas namun bekali dengan kerendahan hati dan emosi.

    MINAL AIDIN WAL FA’IDZIN

    =================================================
    Genghis Khun:
    salam kenal mr. KungKung
    Dalam hal judi dan maksiat berbeda pendapatkah???
    lalu bagaimana cara anda dalam menentukan sesuatu itu judi atau bukan?
    trims

  35. Mari berfikir jernih says:

    mari kita resapi.

    saudara2ku.

    mari kita analisis dengan hati.

    judi online= uang dari yang kalah pindah ke yang menang.

    options online: uang dari yang kalah pindah ke yang menang. sama seperti bwin.com. harga taruhannya bervariasi

    forex online (pasar sekunder)= uang dari yang kalah pindah ke yang menang.

    saham online (pasar sekunder)= uang dari yang kalah pindah ke yang menang.Anda menjual sekarang harus di harga pasar jadi tidak terserah kita. sedangkan di saham konvensional bisa terserah kita.

    jual beli barang halal: tidak ada yang menang dan kalah, anda bisa menjual harga laptop sekarang terserah di harga berapa(bisa 3juta,5juta, dll) meskipun harga pasarannya 1juta.

    forex online, saham online, options online adalah judi online bukan toko online. untung ada di pihak yang menang (benar prediksinya naik atau turun). sedangkan toko online itu tidak ada yang namanya prediksi naik turun yang ada adalah pembeli butuh barang penjual butuh uang.

    mari berpikir mendalam.
    dan jangan mengajak yang lain ke lembah dosa besar karena anda termasuk ikut dalam dosa besar itu.

    sungguh, dosa itu pasti menimbulkan ketidaknyamanan dalam hati ketidaktentraman dan ketakutan.

    mari menuju jalan yang membuat hati kita tentram.

    mari berpikir mendalam.

  36. Mari berfikir jernih says:

    ingat saudaraku.
    dari penjelasan MUI transaksi spot boleh.
    tetapi saudaraku,
    judi online juga termasuk transaksi spot.

    forex online, saham online,options online adalah spread betting(taruhan dengan memakai spread.)
    selain itu ada yang disebut Fixed odd betting (taruhan tanpa spread).
    mari kembali ke jalan yang berkah.

    “minal jinnati wannaas” (Q.S. An Nass ayat terakhir)
    (Setan)dari golongan jin dan manusia.

    berhati-hatilah dari syetan dari golongan manusia juga, mereka hendak menyesatkan yang lainnya.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak/bu Superilhamkita
    Ralat penting: Jenis transaksi SPOT itu boleh, tapi Forex Online TIDAK MEMENUHI syarat SPOT.
    Jadi benar bahwa Forex = Judi
    Btw, Terima kasih atas komentarnya

  37. Mari berfikir jernih says:

    mari saudaraku

    jangan mengikuti orang2 yang hatinya sudah ditutup dari petunjuk Allah.

    mengundi nasib (naik atau turun) adalah dosa besar.

    mari kita tinggalkan syeitan2 dari jenis manusia yang hendak menipu kita.

  38. Mari berfikir jernih says:

    dosa pasti membuat hati tidak nyaman jiwa tidak tenang.
    begitu juga rezeki yang haram.
    jika di sedekahkan tidak diterima oleh Allah.
    jika dimakan sendiri akan berakibat Neraka dan siksaan Allah.
    Betapa sia-sianya orang yang menyedekahkan harta yang haram.

    sedangkan harta yang halal, jika disedekahkan akan diterima Allah. dan malah Allah berjanji akan melipatgandakannya.

    mari saudaraku menuju jalan yang diberkahi Allah.

  39. Mari berfikir jernih says:

    Saudaraku,

    JUDI juga ada analisanya
    misalny Manchester United sedang ada masalah fisik beberapa pemain andalan.

    analaisa stakenya sedang muarh atau mahal.

    analisa news dari Mancester united seperti apa.

    analisa dari para ahli.

    jadi taruhan(contoh bwin.com), forex, stock, options adalah judi.

    mari saudaraku semuslim.

    jangan ikuti kata2 menipu orang2 yang sudah didominasi nafsu kekayaan harta sesaat.

    ingat judi adalah dosa besar.

  40. Mari berfikir jernih says:

    mengenai MUI.

    mereka juga manusia yang ada nafsu,
    banyak juga para ustadz para kiai yang jelas2 punya ilmu agama yang banyak tapi hatinya kosong dari petunjuk Allah.

    sungguh, orang yang diberi petunjuk berbeda dengan orang yang dibutakan hatinya

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak/bu Superilhamkita
    Ralat penting: Jenis transaksi SPOT itu boleh, tapi Forex Online TIDAK MEMENUHI syarat SPOT.
    Jadi benar bahwa Forex = Judi
    Btw, Terima kasih atas komentarnya

  41. Helmi says:

    Salam kenal mas GengisKhun,

    sorry saya langsung nanya aja;
    menurut mas GengisKhun; transaksi forex yang ditransaksikan di broker2 (seperti: marketiva, fxopen, instaforex, dll); itu semua termasuk transaksi forex spot atau forex forward?

    thanks

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Helmi,
    Yang sudah saya pelajari adalah Marketiva; Transaksi Forex Online mensyaratkan dua aktifitas jual beli Open-Close.
    Ini tidak memenuhi syarat Spot. Trims

  42. Kebenaran says:

    Saya setuju bahwa FOREX = JUDI. Jadi, sudah jelas bahwa orang yang menganggap FOREX bukan JUDI adalah orang-orang yang perlu “dikasihani”, terutama orang-orang keras kepala seperti Ahmad Lanang.

    =================================================
    Genghis Khun: :)

  43. Jayaasad says:

    Dear Gengis kun.

    Sebenarnya semua masalah tentang forex dan ketidak fahaman anda tentang forex sudah dibahas panjang lebar oleh Pak Ahmad lanang, anda sudah mati kutu sebenarnya oleh koment2 Pak Ahmad Lanang, cuma masalahnya anda tidak mau terima dan legowo mengakui kesalahan pemahaman anda tentang forex dan berlindung dengan mengatasnanamakan pembenaran Agama , dan bagi semua pendukung Gengis kun ini , tolong baca dulu Koment Pak Ahmad lanang secara seksama agar tidak salah faham dan berfikiran secara sempit tentang forex seperti yang dialami oleh Gengis kun yang keminter , berani menjudge Halal dan Haram padahal tidak seorangpun manusia berhak memfonis secara mutlak tentang haram atau tidaknya suatu hal.

    Sekian dan terimakasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Dear mr. Jaya Asaduddin,
    Salam kenal
    Saya rangkumkan diskusi dengan Ahmad Lanang, menjadi 2 bagian sbb:
    Bagian 1:
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3812
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3817
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3823
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3824
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3825
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3826
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3827
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3828
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3829
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3831

    Diskusi di atas terlah terjadi salah pengertian, miskomunikasi dan kerancuan antara saya dengan mr. Ahmad Lanang mengenai pokok masalah yang dibahas. Saya memfokuskan diri pada FOREX ONLINE saja sedangkan Ahmad lanang membahas Forex secara umum. Akibatnya tidak berujung. Kemudian segera saya sadari, diskusi berikutnya saya ‘refresh’, tapi ternyata:

    Bagian 2:
    Terlihat upaya saya untuk memfokuskan diskusi tidak lagi ditanggapi walaupun Ahmad LAnang juga menyadari bahwa diskusi sebelumnya terjadi miskomunikasi. Dia juga tidak berani menjawab point per point agar diskusi terarah, malah Ahmad Lanang berusaha mengelak dan LARI dari masalah, sampai saya mengulang-ulang jawaban saya.

    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3831
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3832
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3835
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3836
    http://genghiskhun.com/forex-sisi-lain-mengundi-nasib-dengan-anak-panah#comment-3837

    Ringkasan pertanyaan terakhir saya tsb sangat sederhana (saya harap anda juga dapat membedakan antara Forex dengan Forex Online).
    1. Forex berbeda dengan Forex Online.
    2. Fatwa MUI: Ada Transaksi Forex yang BOLEH dan yang DILARANG. Mungkin anda (dan ustad anda) punya pendapat lain bahwa SEMUA transaksi Forex itu BOLEH? mari kita sharing di sini…

    3. Apakah FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang BOLEH atau yang DILARANG?
    Artikel saya (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa) berkesimpulan bahwa FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang DILARANG, karena FOREX ONLINE melakukan transaksi CLOSE pada saat kurs belum diketahui.

    4. Kalau anda sebut bahwa Universitas mengajarkan Forex, maka yang saya pahami adalah siswanya diajarkan praktek SEMUA jenis transaksi, baik yang dibolehkan maupun yang dilarang oleh MUI. Apa benar? Isu ini sensitif, anda harus menjelaskan lebih lanjut praktek jenis transaksi tersebut yang mana? SEMUA jenis transaksi atau tidak?

    5. FOREX ONLINE tidak ada di kitab suci, seperti halnya anda cari-cari SDSB, Jackpot, lempar dadu….juga gak ada di kitab suci. Nyatanya SDSB, jackpot itu judi.
    Maslahat SDSB itu banyak lho pak, namanya aja Sumbangan Dana Sosial.
    Dengan adanya dana yang terkumpul dipusat memudahkan untuk pembangunan dan kegiatan sosial.
    seperti yg saya sebut kemarin, berita Gatra (edisi 35 th XVI) mengupas rencana Lokalisasi Pusat Perjudian di Indonesia dengan alasan maslahat lebih besar bila dikontrol oleh pemerintah. Daripada dikelola segelintir orang.
    Tapi ingat, alasan maslahat belum tentu BUKAN MAKSIAT.
    Nah, kalo FOREX ONLINE anda sebut maslahatnya besar, itu belum tentu BUKAN MAKSIAT (alias BUKAN JUDI).

    Jadi mari kita sepakati bahwa faktor maslahat tidak bisa digunakan untuk menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan Judi. MUI telah menggunakan istilah maisir (spekulasi) dalam hal ini.
    Dan FOREX ONLINE mengandung unsur maisir saat transaksi CLOSE, karena transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.
    Anda boleh nggak setuju, silahkan sharing maisir sesuai pemahaman anda?

    ===Ingat…ingat…FOREX berbeda dengan FOREX ONLINE===

  44. Jayaasad says:

    Saya sudah membaca dengan teliti, anda adalah nara sumber , kenapa anda menjadi penannya ? dan membolak balik pertanyaan yang sama dan memplintirkanya supaya kelihatan semu dan anda yang benar memang itu keahlian anda yang sesungguhnya. yang sebenarnya sudah dijelasken Pak Ahmad Lanang sebelumnya, anda benar – benar seorang newbie yang tidak mengerti apa2 tentang forex yang hanya kenal sekilas melalui demo account. saya seorang Trader seperti Pak Ahmad Lanang , jadi tau yang sebenarnya forex itu seperti apa, tak perlu menjelaskanya lagi kepada saya , perlu anda ketahui saya tidak ada hubungan apa2 dengan Ahmad lanang saya hanya pembaca yang fair menilai.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Langsung to the point, ndak perlu muter-muter.
    Oleh karena saya newbie mohon diberi pencerahan :)
    saya ulangi lagi:
    Ringkasan pertanyaan terakhir saya tsb sangat sederhana (saya harap anda juga dapat membedakan antara Forex dengan Forex Online).
    1. Forex berbeda dengan Forex Online.
    2. Fatwa MUI: Ada Transaksi Forex yang BOLEH dan yang DILARANG. Mungkin anda (dan ustad anda) punya pendapat lain bahwa SEMUA transaksi Forex itu BOLEH? mari kita sharing di sini…
    3. Apakah FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang BOLEH atau yang DILARANG?
    Artikel saya (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa) berkesimpulan bahwa FOREX ONLINE termasuk jenis transaksi yang DILARANG, karena FOREX ONLINE melakukan transaksi CLOSE pada saat kurs belum diketahui.
    4. Kalau anda sebut bahwa Universitas mengajarkan Forex, maka yang saya pahami adalah siswanya diajarkan praktek SEMUA jenis transaksi, baik yang dibolehkan maupun yang dilarang oleh MUI. Apa benar? Isu ini sensitif, anda harus menjelaskan lebih lanjut praktek jenis transaksi tersebut yang mana? SEMUA jenis transaksi atau tidak?
    5. FOREX ONLINE tidak ada di kitab suci, seperti halnya anda cari-cari SDSB, Jackpot, lempar dadu….juga gak ada di kitab suci. Nyatanya SDSB, jackpot itu judi.
    Maslahat SDSB itu banyak lho pak, namanya aja Sumbangan Dana Sosial.
    Dengan adanya dana yang terkumpul dipusat memudahkan untuk pembangunan dan kegiatan sosial.
    seperti yg saya sebut kemarin, berita Gatra (edisi 35 th XVI) mengupas rencana Lokalisasi Pusat Perjudian di Indonesia dengan alasan maslahat lebih besar bila dikontrol oleh pemerintah. Daripada dikelola segelintir orang.
    Tapi ingat, alasan maslahat belum tentu BUKAN MAKSIAT.
    Nah, kalo FOREX ONLINE anda sebut maslahatnya besar, itu belum tentu BUKAN MAKSIAT (alias BUKAN JUDI).

    Jadi mari kita sepakati bahwa faktor maslahat tidak bisa digunakan untuk menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan Judi. MUI telah menggunakan istilah maisir (spekulasi) dalam hal ini.
    Dan FOREX ONLINE mengandung unsur maisir saat transaksi CLOSE, karena transaksi Close dilakukan lebih dulu padahal kurs-nya belum diketahui, ini berbeda dengan Money Changer yang menyepakati harga (kurs) terlebih dulu.
    Anda boleh nggak setuju, silahkan sharing maisir sesuai pemahaman anda?

    ===Ingat…ingat…FOREX berbeda dengan FOREX ONLINE===

  45. pepatah says:

    Pepatah mengatakan
    :”TONG KOSONG NYARING BUNYINYA”

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. Paludada
    Kurang tepat pak, Selain ‘tong kosong’, Pecandu Forex jg lebih tepat disebut sbg pecundang.. :)

  46. dedy says:

    forex = jualan buah

    -kemungkinan pertama (1)
    penjual buah membeli buah dari petani buah . kemudian di jual lagi oleh penjual buah dengan harga yang lebih mahal. tentunya dengan niat mencari untung. tetapi ternyata buah tersebut tidak laku lama sekali, sehingga nilai(harga) buah itu turun. ya karena mau busuk kalau tidak segera dijual . jadi mau gak mau pedagang buah harus menjualnya walau pun harga nya turun. dengan maksud untuk mengurangi kerugian .

    - kemungkinan kedua (2)
    penjual buah dapat menjual buah sesuai dengan keinginannya. (maksudnya dijual dengan harga yang lebih mahal sebelum buahnya busuk atau keadaan masih segar)
    ================================

    keadaan penjual buah ini adalah sebagai berikut
    1. adalah penjual partai besar sehingga tidak dapat langsung melihat sendiri buah nya sendiri , karena buahnya dari luar negeri.
    2 klo membeli cukup via trasfer bank. ( gak langsung duit .. masalah nya uang nya ratusan juta…. masak mau bawa uang ratusan juta kemana mana) maklum kemajuan teknologi…. apa2 cukup pake internet. gaK SAMA kayak jaman 1400 tahun yang lalu.
    ==*********************+++++++++++++++========

    keadaan ini sama saat kita main forex
    kemungkinan 1 sama dengan klo trader lagi lose
    kemungkinan 2 sama dengan klo trader lagi profit

    cuma yang di jual adalah nilai saham.
    ======================================
    manychangger = forex

    monychangger langsung pake duwit kalo forex pake internet. ( jaman sudah berubah … beli barang gak perlu lagi ketemu barang nya . cukup lewat internet barang sudah di kirim)
    ======================================================================================
    sekian , gak usah di komentari ya………. ….

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr dedy
    1. Jualan buah wajar:
    - membeli buah kemudian di jual lagi dengan harga yang lebih mahal (mencari untung). buah tidak laku? nilai(harga) buah itu turun. mau gak mau pedagang buah harus menjualnya walau pun harga nya turun (untuk mengurangi kerugian). Ini pun belum tentu terjual.

    - PArtai besar/ kecil: Harus melihat dan berkuasa atas buahnya, untuk menghindari penipuan dan agar tahu busuk/ tidaknya buah.

    2. Jualan buah ala FOREX ONLINE:
    - membeli buah kemudian LANGSUNG DILAKUKAN PEMAKSAAN TRANSAKSI jual lagi dengan harga yang BELUM DIKETAHUI (bisa untung/ rugi). Buah PASTI laku karena sudah dijual lagi, TIDAK PEDULI kondisi masih segar/ SUDAH busuk.

    - PArtai besar/ kecil: melihat buahnya (bisa ditunjukkan langsung atau cuma gambar) TAPI TIDAK BERKUASA atas buahnya, jadi ada celah untuk penipuan.


    Anda tentu bisa membedakan antara PEMAKSAAN vs ikhlas, PASTI terjual vs belum tentu, kuasa vs TIDAK BERKUASA, harga jelas vs TIDAK jelas.
    trims

  47. beno says:

    hmm…dari comment2 semua yang diatas baik yang mengiya-kan bang genghis khun, atau yang menyalahkan, ane sendiri bisa nyimpulin,..padahal ane baru mau nyoba2 forex, darisini jadi jelas semua, sampe dari pengalaman2 sang expert bang ahmad lanang..mending bisnis tanah ajadah, paling banter jualan ketoprak..ini itu nya jelas, darimana kemananya juga jelas..toh temen ane yg ngikutan bisnis ini bilang, emang judi,dengan penjelasan exs mahasiswa perbankan-nya.. dia tau tapi tetep dilakuin, terpaksa katanya, nambah penghasilan..thx buat komentator expert ala forex sama bang genghis khun…mata ane jadi kebuka, dari yg tadinya merem melek, dari yg bener2 ga tau dan mau tau, jadi jelas..ditambah marketing forex yg tempo lalu nilpun jelasin sana sini…makin jelas semua, thx all…ane mau jualan ketoprak aja lah..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Semoga kita semua diberi rizqi yg halal. amiin

  48. ryan says:

    Sebelum judi itu diperdebatkan, coba anda definisikan dl apa itu JUDI?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. Ryan
    Silahkan berkunjung ke artikel berikutnya; disana dibahas tuntas definisi Judi dll di:
    http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa

  49. ryan says:

    Sebenarna saya gak tau apa itu forex , tp membaca tulisan rasanya jadi sedih sesama muslim kok bisa berbeda penafsiran yang berkepanjangan.. (gak cm disini aja)..

    Judi adalah watak taruhan, tp sering kali hanya diunsurkan kedalam uang.. Padahal jika kita pikir rasional sebenarnya bukan hanya itu saja.. Nyawa jg bisa kita perjudikan..
    Tanpa kita sadari kapan pun dan dimanapun kita bisa dikatakan berjudi, jika kita masih menggunakan watak taruhan..

    So, bisa dikatakan judi tinggal pelakunya saja.. Bagaimana dia melakukannya..

    Kasus ini masih misteri dmana mana.. Kalo emang dilarang,mengapa ini menjadi sorotan ekonomi besar di seluruh dunia? Umumnya pemerintah.. Masak pemerintah seluruh negara di jagad raya ini setuju dengan perjudian besar tersebut? (kayak gini yg bikin membingungkan).

    =================================================
    Genghis Khun:
    Kutipan salah satu definisi Judi:
    Menurut Ibrahim Anis dkk dalam Al-Mu’jam Al-Wasith hal. 758:
    “judi adalah setiap permainan (la’b[un]) yang mengandung taruhan dari kedua pihak (muraahanah)”.

    Terlihat jelas ada dua pihak. pihak ini manusia vs manusia, bukan dengan hewan atau dengan Tuhannya.

    Misalnya Judi Sepak Bola, judi ini dilakukan dengan Ilmu, misalnya analisa dari segi pemain, membandingkan kedua kesebelasan dsb.

    Atau anda punya definisi sendiri mengenai Judi dan watak taruhan?
    BAgaimana dengan fatwa MUI yg melarang 3 jenis transaksi Forex sedangkan hanya satu jenis yg halal?

  50. ryan says:

    Maaf pak, anda sangat kaku.. Memang benar penjelasan anda , tp itu di lingkup yang sempit..
    Makanya pembahasan ini gak akan selesai, karena anda justru memperpanjang bukannya menyelesaikan.. Pertanyaan dan jawaban gak ada yg coocok.. Contoh sering dibalas contoh yg lain lagi.. Trs kapan selesainya..

    Kepercayaan jika di perdebatkan gak ada selesainya pak.. Jika kita masukan logika di dalam nya tanpa memihak itu bisa benar semua.. Dan kalau dibiarkan terus akan menimbulkan perpecahan..

    Jika anda merasa itu judi ya sudah gak usa dilakukan , tp kalau ada yg bilang tidak judi ya biarin aja.. Saya contohkan yg punya ustad diatas td.. Toh dia gak sembarangan memilih.. Dia jg melakuan studi banding.. Kalau sudah berkeyakinan tersebut ya sudah biarkan saya..
    Seperti makan,ada kan yang bilang harus dikunyah beberapa kali.. Ada jg yg bilang di kunyah sedikit aja gpp… Sama2 makan tp beda aturan.. Yang penting kan itu bukan perbuatan terkutuk seperti membunuh, yg sudah pasti kita semua tidak akan setuju..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Penentuan judi/ bukan judi itu ada DASAR & RUJUKANNYA (bukan dari perasaan/ keyakinan pribadi, atau mungkin wangsit atau malah bisikan-bisikan ghaib).
    Ok, To the point saja; bagaimana Prinsip anda, yang tidak kaku & dlm lingkup yg tidak sempit, untuk membedakan sesuatu itu judi atau bukan judi?
    mari kita sharing … :)

  51. ryan says:

    Apa dasarnya? Agama? Siapa yg buat agama? Kenapa anda pilih islam bukannya kristen atau budha?
    Pernah ketemu ma tuhan? Emg bisa dilogika? Toh akhirnya keyakinan kan yg menjawab? Apa semua itu bukan dari keyakinan? Justru kehidupan itu penuh dgn keyakinan..

    Jika si A tidak makan daging babi, sedangkan si B makan babi.. Apa yg membedakan meraka padahal sama2 manusia? Karena dari dasar pemikiran kah? Atau dpt rujukan dari dokter masing2?
    Karena keyakinan lg kan? Si A sadar di ajarannya tidak diperbolehkan makan babi, tapi apa ada yg salah buat si B jika dia ternyata diperbolehkan d ajaran dia?

    Menurut saya kasus diatas hampir sama dengan hukum poligami (ini ibarat lho gak usa diperpanjang nantinya).. Islam memboleh kan untuk berpoligami.. Tapi apakah anda yakin semua wanita muslim mau di poligami? Suruh mereka jujur di dalam hatinya, apa mau? Kalo gak mau trs kita ngeyel karna kita tahu kalo itu boleh,apa kita salah? Trs jika akhirnya istri kita sakit hati dll,gak bisa sepenuhnya ikhlas apa kita tega gt aja?
    Yah tinggal orangnya sih.. Tapi disini PERASAAN kita pakai..

    Saya bukan pembisnis forex , saya hanya ekonom yg masih d level rendah… Tp disini saya diajarkan semua tentang ekonomi termasuk yang anda katakan judi datas.. Maklum kan saya bingung, kenapa bisa hal buruk jd kurikulum? Kecuali saya diajarkan membunuh dan teman2nya,malah saya gak bingung.. Karna pasti uda banyak yg demo dan tuntutan dimana mana :D

    Dan yang saya tahu, forex,saham,dll yg prosesnya sama dengan forex online itu sangat berpengaruh di dunia.. Perputaran uang yang begitu besar..
    Coba aja pak usulkan untuk ditutup semua.. Kita pakai pasar tradisional lagi kayak dl.. Tar boncengan naik UNTA deh sama saya :D .. hehehe… Tp waktu naik unta jgn diajak debat ya.. Wkwkwkwkw…

    Uda deh sepertinya tak ada habisnya jika terus menerus dibahas kalo seperti ini.. Saya ngalah saja, anda benar dan peganglah keyakinan anda itu.. Yg penting jgn sepihak, pikirkan yg lain jg..
    Dan lebih bagus lagi anda membahas tentang tema ke ikhlas an hati, haji/umroh, tenang hati dengan sholat , ide baru atau apalah yg sejenisnya.. Bukannya seperti ini… Langsung ketemu aja sulit membahas seperti itu,apalagi lewat cyber..

    Good Luck buat anda.. BYE……BYE……

    =================================================
    Genghis Khun:
    Anda sekarang belajar ekonomi, tentu dulu pernah belajar agama.
    JAdi nggak perlu heran bila forex yg buruk diajarkan, karena hal2 buruk dalam agama juga diajarkan (misalnya judi). Diajarkan mksudnya agar bs membedakan baik/ buruk, bukan agar dipraktikkan :)

    So, To the point saja; bagaimana Prinsip anda, yang tidak kaku & dlm lingkup yg tidak sempit, untuk membedakan sesuatu itu judi atau bukan judi?
    Bila kesulitan bs minta bantuan teman, jangan sungkan-sungkan :)

  52. edo says:

    Super sekali komentar rekan2 semua, sampai capek scollnya.
    Terimakasih Pak Genghis Khun sebagai pemilik blog,
    karena telah membuka wawasan bagi saya.

  53. Luca Blight says:

    Akhirnya ketemu juga blog ini.
    Ehh, tampaknya komen2 saya sudah di hapus atau saya salah masuk ruang diskusi ya..hahahaha
    Soalnya saya cari2 di smua postingan anda tentang forex gk ada.. :(

    Dan tampaknya anda masih tetep berkeras hati ya..^_^

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salah masuk bos, komentar anda terakhir di sini:
    http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-28239
    dan alhamdulillah belum ada komentar2 yg diapus
    Mari kita lanjutken.. :)

  54. Luca Blight says:

    sori bro, aku kemaren sibuuk banget dan lupa ane bookmark blog ini..^_^
    Tapi aikhirnya ketemu juga..

  55. ibrahimovk says:

    assalamualaikum warrahmatullahi wabarakaatuh…
    Alhamdulillah setelah saya baca diskusi ini, sangat lah menarik untuk disimak…ini telah memberikan pengetahuan dan keyakinan yang cukup mendalam bagi saya melihat sisi pandang terhadap forex…
    saya bukanlah seorang yang pro/kontra tentang halal/haram nya forex, namun setelah baca dari atas sampai bawah, saya menarik kesimpulan disini tidak akan terjadi satu persamaan pemahaman karena memang antara admin dan para trader sudah mempunyai dasar2 nya masing2 yang kuat, nahh,,, berdasarkan diskusi yang panjang lebar dan tiada henti nya ini, saya hanya memberikan saran (jika berkenan)… bagaimana pihak MUI (yang kita hormati dan junjung tinggi atas keputusannya) yang mengeluarkan fatwa ini memberikan kejelasan sejelasnya dalam memberikan fatwa ini, semisal :

    ” Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
    … dst”

    kita harapkan MUI juga memberikan footnote atau penjelasan yang mendalam dan detail tentang teknis pelaksanaan apa yang “boleh” dan “tidak boleh” dalam transaksi spot tersebut, misal trading yang dilakukan individu live forex ini dengan tegas diputuskan “BOLEH” / “TIDAK BOLEH”, ini dimaksudkan agar pemahaman “boleh” dan “tidak boleh” nya transaksi spot tidak melenceng kemana-mana dan tidak menimbulkan persepsi yang beragam,, insyaallah… apabila ini sudah diputuskan dan dijelaskan secara mendetil, tidak akan ada lagi debat/diskusi yang menyita waktu, dan polemik halal / haram tidak akan ada lagi, atau minimal setiap orang mengetahui nya, baik dari kalangan Profesional atau pun orang awam seperti saya,,,
    Demikian saran ini saya utarakan, demi kemaslahatan umat muslim seluruhnya insyaallah jalan menuju ridha-Nya selalu terbuka,,,
    kebetulan hari ini adalah Maulud Nabi Muhammad Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam,, Salawat serta sala mari kita panjatkan kepadanya,,, untuk menuju ridha-Nya,,
    Terima kasih admin,, terima kasih Traders…
    Assalamualaikum warrahmatulaahi wabarakaatuh

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
    Salam kenal pak ibrahimovk
    Baca juga di http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa
    dan di
    http://genghiskhun.com/trading-emas-online_cara-baru-memperjudikan-kurs-emas

    Btw, boleh tahu dasar para trader yg kuat itu yg mana ya?
    Semoga kita semua mendapat rizqi yg halal.. amiin

  56. pendekar says:

    kwkw forex memang judi lah saya aja dah belajar 3 tahun coba ja cari system forex yang probalitasnya di atas 55 perssen konsisten jika memang ada berarti anda setengah dewa.

    tapi ga menutup kemungkinan kalau judi juga sebuah pekerjaan kalau di lakukan profesional. secara hitung hitungan saya probalitas dalam forex adalah 50 banding 50 gak akan bisa di rubah pakai cara apapun. yang terpenting adalah ketahanan modal. itu juga bagaikan menyimpan bom waktu di perut . selamat trading..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. Maulana Kamal
    Hehe… sepakat.
    Maksiat dan kejahatan profesional sudah biasa dan makin hari makin banyak :)

  57. barca says:

    sebenarnya ini pembahasan yg sangat2 menarik dan saya benar2 ingin tau serta meyakinkan hati saya sendiri. terus terang saya masih bermain forex online sampai sekarang. landasan berpikir saya. forex online ini tidak dapat di masukkan sebagai akad bai’ sebagaimana istilah2 yg berlaku dalam forex online (spi buy&sell). hal semacam ini wajar dan banyak ditemukan dalam literatur islam (kitab kuning). kembali pada landasan saya yg bener2 ingin saya uji benar salahnya.. saya menganggap forex online ini adalah musyarokah/kongsi/serikat. dimana semua uang yg telah kita depositkan adalah sbg dana talangan apabila nilai yg kita akadi u’ dipertahankan(open posisi) bergerak melawan kita. mengenai judi tidaknya..saya yakin ini bukan judi. sedang mengenai hukumnya haram(bukan sebab dia judi)/ tidak ini yg masih saya ingin uji..

    Genghis Khun:
    Salam kenal Barca
    Karena Forex Online adalah Jual Beli maka;
    Pertama kita harus faham syarat sahnya jual beli.

    Kedua kita telaah fatwa MUI, yg berbunyi:
    ….
    Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing
    1. Transaksi Spot…halal..(telah jelas)
    2. Transaksi Forward, ….dst.. Hukumnya adalah haram, …dst…
    3. Transaksi Swap, …dst..Hukumnya haram,….
    4. Transaksi Option, ….Hukumnya haram, ….”

    Baca selengkapnya di: http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=82&Itemid=90

    Ketiga, kita telaah mekanisme transaksi Forex yg kita ikuti, bila tidak memenuhi syarat SPOT ya ndak perlu diikuti. :)
    Syarat SPOT baca lagi artikel di atas

  58. tri says:

    ahli hukum islam bukan….,

    ahli keuangan juga bukan…,

    tulisan ane jadi mengingatkan ane dengan Haji Muhidin..,

    hanya satu yang ingin ane komentari. “Tahu sedikit emang menyesatkan”

    Please belajar bro, supaya tulisan ente lebih berarti, Maaf ya, Good luck.

    Genghis Khun:
    Salam kenal Tri
    trims telah mampir :)

  59. tri says:

    tulisan ente maksudnya,heee

    ngga usah dibales ngga apa2 bro, ane hanya kebetulan mampir dan kayanya ini juga sekali2nya ane mampir.

    Genghis Khun:
    Salam kenal Tri
    trims telah mampir :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Genghis Khun

    Paranoid Dalam Mengais Rizqi...


    Nyari Theme BLOG WORDPRESS bagus??

  • Tulisan Terbaru

  • Genghis Khun's Profile
    Genghis Khun's Facebook profile
    Create Your Badge ExitJunction.com  - Make Money From Your Exit Traffic!


  • Masukkan Code ini K1-1E255B-E
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • CARI DUIT

    Adf.ly
    Buy Text links www.cashnhits.com
    Kumpulblogger
    Rumahweb
    Clixsense
    Exitjunction
    BidVertiser

    Earn money from your website/blog. Get paid through PayPal Buy and sell Text Links Blog Terbaik
    Yuk.Ngeblog.web.id

    make money with your web site

    GoBlog Theme Banner 125x125

    Media Penyimpanan Dunia Maya: DropBox
  • Fan Page