Pertama melihat Gus Nur, saya merasa pernah ketemu dengan orang ini, atau entahlah mungkin sekadar DeJa Vu saja..
Jika beliau mengatakan bahwa sekitar tahun 1998-an masih berada di Probolinggo, maka kemungkinan memang pernah ketemu. Wallahu a’lam
Tahun 1995-1996, Saat itu saya masih SMA bonek yang sering keluyuran (Bondho Nekat; modal nekat), sempat menumpang nginap beberapa hari di sebuah masjid kecil di kota Probolinggo.


BATASAN ISTILAH
Saya memakai istilah Da’i bagi orang yang tak cuma taubat saja, tetapi juga bertaubat sambil aktif melakukan Syiar.
Tanpa Tedeng Aling-aling artinya Tak ada yang ditutup-tutupi.

Saya juga tetap memakai istilah “Gus Nur” karena ini nama ngetren-nya.

Gus Nur, atau Sugi Nur Raharja atau Sugik atau Cak Nur atau Bang Nur, bicaranya ceplas ceplos tanpa beban, mengkritik ini itu, kebijakan ini itu dan lain-lain. Sampai akhirnya yang menghebohkan; yaitu berani mengkritik Presiden Jokowi.

Luar Biasa, membuat saya menaruh respek terhadap orang ini…

Saking ceplas ceplosnya, tentu saja membuat merah telinga.
Dan Ini yang tidak saya sukai dari beliau.
Seperti pada umumnya nasehat, kalau caranya tidak pas, tidak luwes, tidak lemah lembut atau lemah gemulai, hanya akan membuat emosi pihak yang kita nasehati.

Akhirnya bisa diduga, pihak yang dinasehati dan tak terima ceplas ceplosnya lantas bereaksi.
Sayangnya reaksi yang muncul malah lebih buruk dari yang hendak dilawan, yaitu upaya mencari kebusukan/ keburukan Gus Nur.
Tujuan untuk menjatuhkan pribadi (Character assassination)/ prasangka buruk dan lain sebagainya. Tidak berupaya membahas to the point, mencari tahu, eksplorasi ucapan Gus Nur, lalu menyiapkan bantahan dari setiap argumen Gus Nur.

“(Mereka..) Kalau nggak meng-Ghibah ya fitnah saja. Cuma itu..” ujar Gus Nur santai.

Padahal menurut Gus Nur, beliau berusaha menjadi baik karena sudah insyaf dari kebobrokan-kebobrokan masa lalunya.

“Tapi kalau mau mengungkit-ungkit terus kebobrokan, istilahnya makan bangkai ya silahkan..” lanjutnya

Nasehat adem terhadap Gus Nur muncul dari seorang Santri NU bernama Zabidi Said di channel Youtube Islam Bersatu.

Saking kontroversialnya dan mengaku-aku sebagai murid Cak Nun, akhirnya diundang langsung ke pengajian Maiyahannya Cak Nun (Emha Ainun Najib).

Tabayyun di pengajiannya. Mungkin sekitar tahun 2017 – 2018

Cak Nun hanya berujar;
“Teruskan Perjuanganmu..”

RIWAYAT HIDUP GUS NUR
Berikut ini riwayat Hidupnya yang saya rangkum dari berbagai sumber. Sumber terbanyak adalah dari Cahnnel-nya sendiri di Youtube: Munjiat Channel. Mohon dikoreksi jika ada kesalahan.

Riwayat Hidupnya amatlah berbeda dengan pada umumnya yang biasa hidup nyaman. Silahkan disimak;

Kelahiran di Bantul, Yogya 11 Februari 1974

Hidup kekurangan dan tidak mengenyam pendidikan.
Umur 7 tahun berkelana ikut orang tua sebagai pemain Debus, Penjual Obat dan Pawang Ular.
Atraksi-atraksi banyak dikuasainya semisal;
– Mandi Air keras
– Dikubur hidup2
– Diseret kecepatan tinggi
– berkelahi dengan mata tertutup lawan samurai.

Ilmu jahiliyah; Nyopet, gendam, jin.
Jika lapar ke Warung untuk meminta makan dengan membantu mencuci piring dulu.

Bermukim e Probolinggo;

Masih bergelut di dunia hitam, Nggendam, Menipu orang, Pedagang Obat.

Tahun 1991, Usia 17 tahun menikah dengan janda, kemudian nantinya bercerai.
Mulai terpengaruh pemikiran Cak Nun, Sering ikut pengajiannya, bahkan menyempatkan mengunjungi Rumah Cak Nun di Yogyakarta.

Tahun 1995 mulai suka menulis, tulisan dicetak sendiri.

Sekitar Tahun 1997, Sempat dekat dengan Keluarga Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Pasuruan.
Jadi Tukang Foto Keliling.
Jadi Paranormal, Dukun, Kyai Palsu.

Mulai Bertaubat (Gus Nur menyebut dengan istilah Hijrah) dan mengaji
berguru ke Ust Ahsan Bashori dari Kraksan.
Berguru ke Ibu Tri lalu Ust Darudin, Pengajar di Madrasah Sumber Lele Kraksan
Berguru ke ust. Abdul Karim alm (muadzin masjid Agung Probolinggo)
Berguru ke Ust Syamsul Ma’arif
Berguru Qari’ ke Ust. Imamuddin dan Ust. Khodir

Guru Sufi ke Ust. Masruri dari Teluwak, Pati

Tahun 1998 merintis Dakwah dalam Kubur, yaitu Dakwah/ memberi ceramah dengan cara dikubur.
Saya membayangkan saat Dakwah Kubur, betapa panas dan gerahnya berada dalam timbunan Tanah.
Resiko lain, hypoksia sampai dengan meninggal dunia.
Ini contohnya;

Masa domisili Bali;
Mendatangkan pengajian Cak Nun dan Kiai Kanjeng ke Bali (komunitas Orang Minang_umumnya Pedagang Nasi Padang).

Masa di Palu
Mendirikan Pesantren Karomah 13

Pekerjaan saat ini;
Ustadz dan Pengelola Pesantren Karomah 13

Usaha:
Travel Umroh
Produksi Tas Kulit untuk TKW
Cafe Jamu Karomah 13
Property Syariah di Garut

Untuk mendengar ceplas ceplosnya bisa di lihat di channel Munjiat.

Sempat ditawari ngisi di sebuah stasiun TV, mengajukan syarat;
– Tanpa Make up
– Tanpa yel-yel
– Tanpa penonton artifisial/ palsu.

Akhirnya batal tampil karena pihak TV yang keberatan.

Ini contoh Kegiatan rutinnya;
“Kamis minggu pertama tiap bulan, rutin mengisi ceramah Radio El Victor Surabaya, tanpa amplop, beli tiket sendiri Jakarta – Palu, hotel bayar sendiri”

Ajakan Mubahalah bagi yang memelihara prasangka terhadap dirinya
Gus Nur menyatakan tidak mencari Uang di wilayah Agama dan menantang mubahalah bagi siapa saja yang tidak mempercayai ucapannya.

“Kalau saya terima uang satu peser saja dari hasil lelangan itu (di Korea) Rp.230juta, maka tujuh turunan saya akan dimiskinkan oleh Allah…”

Ajakan Mubahalah lainnya;
“Atas Nama Al Quran, saya mengimaninya dan Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa penguasa saat ini Curang, munafik, dholim”

SARAN Untuk Gus Nur
Saya, Genghis Khun, salut atas keberanian dan Nyalinya.
Tapi ada 1 (satu) hal yang tidak saya SUKA, yaitu misuh-nya (umpatannya)

Jadi saran saya untuk GUS NUR;
Agar menghilangkan misuh atau umpatannya, walaupun bagi beliau ini adalah ciri khas Jawa Timur, ciri ceplas ceplosnya, tapi sayangnya ada ayat khusus di Al Quran ditujukan bagi orang yang suka mengumpat; yaitu QS AL HUMAZAH (PENGUMPAT) Ayat ke-1

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,”

Al Quran Terjemah Depag Integrasi Google Maps. Download Gratis di sini.

Sekian dan Hormat saya untuk Gus Nur; Da’i Tanpa Tedeng Aling-aling
Sadhumuk Bathuk Sanyari Bumi
(hanyalah seorang manusia, single fighter, tapi mampu membuat geger “dunia persilatan”)

Genghis Khun
Pemilik Channel Youtube Genghis Khun

Lihat Lebih Lanjut:
Channel Munjiat: https://www.youtube.com/channel/UCCijlzyzld_HCUNBzuUN8fg
Channel Islam Bersatu; https://www.youtube.com/channel/UCQRnchRQO3271SZeGyQf4AA
https://en.wikipedia.org/wiki/Character_assassination

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *