" />

Pasir putih P. Dodola: Unggulan Sail Morotai 2012

Menjelang Sail Morotai 2012 yang dicanangkan oleh pemerintah, penulis berkesempatan mengunjungi lagi daerah ini untuk yang ke-empat kalinya. Sekaligus untuk melihat persiapan apa saja yg telah dilakukan oleh pemda setempat dalam rangka event besar tersebut.







Perjalanan pertama bersama pak Kifli, hanya menyusuri kawasan kota Daruba, memasuki bandara Pitu kawasan TNI AU, hingga Ujung Tanjung Deheg Ila, yaitu daratan menjorok ke Selatan, lalu menyempit berujung pantai dimana pengunjung bisa menikmati Sunrise hingga Sunset!


Perjalanan kedua, bersama rombongan dari pegawai pemda setempat. Kisahnya baca di http://genghiskhun.com/i-shall-return

Perjalanan ketiga, bersama bu Islamiyah Samaun dan dr. Nina Zabrina, mengunjungi pulau Dodola dan pulau Zumzum. Sayangnya saat itu permukaan air laut sedang pasang naik, sehingga jembatan pasir putih pulau dodola terendam air.

Perjalanan kali ini, 24 Februari 2011, rencananya hanya ke pulau Dodola dan jalan-jalan di kota Daruba saja.

Berbeda dengan perjalanan sebelumnya yang masih bujangan, kali ini sudah disertai keluarga kecil; permaisuri dan little princess yang lucu menemani Ir. Faried Thalib dan istri (bu Yuni) disela-sela kesibukannya mengurusi pembangunan Rumah SAkit MER-C di Galela dan di Gaza Palestina.
Packing pagi sekali untuk mengejar speed boat yang berangkat pukul 08.00 WIT dari pelabuhan Tobelo.

Perlu diketahui akses ke pulau Morotai bisa ditempuh dengan perjalanan Laut dan Udara;

Jalur Udara
Dengan pesawat Hercules milik TNI AU dari bandar udara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Berangkat dua kali dalam sebulan, pesawat logistik milik TNI ini kalau tidak salah transit di Malang, Makassar, Morotai lalu Biak.
Jangan membayangkan tempat duduk nyaman dalam pesawat ini karena anda akan berhimpitan dengan barang-barang :)

Jalur Laut
Jalan laut ditempuh dengan tiga pilihan;
1. Dengan Speed boat cepat atau Kapal kayu yang bergerak lamban dari pelabuhan kota Tobelo,
Dengan speed boat, bisa ditempuh selama satu setengah jam, kalau dengan Kapal Kayu Kira-kira 4 jam.

2. Kapal Ferry, yang berjalan lebih lamban lagi, dari pelabuhan Gorua, Tobelo.

Tobelo merupakan ibu Kota Kabupaten Halmahera Utara, berada di pesisir Timur pulau Halmahera, 4 jam perjalanan darat dari Sofifi, ibu kota propinsi Maluku Utara.

-

Di pelabuhan sudah ada speed boat berkapasitas 40 penumpang sedang parkir (ngetem). Tiket biasa adalah Rp. 45.000 dan saat itu sudah ada 17 penumpang termasuk kami. Bila penumpang bersepakat untuk langsung berangkat, tarif per orang menjadi Rp. 100.000.
Kami dan lainnya menyepakati tawaran tarif terakhir, maka speed boat pun meluncur membelah lautan. Saat itu pukul 09.30 WIT.

Di tengah perjalanan, sempat terlihat kawanan lumba-lumba melintas, mengingatkan penulis 5 tahun yang lalu di selat yang menghubungkan antara pulau Ambon dengan pulau Seram. Saat itu kawanan lumba-lumba melintas sangat dekat memotong jalur speed boat. Maha Suci Allah… Sungguh pemandangan yang sangat cantik!

Tidak sampai satu setengah jam, speed sudah merapat di pelabuhan Daruba, pulau Morotai. Sekilas tampak beberapa perubahan; lokasi pelabuhan telah di alihkan ke selatan dari tempat sebelumnya. Juga mulai nampak bentor (becak motor) berseliweran. Kami segera memesan dua bentor untuk menuju Penginapan muslim milik Hj. Fatma, tempat langganan penulis, saat menginap pada kunjungan sebelumnya. Tarif kamar biasa Rp. 150.000 per hari, AC Rp. 200.000,-

Menuju ke penginapan, ada seseorang berteriak memanggil nama penulis.

“Pak Doook..!!”

Penulis menoleh, ternyata Riswan yang menjadi pegawai honorer di salah satu Instansi pemerintah. Alhamdulillah Allah memudahkan dengan mengirimkan guide gratisan :D
(Tokoh Riswan ini pernah muncul di artikel sebelumnya yaitu http://genghiskhun.com/membuat-box-bayi-portable-sederhana-portable-baby-box)

Setelah menaruh barang-barang di kamar, kami segera mengunjungi dinas Pariwisata untuk mencari perahu yg akan mengantarkan berkeliling di perairan Morotai.

Tersedia perahu katinting bermuatan 4 orang dengan harga sewa Rp. 500.000,-, jelas tidak cukup untuk mengantarkan kami (total berlima ditambah Riswan). Kami menuju pelabuhan lagi untuk mencari perahu milik penduduk setempat. Akhirnya deal dengan pemilik speed boat penumpang, biaya sewa disepakati Rp.800.000,-

Ba’da shalat dhuhur (dijamak ashar) dan makan siang kami lalu berangkat, saat itu kira-kira pukul 14.00 WIT. Kami pesan bentor lagi menuju pelabuhan, oiya biayanya Rp. 3000 jarak dekat, Rp. 5000 jarak jauh. (Ukuran limit jauh-dekat jangan tanya ke penulis ya…)

Speed boat ternyata sudah siap. Maka demikianlah, Speed boat berkapasitas 40 penumpang hanya dinaiki oleh 6 orang (kami, Riswan dan temannya) ditambah kru Speed boat.

Setelah melewati pulau kecil-kecil di sepanjang perjalanan, diiringi deburan ombak dan burung-burung laut yang berterbangan, sampailah pada suatu pemandangan hamparan pasir putih memanjang menghubungkan antara dua pulau; itulah pulau Dodola! pulau wisata bagi tentara sekutu pada masa Perang Dunia ke-2.

“Maa syaa Allah”, sungguh kebesaran Allah…pulau yang benar-benar indah dengan airnya yang jernih. Tidak ada lagi kata-kata yang bisa digunakan untuk melukiskan keindahan pulau ini…

Yang merusak pemandangan hanyalah rumah papan/ villa yang berdiri tak terawat.
Ir. Faried Thalib, yang biasa bepergian ke luar negeri, terlihat benar-benar ceria. Bisa menjadi rujukan bagi kami dan kita semua; bahwa diantara daerah-daerah yg pernah dikunjungi oleh beliau, pulau Dodola punya daya tarik tersendiri :)

Menjelang sore kami pulang sambil mampir dulu ke pulau Zumzum, di mana terdapat bunker, markas komando dan persembunyian Jenderal Douglas MacArthur, pemimpin sekutu wilayah Asia-pasifik dalam Perang Dunia ke-2.

Di tempat ini telah dibangun Monumen patung MacArthur setinggi dada yang sudah dalam kondisi memprihatinkan; cat terkelupas dan tangga naik sudah hancur. Oiya kalau ke pulau ini jangan lupa membawa obat nyamuk lotion, sebab nyamuknya banyak dan ganas.

Tidak adanya peta penunjuk ke arah Bunker yang berada di tengah pulau membuat kami sedikit kecewa dan bertanya-tanya, apa benar ini persiapan Sail Morotai 2012?

Malam harinya, kami berkunjung ke rumah salah satu tokoh masyarakat; Ahmad Syakir, salah satu penggagas pemekaran Morotai menjadi Kabupaten tersendiri. Dari hasil perbincangan terasa ada nada pesimis dibalik optimis dan semangatnya membangun morotai. Ini tentu terkait dengan permasalahan yang ada diluar jangkauan pemahaman kami.

Malam semakin larut, para istri kembali ke penginapan, sedangkan penulis dengan Ir. Faried Thalib berlari lari kecil, disela-sela gerimis, menyusuri jalanan kota Daruba mencari makan di kala sudah banyak toko dan warung sudah tutup. Beruntung ada warung Seafood masih buka, Warung Bumi Moro yang dikelola oleh pendatang dari Lamongan. Kami segera memesan Ikan Kakap merah dan Kerapu goreng untuk dibungkus.

Selama menunggu ikan dimasak, Ir. Faried Thalib sempat ketiduran di kursi tunggu, sungguh kenangan yang tak mungkin terlupakan…

SAIL MOROTAI 2012
Sail Morotai 2012 direncanakan akan menjadi suatu ajang besar yang mengunggulkan wisata bahari dan wisata sejarah mengenang Perang Dunia ke-2; akan dibuat film dokumenter (history of Morotai), kerja sama dengan Christine Hakim sebagai duta Dana Anak PBB (Unicef), dan pembuatan buku “Morotai: Mutiara di Bibir Pasifik yang Terlupakan”. Mengajak negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia ke-2, serta akan diramaikan oleh atraksi TNI AU.

Berikut ini daftar lokasi wisata yang perlu dikunjungi jika anda berminat ke Morotai:
1. Penyelaman : Wawama, Totodaku, Mira, Buhobuho, dan laut di antara Dodola dengan Kelerai untuk melihat bangkai-bangkai pesawat dan kapal yang karam semasa PD II. Taman Laut untuk melihat panorama bawah laut.

2. Bandara Pitu Strep dengan tujuh landasan, di Desa Wawama. Saat ini landasan yang dipakai hanya dua. Satu landasan untuk landasan pacu dan satu lagi untuk apron atau tempat parkir pesawat. Pada masa itu, bandarudara Pitu Strep begitu sibuk dengan seliweran lebih dari 200 pesawat tempur.

3. Air Kaca, tempat mandinya Jenderal Douglas MacArthur.

4. Gua Nakamura, tempat persembunnyian seorang tentara Jepang bernama Nakamura selama 30 tahun yakni dari 1945 sampai 1975. Tentara ini baru mau keluar dari tempat persembunyian setelah tim pencari menyanyikan lagu Kimigayo, lagu kebangsaan negara Jepang.

5. Musium Mini, Museum swasta yang dikelola oleh penduduk setempat yang peduli dengan sejarah Morotai. Jangan kaget bila bangunan musium ini hanya 3×3 m persegi berdinding kayu!

6. Tanjung Deheg Ila, pantai dimana pengunjung bisa menikmati Sunrise hingga Sunset!

Oleh-oleh: Kerajinan besi putih berupa kalung, gelang, anting. Juga ikan asin khas morotai.

Genghis Khun

Rujukan:
1. http://travel.kompas.com/read/2011/02/19/14210145/Pulau.Surgawi.Itu.Bernama.Dodola.
2. http://www.detiknews.com/read/2011/02/11/145253/1569476/10/sail-morotai-2012-nostalgia-perang-dunia-ii
3. http://travel.kompas.com/read/2011/02/18/08501160/Mencari.Sosok.Jenderal.Cangklong
4. http://www.inilah.com/read/detail/9180/obyek-wisata-sisa-perang-dunia-ii-di-morotai/
5. foto morotai jaman perang: http://forum.detik.com/battle-morotai-1944-t53911.html
6. http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=13699&Itemid=825








You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
5 Responses
  1. bayu says:

    gambarnya sedap, pantainya alami.
    salut pada nakamura!

  2. Fio.Tour says:

    Permisi, salam kenal sebelumnya.
    Saya Hafid dari anggota KIT (Kaskus Indonesia Traveller).
    Saya sangat tertarik dengan hasil ekspedisi yang anda lakukan di Pulau Dodola, Morotai.
    Mungkin anda bersedia memberikan info detail kepada kami tentang detail akses dan rincian biaya yang harus di keluarkan untuk menuju ke pulau tersebut.

    Disini kami juga sangat berharap anda dapat memberikan info-info yang kiranya dapat di persiapkan untuk menuju akses pulau dodola tersebut.

    Terima kasih atas kerja samanya.

    Regards,

    Hafidz
    Kaskus Indonesia Traveller

  3. sadam conoras marsaoly says:

    saya suka skalii dengan pulau dodola….. saya orang tidore suatu saat saya akn kesana di dodola

  4. Arfandi Iskandar Alam says:

    Elegan Memang Morotai, Terlihat Jelas Kalau Pulau Ini Memiliki Banyak Keragaman Baik Dari Sisi Perikanan, Pariwisata Maupun Peninggalan Sejarah. Saya Sudah Dua Bulan Di Morotai, Samapai Saat Ini Saya Lihat Sendiri Sisa2 Rangkaian Peluru Peninggalan Amerika Dan Jepang Ditemukan. anehnya lagi, waktu saya mancing tepat di dermaga Ferry Desa Pandanga-Juanga, niatnya mancing ikan, eh sumpah tapi yang saya dapat malah Lobster ( UDANG Besar ) beratnya kurang lebih mencapai 1 KG. hebat memang ni pulau. sayangnya Pemerintah Pusat terkesan lepas tangan dengan pulau ini. saya takut nanti kalau pulau ini dijadikan sebagai persoalan caplok mencaplok antar batas wilayah dengan negara lain aja. mudah – mudahan di perhatikan. THE BEST FOR MOROTAI ISLAND.

  5. Adine says:

    Permisi Pak.. Mohon izin copy beberapa bagian pentingnya untuk kebutuhan publikasi.. Terima Kasih..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Silahkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Genghis Khun

    Paranoid Dalam Mengais Rizqi...


    Nyari Theme BLOG WORDPRESS bagus??

  • Tulisan Terbaru

  • Genghis Khun's Profile
    Genghis Khun's Facebook profile
    Create Your Badge ExitJunction.com  - Make Money From Your Exit Traffic!


  • Masukkan Code ini K1-1E255B-E
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • CARI DUIT

    Adf.ly
    Buy Text links www.cashnhits.com
    Rumahweb
    Clixsense
    Exitjunction
    BidVertiser

    Earn money from your website/blog. Get paid through PayPal Buy and sell Text Links Blog Terbaik
    Yuk.Ngeblog.web.id

    make money with your web site

    GoBlog Theme Banner 125x125

    Media Penyimpanan Dunia Maya: DropBox
  • Fan Page