Iron Dome merupakan Tameng Cerdas sebagai tanggapan atas roket yang diluncurkan dari Palestina.
Pada pertempuran Israel- Gaza kemarin, ternyata Iron Dome kalah cerdas dengan taktik.
IDF menyebut ada 690 roket ditembakkan ke arah Israel, namun hanya 240 yang bisa ditangkis oleh Iron Dome. Sebagai tanggapan hal ini, militer Israel membom 350 target di Jalur Gaza.

Korban lantas berjatuhan di kedua belah pihak.
Sempat terjadi saling tuduh antara Pejabat Kementrian Kesehatan Gaza dengan Jubir militer Israel Mayor Avichay Adraee tentang terbunuhnya salah satu korban bayi:

Kementerian kesehatan Gaza menyebutkan bahwa bayi 14 bulan, Saba Mahmoud Hamdan Abu Arar, tewas bersama bibinya, Falastin Saleh Abu Arar, ketika serangan udara Israel menghantam rumah mereka di Gaza Kota.
Sedangkan Adraee menyebut bahwa kematian bayi mungkin disebabkan oleh serangan roket Palestina yang gagal, karena banyaknya roket yang diluncurkan dari kawasan padat penduduk.

Mengenai korban bayi lain berusia 4 bulan, Maria, IDF tak berkomentar.
Hadassah of Indonesia mendukung Informasi Israel ini dari tulisan Baruch Yedid/ TPS di laman Jewishpress.com

Berikut Kronologisnya;
Jumat, 3 Mei 2019, Dua warga Palestina yang sedang protes pagar perimeter Israel-Gaza ditembak dan dibunuh oleh IDF. Berlanjut bentrokan yang menewaskan Empat warga Palestina.
Korban luka: 82 Palestina (34 anak, 2 wartawan, 3 paramedis) dan Dua tentara Israel.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan tentara Israel. Juru bicara militer Israel menuduh kelompok jihad Islam.
Serangan udara pesawat Israel menewaskan dua militan Hamas.

Sabtu, 4 Mei 2019; Hamas dan Jihad Islam meluncurkan roket ke Israel. Terbunuh: 3 warga Israel dan 1 warga Israel Palestina.
IDF merespon dengan tembakan tank dan serangan udara ke 350 sasaran. Terbunuh: 19 warga Palestina.

Minggu, 5 Mei 2019. IDF mengumumkan telah membunuh Hamed Ahmed Khudari, seorang komandan Hamas.

Senin, 6 Mei 2019 Pagi hari Ramadhan; dimulai gencatan senjata yang diprakarsai oleh Mesir.

Perlu diperhatikan bahwa kalimat yang selalu digunakan oleh Israel adalah;
– Membela diri, atau
– Sudah sesuai prosedur, atau
– Menyalahkan pihak lain
Masih ingat dengan relawan paramedis Razan al-Najjar yang ditembak sesuai prosedur?

Jadi Jika benar bahwa bayi tersebut meninggal karena kesalahan teknis roket sendiri, itu masih wajar karena TAK SENGAJA.
Bayi tersebut menjadi martir perjuangan, Insya Allah syahid, dan sudah selayaknya mendapatkan santunan seperti halnya korban yang lain-dimanapun.

Ini berbeda dengan operasi pembunuhan dengan SENGAJA, kemudian menyalahkan pihak lain (False Flag Operation), seperti misalnya Operasi Susannah oleh Israel yang gagal ketika hendak membunuh sipil Amerika dan Eropa di Mesir .
Dalam tradisi Muslim, tidak mengenal False Flag Operation. CMIIW

Channel Video AlJazeera perihal Perang Israel – Gaza Mei 2019:

Semoga Bermanfaat

Genghis Khun
Analis Militer dan Seniman

Sumber
https://sputniknews.com/middleeast/201905061074753120-iron-dome-failure-explained/
https://www.timesofisrael.com/idf-denies-killing-gazan-baby-and-mother-blames-failed-rocket-launch/

EXCLUSIVE: Islamic Jihad Admits Its Own Rocket Killed Mother and Baby

Palestine-Israel to end the deadly escalation

Israel Assassinates Hamas Commander. Palestinian Group Responds With Guided Missile Strike (Photos, Map)


https://www.facebook.com/HadassahofIndonesia/posts/1258624097621668?__xts__[0]=68.ARA08yfktKTLClpqQbCXwiUFTqe3BpuS_qGhwu0vcqGMosmPapkL_wv_eVcqZ-YWD02Ob9N3onrIS8OZ64wyCUkOlY1L2aUgqIUcudRJ95CecKlVmnf9tZbQxL0kTZeVBGqUGmiipqonfNbyPjgAyGU0olvgXLCgMJxIt9cnEuEfy8Vd_JpBAlguI4X1TAEx1WOqMhWv3N885i8P3J99X5LkIftpjpHO3IK5lpJGSeHLKq_cNVx3kV2Rd3ODtGQJ3GPQD-c6xNT934mHDBtBks43vCIeDUBHx_kwcw9yafmB5PPPhLVGCSaZn7S4SeDkeOruW448wqPJ6-OoV85yx6g6Wtq4&__tn__=-R

Israel-Gaza deaths: 293 Gazans & 6 Israelis killed in past year


https://en.wikipedia.org/wiki/False_flag
https://en.wikipedia.org/wiki/Lavon_Affair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *