" />

Kenangan Amrozi

Mendengar kabar eksekusi amrozi cs, ada kenangan tersendiri bagi penulis; kira kira pertengahan tahun 2003, sebagai koass “pengamen jalanan” yang melancong kesana kemari mencari sesuap nasi.
Mencari sesuap nasi dengan melancong?? gak salah tuh? mbambung kali… :P
Begitulah, “mengamen” bagi Koass patho congenital seperti penulis bukan hal yang tabu..


Alkisah penulis terdampar di Brondong, Lamongan, tidak jauh dari tugu peringatan tenggelamnya kapal Van der Wijck (yang peristiwanya di abadikan dalam bentuk novel oleh Buya HAMKA).

Brondong, yang konon merupakan tempat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) terbesar di Jawa Timur, merupakan kota pesisir di tepi pantai utara jawa yang kebanyakan penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan.

Para pria berangkat malam hari, yang punya hobby perdukunan tak lupa membawa jimat yang akan diikatkan diperahu agar ikan-ikan pada ngumpul di perahu :P Masalah tentang ini diketahui penulis dari Khotib Jumat yang mengkritik dengan keras perilaku ini. Pagi harinya, ketika perahu berlabuh, para wanitanya sudah sigap dengan keranjang untuk memilah-milah jenis ikan yang baru diturunkan. pemandangan rutin tiap pagi…

Sorenya penulis melancong ke tempat yang lebih jauh, ke timur menuju Paciran hingga Tanjung Kodok. Sepanjang jalan di Paciran ini banyak dijumpai penjual Legen (air Siwalan) dan rujak buah.

Legen, Minuman bersejarah, hidangan bagi pasukan tartar Kubilai Khan, yang kemudian dalam kondisi mabuk diserbu dan dikocar-kacirkan oleh pasukan R. Wijaya (pendiri kerajaan Majapahit). Konon citarasa legen Paciran berbeda dengan legen Tuban..

Nah, pada suatu ketika penulis yang mengendarai sepeda motor sendirian (pinjaman) melaju ke arah selatan memasuki pedalaman. Jalan menuju pedalaman menyusuri muara Bengawan Solo. ==Bagi yang belum tahu, muara Bengawan Solo ada di Brondong Lamongan, panjang sekali khan?==

Melaju cukup kencang karena jalanan sepi. Memasuki kawasan hutan, sempat terbaca sekilas papan nama hutan ini ….. hmm.. deja-vu, seperti pernah dengar namanya….tapi entah kapan..

Di suatu pertigaan sepi, kira-kira 15 km dari awal pemberangkatan (Brondong), ada tulisan dengan tanda panah masuk menuju ke dalam:

PonPes al Islam
Tenggulun, Solokuro
6 Km

Lha?! ini khan ponpesnya Amrozi?
Segera saja penulis masuk ke arah panah yang ditunjuk. Di sepanjang kanan kiri adalah ladang, tak terlihat rumah satupun. Lalu ketemu perempatan, hanya ada 1 rumah warung di pinggir jalan. strategis sekali..pikir penulis.
Arah menuju Tenggulun belok kiri menurut salah seorang yang ditemui penulis.
Kira-kira 100 meter baru ada rumah-rumah, inikah Tenggulun?


Sebuah petak pemukiman penduduk tak lebih dari 2 hektar menurut perkiraan penulis! pondok pesantren di sebelah barat pemukiman. pemukiman ini dikelilingi oleh ladang-ladang, bisa dikatakan dusun yang sangat terpencil.

Entah bersambung entah tidak.. tangan sudah capai.. :)

Genghis Khun

Update:
nemu posting di persen@yahoogroups.com
tertanggal Wed Jul 9, 2003 3:02 am

Ass. Wr. Wb.
BOS TOHIR.!!!!*
lama tak jumpa!
fotoku sudah dipancang di tokyo tower belum?
He he he
(Tokyo tower ada nggk sih? )
aku belum lulus bos….
masih menunggu petuah “dewa” Ismed Yusuf

dan…….
aku skrng berada di dunia dimana:
tidak bisa ditembus manusia biasa ha ha ha

sunset…sunrise….sunset…sunrise…..

eee…tersesat di hutan Dadapan….tempat disembunyikannya senjata2 ilegalnya
amrozi!
trus…trus…..kukayuh…..
ada papan nama:
PNPES AL IMAN (koreksi AL ISLAM.red)
TENGGULUN SOLOKURO
6 km

haaa?
ini rumah amrozi!!
ternyata desa tenggulun tu seluas kira2 500ha, kecil ya
diklilingi kebun&sawah + hutan dadapan tadi.

entah besok mau kemana lagi…..

to Deden, kamu mending ikut aku di sini
to Robby, ihik….suasana pertemuan yang baru dan asing tapi harus kita jalani
selamanya, termasuk rekan2 persen yang lain
Aku bertamu di sebuah keluarga;
pak Robby and bu Ratih dg putranya di rumahnya sendiri.

Dimana adat istiadat bertamu harus diterapkan….ihik
tidak seperti dulu wktu bujangan….ya Rob?

mr. Khun
PS. websitenya Bos Tohir kok nggk muncul lagunya?
ooo la nggak ada speakernya he he
fotoku mbok dimasukin bos?
sudah ilang ya? atau sudah di puncak Tokyo Tower?

*= dr. M. Thohar arifin,… (gelarnya sekarang sdh bejibun kayaknya :) )







You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
2 Responses
  1. bayu says:

    Hmm,.. 2003 adalah pencarian identitas , *meskipun belum semuanya terpecahkan* biar menjadi taman hati, cukup aku yang tahu…
    =======================
    Genghis Khun:
    Kamsuddh?
    yang jelas saat itu jiwa genghis Khun sedang “pecah:P

  2. arlin says:

    ceritanya masih bersambung kah?sptnya artikel ini blm tamat dan kyknya kok jd ga nyambung sama judulnya?apakah akan ada sesi ke-2 nya
    ====================
    Genghis Khun:
    Itu cuma nostalgia waktu jalan-jalan ke Tenggulun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Genghis Khun

    Paranoid Dalam Mengais Rizqi...


    Nyari Theme BLOG WORDPRESS bagus??

  • Tulisan Terbaru

  • Genghis Khun's Profile
    Genghis Khun's Facebook profile
    Create Your Badge ExitJunction.com  - Make Money From Your Exit Traffic!


  • Masukkan Code ini K1-1E255B-E
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • CARI DUIT

    Adf.ly
    Buy Text links www.cashnhits.com
    Rumahweb
    Clixsense
    Exitjunction
    BidVertiser

    Earn money from your website/blog. Get paid through PayPal Buy and sell Text Links Blog Terbaik
    Yuk.Ngeblog.web.id

    make money with your web site

    GoBlog Theme Banner 125x125

    Media Penyimpanan Dunia Maya: DropBox
  • Fan Page