Jauh sebelum perang Salib pertama, yaitu pada tahun 523 M, sebenarnya sudah ada kisah pasukan Kristen RESMI yang menggempur kerajaan Yahudi (Himyar Yaman).
Ribuan pasukan tersebut dikerahkan dari Kerajaan Axum Ethiopia (Aksumite) tatkala mendengar kekejaman Raja Dhunnuwas yang telah membantai ribuan penduduk “pengikut Yesus” di kota Najran (kisah Ashabul Ukhduud).

Penyerbuan membawa hasil kemenangan gemilang; Yaman lantas diubah menjadi Kerajaan Kristen.

Tahun 531 M, Di bawah pimpinan Abrahah, Kerajaan ini mengalami masa kejayaan.
Tak lama kemudian pasukan Kristen Abrahah dimobilisasi lagi untuk kedua kalinya.

Mobilisasi pertama sangat populer dan terdokumentasikan dengan baik. Sebagai bentuk penghormatan, Raja Kaleb dari Axum diberi gelar Santo; St. Elesbaan.
Namun anehnya mobilisasi kedua yang dipimpin oleh Raja besar Abrahah, alih-alih diberi gelar Santo, kisahnya tak berlanjut, hilang atau sengaja dihilangkan.

Mari kita selidiki…

Tokoh Yang Terlibat dan padanan namanya
Dhunnuwas, Yusouf Zun-Nuas, Yusuf Asar Yathar = Raja Himyar Yahudi
Kaleb, Ella Asbeha, St. Elesbaan = Raja Aksum, Abyssina, Habasyah, Ethiopia
Abraha, Abreha, Abramos = Raja Himyar Kristen
Frumentius , Abba Selama, Kesaté Birhan
Phemion, Faimiyun, Faymiyun
Arethas, Abdallah ibn Athamir, Abdullah ibn ath-Thamir
Aksumite, Abyssinia, Habasyah, Ethiopia

Peta Hijaz abad ke-6-7

Latar Belakang
Masuknya Yahudi ke Hijaz – Yaman
Saat penghancuran kuil Jerusalem tahun 70 M, Orang Yahudi lari berpencaran ke luar wilayah pendudukan Romawi; ke daerah selatan menuju Hijaz, Yathrib (Madinah), hingga Yaman.

Agama Yahudi diperkenalkan di Yaman oleh seseorang yang bernama As’ad Abi Karb.
Pada tahun 380 M, anak As’ad Abi Karb yang bernama Dhunnuwas mendeklarasikan diri sebagai Raja Yahudi di Himyar/ Yaman.

Masuknya Kristen ke Hijaz- Yaman
Dikisahkan seorang tukang Batu dari Suriah bernama Phemion ditangkap oleh karavan Arab dan dijual ke Silvanus (warga Najran).
Silvanus kelak mempunyai seorang murid yang saleh bernama Arethas.

Dalam perkembangan selanjutnya, orang-orang Kristen Najran dibagi menjadi dua sekte; Nestorianisme dan anti-Khalsedonisme.

Masuknya Kristen ke Ethiopia
Ajaran Kristen masuk ke Ethiopia pertama kali oleh Frumentius, orang Yunani Suriah.
Tahun 327 M, Ratu Ezana dari Kerajaan Axum menyatakan diri sebagai Kerajaan Kristen.

Kemudian sejak 331 M, semua uskup agung Ethiopia (Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia) dipasok dari Gereja Ortodoks Koptik dari Alexandria Mesir.
Gereja ini menganut Tritunggal, tergolong “Non-Chalcedonian”, berkeyakinan Myaphisit.
Ibadahnya menekankan pada ajaran Perjanjian Lama; misalnya khitan, puasa, hijab, jilbab, larangan masuk gereja saat haid, hari suci sabtu dan minggu.

Segera saja kerajaan Axum berkonflik dengan kelompok Yahudi yang menolak masuk Kristen, termasuk dengan Raja Dhunnuwas dari Himyar Yaman.
Kala itu hubungan antara Ethiopia dengan Yaman amatlah erat karena kesamaan ras, walaupun dipisahkan oleh laut Merah.

Konflik Kristen Axum dan Himyar Yahudi (Kisah Ashabul Ukhduud)
Raja Dhunnuwas yang sangat memusuhi Kristen, menyerbu Najran dan meminta penduduknya orang-orangnya untuk bertobat.
Penduduk yang menolak dilemparkan ke dalam parit yang telah dipenuhi api.
Perkiraan korban tewas dari peristiwa ini berkisar hingga 20.000 jiwa.

Salah satu yang selamat dari pembantaian, Dus Dhu Tha’laban melarikan diri ke Konstantinopel untuk mencari bantuan.

Kaisar Byzantium Justin I, meminta raja kaleb dari Aksum untuk menyerang Kerajaan Himyar.

MOBILISASI RESMI PASUKAN KRISTEN
Raja Kaleb segera memobilisai ribuan pasukan untuk menyeberang laut merah menuju Kerajaan Himyar.
Penyerbuan membawa hasil kemenangan gemilang; Yaman lantas diubah menjadi Kerajaan Kristen.

Tahun 531 M, Di bawah pimpinan Abrahah, Kerajaan ini mengalami masa kejayaan; kedamaian dan kemakmuran yang luar biasa.

“Abraha dicintai karena keadilan dan moderasinya oleh semua rakyatnya dan diidolakan oleh orang- orang Kristen karena semangatnya yang membara dalam agama mereka.””

“Abramos (Abrahah), Raja Kristen Himyar, sedih melihat banyak peziarah yang pergi untuk sembahan takhayul kepada dewa-dewa kafir di Kabah.
Untuk mengalihkan perhatian dan penyembahan orang-orang Arab kafir ke objek lain, ia memutuskan untuk membangun gereja yang megah di Sanaa”

Gereja Megah ini dibangun antara tahun 527 – 560 M, kemudian dinamakan Al Qullays (Al Qalis).
Seluruh material dipilih dari kualitas terbaik di zamannya.

Beberapa sumber menyebutkan, suatu ketika sekelompok kecil kaum kafir Mekkah membuat ulah di Gereja Al Qulays.
Insiden ini membuat marah Raja Abrahah.

Tak lama kemudian pasukan Kristen dimobilisasi lagi untuk kedua kalinya.
Abrahah melancarkan ekspedisi 40.000 pasukan Kristen menunggang Gajah untuk menghancurkan Ka’bah di Mekah.
Muslim mengenalnya sebagai Pasukan Gajah.

Mobilisasi pertama sangat populer dan terdokumentasikan dengan baik. Sebagai bentuk penghormatan, Raja Kaleb diberi gelar Santo; St. Elesbaan.
Namun anehnya mobilisasi kedua yang dipimpin oleh Raja besar Abrahah, alih-alih diberi gelar Santo, kisahnya tak berlanjut, hilang atau sengaja dihilangkan.

Ada yang mengisahkan;

“Mendekati kota melalui lembah sempit, Abramos dan pasukannya, tidak tahu bahwa bukit-bukit telah ditempati oleh orang-orang Quraisy, yang menjatuhkan batu yang tak terhitung jumlahnya ke arah pasukan Abrahah. Abramos dikalahkan dan dipaksa mundur.”

Ada yang mengatakan bahwa pasukan tersebut terkena wabah lalu mundur.

Kisah ini sebenarnya sangat populer di masyarakat Mekkah dan Islam kemudian hingga disebut sebagai Tahun Gajah.
Al Quran, yang turun kepada Muhammad beberapa tahun kemudian, menceritakan penyebab kekalahan Pasukan Kristen Abrahah;

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?
dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).(Surat Al Fiil 1-5)

Mobilisasi Pasukan Islam (Kisah Penaklukan Mekkah)
Beberapa Tahun berikutnya, Tahun 630 M, Nabi Muhammad dan ribuan pengikutnya datang dari arah Madinah menuju Mekkah. Tujuannya bukan untuk menghancurkan Ka’bah, namun hanya menghancurkan ribuan berhala di sekitar Ka’bah.
Mobilisasi ini sukses dengan gemilang tanpa adanya pembantaian atas penduduk Mekkah.
Ribuan penduduk Mekkah segera saja menerima Islam atas kesadaran sendiri (Kelak disebut sebagai kaum Thulaqa, kaum yang ditaklukkan)

Kondisi Gereja Al Qullays
Gereja dikatakan telah bertahan setidaknya sampai masa pemerintahan khalifah Abbasiyah Al-Mansur (714-775) di mana saat itu dijarah sekali lagi.
Saat ini gereja hanya berupa puing-puing.
Tak pernah ada riwayat bahwa Nabi Muhammad dan pengikutnya berupaya membangun kembali bangunan ini, walaupun di gereja ini telah dilaksanakan ibadah Shalat 7 waktu!.

Ibadah Shalat 7 Waktu Kristen Orthodox
Sebelum lahirnya Nabi Muhammad yang mengajarkan ibadah Shalat 5 waktu, daerah Hijaz dan Yaman yang berpemahaman Kristen Orthodox juga melaksanakan ibadah Shalat 7 waktu (Shalat Rabbaniyah) menghadap arah Timur.

Kristen Kanisah Ortodoks Syria (KOS), yang cabangnya di Indonesia didirikan oleh Bambang Noorsena, getol menyebarkannya di Indonesia; kelompok ini berpantang menyebut Jesus, tetapi diganti dengan al-Masih atau Sayyidina Isa al-Masih.

Shalat Tujuh waktu ini untuk memperingati saat-saat penyaliban Yesus, bukan ditujukan untuk beribadah memuji Allah.

“..doa-doa harian yang dilakukan pada saat-saat tertentu, yang didasarkan atas penghayatan jam-jam peristiwa Yesus, khususnya Jalan Salib-Nya”

(Bambang Noorsena)

Dengan kata lain; bukan merupakan pengajaran langsung dari Yesus, karena Yesus seperti halnya Yahudi pada umumnya hanya mengenal Shalat 3 waktu menghadap Jerusalem.

Siapa yang menciptakan Shalat tujuh dan Kiblat Timur?
Bambang Noorsena hanya menyebutkan sebagai; “umat beriman

“Berdasarkan refleksi mendalam yang diterangi oleh Roh Kudus, umat beriman mulai berpikir Yesus sendirilah kiblat yang sejati.”

{{cite web|url=http://www.sarapanpagi.org/sejarah-makna-teologis-shalat-7-waktu-vt6420.html|title=Sejarah dan Makna Teologis Shalat 7 Waktu dan Paralelisasinya dengan Islam|publisher=|deadurl=no|archivedate=13 Februari 2019}}

PENUTUP
Dari cerita singkat ini sebenarnya masih menyisakan banyak pertanyaan.
– Bagaimana mungkin Tuhan lebih memihak bangunan batu para penyembah berhala dibandingkan Gereja Orthodox?
– Mengapa Nabi Muhammad tidak berupaya merenovasi Gereja (orthodox) Al Qulays Sana’a, yang didalamnya juga terdapat orang-orang yang Shalat 7 waktu (Shalat Rabbaniyah/ As-Sab’u ash-Shalawat)?
– Mengapa Nabi memilih hijrah pertama ke Ethiopia?
– Mengapa Bait Suci Jerusalem bisa hancur lebur hingga dua kali?
– Mengapa Gereja Al Qulays tak berumur panjang?

Dalam tradisi Islam, dikisahkan bahwa Ka’bah dibangun oleh Abraham dan Ismail tetapi data ini tidak terdapat di Kitab Suci sebelumnya, sehingga kehidupan Ishmael dan trah-nya pun turut hilang.
Akhirnya Jerusalem-lah yang dijadikan Kuil Suci, dan Arah Kiblat shalat Tiga waktu bagi Yahudi, kemudian umat Kristen Orthodox mengubahnya menjadi Shalat Tujuh Waktu ke arah Timur (oleh?).

Kisah Ka’bah dan kelahiran Muhammad memberikan petunjuk akhir;
– Ka’bah tidak hancur.
– Arah Kiblat Muslim mula-mula adalah Jerusalem (bukan langsung ke Ka’bah, bukan ke Gereja Orthodox Antiokhia, Damaskus atau Yaman), kemudian dipindah arah ke Ka’bah.
#Letsguide

Ditulis Oleh:
Genghis Khun

Rujukan
Abraha
https://en.wikipedia.org/wiki/Abraha
https://en.wikipedia.org/wiki/Kaleb_of_Axum

Jalur Kristen Masuk Ethiopia
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Christian_denominations_by_number_of_members
https://en.wikipedia.org/wiki/Oriental_Orthodoxy
https://en.wikipedia.org/wiki/Coptic_Orthodox_Church_of_Alexandria
https://en.wikipedia.org/wiki/Ethiopian_Orthodox_Tewahedo_Church
https://en.wikipedia.org/wiki/Frumentius
https://en.wikipedia.org/wiki/Ezana_of_Axum

Faymiyun, the Holy Man of Arabia.


https://books.google.co.id/books?id=138bwYQtlcQC&pg=PA48&lpg=PA48&dq=Phemion,+najran&source=bl&ots=Ouyd6_k3wB&sig=ACfU3U3diGRIEJhv-HyT1HFEapxuUUV4Zw&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiDi7ijsqngAhXMh3AKHYDYDbYQ6AEwCHoECAIQAQ#v=onepage&q=Phemion%2C%20najran&f=false

https://en.wikipedia.org/wiki/Christian_community_of_Najran
https://en.wikipedia.org/wiki/Nestorianism
https://en.wikipedia.org/wiki/Arethas_(martyr)

Sumber Peta Penyebaran Oriental Orthodok
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Christian_denominations_by_number_of_members#/media/File:Oriental_Orthodoxy_by_country.png

Kristen ke Hijaz Yaman
http://www.knight.org/cathen/01663a.htm

Shalat Kristen Orthodox
http://www.soc-wus.org/worship/prayer.html

Orthodoxy


https://catatan-primata.blogspot.com/2014/03/mengenal-kristen-ortodoks-syiria-ajaran.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Salat_tujuh_waktu
Sejarah dan Makna Teologis Shalat 7 Waktu dan Paralelisasinya dengan Islam http://www.sarapanpagi.org/sejarah-makna-teologis-shalat-7-waktu-vt6420.html

Posted by Spirit Empire Realm on Isnin, 3 Oktober 2011

http://fredypranoto.blogspot.com/2013/11/kos-kanisakh-ortodoks-syiria.html

Literatur Islam
Al Quran PDF Interactive
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Darul Falah 2014
Lings, Martin. Muhammad: Kisah Hidup Nabi berdasarkan Sumber Klasik. Jakarta: Penerbit Serambi, 2002

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *