" />

Mari Belajar FOREX: sebuah Dialog

Belajar_Forex_online Bermula dari Hipotesis sederhana;
“Apakah penggolongan JUDI ditentukan oleh JUMLAH Kyai yang PROTES?”

Penulis mencoba menganalisis mengapa selalu ada Pro-Kontra tantang Perjudian.
Padahal seharusnya penentuan Judi atau Bukan adalah mudah bila kita menjernihkan pikiran.
akhirnya diperoleh hasil bahwa perbedaan ini secara umum adalah pada ALUR-nya.







Jual Beli Wajar: Penentuan nilai => Transaksi => Sama-sama puas
Jual Beli Judi: Transaksi => penentuan nilai => salah satu untung, yang lain rugi

Alhamdulillah, kesimpulan ini masih belum tergoyahkan hingga kini. Hingga akhirnya mengerucut sampai pada aktivitas pertukaran mata uang asing, dengan kesimpulan:
Money Changer bukan JUDI, tetapi Forex Online adalah JUDI. (Mohon dibedakan)

Kebanyakan pelaku Judi ini berlindung dibalik fatwa ‘bolehnya transaksi antar mata uang’. Mirip dengan pelaku Judi togel/ SDSB yang beralasan ‘apa salahnya membeli sesobek kertas yang berisi angka?”

Berikut ini adalah diskusi antara penulis dengan salah satu pengunjung blog tercinta (Genghis Khun.com) mengenai Forex Online. Baca artikel lengkap di:

http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa

Diskusi ini ada di halaman komentar artikel tersebut. Komentator yang gentle, membuat saya respek terhadap beliau. Berbeda dengan komentator sebelumnya yang tanpa identitas, email tidak terhubung, yang menulis:
“..(Genghis Khun.red) kecewa dengan forex; misalnya wanita yang anda idam-idamkan lebih memilih menambatkan hatinya dengan pengusaha forex yang kaya raya, atau mungkin anda pernah tertipu oleh oknum-oknum forex black market yang pada waktu lampau sering terjadi”
Ilmu kirologi? :) Komentar yang tidak membangun sama sekali..

Btw, Mari kita mempelajari bisnis ini sekaligus mencoba menyelami pola pikir dan pemahaman para pelaku Forex, kemudian kita berusaha meluruskan. Begitu pula sebaliknya bila penulis yang salah mohon diluruskan agar tidak makin ‘menyesatkan’. Bukankah kita hidup untuk saling mengingatkan?

Akhirnya, monggo silahken menyimak diskusi sambil minum Wedang Jahe…

================================================
R******* on May 30, 2009 5:45 pm

bagaimana dengan jual dan beli emas di pasar bukannya disitu terdapat praktek2 seprti halnya forex, yg dianggap judi, dari sisi toko emas dipasar (sebagai broker) dan pembeli atau penjual nya (sebagai trader) waktu beli harga disepakati tapi waktu jual harga belum jelas karena harga emas yg fluktuatif (naik/turun), bukannya hal ini sama persis di forex, tapi kenapa perdagangan emas di pasa2r tidak ada yg mengharamkan, hal ini juga merugikan si pembeli bila harga emas itu turun…..terima kasih untuk jawabannya…

================================================
Genghis Khun:
Pertanyaan bagus Pak..
Perbedaan tersebut sangatlah mencolok.
Dalam Jual beli Emas:
1. Setelah beli, terserah kita, mau dijual lagi atau tidak tidaklah masalah. Bila mau dijual lagi pasti didahului oleh adanya kesepakatan nilai/ kecocokan harga.
Alurnya= Kesepakatan nilai –> akad/ transaksi (=>Ini Jual Beli Wajar)
Walaupun kesepakatan nilai waktu JUAL ini lebih kecil daripada waktu BELI, tetapi dua belah pihak tetap menyepakati nilai lebih dulu (yang berlaku saat itu), baru dilakukan akad/ transaksi.*

Dalam FOREX:
1. FOREX mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Seteah OPEN harus CLOSE.
Pada nilai berapa CLOSE? nah ini ditentukan kemudian, kita bisa untung bisa rugi.
Alurnya= Akad/ transaksi dulu –> Kesepakatan Nilai menyusul –> salah satu untung, salah satu rugi.(=>Ini Jual Beli JUDI)
Oleh karena itu ada istilah STOP LOSS dan LIMIT, untuk membatasi besarnya laba/ rugi karena ’salah tembak’ :)

2. Bagaimana bila kita tidak mau CLOSE? saldo anda akan terkena MARGIN CALL, dan bisa-bisa malah habis ludes ;)

Semoga jawaban singkat ini memuaskan.

Info sedikit tentang perbedaan antara jual beli emas pada umumnya dengan kampanye Dinar Dirham:
* Jual beli Dinar Dirham tidak mengambil keuntungan dari nilai Emasnya. Baik naik/ turun jual beli tetap berjalan karena laba diambil dari bagi hasil BIAYA OPERASIONAL. Silahkan baca di Http://Geraidinar.com

================================================

R******* on June 7, 2009 3:35 am

penjelasan anda tidak menjelaskan apa-apa, diatas sudah saya bilang apabila harga emas turun drastis (karena harga yg selsalu fluktuatif), seperti contoh kasus di atas, si pemegang emas tetap saja rugi karena tidak sesuai dengan harga waktu ia beli, jikalau ada nominal harga yg di sepakati oleh kedua belah pihak itu karena si penjual pasti sedang butuh uangnya, dengan terpaksa ia jual juga walaupun rugi, begitu pula forex, trader bisa saja cut lose karena ia takut harga jual (Close) makin minim/jatuh dengan sangat terpaksa di close juga (rugi), dan kesimpulan saya, kedua kasus di atas tetap saja sama, hanya beda berhadapan dengan broker langsung dan tidak, dan dalam posisi apapun di forex sudah bisa dikatakan persetujuan dari kedua belah pihak, dari mulai open sampai close, apapun resikonya. bisa kita bayangkan bila kita beli emas dengan harga 200rib kemudian turun sampai 75rb misalnya, apakah anda tidak bisa dikatakan merugi…?

================================================

Genghis Khun:
Anda benar pak, saya ngerti maksud anda. Bila harga jual lebih kecil dari harga beli, itu jelas merugi. Berlaku untuk SEMUA benda yang diperjual belikan.
Yang membedakan antara jual beli wajar dengan Jual beli Judi adalah ALUR-nya.

# Jual Beli WAJAR: menyepakati nilai dulu –> lalu transaksi
# Jual Beli JUDI : transaksi dulu –> nilai ditentukan kemudian –> salah satu pihak untung/ rugi.

(Mungkin bapak punya pendapat lain perbedaan antara Jual beli WAJAR dengan jual beli JUDI? silahkan.. saya terbuka)

Dalam Forex (Forex Online/ Modern), Judi itu ada DUA;
JUDI 1
Transaksi Open DAN Close bersamaan.
Waktu Open bukan judi, tapi waktu CLOSE itu judi karena nilai close belum disepakati.
Dalam Jual beli Wajar, ‘Open’ dan ‘CLOSE’ itu terpisah. TIDAK di ‘close’ pun boleh. Kalau di ‘close’; harga akan disepakati lebih dulu –> lalu di CLOSE.

JUDI 2
Anda tentunya mengenal istilah SLIPPAGE. Ini terjadi karena alur jual belinya memang sudah TIDAK WAJAR dari awal. Perhatikan alur ini:
Transaksi dulu –> harga ditentukan kemudian –> ketika harga HAMPIR disepakati –> Bisa terjadi Slippage –> nilainya ‘terpeleset’, berubah.

Seninya tinggi bukan? :), juga menantang, tetapi sayang itu JUDI.
Bila anda menghendaki alur yang aman, ya cara tradisional seperti MONEY CHANGER, OPEN dan CLOSE terpisah.
Mohon koreksi bila salah. Trims.

Keterangan:
OPEN : Belanja/ Kulakan
CLOSE: DiJual lagi







================================================
R******* on June 12, 2009 12:36 pm

oke, menurut saya, segala bidang usaha apapun saya katakan “JUDI” karena di situ ada faktor “Untung dan “RUGI” mengapa demikian, jika saya berpatokan dengan pendapat anda, semua bidang usaha termasuk kedalamnya, contoh : saya pernah beli 180 unit komputer dengan harga 1.500 rb itu dulu, sementara komputer saya ini lakunya lama, sampai sekarang harga telah berubah, menjadi 800rb per unit (SLIPPAGE), dan mau tidak mau harus dijual, walaupun lose, dengan terpaksa nilai itu disepakati, nah ini saya namakan jual beli tradisional, adapun forex sangat mirip dengan contoh kasus diatas, cuma bedanya digital dan tidak. terima kasih….

# Jual Beli WAJAR: menyepakati nilai dulu –> lalu transaksi (itu untuk barang konvensional, contoh barang yg ada di pasar tradisional)
# Jual Beli JUDI : transaksi dulu –> nilai ditentukan kemudian –> salah satu pihak untung/ rugi. (itu saya bilang juga wajar, untuk barang yg tergantug kepada nilai tukar dolar yg nilainya selalu fluktuatif). dan bukan Judi)

R******* on June 12, 2009 12:53 pm

Judi atau Bukan Judi Itu Tergantung sudut anda memandang Suatu Kasus, Contoh saya berikan yang terjadi Di pasa tradisional, katakanlah tukang cabe kriting, di pasar tradisional juga mengenal “spekulasi”, dia mengira cabe akan tinggi harganya besok, maka ia beli beberapa ton, nah ternyata harga hari ini turun, lalu apa yang ia dapat, kecuali kerugian, dan pertanyaan saya, apakah ini tidak termasuk kedalam Jual Beli Judi, karena bila saya berpatokan seperti anda :

“# Jual Beli JUDI : transaksi dulu –> nilai ditentukan kemudian –> salah satu pihak untung/ rugi.”

kasus ini termasuk dalam katagori tersebut, bukan begitu? mohon di koreksi bila salah. saya juga akan terbuka. terima kasih telah menampung opini saya.

================================================

Genghis Khun:
Diskusi yang makin menarik pak.
Anda menulis, “Judi atau bukan tergantung sudut anda memandang suatu kasus”
Sepakat pak, saya tawarkan sudut pandang ALUR.
Alur yang anda sebutkan pada kasus komputer/ penjual Cabe keriting itu tidak benar.
Mari kita kupas lebih detail:

Pak R*******, (modalnya 1 juta) hari ini membeli cabe di Genghis Khun dengan harga Rp. 800rb/ ton.

Besoknya, ternyata harga turun menjadi Rp. 600/ ton. Pak R******* sebagai pedagang pintar akan menimbun dulu cabe ini. Bila ada pembeli akan dibilang Cabe sedang langka.
Tetapi karena butuh duit, akhirnya dijual. Saat dijual mungkin ada tawar menawar;
“Pak/ Bu mohon keikhlasan dihargai lebih sedikitlah, Rp.700rb/ton atau lebih, sebab saya belanjanya mahal…dst”

Tawar menawar-> Kesepakatan harga -> transaksi -> Sama2 puas= JUAL BELI WAJAR

Dalam FOREX Online mekanismenya sebagai berikut:
Pada saat membeli cabe, pak R******* diHARUSKAN segera menjual Cabe itu dengan nilai jual yang belum diketahui. (Lho, bukankah mo dijual atau ditimbun itu haknya pak R*******?)
Resikonya;
1. Genghis Khun akan menarik BUNGA/ INTEREST harian bila tidak segera dijual.
2. Jika harga cabe turun dibawah Rp. 600rb/hari dan Cabe belum terjual, maka sisa modal pak R******* akan disita oleh Genghis Khun. Ini karena sisa modal pak R******* hanya Rp. 200rb sudah terkena Margin Call.
3. Bila sudah terkena Margin Call, Cabe juga diambil oleh Genghis Khun, duit Rp. 800rb dikembalikan ke Pak R*******.

Enak khan jadi Genghis Khun? beli paksa dagangan orang sambil menyita duit :)
Ini JUDI yang pertama

Besoknya, eh ternyata harga cabe naik menjadi Rp. 900rb/ ton. Pada saat itu ada pembeli yang sudah siap menyerahkan uang. Mendadak terdengar kabar bahwa harga anjlok ke Rp. 500 ribu/ ton.

Dalam jual beli WAJAR, harga cabe yang SAH adalah Rp. 900rb/ton. Baik pembeli dan penjual sama-sama puas.
Dalam Forex Online/ JUDI, ternyata ‘dadu itu masih menggelinding’, ini biasa disebut Slippage. Harga yang SAH adalah 500rb/ton! Ini JUDI yang kedua; salah satu rugi, yang lain untung.

Semoga bisa dimengerti.
JUDI: Transaksi dulu => Nilai yg disepakati menyusul => salah satu rugi, yang lain untung
Dengan memahami alur tersebut, Insya Allah jawabannya menjadi mudah. Walaupun nanti akan muncul bentuk judi baru dengan sistem yang lebih kompleks.

Jujur pak, saya sebagai manusia biasa pengen banget ikutan Forex. Tapi ternyata hanya sampai account Virtual saya harus mengatakan bahwa FOREX ONLINE itu JUDI. Jadi lebih aman via Money Changer biasa. Tetapi jujur lagi, Money Changer belum pernah saya lakukan karena sampai saat ini belum perlu.

Jadi, mari kita sepakati sudut pandang ALUR ini. Atau mungkin pak R******* punya sudut pandang lain dalam menyimpulkan sesuatu itu JUDI? Mari kita sharing..

Masih bersambung …Insya Allah

Genghis kHun

Http://genghiskhun.com

PS:
Trims buat ‘Don Amin Syarif’ atas ilmu Forex-nya :)







You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
14 Responses
  1. Rudi says:

    Bodoh anda yg selalu m’gatakan forex itu JUDI. Gak paham dasarnya. Semua itu kan dah kesepakatan trading. Klau mau bisnis forex dibandingkan dgn di pasar tradisional, anda sebaiknya trading forex dgn leverage 1:1, gak cukup uang pinjam dana dr pihak lain.

  2. Rudi says:

    Broker forex OnLine gak pernah maksakan kehendak sama trader. Bunga overniht & Nilai Leverage adl keputusan trader. Margin Call adlh wajar, krn gak mungkin broker nombok akibat order si trader. Dah pinjam uang, ruginya suruh nombokin pula, apa bener itu.

  3. Rudi says:

    Coba anda trading forex via Broker Forex OnLine manapun, pilih Leverage 1:1, pake modal anda minimal10.000 USD, OPEN posisi kontrak 0,1 lot atau quantity 10.000, pasti anda gak akan pernah kena Margin Call dan bunga overnight sampe anda CLOSE posisi.

  4. Rudi says:

    Jika bandingkan ForexOnLine dg bisnis di pasar biasa hrus dlm porsi yg sama. Jk forex leverage 1:500, di pasar biasa pinjamlah uang 500 kali lipat dr jmlh uang yg anda miliki, lalu anda beli barang yg anda mau dg uang pinjaman itu, pasti sama resikonya.

  5. Rudi says:

    Apakah pedagang (trader) di pasar biasa jika mengalami kerugian lalu dibebankan kepada Orang yg telah meminjamkan uang kpd pedagang itu? Saya yakin Org itu gak akan sepakat untuk meminjamkan uangnya. Begitulah hal yg wajar,sama dg Margin call Sang Broker.

  6. Rudi says:

    Bunga overnight adlh masih dlm kewajaran, krn nilainya juga wajar. Bahkan biasanya anda pun bisa memilih Opsi tanpa bunga overnight dari broker. Coba bandingkan jika anda Kredit Mobil baru dgn nilai Mobil Tunai 500 juta. Brp nilai bunganya sampe lunas?

  7. Rudi says:

    Kesimpulan. FOREXonline bukan Judi. Berfikirlah rasional,jgn emasional. Justru Forex m’buat Org kecìl bisa jadi trader besar, dg pinjaman besar,cukup jaminkan MARGIN. Gak seperti pedagang biasa yg hrus punya ASET besar untuk dpt pinjaman dana besar.Oke..

    ================================================
    Genghis Khun:
    Trims.
    Kesimpulan anda tidak konsisten dengan penjelasannya pak.
    artikel ini menyimpulkan Judi pada ALUR-nya.
    1. Bukan pada Leverage dan Margin
    2. Bukan pada Bunga.
    3. Bukan pada TUJUAN jual Beli; Untung-untungan.

    Untuk pembahasan masalah leverage saya pikir Ustadz Zaharudin sudah cukup jelas:
    http://www.zaharuddin.net

    Sedangkan untuk pembahasan tujuan jual beli, saya pikir MUI sudah jelas:
    http://mui.or.id

    Ketentuan Umum
    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”
    …dst

  8. BeBEN says:

    kalo saya melihat jual beli emas juga haram…
    mengapa?
    1. karena bagi saya, dan mungkin yang lain juga, sangat sulit bertransaksi menggunakan uang emas untuk aktivitas sehari2.. misal naik transjakarta, makan di warung, beli pulsa, dll.
    2. karena kesulitan itu, maka:
    jujur saja,,,,, tujuan membeli mata uang emas tersebut untuk apa akhirnya? untuk jual belikah (misal: membeli kambing)? atau untuk mencari untung?
    *kalo misalnya untuk membeli kambingpun juga sulit. ada kambing kurus, kambing gemuk, kambing kecil, kambing dewasa. memakai uang kertas dan koin lebih memudahkan takarannya, untuk menilai harga kambing itu sebenarnya. karena nilainya bs lebih terpecah2, beda dengan mata uang emas. (yang susah sudah menjadi mudah, koq malah mau dibalik lagi yg mudah jadi bikin repot).

    jadi pada akhirnya, uang emas tersebut tidak diguanakan sebagaimana mestinya. akhirnya cuma dijadikan ajang investasi, cari untung, karena gak bisa dipakai untuk kebutuhan transaksi sehari.
    dan kalo kita melihat kedepan, apa jadinya kalo kegiatan perekonomian semakin meningkat, dan jumlah emas semakin tidak berimbang. harga 1 koin emas jadi Rp 100juta per keping? semakin sulit jika hanya ingin membeli 1 kilo beras.
    tujuan pemakaian uang kertas dan logam yang ada kan karena kelemahan jaminan emas akan uang oleh pemerintah. skg pemerintah sudah lebih dipercaya, jadi tidak perlu lagi ada pencadangan emas untuk tiap uang yg beredar. dan dari semua itu terbentuk mekanisme guna keseimbangan mata uang tersebut. ya inflasi, deflasi, revaluasi, devaluasi. ya itulah konsekuensinya dari penggunaan mata uang ini, demi sebuah kemudahan bertansaksi. daripada menggunakan emas yang kesulitannya seperti yg saya jelaskan tersebut diatas.

    ===mohon tanggapannya, terima kasih===

    =================================================
    Genghis Khun:
    Trims atas komentarnya.
    JUAL BELI EMAS HARAM?? dasarnya dari mana paK?.
    Jual beli emas sekarang untuk investasi pak, seperti halnya tanah.
    Tapi jaman dulu emas sebagai alat tukar.
    Kalau masalah demi kemudahan takaran itu sih masalah teknis dan bisa di atur, misalnya dengan Dirham, atau dibuatlah Koin 1/2 Dinar atau 1/4 Dinar.

    Contoh:
    Sekarang 1 dinar = Rp. 1,2 juta
    kalau misalnya tahun depan 1 dinar = Rp 100juta
    anda sekarang pilih beli dinar atau menabung rupiah pak?

    Ini terjadi bukan karena nilai emasnya yang naik, tapi karena rupiah yang cenderung turun terus/ ambruk.
    Sekarang nabung 1 juta sudah lumayan, tapi 5 tahun lagi tabungan ini tidak bisa dicicipi karena 1 juta mungkin hanya bisa untuk beli 1 kaos oblong.
    Jadi kemana hasil jerih payah kita selama ini?

  9. BeBEN says:

    ya kalo kita balik saja, misal rupiah lebih tinggi daripada dinar tahun depan, 100x, dari yang cuma bisa beli handphone, jadi bisa beli mobil. tentu saja saya lebih memilih pegang rupiah..

    atau contoh yang lain, jika membeli mobil tipe x, dulu dibayar dengan 100 keping emas. setahun kemudian hanya perlu bayar dengan 1 keping karena nilai mata uang emas naik. saya rasa dengan keadaan ini orang akan menyimpan uang emasnya terus, dan akan tidak terlalu aktif untuk melakukan kegiatan perekonomian / transaksi (kalopun transaksi cukup seadanya saja. mending ditahan dulu saja, baru beli tahun depan. setelah tahun depan, akh tahun depan lagi, sapa tau cukup dengan 1/4 nilai 1 keping.

    mata uang emas sebenarnya bisa naik karena barang itu langka. sama dengan halnya minyak mentah, atau batubara. begitu juga dengan mata uang yang ada skg ini. jika keadaan ekonominya maju, tentu akan naik.

    jadi saya katakan mata uang emas skg hanya sebagai investasi, sama halnya jika kita beli emas batangan, atau beli rumah. toh juga tidak bisa digunakan sbg alat pembayaran di pasar, mall, angkutan dsb (mungkin untuk saat sekarang ini).

    kelemahan (yang lain) menggunakan mata uang emas adalah jika seseorang memiliki kekayaan yg berlimpah, contohlah 5T, berapa banyak uang yang harus ditimbun (seperti paman Gober mungkin dengan gudang uangnya).
    itu baru perseorangan. jika perbankan, contohlah 50T.
    atau yang lebih besar, pemerintahan. taruhlah 500T. atau negara yg lebih maju, taruhlah 5000T.
    tentu itu sangat menyulitkan. awal dari ditiadakannya jaminan emas di pemerintah adalah karena kesulitan tersebut. jadi skg dibikin lebih mudah. mengingat perkembangan yang ada, tentu harus ada penyesusaian juga.

    ya saya rasa memang itu konsekuensi yang ada dengan menggunakan mata uang kertas atau koin skg ini. dengan kesulitan yang ada, maka “terpaksa” ditinggalkan (ditinggalkan karena dulu menggunakan jaminan emas) untuk lebih mengikuti perkembangan yang ada.

    dan maaf, saya tidak bermaksud mengatakan itu haram. karena penjelasan saya yang kurang lengkap maka bisa dikonotasikan lain.
    maksud saya adalah jika hal itu (transaksi mata uang emas) dilakukan untuk spekulasi, sama halnya dengan trading mata uang spot untuk spekulasi(cari keuntungan), maka dikatakan itu haram. jika traksaksi mata uang spot dilakukan untuk spekulasi itu haram, maka transaksi emas yang dilakukan untuk spekulasi juga haram.
    (ya itulah pemikiran saya secara sempit jika hal tersebut disamaratakan.

    ===terima kasih atas kesempatan yang ada===

    =================================================
    Genghis Khun:
    Logika anda sebenarnya sama dengan saya pak. :)
    Kalau rupiah yang naik, tentu saja kita pilih menyimpan rupiah.
    Tetapi kita melihat adanya suatu kecenderungan; bahwa nilai rupiah cenderung turun terus (=menyusut). Pernahkah naik? Tidak pernah.
    Karena cenderung turun (sejak Indonesia merdeka), maka muncul kesadaran, apakah sepertinya kita sudah dibodohi?? dan akan terus dibodohi??

    Emas saat ini memang hanya sebagai investasi, tetapi bila mau di gunakan sebagai alat tukar itu masalah teknis mudah. Info yang saya dengar (entah kalau salah), sudah ada beberapa orang yang mulai bertransaksi dengan standar dinar. Anda pun juga bisa melakukannya, misalnya menjual Kambing besar senilai 1 dinar. Kalau pembelinya hanya punya rupiah ya tinggal mengkonversikan saja dengan nilai rupiah saat itu. Namun tetap saja anda berpatokan pada emas/ dinar.
    Harap diingat, nilai fluktuasi terjadi karena rupiahnya yang tidak stabil. Sedangkan nilai emas tetap stabil.

    Zakat Pendapatan bagi orang muslim itu dihitung dengan standar dinar/ emas, yaitu bila pendapatan per tahun mencapai nishab 85 g emas murni, maka zakatnya sebesar 2,5%.
    Misal sekarang 1 g emas= Rp.250 rb, maka 85 g= Rp. 21.250.000
    = Rp. 1.770.833/ bulan, merupakan wajib zakat. (http://rumahzakat.org)

    5 tahun lagi, bila zakat memakai patokan rupiah (dan rupiah cenderung menyusut), orang miskin pasti kena wajib zakat, karena bisa jadi 2 juta itu cuma untuk beli bensin 1 liter.
    Dalam islam, orang miskin itu wajib diberi zakat, bukan disuruh mengeluarkan zakat.

    Jadi saran saya, bila hendak menabung, sebaiknya konversikan ke bentuk emas (perhiasan, koin atau batangan), agar nilai rupiahnya tidak menyusut. Mau digunakan untuk alat tukar itu urusan nanti.

    Saya sendiri ke bentuk Koin dinar (http://geraidinar.com), karena mereka transparan, mencantumkan nilai Jual dan Beli. Hal yang belum pernah saya jumpai, walaupun itu di pusat penjualan emas Cikini Jakarta. Tetapi bila banyak pedagang yang mencantumkan kepastian nilai jual dan beli, maka saya akan membeli, entah itu bentuk perhiasan atau yang lain.

    TEMPAT PENYIMPANAN
    Tentang masalah penyimpanan, uang rupiah malah lebih menyita tempat.
    Misal, uang 1,2 juta itu berapa lembar? padahal hari ini setara dengan 1 koin dinar. Koin ini hanya seukuran uang logam 50 rupiah.
    Lebih menyita tempat mana?

    SPEKULASI
    Transaksi mata uang:
    Moneychanger adalah transaksi Spot (halal), sedangkan Forex memenuhi model Forward (Haram).
    Transaksi spot mata uang menjadi haram bila untuk untung-untungan, berdasarkan fatwa MUI.

    Bila kemudian anda menyebut koin emas termasuk dalam transaksi mata uang, maka ini tidak ada dasarnya.
    1. Karena tidak ada negara yang menggunakan mata uang koin emas.
    2. Mata Uang emas tidak bisa disamakan dengan mata uang saat ini, nilai mata uang emas dihitung berdasarkan nilai kandungan emasnya, sedangkan nilai uang kertas cukup penulisan angka.
    Perbedaan mudahnya bila dijual kiloan, Emas 1 Kg dengan uang kertas 1 Kg harganya pasti jauh berbeda.
    3. Kalau saja ada 1 negara yang mulai menggunakan mata uang emas, maka dipastikan negara lain akan ikut-ikutan. Efeknya nilai mata uang seluruh negara akan sama semua. Ini tentu saja kabar buruk bagi spekulan mata uang serta para pejudi Forex.

    Semoga jawaban ini memuaskan

  10. BeBEN says:

    yak betul sekali, saya rasa mata uang rupiah cenderung turun dibanding emas. beda dengan dibanding dollar. ada kalanya naik, ada kalanya turun..

    ya, kalo begitu saya setuju, benar sebagai ajang investasi saja, bukan ke arah sbg alat pembayaran.

    ya memang bisa lebih menyita kalau dalam rupiah. tapi jika dalam GBP EURO atau USD, saya kira tidak.
    belum jika ditinjau dari beratnya? cara penyimpanannya?

    tapi itu hal lain untuk dibahas karena dalam hal ini adalah untuk berinvestasi.

    saya setuju kita untuk menabung dikonversikan dulu. ntah dalam emas, perak tanah, rumah.

    harapan untuk menggunakan mata uang emas bagi seluruh negara, saya rasa tidak perlu. karena kelemahan itu tadi. kalopun ingin menyamakan, contohlah EURO. gabungan dari beberapa negara dapat menggunakan mata uang yang sama. tdk perlulah kita kembali seperti mata uang emas tadi. seperti yg saya bilang sebelumnya, ini bisa memperlamban kegiatan ekonomi. orang cenderung menyimpan uangnya, tapi enggan digunakan untuk melakukan kegiatan perekonomian.

  11. nocturno says:

    kutipan diatas: ” Pak R*******, (modalnya 1 juta) hari ini membeli cabe di Genghis Khun dengan harga Rp. 800rb/ ton.

    Besoknya, ternyata harga turun menjadi Rp. 600/ ton. Pak R******* sebagai pedagang pintar akan menimbun dulu cabe ini. Bila ada pembeli akan dibilang Cabe sedang langka.
    Tetapi karena butuh duit, akhirnya dijual. Saat dijual mungkin ada tawar menawar;
    “Pak/ Bu mohon keikhlasan dihargai lebih sedikitlah, Rp.700rb/ton atau lebih, sebab saya belanjanya mahal…dst”

    Tawar menawar-> Kesepakatan harga -> transaksi -> Sama2 puas= JUAL BELI WAJAR ”

    komentar : sekarang begini pak, misalkan harga cabe tidak kunjung naik, padahal menimbun cabe juga terdapat resiko yaitu busuk, dst.. bisa-bisa berton-ton cabe kita habis karena busuk semua. sebagai pedagang pasti kita berusaha membatasi kerugian dengan menjual cabe dengan harga yang murah kan pak? meskipun itu kita jual lagi ke tempat kita kulakan.

    dan masalah harga yang naik turun (slippage), jika kita sudah mengerti dan menyetujui, ikhlas, paham bahwa instrumen forex memang fluktuatif bahkan berubah dalam sepersekian detik, apakah itu sudah memenuhi unsur kesepakatan dalam jual beli pak? dan akhirnya dalam forex online, alur yang dipatenkan oleh bapak juga terpenuhi?

    Tawar menawar(mempelajari kondisi instrumen forex yg sangat fluktuatif)-> Kesepakatan harga(mengerti, ikhlas, ridho, paham) -> transaksi(open untuk close) -> Sama2 puas= JUAL BELI WAJAR

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Setuju, bahwa sebagai pedagang pasti kita berusaha membatasi kerugian dgn menjual cabe (yg mau busuk) dgn harga murah. Tapi ingat, cabe itu TIDAK HARUS dijual, tidak dijualpun tidak apa-apa. Tapi dengan mekanisme Forex cabe ini HARUS dijual. Anda tentu ngerti bedanya HARUS dan TIDAK HARUS.

    2. Adanya Slippage menyebabkan jual beli menjadi TIDAK WAJAR alias JUDI. walaupun kita mengerti, ikhlas, ridho, paham dan menyetujui bahwa instrumen Forex atau Judi itu fluktuatif dan penuh resiko.
    Artinya Judi ya tetap Judi. Tidak berubah karena keikhlasan atau kepuasan hati.
    Trims

  12. adi says:

    Sorry nimbrung dimari nih. Saya mau tanya. Kalo “TIDAK HARUS dijual, tidak dijualpun tidak apa-apa” berarti cabenya gak ada harganya lagi. Bangkrut deh. Nggak apa2 ya kalo bangkrut???

    =================================================
    Genghis Khun:
    Diolah jadi sambel om, lalu dipasarkan.
    Kalau sambel gak laku, TIDAK HARUS dijual jg.
    Ditambahi ayam penyetan+ lalapan lalu dipasarkan lg dst.

    DiFOREX ada PEMAKSAAN utk menjual lagi cabe, baik masih fresh maupun sesudah cabe busuk HARUS tetap terjual krn ikatan jual beli SUDAH dilakukan..

  13. adi says:

    Sekarang seperti adanya asuransi, tabungan, deposito dan perangkat yang melibatkan perdagangan keuangan seperti itu apakah sudah dipelajari bagaimana perbedaan dan persamaannya. Beda perhitungannya tapi hasilnya +- sama gimana??? Boleh deh didiskusikan dengan praktisi perbankan, lihat saja perbedaan dan persamaannya, kalo itungannya sih berbeda dengan analogi yang berbeda, hanya saja maknawinya juga seperti cermin kok dengan non syari’ah :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Betul pak, tentu saja semuanya akan kita pelajari perbedaan dan persamaannya, dengan tetap melibatkan peran ulama tentunya :)
    Btw, boleh tau prinsip anda untuk menentukan sesuatu itu judi atau bukan judi pak? :)

  14. ronym says:

    mengapa terjadi volatilitas harga forex ataupun komoditi hanya dalam hitungan mili second ( seper seribu detik )
    apakah hanya karena transaksi dilakukan online / via komputer ?
    jawab : tidak juga
    .
    karena sejak “market” forex dan komoditi dibuat online / via jaringan komputer
    saat itu juga ada perusahaan yang “kreatif” dan “smart”
    karena transaksi sudah pakai komputer… kenapa tidak sekalian buy / sell dilakukan oleh komputer
    alias buy / sell… menggunakan program komputer ?
    .
    memasang komputer + software untuk melakukan jual / beli secara otomatis
    ( jadi bukan cuma stop loss atau limit keuntungan saja… namun input data untuk transaksi jual / beli dilakukan secara otomatis melalui komputer yang telah diprogram
    .
    sistem ini dikenal dengan nama … High Frequency Trading
    .
    http://en.wikipedia.org/wiki/High-frequency_trading
    .
    nah menariknya… salah satu yang menganalisis volatilitas harga karena HFT … adalah nanex.com
    lembaga ini memperoleh kesimpulan …
    “transaksi jual / beli… telah melampaui kecepatan cahaya”
    ya… kecepatan jual / beli… tidak lagi dalam mili second
    tapi sudah dalam hitungan nanosecond… alias 1 / 1.000.000.000 detik
    .
    sampai-sampai mereka sudah membuat istilah baru “fantasecond”
    .
    http://www.nanex.net/Research/fantaseconds/fantaseconds.html
    .
    yup… kecepatan trading valas, saham dan komoditi sudah melampaui kecepatan cahaya
    maka pertanyaan selanjutnya…
    apakah akan bisa lebih cepat lagi
    ataukah “market” akan “hangus” menjadi abu… karena transaksi sudah sangat cepat dan volatil

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenalpak Rony Muhlison
    Buy/ sell menggunakan program komputer tentu sangat “smart”
    - Bisa dengan cara buy terpisah, or
    - sell terpisah, or
    - buy-sell digabung jadi satu paket.

    Pertanyaan selanjutnya:
    Apakah Buy-Sell dan Sell-Buy yg digabung mjd satu paket itu judi atau bukan?
    tentunya anda harus menjelaskan bagaimana prinsip untuk membedakan judi atau bukan judi?
    silahkan :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Genghis Khun

    Paranoid Dalam Mengais Rizqi...


    Nyari Theme BLOG WORDPRESS bagus??

  • Tulisan Terbaru

  • Genghis Khun's Profile
    Genghis Khun's Facebook profile
    Create Your Badge ExitJunction.com  - Make Money From Your Exit Traffic!


  • Masukkan Code ini K1-1E255B-E
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • CARI DUIT

    Adf.ly
    Buy Text links www.cashnhits.com
    Rumahweb
    Clixsense
    Exitjunction
    BidVertiser

    Earn money from your website/blog. Get paid through PayPal Buy and sell Text Links Blog Terbaik
    Yuk.Ngeblog.web.id

    make money with your web site

    GoBlog Theme Banner 125x125

    Media Penyimpanan Dunia Maya: DropBox
  • Fan Page