<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mari Belajar FOREX: sebuah Dialog</title>
	<atom:link href="http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog</link>
	<description>Imajinasi, Ilusi &#38; Halusinasiku</description>
	<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 06:17:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: nocturno</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-3267</link>
		<dc:creator>nocturno</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 15:45:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-3267</guid>
		<description>kutipan diatas: " Pak R*******, (modalnya 1 juta) hari ini membeli cabe di Genghis Khun dengan harga Rp. 800rb/ ton.

Besoknya, ternyata harga turun menjadi Rp. 600/ ton. Pak R******* sebagai pedagang pintar akan menimbun dulu cabe ini. Bila ada pembeli akan dibilang Cabe sedang langka.
Tetapi karena butuh duit, akhirnya dijual. Saat dijual mungkin ada tawar menawar;
“Pak/ Bu mohon keikhlasan dihargai lebih sedikitlah, Rp.700rb/ton atau lebih, sebab saya belanjanya mahal…dst”

Tawar menawar-&#62; Kesepakatan harga -&#62; transaksi -&#62; Sama2 puas= JUAL BELI WAJAR "

komentar : sekarang begini pak, misalkan harga cabe tidak kunjung naik, padahal menimbun cabe juga terdapat resiko yaitu busuk, dst.. bisa-bisa berton-ton cabe kita habis karena busuk semua. sebagai pedagang pasti kita berusaha membatasi kerugian dengan menjual cabe dengan harga yang murah kan pak? meskipun itu kita jual lagi ke tempat kita kulakan.

dan masalah harga yang naik turun (slippage), jika kita sudah mengerti dan menyetujui, ikhlas, paham bahwa instrumen forex memang fluktuatif bahkan berubah dalam sepersekian detik, apakah itu sudah memenuhi unsur kesepakatan dalam jual beli pak? dan akhirnya dalam forex online, alur yang dipatenkan oleh bapak juga terpenuhi?

Tawar menawar(mempelajari kondisi instrumen forex yg sangat fluktuatif)-&#62; Kesepakatan harga(mengerti, ikhlas, ridho, paham) -&#62; transaksi(open untuk close) -&#62; Sama2 puas= JUAL BELI WAJAR

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
1. Setuju, bahwa sebagai pedagang pasti kita berusaha membatasi kerugian dgn menjual cabe (yg mau busuk) dgn harga murah. Tapi ingat, cabe itu TIDAK HARUS dijual, tidak dijualpun tidak apa-apa. Tapi dengan mekanisme Forex cabe ini HARUS dijual. Anda tentu ngerti bedanya HARUS dan TIDAK HARUS. 

2. Adanya Slippage menyebabkan jual beli menjadi TIDAK WAJAR alias JUDI. walaupun kita mengerti, ikhlas, ridho, paham dan menyetujui bahwa instrumen Forex atau Judi itu fluktuatif dan penuh resiko.  
Artinya Judi ya tetap Judi. Tidak berubah karena keikhlasan atau kepuasan hati. 
Trims
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kutipan diatas: &#8221; Pak R*******, (modalnya 1 juta) hari ini membeli cabe di Genghis Khun dengan harga Rp. 800rb/ ton.</p>
<p>Besoknya, ternyata harga turun menjadi Rp. 600/ ton. Pak R******* sebagai pedagang pintar akan menimbun dulu cabe ini. Bila ada pembeli akan dibilang Cabe sedang langka.<br />
Tetapi karena butuh duit, akhirnya dijual. Saat dijual mungkin ada tawar menawar;<br />
“Pak/ Bu mohon keikhlasan dihargai lebih sedikitlah, Rp.700rb/ton atau lebih, sebab saya belanjanya mahal…dst”</p>
<p>Tawar menawar-&gt; Kesepakatan harga -&gt; transaksi -&gt; Sama2 puas= JUAL BELI WAJAR &#8221;</p>
<p>komentar : sekarang begini pak, misalkan harga cabe tidak kunjung naik, padahal menimbun cabe juga terdapat resiko yaitu busuk, dst.. bisa-bisa berton-ton cabe kita habis karena busuk semua. sebagai pedagang pasti kita berusaha membatasi kerugian dengan menjual cabe dengan harga yang murah kan pak? meskipun itu kita jual lagi ke tempat kita kulakan.</p>
<p>dan masalah harga yang naik turun (slippage), jika kita sudah mengerti dan menyetujui, ikhlas, paham bahwa instrumen forex memang fluktuatif bahkan berubah dalam sepersekian detik, apakah itu sudah memenuhi unsur kesepakatan dalam jual beli pak? dan akhirnya dalam forex online, alur yang dipatenkan oleh bapak juga terpenuhi?</p>
<p>Tawar menawar(mempelajari kondisi instrumen forex yg sangat fluktuatif)-&gt; Kesepakatan harga(mengerti, ikhlas, ridho, paham) -&gt; transaksi(open untuk close) -&gt; Sama2 puas= JUAL BELI WAJAR</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
1. Setuju, bahwa sebagai pedagang pasti kita berusaha membatasi kerugian dgn menjual cabe (yg mau busuk) dgn harga murah. Tapi ingat, cabe itu TIDAK HARUS dijual, tidak dijualpun tidak apa-apa. Tapi dengan mekanisme Forex cabe ini HARUS dijual. Anda tentu ngerti bedanya HARUS dan TIDAK HARUS. </p>
<p>2. Adanya Slippage menyebabkan jual beli menjadi TIDAK WAJAR alias JUDI. walaupun kita mengerti, ikhlas, ridho, paham dan menyetujui bahwa instrumen Forex atau Judi itu fluktuatif dan penuh resiko.<br />
Artinya Judi ya tetap Judi. Tidak berubah karena keikhlasan atau kepuasan hati.<br />
Trims<br />
</font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BeBEN</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-2465</link>
		<dc:creator>BeBEN</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 09:29:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-2465</guid>
		<description>yak betul sekali, saya rasa mata uang rupiah cenderung turun dibanding emas. beda dengan dibanding dollar. ada kalanya naik, ada kalanya turun.. 

ya, kalo begitu saya setuju, benar sebagai ajang investasi saja, bukan ke arah sbg alat pembayaran. 

ya memang bisa lebih menyita kalau dalam rupiah. tapi jika dalam GBP EURO atau USD, saya kira tidak. 
belum jika ditinjau dari beratnya? cara penyimpanannya?

tapi itu hal lain untuk dibahas karena dalam hal ini adalah untuk berinvestasi. 

saya setuju kita untuk menabung dikonversikan dulu. ntah dalam emas, perak tanah, rumah. 

harapan untuk menggunakan mata uang emas bagi seluruh negara, saya rasa tidak perlu. karena kelemahan itu tadi. kalopun ingin menyamakan, contohlah EURO. gabungan dari beberapa negara dapat menggunakan mata uang yang sama. tdk perlulah kita kembali seperti mata uang emas tadi. seperti yg saya bilang sebelumnya, ini bisa memperlamban kegiatan ekonomi. orang cenderung menyimpan uangnya, tapi enggan digunakan untuk melakukan kegiatan perekonomian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yak betul sekali, saya rasa mata uang rupiah cenderung turun dibanding emas. beda dengan dibanding dollar. ada kalanya naik, ada kalanya turun.. </p>
<p>ya, kalo begitu saya setuju, benar sebagai ajang investasi saja, bukan ke arah sbg alat pembayaran. </p>
<p>ya memang bisa lebih menyita kalau dalam rupiah. tapi jika dalam GBP EURO atau USD, saya kira tidak.<br />
belum jika ditinjau dari beratnya? cara penyimpanannya?</p>
<p>tapi itu hal lain untuk dibahas karena dalam hal ini adalah untuk berinvestasi. </p>
<p>saya setuju kita untuk menabung dikonversikan dulu. ntah dalam emas, perak tanah, rumah. </p>
<p>harapan untuk menggunakan mata uang emas bagi seluruh negara, saya rasa tidak perlu. karena kelemahan itu tadi. kalopun ingin menyamakan, contohlah EURO. gabungan dari beberapa negara dapat menggunakan mata uang yang sama. tdk perlulah kita kembali seperti mata uang emas tadi. seperti yg saya bilang sebelumnya, ini bisa memperlamban kegiatan ekonomi. orang cenderung menyimpan uangnya, tapi enggan digunakan untuk melakukan kegiatan perekonomian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BeBEN</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-2400</link>
		<dc:creator>BeBEN</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 22:48:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-2400</guid>
		<description>ya kalo kita balik saja, misal rupiah lebih tinggi daripada dinar tahun depan, 100x, dari yang cuma bisa beli   handphone, jadi bisa beli mobil. tentu saja saya lebih memilih pegang rupiah.. 

atau contoh yang lain, jika membeli mobil tipe x, dulu dibayar dengan 100 keping emas. setahun kemudian hanya perlu bayar dengan 1 keping karena nilai mata uang emas naik. saya rasa dengan keadaan ini orang akan menyimpan uang emasnya terus, dan akan tidak terlalu aktif untuk melakukan kegiatan perekonomian / transaksi (kalopun transaksi cukup seadanya saja. mending ditahan dulu saja, baru beli tahun depan. setelah tahun depan, akh tahun depan lagi, sapa tau cukup dengan 1/4 nilai 1 keping.

mata uang emas sebenarnya bisa naik karena barang itu langka. sama dengan halnya minyak mentah, atau batubara. begitu juga dengan mata uang yang ada skg ini. jika keadaan ekonominya maju, tentu akan naik.

jadi saya katakan mata uang emas skg hanya sebagai investasi, sama halnya jika kita beli emas batangan, atau beli rumah. toh juga tidak bisa digunakan sbg alat pembayaran di pasar, mall, angkutan dsb (mungkin untuk saat sekarang ini).

kelemahan (yang lain) menggunakan mata uang emas adalah jika seseorang memiliki kekayaan yg berlimpah, contohlah 5T, berapa banyak uang yang harus ditimbun (seperti paman Gober mungkin dengan gudang uangnya). 
itu baru perseorangan. jika perbankan, contohlah 50T.
atau yang lebih besar, pemerintahan. taruhlah 500T. atau  negara yg lebih maju, taruhlah 5000T. 
tentu itu sangat menyulitkan. awal dari ditiadakannya jaminan emas di pemerintah adalah karena kesulitan tersebut. jadi skg dibikin lebih mudah. mengingat perkembangan yang ada, tentu harus ada penyesusaian juga. 

ya saya rasa memang itu konsekuensi yang ada dengan menggunakan mata uang kertas atau koin skg ini. dengan kesulitan yang ada, maka "terpaksa" ditinggalkan (ditinggalkan karena dulu menggunakan jaminan emas) untuk lebih mengikuti perkembangan yang ada.

dan maaf, saya tidak bermaksud mengatakan itu haram. karena penjelasan saya yang kurang lengkap maka bisa dikonotasikan lain. 
maksud saya adalah jika hal itu (transaksi mata uang emas) dilakukan untuk spekulasi, sama halnya dengan trading mata uang spot untuk spekulasi(cari keuntungan), maka dikatakan itu haram. jika traksaksi mata uang spot dilakukan untuk spekulasi itu haram, maka transaksi emas yang dilakukan untuk spekulasi juga haram. 
(ya itulah pemikiran saya secara sempit jika hal tersebut disamaratakan.

===terima kasih atas kesempatan yang ada===

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Logika anda sebenarnya sama dengan saya pak. :) 
Kalau rupiah yang naik, tentu saja kita pilih menyimpan rupiah.
Tetapi kita melihat adanya suatu kecenderungan; bahwa nilai rupiah cenderung turun terus (=menyusut). Pernahkah naik? Tidak pernah.
Karena cenderung turun (sejak Indonesia merdeka), maka muncul kesadaran, apakah sepertinya kita sudah dibodohi?? dan akan terus dibodohi??

Emas saat ini memang hanya sebagai investasi, tetapi bila mau di gunakan sebagai alat tukar itu masalah teknis mudah. Info yang saya dengar (entah kalau salah), sudah ada beberapa orang yang mulai bertransaksi dengan standar dinar. Anda pun juga bisa melakukannya, misalnya menjual Kambing besar senilai 1 dinar. Kalau pembelinya hanya punya rupiah ya tinggal mengkonversikan saja dengan nilai rupiah saat itu. Namun tetap saja anda berpatokan pada emas/ dinar.
Harap diingat, nilai fluktuasi terjadi karena rupiahnya yang tidak stabil. Sedangkan nilai emas tetap stabil. 

Zakat Pendapatan bagi orang muslim itu dihitung dengan standar dinar/ emas, yaitu bila pendapatan per tahun mencapai nishab 85 g emas murni, maka zakatnya sebesar 2,5%. 
Misal sekarang 1 g emas= Rp.250 rb, maka 85 g= Rp. 21.250.000
= Rp. 1.770.833/ bulan, merupakan wajib zakat. (&lt;a href="http://rumahzakat.org" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://rumahzakat.org&lt;/a&gt;)

5 tahun lagi, bila zakat memakai patokan rupiah (dan rupiah cenderung menyusut), orang miskin pasti kena wajib zakat, karena bisa jadi 2 juta itu cuma untuk beli bensin 1 liter.
Dalam islam, orang miskin itu wajib &lt;strong&gt;diberi&lt;/strong&gt; zakat, bukan disuruh mengeluarkan zakat.

Jadi saran saya, bila hendak menabung, sebaiknya konversikan ke bentuk emas (perhiasan, koin atau batangan), agar nilai rupiahnya tidak menyusut. Mau digunakan untuk alat tukar itu urusan nanti.

Saya sendiri ke bentuk Koin dinar (&lt;a href="Http://geraidinar.com" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Http://geraidinar.com&lt;/a&gt;), karena mereka transparan, mencantumkan nilai Jual dan Beli. Hal yang belum pernah saya jumpai, walaupun itu di pusat penjualan emas Cikini Jakarta. Tetapi bila banyak pedagang yang mencantumkan kepastian nilai jual dan beli, maka saya akan membeli, entah itu bentuk perhiasan atau yang lain.

&lt;strong&gt;TEMPAT PENYIMPANAN&lt;/strong&gt;
Tentang masalah penyimpanan, uang rupiah malah lebih menyita tempat. 
Misal, uang 1,2 juta itu berapa lembar? padahal hari ini setara dengan 1 koin dinar. Koin ini hanya seukuran uang logam 50 rupiah.
Lebih menyita tempat mana?

&lt;strong&gt;SPEKULASI&lt;/strong&gt;
Transaksi mata uang: 
Moneychanger adalah transaksi Spot (halal), sedangkan Forex memenuhi model Forward (Haram).
Transaksi spot mata uang menjadi haram bila untuk untung-untungan, berdasarkan fatwa MUI. 

Bila kemudian anda menyebut koin emas termasuk dalam transaksi mata uang, maka ini tidak ada dasarnya.
1. Karena tidak ada negara yang menggunakan mata uang koin emas.
2. Mata Uang emas tidak bisa disamakan dengan mata uang saat ini, nilai mata uang emas dihitung berdasarkan nilai kandungan emasnya, sedangkan nilai uang kertas cukup penulisan angka.
Perbedaan mudahnya bila dijual &lt;strong&gt;kiloan&lt;/strong&gt;, Emas 1 Kg dengan uang kertas 1 Kg harganya pasti jauh berbeda.
3. Kalau saja ada 1 negara yang mulai menggunakan mata uang emas, maka dipastikan negara lain akan ikut-ikutan. Efeknya nilai mata uang seluruh negara akan sama semua. Ini tentu saja kabar buruk bagi spekulan mata uang serta para pejudi Forex. 

Semoga jawaban ini memuaskan
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya kalo kita balik saja, misal rupiah lebih tinggi daripada dinar tahun depan, 100x, dari yang cuma bisa beli   handphone, jadi bisa beli mobil. tentu saja saya lebih memilih pegang rupiah.. </p>
<p>atau contoh yang lain, jika membeli mobil tipe x, dulu dibayar dengan 100 keping emas. setahun kemudian hanya perlu bayar dengan 1 keping karena nilai mata uang emas naik. saya rasa dengan keadaan ini orang akan menyimpan uang emasnya terus, dan akan tidak terlalu aktif untuk melakukan kegiatan perekonomian / transaksi (kalopun transaksi cukup seadanya saja. mending ditahan dulu saja, baru beli tahun depan. setelah tahun depan, akh tahun depan lagi, sapa tau cukup dengan 1/4 nilai 1 keping.</p>
<p>mata uang emas sebenarnya bisa naik karena barang itu langka. sama dengan halnya minyak mentah, atau batubara. begitu juga dengan mata uang yang ada skg ini. jika keadaan ekonominya maju, tentu akan naik.</p>
<p>jadi saya katakan mata uang emas skg hanya sebagai investasi, sama halnya jika kita beli emas batangan, atau beli rumah. toh juga tidak bisa digunakan sbg alat pembayaran di pasar, mall, angkutan dsb (mungkin untuk saat sekarang ini).</p>
<p>kelemahan (yang lain) menggunakan mata uang emas adalah jika seseorang memiliki kekayaan yg berlimpah, contohlah 5T, berapa banyak uang yang harus ditimbun (seperti paman Gober mungkin dengan gudang uangnya).<br />
itu baru perseorangan. jika perbankan, contohlah 50T.<br />
atau yang lebih besar, pemerintahan. taruhlah 500T. atau  negara yg lebih maju, taruhlah 5000T.<br />
tentu itu sangat menyulitkan. awal dari ditiadakannya jaminan emas di pemerintah adalah karena kesulitan tersebut. jadi skg dibikin lebih mudah. mengingat perkembangan yang ada, tentu harus ada penyesusaian juga. </p>
<p>ya saya rasa memang itu konsekuensi yang ada dengan menggunakan mata uang kertas atau koin skg ini. dengan kesulitan yang ada, maka &#8220;terpaksa&#8221; ditinggalkan (ditinggalkan karena dulu menggunakan jaminan emas) untuk lebih mengikuti perkembangan yang ada.</p>
<p>dan maaf, saya tidak bermaksud mengatakan itu haram. karena penjelasan saya yang kurang lengkap maka bisa dikonotasikan lain.<br />
maksud saya adalah jika hal itu (transaksi mata uang emas) dilakukan untuk spekulasi, sama halnya dengan trading mata uang spot untuk spekulasi(cari keuntungan), maka dikatakan itu haram. jika traksaksi mata uang spot dilakukan untuk spekulasi itu haram, maka transaksi emas yang dilakukan untuk spekulasi juga haram.<br />
(ya itulah pemikiran saya secara sempit jika hal tersebut disamaratakan.</p>
<p>===terima kasih atas kesempatan yang ada===</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Logika anda sebenarnya sama dengan saya pak. <img src='http://genghiskhun.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Kalau rupiah yang naik, tentu saja kita pilih menyimpan rupiah.<br />
Tetapi kita melihat adanya suatu kecenderungan; bahwa nilai rupiah cenderung turun terus (=menyusut). Pernahkah naik? Tidak pernah.<br />
Karena cenderung turun (sejak Indonesia merdeka), maka muncul kesadaran, apakah sepertinya kita sudah dibodohi?? dan akan terus dibodohi??</p>
<p>Emas saat ini memang hanya sebagai investasi, tetapi bila mau di gunakan sebagai alat tukar itu masalah teknis mudah. Info yang saya dengar (entah kalau salah), sudah ada beberapa orang yang mulai bertransaksi dengan standar dinar. Anda pun juga bisa melakukannya, misalnya menjual Kambing besar senilai 1 dinar. Kalau pembelinya hanya punya rupiah ya tinggal mengkonversikan saja dengan nilai rupiah saat itu. Namun tetap saja anda berpatokan pada emas/ dinar.<br />
Harap diingat, nilai fluktuasi terjadi karena rupiahnya yang tidak stabil. Sedangkan nilai emas tetap stabil. </p>
<p>Zakat Pendapatan bagi orang muslim itu dihitung dengan standar dinar/ emas, yaitu bila pendapatan per tahun mencapai nishab 85 g emas murni, maka zakatnya sebesar 2,5%.<br />
Misal sekarang 1 g emas= Rp.250 rb, maka 85 g= Rp. 21.250.000<br />
= Rp. 1.770.833/ bulan, merupakan wajib zakat. (<a href="http://rumahzakat.org" target="_blank" rel="nofollow">http://rumahzakat.org</a>)</p>
<p>5 tahun lagi, bila zakat memakai patokan rupiah (dan rupiah cenderung menyusut), orang miskin pasti kena wajib zakat, karena bisa jadi 2 juta itu cuma untuk beli bensin 1 liter.<br />
Dalam islam, orang miskin itu wajib <strong>diberi</strong> zakat, bukan disuruh mengeluarkan zakat.</p>
<p>Jadi saran saya, bila hendak menabung, sebaiknya konversikan ke bentuk emas (perhiasan, koin atau batangan), agar nilai rupiahnya tidak menyusut. Mau digunakan untuk alat tukar itu urusan nanti.</p>
<p>Saya sendiri ke bentuk Koin dinar (<a href="Http://geraidinar.com" target="_blank" rel="nofollow">Http://geraidinar.com</a>), karena mereka transparan, mencantumkan nilai Jual dan Beli. Hal yang belum pernah saya jumpai, walaupun itu di pusat penjualan emas Cikini Jakarta. Tetapi bila banyak pedagang yang mencantumkan kepastian nilai jual dan beli, maka saya akan membeli, entah itu bentuk perhiasan atau yang lain.</p>
<p><strong>TEMPAT PENYIMPANAN</strong><br />
Tentang masalah penyimpanan, uang rupiah malah lebih menyita tempat.<br />
Misal, uang 1,2 juta itu berapa lembar? padahal hari ini setara dengan 1 koin dinar. Koin ini hanya seukuran uang logam 50 rupiah.<br />
Lebih menyita tempat mana?</p>
<p><strong>SPEKULASI</strong><br />
Transaksi mata uang:<br />
Moneychanger adalah transaksi Spot (halal), sedangkan Forex memenuhi model Forward (Haram).<br />
Transaksi spot mata uang menjadi haram bila untuk untung-untungan, berdasarkan fatwa MUI. </p>
<p>Bila kemudian anda menyebut koin emas termasuk dalam transaksi mata uang, maka ini tidak ada dasarnya.<br />
1. Karena tidak ada negara yang menggunakan mata uang koin emas.<br />
2. Mata Uang emas tidak bisa disamakan dengan mata uang saat ini, nilai mata uang emas dihitung berdasarkan nilai kandungan emasnya, sedangkan nilai uang kertas cukup penulisan angka.<br />
Perbedaan mudahnya bila dijual <strong>kiloan</strong>, Emas 1 Kg dengan uang kertas 1 Kg harganya pasti jauh berbeda.<br />
3. Kalau saja ada 1 negara yang mulai menggunakan mata uang emas, maka dipastikan negara lain akan ikut-ikutan. Efeknya nilai mata uang seluruh negara akan sama semua. Ini tentu saja kabar buruk bagi spekulan mata uang serta para pejudi Forex. </p>
<p>Semoga jawaban ini memuaskan<br />
</font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BeBEN</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-2375</link>
		<dc:creator>BeBEN</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 07:43:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-2375</guid>
		<description>kalo saya melihat jual beli emas juga haram...
mengapa?
1. karena bagi saya, dan mungkin yang lain juga, sangat sulit bertransaksi menggunakan uang emas untuk aktivitas sehari2.. misal naik transjakarta, makan di warung, beli pulsa, dll.
2. karena kesulitan itu, maka:
jujur saja,,,,, tujuan membeli mata uang emas tersebut untuk apa akhirnya? untuk jual belikah (misal: membeli kambing)? atau untuk mencari untung?
*kalo misalnya untuk membeli kambingpun juga sulit. ada kambing  kurus, kambing gemuk, kambing kecil, kambing dewasa. memakai uang kertas dan koin lebih memudahkan takarannya, untuk menilai harga kambing itu sebenarnya. karena nilainya bs lebih terpecah2, beda dengan mata uang emas. (yang susah sudah menjadi mudah, koq malah mau dibalik lagi yg mudah jadi bikin repot).

jadi pada akhirnya, uang emas tersebut tidak diguanakan sebagaimana mestinya. akhirnya cuma dijadikan ajang investasi, cari untung, karena gak bisa dipakai untuk kebutuhan transaksi sehari. 
dan kalo kita melihat kedepan, apa jadinya kalo kegiatan perekonomian semakin meningkat, dan jumlah emas semakin tidak berimbang. harga 1 koin emas jadi Rp 100juta per keping? semakin sulit jika hanya ingin membeli 1 kilo beras. 
tujuan pemakaian uang kertas dan logam yang ada kan karena kelemahan jaminan emas akan uang oleh pemerintah. skg pemerintah sudah lebih dipercaya, jadi tidak perlu lagi ada pencadangan emas untuk tiap uang yg beredar. dan dari semua itu terbentuk mekanisme guna keseimbangan mata uang tersebut. ya inflasi, deflasi, revaluasi, devaluasi. ya itulah konsekuensinya dari penggunaan mata uang ini, demi sebuah kemudahan bertansaksi. daripada menggunakan emas yang kesulitannya seperti yg saya jelaskan tersebut diatas.

===mohon tanggapannya, terima kasih===

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Trims atas komentarnya.
JUAL BELI EMAS HARAM?? dasarnya dari mana paK?.
Jual beli emas sekarang untuk investasi pak, seperti halnya tanah. 
Tapi jaman dulu emas sebagai alat tukar. 
Kalau masalah demi kemudahan takaran itu sih masalah teknis dan bisa di atur, misalnya dengan Dirham, atau dibuatlah Koin 1/2 Dinar atau 1/4 Dinar. 

Contoh:
Sekarang 1 dinar = Rp. 1,2 juta
kalau misalnya tahun depan 1 dinar = Rp 100juta
anda sekarang pilih beli dinar atau menabung rupiah pak?

Ini terjadi bukan karena nilai emasnya yang naik, tapi karena rupiah yang cenderung turun terus/ ambruk.
Sekarang nabung 1 juta sudah lumayan, tapi 5 tahun lagi tabungan ini tidak bisa dicicipi karena 1 juta mungkin hanya bisa untuk beli 1 kaos oblong.
Jadi kemana hasil jerih payah kita selama ini?
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo saya melihat jual beli emas juga haram&#8230;<br />
mengapa?<br />
1. karena bagi saya, dan mungkin yang lain juga, sangat sulit bertransaksi menggunakan uang emas untuk aktivitas sehari2.. misal naik transjakarta, makan di warung, beli pulsa, dll.<br />
2. karena kesulitan itu, maka:<br />
jujur saja,,,,, tujuan membeli mata uang emas tersebut untuk apa akhirnya? untuk jual belikah (misal: membeli kambing)? atau untuk mencari untung?<br />
*kalo misalnya untuk membeli kambingpun juga sulit. ada kambing  kurus, kambing gemuk, kambing kecil, kambing dewasa. memakai uang kertas dan koin lebih memudahkan takarannya, untuk menilai harga kambing itu sebenarnya. karena nilainya bs lebih terpecah2, beda dengan mata uang emas. (yang susah sudah menjadi mudah, koq malah mau dibalik lagi yg mudah jadi bikin repot).</p>
<p>jadi pada akhirnya, uang emas tersebut tidak diguanakan sebagaimana mestinya. akhirnya cuma dijadikan ajang investasi, cari untung, karena gak bisa dipakai untuk kebutuhan transaksi sehari.<br />
dan kalo kita melihat kedepan, apa jadinya kalo kegiatan perekonomian semakin meningkat, dan jumlah emas semakin tidak berimbang. harga 1 koin emas jadi Rp 100juta per keping? semakin sulit jika hanya ingin membeli 1 kilo beras.<br />
tujuan pemakaian uang kertas dan logam yang ada kan karena kelemahan jaminan emas akan uang oleh pemerintah. skg pemerintah sudah lebih dipercaya, jadi tidak perlu lagi ada pencadangan emas untuk tiap uang yg beredar. dan dari semua itu terbentuk mekanisme guna keseimbangan mata uang tersebut. ya inflasi, deflasi, revaluasi, devaluasi. ya itulah konsekuensinya dari penggunaan mata uang ini, demi sebuah kemudahan bertansaksi. daripada menggunakan emas yang kesulitannya seperti yg saya jelaskan tersebut diatas.</p>
<p>===mohon tanggapannya, terima kasih===</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Trims atas komentarnya.<br />
JUAL BELI EMAS HARAM?? dasarnya dari mana paK?.<br />
Jual beli emas sekarang untuk investasi pak, seperti halnya tanah.<br />
Tapi jaman dulu emas sebagai alat tukar.<br />
Kalau masalah demi kemudahan takaran itu sih masalah teknis dan bisa di atur, misalnya dengan Dirham, atau dibuatlah Koin 1/2 Dinar atau 1/4 Dinar. </p>
<p>Contoh:<br />
Sekarang 1 dinar = Rp. 1,2 juta<br />
kalau misalnya tahun depan 1 dinar = Rp 100juta<br />
anda sekarang pilih beli dinar atau menabung rupiah pak?</p>
<p>Ini terjadi bukan karena nilai emasnya yang naik, tapi karena rupiah yang cenderung turun terus/ ambruk.<br />
Sekarang nabung 1 juta sudah lumayan, tapi 5 tahun lagi tabungan ini tidak bisa dicicipi karena 1 juta mungkin hanya bisa untuk beli 1 kaos oblong.<br />
Jadi kemana hasil jerih payah kita selama ini?<br />
</font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudi</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-1099</link>
		<dc:creator>Rudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 15:44:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-1099</guid>
		<description>Kesimpulan. FOREXonline bukan Judi. Berfikirlah rasional,jgn emasional. Justru Forex m'buat Org kecìl bisa jadi trader besar, dg pinjaman besar,cukup jaminkan MARGIN. Gak seperti pedagang biasa yg hrus punya ASET besar untuk dpt pinjaman dana besar.Oke..

================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Trims. 
Kesimpulan anda tidak konsisten dengan penjelasannya pak.
artikel ini menyimpulkan Judi pada &lt;b&gt;ALUR&lt;/b&gt;-nya. 
1. Bukan pada Leverage dan Margin
2. Bukan pada Bunga.
3. Bukan pada TUJUAN jual Beli; Untung-untungan.

Untuk pembahasan masalah leverage saya pikir Ustadz Zaharudin sudah cukup jelas:
&lt;a href="http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=649&#038;Itemid=72" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.zaharuddin.net&lt;/a&gt;

Sedangkan untuk pembahasan tujuan jual beli, saya pikir MUI sudah jelas:
&lt;a href="http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&#038;pg=2" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://mui.or.id&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;Ketentuan Umum
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”
…dst&lt;/blockquote&gt; 
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kesimpulan. FOREXonline bukan Judi. Berfikirlah rasional,jgn emasional. Justru Forex m&#8217;buat Org kecìl bisa jadi trader besar, dg pinjaman besar,cukup jaminkan MARGIN. Gak seperti pedagang biasa yg hrus punya ASET besar untuk dpt pinjaman dana besar.Oke..</p>
<p>================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Trims.<br />
Kesimpulan anda tidak konsisten dengan penjelasannya pak.<br />
artikel ini menyimpulkan Judi pada <b>ALUR</b>-nya.<br />
1. Bukan pada Leverage dan Margin<br />
2. Bukan pada Bunga.<br />
3. Bukan pada TUJUAN jual Beli; Untung-untungan.</p>
<p>Untuk pembahasan masalah leverage saya pikir Ustadz Zaharudin sudah cukup jelas:<br />
<a href="http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=649&#038;Itemid=72" target="_blank" rel="nofollow">http://www.zaharuddin.net</a></p>
<p>Sedangkan untuk pembahasan tujuan jual beli, saya pikir MUI sudah jelas:<br />
<a href="http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&#038;pg=2" target="_blank" rel="nofollow">http://mui.or.id</a></p>
<blockquote><p>Ketentuan Umum<br />
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :<br />
1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”<br />
…dst</p></blockquote>
<p></font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudi</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-1098</link>
		<dc:creator>Rudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 15:27:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-1098</guid>
		<description>Bunga overnight adlh masih dlm kewajaran, krn nilainya juga wajar. Bahkan biasanya anda pun bisa memilih Opsi tanpa bunga overnight dari broker. Coba bandingkan jika anda Kredit Mobil baru dgn nilai Mobil Tunai 500 juta. Brp nilai bunganya sampe lunas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bunga overnight adlh masih dlm kewajaran, krn nilainya juga wajar. Bahkan biasanya anda pun bisa memilih Opsi tanpa bunga overnight dari broker. Coba bandingkan jika anda Kredit Mobil baru dgn nilai Mobil Tunai 500 juta. Brp nilai bunganya sampe lunas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudi</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-1097</link>
		<dc:creator>Rudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 15:16:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-1097</guid>
		<description>Apakah pedagang (trader) di pasar biasa jika mengalami kerugian lalu dibebankan kepada Orang yg telah meminjamkan uang kpd pedagang itu? Saya yakin Org itu gak akan sepakat untuk meminjamkan uangnya. Begitulah hal yg wajar,sama dg Margin call Sang Broker.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah pedagang (trader) di pasar biasa jika mengalami kerugian lalu dibebankan kepada Orang yg telah meminjamkan uang kpd pedagang itu? Saya yakin Org itu gak akan sepakat untuk meminjamkan uangnya. Begitulah hal yg wajar,sama dg Margin call Sang Broker.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudi</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-1096</link>
		<dc:creator>Rudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 15:08:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-1096</guid>
		<description>Jika bandingkan ForexOnLine dg bisnis di pasar biasa hrus dlm porsi yg sama. Jk forex leverage 1:500, di pasar biasa pinjamlah uang 500 kali lipat dr jmlh uang yg anda miliki, lalu anda beli barang yg anda mau dg uang pinjaman itu, pasti sama resikonya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika bandingkan ForexOnLine dg bisnis di pasar biasa hrus dlm porsi yg sama. Jk forex leverage 1:500, di pasar biasa pinjamlah uang 500 kali lipat dr jmlh uang yg anda miliki, lalu anda beli barang yg anda mau dg uang pinjaman itu, pasti sama resikonya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudi</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-1095</link>
		<dc:creator>Rudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 14:56:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-1095</guid>
		<description>Coba anda trading forex via Broker Forex OnLine manapun, pilih Leverage 1:1, pake modal anda minimal10.000 USD, OPEN posisi kontrak 0,1 lot atau quantity 10.000, pasti anda gak akan pernah kena Margin Call dan bunga overnight sampe anda CLOSE posisi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Coba anda trading forex via Broker Forex OnLine manapun, pilih Leverage 1:1, pake modal anda minimal10.000 USD, OPEN posisi kontrak 0,1 lot atau quantity 10.000, pasti anda gak akan pernah kena Margin Call dan bunga overnight sampe anda CLOSE posisi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudi</title>
		<link>http://genghiskhun.com/mari-belajar-forex-sebuah-dialog#comment-1094</link>
		<dc:creator>Rudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 14:43:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=166#comment-1094</guid>
		<description>Broker forex OnLine gak pernah maksakan kehendak sama trader. Bunga overniht &#38; Nilai Leverage adl keputusan trader. Margin Call adlh wajar, krn gak mungkin broker nombok akibat order si trader. Dah pinjam uang, ruginya suruh nombokin pula, apa bener itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Broker forex OnLine gak pernah maksakan kehendak sama trader. Bunga overniht &amp; Nilai Leverage adl keputusan trader. Margin Call adlh wajar, krn gak mungkin broker nombok akibat order si trader. Dah pinjam uang, ruginya suruh nombokin pula, apa bener itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
