" />

NAPZA (NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF) DAN SEKS BEBAS: Ditinjau Dari Sisi Medis

Oleh: Naf’an Akhun*

Data-data:
- Riset yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN), tidak kurang 1,7 ton Narkoba – jenis heroin masuk ke Indonesia.
- Tetanus yang terjadi dikalangan pecandu Napza suntik berkisar antara 11 % dari 124 kasus tetanus dibandingkan dengan 3,6 % yang terjadi selama tahun 1991 -1994.
- Pada tahun 2003, 1,17% pasien rawat inap di rumah sakit karena gangguan mental dan perilaku yang disebabkan penggunaan NAPZA telah meninggal dunia.
- Data di Bagian Forensik FK-UI Jakarta pada tahun 1999-2003 juga menunjukkan adanya kenaikan jumlah kematian karena kasus overdosis yang sebagian besar disebabkan oleh overdosis heroin.


NAPZA
NAPZA merupakan kependekan dari NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF. Yang tergolong narkotika adalah ganja, kokain, dan opioid/opiate (morfin dan heroin). Narkotika biasa digunakan untuk terapi menghilangkan rasa nyeri yang sulit diobati dengan obat nyeri biasa, seperti misalnya pada penderita luka bakar, penyakit jantung atau kanker.

Secara umum, efek obat-obat narkotik/opioid antara lain ;
1. Menurunkan rasa nyeri.
2. Ngantuk.
3. Menghilangkan konflik dan kecemasan.
4. Meningkatkan suasana hati: gembira, santai, menyenangkan (efek euforia).
5. Menghambat pusat respirasi dan batuk (efek depresi napas dan antitusif).
6. Pada awalnya menimbulkan mual-muntah (efek emetik), tapi pada akhirnya menghambat muntah (efek antiemetik).
7. Penyempitan pupil mata (efek miotik).
8. Menunjukkan perkembangan toleransi dan ketergantungan dengan pemberian dosis yang berkepanjangan

Efek Samping
Efek ini umumnya terjadi beberapa saat setelah digunakan, pada sistema pernafasan berupa depresi pernafasan, yang sering fatal dan menyebabkan kematian. Penyempitan saluran pernafasan, oleh karena itu akan memperparah penderita asma. Sedangkan pada sistema urinarius, morfin dapat menyebabkan kesulitan kencing.

Penyalahgunaan
Penyalahgunaan narkotika merupakan suatu pola penggunaan zat yang bersifat patologik paling sedikit satu bulan lamanya. Menurut ICD 10 (International Classification of Diseases), berbagai gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat dikelompokkan dalam berbagai keadaan klinis, seperti intoksikasi akut, sindroma ketergantungan, sindroma putus obat, dan gangguan mental serta perilaku lainnya.
Sindroma putus obat adalah sekumpulan gejala klinis yang terjadi sebagai akibat menghentikan zat atau mengurangi dosis obat yang persisten digunakan sebelumnya. Di kalangan pemakai biasa dinamakan “sakau”, dan untuk mengatasinya pecandu berusaha mendapatkan obat walaupun dengan cara merugikan orang lain seperti melakukan tindakan kriminal.

Mengenali Gejala kelebihan dosis :
Pupil mata sangat kecil (pinpoint), pernafasan satu- satu dan coma (tiga gejala klasik). Bila sangat hebat, dapat terjadi pelebaran pupil. Sering disertai juga nausea (mual). Kadang-kadang timbul edema paru (paru-paru basah).

Gejala–gejala Putus obat :
Nyeri otot dan tulang, nyeri kepala, sulit tidur (insomnia). Bila pemakaian dosis sangat banyak (Overdosis) dapat terjadi kejang dan koma, keluar airmata terus menerus (lakrimasi), keluar air dari hidung (rhinorhea), berkeringat banyak, pupil dilatasi, tekanan darah meninggi, nadi bertambah cepat, suhu tubuh naik tinggi, gelisah dan cemas, gemetar, kadang-kadang muncul gangguan mental.

Bentuk sediaan NAPZA:
1. Bubuk atau serbuk putih dan mudah larut dalam air.
2. Cairan putih disimpan dalam ampul atau botol, pemakaiannya dengan jalan menyuntik.
3. Batangan, bentuk balok-balok kecil dengan ukuran dan warna yang berbeda-beda.
4. Tablet kecil putih.

PERMEN YABA
Orang yang pertama kali membuat yaba adalah ahli kimia berkebangsaan Jerman, atas pesanan Adolf Hitler untuk membekali tentara Nazi di PD II. Alhasil, para prajurit yang mengonsumsi obat ini sanggup bertempur sepanjang hari tanpa istirahat atau capek.

Nama asli obat ini bukan yaba, tapi kode D-IX. Diciptakan November 1944 langsung diuji coba pada manusia, terutama para tahanan di kamp konsentrasi Saehsenhausen. Ada 18 tahanan yang diberi D-IX, kemudian dipaksa berbaris dan mengelilingi lapangan. Pundak mereka diberi beban seberat 20 kg. Selama berjam-jam mereka berbaris sambil bernyanyi dan bersiul mengelilingi lapangan tanpa istirahat. Kalau dihitung, jarak tempuhnya mencapai lebih dari 90 km!

Namun, setelah 24 jam pertama, para tahanan ini ambruk berjatuhan dan meninggal. Gilanya, dokter-dokter Nazi kala itu sangat terkesan dengan hasil percobaan D-IX dan malah antusias merencanakan program untuk menyuplai seluruh tentara Jerman dengan pil ini. Untungnya, perang keburu usai sebelum obat D-IX ini dibikin secara massal.

Kini, D-IX bangkit lagi. Namanya berubah menjadi YABA, Seperti laiknya pil-pil narkoba lain, orang yang meminumnya akan mengalami sensasi. Dia bisa menjadi terlalu gembira, agresif, seperti kesetanan, dan tidak merasa capek.

Kandungannya diperkirakan terdiri atas sekitar 25 – 35 mg methamphetamine, dicampur dengan kafein (45 – 65 mg). Komposisi tepatnya tidak diketahui pasti. Bukan tidak mungkin hasil oplosan garam, cairan pembersih rumah, sulingan obat batuk, dan lithium baterai kamera!

Yang menarik, wujud dan rasanya seperti permen, memiliki variasi rasa. Ada rasa anggur, jeruk, dan vanila. Warnanya pun beragam dan menarik: kemerahan, oranye, dan hijau!

SEKS BEBAS
Timbulnya Seks Bebas merupakan salah satu dampak negatif dari:
- Kurangnya pendidikan Seks pada anak-anak
- Penyebaran film-film porno yang makin merajalela, yang hingga kini sudah merambah dalam “genggaman tangan’ (Handphone).
Dampak negatif lainnya seperti pelecehan seksual, perilaku seks menyimpang, penyebaran HIV/AIDS.

Akibat perilaku Seks Bebas
- Hamil diluar nikah dan tingginya angka pengguguran kandungan.
- Penyakit Menular Seksual misalnya Siphilis, Gonorrhea, AIDS dan sebagainya.

HIV dan AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat didalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti didalam darah, air mani atau cairan vagina. Penderita HIV, Walaupun tampak sehat, mereka dapat menularkan HIV pada orang lain melalui hubungan seks yang tidak aman, transfusi darah atau pemakaian jarum suntik secara bergantian.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan berbagai gejala menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit, karena sistem kekebalan didalam tubuhnya telah menurun.
Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS.

HIV dapat ditularkan melalui:
1. Seks (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindung dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
2. Jarum suntik yang dipakai secara bergantian.
3. Tranfusi Darah yang mengandung HIV
4. Ibu hamil mengidap HIV kepada bayi yang dikandungnya.

HIV tidak ditularkan melalui jabatan tangan, sentuhan, ciuman, pelukan, menggunakan peralatan makan/minum, gigitan nyamuk, memakai jamban yang sama atau tinggal serumah.
Orang yang terinfeksi oleh HIV dalam waktu 5 sampai 10 tahun tidak menimbulkan gejala-gejala khusus. Setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala seperti berikut :
- Kehilangan berat badan secara drastis.
- Diare yang berkelanjutan.
- Pembengkakan pada leher dan/atau ketiak.
- Batuk terus menerus.

Komplikasi AIDS
Mudah terkena infeksi/ sakit, misalnya:
- TBC
- Jamur: Candidosis,
- Virus Citomegalo virus (CMV), Hepatitis, Herpes, HPV (Human papillomavirus),
- Parasit: Toxoplasma
- Kanker

Pustaka:
1. www.depkes.go.id
2. www.mayoclinic.com
3. www.pppl.depkes.go.id

* Dokter di Balai Layanan Kesehatan Masyarakat BNI Berbagi bekerja sama dengan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara
===================
Disampaikan pada Diskusi Panel “Dampak Penyalahgunaan Narkoba dan Seks Bebas”
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Galela, 13 Nopember 2008






You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.
4 Responses
  1. bayu says:

    mantap! thx infonya.

  2. yokyu says:

    tolong saya dikirimkan dampak-dampak negatif dari seks bebas.ngelem ,aborsi,minuman keras,berjudi secara rinci ke E-mail saya

  3. suyuti says:

    masalah ni bisa di selesaikan hanya dengan penegan syaiah islam

  4. arista says:

    kalau hubungan intim,dan memakai zat adiktif,apakah itu juga penyebab HIV bukan?

    =====================================
    Genghis Khun:
    REsiko HIV:
    - Hubungan intim dengan lebih dari 1 pasangan
    - Memakai zat adiktif dengan jarum suntik secara bergantian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Genghis Khun

    Paranoid Dalam Mengais Rizqi...


    Nyari Theme BLOG WORDPRESS bagus??

  • Tulisan Terbaru

  • Genghis Khun's Profile
    Genghis Khun's Facebook profile
    Create Your Badge ExitJunction.com  - Make Money From Your Exit Traffic!


  • Masukkan Code ini K1-1E255B-E
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • CARI DUIT

    Adf.ly
    Buy Text links www.cashnhits.com
    Rumahweb
    Clixsense
    Exitjunction
    BidVertiser

    Earn money from your website/blog. Get paid through PayPal Buy and sell Text Links Blog Terbaik
    Yuk.Ngeblog.web.id

    make money with your web site

    GoBlog Theme Banner 125x125

    Media Penyimpanan Dunia Maya: DropBox
  • Fan Page