Penentuan arah kiblat dengan Kompas

*update 1 April 2008*
Judul ini seharusnya lebih lengkap:

Konsekuensi penentuan arah kiblat dengan Kompas bila tanpa dilakukan koreksi.

Sebelum melakukan shalat di tempat baru, biasanya kita mengukur sudut kiblat dengan kompas terlebih dahulu, walaupun hanya sekedar memastikan (atau kalibrasi), baik di rumah maupun dimasjid (karena terbukti ada masjid yang tidak menghadap arah kiblat seperti masjid agung Yogyakarta, baca di
http://nafanakhun.blogs.friendster.com/my_blog/2007/10/memperkirakan_a.html)


Nilai sudut ini diperoleh dari program-program komputer yang banyak bertebaran di internet (misalnya Accurate Times, Athan Basic, Salaat time, Salat & Qibla dari Napier University, WinHisab dari DEPAG dsb) atau surat edaran resmi MUI.

Program Accurate Times menyatakan bahwa sudut kiblat dari Jakarta: 295,1° FROM TRUE NORTH.

Banyak orang mengira bahwa ujung jarum kompas menunjukkan arah utara sebenarnya (True North), sehingga kemudian melakukan shalat searah dengan nilai 295,1° yang tertera di kompas, padahal ini adalah Kesalahan fatal. Jarum utara kompas menunjukkan arah utara magnetis (Magnetic North).

Variasi
Jarum kompas selalu mengikuti arah medan magnet bumi, padahal di setiap tempat arus magnet bumi tidak selalu menunjukkan arah utara sebenarnya (True North) karena kompleksnya pengaruh yang ada di permukaan bumi. Sudut antara utara magnet (Magnetic North) dengan utara sebenarnya (True North) dinamakan Variasi (Variation atau disebut juga Deklinasi Magnetis–Magnetic Declination –). Nilai variasi ini selalu BERBEDA disetiap waktu dan tempat. Parahnya, tidak semua program/ edaran resmi menyertakan nilai untuk koreksi ini. Jadi dimana bisa kita dapatkan?

Di setiap peta (yang kredibel) biasanya dicantumkan nilai variasi, misalnya peta topografi daerah jawa barat yang dibuat oleh Army Map Service (NSVLB), Corps of Engineers, US army menyatakan;

1955 Magnetic Declination for this sheet varies from 0°15’ easterly for the center of the west edge to 1°00’ easterly for the center of the east edge. Mean annual change is 0°02’ westerly

Arti bebasnya, Tahun 1955, Variasi di Jakarta 0°15’ ke Timur, rata-rata 0°02’ ke barat tiap tahun.

Jadi perhitungannya sbb:

 Sekarang akhir tahun 2007, selisih dari tahun 1955 dibulatkan menjadi 53 tahun = 1°44’ ke Barat.Total variasinya; = 0°15’ ke Timur + 1°44’ ke Barat = 1°29’ ke Barat. Karena variasinya ke arah barat, maka nilai yang ditunjukkan oleh jarum kompas LEBIH BESAR dari nilai yang ditunjukkan dari True North. Menjadi: 295,1° + 1°29’ = 296,6° Rumusnya; tanda (-) bila variasi ke barat (West), tanda (+) sebaliknya. 

Deviasi
Deviasi adalah kesalahan baca jarum kompas yang disebabkan oleh pengaruh benda-benda disekitar kompas, misalnya besi, mesin atau alat-alat elektronik (HP, MP3 player etc). Deviasi dapat diabaikan bila kita yakin benda-benda berpengaruh tersebut tidak ada di sekeliling.

########################

Berikut contoh Variasi kota lain dari peta sumber yang sama:
Sampit = 2°00’ ke Timur, rata-rata tiap tahun dapat diabaikan.
Surabaya dan Malang = 2°05’ ke Timur, rata-rata 0°02’ ke barat tiap tahun (peta tahun 1955).
Sedangkan dari program Mooncalc buatan Dr. Monzur Ahmed:
Galela, Halmahera Utara = 1°09’ ke Timur
Banda aceh = 1°00’ ke Barat
Kobe, Japan = 7°07’ ke Barat
(jadi tidak tepat bila dr. Helfi melakukan shalat dengan arah sudut 290,1° karena seharusnya 297,17°

Sk_kompas

########################

Kesimpulan dan Saran
– Arah kiblat dari Jakarta ditunjukkan oleh jarum kompas sebesar 296,6°
– Tidak semua program/ edaran resmi menyertakan nilai untuk koreksi ini, karena nilainya berbeda di tiap waktu dan tempat. Maka Penulis lebih menganjurkan penentuan kiblat dengan bantuan bayangan matahari yang skema dan cara kerjanya bisa dibaca di sini

Skema hanya perlu dicetak kemudian disimpan di dompet :) . Bila anda berminat skema “high resolution” bisa menghubungi penulis (nafanakhun@gmail.com).

Akhirnya, tulisan bukan dimaksudkan untuk memperumit keadaan, tetapi memang demikianlah kenyataanya. Semoga bermanfaat.

Genghiskhun.com

Rujukan
1. Program Accurate Times
2. Natural Resources Canada
3. http://www.sailingissues.com/navcourse3.html
4. Army Map Service (NSVLB), Corps of Engineers, US army
5. Program Mooncalc






“Jam Bintang” (bag 2)
“Jam Bintang” (bag 1)
Hari-hari ketika Sunset/ Sunrise menunjukkan arah kiblat
Dilema Muharram 1429
Cara Penentuan Arah Kiblat: dengan Bintang & Busur Derajat (Bukan Jarum Kompas)
BISAKAH SABUK ORION DIGUNAKAN SEBAGAI PENENTU ARAH KIBLAT?
Keajaiban Bintang VEGA (buat sejawat yang tinggal di Kobe, Jepang)
PERKIRAAN ARAH KIBLAT dengan bantuan BINTANG
Perkiraan Arah Kiblat Tiap Hari dengan Skema


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.