Perbedaan ALUR JUDI dengan JUAL BELI Biasa

Semua kaum beragama pasti setuju bila Judi adalah haram, tetapi bila kita inventarisir apa saja bentuk judi, pasti akan menuai Pro-Kontra.
“Ente bilang Bukan judi, tapi belum tentu bagi ane, sedangkan menurut ente Judi eits…ane gak sepakat :)

Mari kita simak kasus berikut:

==================================================================================
Koleksi Buku Anak Bermutu dari Pelangi Mizan
==================================================================================





“Tekanan-tekanan yang begitu hebat akhirnya memaksa Soeharto mencabut ijin SDSB yang merupakan kelanjutan dari system tebak-tebakan dalam olah raga bernama Porkas. Penyelenggaranya sama, yaitu Yayasan Dana Bakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS). Yayasan ini tampil dengan wajah dermawan. Setiap tahun, milyaran rupiah dikucurkan untuk proyek kemanusiaan dan keagamaan. Departemen Sosial saja, untuk pembinaan Olah Raga dan sosial, menerima sumbangan sekitar Rp 125 milyar per tahun. YDBKS dimana-mana aktif berkampanye bahwa SDSB bukan judi.

Seorang ulama yang sempat “berfatwa” bahwa Porkas bukan judi adalah (alm) Prof. KH Ibrahim Hosen. Namun, ketika itu para ulama dari berbagai organisasi Islam menentang pendapat Ibrahim Hosen, dan menyatakan Porkas adalah judi. Yang sangat aktif menentang Porkas dan SDSB ketika itu adalah Badan Kerjasama Pondok Pesantren Jawa Barat, yang dikomandani oleh (alm) KH Sholeh Iskandar. Saya ingat, dalam berbagai kesempatan, KH Sholeh Iskandar selalu mengingatkan pemerintah akan bahasa Porkas dan SDSB yang merusak moral masyarakat, sampai ke pelosok-pelosok desa.”

Lalu, apakah tolok ukur Judi gara-gara ada protes dari masyarakat?
Hmm…ini pasti ada sesuatu yang salah di kehidupan kita.

******************************************************************************************************
Terminologi (Mohon diperhatikan !) (update 12 Oktober 2012)
FOREX disebut juga foreign exchange market, FX atau currency market. (http://en.wikipedia.org/wiki/Foreign_exchange_market)

Fatwa MUI tentang Jual Beli mata uang, ada jenis transaksi yang diperbolehkan dan ada yang dilarang. Yang dihalalkan cuma Spot, sedangkan Transaksi Forward, Swap, Option termasuk yang dilarang (haram).
(http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=82&Itemid=90)

Jadi kalau ada yang bilang bahwa keseluruhan transaksi Forex itu diperbolehkan MUI, artinya telah berdusta atas nama MUI.

FOREX ONLINE, yang dimaksud dalam artikel ini adalah salah satu jenis transaksi Forex yang mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Setelah Open HARUS Close.

Gara-gara Open-Close dalam satu paket inilah prosesnya menjadi tidak wajar.
Nah, kemudian Forex Online termasuk jenis yang boleh atau yang dilarang?
inilah yang akan kita kupas :)
******************************************************************************************************

Artikel sebelumnya membahas tentang beda Jual Beli Wajar dengan Jual Beli Judi, meyimpulkan letak perbedaannya terdapat pada ALUR.(Baca: FOREX ONLINE sisi lain: mengundi nasib dengan anak panah)
ALUR JUAL BELI WAJAR: Harga disepakati -> lalu transaksi
ALUR JUAL BELI JUDI: Transaksi dulu -> Harga yang disepakati menyusul

Dari perbedaan alur ini akhirnya dapat disimpulkan bahwa aktifitas FOREX ONLINE (yang sedang disorot penulis) mengandung sisi Judi pada posisi CLOSE; yaitu menyepakati untuk CLOSE pada posisi yang belum diketahui. Sedangkan posisi OPEN= BUKAN JUDI.

Kemudian ada komentar dari salah satu TS:

“Akhun, gimana dengan makan nasi pecel di Bu Kawit.
Saat akad, permintaan akan sepiring nasi pecel, belum disepakati berapa harganya.
Setelah masuk perut, baru nanya harganya.
Bu sega pecel setunggal, kalih mendowan, kalih tahu susur, kalih kerupuk, kalih eh tes. Pinten Bu?
Bu Kawit menghitung sepiring nasi pecel + 1 mendowan + 1 tahu susur + 1 kerupuk + segelas es teh. (Pdhl ngambil mendowannya kalih (2), tahu susur kalih (2), kerupuk kalih (2). Hehehe…

Salam,
Bagus”

Kasus lain juga, bagaimana dengan kasus pasien berobat ke dokter? pasien bertransaksi berobat namun harganya belum ditetapkan.
atau kasus Deden yang sedang memancing?
atau kasus-kasus yang lain? judikah?
Oke mari kita bahas lebih detail.


Definisi JUDI
wikipedia menulis tentang Gambling sebagai berikut:

Gambling is the wagering of money or something of material value on an event with an uncertain outcome with the primary intent of winning additional money and/or material goods. Typically, the outcome of the wager is evident within a short period.

Sedangkan Program Dictionary dalam sistem Operasi Mac OS X:

Gambling is play games of chance for money

Thesaurus dictionary:

Place/ lay a bet on something, stoke money on something

Bagi yang muslim, definisinya sebagai berikut:
Judi (Maisir/Qimar). Menurut Ibrahim Anis dkk dalam Al-Mu’jam Al-Wasith hal. 758:

“judi adalah setiap permainan (la’b[un]) yang mengandung taruhan dari kedua pihak (muraahanah)”.

Menurut Al-Jurjani dalam kitabnya At-Ta’rifat hal. 179:

“Judi adalah setiap permainan yang di dalamnya disyaratkan adanya sesuatu (berupa materi) yang diambil dari pihak yang kalah kepada pihak yang menang”.

Menurut Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam kitab tafsirnya Rawa’i’ Al-Bayan fi Tafsir Ayat Al-Ahkam (I/279);

“judi adalah setiap permainan yang menimbulkan keuntungan (ribh) bagi satu pihak dan kerugian (khasarah) bagi pihak lainnya”.

Yusuf Al-Qardhawi (1990:417) dalam Halal dan Haram dalam Islam mengatakan;

“judi adalah setiap permainan yang mengandung untung atau rugi bagi pelakunya”.

Dengan demikian, dalam judi terdapat tiga unsur :
(1) adanya harta/materi yang dipertaruhkan,
(2) ada suatu permainan, yang digunakan untuk menentukan pihak yang menang dan yang kalah, dan
(3) pihak yang menang mengambil harta (sebagian/seluruhnya/kelipatan) yang menjadi taruhan (murahanah), sedang pihak yang kalah akan kehilangan hartanya.

Ini ternyata tidak terlalu jauh berbeda dengan alur yang telah dibuat penulis dalam artikel sebelumnya.
1. Adanya harta/materi.
2. Akad/ transaksi lebih dulu, lalu
3. Nilai yang disepakati.
Kurang= salah satu pihak ada yang dirugikan dan satu pihak diuntungkan.

Model Skema
Transaksi => Nilai ditentukan => Satu pihak untung, satu pihak rugi

Kasus bu Kawit, berobat ke dokter atau memancing;
1. Pihak Bu Kawit/ berobat ke dokter tidak mungkin/ TIDAK PERNAH rugi karena sudah mempunyai patokan harga. Patokan harga ini bisa diakses oleh siapapun dan seharusnya ditanyakan lebih dulu untuk menghindari penipuan. Pengecualian bila setelah makan bu kawit kita sodori lempar koin;
“Kalo keluar gambar saya bayar makanan dua kali lipat, tapi kalo keluar angka saya tidak bayar :)
Jika Bu Kawit setuju, maka kedua pihak sudah terjebak ke judi.

2. Pihak Pemancing, tidak pernah modalnya (pancing) ‘tertarik’ ke dalam air (kecuali sengaja dibuang). Ikan besar pun paling2 hanya mematahkan batang pancingnya.

Nah, kesimpulan sederhana di atas mungkin sudah bisa kita sepakati, pak Bagus?
ops belum juga?? beri pencerahan donk.. :)

Akhirnya, dengan memahami alur ini nanti kita tahu perbedaan:
1. Judi atau bukan
2. Jual beli Wajar yang telah berubah menjadi JUDI, atau
3. JUDI yang telah menjadi jual beli wajar/ sekedar sumbangan.
Contoh kasus SDSB, kita hanya membeli kuponnya, isinya dikosongkan! akan menjadi sumbangan khan…. :)

Di sini prinsip kita akan tetap terjaga walaupun nanti akan muncul JUDI BENTUK BARU dengan istilah-istilah yang baru pula.
Bagi yang tidak memahami alur ini akan terjebak kebingungan.
Bagi yang sudah terlanjur untung sih tidak pernah bingung, malah berusaha mempertahankan ‘kursinya’. (kayak anggota dewan aja :P )

FOREX ONLINE
Dalam Wikipedia, keterangan mengenai FOREX ONLINE ditulis sebagai berikut:

“Some speculative investment activities are particularly risky, but are still usually considered separately from gambling”

Namun sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut kalimat; …still usually considered separately..

Ada juga Blog milik pemain FOREX ONLINE yang menulis beda antara FOREX ONLINE dengan Judi sebagai berikut:

“Pada perjudian, keuntungan dan kerugian bergantung pada spekulasi. Mungkin ada faktor analisanya tapi lebih besar faktor coba-cobanya dibandingkan analisa (spekulasi > analisa).”

Ini tentu sangat menggelikan, darimana kesimpulan tersebut diperoleh?
Menurutnya;
Judi= spekulasi > analisa.
FOREX ONLINE= Analisa > spekulasi.

Pemain judi kawakan pasti akan marah bila dikatakan aktifitas judinya tanpa analisis dan Tafsir mimpi :)
argumentasi tersebut makin lemah ketika tidak dijelaskan lebih lanjut; tolok ukur antara spekulasi dan analisa.
Maksudnya, apa yang menjadi tolok ukur bahwa spekulasi lebih besar dari analisa?
Pertanyaan lebih menohok, bila permainan judi dilakukan dengan analisa-analisa, semisal Judi Bola. Masih pantaskah disebut judi?

Beberapa tulisan yang lain tentang FOREX ONLINE mengupas sisi halal haramnya barang yang diperjual belikan,ah ini sih beda tema :) , karena fatwa MUI sendiri sudah membolehkan JENIS BARANG yang diperjualbelikan. Sedangkan penentuan halal/ haramnya dilihat dari JENIS TRANSAKSINYA.
Jadi dalam cerita blantik Sapi mbah Bondet, yang kita permasalahkan adalah model jualan sapinya (bukan barang yang diperjual belikan) karena tentu saja semua tahu bahwa Sapi itu komoditi halal…

Btw, Singkatnya, banyak tulisan tentang FOREX ONLINE berisi upaya-upaya pembenaran, jauh dari obyektifitas. Akrobat sana -sini dan sulit untuk diminta to the point

Padahal bila mau jujur, di FOREX ONLINE, Judinya terletak pada posisi CLOSE!
Pada saat jual beli OPEN, disertai kesepakatan untuk melakukan jual beli CLOSE pada harga yang belum diketahui. Menyebabkan jual belinya menjadi bathil.
Sebenarnya mudah saja, yaitu dengan mengikuti cara kerja Money Changer; Open-Close Terpisah:
- Jual beli OPEN, lalu cair
- Jual beli Close (kalau mau close) lalu cair

Tapi sangat mengherankan ternyata belum ada transaksi seperti ini.
Yang banyak bermunculan malah penghilangan Swap/ bunga (free swap), lalu diklaim Syar’i dan islami.
Padahal penentuan halal haramnya Forex menurut MUI tidak mendasarkan pada ada tidaknya swap/ bunga.
sangat menggelikan…

Money Changer
Ust Ahmad syarwat di website era Muslim menjelaskan tentang Money Changer:

“…Bursa saham dan money changer. Kedua model akad ini secara mendasar adalah halal. Tetapi hukum itu berubah jika sudah mengarah pada maisir (gambling), yaitu motivasi jual beli saham untuk mencari selisih keuntungan, bukan penyertaan modal.

Begitu juga pada jual beli mata uang, motivasinya untuk mencari keuntungan dari selisih harga tersebut bukan untuk kebutuhan, misalnya keluar negeri dan lain-lain. Maka hukum kedua jenis transaksi tersebut berubah dari halal menjadi haram, karena sudah masuk pada judi yang diharamkan Allah.”

Perhatikan, Walaupun di Money Changer, kalau motivasinya hanya untuk mencari keuntungan, maka menjadi haram. Apalagi dengan FOREX ONLINE yang malah lebih parah karena terdapat Margin Call!

KESIMPULAN AKHIR
ALUR JUDI: Transaksi dulu -> nilai yang disepakati menyusul -> salah satu pihak dirugikan.

Kalau ada diantara rekan/ saudara kita yang menawarkan model transaksi seperti ini tentu harus kita waspadai motifnya.

Tambahan:
*************************************************
Fatwa MUI mengenai Forex
Banyak pihak berdalih bahwa MUI telah memperbolehkan Forex. Apa benar?
Menurut Fatwa MUI; dari 4 jenis transaksi Forex hanya 1 (SATU) yang dibolehkan, yaitu Transaksi SPOT.
Ringkasan Isi fatwa sbb:


“Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
a.Tidak untuk SPEKULASI (untung-untungan).
b…
c….
d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing
1. Transaksi Spot…halal..(telah jelas)
2. Transaksi Forward, ….dst.. Hukumnya adalah haram, …dst…
3. Transaksi Swap, …dst..Hukumnya haram,….
4. Transaksi Option, ….Hukumnya haram, ….”

Baca selengkapnya di: http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=82&Itemid=90

Terlihat bahwa dari 4 jenis transaksi, HANYA 1 (SATU) yg dihalalkan yaitu spot.
Jadi kalau ada yang bilang bahwa (keseluruhan) transaksi Forex diperbolehkan itu artinya telah berdusta atas nama MUI. Hati-hati dan waspada rekans…

Mari kita kupas satu per satu:
-Tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).
=> Kalimat “UNTUK” berarti mengacu pada tujuan yang akan dicapai, bukan diartikan sebagai “CARA” dalam mencapai tujuan tersebut. Karena kita tahu, cara bermain Forex bisa dengan asal tebak atau analisa rumit. Jadi bunyi lengkap kalimat tersebut sbb:
(Baik DENGAN CARA asal tebak maupun memakai analisa), tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).

Dari hal ini saja kita langsung tahu bahwa dalam Forex online, hasil Open position tidak bisa dicairkan (withdraw) sampai Close lagi (kembali ke mata uang semula). Ini artinya hanya UNTUK spekulasi/ untung-untungan/ mencari nilai selisih. Adakah tujuan lain selain mencari nilai selisih?? tidak ada.

-Adanya kebutuhan untuk transaksi
=> Dalam Forex online tidak ada kebutuhan lain selain mencari selisih nilai antar mata uang. (spekulasi/ untung-untungan)

-Jika terjadi antara mata uang yang berbeda maka menggunakan nilai tukar yang berlaku saat itu dan dilakukan dengan tunai
=> Dalam Forex Online, Open position dibarengi dengan transaksi untuk Close tapi dengan nilai tukar belum diketahui. (nilai tukar berlaku masa yg akan datang)

Mengenai contoh Transaksi SPOT sbb:

“Menurut Madura (2000:58-66) kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Kemudian yang dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market atau physical market.
Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis transaksi:
a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama
b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya
c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian.
Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya yang akan sekolah diluar negeri. maka seorang ayah tersebut dapat menghubungi bank-bank devisa atau money changer untuk dapat mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggal
tersebut. Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya:
Jumlah Rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x selling price
= US$ 10.000 x Rp 5.5000
= Rp 55.000.000,-

maka untuk mendapatkan US$ 10.000 diperlukan Rp 55.000.000,- yang harus diserahkan paling lambat tanggal 24 Desember 2004 (2 x 24 jam atau t +2).”

(dikutip dari http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pasar-valuta-asing-valas.html)

Forex Online, yang memiliki 2 ijab kabul:
Pada waktu Open tidak bisa dipungkiri memang SPOT karena nilai tukar jelas dan terfiksasi, tidak mungkin tjd SLIPPAGE. Namun sayangnya barang tidak bisa cair!
Silahkan anda tunggu (pasca-Open) hingga 2x24jam atau sampai kiamat pun itu duit tdak akan pernah cair (withdrawal). Lho? padahal syarat Spot mengharuskan cair dalam 2×24 jam…

Ada yang membantah dengan mengatakan: lebih amannya sebelum 2×24 jam sudah di close. Silahkan, tapi permasalahan di sini adalah kapan terjadinya withdrawal sesudah open itu? (bukan withdrawal sesudah close)

Keanehan lain: uang hasil open tersebut nilainya bisa fluktuasi naik-turun dan kita diharuskan untuk transaksi lagi (kesepakatan untuk Close) di harga masa depan (ijab kabul dilakukan lebih dulu untuk nilai tukar yang belum jelas).
Ada yang membantah karena kurs antar mata uang memang berfluktuasi sangat cepat. Lho kok modal yang kita setor (atau tabungan kita di Bank) tidak ikut berfluktuasi?

**********************************************************************************************************
Duit hasil Open tidak pernah cair (withdrawal), bahkan tidak pernah kita ‘rasakan kehadirannya’, berfluktuasi dan diharuskan transaksi lagi? duuh betapa kita dibodohi…
Pantas saja ada leverage 1:100, lha wong cuma akal-akalan pinjaman. Coba anda minta cash pinjaman tersebut untuk usaha lain, mana mungkin mereka ngasih :P
Orang yang kelihatannya baik bisa sangat jahat terhadap kita. mari kita waspadai temans
**********************************************************************************************************

Keanehan paling menyolok adalah pada waktu Open tidak mungkin terjadi slippage, namun waktu close BISA Terjadi! dan transaksi tidak bisa batal. Apakah wajar jual beli harganya melenceng?
Jadi keseluruhan aktifitas Forex Online, terbukti bukanlah jenis transaksi SPOT.

Dengan demikian, syarat dan ketentuan halalnya Forex Online tidak terpenuhi. Wallahu a’lam.
*******************************************************************************************

Genghis Khun

Rujukan:
1. Adian Husaini, Menunggu Legalisasi Judi di Indonesia? www.Hidayatullah.com
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Gambling
3. Dictionary, Thesaurus, Mac Os X (Leopard)
4. M. Shiddiq Al-Jawi, MAYSIR DAN UNDIAN, diakses di: http://futuh.blogspot.com/
5. forex = Judi _ – Rumor Negatif Mengenai forex.htm, http://www.belajar-forex.info/
6. Ahmad Sarwat, Lc. eramuslim [23/06/2004]
7. http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pasar-valuta-asing-valas.html







You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
489 Responses
  1. FX Street says:

    Hebat!!! Saya salut dengan anda, seorang DOKTER yang membahas Forex secara islam. Saya kira saya akan lebih appreciate apabila anda menulis artikel tentang hal yang menjadi kompetensi anda, BUKAN hal yang TIDAK dalam kompetensi anda. Walaupun mungkin anda secara otodidak mempelajari tentang Islam dan Ekonomi, hal ini saya kira pembahasan anda hanya berdasarkan asumsi asumsi yang kurang mendasar. Apalagi jika mengikuti tulisan anda yang baru masuk dunia FOREX mencoba melalui situs seperti marketiva dsb. Sangat premature sekali apa yang anda bicarakan, artinya anda hanya melihat forex dari sisi anda. Seperti pepatah “dua orang buta diminta untuk mendeskripsikan gajah dari apa yang mereka pegang. Tentu saja akan berbeda, karena yang satu memegang belalai, yang satu memegang kakinya”. Walaupun anda memberikan dasar-dasar nash Quran maupun Hadits, namun saya kira anda terlalu menggunakan emosi anda untuk menyitir dasar dasar tersebut untuk ‘kepentingan’ pengharaman forex menurut asumsi anda. Setelah melihat sekilas blog anda, saya salut, ternyata anda memang penulis produktif, kaya akan ide, namun anda kadang terlalu merasa ’pintar dan benar sendiri’ dalam hal hal yang BUKAN merupakan KOMPETENSI anda. Saya kira semua akan setuju bahwa kita akan lebih dihargai apabila kita bekerja dan menyikapi sesuatu dengan KOMPETENSI kita, sebagai contoh bila saya seorang penyandang gelar sarjana ekonomi, apakah kira kira saya akan dipercaya bila saya memberikan komentar tentang penggunaan antibiotika secara rasional? Walaupun saya bisa mendapatkan sumber-sumber bacaan di internet dan textbook, namun itu BUKAN bidang KOMPETENSI saya, sehingga sayapun menyadari saya TIDAK akan mebahas tentang hal tersebut, karena untuk membahas tersebut, tidak hanya dibutuhkan pemahaman sekilas tentang artikel antibiotika rasional, namun saya perlu mengetahui secara KOMPREHENSIF ranah ilmu farmakologi, lethal dose, fisiologi tubuh, struktur kimia, biokimia tubuh, sensitifitas, spesifitas, dll yang tentunya saya harus ’minimal’ berkompeten (baca: lulus) beberapa kurikulum yang sesuai dengan ranah bidang keilmuan tersebut, bukankah begitu kawan? Terus terang sepertinya saya merasakan ada yang aneh dengan tulisan-tulisan anda. Sepertinya anda sangat dikecewakan oleh forex (bisa jadi mungkin karena permasalahan kepentingan anda yang kecewa dengan forex; misalnya wanita yang anda idam-idamkan lebih memilih menambatkan hatinya dengan pengusaha forex yang kaya raya, atau mungkin anda pernah tertipu oleh oknum-oknum forex black market yang pada waktu lampau sering terjadi) Namun apapun motif anda, berusahalah untuk menjadi obyektif terhadap sesuatu. Apalagi hal tentang halal dan haram itu saya kira bukan KOMPETENSI anda untuk membahasnya. Anda perlu belajar lebih mendalam tentang asbabun nuzul, fiqih, syariah dan diskursus mengenai kenapa hadits tersebut di nash-kan, belum juga anda harus memahami nahwu dan shorof untuk memahami lebih lanjut tentang Al-Quran dan hadits. Mengerti tentang hal-hal tersebut, dibutuhkan pemahaman mendalam, bukan hanya scaming dan scaning dari internet maupun buku-buku agama. Bolehlah jika anda punya keyakinan halal dan haram, karena saya MENGHORMATI keyakinan anda. Disisi lain mohon jangan menggunakan ayat-ayat dan dalil sesuai emosi anda, saya terganggu dengan hal tersebut. Mohon maaf jika artikel ini mengganggu anda, semua hanya bisa terjadi karena hukum aksi-reaksi. Sayapun terganggu dengan tulisan anda dan saya hanya bereaksi atasnya. Semoga respon saya membukakan wawasan anda untuk lebih obyektif melihat sesuatu. Apabila memang anda seorang yang PICIK dan BERWAWASAN SEMPIT, silahkan hapus komentar saya, namun apabila anda seorang yang mampu menerima kritik secara terbuka, biarkanlah komentar ini mampir dihalaman anda dan biarkan publik yang menilai. Jazakumullah khairan katsiran….

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam Kenal,
    Trims atas komentar dan nasehatnya.
    Langsung saja kawan (to the point);
    1. Koreksi ISI artikel saya di atas.
    2. Segera beri pencerahan; siapa yang berKOMPETEN membahas JUDI? (sekaligus gelar minimalnya kawan).
    Bukan berputar-putar, atau asumsi/ praduga yang tidak ilmiah dan menggelikan (ILMU KIROLOGI ??), seperti;

    “…kecewa dengan forex; misalnya wanita yang anda idam-idamkan lebih memilih menambatkan hatinya dengan pengusaha forex yang kaya raya, atau mungkin anda pernah tertipu oleh oknum-oknum forex black market yang pada waktu lampau sering terjadi”

    3. Kenapa anda tidak berani menunjukkan identitas diri? alamat e-mail pun tidak bisa dihubungi. Padahal kita dianjurkan saling mengenal. Anda tentu bukan seorang PENGECUT khan?

    Mohon beri penjelasan agar tuduhan PICIK dan BERWAWASAN SEMPIT tidak berbalik arah kawan…

    PS
    Baca juga yang menyorot Forex di sisi lain, klik:
    http://www.zaharuddin.net/content/view/655/100/

    • johnkiller says:

      saudara ku genghiskhun yang saya sayangi.

      apakah saudara seorang pedagang, seperti Rasulullah seorang pedagang?? TIDAK??? saya yakin Tidak. hehe
      SETELAH BERJAM2 MENCERNA POSTING SODARA SAYA SEDIKIT TAHU LETAK BENANG MERAH NYA, INI DIA:
      “FLOATING” iya.. DIANGGAP HARAM KARENA TIDAK TENTU HARGA CLOSE NYA NANTI BERAPA. iya kan begitu maksudnya??

      LOGIKANYA GINI:
      SAYA MEMBELI SKARUNG 10KG JENGKOL DGN HARGA 10.000(MARGIN). LALU SAYA JUAL PERKILO(LOT) SAYA TARGETPROFIT-KAN UNTUNG 100 MKA SAYA JUAL 1100/KILO(harga BID), KARENA SMAKIN LAMA JENGKOL SAYA TIDAK LAKU SAYA KHAWATIR JENGKOL AKAN JAMURAN MAKA SAYA LAKUKAN “CUTLOSS” BANTING HARGA JUAL MURAH AGAR JENGKOL SAYA CEPAT HABIS SOALNYA BARANG YANG UDAH DIBELI TIDAK DAPAT DITUKAR ATAU DIKEMBALIKAN. SELAMA JENGKOL ITU DITANGAN SAYA BISA DISEBUT FLOATING. KARENA KEMUNGKINAN UNTUNG BESAR JENGKOL DIBORONG ATAU BISA RUGI BESAR JIKA JENGKOL KENA HUJAN N JAMURAN LBIH CEPAT. SAAT SEMUA JENGKOL SAYA HABIS TERJUAL ATW HABIS JAMURAN, SAMA ARTINYA DENGAN CLOSE, BERAPAPUN PENDAPATAN SAYA SAAT ITU, UNTUNG/ BALIK MODAL ATAU RUGI. INI KAN YG DISEBUT MERUGIKAN 1 PIHAK, ASAL KITA IKHLAS MENERIMA KERUGIAN BERARTI BUKAN REJEKI KITA, YAH NAMA NYA JA USAHA KWKWKKKK PADAHAL TADINYA SAYA SUDAH YAKIN JENGKOL SAYA DIBORONG PEMILIK WARTEG BUAT SEMUR JENGKOL, TAPI KARENA BELIAU HARUS PULANG KAMPUNG YAH GAK JADI DEH.
      WALAU PUN MENGECEWAKAN HASILNYA TAPI ITULAH BERDAGANG (TRADING) DAN BUKAN KAH ITU HALAL MENURUT RASULULLAH WAHAI SAUDARA KU??? maklum ilmu agama saya sangat minim :D

      dulu sbelum saya trading forex saya jg pernah pertnyakan mslah halal haram nya, tpi stelah saya dalami kedua belah pihak akhirnya saya dapat mngambil ksimpulan, terimakasih atas posting yg mencerahkan ini.

      hoho saya terinspirasi ingin membuat postingan yg kotroversial di blog saya, biar rating nya yahood… kwkwkkk
      mungkin saya akan bahas tentang LEBARAN TGL30RAMADHAN, NIKAH YG HARAM, POLIGAMI HALAL, atw DARAH YG BUKAN NAJIS, PEMBUNUHAN YANG DIHALALKAN. heehe

      Thanks in advance jika saudara ku genghiskhun berkenan membiarkan saudara2 kita yang lain membaca comment saya sebagai bahan untuk yah.. setidaknya menambah popularitas blog ini lah.
      terbuka untuk saran di maspri21@gmail.com

      =================================================
      Genghis Khun:
      saudara ku mr. Johnkiller/ maspri21 yang saya sayangi.

      1. Benang merahnya BELUM mengena pak :)
      “FLOATING” maksudnya: ada pemaksaan jual dengan HARGA CLOSE yang belum diketahui.

      Logikanya begini (saya perbaiki crita jengkol tsb, tolong dibedakan):
      Jual beli jengkol wajar:
      - BELI SKARUNG 10KG JENGKOL DGN HARGA 10.000(MARGIN).
      - Rencana JUAL PERKILO(LOT) 1100/KILO(harga BID), lalu “CUTLOSS”. SELAMA itu JENGKOL DITANGAN SAYA dan kita punya KUASA atas jengkol.
      - Close: SEMUA JENGKOL HABIS TERJUAL ATW HABIS JAMURAN, SAMA ARTINYA DENGAN CLOSE, BERAPAPUN PENDAPATAN SAYA SAAT ITU, UNTUNG/ BALIK MODAL ATAU RUGI.

      Jual beli jengkol ala FOREX ONLINE:
      - BELI SKARUNG 10KG JENGKOL DGN HARGA 10.000 (MARGIN), jengkol TIDAK BISA CAIR/ witdraw (mungkin kita cuma diliatin foto-foto jengkolnya).
      - Pemaksaan untuk JUAL padahal jengkol TIDAK PERNAH DITANGAN; DISEBUT FLOATING. kita TIDAK punya KUASA atas jengkol.
      - Close: Tidak peduli kondisi jengkol masih bagus maupun SUDAH JAMURAN (toh kita tidak pernah melihat/ memegangnya), tetap HARUS terjual, karena ikatan jual beli sudah dilakukan tapi harga belum ditentukan. BERAPAPUN PENDAPATAN SAYA SAAT ITU, UNTUNG/ BALIK MODAL ATAU RUGI.

      Semoga anda bisa membedakan antara IKHLAS vs TERPAKSA. BERADA di tangan vs TIDAK PERNAH BERADA di tangan :)
      Makna “TIDAK berada di tangan” ini tidak seperti uang di bank yg bisa sewaktu-waktu diambil. Di forex Online, “Jengkol” hasil Open bener2 TIDAK BISA kita ambil, barangnya abtrak. Sampai kiamat anda tidak pernah bisa menjangkau itu “jengkol”.
      Barang tidak jelas apa bisa disebut jual beli? lebih pas disebut sbg uang jaminan masuk ke pertaruhan :)
      Crita lebih lengkap dengan contoh leverage bisa di baca di: http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi

      2. WALAU PUN MENGECEWAKAN HASILNYA TAPI ITULAH BERDAGANG (TRADING) DAN BUKAN KAH ITU HALAL MENURUT RASULULLAH WAHAI SAUDARA KU???
      Anda lupa belum menjelaskan dagang yang haram/ judi menurut Rasulullah kawan…

      • johnkiller says:

        saya sangat berterima kasih atas penjelasan maksud anda saudara ku… mungkin dengan ilmu saya yang serba terbatas saya berusaha mencerna nya sebaik yang saya bisa.

        Saudara saya Genghiskhun yang bijak.
        cobalah kita melihat apa yang dicontohkan Rasulullah dalam perdagangan beliau. bukan hanya yang ada difatwakan atau pernyataan2 lain yg berbelit-belit (mungkin). karena hanya Beliau yang sangat bisa saya percaya dalam hal ini.

        kalau memang maksud Saudara adalah “tidak nyatanya barang yang diperjual belikan” saya rasa bukan lagi “floating” yang jadi masalah nya, karena semua pedagang tak menginginkan menutup harga dalam keadaan rugi hingga harus terpaksa (bukan dipaksa) melakukan nya daripada modal ludes. memang sebuah keterpaksaan, tapi keputusan close adalah sudah disepekati kedua belah pihak di titik harga yang di inginkan trader untuk cutloss atau stoploss. bukankah semua ketentuan sudah kita DEAL saat dalam IJAB-QABUL sewaktu mendaftar di broker. kalo kita tidak menyetujui 1 saja kesepakatan yang dibuat pihak Company Trus kenapa kita masih mau nge-klik “saya setuju”??? hehehe

        OK. itu barang tidak nyata, tidak bisa ditimang-timang dan di emut kayak Es krim MAGNUM. kwkwkkk tapi sudah menjadi ketantuan yang disepakati kedua belah pihak atas dasar suka sama suka. dan barang itu SAH sebagai objek transaksi / alat jual beli diseleruh Dunia juga tau. sama dengan Balance di ATM BNI saya yang tidak dapat saya timang-timang, boro-boro diemut. tapi saat saya beli Vacum cleaner di Kaskus saya cuma mengurangi dan memindahkan sedikit dari angka-angka yg tertera dilayar mesin ATM itu kepada sederet nomor (rek.) mandiri yg konon katanya milik saudara hendra (sipenjual). saya tidak berjabat tangan dengan beliau juga beliau tidak dapat mengigit apa-apa yang telah saya lakukan barusan di ATM. rupanya si Hendra setuju saja mengirimkan barang nya saat beliau melihat Balance di Rek. madiri nya. padahal saya tak yakin seperti apa benda yg saya kirimkan lewat ATM itu. begitu barang telah sampai dalam bentuk nyata saya bahkan tak menginginkan untuk menggigit barang tsb. kwkwkkwkk

        apakah balance di ATM ada saat jaman Rasulullah SAW?? maaf saudara saya tak berani mengumandangkan hadits beliau dimari, saya rasa ilmu agama saudara jauh lebih layak daripada saya. dan saya sangat-sangat senang saudara mau berkongsi ilmu dgn saya.
        terimakasih :)

        =================================================
        Genghis Khun:
        “tidak nyatanya barang yang diperjual belikan” ??
        Silahkan baca lagi link yang saya berikan? http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi
        Jelas banget jual-beli sapi di mbah Bondet, barangnya ada (sapi), tapi Dul Koplak tidak bisa meminta sapi hasil jual belinya. Lho?? karena ada ATURAN. Apakah trpenuhi syarat jual beli?

        ATURAN
        Judi, juga punya aturan & syarat2.
        Kita menyetujui & menyepakati aturan main yang dibuat pihak Company, apa lantas jadi halal? hehe

        Artinya baik halal maupun haram pasti ada aturan mainnya.
        ATURAN Transaksi FOREX ada 4 macam. tapi menurut MUI hanya satu jenis transaksi yg halal. Nah.
        Lalu aturan di Forex Online itu halal atau haram?
        Untuk mengetahuinya tentu kita harus membedakan antara jual beli wajar dengan Judi.
        Sekali lagi, anda MASIH lupa belum menjelaskan dagang yang judi menurut Rasulullah kawan… :)

        • arif says:

          Forex trading online atau offline. Riil ataupun nonriil, maya ataupun nyata bukan judi, judi: pasif trading: aktif. Sangat jelas perbedaannya

          =================================================
          Genghis Khun:
          Salam kenal mr. Arif
          Taruhan bola n Forex Online: judi aktif. Sangat jelas persamaannya :)

          • arif says:

            Wassalamualaikum Wr Wb Kawan

            taruhan bola tidak aktif kawan. anda hanya menunggu hasil akhir saat peluit tanda mulai pertandingan di mulai
            kita tidak bisa berbuat apa apa untuk merubah hasil pertandingan ingris lawan italia kemarin, jika anda pilih inggris anda pasti kalah banyak

            Trading anda harus aktif jika tidak anda memang berjudi dan bukan trading: cut switch , geser stopploss to break even, atau averaging banyak yang bisa di lakukan, maka anda punya edge dan well planed trading anda, sedang berjudi tidak…

            maka itu sangat jelas perbedaannya smart traders not a gambler

            warm regards
            arif. a

            =================================================
            Genghis Khun:
            KAwan, aktif yg anda maksud yg bagaimana?
            Taruhan bola: kita tidak bisa berbuat apa apa untuk merubah hasil pertandingan (TIDAK AKTIF)
            Forex online: kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk merubah fluktuasi kurs beberapa menit yg lalu (TIDAK AKTIF)

            Forex online: cut switch , geser stopploss to break even, atau averaging (AKTIF)
            Taruhan bola: ubah dukungan kesebelasan sesudah analisa (AKTIF)

      • ToBeWIse says:

        Saya setuju,, benang merah postingan ini benang merahnya FLOATING..
        Saya malah jadi bingung, ada masalah apa dengan FLOATING,,
        Harga sudah kita sepakati ketika CLOSE POSITION,, kalau tidak mau rugi ya tunggu untung dong baru CLOSE ya to??

        Beli beras 1000, ya jangan dijual harga 900, jualnya 1100 dong, itupun kalau pembeli mau dan harga pasaran beras segitu,,
        Nha kalau valas kan sedunia harga flat, mana ada yg mau beli lebih mahal dari harga dunia,, tunggu naik untung dulu lah baru CLOSE POSITION,, Lalu apanya yg salah dengan FLOATING?

        Ohiya katanya pernah nyoba trading di MARKETIVA,, saudara kami yg buat postingan ini tau gak kalau PROFIT yang masih FLOATING itu bisa DITARIK??
        Misal saldo=100, Buy lalu profit, Equity jadi 200,, itu sudah bisa ditarik tergantung margin yg disyaratkan pialang pasar,, misalnya margin 50 berart sudah bisa ditarik 150.. jadi floating bukan berarti transaksi belum selesai,, tapi masih ditaruh di etalase dagangan, gitu kira2.. kalau sudah tidak mau transaksi lagi isi etalasenya jual aja semuanya, bisa untung bisa rugi,, sama saja dengan jualan tomat, kalau mau nunggu naik silakan, tapi kalo khawatir besok harga tomat turun, jual aja…. maka inilah yg dinamakan CLOSE POSITION

        Genghis Khun:
        Salam kenal ToBeWise,
        Kalau ternayta harga pasaran beras turun, lalu keputusan saya adalah:
        jangan pernah Close dan ambil beras tsb, bs nggak?

        *Jual beli wajar bs dilakukan tapi di Forex Online Tidak boleh*

        ======

        Jual Beli beras ala Forex Online
        Transaksi 1 (Open): Beli beras => katanya dapat beras tapi disuruh dijual lagi
        Transaksi 2 (Close): Beras yg katanya milik kita (tapi tidak bs diambil) disuruh jual lagi, baik untung/ merugi.

        Tidak memenuhi syarat jual beli adalah BATHIL.
        Semoga kita semua ToBe Wise. Trims

        • ToBeWIse says:

          Misalnya saya borong beras harga 1000, tapi besok pasaran harga beras 900, dan perkiraan saya akan terus turun,, jadi hari itu saya jual segera dengan harga 900 walaupun saya tau saya rugi, dengan maksud untuk meminialisir rugi,, apakah saya jual beras dengan harga 900 dinamakan terpaksa??

          Apalagi kalau harga pasaran beras naik jadi 1100 dan perkiaraan saya masih akan naik, lalu besoknya harga beras naik 1200,, lalu kabar ekonomi mengindikasikan harga beras akan turun lagi ke 1000,, jadi saya jual beras saya segera dengan harga 1200,, saya untung 200,, apakah keputusan menjual itu dinamakan terpaksa?

          Genghis Khun:
          Salam kenal ToBeWise,
          Kenapa mindset anda di doktrin sesudah beli harus jual ya?
          Sekali kali pikirkan menimbun hehe…

          Anda borong beras bs bawa pulang beras nggak?
          Borong apapun di Forex Online kita TIDAK BISA mengambil barang yg seharusnya jadi milik kita. Tapi dipaksa untuk jual lagi.

          Boleh saja anda bilang ‘pengen jual walaupun rugi’, tapi pertanyaan saya adalah bolehkah tidak dijual lagi? jawabnya TIDAK BOLEH, artinya anda dipaksa tapi anda tidak mengakuinya :)

          Padahal dg jual beli yg wajar keuntungan dan kerugian tsb sama, tapi anda memilih melalui jual beli yg bathil.
          Semoga kita semua ToBe Wise. Wallahu a’lam.

  2. GayuhSuper says:

    Mantap !
    tahnk’s

    • arif says:

      assalamualaikum, wr wb

      Taruhan Bola tetap tidak aktif kawan: kita bersikap pasif, sama sekali tidak dapat melakukan apapun untuk menghilangkan kekalahan. Begitu pula sebaliknya jika anda menang, anda hanya menerima outcome apa adanya, karena itu tentu anda akan dapat menghilangkan resiko hanya jika anda berhenti taruhan atau berjudi

      Trading jelas berbeda. selama aktiitas trading anda dapat melakukan apapun untuk membatasi kerugian ataupun merealisasikan keuntungan ( the result is depend in ours). seperti yang sudah saya contohkan di atas jika dalam trading anda bersikap pasif dan membiarkan transaksi anda begitu saja.. ya itu adalah berjudi

      seperti itu yang saya maksudkan Pasif Vs Aktif. sangat jelas perbedaannya

      Warm Regards
      arif.a

      =================================================
      Genghis Khun:
      Wa alaikum salam wr wb,
      Maaf pak, Entah saya yg belum ngerti atau anda yg belum ngerti. Saya ulangi lagi dgn penekanan pada huruf tebal:
      Aktif yg anda maksud yg bagaimana?
      Taruhan bola: kita tidak bisa berbuat apa apa untuk merubah hasil pertandingan (TIDAK AKTIF)
      Forex online: kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk merubah fluktuasi kurs beberapa menit yg lalu (TIDAK AKTIF)

      Forex online: cut switch , geser stopploss to break even, atau averaging (AKTIF)
      Taruhan bola: ubah dukungan kesebelasan sesudah analisa (AKTIF). Atau yg sangat sederhana: sogok beberapa pemain demi kepentingan kita.. Apa anda kira selama permainan bola, tidak ada ‘permainan’ di belakang layar??

      Sangat jelas, bahwa taruhan bola= forex online.
      Btw, menarik juga bahwa Judi atau tidaknya sesuatu ditentukan oleh AKTIF/ TIDAKnya pelaku :)

      • arif says:

        assalamualaikum, wr wb

        Mungkin saja anda dan saya belum ngerti tentang masing masing pendapat, hal itu wajar
        Sudah sangat jelas makna dalam kalimat yang saya utarakan untuk menjawab point pertama, selama aktiitas trading kita dapat merealisasikan keuntungan dan membatasi kerugian.in other words: jangan anda hanya diam melihat Nilai merah (rugi) atau hijau (untung) di terminal trading anda
        do something, anda tidak berjudi anda trading anda sudah punya plan dan harus follow the plan, apakah anda hanya diam tanpa melakukan apapun ayo kerja, raih profitmu jangan berangan angan jangan berharap durian runtuh anda kira trading mudah you need 100 – 1000.000 step to succes . thats i call active, that is 10% edge that is smart traders

        Taruhan bola, ketika peluit tanda berbunyi dimulainya pertandingan. anda tidak bisa aktif anda hanya menunggu outcome hasil (result) akhir untuk menang taruhan anda hanya berharap keberuntungan dan terpaku dengan kemauan anda agar hasil akhir sesuai dengan kemauan anda, you do nothing that is shameless karena kita manusia yang di berikan kemampuan untuk berusaha. anda pasif semua tahu itu jika anda taruhan, anda tidak bisa mengubah taruhan di tengah ketika jago kita kalah tentu teman saya akan marah jika berjudi dengan cara seperti itu lain jika mendukung kesebelasan setelah analisa sebelum pertandingan dimulai tentu hal itu boleh asalkan orang yang kita ajak dulu sepakat . dalam berjudi anda hanya butuh 1 (one) single step to succes sangat mudah memperoleh uang juga sangat mudah untuk bangkrut tidak perlu kerja payah payah. thats i call passive, that is 90% edge that is definetely a gambler

        sangat jelas taruhan bola tidak sama dengan Trading
        Aktif dan pasif adalah perbedaan trading dan judi begitulah cara pandang saya, tidak ada yang lain

        warm regards
        arif.a

        =================================================
        Genghis Khun:
        Wa alaikum salam wr wb
        Taruhan bola, ketika peluit tanda berbunyi dimulainya pertandingan apakah anda hanya diam tanpa melakukan apapun ayo kerja, raih profitmu jangan berangan angan jangan berharap durian runtuh. Anda bisa ‘bermain di luar lapangan’ untuk memperngaruhi kemenangan”. Jangan pasif saja. you need 100 – 1000.000 step to succes . thats i call active, that is 10% edge that is smart.
        in other words: jangan anda hanya diam pasif melihat pertandingan di lapangan.
        do something, anda sudah punya plan dan harus follow the plan

        Forex Online, ketika memasuki Open. anda tidak bisa aktif merubah kurs. anda hanya menunggu outcome hasil (result) akhir untuk menang taruhan anda hanya berharap keberuntungan dan terpaku dengan kemauan anda agar hasil akhir sesuai dengan kemauan anda, you do nothing that is shameless karena kita manusia yang di berikan kemampuan untuk berusaha. anda pasif semua tahu itu jika anda taruhan, anda tidak bisa mengubah taruhan nilai kurs di tengah ketika kurs naik. dalam berjudi anda hanya butuh 1 (one) single step to succes sangat mudah memperoleh uang juga sangat mudah untuk bangkrut tidak perlu kerja payah payah. thats i call passive, that is 90% edge that is definetely a gambler

        Sangat jelas Forex Online tidak bisa mempengaruhi NILAI KURS. Anda detik ini Open, selanjutnya anda tidak akan bisa mempengaruhi fluktuasi-nya kurs (pasif). Mau nyogok siapa? dan sangat jelas pertandingan bola kita bisa ikut mempengaruhi hasil kemenangan (aktif, kecuali yg ‘kurang cerdik’ dan mudah dibodohi)

        1. Masih berkeras bahwa kita nggak bisa nyogok pemain/ pelatih selama pertandingan??
        2. Masih berkeras bahwa anda bisa mempengaruhi fluktuasinya kurs? silahkan dijelaskan
        Ini bukan beda pendapat. tapi argumen anda yang terbantahkan.

        warm regards
        Genghis khun

        • arif says:

          assalamualaikum Wr.Wb

          kiranya penjelasan saya sudah sangat sangat gamblang
          taruhan bola murni base on luck and pasiveness, Kalau menyogok pemain/pelatih selama pertandingan
          itu bukan aktif untuk berjudi itu untuk mengatur hasil pertandingan, bukan berjudi. itu yang saya maksud
          menurut cara pandang saya.

          1. taruhan bola dan nyogok pemain dua hal yang berbeda satu pasif satunya lagi aktif tidak bisa disamakan. tentu saja kalau saya berjudi dengan teman saya, saya tidak akan sogok sana sogok sini untuk apa, semuanya base on luck dan pasif tidak perlu.susah susah kerja. cukup lihat tv ato internet setiap minggu menunggu atau melihat hasil akhir pertandingan. pemaknaan saya ini adalah hasil dari apa yang saya amati di kehidupan dan realitas nyata, sangat maklum jika ada yang mempunyai pengalaman berbeda membentuk pemaknaan yang berbeda

          2. Anda kurang mengerti dan memahami apa maksud dari kalimat saya. yang saya maksud trading:aktif adalah mereduksi kerugian dan merealisasikan keuntungan, ketika aktifitas trading berjalan. jangan base on luck dan pasif, jika pasif ya anda memang sedang berjudi dengan naik turunnya kurs. semuanya sudah saya jelaskan di atas,untuk mempengaruhi naik turunnya suatu kurs anda harus mempunyai kapital yang besar maka anda bisa menggerakkan pasar sesuai keinginan anda namun namanya bukan lagi trader lagi tapi market maker. saya tidak mengatakan saya bisa mempengaruhi fluktuasi kurs tapi trading tidak aktif mempengaruhi nilai kurs tapi aktif melakukan sesuatu untuk pertumbuhan portofolio anda (growth portofolio)

          Menurut saya tidak ada argumen saya ataupun anda yang terbantahkan, manusia adalah makhluk tanda selalu mempunyai interprestasi alternatif terhadap realitas yang ada di luar sana berdasarkan frame of reference dan field of experience masing masing. Sign-Object-interpretant . saya menghargai nilai nilai itu

          “Market are not casinos,Where you throw a quarter and expect luckily To get Rich,
          trading is a businees and as a business you need to have a plan and Follow it”

          warm regards
          arif.a

          =================================================
          Genghis Khun:
          Wa alaikum salam wr wb
          1. Bukankah perilaku menyogok pemain termasuk upaya “mereduksi kerugian dan merealisasikan keuntungan” seperti halnya Forex Online?? upaya lain adalah membuka taruhan baru untuk menyelamatkan taruhan pertama yg dipastikan kalah (dalam forex dikenal dengan istilah hedging). Terbukti Taruhan bola bisa aktif, judi atau bukan?

          2. Apa batasan2 pelaku Forex Online di katakan aktif dan Pasif?

          warm regards
          Genghis khun

          • arif says:

            Assalamualaikum Wr Wb.

            1. perilaku menyogok pemain, loby sana sini adalah upaya untuk mengatur hasil pertandingan sudah saya jelaskan sebelumnya, dan itu bukan judi
            judi selalu pasif dan tidak aktif antara saya dan teman saya yang berjudi hanya menunggu outcome saja, kalau tadi malam saya jago spanyol saya pasti menang tapi kenyataannya tidak
            Saya jagoin portugal dan saya kalah. saya tidak bisa mencegah hasil itu. saya pasif dan teman saya juga pasif dan hasil itu nyata spanyol menang dari portugal. Klau saya bertaruh lagi untuk menyelamatkan taruhan yang sudah pasti kalah tersebut saya berjudi lagi karena siklus pasif dan base on luck pasti akan terulang lagi apapun hasilnya.., menurut saya taruhan bola adalah judi tetap tidak aktif tapi pasif . Satu hal istilah hedging bukan seperti itu pengertiannya

            2. Sayangnnya banyak trader memilih untuk bersikap pasif (90% Club). mereka membiarkan kerugian semakin bertambah besar dengan harapan suatu saat market akan berbalik dan mengembalikan kerugian mereka, atau give them luck. bagi beberapa trader menghentikan kerugian atau cut loss terasa sangat menyakitkan . sikap pasif itulah yang membuat mereka tidak berbeda dengan penjudi . trader yang aktif tahu kapan mereka harus merealisasikan profit dan mereduksi kerugian and the sum is your growing portofolio anda tidak bisa berpangku tangan saat trading , trading harus aktif membuka posisi ketika muncul peluang yang terbaik. anda juga harus aktif ketika harus menutup posisi baik merealisasikan keuntungan ataupun membatasi kerugian. semuanya terserah anda bagaimana memperlakukan trading itu sendiri

            warm regards
            arif.a

            =================================================
            Genghis Khun:
            Wa alaikum salam wr wb
            1. Bukankah perilaku menyogok pemain termasuk upaya “mereduksi kerugian dan merealisasikan keuntungan” seperti halnya Forex Online?? upaya lain adalah membuka taruhan baru untuk menyelamatkan taruhan pertama yg dipastikan kalah (dalam forex dikenal dengan istilah hedging). Terbukti Taruhan bola bisa aktif, judi atau bukan?

            2. Apa batasan2 pelaku Forex Online di katakan aktif dan Pasif?

            warm regards
            Genghis khun

    • arif says:

      assalamualaikum, wr wb

      Taruhan Bola tetap tidak aktif kawan: kita bersikap pasif, sama sekali tidak dapat melakukan apapun untuk menghilangkan kekalahan. Begitu pula sebaliknya jika anda menang, anda hanya menerima outcome apa adanya, karena itu tentu anda akan dapat menghilangkan resiko hanya jika anda berhenti taruhan atau berjudi

      Trading jelas berbeda. selama aktiitas trading anda dapat melakukan apapun untuk membatasi kerugian ataupun merealisasikan keuntungan ( the result is depend in ours). seperti yang sudah saya contohkan di atas jika dalam trading anda bersikap pasif dan membiarkan transaksi anda begitu saja.. ya itu adalah berjudi

      seperti itu yang saya maksudkan Pasif Vs Aktif. sangat jelas perbedaannya

      “Market are not casinos,Where you throw a quarter and expect luckily To get Rich,
      trading is a businees and as a business you need to have a plan and Follow it”

      Warm Regards
      arif.a

      =================================================
      Genghis Khun:
      Sangat jelas bahwa kita bisa aktif dalam taruhan bola kawan: sogok beberapa pemain demi kepentingan kita, lobby sana lobby sini kawan.
      Dan sangat jelas bahwa Forex Online itu pasif kawan: kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk merubah nilai kurs beberapa menit yg lalu.
      Jadi mana yg aktif dan mana yg pasif kawan?

      • arif says:

        assalamualaikum Wr wb

        Dear Friends
        sangat jelas bahwa kita tidak bisa aktif dalam taruhan bola
        hari ini ada pertandingan antara portugal vs spanyol
        kita hanya melihat di tv menunggu hasil pertandingan akhir (passive)
        untuk mengetahui hasil akhir dan menentukan siapa yang menang taruhan jika saya dan teman saya berjudi
        saya atau dia

        tidak perlu loby loby, kalau anda loby loby anda tidak berjudi anda curang atau cheaters karena anda menentukan hasil pertandingan dan aktif sebutannya bukan penjudi tapi mafia pertandingan kalau di italia namanya Calciopoli Look at the fact be realistis, wake up.

        sangat jelas juga hingga saat ini seorang trader sedang aktif melakukan segala usahanya untuk mereduksi kerugian
        selama aktifitas tradingnya sampai saat ini atau melakukan break even untuk memaksimalkan profit
        anda tidak akan bisa menemukannya dalam taruhan bola

        mungkin anda kurang mengerti apa yang saya maksud ,
        siapa yang bisa merubah nilai kurs yang sudah terjadi trading is not like that itu bukan trading, seorang trader tidak bisa melakukan itu dia aktif mereduksi kerugian dan
        memaksimalkan profit hingga saat ini sesuai pergerakan chart.

        Warm Regards
        arif.a

        =================================================
        Genghis Khun:
        Wa alaikum salam wr wb
        Pertandingan yang jauh dan tidak terjangkau tentu saja sulit dijangkau.
        Pertandingan terjangkau tentu saja bisa dijangkau.
        Pertanyaannya sederhana;
        Taruhan bola lalu aktif menyogok pemain/ pelatih selama pertandingan termasuk judi atau bukan??
        (kita jangan cuma berpikiran sbg pejudi eceran, mari berpikiran sbg bandar :) )

        warm regards
        Genghis khun

        • arif says:

          assalamualaikum Wr Wb

          taruhan bola dan menyogok pemain adalah dua hal yang berbeda
          sudah saya jelaskan sesuai ilustrasi dan contoh sederhana di atas
          taruhan bola adalah berjudi
          sementara menyogok pemain /pelatih adalah konspirasi dan bukan berjudi
          faktanya di italia pernah terjadi kasus serupa yaitu calciopoli untuk menentukan hasil pertandingan dengan melakukan hal tersebut. di indonesia namanya mafia pertandingan

          pertanyaan anda harus di pisah

          Pertandingan yang jauh dan tidak terjangkau tentu saja sulit dijangkau.
          ya inilah yang saya maksud judi, base on luck and pasiveness

          Pertandingan terjangkau tentu saja bisa dijangkau.
          ini konspirasi, mafia pertandingan namanya, jika sesuai skenario anda loby sana loby sini, curang tidak fair , aktif bukan untuk berjudi tapi mengatur hsil pertandingan

          Warm regards
          arif.a

          =================================================
          Genghis Khun:
          Wa alaikum salam wr wb
          Boleh saja istilahnya anda pisah dan namai berbeda, tapi kegiatan tersebut adalah fakta bahwa pejudi/ bandar bisa AKTIF selama pertandingan (floating) demi kepentingannya.

          Apakah yang anda maksud sbg kategori PEJUDI adalah orang yang masih ‘lugu dan pemula’? yang PASIF MELULU dalam taruhan bola/ forex online?
          Artinya petaruh2 kaliber, cerdik dan curang tidak masuk kategori PEJUDI?

          ====
          Kalau persepsi Pasif vs aktif kita nanti sudah sama, bahasan selanjutnya: Apa batasan2 pelaku Forex Online di katakan aktif dan Pasif :)

          warm regards
          Genghis khun

          • arif says:

            penjudi tidak aktif selama pertandingan berlangsung
            sudah jelas kiranya kita hanya bersikap pasif menunggu hasil pertandingan pada saat taruhan bola dengan harapan sesuai dengan kemauan kita sehingga kita bisa menang dalam berjudi.

            kegiatan yang anda maksudkan adalah aktif untuk mengatur hasil pertandingan bukan aktif untuk berjudi. karena memang base on my perspective judi adalahi tidak aktif
            dan selalu pasif.

            penjudi tetaplah penjudi tidak mengenal pemula senior atau lugu. Judi selalu pasif bukan pasif melulu, karena menurut saya you do nothing mengharapkan hasil sesuai dengan kemauan anda dengan pasif. yang masuk kategori ini menurut saya memang berjudi

            petaruh2 kaliber, cerdik dan curang tepat penjudi jika mereka pasif dan tidak menggunakan kecurangan mereka dalam berjudi

            judi tidak butuh cerdik atau curang. anda pasif seperti dalam taruhan bola pada ilustrasi yang saya contohkan itu adalah judi

            =====
            Youre, weLcome

            warm regards
            arif.a

            =================================================
            Genghis Khun:
            Wa alaikum salam wr wb
            1. Bukankah perilaku menyogok pemain termasuk upaya “mereduksi kerugian dan merealisasikan keuntungan” seperti halnya Forex Online?? upaya lain adalah membuka taruhan baru untuk menyelamatkan taruhan pertama yg dipastikan kalah (dalam forex dikenal dengan istilah hedging). Terbukti Taruhan bola bisa aktif, judi atau bukan?

            2. Apa batasan2 pelaku Forex Online di katakan aktif dan Pasif?

            warm regards
            Genghis khun

  3. rasajati says:

    bagaimana dengan jual dan beli emas di pasar bukannya disitu terdapat praktek2 seprti halnya forex, yg dianggap judi, dari sisi toko emas dipasar (sebagai broker) dan pembeli atau penjual nya (sebagai trader) waktu beli harga disepakati tapi waktu jual harga belum jelas karena harga emas yg fluktuatif (naik/turun), bukannya hal ini sama persis di forex, tapi kenapa perdagangan emas di pasa2r tidak ada yg mengharamkan, hal ini juga merugikan si pembeli bila harga emas itu turun…..terima kasih untuk jawabannya…

    ====================================
    Genghis Khun:
    Pertanyaan bagus Pak..
    Perbedaan tersebut sangatlah mencolok.
    Dalam Jual beli Emas:
    1. Setelah beli, terserah kita, mau dijual lagi atau tidak tidaklah masalah. Bila mau dijual lagi pasti didahului oleh adanya kesepakatan nilai/ kecocokan harga.
    Alurnya= Kesepakatan nilai –> akad/ transaksi (=>Ini Jual Beli Wajar)
    Walaupun kesepakatan nilai waktu JUAL ini lebih kecil daripada waktu BELI, tetapi dua belah pihak tetap menyepakati nilai lebih dulu (yang berlaku saat itu), baru dilakukan akad/ transaksi.*

    Dalam FOREX:
    1. FOREX mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Seteah OPEN harus CLOSE.
    Pada nilai berapa CLOSE? nah ini ditentukan kemudian, kita bisa untung bisa rugi.
    Alurnya= Akad/ transaksi dulu –> Kesepakatan Nilai menyusul –> salah satu untung, salah satu rugi.(=>Ini Jual Beli JUDI)
    Oleh karena itu ada istilah STOP LOSS dan LIMIT, untuk membatasi besarnya laba/ rugi karena ‘salah tembak’ :)

    2. Bagaimana bila kita tidak mau CLOSE? saldo anda akan terkena MARGIN CALL, dan bisa-bisa malah habis ludes ;)

    Semoga jawaban singkat ini memuaskan.

    Info sedikit tentang perbedaan antara jual beli emas pada umumnya dengan kampanye Dinar Dirham:
    * Jual beli Dinar Dirham tidak mengambil keuntungan dari nilai Emasnya. Baik naik/ turun jual beli tetap berjalan karena laba diambil dari bagi hasil BIAYA OPERASIONAL. Silahkan baca di http://Geraidinar.com

    • nararya says:

      kalau menurut pendapat saya closed hanya menutup posisi..karena forex sekarang udah sistem online dan pakai sistem trading….dan balance yang ada didesk hanya sebagai jaminan dan jual beli valas secara online adalah secara tunai dan itu halal dan tentang masalah pinjaman yg kita pinjam dari broker itu boleh-boleh saja.jadi menurut saya forex dengan sistem margin trading itu boleh karena hal itu terbentuk dari 2 akad yang berbeda,pinjam-meminjam dan jual beli dan forex haram jika dilakukan dengan transaksi yang sama persis dengan berjudi contoh betting.options dll.dan masalah uang kita bisa lenyap seketika di forex itu sebanding dengan keuntungan yang akan kita dapat…jika anda berpendapat konsep high risk and return(maaf kalau saya salah) adalah judi.saya mau tanya kepada anda,apakh anda sudah mengerti dengan sistem margin trading?
      sekali lagi uang kita yang ada di desk hanya sebagai jaminan.yang kita tradingkan sebenarnya adalah uang yang kita pinjam dari broker
      dan kalau masalh stoploss dan take profit sama seperti saya ingin menjual hp tetapi melalui makelar dan saya mesen gini sama sich makelar kalau harga hp saya di pasaran naik sama harga tertentu saya akan menjualnya dengan mengharapkan untung.tapi misalnya hp saya turun harganya sampai batasan tertentu lebih baik jual saja daripada harga hp saya makin jatuh
      senang bisa share pendapat dengan anda

      =================================================
      Genghis Khun:
      Salam kenal pak/ bu Nararya
      1. Pendapat saya; judi tidak dilihat dari high risk and return:)

      2. Kalau Leverage 1:1 maka berapa uang yg kita pinjam ke broker? TIDAK ADA.
      Lalu apakah duit hasil Open bisa cair? TIDAK MUNGKIN
      Jadi di Forex Online bukanlah pinjam meminjam, tapi karena ada PEMAKSAAN untuk Close dengan nilai close yg menyusul.

      3. Perbedaan antara stoploss/ take profit Forex Online dengan Jual HP.
      Jual HP: Kesepakatn jual beli dengan pembeli BELUM dilakukan.
      Forex Online: Kesepakatan jual beli dengan pembeli SUDAH dilakukan.
      jadi intinya di Forex Online; harga belum ditentukan tetapi transaksi SUDAH dilakukan.
      Padahal dalam jual beli wajar; harga di sepakati lebih dulu oleh kedua belah pihak kemudian dilakukan transaksi.
      senang bisa share pendapat dengan anda :)

  4. Rasajati says:

    penjelasan anda tidak menjelaskan apa-apa, diatas sudah saya bilang apabila harga emas turun drastis (karena harga yg selsalu fluktuatif), seperti contoh kasus di atas, si pemegang emas tetap saja rugi karena tidak sesuai dengan harga waktu ia beli, jikalau ada nominal harga yg di sepakati oleh kedua belah pihak itu karena si penjual pasti sedang butuh uangnya, dengan terpaksa ia jual juga walaupun rugi, begitu pula forex, trader bisa saja cut lose karena ia takut harga jual (Close) makin minim/jatuh dengan sangat terpaksa di close juga (rugi), dan kesimpulan saya, kedua kasus di atas tetap saja sama, hanya beda berhadapan dengan broker langsung dan tidak, dan dalam posisi apapun di forex sudah bisa dikatakan persetujuan dari kedua belah pihak, dari mulai open sampai close, apapun resikonya. bisa kita bayangkan bila kita beli emas dengan harga 200rib kemudian turun sampai 75rb misalnya, apakah anda tidak bisa dikatakan merugi…?

    ================================================
    Genghis Khun:
    Anda benar pak, saya ngerti maksud anda. Bila harga jual lebih kecil dari harga beli, itu jelas merugi. Berlaku untuk SEMUA benda yang diperjual belikan.
    Yang membedakan antara jual beli wajar dengan Jual beli Judi adalah ALUR-nya.

    # Jual Beli WAJAR: menyepakati nilai dulu –> lalu transaksi
    # Jual Beli JUDI : transaksi dulu –> nilai ditentukan kemudian –> salah satu pihak untung/ rugi.

    (Mungkin bapak punya pendapat lain perbedaan antara Jual beli WAJAR dengan jual beli JUDI? silahkan.. saya terbuka)

    Dalam Forex (Forex Online/ Modern), Judi itu ada DUA;
    JUDI 1
    Transaksi Open DAN Close bersamaan.
    Waktu Open bukan judi, tapi waktu CLOSE itu judi karena nilai close belum disepakati.
    Dalam Jual beli Wajar, ‘Open’ dan ‘CLOSE’ itu terpisah. TIDAK di ‘close’ pun boleh. Kalau di ‘close’; harga akan disepakati lebih dulu –> lalu di CLOSE.

    JUDI 2
    Anda tentunya mengenal istilah SLIPPAGE. Ini terjadi karena alur jual belinya memang sudah TIDAK WAJAR dari awal. Perhatikan alur ini:
    Transaksi dulu –> harga ditentukan kemudian –> ketika harga HAMPIR disepakati –> Bisa terjadi Slippage –> nilainya ‘terpeleset’, berubah.

    Seninya tinggi bukan? :), juga menantang, tetapi sayang itu JUDI.
    Bila anda menghendaki alur yang aman, ya cara tradisional seperti MONEY CHANGER, OPEN dan CLOSE terpisah.
    Mohon koreksi bila salah. Trims.

    Keterangan:
    OPEN : Belanja/ Kulakan
    CLOSE: DiJual lagi

  5. Rasajati says:

    oke, menurut saya, segala bidang usaha apapun saya katakan “JUDI” karena di situ ada faktor “Untung dan “RUGI” mengapa demikian, jika saya berpatokan dengan pendapat anda, semua bidang usaha termasuk kedalamnya, contoh : saya pernah beli 180 unit komputer dengan harga 1.500 rb itu dulu, sementara komputer saya ini lakunya lama, sampai sekarang harga telah berubah, menjadi 800rb per unit (SLIPPAGE), dan mau tidak mau harus dijual, walaupun lose, dengan terpaksa nilai itu disepakati, nah ini saya namakan jual beli tradisional, adapun forex sangat mirip dengan contoh kasus diatas, cuma bedanya digital dan tidak. terima kasih….

    # Jual Beli WAJAR: menyepakati nilai dulu –> lalu transaksi (itu untuk barang konvensional, contoh barang yg ada di pasar tradisional)
    # Jual Beli JUDI : transaksi dulu –> nilai ditentukan kemudian –> salah satu pihak untung/ rugi. (itu saya bilang juga wajar, untuk barang yg tergantug kepada nilai tukar dolar yg nilainya selalu fluktuatif). dan bukan Judi)

  6. Rasajati says:

    Judi atau Bukan Judi Itu Tergantung sudut anda memandang Suatu Kasus, Contoh saya berikan yang terjadi Di pasa tradisional, katakanlah tukang cabe kriting, di pasar tradisional juga mengenal “spekulasi”, dia mengira cabe akan tinggi harganya besok, maka ia beli beberapa ton, nah ternyata harga hari ini turun, lalu apa yang ia dapat, kecuali kerugian, dan pertanyaan saya, apakah ini tidak termasuk kedalam Jual Beli Judi, karena bila saya berpatokan seperti anda :

    “# Jual Beli JUDI : transaksi dulu –> nilai ditentukan kemudian –> salah satu pihak untung/ rugi.”

    kasus ini termasuk dalam katagori tersebut, bukan begitu? mohon di koreksi bila salah. saya juga akan terbuka. terima kasih telah menampung opini saya.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Diskusi yang makin menarik pak.
    Anda menulis, “Judi atau bukan tergantung sudut anda memandang suatu kasus”
    Sepakat pak, saya tawarkan sudut pandang ALUR.
    Alur yang anda sebutkan pada kasus komputer/ penjual Cabe keriting itu tidak benar.
    Mari kita kupas lebih detail:

    Pak Rasajati, (modalnya 1 juta) hari ini membeli cabe di Genghis Khun dengan harga Rp. 800rb/ ton.

    Besoknya, ternyata harga turun menjadi Rp. 600/ ton. Pak Rasajati sebagai pedagang pintar akan menimbun dulu cabe ini. Bila ada pembeli akan dibilang Cabe sedang langka.
    Tetapi karena butuh duit, akhirnya dijual. Saat dijual mungkin ada tawar menawar;
    “Pak/ Bu mohon keikhlasan dihargai lebih sedikitlah, Rp.700rb/ton atau lebih, sebab saya belanjanya mahal…dst”

    Tawar menawar-> Kesepakatan harga -> transaksi -> Sama2 puas= JUAL BELI WAJAR

    Dalam FOREX Online mekanismenya sebagai berikut:
    Pada saat membeli cabe, pak Rasajati diHARUSKAN segera menjual Cabe itu dengan nilai jual yang belum diketahui. (Lho, bukankah mo dijual atau ditimbun itu haknya pak Rasajati?)
    Resikonya;
    1. Genghis Khun akan menarik BUNGA/ INTEREST harian bila tidak segera dijual.
    2. Jika harga cabe turun dibawah Rp. 600rb/hari dan Cabe belum terjual, maka sisa modal pak Rasajati akan disita oleh Genghis Khun. Ini karena sisa modal pak Rasajati hanya Rp. 200rb sudah terkena Margin Call.
    3. Bila sudah terkena Margin Call, Cabe juga diambil oleh Genghis Khun, duit Rp. 800rb dikembalikan ke Pak Rasajati.

    Enak khan jadi Genghis Khun? beli paksa dagangan orang sambil menyita duit :)
    Ini JUDI yang pertama

    Besoknya, eh ternyata harga cabe naik menjadi Rp. 900rb/ ton. Pada saat itu ada pembeli yang sudah siap menyerahkan uang. Mendadak terdengar kabar bahwa harga anjlok ke Rp. 500 ribu/ ton.

    Dalam jual beli WAJAR, harga cabe yang SAH adalah Rp. 900rb/ton. Baik pembeli dan penjual sama-sama puas.
    Dalam Forex Online/ JUDI, ternyata ‘dadu itu masih menggelinding’, ini biasa disebut Slippage. Harga yang SAH adalah 500rb/ton! Ini JUDI yang kedua; salah satu rugi, yang lain untung.

    Semoga bisa dimengerti.
    JUDI: Transaksi dulu => Nilai yg disepakati menyusul => salah satu rugi, yang lain untung
    Dengan memahami alur tersebut, Insya Allah jawabannya menjadi mudah. Walaupun nanti akan muncul bentuk judi baru dengan sistem yang lebih kompleks.

    Jujur pak, saya sebagai manusia biasa pengen banget ikutan Forex. Tapi ternyata hanya sampai account Virtual saya harus mengatakan bahwa FOREX ONLINE itu JUDI. Jadi lebih aman via Money Changer biasa. Tetapi jujur lagi, Money Changer belum pernah saya lakukan karena sampai saat ini belum perlu.

    Jadi, mari kita sepakati sudut pandang ALUR ini. Atau mungkin pak Rasajati punya sudut pandang lain dalam menyimpulkan sesuatu itu JUDI? Mari kita sharing..

  7. orang sawah says:

    wahhhhh, ternyata rame juga ya disini……
    coba ikut kasih pendapat ah…..

    OK, saya mulai penjelasanya…

    # Jual Beli WAJAR: menyepakati nilai dulu –> lalu transaksi

    Kalau dalam Forex, kita bisa kok menentukan harga ( menyepakati harga, kita bisa menggunakan SL ( Stop Lose ) dan TP ( Take Profit ).

    Dalam keadaan tersebut, pasti salah satu Harga yang kita tentukan akan tercapai, entah itu SL atau TP.

    Kita ambil contoh pada pedagang Cabe.
    Beli 800rb / ton, kemudian hrg keesokan harinya turun, nau tidak mau, kita harus menjualnya, kalau tidak mau, berarti cabe bisa busuk. Kalau busuk, maka kita akan rugi besar.

    Sama halnya dengan Forex, jika kita tidak mau rugi besar, bisa kita kasih SL, kalau kita tidak kasih SL, maka kita bisa terkena MC ( Margin Call ), kalau kita sejajarkan dengan cabe, kalau cabe busuk, dalam Forex sama saja dengan MC.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal,
    Perbedaan itu tetap mencolok dan berbatas TEGAS pak. Mari kita kupas:
    I. Anda membeli cabe ditempat Genghis Khun seharga Rp. 800rb/ton dengan syarat HARUS dijual kembali. (Membeli kok bersyarat, tetapi dalam cerita ini misalnya anda pasrah)
    Biar tidak rugi/ untung terlalu besar maka anda:
    - membatasi kerugian (STOP LOSS) misalnya Rp. 780rb/ton.
    - Membatasi keuntungan (TAKE PROFIT) misalnya Rp. 820rb/ton.
    Akhirnya anda dengan Genghis Khun menyepakati ini.

    ALUR-nya:
    Penentuan 2 nilai SL dan TP => Lalu Transaksi => 1 nilai akhirnya muncul

    Terlihat nilai yang disepakati tetap muncul SESUDAH transaksi. Ini Judi yang pertama.
    Ini bisa disamakan dengan, misalnya, JUDI LEMPAR KOIN atau DADU:
    Semua nomer (1 s/d 6) diisi duit taruhan => Transaksi => 1 nilai akhir muncul

    Dalam Jual Beli wajar proses Beli dan Jual Cabe itu TERPISAH, dan tidak bersyarat. Mau dijual atau dimakan sendiri terserah anda. Kalaupun dijual karena terpaksa, akan ada penentuan nilai dulu, penjual-pembeli setuju, lalu transaksi.

    II.
    FOREX pada kasus ekstrem, bila fluktuasi harga TIDAK PERNAH menyentuh SL dan TP berminggu-minggu, maka akan dikenai BUNGA/ INTEREST harian.
    Pada kasus Cabe dan Jual Beli Wajar Lainnya, tidak dikenai BUNGA harian.

    Paling aman tentu saja cara tradisional yaitu MONEY CHANGER.
    Semoga jawaban singkat ini memuaskan.
    Atau mungkin anda punya sudut pandang lain dalam menyimpulkan sesuatu itu JUDI?
    Mari kita sharing pak..

    Btw, Trims atas kunjungannya

  8. try says:

    Bismillahirrahmanirrahim
    Wah, seru juga kayaknya. Saya mau ikutan memberikan pandangan saya terhadap forex ini. BTW Saya juga bukan yang ahli dalam hukum islam.

    Klo membaca dari posting sdr G. Khun, seolah2 dalam jual beli forex, broker adalah bandarnya atau tempat kita melakukan jual beli. Padahal setahu saya broker cm fasilitator yang kita percayai untuk mengolah uang yang kita depositkan, atau kasarnya kita sebut makelar. Karena memang broker tidak pengaruh apakah kita rugi atau untung, dia tetap mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual layaknya makelar pada umumnya.

    Jadi system pada forex klo bisa saya analogikan seperti ini: Sdr G. Khun punya uang Rp 1 jt. Kemudian sdr G. khun memberi kepercayaan kepada Tiva untuk mengelola uangnya dengan jual beli emas. Disinilah Sdr G.Khun memberi perintah kpd Tiva untuk membeli emas 2 Gram (saat harga emas Rp 300rb/gr), sekaligus kemudian menjual kembali klo harga emas naik di Rp 350/gr. Jadi ada 400rb buat pegangan si Tiva (sebagai margin klo di forex). Klo tnyata turun ya spy jgn rugi terlalu besar jual lagi klo harganya turun Rp menjadi Rp 250rb/Gr.
    Kemudian si Tiva kembali dgn membawa Rp 1,1jt klo harga naek, klo tnyata turun ya Rp 900rb saja.

    Jadi bukan kita dipaksa menjualnya kembali, tapi memang kita memberi kuasa penuh kepada broker sesuai yang kita perintahkan.

    Mungkin sisi judi di forex ini lebih kepada spekulasi ato prediksi terhadap harga kurs yang akan naik atau turun. Yang namanya prediksi ya belum tentu benar 100%.
    Hampir semua sisi kehidupan dihadapkan dengan spekulasi dan prediksi. Bagaimana hari esok, lusa, setahun kemudian….
    Tentu saja tidak asal prediksi, tapi dengan analisa.

    Jadi klo ragu dan kata hati nya menyebutkan cenderung kepada judi memang lebih baik jangan ikut
    trading forex.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Try,
    Menarik sekali komentarnya.
    Ada empat point yang saya cermati dari komentar anda;
    1. Perintah kepada Fasilitator/ Broker
    2. Spekulasi dan Prediksi
    3. Analisa
    4. Ragu dan Kata Hati

    Mari kita bahas satu per satu
    1. PERINTAH kepada FASILITATOR/ BROKER
    Anda menulis, bahwa perintah kita kepada Broker sudah jelas;
    “…Utk membeli emas 2 g (saat harga emas Rp.300rb/g). sekaligus kemudian menjual kembali kalau harga naik jadi Rp. 350 rb/g…”

    Pasti pembaca bertanya-tanya;
    Lho kenapa malah dijual waktu harga turun?

    Kenapa? karena Jual Beli ini memang tidak wajar.
    Mari kita cerna lebih jernih:
    G. Khun punya duit Rp. 1 juta dan akan melakukan jual beli dengan Tiva.
    Harga emas saat itu Rp. 300rb/g

    JUAL BELI WAJAR
    Waktu Beli = Kesepakatan nilai emas Rp. 600rb/2g => Transaksi
    - Emas ini mau dijual atau disimpan tidak masalah. Rencana dijual kembali kalau harga naik.
    - Sisa Rp. 400rb tetap dibawa G. Khun.
    - Harga emas naik/ turun tidak berdampak pada sisa uang Rp. 400rb tsb.

    JUAL BELI FOREX
    Waktu Beli ada DUA transaksi:
    1. Kesepakatan BELI dengan nilai emas Rp. 600rb/2g => Transaksi
    2. Transaksi JUAL dengan nilai yang belum ditentukan => nilai jual menyusul

    - Sisa Rp. 400rb dibawa TIVA untuk jaga-jaga
    - Emas ini HARUS dijual karena sudah ada transaksi lebih dulu. Dengan resiko;
    1. Sisa duit Rp. 400 rb tergerus bila harga turun, bahkan bisa ludes terkena Margin Call disertai emas yang dipaksa jual!
    2. Terkena BUNGA/ INTEREST harian bila belum dijual.

    - DETIK-DETIK WAKTU Di JUAL pun pun masih bisa terkena SLIPPAGE, yaitu perubahan nilai Jual.

    Dari contoh pak Try di atas, karena TRANSAKSI sudah dilakukan lebih dulu (sebelum nilainya ditentukan) maka G Khun membatasi nilai jual tertinggi (Take Profit) dan terendah (Stop Loss) agar tidak terkena dampak Margin Call, yaitu Rp. 250rb/g dan Rp. 350 rb/g.
    Mirip judi lempar Koin/ dadu. Bedanya, bila fluktuasi belum mencapai nilai tersebut, misalnya seminggu, akan TERBEBANI LAGI dengan BUNGA/ INTEREST harian.

    Perbedaan alur ini sangat TEGAS pak, ini yang membedakan antara Jual Beli Wajar dengan JUDI.
    Perbedaan antara Money Changer dengan FOREX.
    Suatu saat bila muncul perdagangan dengan bentuk lain dengan sistem yang lain. Dengan ALUR sederhana ini Insya Allah kita bisa menentukan bahwa ini JUDI atau Wajar.

    2. Spekulasi/ Prediksi
    Spekulasi yang kita bahas disini dibatasi pada Proses Jual beli pak, bukan semua sisi kehidupan.
    PROSES ini ada penjual, pembeli dan barang yang diperjual belikan.
    Mohon tidak mengaburkan fatwa MUI yang berbunyi;

    Ketentuan Umum
    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”
    …dst”


    Tulisan saya menunjukkan bahwa selain spekulasi, Forex juga Judi. Tetapi kalau anda masih tetap menghendaki spekulasi (mencari keuntungan dari selisih mata uang, walaupun MUI sudah melarangnya), saya sarankan yang bukan judi, yaitu Money Changer. Mohon dibedakan.

    3. Analisa
    Dengan analisa/ tanpa analisa pun, kita bisa terkena Slippage. Anda tentu paham istilah ini. Karena Jual beli ini memang tidak wajar.
    Kemudian, kalau suatu judi dilakukan dengan analisa cermat, apakah sisi Judinya menjadi hilang?

    4. Ragu dan Kata Hati
    Ini argumen paling lemah pak. Anda perhatikan di atas bahwa antara JUDI dan BUKAN JUDI itu BERBEDA pada ALURnya. Hujjah ini Insya Allah TEGAS untuk semua kasus (tidak cuma FOREX).
    Contoh membeli Kupon SDSB:
    1. Beli kupon saja tanpa diisi nomer => Judi berubah menjadi Jual beli kertas saja/ Sumbangan/ sedekah.
    2. Beli Kupon diisi nomer dengan keyakinan dan kata hati mantap bahwa itu BUKAN JUDI => tetap JUDI.

    Kesimpulan, Judi tidak berubah gara-gara keyakinan dan kata hati.
    Semoga bisa dimengerti.

  9. Rasajati says:

    Sebenarnya Debat Seperti ini berbahaya, karena tidak ada dasar dari pasal2 atau ayat2 (kitab suci) dari agama, argumen ini hanya berdasarkan buah pikiran masing2 yg dijadikan ide untuk membuat suatu hukun agama, “halal atau haram” hal ini tentu tidak baik untuk di perdebatkan, coba untuk nara sumbernya berikan dasar daripada argument bapak yg mengatakan Forex itu haram, ataupun juga yg mengatakan halal, biar ga jauh melenceng dari norma2 agama masing2…, bila tidak ada, sampai kapanpun ga akan selesai, karena masing2 individu punya sudut pndang yg berbeda, dan pengertian yg berbeda pula. sekian dan terima kasih

    ================================================
    Genghis Khun:
    1. Awal diskusi anda menyebut bahwa Forex sama dengan jual beli pada umumnya; dagang emas, komputer, cabe keriting.
    Lalu saya tunjukkan BUKTI-BUKTI (bukan argumen pribadi) bahwa Forex Sangat Berbeda dengan yang anda sebutkan itu.
    Kalau BUKTI tersebut salah, mohon diluruskan.
    Tapi kalau benar, mari kita sepakati dulu bahwa Forex memang BERBEDA dengan Jual Beli biasa.
    Ini yang paling BERBAHAYA pak, ketika forex disamakan dengan Jual beli pada umumnya.

    2. Kemudian ARGUMEN PRIBADI saya menunjukkan bahwa FOREX mirip JUDI bila dilihat dari ALUR-nya.
    Saya yakin hujjah ini sangat kuat dipegang, baik oleh muslim maupun NON muslim.
    Kalau tidak setuju silahkan diluruskan, karena saya yakin anda pasti PUNYA SUDUT PANDANG LAIN dalam menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan.
    Seperti kata anda; sudut pandang tiap individu berbeda.
    Nah, mari kita sharing di sini..

    Tambahan:
    Forex tidak bisa dilihat HANYA dari satu sudut pandang (Insya Allah akan saya kupas lebih komprehensif).
    JUDI hanya salah satu yang saya soroti.
    Forex bila ditinjau dari berbagai sisi semuanya MERAGUKAN:
    - Dua transaksi dalam satu akad, Transaksi Open dengan nilai jelas, tapi Transaksi Close dengan nilai yang belum jelas.
    - Tujuan Jual Beli, pergi keluar negeri kah?
    - Leverage, uang siluman
    - Margin Trading
    - Bunga Harian
    - Slippage, Judi yang kedua

    3. Kalau anda muslim dan membutuhkan dasar dari agama Islam, saya rasa fatwa MUI sudah cukup jelas dan bijak. Cuplikannya:

    Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    a.Tidak untuk SPEKULASI (untung-untungan).
    b…
    c….
    d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.
    fatwa-tentang-jual-beli-mata-uang


    Saya sangat menunggu jawaban anda; SUDUT PANDANG LAIN dalam menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan.

  10. Rasajati says:

    sebelum masuk kedalam hal yg objective, saya akan menekankan kepada hal yg subjective, yaitu :

    1. siapa anda..? ustad kah, kiyai kah? abuya kah…atau MUI itu sendiri…?, kok bisa2nya anda bisa menentukan hukun agama (dalam pandangan saya islam), tolong intropeksi diri sendiri.

    2. Masalah MUI, maaf sebelumnya, MUI selalu membuat fatwa yg kontroversial, contoh : masalah facebook diharamkan, anda termasuk orang yg tidak taat akan fatwa MUI, bukti: nanti nanti anda main Facebook Jugakan…

    3. forex bukanlah permainan atau anak panah yg anda maksud, Forex itu suatu peniagaan nilai tukar mata uang, dan tidak bisa di hapus selama di dunia ini masih ada manusia dengan negara yg berbeda dan mata uang yg berbeda, dan forex termasuk ciptaan Allah SWT juga, bukan ciptaan manusia, jadi jgn terlalu membenci dengan yg namanya Forex, (jika Allah Punya Mau Forex Bisa dihapus dengan sekali Kun-Fayakun) pasti anda setuju.

    nah sekarang untuk hal yg objective yaitu Forex (perniagaan nilai Tukar Uang)

    Al-quran Surat Annisa Ayat 29:

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

    Di ayat ini sudah di tegaskan, masalah perniagaan, dan ga usah di otak atik lagi.

    bagi yg suka sama suka silakan, bagi yg ga suka ya ga usah ikut, dan ga perlu membuat penilaian kepada orang atau perniagan tersebut.

    oke sampai sekian dulu, kalau ada yg kurang nanti saya tambahkan…

    ================================================
    Genghis Khun:
    Wah, maaf, sepertinya pertanyaan saya tentang ‘SUDUT PANDANG’ sulit terjawab ya? kok jadi debat kusir dan tidak terarah..

    Tapi tetap saya coba jawab pertanyaan anda,
    1. Profil saya jelas dan Introspeksi sudah dan selalu dilakukan pak.
    2. Fatwa Facebook yang diharamkan beri link/ sumber-nya langsung pak. Setau saya itu cuma Isu.
    3. Saya SANGAT paham maksud anda, berkali-kali sudah saya bilang saya PAHAM maksud anda.
    Perniagaan Mata Uang itu BOLEH dan bisa jadi HARUS! karena dunia makin mengglobal.
    Bukan JENIS BARANG yang diperjual belikan yang disorot, tapi MEKANISME-nya! Mohon dibedakan..

    Waduh, memakai ayat Al Quran saya kurang berani pak. Terus terang saja ilmu agama saya kurang. Tapi akan coba saya tambahkan,
    Tafsir Ibnu Katsir tentang ayat tersebut (Surat Annisa Ayat 29) tertulis:

    “Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya yang beriman memakan harta sebagian dari mereka atas sebagian yang lain dengan cara yang batil, yakni melalui usaha yang tidak diakui oleh syariat, seperti dengan cara riba dan Judi serta cara-cara lainnya yang termasuk ke dalam kategori tersebut dengan menggunakan berbagai macam tipuan dan pengelabuan. Sekalipun pada lahiriahnya cara-cara tersebut memakai cara yang diakui oleh hukum syara’, tetapi Allah lebih mengetahui bahwa sesungguhnya para pelakunya hanyalah semata-mata menjalankan riba, tetapi dengan cara hailah (tipu muslihat).”

    (silahkan rujuk Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 hal 38)

    Kemudian tentang ‘suka sama suka’, ini argumen sangat lemah pak.
    Judi, baik dilakukan dengan suka sama suka/ terpaksa, tetaplah Judi.
    Oleh karena itu mari kita sharing, apa sudut pandang anda dalam menilai sesuatu itu JUDI?
    Trims

  11. orang sawah says:

    saya hanya menambahkan beberapa pandangan para pakar islam

    Yang pertama :

    FOREX DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM

    ?????????? ???? ?????? ?????????????

    Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Ferex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam.

    Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.

    Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.

    HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS

    1. Ada Ijab-Qobul: —> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima

    * Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.
    * Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.
    * Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakan-tindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)

    2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:

    * Suci barangnya (bukan najis)
    * Dapat dimanfaatkan
    * Dapat diserahterimakan
    * Jelas barang dan harganya
    * Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya
    * Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan.

    Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama.

    ????????????? ???????????? ???

    “Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan”. (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud)

    Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah:

    ?? ???? ?????? ?????? ????????????

    “Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya”.

    Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam:
    ?????? ???? ??????

    Kesulitan itu menarik kemudahan.

    Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.

    JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM

    Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya.

    Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.

    Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77)
    Sumber : http://www.geocities.com/marzhus2000/forex/islam.htm

    YAng kedua :

    Sebagian umat Islam meragukan ke halalan praktik perdagangan berjangka. Bagaimana menurut pandangan para pakar Islam?
    “Jangan engkau mengambil sesuatu yang tidak ada padamu”
    Sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadist riwayat Abu Hurairah.

    Sementara Fuqaha ( ahli Fiqih Islam ) hadist tersebut di tafsirkan secara saklek. Pokoknya, setiap praktik jual-beli yang tidak ada barangnya pada waktu akad hukumnya haram. Penafsiran secara demikian itu tidak pelak lagi, membuat Fiqih Islam sulit untuk memenuhi tututan jaman yang terus berkembang denganb perubahan-perubahannya.

    Karena itu sejumlah Ulama Klasik yang terkenal dengan pemikirannya yang cemerlang, menentang cara penafsiran yang terkesan sempit tersebut. Diantaranya Ibnu Alqoyyim , ulama bernazhab Hambali ini berpendapat, bahwa “tidak benar jual-beli barang yang tidak nampak barangnya tersebut di larang”. Baik dalam Al-Qur’an, sunnah maupun fatwa para Shahabat, larangan tersebut tidak ada. Dalam Sunnah Nabi hanya terdapat “larangan menjual barang yang belum ada”, sebagaimana larangan beberapa barang yang sudah ada pada waktu akad.

    “Causa legis atau ilat larangan tersebut bukan ada atau tidak adanya barang, melainkan Gharar”, ujar Dr Syamsul Anwar MA dari IAIN SUKA Jogyakarta menjelaskan pendapat Ibn AlQayyim.

    Gharar adalah ketidak pastian tentang apakah barang yang di perjual-belikan itu dapat diserahkan atau tidak. Misalkan sesorang menjual unta yang hilang, atau menjual barang milik orang lain padahal tidak diberi kewenangan oleh yang bersangkutan.

    Jadi meskipun pada waktu akad barangnya tidak ada, namun ada kepastian di adakan pada waktu diperlukan sehingga bisa di serahkan kepada pembeli, maka jual-beli tersebut sah. Sebaliknya, kendati barangnya sudah ada tapi -karena satu dan hal lain- tidak mungkin di serahkan kepada Pembeli, maka jual beli itu tidak sah.

    Perdagangan berjangka jelas bukan Gharar, sebab dalam kontrak berjangkanya, jenis komoditi yang di jual-belikan sudah di tentukan. Begitu juga dengan jumlah, mutu dan tempat serta waktu penyerahannya. Semuanya berjalan di atas rel aturan resmi yang ketat, sebagai antisipasi terjadinya praktek penyimpangan berupa penipuan – satu hal yang sebenarnya bisa juga terjadi pada praktik jual-beli konvensional.

    Dalam Perspektif Hukum Islam, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) – Forex adalah termasuk bagian dari PBK- dapat di masukkan dalam kategori al-Masa’il al Mu’ashirah atau masalah-masalah hikum Islam Kontemporer. Oleh karena itu, status hukum nya dapat di kategorikan kepada masalah Ijtihadiyah. Klasifikasi Ijtihadiyah termasuk kedalam wilayah fi ma la nasha fih, yakni masalah hukum yang tidak mempunyai referensi nash hukum yang pasti.

    Dalam kategori masalah hukum al-sahrastani, ia termasuk kedalam paradigma al-Nushush qad intahat wa alwaqa’i la tatanahi. Artinya nash hukum dalam bentuk Al-Qur’an dan Sunnah sudah selesai; tidak ada lagi tambahan. Dengan demikian, kasus-kasus hukum yang baru muncul harus di berikan kepastian hukumnya melalui Ijtihad.

    Dalam kasus hukum PBK, Ijtihad dapat merujuk pada teori perubahan hukum yang di perkenalkan oleh Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan, “Fatwa hukum dapat berubah karena beberapa variable Perubahnya. Yakni: niat, waktu, tempat, tujuan dan manfaat”.

    Teori perubahan hukum ini diturunkan dari paradigma ilmu hukum dari gurunya, yaitu Ibn Taimiyyah yang menyatakan bahwa: “al-Haqiqat fi al-’ayan la fi al-adzhan”. Artinnya kebenran hukum itu dijumpai dalam kenyataan empirik, bukan dalam alam pemikiran atau alam idea.
    Paradigma ini di turunkan dari Prinsip Hukum Islam tentang keadilan yang dalam Al-Qur’an digunakan istilah al-mizan, a-qisth, al-wasth, dan al-’adl.

    Dalam penerapannya, secara khusus masalah PBK dapat dimasukan kedalam bidang kajian fiqih al-siyasah maliyyah, yakni politik hukum kebendaan. Dalam kata lain, PBK termasuk kajian hukum Islam dalam pengertian bagaimana hukum Islam diterapkan dalam masalah kepemilikan atas harta benda, melalui Perdagangan Berjangka Komoditi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas.

    Realisasi yang paling mungkin dalam rangka melindungi pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam Perdagangan Berjangka Komoditi dalam ruang dan waktu serta pertimbangan tujuan dan mafaatnyadewasa ini, sejalan dengan semangat dan bunyi UU No. 32/1977 tentang PBK.
    Karena teori prubahan hukumseperti di jelaskan di atas, dapat menunjukan elastisitas hukum Islam dalam kelembagaan dan praktek perekonomian, maka PBK dalam sistem hukum Islam dapat di analogikan dengan bay al-salam ‘ajl bi ‘ajil.

    Bay al-salam dapat di artikan sebagai berikut:
    Al-salam atau Al-salaf adalah bay’ ajl bi ‘ajil, yakni memperjual- belikan sesuatu yang dengan ketentuan sifat-sifatnya yang terjamin kebenarannya. Di dalam transaksi demikian, penyerahan ra’s al-’mal dalam bentuk uang sebagai nilai tukar didahulukan daripada penyerahan komoditi yang di maksud dalam transaksi itu. Ulama Syafi’iyah dan Hambaliyah mendefinisikannya dengan: “akad atas komoditas jual-beli yang diberi sifat terjamin yang di tangguhkan (berjangka) dengan harga jual yang ditetapkan didalam bursa akad”.

    Keabshahan transaksi jual-beli berjangka, ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat sebagai berikut:

    1. Rukun.

    Sebagai unsur-unsur utama yang harus ada dalam suatu peristiwa transaksi. Unsur-unsur utama dalam bay’ al-salam adalah:

    * Pihak-pihak pelaku transaksi (’aqid) yang disebut dengan istilah Muslim atau Muslim ilaih.

    * Objek transaksi ( ma’qud ilahi ), yaitu barang-barang komoditi berjangka dan nilai tukar ( ra’s al-mal al-salam dan al-muslim fih ).

    * Kalimat transaksi ( sighat a’qad ), yaitu ijab dan qabul. Yang perlu di perhatikan dari unsur-unsur tersebut adalah bahwa ijab dan qabul dinyatakan dalam kalimat dan bahasa yang jelas menunjukan transaksi berjangka. Karena itu Ulama Syafi’iyyah menekankan penggunaan istilah al-salam atau al-salaf didalam kalimat transaksi itu dengan alasan bahwa ‘aqd al-salam adalah bay’ al-ma’dum dengan sifat dan cara berbeda dari aqad jual dan beli ( BUY ).

    2. Syarat-syarat.

    * Persyaratan menyangkut object transaksi, yaitu bahwa object transaksi harus memenuhi kejelasan mengenai: Jenisnya ( an yakun fi jinsin ma’lumin ), Sifatnya, Ukuran ( kadar), Jangka penyerahan, harga tukar, dan Tempat penyerahan.

    * Persyaratan yang harus di penuhi oleh harga tukar ( al-tsaman). Yaitu: Pertama Kejelasan jenis alat tukar, yaitu Dirham, Dinar, Rupiah atau Dollar dsb atau barang-barang yang dapat di timbang, disukat dsb. Kedua kejelasan jenis alat tukar apakah Rupiah, USD, EUR, CHF atau sebagainya. Apakah timbangan yang disepakati dalam bentuk Kilogram, pond, atau lainnya.

    * Kejelasan dalam tentang kwalitas object transaksi, apakah kwalitas istimewa, baik sedang atau buruk. Syarat-syarat di atas ditetapkan dengan maksud menghilangkan Jahalah fi al- ‘aqd atau alasan ketidak tahuan kondisi-kondisi barang pada saat transaksi. Sebab hal ini akan mengakibatkan terjadinya perselisihan di antara pelaku transaksi.

    * Kejelasan Jumlah harga tukar. Penjelasan di atas nampaknya sudah dapat memberikan kejelasan kebolehan PBK. Klaupun dalam pelaksanaannya masih ada pihak-pihak yang di rugikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka dapatlah digunakan kaidah hukum atau legal maxim yang berbunyi: “ma la yudrak kulluh la yudrak kulluh”, yaitu : Apa yang tidak dapat digunakan semuanya, maka tidak perlu di tinggalkan keseluruhannya.

    Dengan demikian, hukum dan pelaksanaan PBK sampai batas-batas tertentu boleh di nyatakan dapat diterima, atau setidak-tidaknya sesuai dengan semangat dan jiwa norma hukum Islam, dengan menganalogikan kepada bay’ al-salam.

    Sumber : http://borneo.blogsome.com/2007/02/22/forex-dalam-sudut-pandang-islam/

    Yang ketiga :
    Fatwa dari MUI

    FATWA
    DEWAN SYARI’AH NASIONAL
    NO: 28/DSN-MUI/III/2002
    Tentang
    JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF)

    Menimbang :
    Mengingat :
    Memperhatikan :
    MEMUTUSKAN :
    Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF)

    Pertama : Ketentuan Umum:
    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
    2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
    3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
    4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

    Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing

    1. Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari (?????? ??? ????? ??????) dan merupakan transaksi internasional.
    2. Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).
    3. Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).
    4. Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

    Ketiga :
    Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

    Sumber :
    http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&pg=2

    ================================================
    Genghis Khun:
    Tulisan tersebut sudah sering saya baca pak, dan saya SANGAT SEPAKAT dengan isinya.
    Pembahasan JENIS BARANG yang diperjual Belikan=> Boleh.
    Sedangkan saya membahas MEKANISME jual beli.
    Contoh; saya membahas apakah (mekanisme) SDSB itu Judi? tetapi anda malah berargumen dengan ‘Jual Beli kertas adalah BOLEH’
    Jawaban anda benar tapi mengaburkan inti permasalahan pak.

    Kemudian saya beri garis bawahi fatwa MUI:

    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
    2. …
    3. …
    4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.


    Mari kita renungkan bersama. Trims

  12. Rasajati says:

    maaf ya pak, bukannya saya tidak mau menimpali argumen bapak tentang sudut pandang, (itu hal yg mudah…!) sementara saya baca dari pembahasan bapak terhadap bapak try on June 20, 2009 3:06 pm, saja sudah salah “menurut saya” jadi saya tidak perlu lagi memberikan sudut pandang yang lain, dari tulisan diatas saja saya rasa sudah jelas banget, hanya saja bapak belum bisa menerimanya, itu saja, dari komentar bapak try saya rasa sudah jelas.

    untuk bahan pertimbangan saja pak, sebelum bapak membuat/menyimpulkan hukum :

    siapa yg membuat nilai mata uang itu bergerak..?
    kepada siapa kita bertransaksi jual beli mata uang..?

    menurut saya jawabannya bukan “BROKER” jadi ga perlu menitik beratkan argumen ini kepada broker.

    masalah mekanisme / alur menurut saya ga ada masalah asal suka sama suka, itu yg saya maksudkan kedalam ayat diatas, jadi bukan judi.

    sementara menurut bapak “Judi, baik dilakukan dengan suka sama suka/ terpaksa, tetaplah Judi”. disini letak ketidak adilan dari sebuah argumen, kita mau mencari titik/sudut pandang dulu, bapak malah sudah mem-vonis JUDI.

    kalau begitu malah saya bilang bapak lari dari kontek diatas. terima kasih, mohon adil dalam mencari titik temu, jangan langsung mem-vonis.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Sepertinya Perbedaan Sudut Pandang ini mulai jelas pak.
    Saya coba simpulkan point2 diskusi kita sejak awal:

    1. Forex dan Money Changer itu suatu peniagaan nilai tukar mata uang, dan tidak bisa di hapus selama di dunia ini masih ada manusia dengan negara yg berbeda dan mata uang yg berbeda.

    2. MODEL/ MEKANISME Jual Beli Forex TIDAK SAMA dengan Money Changer/ Jual beli pd Umumnya (emas, komputer dan cabe keriting)

    SUDUT PANDANG TENTANG JUDI
    3. Sudut pandang saya menunjukkan bahwa FOREX adalah JUDI bila dilihat dari ALUR-nya. Sedangkan Money Changer BUKAN JUDI.

    KONSEKUENSINYA:
    Semua Jual Beli (termasuk togel, SDSB, PORKAS), bila ALUR-nya berubah, maka Judi bisa berubah menjadi bukan judi, atau sebaliknya.

    4. Sudut pandang anda menunjukkan bahwa selama perniagaan atas dasar suka sama suka, itu BUKAN JUDI.

    KONSEKUENSINYA:
    Semua Jual Beli (termasuk togel, SDSB, PORKAS), bila dilakukan atas dasar SUKA SAMA SUKA, maka bukan Judi.

    Saya tawarkan, mari kita sepakati lebih dulu, kemudian nanti kita uji masing-masing sudut pandang tsb. Jadi diskusi kita nanti bisa terarah. Gimana pak?

  13. Rasajati says:

    saya setuju pak, teruskan…!, satu masukan dari saya, kita ga boleh lari dari TEMA, yaitu JUAL-BELI, dan masukan dari saya lagi: SDSB, PORKAS, TOGEL darimana anda lihat kalo ketiganya termasuk kedalam JUAL-BELI, saya bilang bukan, itu mutlak JUDI, yaitu, Undian NASIB

    beda FOREX dgn SDSB, PORKAS dan togel :

    forex = murni perniagaan (jual beli)
    SDSB dan sejenisnya = Undian Nasib (bukan Jual beli)

    itu dulu deh…!

    ================================================
    Genghis Khun:
    Diskusi makin menarik :)
    Forex = murni perniagaan (jual beli)
    Perniagaan Forex ini tidak murni pak. ada PEMAKSAAN untuk CLOSE.
    seharusnya CLOSE harus terpisah seperti niaga yang lain.
    Jadi OPEN terpisah sendiri, CLOSE juga terpisah. Tidak ada FLOATING POSITION.
    Tapi di Forex kalau tidak di close akan terkena margin call, dan atau Bunga harian.
    Ini yang harus kita perjuangkan pak, bila ingin niaga aman.

    SDSB dan sejenisnya = Undian Nasib (bukan Jual beli)
    SDSB dan sejenisnya adalah Jual Beli Judi, faktanya kita bertransaksi, ada penjual, ada pembeli, ada barang yang diperjual belikan (kertas berisi angka).
    Kemudian anda membedakan antara Jual Beli dengan Undian Nasib.
    Padahal Jual Beli itu khan Undian nasib juga pak?
    Masih ingat kasus anda sendiri: Emas, komputer, cabe keriting?
    Beli di harga tinggi, tapi ternyata harga lalu turun..

    Biasanya pertanyaan seperti ini akan dijawab;
    Dalam judi TIDAK ADA ANALISIS.
    Padahal dalam Judi pertandingan Tinju, Sepak Bola atau Pacuan Kuda, tidak asal ‘undian nasib’. Tentu mereka memakai ANALISA.
    Yaitu Analisis tentang track record pemain2 nya, kondisi fisik, kejadian sebelum bermain, cedera sebelumnya, faktor-faktor lain, dll.

    Argumen anda tentang perbedaan antara Jual Beli Wajar dengan Judi masih lemah pak.
    Padahal Perbedaan itu sudah sangat TEGAS pada perbedaan ALUR-nya.

  14. orang sawah says:

    forex bukan judi

    Pada dasarnya perbedaan judi dgn “futures trading” Sbb

    1. FAKTOR PENGGERAK HARGA
    JUDI : 100% ditentukan oleh bandar
    FUTURE TRADING : Supply vs demand, dgn dasar alasan makro ekonomi yang jelas, serta pengaruh berita ekonomi, politik dsb…

    2. LEGALITAS
    JUDI : ILEGAL
    FUTURE TRADING : Sah dan Legal

    3. DASAR HUKUM
    JUDI : TIdak Ada
    FUTURE TRADING : UU no 32 Th 1997
    PP No 10 tgl 27 Januari 1999
    Keppres No 12 tgl 27 Januari 19999
    SK Kepala Bappebti
    Aturan & Regulasi BBJ dan KBI

    4. TINGKAT PROFIT
    JUDI : Dibatasi
    FUTURE TRADING : Tidak dibatasi, tergantung analisa & Strategi Trading tiap investor yg berbeda-beda.

    5. Risk Management
    JUDI : Tidak Ada
    FUTURE TRADING : Ada & sangat Fleksibel

    6. ANALISA
    JUDI : Umumnya tidak ada, kalaupun ada cenderung Subjektif dan tidak logis
    FUTURE TRADING : Ada & Objektif ( Analisa Teknika/grafikl dan fundamental/berita )

    7. TINGKAT SPEKULASI
    JUDI : 100% SPEKULASI
    FUTURE TRADING : Ada, tapi sangat kecli, krn kita bertransaksi berdasarkan analisa &”trading Plan”yang logis

    Forex dalam Pandangan Islam

    Aser Oswara wrote :
    Ada 3 tingkatan pengambilan sebuah keputusan baik itu keputusan dagang, investasi, atau yg lainnya:

    1. Spekulasi (ketidaktahuan) mencoba mendiskon masa depan,mengambil sebuah keputusan sebelum sebuah itu merupakan fakta/sebelum sebuah itu diputuskan oleh pihak penentu kebijakan sehingga menjadi untung-untungan.
    2. Hipotesis (prasangka) dalam ranah ini subyektif kita mulai mempertimbangkan segala macam kemungkinan2 (baik/buruk) karena dipengaruhi oleh faktor2 eksternal.
    3. Analisis (berdasar teori ilmiah) pengambilan keputusan secara obyektif berdasar apa yang telah menjadi sebuah fakta/telah diputuskan oleh pihak yang terkait dan bukan simpang siur lagi.

    Ketiga tahapan ini berdasar ceramah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dan ini pendapat saya sendiri. Dua yang pertama adalah masuk kategori judi/gharar dan yang ketiga sudah dalam tahap ilmiah tetapi ini pun masih dipertentangkan antara Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal dengan sifatnya masing-masing.
    Sesuatu dikatakan judi karena mencoba membeli masa depan, yaitu akad/kontrak pembelian/penjualan pada nilai barang saat itu yg belum pasti (contoh di BetOnMarkets pembelian kontrak didasarkan pada waktu ke depan dan bukan harga spot pada saat melakukan kontrak, dan judi2 lainnya), sedangkan investasi adalah mencoba mendapatkan nilai tambah ke depan dari suatu barang yang pembeliannya pada harga yang sudah jelas saat terjadinya akad.

    Adapun yang dimaksud gharar adalah ketidakpastian barang yang diperjual belikan pada waktu akadnya, contoh pada jaman jahiliyah yang tidak boleh diperjual belikan itu buah yang masih berada di pohonnya dan jual beli hasil laut sebelum diketahui jumlahnya secara pasti, di sini jelas ada unsur spekulasi/hipotesis dalam pengambilan keputusannya yang dapat merugikan kedua belah pihak, yang mana dalam melakukan jual-beli itu harus berkeadilan sesuai hukum Islam dan tidak ada pihak2 yang dirugikan, sedangkan dalam jual beli valas ini nilai yang diperjual-belikan itu jelas yaitu nilai spot pada saat melakukan jual/beli.

    Jadi disini jelas judi/gharar dalam forex itu sudah mentah dan tidak perlu dibahas lagi dan jual-beli valuta asing itu sah-sah saja walaupun keuntungan yang diperoleh berdasarkan spread tanpa ada usaha sedikitpun, seperti yang dilakukan para broker/perantara.

    Yang menjadi masalah di sini adalah proses jual-belinya itu sendiri di mana sebagian besar trader-trader Indonesia dan seluruh dunia dalam melakukan jual beli valuta asing adalah melalui OTC (over the counter/di luar bursa sentral) di mana trader satu melakukan jual-beli dengan trader lain melalui broker dan tidak pelak lagi adanya keuntungan trader satu dengan kerugian trader yang lain ini tidak berdasarkan keadilan.
    Ini yang dipertentangkan banyak pihak.

    Dalam Islam uang bukan untuk diperjual-belikan, melainkan sebagai alat tukar. Inipun masih rancu karena yang sebenarnya diperjual-belikan itu adalah mata uang asing yang nilainya jelas berbeda, yang tidak boleh adalah membeli rupiah dengan rupiah atau emas dengan emas dalam takaran yang sama.

    Jadi sekali lagi jual beli valas itu sah-sah saja selama membeli valas yang satu dengan yang lain dengan jumlah tunai sesuai dengan kurs yang berlaku.
    Dalam forex sudah jelas kita membeli pada harga spot (harga pada waktu transaksi kontrak, bukan masa depan), yang menjadi masalah adalah prosesnya yaitu perdagangannya yang benar2 tidak produktif, maksudnya tidak mencerminkan proses perdagangan fisik secara umum di mana inti perdagangan yaitu keuntungan untuk kedua belah pihak secara adil dan bermanfaat.

    Seperti yang kita ketahui sesuatu itu dikatakan halal/haram berdasarkan 2 hal yaitu halal/haram karena barangnya sendiri dan halal/haram berdasar prosesnya.
    Kesimpulannya adalah balik ke diri masing-masing berdasar kata hati.
    Kalau saya sih forex itu saya samakan seperti rokok yaitu sama2 masuk ke dalam ruang masalah kontemporer dan karena itu kita tidak bisa menentukan secara mutlak apakah halal/haram, melainkan hanya sebatas baik atau tidak baik bagi para pelaku industri ini.

    Semoga pemahaman kita-kita dapat diberi petunjuk oleh Yang Di Atas.

    Pendapat Lainnya

    Fabianto wrote:
    Ikutan komentar yah pak soal spekulasi dan investasi :D
    Saya setuju dengan definisi spekulasi Pak Aditya yang menekankan pentingnya manajemen resiko.
    Tapi kalau saya baca tulisan2 sebelumnya kesannya ada benturan antara spekulasi dan investasi padahal menurut saya tidak perlu ada pertentangan di antaranya.

    Investasi adalah suatu usaha mempercayakan sejumlah dana atau materi kepada pihak tertentu dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari bertambahnya nilai uang atau materi yang dipercayakan tersebut. Nah menurut saya dalam investasi itu sendiri terkandung suatu spekulasi karena tidak seorang pun tahu masa depan.

    Contohnya kita beli tanah beberapa meter persegi atau beberapa hektar dengan harapan harga tanah akan naik di masa depan karena selama ini yang terjadi adalah seperti itu padahal ada resiko bahwa harga tanah akan turun entah karena apa. Jadi ketika kita membeli tanah memang kita menginvestasikan sejumlah uang kita dengan membeli tanah tapi di dalam investasi itu terkandung resiko di masa depan yang berarti kita berspekulasi bahwa harga tanah akan naik di masa depan.

    Contoh lain adalah kita menginvestasikan sejumlah uang kita dengan menjadi investor di sebuah perusahaan. Itu berarti kita mempercayakan uang tersebut untuk dikelola sehingga di masa depan menghasikan keuntungan untuk kita. Tapi di situ terkandung pula spekulasi karena kita berharap bahwa perusahaan tersebut dapat menjalankan bisnisnya dengan baik dan menghasilkan keuntungan padahal ada pula resiko bahwa perusahaan tersebut mengalami kerugian.

    Bagi saya suatu hal yang salah ketika menyamakan spekulasi dengan judi. Memang judi pun adalah suatu bentuk spekulasi tapi menurut saya judi itu adalah suatu bentuk spekulasi yang tidak bertanggung jawab yang di dalamnya hanya semata2 mengandalkan keberuntungan di masa depan, tidak ada usaha yang riil di dalamnya. Misalnya kita main lempar dadu atau main rolet, itu adalah suatu bentuk judi.

    Lalu apakah forex itu judi? Ada unsur spekulasi iya, tapi judi belum tentu.
    Jika seseorang hanya mengandalkan keberuntungan semata-mata maka forex menjadi judi bagi dirinya. Tapi dalam forex ada macam2 analisis berikut dengan kelemahan dan kelebihannya. Jadi di dalamnya ada usaha, bukan hanya mengandalkan keberuntungan. Di samping itu di balik forex ada yang menggunakan mata uang tersebut untuk sektor riil seperti yang dilakukan oleh pemain2 besar dalam hedging atau lindung nilai.
    Itulah mengapa forex menurut saya bukan zero sum game seperti pendapat beberapa orang karena ada usaha yang bergerak di belakang forex itu bukan hanya pihak yang rugi atau untung dari spekulasi forex.

    N. Muhammady wrote :
    Yup …
    memang ada sebagian masyarakat (muslim) yang memandang FX Trading adalah sebuah kegiatan judi yang haram hukumnya …. IMHO – In my Humble Opinion menurut saya perbedaan menyolok antara FX Trading & Judi adalah :
    Judi : Sepenuhnya tergantung pada nasib. kita tidak bisa memperkirakan apakah kita akan rugi atau untung dalam judi. Ketika dadu di lempar atau ketika nomor undian diacak .. maka sepenuhnya tergantung pada NASIB.
    SEBERAPA KERAS usaha kita untuk memprediksi, menalar dan sebagainya …. Kita TIDAK AKAN PERNAH TAHU apakah nomor kita yang akan keluar sebagai pemenang.
    Hal ini dilarang karena dalam Islam sendiri diajarkan jika kita menginginkan sesuatu maka kita harus ber-ikhtiar (BERUSAHA) semampu kita sesuai dengan apa yang ada di dalam diri kita (skill, ilmu, tenaga dan lain sebagainya), setelah itu barulah kita menyerahkan semuanya – berhasil atau tidaknya impian itu kepada Tuhan (tawakal) dengan cara berdoa dan lain sebagainya.
    FX Trading : Ini adalah sebuah kegiatan perdagangan (jual-beli).
    Produk yang ditawarkan adalah mata uang uang suatu negara dengan mata uang negara lain (euro/usd, usd/jpy dan lain sebagainya). Kenapa uang diperdagangkan? Saya kira kita semua sudah memahaminya kan?

    So .. dalam FX Trading ada hukum jual dan beli yang harus dipatuhi. Hanya saja perbedaan antara FX trading dengan kegiatan perdagangan yang lain adalah fluktuasi harga yang terus berubah ubah dengan sangat cepat. Hal inilah yang kemudian membuat sebagian orang menganggap FX trading sebagai JUDI.
    Kenapa? Karena mereka menganggap bahwa perubahan tersebut tidak bisa diprediksikan. SALAH!
    Dalam FX trading kita berurusan dengan POLA PIKIR MANUSIA … tentang bagaimana orang akan bereaksi terhadap suatu hal atau kejadian dan ILMU untuk memahami itu semua ada dan bisa dipelajari secara ILMIAH.

    Oleh karena itu dalam FX Trading kita kenal adanya ILMU analisa – Technical dan juga Fundamental. (mungkin ada yang mau menjabarkan lebih lengkap tentang dua teknik ini?). Dari dua Teknik ini kita bisa memprediksikan ke mana harga akan bergerak hingga kita bisa mengambil keuntungan.

    Catatan. FX Trading bisa saja menjadi JUDI .. jika kita melakukan trading tanpa adanya usaha untuk mempelajarinya segala sesuatu yang menyangkut kegiatan ini …. tanpa adanya usaha untuk menganalisa, melakukan perhitungan dan lain lain.

    Kesimpulan : Jika saya ASAL pasang OP (pokoknya pasang, trus berharap untung) tanpa adanya perhitungan … tanpa adanya analisa dan lain sebagainya maka saat itu SAYA SEDANG BERJUDI.
    Tapi jika OP saya itu adalah hasil dari proses analisa, hitung hitungan super ruwet, berburu berita dan lain sebagainya … maka saya nggak bisa disebut sebagai penjudi dong! Karena di sini saya sudah BERUSAHA ….
    Oleh karena itu JADILAH SEORANG ANALYST!

    Jadi … ?

    Hal yang jadi pertimbangan lainnya, seandainya itu adalah perjudian maka tentulah investasi ini dilarang keberadaannya oleh pemerintah Indonesia maupun oleh pemerintah negara lainnya. Alih-alih dilarang, keberadaannya semakin menguat dan perputaran uang yang terjadi malah yang terbesar dibanding produk bursa lainnya.

    Di Indonesia sendiri keberadaannya diatur secara resmi melalui UU No. 32 Tahun 1997 yang membahas Margin Trading. Memang ada undang-undang mengenai perjudian yang isinya adalah melarang kegiatan perjudian. Sementara forex trading keberadaannya diatur oleh undang-undang, bukan dilarang.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Wah makin menarik diskusinya, ada beberapa yang saya cermati dari tulisan panjang tersebut, terutama sisi ANALISA dan LEGALITAS

    1. FAKTOR PENGGERAK HARGA
    Ada artikel menarik di Priyadi.net

    tertulis;

    “Secara sederhana, para pelaku jual beli forex secara keseluruhan tidak rugi dan tidak untung. Untuk melakukan perdagangan forex, seorang pemain menyetorkan modalnya. Dengan modal ini pemain tersebut mengincar setoran modal dari pemain lainnya untuk memperoleh keuntungan. Dan sebaliknya, seluruh pemain lain juga akan mengincar modal yang kita gunakan. Dengan kata lain, sesama pemain forex adalah lawan. Keuntungan satu pemain murni adalah kerugian pemain lainnya, dan sebaliknya.”

    2. LEGALITAS
    SDSB dan PORKAS dulunya adalah LEGAL. menjadi ILEGAL karena banyak yang protes.
    Akan muncul pertanyaan; apakah dulu waktu masih legal bukan judi?
    Artinya argumen ini lemah, tidak menentukan Judi atau Bukan Judi.

    3. DASAR HUKUM
    SDSB dan PORKAS yang dulunya diLEGALkan dan diatur oleh Pemerintah tentu saja punya dasar Hukum.

    4. TINGKAT PROFIT
    Ini berhubungan dengan nomer 1.

    “Keuntungan satu pemain murni adalah kerugian pemain lainnya, dan sebaliknya.”


    Artinya dalam Forex, profit itu ada batasnya.

    Lalu bila kita masuk ke Casino di Las vegas rutin berhari-hari, bukankah profit judi ini tak terbatas?

    5. Risk Management
    Dalam Judi dan Forex = tidak ada Risk Management.
    Money Changer = Ada Risk Management

    Masalah ini silahkan baca di:
    belajarforex.com

    Tertulis;

    “APAKAH UANG YANG SUDAH ANDA
    PERTARUHKAN BISA KEMBALI ATAU MINIMAL DAPAT DIMINIMALISASI KERUGIANNYA?? JAWABNYA TIDAK.
    ….
    MANAGEMEN RESIKO dalam FOREX hanyalah (Bagaimana) CARA bermain.
    sama artinya dengan CARA MENGGORENG KUETIAWNYA, bukan MENYIMPAN DALAM KULKAS (biar gak basi bila kuetiewnya tidak laku).

    6. ANALISA
    JUDI : Umumnya tidak ada, kalaupun ada cenderung Subjektif dan tidak logis(??)
    => Judi pertandingan tinju, sepak bola, pacuan kuda sudah pasti ada analisanya pak. Tidak asal tebak. Analisis tentang track record pemain2 nya, kondisi fisik, kejadian sebelum bermain, cedera sebelumnya, faktor-faktor lain, dll.
    artinya, dalam judi di atas juga ada analisis yang logis.

    7. TINGKAT SPEKULASI
    Arti spekulasi disini sesuai fatwa MUI adalah sekedar untung-untungan. Bukan untuk pergi ke luar negeri atau membeli sesuatu berdasarkan mata uang bersangkutan.
    Dalam Forex, sudah jelas, mencari keuntungan dari selisih antar mata uang.

    Tulisan berikutnya sebenarnya sudah jelas lho;

    Forex dalam Pandangan Islam
    Aser Oswara wrote :
    ….
    Sesuatu dikatakan judi karena mencoba membeli masa depan, yaitu akad/kontrak pembelian/penjualan pada nilai barang saat itu yg belum pasti (contoh di BetOnMarkets pembelian kontrak didasarkan pada waktu ke depan dan bukan harga spot pada saat melakukan kontrak, dan judi2 lainnya), sedangkan investasi adalah mencoba mendapatkan nilai tambah ke depan dari suatu barang yang pembeliannya pada harga yang sudah jelas saat terjadinya akad.

    Bila kita bikin diagram/ alur:
    #JUDI :
    Beli : Nilai jelas => Transaksi
    Jual : Transaksi dulu => nilai akhir menyusul

    #INVESTASI
    Beli : Nilai jelas => Transaksi
    Jual : Nilai jelas (lebih tinggi dari harga beli) => Transaksi

    Bagaimana dengan Forex?
    Open: Nilai jelas => Transaksi
    Close: Transaksi dulu => nilai akhir menyusul

    Sama dengan Judi.

    Catatan untuk Pembaca:
    Harap diperhatikan bahwa Diskusi di sini hanya membahas FOREX dari sisi Judi atau Bukan. sedangkan masih banyak sisi yang lain yang perlu di bahas, misalnya:
    - Leverage
    - Tujuan Jual Beli
    - Bunga/ Interest Harian

    Paling aman ya via Money Changer.

    • syafix says:

      “Secara sederhana, para pelaku jual beli forex secara keseluruhan tidak rugi dan tidak untung. Untuk melakukan perdagangan forex, seorang pemain menyetorkan modalnya. Dengan modal ini pemain tersebut mengincar setoran modal dari pemain lainnya untuk memperoleh keuntungan. Dan sebaliknya, seluruh pemain lain juga akan mengincar modal yang kita gunakan. Dengan kata lain, sesama pemain forex adalah lawan. Keuntungan satu pemain murni adalah kerugian pemain lainnya, dan sebaliknya.”

      Klo ini JUDI, karena melawan trader/ broker.. nah ini termasuk broker bandar bang khun… tp klo bukan broker bandar, kita tidak melawan broker atau trader, tp mengikuti harga pasar, bahasa kasarnya ( melawan pasar )
      menurut saya sih, silakan saja yg trading ataupun gak, jujur saya trader ( pedagang online di FX) komentar di atas sudah ada yg mengatakan kalau broker itu ada yg bandar dan ada yg tidak. semua broker juga berbeda dengan peraturan-peraturannya, akan tetapi broker legal banyak yg sama peraturannya. wah makin asik aja nih, ok lanjut bang, sampai ketemu permasalahan jual beli ( haram vs halal ) salam

      =================================================
      Genghis Khun:
      Salam
      Judi tidak dilihat dari siapa vs siapa pak.
      Judi menyoroti model/ mekanisme permainannya. BAhkan definisi judi pun berbunyi “suatu permainan yang…”
      Contoh SDSB. siapa vs siapa? SDSB adalah Sumbangan Dana sosial anda pasti tahu itu..
      Lho kenapa Judi? karena mekanismenya sumbangannya tidak wajar

  15. Rasajati says:

    maaf pak saya belum setuju dengan tanggapan bapak terhadap argumen saya tentang jual beli dan JUDI, sementara argumen saya lemah itu juga masih vonis-an bapak, dan belum saya setujui….dan masih belum saya anggap selesai, sebelum sampai pada alur jual belinya, kita definisikan dulu kata “JUAL BELI” dari sudut pandang masing2 oke,..?

    JUAL BELI menurut saya, disini ada dua kata, jual dan beli, yg kita bahas sekarang adalah kegiatan/praktek jual beli yg di lakukan seseorang, sehingga orang itu bisa di katakan pedagan / Trader, begini saya ambil contoh saja biar lebih objektif ke sasaran, begini:

    JUAL BELI: cari untung/profit dari selisih jual dan beli di pasar tradisional ataupun digital online (forex), contoh prantek jual beli :

    beli motor -> Jual motor -> selisih harga = profit/rugi
    beli komputer -> jual komputer -> selisih harga = profit/rugi
    beli cabe -> jual cabe -> selisih harga = profit/rugi

    JUDI: menurut saya sama sekali bukan jual beli karena sifatnya konsumtif. dan satu arah yaitu hanya membeli sesuatu dan berharap dapat keberuntungan yg sifatnya bukan untung/profit, karena ga ada selisih harga.
    contoh: praktek JUDI

    Beli SDSB -> Jual..? (tidak ada) -> tidak ada selisih harga.
    beli Porkas -> Jual ? (tidak ada) -> tidak ada selisih harga.
    dll, jenis JUDI lainnya hanya bersifat konsumtif dan buat praktek Jual dan Beli, Maka itu saya katakan Beda.

    Judi hanya membeli sesuatu tiket Undian dan berharap keberuntungan bukan selisih harga yang dapat menghasilkan Profit/Rugi. sehingga orang yang melakukan kegiatan spt ini tidaklah bisa dikatakan pedagang/trader menurut saya. karena satu arah (konsumtif). karena setelah dia membeli sebuah tiket undian, dia tidak bisa menjualnya kembali kepada sesorang atau siapapun, dengan berharap ada selisih harga sehingga dapat untung/rugi.

    kembali kepada tema pembicaraan sebelumnya:
    Forex = memenuhi syarat untuk dikatakan “JUAL BELI”
    (wajar atau tidak wajar kita bicarakan lagi nanti pada topik “ALUR”)

    Judi (SDSD,PoRKAS,togel,Tinju dll) = tidak memnuhi syarat untuk bisa dikatakan “JUAL BELI” kalo ini anda katakan “HARAM” saya setuju, tapi kalau “JUAL BELI” saya tdk Sejutu 100%.

    Lalu bagaimana menurut anda pak, kalo Undian dan sebangsanya, anda bisa katakan “JUAL BELI” walau pun disitu ada si penjual dan si pembeli, tapi sipembeli tetap tdk bisa dikatakan pedagang/trader karena si pembeli tidak bisa menjual kembali, karena bersifat Konsumtif, tidak spt halnya Forex(trader). jauh beda menurut saya, dan perbedaan ini sangat mencolok dan tidak bisa dikatakan lemah, yg seperti penilaian bapak.

    itu dulu pak kalau setuju baru kita masuk kedalam systematis “ALUR” yg menjadi pedoman bapak.

    satu2 dibahas biar lebih teratur jalan diskusinya jgan asal langsung penilaian sepihak yg membuat diskusi menjadi membosankan, dan menjadi tidak seimbang…

    ================================================
    Genghis Khun:
    Batasan Jual Beli menurut anda; Dua arah.
    Batasan Judi; Satu Arah
    Menarik pak, sebab baru kali ini saya jumpai definisi seperti ini.

    Beberapa artikel yang mengupas tentang Definisi Jual Beli silahkan baca di:
    http://warnetdipo.blogspot.com
    http://hndwibowo.blogspot.com
    http://www.pesantrenvirtual.com

    Secara garis besar bisa disimpulkan, terpenuhi syarat jual beli bila:
    a. Ada Penjual
    b. Ada Pembeli
    c. Ada Transaksi
    d. Benda/ barang/ Jasa yang diperjualbelikan

    Dalam Jual Beli juga ada yang terlarang.

    Artikel saya di atas ada contoh;
    1. Membeli makanan di Warteg.
    2. Jasa berobat ke dokter.

    Contoh tersebut adalah Jual Beli SATU ARAH; makanan di Warteg sudah masuk ke perut tidak bisa dijual lagi.(konsumtif)

    Sedangkan Judi (SDSD,PoRKAS,togel,Tinju dll) ternyata terpenuhi syarat Jual Beli, tetapi dilarang.
    Tambahan:
    Mari kita tengok ulang Tafsir Ibnu Katsir tentang Surat Annisa Ayat 29 sebelumnya (tentang Perniagaan) yang tertulis:

    “Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya yang beriman memakan harta sebagian dari mereka atas sebagian yang lain dengan cara yang batil, yakni melalui usaha yang tidak diakui oleh syariat, seperti dengan cara riba dan Judi serta cara-cara lainnya yang termasuk ke dalam kategori tersebut dengan menggunakan berbagai macam tipuan dan pengelabuan. Sekalipun pada lahiriahnya cara-cara tersebut memakai cara yang diakui oleh hukum syara’, tetapi Allah lebih mengetahui bahwa sesungguhnya para pelakunya hanyalah semata-mata menjalankan riba, tetapi dengan cara hailah (tipu muslihat).”


    Jadi jelas di sini menurut Ibnu Katsir, Judi dan Riba termasuk perniagaan, tapi bathil.

  16. Erwan says:

    Ass…sebelumnya sy minta maaf, ini cuman saran dan bahan renungan saja.hal haram tentang jual/beli forex dibahas tidak akan ada habisnya, baik itu yg menyatakan haram atau menghalalkan forex tersebut. Pada intinya ALLAH SWT jua yg paling berhak menentukan halal dan haramnya forex. ajakan saya cuman 1 hal, mari eratkan tali persaudaraan sesama Muslim / umat beragama.jdkanlah perbedaan sebuah keindahan. intinya perbuatan apapun atau siapapun dia (manusia) akan di pertanggung jawabkan masing2 pihak yg melakukan hal baik/buruk…gimana???,trims…Wasallam

    ================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb.
    Salam kenal pak Erwan,
    Saya kurang setuju dengan istilah “Perbedaan Pendapat”. Alih-alih kita dapatkan “pendapat lain yang sama-sama kokoh”, tetapi yang ada hanya;
    - Pembenaran sepihak dengan dalil yang dipaksakan.
    - Ketidak jujuran informasi. Informasi yang disajikan tidak lengkap.

    Anda bisa membaca diskusi di atas; Forex disebutkan sama dengan jual beli pada umumnya (jual komputer, cabe keriting dll). Padahal FAKTA menunjukkan TIDAK SAMA.
    Jadi ini bukan perbedaan pendapat, tetapi bisa dikategorikan (maaf) penipuan.

    Mengenai Judi sendiri, barangkali anda punya pendapat lain; bagaimana memandang sesuatu itu Judi?

  17. heri says:

    pembahasan yang sangat cerdas pak…
    kita mainan adsense, review ama sell links aja ya yang sama2 untung.. :)

    ================================================
    Genghis Khun:
    Trims.
    Btw, saya sudah berkunjung ke blognya. 20510 total visit since February 20, 2009. Luar Biasa.
    Itu hobby saya waktu SMP. Sepertinya anda akan cocok dengan artikel saya di:
    Rahasia Rangkaian Mesin ElectroCauter rakitan

  18. Cool2Kang says:

    Assalamualaikum wr. wb.

    Salam kenal buat pak Genghis Khun..

    Saya numpang argumen ya pak..

    Sebenarnya semua sudah jelas didalamnya…Jika anda mau berpikir..!!

    Forex itu halal atau haram, semua tergantung kepada yang melakukannya..

    ‘Sekelumit HAL tentang rokok’, ada yang mengharamkan juga masih ada yang menganggapnya sebagai mubah..(padahal rokok juga merugikan orang lain!!Coba apa hukumnya jika seperti itu??)
    Tetapi sungguh ada banyak faktor didalamnya yang sangat rumit,untuk menjadikan rokok menjadi haram!..(mau membunuh semua petani tembakau, expedisi tembakau, pabrik tembakau apa, kalau mau MENGHARAMKAN rokok??)—Ayo berpikir!!

    Sama saja dengan forex, disini sudah pada baca fatwa MUI nggak?MUI kalo buat fatwa itu bener! Nggak pernah main2!!Kalo semua ngaku uda baca kok ya masi pada ribut sih?? Saya copi paste lagi ya biar dibaca lagi lebih seksama dan dipahami!!

    Pertama : Ketentuan Umum:
    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
    Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
    Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
    Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

    Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing
    Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari (?????? ??? ????? ??????) dan merupakan transaksi internasional.
    Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).
    Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).
    Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

    Ketiga :
    Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

    Ditetapkan di : Jakarta
    Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M

    Sudah dibaca dengan seksama?Sangat jelas kan apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkan!Kalo masi belum jelas tak copi paste lagi biar tambah jelas!!

    HALAL :
    -Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari (?????? ??? ????? ??????) dan merupakan transaksi internasional.
    -dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).
    HARAM :
    -Ya sisannya yang disebut halal diatas!!

    Sekarang terserah anda mau merenung dan berpikir atau mau debat kusir?? Kalo saya sih mending berpikir dan tidak memojokkan oramg yang sama kolotnya dengan yang memojokkan..!!

    And The LAst… Kita manusia! Mahluk paling sempurna yang diciptakan ALLAH SWT, apa yang membuat kita sempurna?? Yaitu “AKAL dan PIKIRAN” jadi gunakanlah kesempurnaan kita itu, jangan dikalahkan oleh kepentingan kita, karena kita mati juga nggak akan bawa uang kita!! (Aq kasian dengan orang yang seperti itu)..

    Salam Super buat semua manusia yang mau berpikir..!!

    Wa’alaikum salam WR WB.

    …………..COOL2KANG……………..

    ================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb.
    Salam kenal juga
    Trims atas komentarnya.
    Fatwa MUI itu sudah BENAR dan anda pun benar, bahwa kita harus menggunakan akal dan pikiran.
    Saya copy paste ulang fatwa tersebut dengan penekanan pada huruf tebal:

    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
    2. …
    3. …
    4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

    Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing

    1. Transaksi Spot…(telah jelas)
    2. Transaksi Forward, ….dst.. Hukumnya adalah haram, …dst…
    3. Transaksi Swap, …dst..Hukumnya haram,….
    4. Transaksi Option, ….Hukumnya haram, ….

    Jadi fatwa tersebut sudah jelas (bagi yang mau berpikir khan pak?) bahwa Money Changer berbeda dengan Forex Online.
    - Money Changer menyepakati harga pada saat itu, Jenis transaksinya SPOT. => Halal
    - Forex Online menyepakati harga CLOSE yang akan datang (belum diketahui). Termasuk Jenis transaksi Forward, Swap dan Option.
    = > Haram

    Oiya Ada yang kurang, anda belum menunjukkan pada saya;
    Anda jelas muslim dan tahu bahwa Judi itu ada, tetapi bagaimana cara anda menentukan sesuatu itu JUDI atau BUKAN JUDI?
    Mohon dijelaskan ya pak/ bu, sebab akal saya di sini sangat kurang..

  19. Cool2Kang says:

    Assalamualaikum wr. wb.

    Pak Genghis Khun sahabat saya..

    Maap ya pak GEnghis Khun, sungguh bukan maksud saya, untuk berbicara saya lebih berakal, saya cuma ingin mengajak untuk berpikir dengan akal bukan siapa yang lebih berakal atau kurang berakal, sungguh bukan itu tujuan saya… Maaf jika anda merasa tersinggung dengan posting saya.. Tapi tak ada sedikit pun maksud untuk menyinggung perasaan orang lain.. Kita memang harus kenal satu sama lain dengan lebih dekat…^_^

    Anda bertanya tentang bagaimana saya menentukan sesuatu itu JUDI atau BUKAN JUDI, maka saya akan menjawab tanpa mengutip ayat atau hadits pun sudah jelas jika judi itu sesuatu usaha untuk mempertaruhkan uang/jasa/benda/apapun itu yang menurut manusia mempunyai harga/nilai untuk mendapatkan hasil yang lebih dari apa yang telah dipertaruhkan..(bagaimana menurut anda?) Dan juga pasti judi itu menguntungkan salah satu pihak sekaligus merugikan pihak lain.

    Maaf sebelumnya ya pak Genghis Khun, kok rasanya anda kurang obyektif dalam hal ini? Apa karena anda sudah merasa didesak terus-menerus dengan posting2 sebelumnya atau bagaimana?

    Ayo kita baca lagi fatwa MUI sekali lagi agar kita dapat mengambil hikmah didalamnya…Sekali lagi bukan saya menganggap anda kurang akal, malah saya menganggap anda kehabisan akal disini.. Tetap sabar dan berkepala dingin bro untuk dapat menghasilkan sesutau yang positif..!!(sekali lagi maaf yaa!!) Begini bunyinya :
    Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati,kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

    To de point ya bro..Sangat jelas disini, jikalau forward dan langsung menentukan dimana titik kita rugi dan dimana titik untung itu bukanlah suatu judi, karena apa? Karena didalamnya sudah disepakati/agreement untuk menentukan suatu keuntungan/kerugian yang akan didapat ketika kita bertransaksi pada awalnya, jikalau sampai pada beberapa hari tidak tercapai kedua titik tersebut itu terserah pada yang bersangkutan..Jelas bukan?!! Ayo kita pikirkan lagi dengan obyektif!(kalau memang pemikiran saya salah mohon diluruskan, kalau memang bisa diterima ya mohon kekerasan kepalanya di kurangi^_^)

    Terima kasih atas kebesaran hatinya bro..Saya juga berterima kasih atas ilmunya juga ^_^

    Wa’alaikum salam wr. wb.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Assalamualaikum wr. wb.

    Komentar yang bagus sekali pak S3no.
    Mari kita bahas per point.

    1. Jawaban anda tentang Judi sangat memuaskan saya :)

    ..judi itu sesuatu usaha untuk mempertaruhkan uang/jasa/benda/apapun itu yang menurut manusia mempunyai harga/nilai untuk mendapatkan hasil yang lebih dari apa yang telah dipertaruhkan..(bagaimana menurut anda?) Dan juga pasti judi itu menguntungkan salah satu pihak sekaligus merugikan pihak lain…

    Ini tidak berbeda dengan alur yang telah saya buat:
    Mempertaruhkan uang/jasa/benda/apapun itu (kesepakatan) => hasil lebih (saya tambahkan; atau hasil malah kurang, ini adalah nilai yang menyusul) => menguntungkan salah satu pihak sekaligus merugikan pihak lain.

    KLOP dah :)

    2. Transaksi Forward sudah jelas hukumnya haram KECUALI untuk “kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah)”. Bisa anda sebutkan satu contoh kebutuhan tersebut? maaf saya tidak tahu. Pelaku jual beli valas yang tidak untuk Untung-untungan (Ketentuan MUI no 1) pasti tahu khan?

    3.

    “jikalau forward dan langsung menentukan dimana titik kita rugi dan dimana titik untung itu bukanlah suatu judi”


    Dengan kata lain; Judi bila kita tidak bisa menentukan titik untung/ rugi. benar?
    Padahal dalam judi secara keseluruhan (judi dadu, lempar koin, SDSB, sepak bola, balap kuda dll) bukankah kita bisa menentukan titik untung/ ruginya pak?
    Dalam SDSB kalau untung dapat 1 milyar, kalau rugi ya cuma selembar kertas. Maaf kalo saya salah.

    Wa’alaikum salam wr. wb.

    PS.
    Menurut anda saya “merasa didesak terus-menerus dengan posting2 sebelumnya atau …”
    Anda seharusnya bisa melihat bahwa banyak pertanyaan saya belum dijawab oleh “pendesak” tersebut:
    #comment-1079
    #comment-1084
    #comment-1626

    Dakwah kita seharusnya saling mengingatkan bila salah.
    Katakan benar walaupun itu pahit. Benar khan pak?

  20. myfx says:

    aneh bacax… ga tw mau komentar apa… baca sekilas, kalau judi adax faktor spekulasi… apa boleh buat… kegiatan ekonomi kita sehari-hari tidak lepas dari faktor ini, jd apapun kegiatan kita, selama itu bersifat mencari uang atau ekonomi adalah haram… aneh…

    kita mau investasi seperti membangun hotel, ruko, kost2an, tanah adalah tindakan spekulatif… yg gini jg ga boleh… bener2 aneh…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal,
    Saya paham arah yang akan anda bicarakan, bahwa segala hal di kehidupan itu mengandung unsur spekulasi.
    Kita tidak tahu besok akan mati/ tidak..lusa juga tidak tahu..

    Fatwa MUI yang berbunyi;

    Ketentuan Umum
    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”
    …dst”

    Jelas bahwa spekulasi yang dilarang adalah dalam JUAL BELI MATA UANG, bukan dalam seluruh kehidupan.
    Kemudian tulisan saya menunjukkan bahwa ada dua spekulasi; yaitu yang bukan judi dan ada spekulasi Judi. Perbedaan dua spekulasi ini ada pada perbedaan alurnya, maka Forex termasuk spekulasi yang Judi.
    Kalau anda masih tetap menghendaki spekulasi (mencari keuntungan dari selisih mata uang, walaupun MUI sudah melarangnya), saya sarankan yang bukan judi, yaitu Money Changer.
    Mohon dibedakan.
    Pertanyaan saya untuk anda;
    Bagaimana PRINSIP anda dalam menentukan sesuatu itu judi atau bukan?

  21. myfx says:

    hhhmmm….

    saya rasa bapak tidak membahas akar masalah dari judi itu.

    para responder dapat memantapkan langkahx dengan menjawab 4 pertanyaan sederhana ke pribadi masing-masing.

    1. Apakah yg saya kerjakan merugikan keluarga?
    2. Apakah yg saya kerjakan merugikan orang lain?
    3. Apakah yg saya kerjakan memberikan manfaat kpd keluarga?
    4. Apakah yg saya kerjakan memberikan manfaat kpd orang lain?

    Insya Allah yg kita kerjakan Halalan Toyiban… Insya Allah…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Pendapat yang menarik pak,
    Mari kita simak kasus berikut:

    # ABG2 yang menjual diri/ Para PSK
    1. Keluarga terbantu secara ekonomi.
    2. Tidak merugikan orang lain, bahkan kenikmatan
    3. keluarga mendapat manfaat dari perbaikan ekonomi
    4. Orang lain mendapat manfaat kepuasan
    => Walaupun tidak merugikan orang lain, perbuatan ini tetap Maksiat/ tidak halalan thoyiban.

    # Masih ingat kasus ketika Muhammad (SAW) mendakwa dirinya sebagai Nabi?
    1. Keluarganya jelas dirugikan karena diboikot secara ekonomi
    2. Masyarakat dirugikan karena hubungan kekerabatan mulai renggang dan saling curiga
    3. Saat itu sangat kecil kemungkinan terdapat manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    Kasus kedua ini, malah banyak kerugian bagi kehidupan bertetangga. Tapi halalan Thoyyiban.
    artinya, perbuatan maksiat dan halalan Thoyiban itu TIDAK BISA dinilai dari rugi/ tidaknya keluarga/ orang lain.

    Dalam Judi, ada manfaat dan juga ada mudharat.
    Judi dilarang karena nilai mudharatnya lebih besar dari manfaatnya.
    Anda tentu lebih hafal ayat ini; QS Al Baqarah 219
    “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yg besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.”

    Btw, anda belum menjawab pertanyaan saya;
    Bagaimana prinsip anda dalam menentukan sesuatu itu judi atau bukan? mari kita sharing di sini..

  22. myfx says:

    Prinsip saya menentukan judi adalah terletak dari ANALISA-nya…

    Tidak Ada Analisa dan berharap keuntungan = judi

    Contoh: Misalkan di daerah-A suka terhadap barang-A… Lalu kita coba bisnis di daerah-A tetapi malah jual Barang-B, tanpa ada analisa pasar… ini termasuk Judi…

    ok, dari penjelasan judi bapak diatas yg perlu saya garis bawahi adalah PERMAINAN, ok.

    Permainan -> Niat

    Kalau misalkan saya Trading adalah bisnis bagaimana?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Dalam Judi pertandingan Bola, Balap Kuda, Tinju tentu saja memakai ANALISA.
    ANALISA masing-masing pemain, performa, kekuatan fisik, aktifitas sebelumnya yang mempengaruhi. Sehingga kita bisa dengan mudah menentukan pihak mana yang akan memenangkan pertandingan.
    Tetap saja mereka itu ber-JUDI, walaupun memakai analisa.
    Jadi faktor ANALISA tidak bisa untuk membedakan JUDI atau BUKAN.
    Lalu di antara penonton, bagaimana anda bisa membedakan apakh mereka itu pejudi atau cuma penonton biasa??
    Jawabannya terletak pada perbedaan ALUR dalam membeli tiket.
    1. Harga tiket => Transaksi beli (penonton doank)

    2. Harga tiket => Transaksi beli
    Bertaruh pemenang => Transaksi => nilai akhir/ pemenang ditentukan => salah satu pihak rugi.

    antara penonton, penyelenggara dengan penjudi niatnya bisa saja sama, untuk hiburan atau bisnis.

  23. myfx says:

    Oh iya, dari 2 contoh bapak sebelumnya PSK dan Nabi Muhammad:

    1. PSK -> Kalau hamil, sapa yg dirugikan?
    2. Nabi Muhammad -> Merugikan keluarga dan orang lain? kalau gitu kita termasuk kaum yg merugi dong…

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. PSK hamil tidak rugi pak, malah punya anak. Maka dia bisa Cuti dulu dari aktivitasnya atau memakai ‘cara lain’ dalam memuaskan pelanggannya. Yang penting suka sama suka dan tidak merugikan masing-masing pihak.
    2. Kasus Nabi Muhammad, saya tulis “….banyak kerugian bagi kehidupan bertetangga. Tapi halalan Thoyyiban” (perhatikan kalimat HALALAN THOYIBAN saya pertebal lagi hurufnya).

    Btw, anda belum menjawab pertanyaan saya;
    Bagaimana prinsip anda dalam menentukan sesuatu itu judi atau bukan? mari kita sharing di sini..

  24. andre says:

    Assalamualaikum
    Tambahin dikit nih. Yang saya tau kalo kita tidak punya pengetahuan yang bagus tentang trading Forex, mending jangan bertrading di Forex karena forex adalah bisnis yang “High Risk High Return”. Analisa Fundamental dan teknikal adalah salah satu analisa yang bagus dalam bertrading forex. So, perlu waktu yang lama buat belajar sampai pinter mengenai analisa di Forex. Pesan saya sih jangan bertrading di Forex kalo ga punya pengetahuan yang cukup. Biar terhindar dari kerugian yang besar. Terima kasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam Wr. Wb.
    Pesan Genghis Khun:
    Dalam Jual beli Mata Uang Asing sebaiknya hindari:
    1. Untuk tujuan spekulasi (untung-untungan)
    => Fatwa MUI sepertinya sudah cukup jelas.

    2. Hindari Mekanisme JUDI.
    Mekanisme MoneyChanger bukan Judi. sedangkan mekanisme Forex itu JUDI.

    Jadi bila anda ingin jual beli untuk tujuan untung-untungan (walau sudah dilarang oleh MUI), sebaiknya dengan mekanisme bukan JUDI, yaitu Money Changer.

  25. myfx says:

    Yg sangat jelas disini adalah ini adalah prinsip bapak… dan opini disini adalah trader vs non-trader…
    judi atau bukan judi, setiap individu disini tidak ada yg bisa menjawab baik anda dan kami semua… yg menjawab hanyalah WAKTU…

    OK, hayo semua trader balik ke platform dan chartx masing-masing… ga usah LEAVE COMMENT disini…

    =================================================
    Genghis Khun:
    “judi atau bukan judi, yg menjawab hanyalah WAKTU…”
    Dengan kata lain, hari ini Forex itu JUDI, bisa jadi bulan depan bukan JUDI.
    Tahun depan mungkin JUDI lagi…dst. Pendapat yang menarik. Trims.

    Padahal JUDI, sejak jaman dulu sampai sekarang ya tetap JUDI.
    Tidak menjadi HALAL oleh perjalanan WAKTU.
    Ini PRINSIP/ AQIDAh yang harus dijaga.

    Sebenarnya harapan saya sederhana saja pak,
    Kalo tulisan saya salah mohon dikoreksi, lalu diberi pencerahan apa sebenarnya bedanya judi dengan bukan JUDI. Itu saja.
    Bukankah kita hidup untuk saling mengingatkan?

  26. Wijanarko Adi says:

    Saya ketawa liat komen paling atas dari FXStreet, yg mempermasalahkan kompetensi pak khun dalam forex, tapi dibandingin sama antibiotika. Ngaco bener dan sama sekali gak relevan. Ada yg pernah denger transaksi antibiotika online internasional? Wahahaha… Ya jelas aja org (dalam contoh si pengkomen, seorang sarjana ekonomi) gak mau repot2 jadi kompeten dlm hal antibiotika, lha wong gak ada pasarnya. Coba aja kalo antibiotika jadi komoditi, apa gak org berlomba2 jadi KOMPETEN?
    Dalam hal Forex, kebanyakan investornya malah berasal dari banyak sekali latar belakang yg gak KOMPETEN. Ada dokter,insinyur,petani,pedagang sayur,koruptor,maling ayam, dll… Tapi toh mereka berani2 aja ikutan, krn ada lebih dari cukup literatur di jagad ini yg bisa bikin org gak KOMPETEN jadi KOMPETEN. Kenapa segitu gampangnya? Ya karena tadi itu, ada pasarnya. Dan hal yg sama di bidang kedokteran juga, kalo suatu saat nanti antibiotika atau vaksin tamiflu jadi komoditi transaksi, saya yakin 100% kita semua bakalan bisa jadi ahli farmasi atau dokter cuma dengan training gratisan online di internet! Dan menurut saya, pak Genghis ini cukup kompeten dalam forex, karena beliau ya cuma ngikutin cara2 yg dipake sebagian besar org buat jadi kompeten dlm hal forex (ngaku aja deh, banyak dari kalian yg menobatkan diri KOMPETEN dgn cara ini).. yaitu dgn cara BACA-BACA! Hahahaha..
    Tentang judi atau nggak judi, halal atau haram, pengetahuan dan akal saya sangat dangkal soal ini. Tapi hukum2nya kan udh ada. Qur’an,Hadits,Fatwa MUI,Tafsir, dan seabrek lainnya. Memang penafsiran atas hukum2 tsb bisa macem2, tapi pendapat saya, pak khun ini sangat masuk akal pas bilang soal urut2an alur, mana yg duluan antara transaksi dan kesepakatan nilai. Sekali lagi, saya tekankan disini bahwa argumen penafsirannya masuk akal, bukan berarti bener atau salah. (Kompetennya juga cukup,menurut saya, karena udh baca-baca dgn rajin.. hahahaha…). Dan sebagai manusia, cukup sampai situ lah tugas kita,ngeyakinin diri dan ngikutin apa yg masuk akal dan logis (dalam konteks penafsiran terhadap hukum2 yg udh ada). Sedangkan yg nentuin bener atau salah ya tetep Gusti Yang Maha Kuasa. Dalam hal ini, saya memilih ngikutin pendapat pak Khun ajalah, drpd ngikutin org konyol yg banding2in forex ama antibiotika!! hahahaha…(sumpah, masih ngakak mulu).
    Ngomong2.. saya self-employed yg cari nafkah pake software bajakan buat ngasi makan anak-istri.. kyknya good idea buat next topic debatan halal atau haram nih.. hehehehe… imelin saya ya kalo ada topik ini. Thanx!

  27. FxOpen says:

    Saya dukung pendapat Kang G Khun tentang judi di Forex dan prinsip-prinsip yang menentukan judi atau tidak.

    Terus berjuang Kang membenarkan pemahaman agar kita tetap dijalan yang benar dalam mencari nafkah.

    Wassalam,

  28. BeBEN says:

    kalo saya, masi setengah2 antara halal/haram ttg forex. tapi yang mau saya komentari disini, kalo dibilang barangnya jelas, jelas2 kita gak terima barangnya. kita beli, terus jual lagi. jadi jual beli selisih disini (maRGIN), bukan jual beli mata uang.

    dan forex mirip dengan taruhan, misal kita bertaruh pada pertandingan bola, pilih tim A(USD) berharap menang. ternyata B(YEN) menang. yaudah rugi. kita samakan kalo kita pasang pair USDYEN, kita berharap dolar menguat terhadap yen, e ternyata melemah. yaudah kita rugi kalo close pada saat itu. Bedanya kalo pertandingan bola udah jelas kapan harus “closed”, kalo forex nggak. jadi bisa aja nanti dollar menguat setelah menurun tadi.

    kalo forex dibilang ada yg untung ada yg rugi, sebenarnya sama juga dengan mata uang ril. gak harus ditradingkan juga dah terasa koq.. misalnya rupiah melemah terhadap dollar, ya yg megang rupiah (umumnya org Indonesia) akan rugi dan yg megang dollar akan untung (untung/rugi pada saat itu).. jadi ya unsur untung rugi, yang satu untung, yang satu rugi pasti ada, gak hanya di forex, tapi dalam dunia yg lbh luas juga mengalaminya…….jadi kalo dibilang ada satu pihak yg untung dan satu lagi rugi itu judi, gak sepenuhnya bisa jadi landasan. contohnya tadi, satu pihak rugi (pemegang rupiah), satu pihak untung (pemegang dollar) pada saat itu juga.toh itu juga dibentuk oleh jual beli(supply n demand) dan terbentuk keseimbangan harga baru.

    dan bedanya kalo jual beli barang, ada penambahan nilai jual (misalnya dikemas, dibentuk), dan margin keuntungan yg diharapkan. So, keuntungannya dari hasil itu, bukan dengan fluktuatifnya harga.
    tapi ada juga yg cuma kulakan barang, dipajang, terus ambil untung. misalny pedagang laptop. dia beli laptop dari pabrik, terus gak diapa2in dijual lagi. itu namanya jual jasa juga.
    nah kalo forex ini bisa gak dibilang jual jasa gak..
    waktu kita open, udah pasti ada selisih antara jual n beli, itu fee jasa mereka. pas closed ya itu yg berlaku pada saat itu. sama kayak
    penjual laptop tadi. pas mau jual kurs rupiah menguat drastis. sedangkan dia beli sesuai dgn kurs dollar juga. jadi ya bisa dibilang, pada saat rupiah menguat, dia pun harus menurunkan harga jualnya. kalo harga beli lebih mahal daripada harga jual, ya dia rugi.

    Jadi sebenarnya mata uang ini berpengaruh pada semua sektor. dan forex ini kebetulan berhubungan forex itu juga. efeknya sama dengan penjual2 yang menggunakan kurs sebagai patokan. Soo???

    kalo forex ini yg pasti ada brokernya. tujuannya apa? untuk memfasilitasi jual beli margin mata uang. nah produk margin mata uang ini pulalah,halal atau haram. ada gak yg jual beli misalnya margin harga kambing? margin harga tanah? margin harga baju (cuma marginnya, barang realnya gak ada)?? ya kalo pun iya ya mirip2 forex itu tadi, margin emas.
    nah broker ini mengumpulkan dulu hasil transaksinya, baru kemudian mereka totalan terjadi transaksi apa aja, dan hasil akhirnya berapa yen skg, berapa dollar skg yang mereka miliki. jadi mereka bukan bandar, melainkan mereka itu sendiri termasuk pihak kedua (pihak pertama kita).dan yg lain kita bilang juga pihak pertama, terhadap pihak kedua. jadi gak adaa hubungannya, kalo pada saat itu kita closed, yang itu urusan dgn broker, gak berhubungan dgn orang lain.dan broker ini sendiri kemudian mengumpulkan duit dari investor ke bursa atau ke bank2 besar.

    bedanya ma saham, kalo saham, dengan membeli saham, berarti membeli kepemilikan perusahaan itu juga. ( mungkin kalo proporsi sahamnya gede baru terasa ya pengaruh kepemilikan saham kita terhadap itu perusahaan).

    kalo forex, bisa gak kita dibilang ada kepemilikan terhadap dollar atau yen itu tadi? bisa saja dibilang gt, akan tapi toh harus dikonversikan ke mata uang basic kita deposit, misal USD. jadi?

    kalo dibilang haram / halal karena alasan pake analsis, gak cuma adu peruntungan, menurut saya juga gak bisa dijadiin landasan. dalam forex ada indikator2 yang bisa dijadiin analisis, di taruhan bola juga ada berdasarkan track record.
    tapi kalo misalnya beli tanah gak pake analisis apa itu haram? apa kalo beli motor karena kemakan rayuan SPG, haram, padahal gak sempat mikir untung ruginya beli motor, spesifikasi motor itu gimana (mungkin karena saking banyaknya duit ya jadi gak mikir). atau pengen beli roti gak pake dianalis dulu haram, tertarik pengen beli karena warnanya atau bentuk nya.. apa harus kita analsis dulu kalo beli roti, ini dari bahan apa, takarannya apa, dampaknya terhadap kesehatan, boleh dicicipi dulu gak (wah bisa antri panjang kalo tiap orang kayak gini dulu misalnya di Break T***)
    jadi alasan pake analisis or gak dalam menentukan halal/haram kayaknya gak tepat.

    ===hmmm….. mungkin tulisan ini juga blm menjawab si (sama, pemahaman saya juga blm yakin haram/halal), tapi yang menjadi harapan saya mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan n ada feedback dari dimuatnya tulisan saya ini.. trims….====

  29. BeBEN says:

    ada beberapa hal yang ingin saya komentari. tapi 1 saja dulu dech.
    masalah forex yang kalo beli harus jual lagi.. sebenarnya mirip2 juga ya ma penjual sapi.. sekarang kalo dipikir pedagang sapi, atau pedagang laptop seperti contoh saya sebelumnya, untuk apa beli banyak kalo tidak untuk dijual lagi. sudah pasti niatnya untuk mencari untung. gak mungkin beli laptop 20, semua untuk dipakai, atau dibarter dengan sapi tadi. jadi ya dalam perdagang ada yang namanya beli kemudian pasti akan dijual. kadang kita suka mendengar ada yg jual rugi, atau yg penting balik modal karena teknologi yang sudah ketinggalan jadi harganya berangsur turun. atau peminatnya berkurang jadi harga barang tersebut turun. sama seperti mata uang, semakin sedikit yang berminat, nilai akan turun.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Trims atas komentarnya.
    “Setengah2 antara halal/haram ttg forex???”.

    Mari kita simpulkan point2yg anda kemukakan:
    1. “Jual beli selisih disini (maRGIN), bukan jual beli mata uang”.
    Artinya, Barangnya tidak jelas.

    2. “Forex mirip dengan taruhan”.
    Bukan mirip, tapi memang taruhan alias JUDI.

    3. “Forex ada yg untung ada yg rugi, sebenarnya sama juga dengan mata uang ril”.
    Tidak sama pak, fokus kita adalah proses jual beli, bukan proses kehidupan:
    Dalam jual beli wajar, walaupun barang tersebut mengalami kenakan harga atau penurunan rupiah, akan didahului oleh adanya kesepakatan nilai barang yang diperjual belikan antara pembeli dengan penjual.
    Sedangkan dalam Forex, kita menyepakati suatu harga yang belum jelas.

    Contoh penjual laptop dsb, dia akan bertransaksi menjual laptop setelah ada kesepakatan nilai harga. Dalam Forex, kita bertransaksi lebih dulu untuk suatu NILAI harga yang belum jelas.

    4. “Forex ini bisa gak dibilang jual jasa gak?”
    Pembahasan di sini tidak mempermasalahkan “JENIS BARANG” yang diperjual belikan pak, tetapi MEKANISME jual BELI tersebut. Mohon dibedakan. Jadi bila anda sebut Jual Jasa atau jual Uang, itu terserah, asalkan mekanisme jual belinya wajar, yaitu menyepakati HARGA terlebih dahulu sebelum bertransaksi. Dalam Forex, kita menyepakati suatu harga yang belum jelas.

    5. “Produk margin mata uang ini pulalah,halal atau haram?”
    Ini termasuk sorotan yang lain disamping mekanisme jual beli yang tidak wajar.

    6. “Kalo forex, bisa gak kita dibilang ada kepemilikan terhadap dollar atau yen itu tadi?”
    Mata Uang yang kita beli lalu dijual itu cuma sekadar lewat. Tidak pernah kita pegang dan TIDAK bisa digunakan.

    7. “Haram / halal karena alasan pake analisis?”
    Ini tidak ada dasarnya pak.

    8. Jual beli forex (kalo beli harus jual lagi) tidak sama dengan penjual sapi, pedagang laptop atau lainnya, walaupun niatnya sama-sama mencari untung. Mekanisme Forex tidak wajar.
    Dalam Forex, kita menyepakati suatu harga yang belum jelas. Ini tidak wajar alias JUDI.
    Bedakan dengan Money Changer, harga disepakati dulu lalu dilakukan transaksi.

  30. BeBEN says:

    hmm, taggapan yang baik…. terima kasih sebelumnya dengan ditanggapinya tulisan saya ini. jadi lebih fokus ke mekanisme ya. betul sekali… ya saya pikir juga begitu, mungkin anda “menyiasatinya” sebaiknya posisi open dilakukan terpisah dengan posisi closed. saya setuju dengan hal itu. dalam hal ini sepertinya jadi permainan ya soalnya harus dikonversikan lagi ke mata uang dasar kita deposit. dalam dollar misalnya. saya pikir ini bagus.

    kita contohkan:
    sama kalo misalnya dollar/rupiah tersebut kita konversikan ke mata uang dinar. dinar naik menjadi 100x lipat (seperti contoh saya di topik yang lain). uang tersebut akan berguna jika kita konversikan lagi ke dollar/rupiah (supaya lebih “berguna” dalam transaksi sehari2).

    mungkin saya bisa mengandaikan lagi (berdasarkan tulisan anda, jika dinar naik 100x, pilih pegang dinar atau rupiah) kalo saya OP pada dinar, jika ekspektasi saya akan naik 100x, maka saya lebih baik beli dinar. kalo sudah naik, dan saya ingin menggunakan untuk transaksi sehari2, saja closed. kemudian tarik uangnya kembali.

    ya saya pikir yang ada selama ini adalah proses untuk memudahkan dalam proses tarnsaksinya, yakni untuk posisi open kemudian di closed pada mata uang itu kembali.

    tapi saya setuju dengan pendapat anda jika posisi closed dan open dilakukan secara terpisah. meski nanti mekanismenya akan lebih kompleks. tapi saya rasa itu lebih sempurna (sama dengan kebijakan penghapusann bunga, swap, yang dilakukan untuk menghilangkan bunga.

    * ya saya katakan setengah2 mengenai hukumnya, karena saya belum mantap hati sebenarnya dalam hal ini hukumnya apa. blm mantap secara akal pikiran saya sendiri. saya pikir ada yang benar, namun masih ada kelemahan, kesalahan (secara islam) dalam proses transaksi forex itu sendiri.

    =================================================
    Genghis Khun:
    PERMAINAN
    Anda terbalik pak; yang seperti permainan/ judi itu yang Forex, bukan yang proses terpisah. Semua jual beli wajar itu memang dilakukan secara terpisah. Open sendiri, close sendiri.
    TIDAK di-CLOSE pun tidak masalah.
    Dalam Forex, HARUS di-CLOSE.

    Contoh anda tentang dinar juga tidak tepat pak.
    Dinar tanpa dikonversikan pun masih bisa digunakan. Bisa untuk Mahar, atau bahkan jual beli. Misalnya anda mau membeli HP saya (harga beli Rp.1,2) dengan 1 koin tersebut, saya pasti dengan senang hati mau menerimanya.
    atau Blackberry seharga 3 dinar silahkan.

    Dalam Forex, Mata uang hasil Open TIDAK BISA digunakan sama sekali, sebelum di-CLOSE. Sewaktu di-CLOSE, mata uang tersebut sudah balik lagi ke “basic”. Perbedaan sangat mencolok.

    KEMUDAHAN TRANSAKSI
    Kalau mau transaksi mata uang yang wajar (bukan judi), sebaiknya lewat Money Changer saja. Atau bila nanti ada broker Forex yang mulai memakai sistem seperti Money Changer. Transaksinya wajar dan lebih mudah. Pertanyaannya, adakah mereka (=broker) yang mau? sampai saat ini belum ada.
    Padahal bila dibandingkan; lebih mudah mana dan lebih kompleks mana antara transaksi Forex dengan Money Changer? tentu saja lebih mudah Money Changer. Forex sangat kompleks dan rumit.
    Aneh khan?

    HUKUM SETENGAH-SETENGAH
    Pemikiran anda mirip pikiran saya pada awal mengenal Forex dulu :)
    Padahal Hukum setengah-setengah ini ada bila ADA perbedaan pendapat yang SAMA KUAT.
    Sayangnya saya belum menemukan adanya pendapat lain yang membolehkan Forex, yang ada hanya KETIDAK JUJURAN, PEMBENARAN dan argumen2 lemah yang mudah ambruk.
    Anda bisa mencobanya dengan menanyakan kepada mereka (Pro-FOREX), bagaimana prinsip untuk membedakan:
    - Jual beli Wajar dengan Jual Beli Judi
    - Beda Forex dengan Judi

    Bila ada jawaban yang memuaskan mohon hubungi saya, karena berdasarkan ‘penyelidikan’ saya; Forex itu JUDI.

  31. BeBEN says:

    ahaaaa. maaf ttg permainan itu maksud saya memang forex itu, bukan bukan yang secara terpisah. ya saya kurang tepat dalam pemilihan kata2. (ingin saya edit tapi tidak bisa/tidak tahu caranya)

    yang saya maksud disini untuk mempermudah adalah karena fluktuasinya yang sangat cepat, sehingga dipermudah dengan sistem seperti itu. bayangkan jika harus melalui sistem pebelian dan penjualan secara terpisah. tapi sebenarnya itu (secara terpisah) dimungkinkan saja karena ekspektasi itu bisa diprediksi untuk jangka yg lebih panjang. dalam forex tersebut ada 1M, 5M, dst (1D, 1W)

    ya saya paham dengan maksud anda, namun saya rasa akan sulit untuk menyamakan dengan money cahnger pada akhirnya, karena mereka punya karakteristik sendiri. begitu juga emas, dsb. belum lagi jika disamakan dengan emas.

    saya bisa coba mengandaikan dengan membeli emas melalui forex tersebut. karena disana ada beli-jual emas juga. dan bisa disamakan dengan membeli emas dan menjualnya lagi secara “manual” (tapi lagi males nulis nich, kepala lagi pusing). mungkin nanti saya coba buat ilustrasinya).

    sejauh yang saya lihat, dengan adanya forum ini, saya berkesimpulan bahwa karakteristiknya sedikit berbeda, karena fluktuasinya yang lebih cepat, dan proses pemudahan tersebut yang terjadi. dan time lag nya juga berbeda akhirnya. tapi intinya kurang lebih sama. sepanjang yang saya pahami.

    ya dinar tanpa dikonversikan bisa saja, namun tidak dapat dipakai saat ini untuk hal2 yang lebih “resmi” (dipasar, bayar angkot). jadi ya saya anggap masih belum bisa dikatakan untuk transaksi.

    dan say setuju jika kedepan ada perubahan untuk posisi open dan closed dilakukan secara terpisah. jadi dalam account ada keterangan kita memiliki GBP berapa, EURO berapa, USD berapa, dst. (namun sekali lagi, yang ada skg adalah proses yang dimudahkan).

    saya rasa saya puas dengan perkembangan pemikiran yang saya dapatkan (khususnya untuk saya sendiri).
    meski masih ada topik lain mungkin yang bisa dibahas, seperti leverage.
    namun ttg hukum setangah2, tentu saja pada akhirnya pendapat sama kuat itu adanya di dalam diri saya sendiri.
    saya berharap ada tambahan pendapat pihak lain lagi dalam tema ini, karena lebih banyak kepala mudah2an bisa memberikan sudut pandang yang lebih luas daripada yang ada.

    salam hormat saya dengan adanya forum ini, semoga akan ada pendapat yang lain lagi sehingga sharing menjadi lebih mengerucut ke pendapat yang tepat. dan dapat diterima dengan jelas.

    BeBEN, alumni FE UNDIP 2002

    =================================================
    Genghis Khun:
    Gara-gara jual dan beli jadi satu paket (OPEN => CLOSE), prosesnya menjadi tidak wajar.
    OPEN = Ini proses wajar, harga disetujui lalu kita transaksi.
    CLOSE= Kita bertransaksi untuk nilai harga yang tidak diketahui. Ini TIDAK WAJAR alias JUDI.

    Atau Mungkin anda punya prinsip lain dalam menentukan Judi?

  32. Rahardian says:

    Pak Genghis Khun saya hanya mau bertanya apakah spekulasi itu haram? kalo haram berarti semua pebisnis di dunia melakukan hal yang haram termasuk Pedagang cabe keriting tadi. Soalnya untuk apa kita membeli cabe sampe ribuan kilo memangnya mau dipake sendiri. Pedagang cabe itu
    membeli cabe dengan harapan di MASA DEPAN harganya akan naik. Dan semua BISNIS adalah spekulasi karena tidak ada kepastian. Malah kalo mau dibandingkan di forex kita bisa mengontrol besar kerugian kita sangat berbeda dengan bisnis konvensional.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Rahardian..
    Spekulasi TIDAK HARAM pak.
    Hidup kita sendiri itu khan spekulasi, kita tidak tahu besok pagi mati atau tidak.
    Materi yang dibahas disini bukan tentang spekulasi pak, tetapi masalah MEKANISME Jual Beli.
    Jual beli Cabe secara wajar, anda akan menyepakati nilai harga sebelum memutuskan untuk membeli (bahkan mungkin ada tawar-menawar lebih dulu). Sedangkan dalam judi (Forex dll), kita memutuskan untuk membeli dulu tanpa mengetahui harganya (harga menyusul dan harus disepakati).
    Dalam Forex, pada saat open itu bukan judi karena harga sudah disepakati dulu. Tapi waktu Close itu judi karena kita tidak tahu close pada posisi berapa. Paling aman ya money Changer; Open terpisah, Close terpisah, Tidak di CLOSE pun tidak masalah. Dalam Forex, bila tidak di Close, anda akan terkena masalah: Margin Call, Interest.

  33. Rahardian says:

    Salam kenal juga Pak, sebenarnya Anda juga bisa kok tidak anda close posisi asal sesuai dengan kekuatan marginnya.Ya persis seperti kalo Pak genghis khun beli emas mau ditahan lama juga ngga papa memang yang repot adalah posisi menginapnya karena akan jadi bunga makanya saya sedang cari broker yang swap free.Mungkin kalo sampe Margin Call itu over leverage pak.
    Sukses untuk anda Pak.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Nah itu dia; terkena bunga atau Margin call.
    Sebenarnya mudah saja pak; Open terpisah dan close terpisah.
    Tetapi ternyata layanan seperti ini belum saya temukan.

    Btw, mohon dijelaskan bagaimana cara pak Rahardian dalam mendeteksi sesuatu itu Judi atau bukan? mari kita sharing di sini …

  34. Rahardian says:

    Pak Genghis Khun yang baik saya agak bingung dengan yang Bapak maksud dengan alur Judi forex. Bisa tolong dijelaskan maksud tulisan ini pak :CLOSE= Kita bertransaksi untuk nilai harga yang tidak diketahui. Ini TIDAK WAJAR alias JUDI.

    Dalam pengertian saya semua investasi ya begitu itu kita tidak akan tau nilai close kita. contoh Bapak beli tanah seharga 100 juta ternyata 10 tahun kemudian harganya menjadi 500 juta atau bahkan malah bisa menjadi 50 juta atau malah tidak ada nilainya contoh tanah di lumpur lapindo.

    saya mohon penjelasannya ya Pak :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Saya memahami pertanyaan anda pak.
    Saya jelaskan secara singkat dengan contoh anda di atas, jual beli tanah:

    JUAL BELI WAJAR
    1. Harga tanah 100 juta => Transaksi beli (OPEN)
    Tidak ada kesepakatan untuk di Jual lagi (- CLOSE).

    2. 10 tahun lagi, harganya bisa 500 juta/ atau 50 juta.
    Jual Tanah didahului oleh Kesepakatan harga => lalu transaksi
    Harga tidak disepakati => Transaksi BATAL => Tanah TIDAK TERJUAL

    JUAL BELI TIDAK WAJAR/ JUDI (seperti FOREX)
    1. Harga tanah 100 juta => Transaksi beli
    Ada kesepakatan untuk di Jual lagi (CLOSE, misalnya 10 tahun yg akan datang), dengan harga yg belum diketahui.

    2. 10 tahun lagi, harganya bisa 500 juta/ atau 50 juta.
    Transaksi HARUS TETAP DILAKUKAN => TIDAK BISA BATAL.

    Semoga perbedaan mencolok ini bisa dipahami.
    Bila masih kurang jelas juga, saya dengan senang hati akan membantu..

    Sedangkan pak Rahardian sendiri, bagaimana cara mendeteksi sesuatu itu Judi atau bukan?

  35. Mubarok says:

    subhanallah…
    memang kebenaran itu hanya milik Alloh semata
    diskusi ini menggmbrkn betapa sgt beragamnya tingkat pengetahuan yang kita miliki sbg umat manusia. jujur, bila kita memahami forex tdk bs scr general. why? krn forex byk mcmnya tergantung dr siapa yg bermain(bank sentral,komersial,investasi,hedge fund, dll). sdgkn jenis transaksinya ada spot, forward, futures, swap. Dari jenis-jenis transaksi tsbt, MUI tlah mengeluarkn fatwa bbrp d antaranya haram krn spt judi. cb cek website MUI.
    disebutkn bahwa apbl kita melakukan transaksi dan menahannya lebih dr 2×24 jam mk dpt dikatakn judi.
    selain itu mnrt sepengetahuan sy(maaf…dgn sgl ktrbtsn pengetahuan agama), judi itu kn berhubngan dgn adu nasib. Nach…adu nasib dgn apa? misal dgn dadu/kartu/atau sjnsnya. mengapa? krn itu murni judi(moyangnya judi). dikatakan demikian krn nasib/keuntungan kita murni ditentukan hanya dari sisi dadu mn yg keluar, kartu mn yg keluar. hanya ditentukn dr dadu/kartu itu sendiri dan mgkn sedikit trik dr pelempar dadu/pemain kartu. Jd tdk ditentukn oleh pergolakan ekonomi regional,global, perdgnan,dll. mskpn memakai analisis tetap sj murni faktor peluang yg bermain dr proses pelemparan dadu. sdgkn forex utk satu pasangan mata uang saja, bgt byk faktor yg mempengaruhi dan skalanya sudah dunia(korporat,bank,spekulan,perdagangan internasional,dll). misal EUR/USD yg mempengaruhi itu dari EUR/JPY, GBP/USD, USD/JPY,AUD/USD,EUR/NZD, dll. nach kalo mo jujur sbnrnya analisis yg dipakai sgt byk dari fundamental dan teknikal. fundamentalpun tdk bs hanya dr eropa n USA aja, jg dr negara lain yg uangnya berpasangan.
    namun, itupun tdk semua jenis transaksi halal malah byk haramnya aplg yg menahan posisi sampai berbulan-bulan dgn mksd sekadar mencari keuntungan dr selisih nilai. ingat…judi itu lebih ditekankan pd mengadu nasib n keuntungan yg diperoleh berlipat-lipat dari modal. kl tdk salah Islam menganjurkan dlm perdagangan keuntungan yg kita ambil max 25% bersih dari modal.
    mohon koreksinya…dan jgn lupa buka dahulu website MUI

    wassalam

    =================================================
    Genghis Khun:
    Fatwa MUI itu sudah benar dan tidak ada perbedaan pendapat dalam Forex.
    Argumentasi para ‘pecandu’ Judi Forex, bila diamati secara jeli, dibangun diatas dasar ketidak jujuran.
    Btw, trims atas komentarnya..

  36. ahmad says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Nice thread pak gengis khun.. bagus untuk orang-orang seperti saya yang mencari pencerahan.. saya mau meminta pendapat, kalau memang Forex itu haram, lalu bagaimana dengan Index, Saham, dan Komoditas pak? Menurut bapak haram atau halal?

    Trims.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb
    Salam kenal..
    Forex, Index, Saham, Komoditas, cabe, komputer, tanah dll bila ALUR jual belinya tidak wajar menjadi Judi (haram).

    ALUR JUAL BELI WAJAR
    Kesepakatan Harga => transaksi

    ALUR JUAL BELI TIDAK WAJAR/ JUDI
    Transaksi dulu => Harga menyusul kemudian

    Trims

  37. Ardi says:

    saya setuju dengan pendapat pak khun… hehehe

  38. Talib says:

    Adakah Forex online yang mekanismenya yang dihalalkan (Forex Spot) atau hanya pada money changer saja, pak Khun?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Maaf, Sejauh ini belum saya temukan..

  39. Muly says:

    Salam kenal sebelumnya bpk G Khun
    rupanya diskusi ini ramai dan jadi penasaran ingin ikut nimbrung
    saya memang bukan seorang ustadz ataupun ahli ekonomi, tp profesi saya adalah pedagang besi yang selalu berhubungan dengan masalah dollar dan emas.
    disini saya melihat ada 3 permasalahan yang belum terdedinisikan, yaitu :
    1. definisi judi
    2. definisi jual beli
    3. mekanisme jual beli forex

    1. Untuk pembahasan yang pertama, berdasarkan pemahaman saya, judi adalah suatu tindakan atau kegiatan yang mempertaruhkan/menggadaikan sesuatu (bisa barang atau jasa) untuk kepentingan yang belum terjadi, terserah apa itu bisa di prediksi atau tidak.

    2. Untuk jual beli menurut saya adalah suatu tindakan/kegiatan seseorang/instansi/yang di wakilkan untuk melakukan tukar menukar barang dengan barang, atau barang dengan jasa, ataupun sebaliknya jasa dengan barang, atau jasa dengan jasa, yang mempunyai selisih nilai dari yang di perjual belikan tersebut, terserah selisih itu untung atau pun rugi.
    permasalahan yang yang terjadi pada jual beli adalah ketika kita memperjual belikan barang yang tidak ada atau suatu barang/jasa yang belum terdefinisikan seperti beli ikan di empang, atau beli burung yang masih terbang.
    untuk kasus seperti itu jelas hukumnya tidak boleh

    3. Untuk mekanisme jual beli forex, setahu saya harga itu ditentukan oleh hukum penawaran dan permintaan, pada saat kita membeli (open) kita di hadapkan pada harga yang terjadi pada saat itu (harga waktu kita beli), sedangkan pada saat menjual kita juga di hadapkan pada harga saat itu juga (harga saat kita mau menjual).
    menurut saya untuk transaksi ini tidak ada masalah, soalnya kalo kita tidak mau menjual dengan harga yang terjadi saat itu ya jangan dijual.
    Atau jika kita tidak mau membeli dengan harga saat itu, ya jangan di beli.
    permasalahan pertama yang timbul dari forex adalah persoalan margin call, saya fikir jika kita mau jual beli apapun, baik itu forex ataupun bukan, harus menggunakan risk management dan analisa yang baik sebab jika tidak malah masuk kategori judi.
    untuk margin call nya, ya itu tergantung dari risk management dan analisanya.
    permasalahan yang kedua adalah soal swap (bunga harian). untuk persoalan ini jelaslah bahwa ini di haramkan, jadi jika akan bermain forex, pilih yang jgn ada bunga hariannya.
    Permasalahan yang ketiga dalam jual beli forex adalah kita di haruskan mengikuti aturan main broker yang kita pilih, yaitu di haruskan posisi close (tidak posisi bertrading) untuk mengambil uang kita.
    Untuk permasalahan ini sih memang belum nemu solusinya.
    Jadi menurut saya yang jadi permasalahan adalah aturan brokernya, bukan jual belinya, sebab pada dasarnya jika kita melakukan jual beli forex langsung tanpa broker, kan jadinya masuk kategori money changer.

    Mudah-mudahan pemikiran saya ini bisa memberikan masukan pikiran dalam rangka brain storming untuk yang lain.
    mohon koreksi dan tanggapannya dalam pemikiran saya.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Muly,
    Untuk definisi Judi (1) atau Jual Beli (2) Silahkan dibaca ulang artikel di atas, definisi tersebut berdasarkan literatur.

    Dan definisi pak Muly ternyata tidak jauh berbeda;
    1. Judi= Transaksi dulu > kepentingan yang belum terjadi (harga jual, nomer, nilai dadu dsb)

    2. Jual beli=kepentingan dulu (kesepakatan harga) > lalu transaksi.

    3. Penjelasan pak Muly tentang Forex sbb

    “…sedangkan pada saat menjual kita juga di hadapkan pada harga saat itu juga (harga saat kita mau menjual). menurut saya untuk transaksi ini tidak ada masalah, soalnya kalo kita tidak mau menjual dengan harga yang terjadi saat itu ya jangan dijual. Atau jika kita tidak mau membeli dengan harga saat itu, ya jangan di beli…”

    maka pak Muly akan kesulitan menjelaskan makna SLIPPAGE. SLIPPAGE itu harga yang meleset dari yang kita sepakati, dan Transaksi TIDAK BISA dibatalkan.

    Kemudian pak Muly melupakan bahasan 1 lagi pak;
    Kapan Jual beli Biasa menjadi judi dan kapan Judi bisa menjadi Jual Beli wajar?

    Dalam kasus Jual beli antar Mata Uang; money Changer adalah Jual beli Biasa, tetapi Forex telah mengubahnya menjadi Judi.
    Forex adalah Judi karena pada saat open kita sudah menentukan transaksi untuk Close dengan harga yang belum diketahui.

    Contoh mudahnya, pak Muly membeli besi untuk dijual lagi agar mendapat selisih nilai beli dan jual (jual beli wajar).
    Tetapi bila pada waktu membeli besi juga disertai kesepakatan untuk HARUS dijual lagi dengan harga jual yang tidak diketahui maka ini termasuk judi.
    Bila harga besi turun drastis maka besi anda akan disita oleh penjual yang lama (Margin Call). Apakah ini wajar??
    Btw, trims atas komentarnya.

  40. Muly says:

    Terima kasih pencerahannya bpk G khun.
    memang saya masih awam soal jual beli forex tp untuk kasus Slippage, yaitu terjadinya perubahan harga setelah terjadi kesepakatan, itu memang tidak boleh terjadi, baik didalam jual beli forex atau pun bukan.

    yang jadi pertanyaan saya adalah, apakah selalu/sering terjadi slippage dalam setiap transaksi forex?

    setahu saya dalam forex adalah kesepakatan untuk open tergantung keinginan kita, kita mau open di posisi berapa?
    sedangkan untuk posisi close tergantung keinginan kita mau close atau tidak.
    untuk margin call, itu tergatung dari pengolahan risk management nya, pengalaman saya dalam forex, saya belum pernah terkena margin call, padahal sudah hampir 2 bulan saya diamkan pada posisi open, dan selama itu juga saya tidak kena bunga atau pun biaya administrasi lain2.
    justru saya melihat yang jadi permasalahan adalah brokernya, kenapa kalo mau narik uang harus dalam posisi close.
    Jadi permasalahan yang terjadi bukan pada proses jual belinya tapi pada aturan brokernya.

    untuk pembahasan kapan jual beli wajar berubah jadi judi yaitu ketika sudah timbul niat atau bahkan ucapan dari si pelaku jual beli untuk menggadaikan barangnya untuk kepentingan yang belum terjadi.

    contohnya adalah ketika tukang cabe membeli cabe sesuai kebutuhan stock itu adalah jual beli wajar.
    tp ketika tukang cabe tersebut baru mendengar isu bahwa cabe akan naik bulan depan (kepentingan yang belum terjadi), lalu dia membeli cabe sampai over stock, nah ini menurut saya sudah masuk kategory judi, soalnya siapa yang tahu pasti akan kejadian yang akan datang.

    jika untuk pembahasan kapan judi bisa jadi jual beli wajar, menurut saya itu adalah tidak akan bisa terjadi.
    contoh untuk kasus SDSB, bisa saja si pembeli membeli kertas kosong, lalu tidak mengisinya, dengan niatan untuk sumbangan, menurut saya itu adalah perbuatan sia-sia, maksud saya adalah tidak termasuk kategori jual beli atau pun judi, karena salah satu syarat untuk terjadinya jual beli adalah barang dan nilainya harus terdefinisi sesuai kesepahaman si penjual dan pembeli.
    maksud penjelasan saya di atas adalah bedanya kesepahaman antara si penjual dan pembeli, karena si penjual berniat untuk menjual barang/jasa sedangkan si pembeli untuk memberi sumbangan.
    Jadi menurut saya jual belinya tidak sah, sumbangannya pun tidak sah.

    Begitulah pendapat saya, mohon koreksinya.
    Terima Kasih

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. SLIPPAGE
    Slippage bisa terjadi, baik sering/ tidak sering. Artinya definisi anda tentang close pada forex harus diubah.
    Nilai CLOSE ternyata bisa berubah dan transaksi tidak bisa batal.
    Kenapa terjadi slippage? karena nilai saat hendak CLose tidak di’kunci’. Bedakan dengan pada waktu OPEN, nilai tersebut ter’kunci’ (tidak bisa diotak atik). Kita seharusnya bisa melihat ketidak wajaran ini..

    2. Bayang-bayang Margin Call membuat jual beli menjadi tidak wajar. anda diharuskan CLOSE entah pada posisi tidak diketahui. Walaupun Floating position 2 bulan, 5 tahun dst
    Bila tidak di CLOSE, pada suatu saat akan ter-CLOSE secara paksa (Margin Call)

    3. “kalo mau narik uang harus dalam posisi close.”
    Artinya mata uang SAMA dengan sebelum posisi Open. Artinya jual beli mata uang tersebut hanya untuk untung-untungan. Untuk kasus ini silahkan baca fatwa MUI, mereka kumpulan orang yang lebih pintar agamanya dibanding saya. (fatwa-tentang-jual-beli-mata-uang)

    4. Contoh anda tentang tukang cabe tersebut adalah proses perniagaan. Bukan proses jual beli. Jual beli adalah salah satu aktifitas dari perniagaan tersebut.
    Jual beli: ada penjual, ada pembeli, ada nilai yang disepakati dan ada ijab kabul.
    Perniagaan tukang cabe itu hanya berbeda pada JUMLAH cabe yang di beli (stock/ overstock). Tapi keduanya tetap akan dijual pada harga yang lebih tinggi dari harga beli, baik ada isu kenaikan harga maupun tidak ada isu. Jadi keduanya adalah niaga normal. tidak bisa untuk membedakan Judi atau bukan Judi.

    5. SDSB = Sumbangan Dana Sosial Berhadiah.
    Kalau hanya beli kertas kosong tanpa disi angka artinya SUMBANGAN DANA SOSIAL.

  41. andi says:

    Pak, jika kita benar benar seperti itu, gimana dengan ekspor impor, mereka semua pakai valuta. Berjudikah mereka dalam setiap transaksi? Semua yang menggunakan valas deket judi dong. Bagi pedangan, setiap hari adalah uang Pak. Mereka minjem dari bank untuk modal. Ga peduli bank syariah, ada wajah lain dari bunga di bank syariah. Paling tidak, mereka ga mau diblacklist ga memberi hasil bagi bank. Dan dana tidak akan menyimpan duit anda 5 tahun tanpa hasil, katanya klo hari ini sama dengan hari esok, lanjutin sendiri :D.. Jangan bandingin dengan SDSB, forex ga pake mimpi, ga pake gambar putri duyung, analisa apapun, nomornya keluar random kok. ga ada pola. Tolong ganti deh selain cabe, harga cabe itu fluktuatif pak. Setelah 4 hari anda ga akan mampu menahan cabe anda lagi, anda mau dinginin terus, sambil nunggu harga naik, coba deh tungguin 5 bulan untuk 1 ton cabe, 5 bulan kemudian beratnya jadi berapa(kok jadi bahas cabe) :D. Anda pernah jadi petani?hasil tani ada ditangan Tuhan Pak. Anda pernah jadi petani tambak?ga ada yang tahu apakah ikan anda akan membesar normal, ga ada yang tahu berapa banyak nener yang jadi bandeng. Dan bank syariah mana yang mau memberi kredit bagi hasil untuk petani tambak kecil dikampung? Saya malah melihat forex lebih nyata dari tambak ikan, forex nunggunya bentar, ga usah serakah. Tambak nunggunya 3 bulan. Dan ga bisa cut loss, sekali loss ya sudah, cari utangan buat beli nener lagi :D..

    =================================================

    Genghis Khun:

    Salam kenal pak,
    Anda sepertinya belum memahami keseluruhan artikel di atas.
    1. Di sini kita tidak membicarakan JENIS BARANG yang diperjual belikan, namun MEKANISME jual beli.
    Ekspor impor memang memakai Valas tapi tidak dengan mekanisme seperti Forex, Karena di Forex, mata uang selama Floating position TIDAK BISA diambil. sedangkan mata uang sebelum Open dan sesudah Close adalah jenis mata uang yang sama.
    Btw, Bila menurut anda Forex adalah untuk Ekspor-import, bisa dijelaskan bagian mana, dalam Forex, yang untuk ekspor impor?

    2. Forex jangan dibandingin dgn SDSB, lebih tepat dibandingin dengan Judi sepak Bola atau Pacuan Kuda, dengan analisa detail kekuatan masing-masing pemain kita akan memenangkan perjudian.

    3. Bagaimana cara anda untuk menentukan sesuatu itu JUDI atau bukan JUDI? mari kita sharing di sini pak… :)

    Trims atas komentarnya

  42. andi says:

    1. Cuman ga sreg aja dengan contoh Bapak, soalnya suka tidak suka semua instrumen jual beli derivative :D. Saya hanya melihat komoditi pak.Pedagang kakao ditempat saya, menurutku sedikit gambling, sering rugi akibat kurs dan harga komoditi(ini semua ada di forex kan). so? mohon pencerahan. Fair aja deh, saham, bunga, valuta sudah bagian hidup kita. Saya dan mungkin kaum hawa dikeluarga Bapak beli emas untuk investasi walau ga pernah tau besok harganya berapa.
    2. Forex jual beli menurutku, taruhan pacuan kuda dan sepakbola bener bener judi :))
    3. Saya bukan ahli Pak, saya hanya melihat SDSB, Taruhan Bola, pacuan kuda JUDI
    4. Masalah paling menggelitik, bukan haram halal, tapi niche ini bagus, menarik pengunjung. Tanpa bermaksud menyerang, jika sesuatu itu haram, katakan haram pak, iklan dibawah harusnya haram,iklan investasi emas. Dan jujur aja, saya tersenyum sendiri. So, saya ga ingin berdebat.. Maaf pak dan makasih atas artikelnya. Salam.

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Mohon dijelaskan gak sreg-nya dimana dan saya dengan senang hati akan menjelaskannya..
    2. Menurut anda pedagang kakao gambling? mohon dijelaskan lebih detail?
    Sebab ‘merugi karena kurs’ tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menentukan JUDI atau BUKAN.

    Dalam perniagaan atau Investasi untung/ rugi itu BISA terjadi.
    Dalam JUDI untung/ rugi juga BISA terjadi.
    Tetapi keduanya berbeda dan saya, Alhamdulillah bisa menjelaskan beda keduanya dalam artikel di atas.

    3. Judi sepak Bola atau Pacuan Kuda, mereka bertransaksi untuk nilai yang belum diketahui.
    Forex juga demikian, bertransaksi untuk nilai yang belum diketahui.
    Ini membedakan dengan MONEY CHANGER, bertransaksi dengan nilai yang SUDAH diketahui.
    Jadi Walaupun sama-sama jual beli mata uang (Valas), mekanisme Forex itu Judi, tetapi Money Changer BUKAN JUDI.
    Semoga bisa dipahami :)

    4. Iklan yang tercantum di sini diluar tanggung jawab pemilik Blog (Genghis Khun). Sama seperti halnya pemilik Surat Kabar tidak akan digugat bila ternyata Iklannya mengandung penipuan.
    Tapi dari literatur mana investasi emas itu haram pak?

    Btw, anda belum menjawab pertanyaan saya sebelumnya;
    Mohon dijelaskan bagian mana, dalam Forex, yang untuk ekspor impor?

  43. andi says:

    Jawab sekali lagi deh Pak. Saya tidak menyamakan ekspor impor dengan forex. Tetapi ekspor import terkena dampak kurs. Misalnya saya beli kopi di sini dalam harga rupiah. Kemungkinan kan rugi, karena kesepakatan dengan eksportir pakai kurs dolar. Dan siapa yang tahu,klo pada saat pengiriman dolar lagi turun(kenyataan kebanyakan rugi karena kurs). Kurang tepat ya, emang :)). Tuh kan, disamain dengan surat kabar. Ya ditolak to pak, masak sabili pasang iklan casino, jangan ngomong sabili ga bertanggung jawab. Klo jadi broker marketiva halal dong, kan salah yang ikutan judi. Untung rugi tanggung sendiri.
    Udah ya pak, ga habis habis. lagian aku bukan praktisi. Aku hanya seorang kuli, yang kerja diperusahaan yang hidup dari saham, menghasilkan produk untuk hitung bunga yang ‘haram’. Aku hidup dinegara, yang tergantung ma BEJ, tergantung ma kurs. Modal kerja orangtuaku dari pinjaman kupedes. Didalam darahku ‘haram’. Dan emang, aku ada hasil ‘diluar tanggung jawab’ :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Maaf, jawaban anda sepertinya tdak terarah, membingungkan saya dan dikhawatirkan diskusi menjadi ‘gak habis-habis’. Mohon maaf karena otak saya lebih kuli dan jauh di bawah anda. Mari kita fokus pada point2 yang belum anda jawab:

    1. Mohon dijelaskan BAGIAN MANA, dalam Forex, yang untuk ekspor impor?
    2. Pedagang kakao gambling? mohon dijelaskan lebih detail?
    Sebab ‘merugi karena kurs’ tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menentukan JUDI atau BUKAN.

    3. Iklan tentu saja difilter kayak sabili pak. Tapi tidak menutup kemungkinan banyak juga iklan ‘terselubung’ yang lolos dari filter. Lalu mohon dijelaskan investasi EMAS yang menurut anda haram?

    “Klo jadi broker marketiva halal dong, kan salah yang ikutan judi”

    Kalimat ini memiliki konsekuensi sangat serius pak. Tapi kita urus nanti saja, silahkan dijelaskan dulu 3 point di atas..
    Trims
    PS. Mohon njawabnya sesuai point2 biar saya ndak bingung.. :)

  44. ahmad says:

    ALUR JUAL BELI WAJAR
    Kesepakatan Harga => transaksi

    ALUR JUAL BELI TIDAK WAJAR/ JUDI
    Transaksi dulu => Harga menyusul kemudian

    lalu bagaimana dengan reksadana syariah pak..? mengenai reksadana syariah MUI telah mengeluarkan fatwa yang membolehkan,, fatwa tersebut dapat bapak lihat di sini

    http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=72

    mohon maaf jika pembahasan jadi membelok ke arah reksadana syariah.. tetapi menurut saya alur transaksi yang ada dalam reksadana syariah itu sama saja dengan forex..

    transaksi dulu (pasang jual/beli) => harga menyusul kemudian (tutup posisi beli/jual)..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Yaqub,
    Alur mereka tentu saja berbeda.

    Reksa dana Syariah
    1. Nilai (saham) -> transaksi (pasang jual/beli)
    Tidak ada transaksi untuk tutup posisi
    2. Bila mau tutup posisi: Nilai -> Transaksi
    Bila tidak tutup posisi: Bagi hasil

    Forex
    1. Nilai -> transaksi (pasang jual/beli)
    Transaksi untuk tutup posisi dengan nilai belum diketahui.
    2. Transaksi Tutup -> nilai -> kemungkinan SLIPPAGE -> nilai akhir

    Bila belum jelas, saya dengan senang hati akan menjelaskannya..
    Fatwa MUI tidak akan bertolak belakang, baik untuk reksa dana syariah maupun untuk Forex.

    Lalu bagaimana cara anda sendiri untuk mendeteksi JUDI atau BUKAN JUDI? mari kita sharing pak..
    Btw, trims atas komentarnya..

  45. ahmad says:

    yang saya tau judi itu adalah suatu adu untung-untungan / gambling / spekulasi..

    berkaitan dengan pertanyaan yang saya tanyakan.. reksadana tidak terbatas pada saham saja.. valas, indeks, dan komoditas juga termasuk ke dalam reksadana.. demikian halnya pada reksadana syariah tinggal ditambah kata “syariah” di belakangnya, kecuali untuk komoditas syariah (mohon koreksi jika memang sudah ada)

    pada hakekatnya alur yang ada dalam reksadana (konvensional & syariah)adalah sama

    reksadana syariah (saham)
    1. Nilai (saham) -> transaksi (pasang beli)
    dalam saham kita tidak bisa menjual sebelum membeli, tidak seperti di valas & indeks
    2. Bila mau tutup posisi: transaksi (pasang jual)
    Bila tidak tutup posisi: Bagi hasil

    cat: dalam saham juga terdapat kemungkinan SLIPPAGE jika saham yang kita beli menjadi lebih rendah nilainya. (terlebih jika sahamnya anjlok drastis).

    reksadana syariah (indeks) –> yang ini sangat identik dengan forex
    1. Nilai -> transaksi (pasang jual/beli)
    Transaksi untuk tutup posisi dengan nilai yang belum diketahui.
    2. Transaksi Tutup -> nilai -> kemungkinan SLIPPAGE -> nilai akhir
    Dalam index tidak ada bagi hasil seperti saham

    seperti yang kita ketahui pemerintah juga mengeluarkan produk indeks syariah yaitu JII (Jakarta Islamic Index)

    sekian dulu tambahan dari saya semoga bermanfaat

    btw nice thread pak,, semoga ke depannya bapak dapat mengeluarkan thread2 berkualitas seperti ini..

    terimakasih =)

    =================================================

    Genghis Khun:

    1.

    “judi itu adalah suatu adu untung-untungan/ gambling/ spekulasi..”

    => betul pak. Tetapi untung-untungan/ spekulasi itu belum tentu JUDI, jadi penjelasan anda belum lengkap.
    Money Changer dan Forex, sama-sama jual beli mata uang asing dan bisa dipakai untuk untung-untungan.
    Tetapi Money Changer bukan Judi, sedangkan Forex adalah JUDI.

    2. Mengenai miripnya Forex dengan Reksadana, mari kita baca lagi bagian2 penting fatwa MUI:

    II. ..Dan disana (maksudnya: reksadana) terdapat banyak maslahat, ..dst.. Namun …juga ada hal-hal yang bertentangan dengan Syariah, …dst..

    III. Kegiatan rekasadana …banyak mengandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan syariah Islam, … Untuk itu perlu dibentuk Reksadana Syariah, …dst…

    IV.B.2.d. Tidak adanya unsur penipuan (Gahrar) Karena nilai saham jelas…dst..

    V.1. …sepanjang tidak bertentangan dengan syariah. Diantara investasi tidak halal yang tidak boleh dilakukan adalah dalam bidang perjudian,..dst..

    VI. ..transaksi Reksadana Syariah tidak diperbolehkan melakukan tindakan spekulasi,

    Produk-produk …seperti Spot, Forward, Swap, Option …hendaknya menjadi bahan penelitian dan pengkajian dari Reksadana Syariah.

    Dalam fatwa MUI tentang Jual Beli mata uang, transaksi Forward, Swap, Option adalah haram.

    Fatwa MUI tidak akan bertolak belakang.

    Jadi sebenarnya kesimpulannya sangat mudah; transaksi Reksadana dengan nilai jual yang belum jelas itu dilarang karena menjurus ke arah spekulasi dan perjudian.

    Bila dihubungkan dengan alur yang saya buat, yaitu kesepakatan lebih dulu -=> nilai menyusul, maka ini termasuk perjudian.

  46. kuliah forex says:

    saya ada artikel yang bisa membantah argumen Anda bahwa forex itu judi. Bukalah http://www.kuliahforex.com, baca bagian ‘Buat Pemula’ : Forex Bukan Judi . Thknks!

    kuliah forex

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak..
    Link tepatnya di http://kuliahforex.com/buatpemula/hikayatdesa.html:
    Contoh cerita Mat Petok dan Mat Bulbul itu nyata-nyata Judi pak.
    Dalam Pinjam meminjam secara WAJAR, Mat Petok akan tetap membayar 1 sapi= 100 ayam, atau nilai yang telah disepakati terlebih dahulu.
    Tetapi karena mereka bersepakat untuk ‘pembayaran dengan nilai yang belum diketahui’ maka mereka telah terjebak ke Judi (transaksi Forward, bukan Spot). Akhirnya salah satu pasti dirugikan.
    Kasihan banget tuh Mat Bulbul kalo harga sapi ternyata anjlok 1 sapi= 50 ayam. Bisa gila dia…
    sedangkan Mat Cerdik telah melakukan niaga pada umumnya, “Beli ketika harganya rendah lalu jual kembali ketika harganya naik !”
    Ketika harga turun dia tidak akan menjualnya.
    Proses jual belinya juga tetap diawali oleh kesepakatan nilai/ harga lebih dulu.
    Btw, sayang untuk artikel Hikayat tersebut tidak disediakan kolom komentar pak :)

    Secara umum, antara Jual Beli Wajar dengan JUDI terdapat batas yang sangat TEGAS.
    Perbedaan TEGAS itu ada pada ALUR-nya.
    Money Changer dan Forex Trading online, walaupun sama-sama proses penukaran antar mata uang.
    Ada perbedaan mencolok:
    - Money Changer BUKAN Judi
    - Forex Online = Judi

    Dan masih banyak yang perlu disorot dalam Forex Online. Paling aman ya Money Changer.

  47. kuliah forex says:

    Saya TIDAK SETUJU pendapat Anda! Tapi walaupun demikian, saya tetap menghargai :) Kenapa tidak saya cantumin, karena terlalu panjang , saya pikir.. jika Anda bersedia tolong dimuat saja artikel ini ke blog Anda, saya izinkan di-copy. Untuk menambah wacana kita.

    Dan sekarang saya jelaskan argumen saya.. Pertama, hikayat di atas adalah pinjam-meminjam. Memang ini benar, tetapi mungkin Anda kurang menyimak bahwa mereka telah sepakat untuk melakukan pinjam meminjam atas barang sapi. Jadi esensinya adalah sapi. Sapi itulah yang dijadikan patokan.

    Okelah, sekarang kita modif sedikit ceritanya…

    Andaikata si Mat Bulbul pelit sekali, dia kelak TIDAK mau dibayar apapun kecuali dengan seekor sapi! “Pokoknya SAPI ! Lu minjem sapi ya harus ngembaliin sapi! ” demikian tegas Mat Bulbul pada Mat Petok. Tetapi di sini, Mat Bulbul memberi sedikit kelonggaran, Mat Petok boleh melunasi pinjamannya kapan saja… nggak harus akhir tahun, dia boleh melunasi 2 tahun lagi, 5 tahun lagi, (anggaplah selama mungkin Mat Petok boleh meminjam) Jadi, ok, anggap saja kontrak ini tidak terikat waktu.

    Apa artinya? Artinya, pertama: peduli setan Mat Bulbul (dan juga Mat Petok) berapa kurs sapi terhadap ayam sekarang. Mat Bulbul meminjami sapi dan harus mendapat sapi lagi. Peduli setan dengan pergerakan harga kurs, kenapa mereka harus sepakat segala terhadap harga? Anggaplah mereka tidak membahas sepatah kata pun untuk masalah kurs sapi/ayam, OK? Pokoknya minjem sapi harus balik sapi. TITIK!

    Kedua, di sinilah masalahnya.. karena harus mengmbalikan dalam bentuk sapi, maka mau tidak mau si Mat Petok juga harus memiliki sapi untuk melunasi . Lha, bagaimana mungkin? Lha wong dia peternak ayam? Dan di jaman dulu nggak banyak orang yang memiliki sapi. Dan parahnya lagi (tolong diingat) DI JAMAN ITU BELUM ADA UANG! Jadi orang masih melakukan transaksi secara tukar menukar (barter).

    Ketiga, Mat Petok bebas waktu! Dia boleh me-likuidasi hutangnya kapan saja. Tidak perlu akhir tahun ini, boleh 5 tahun lagi, 10 tahun lagi pokoknya terserahlah.

    Tapi beruntunglah Mat Petok, karena (ceritanya) jaman dulu sudah ada “money changer primitif” maka pergilah Mat Petok ke money changer itu untuk menukar ayam-ayamnya dengan sapi. Mat Petok pergi ke gudang, mengambil 100 ekor ayamnya untuk ditukar dengan sapi di money changer (karena seingat dia kurs sapi ke ayam masih 100).

    Sesampainya di money changer, Mat Petok menyerahkan 100 ekor ayam ke kasir, tetapi ternyata kasir money changer malah menolak:
    “Maaf Pak! Harganya kurang, Ayamnya kurang 10 ekor lagi !” kata si kasir
    “Lho, kenapa?” tanya Mat Petok heran.
    “Apa Bapak belum tahu? Sekarang ada wabah antraks, banyak sapi yang mati, jadi kursnya naik terhadap ayam. Kurs sapi ke ayam sekarang 110!” jelas si kasir.

    Apa yang harus dilakukan Mat Petok? Ada dua alternatif: Pertama, dia bisa menunggu sampai besok lusa, seminggu lagi, tahun depan, pokoknya nanti.. sampai harga sapi ke ayam turun kembali ke 100 ekor, syukur-syukur kurang dari 100 biar untung. Kedua, Mat Petok melunasi sekarang juga dan beresiko rugi, karena harus menambah 10 ekor.

    Tapi karena jaman dulu moral orang masih baik dan tidak suka menunda-nunda, maka Mat Petok pun memutuskan melunasi hutangnya sekarang. Maka merugilah si Mat Petok, dia telah menganggarkan 100 ekor ayam untuk membayar hutang, tapi kenapa sekarang harganya naik? Maka mau tidak mau dia mengambil 10 ekor ayam lagi dari rumahnya, dan barulah si Money changer mengabulkan permintaan mat Petok menukar ayam-ayamnya dengan sapi, 110 ayam ditukar dengan 1 ekor sapi (sekali lagi, abaikanlah spread komisi yang diambil money changer). Barulah dengan seekor sapi itu Mat Petok ke rumah Mat Bulbul untuk melunasi hutangnya. Seekor sapi dibayar seekor sapi. TIDAK ADA RIBA (jaman dulu profesi rentenir belum dikenal).

    Demikianlah cerita saya. Happy Ending, deh (setidaknya untuk Mat Bulbul).

    Demikian, Anda lihat? Cerita di atas sebenarnya sama saja dengan cerita yang saya buat sebelumnya. Analoginya pun sama, hanya saja… versinya saya ubah sedikit. Nah sekarang saya tanya pada Anda: Di manakah sisi judi-nya ?

    Kata siapa mereka tidak sepakat untuk ‘pembayaran dengan nilai yang belum diketahui’ ? Justru mereka telah SANGAT SEPAKAT! Mereka telah sepakat terhadap satu ekor sapi. Hutang seekor sapi dikembalikan seekor sapi! Kalau lebih itu rentenir dan Bank namanya. Kontraknya telah jelas, underlying asset-nya telah jelas: seekor sapi! Perkara sapi itu mau dihargai terhadap 100 ayam kek, 10 ekor babi kek, atau 1500 ikan tongkol kek, itu beda soal. Paham?

    Sepertinya Anda belum mengerti betul perbedaan transaksi spot dengan forward. Jelas-jelas transaksi di atas adalah spot, karena seperti yang Anda bilang: ‘pembayaran dengan nilai yang belum diketahui’ itu artinya spot, nilainya ter-FOKUS pada saat ini, detik ini. TIDAK tahu di masa depan, hari ini kursnya 100ekor ya bayarnya 100 ekor, besok 110 ekor ya bayarnya 110 ekor, lusa 500 ya 500.

    Kalau seandainya forward, maka mereka justru telah menentukan harga masa depan di awal. Misalnya akhir tahun kursnya 120 ekor/sapi, atau dua tahun lagi 300 ekor/sapi. Resiko kurs terjadi manakala ternyata harga sebenarnya pada saat (nanti) itu lebih rendah atau lebih tinggi dari harga yang disepakati. Itu baru namanya forward.

    Anda lihat? Anda justru membantah jawaban Anda sendiri…

    Dan buat saya, adalah hal yang justru SANGAT TIDAK WAJAR jika Mat Petok tetap membayar 100 ekor ayam. Kenapa? Karena itu berarti si Money Changer menerima pembelian seekor sapi dengan 100 ekor ayam. Bodoh betul si kasir itu! Informasinya betul-betul nggak up-to-date. Apakah dia nggak tahu bahwa harga sapi/ayam sekarang adalah 110 ekor?

    - Anda kasihan sama Mat Bulbul ? Kenapa kasihan? Itulah resiko bisnis. Pahamkah Anda dengan proses terbentuknya harga barang ? Tahukah anda bahwa harga itu ditentukan oleh supply and demand? Mungkin saja waktu itu jumlah sapi demikian banyaknya, katakanlah, ditemukan teknologi kloning sapi sehingga memungkinkan perkembangbiakan sapi secara cepat dan massal. Wajar harganya turun. Lagipula sama saja, meminjamkan atau tidak pun, harganya tetap turun, bukan?

    Nggak semua orang jadi gila kok karena masalah currency risk. Tahukah Anda ada sebuah negara kepulauan di kathulistiwa yang ketika krisis moneter tahun 1997,tertimpa bencana besar kesulitan membayar utang, gara2 nilai mata uangnya anjlok lebih dari 800 % ? Tetapi Alhamdulillah masih selamat.. Nggak semua penduduk bangsa itu jadi gila.

    Dan terakhir, Anda bilang: ‘sedangkan Mat Cerdik telah melakukan niaga pada umumnya, “Beli ketika harganya rendah lalu jual kembali ketika harganya naik !”Ketika harga turun dia tidak akan menjualnya.‘ sadarkah, dengan bilang begini sebenarnya Anda telah MEMBENARKAN SENDIRI bahwa forex itu bisnis bukan judi. Justru mekanisme inilah yang dilakukan trading forex sekarang.

    Saya pun ketika merugi dalam forex karena berlawanan posisi, belum tentu saya rugi… asalkan saya belum meng-eksekusi (melikuidasi / menutup posisi saya). Seandainya saya Mat Cerdik, andaikata harga sapi malah turun jadi 90 ekor ayam, maka saya biarkan saja, tidak akan saya likuidasi posisi saya (menjual kembali sapi saya). Saya akan menunggu.. suatu hari yang cerah nanti harga sapi pasti naik.

    Sekarang, okelah saya mengalah saja pada Anda,… sekarang katakanlah saya ke money changer.. saya lihat hari ini kurs dolar/rupiah seharga Rp 9.000. maka saya menukar rupiah saya dengan dolar atau dengan kata lain, saya menjual rupiah saya dan membeli dolar AS. Kemudian tiga bulan lagi, ketika harganya Rp 12.000. saya tukar dolar saya lagi dengan rupiah, maka saya untung Rp. 3000 per dolarnya. Anda tahu, yang saya lakukan ini adalah sama seperti yang dilakukan Mat Cerdik: INILAH FOREX TRADING !

    Dan sekarang saya tanya, menurut Anda: Apakah ini JUDI ? Kalau Anda jawab: iya, wah.. berarti logika Anda kacau sekali….

    Thanks!

    p.s.:tolong perdebatan kita ini di-muat juga yah ke blog Anda.Saya izinkan meng-copy.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terima kasih atas penjelasannya..
    Saya memahami maksud anda pak/ bu, dan semoga anda juga bisa memahami penjelasan saya di bawah ini :)

    Tentang permintaan anda untuk memuat artikel tersebut, maaf, saya sendiri sudah punya artikel mirip forex, juga tentang Sapi. silahkan baca di :
    http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi

    A.

    “…dia (Mat Petok.red) memohon Mat Bulbul agar diperbolehkan membayar pinjamannya dengan ayam. Mat Bulbul menyetujui, tetapi dengan syarat, harga ayam itu harus sesuai dengan harga sapi di saat Mat Petok melunasi pinjamannya, atau dengan kata lain, pinjaman Mat Petok harus dikonversikan ke harga sapi atau berdasarkan harga sapi. …Mat Petok harus membayar ayam … ”

    Penjelasan gambar di http://img514.imageshack.us/i/cerita1.jpg/ tertulis:

    “Baiklah. Kau boleh meminjam sapiku. TIDAK ADA BUNGA. Kau boleh membayarnya dengan ayam kelak, tetapi harus berdasarkan kurs sapi.”- kata Mat Bulbul.

    kontradiksi dengan penjelasan anda:

    “Mat Bulbul meminjami sapi dan harus mendapat sapi lagi. ….Pokoknya minjem sapi harus balik sapi. TITIK! ”

    Dua kasus sangat berbeda jauh,
    yang pertama bisa jadi Mat Bulbul RUGI besar, hanya mendapat 50 ayam bila kurs 1 sapi= 50 ayam!
    Tetapi yang kedua, berapapun kurs tetap dikembalikan 1 sapi. Tidak ada yang dirugikan.

    Yang pertama, yaitu artikel tersebut di http://kuliahforex.com/buatpemula/hikayatdesa.html itu JUDI. Tapi penjelasan (modif) anda di komentar di atas BUKAN JUDI; pinjaman BIASA dan WAJAR.

    Jadi yang diberikan oleh Mat Petok kepada Mat Bulbul itu Ayam atau Sapi?

    B.

    “yang dilakukan Mat Cerdik: INILAH FOREX TRADING !”


    Maaf saya TIDAK SEPAKAT.
    Yang di lakukan Mat Cerdik adalah Niaga Biasa. Alasannya;
    - Jual beli Pertama (Jual Ayam) tidak terkait dengan jual beli kedua (jual sapi), proses tersebut TERPISAH
    - Tidak ada Floating Position, sehingga tidak ada Margin Call (juga Swap/ interest).
    - Jual beli kedua TIDAK HARUS terjadi.
    - Bila ada SLIPPAGE, Jual beli bisa BATAL.

    Bila Mat Cerdik memakai mekanisme FOREX sbb:
    - Pada Jual beli Pertama (Jual Ayam) diHARUSkan untuk jual beli kedua (jual sapi) dengan harga yang akan datang (HAR).
    - Floating Position dengan resiko Margin Call (juga Swap/ interest)
    - Jual Beli kedua HARUS dilakukan.
    - Bila ada SLIPPAGE, jual beli TIDAK BISA BATAL !

    (Agar lebih jelas mekanisme Forex ini silahkan baca artikel saya di: http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi)
    Kasus kedua ini, sangat rentan PERJUDIAN bahkan PENIPUAN, penipuan slippage yang diklaim karena pengaruh pasar.

    Jadi, seperti sudah saya sebut di awal:
    Money Changer lebih aman dan bukan Judi.
    Forex itu Judi.

    Btw, anda belum menjelaskan:
    - Bilamana Pinjam meminjam yang dilakukan oleh Mat Petok-Mat Bulbul berubah menjadi Judi? Dan
    - Bilamana Jual Beli yang dilakukan oleh Mat Cerdik berubah menjadi Judi?

    Trims

  48. ampar says:

    Bagus nih diskusinya pa Khun, kalo broker yang katanya ada islamic account itu apa sama mekanismenya dengan money changer? tks infonya

    =================================================
    Genghis Khun:
    Maaf, belum tahu jadi belum mempelajari..

  49. ahmad says:

    “judi adalah spekulasi, spekulasi belum tentu judi”.

    masalah bisnis dalam sektor keuangan (forex, saham, obligasi, dsb) itu judi atau bukan tidak akan ada habis2nya, karena mereka itu sendiri masuk ke dalam zona abu2 (hidup tidak selalu hitam putih kan).

    setiap kali memasang posisi berarti orang tersebut berspekulasi. memang dalam bisnis lain juga terdapat unsur spekulasi, tetapi yang membedakannya dengan judi adalah tingkat daripada spekulasi itu sendiri. semakin tinggi tingkat spekulasi semakin mendekati judi.

    yang menentukan tinggi rendahnya tingkat spekulasi adalah “ketidakpastian”. forex memiliki tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi. banyak faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpastian tersebut.

    letak sisi judinya pasti teman2 sudah dapat menyimpulkan sendiri. teman-teman akan dipaksa “menjudi” disaat membuka posisi. teknikal analisis dan fundamental analasis bukanlah “penentu harga pasar” melainkan “cerminan harga pasar”. pasti sering ditemui disaat harga sudah overbought yang secara teori turun tetapi malah naik terus dan sebaliknya.

    sisi bukan judinya dapat dilihat dari tindakan hedging (lindung nilai, tindakan untuk menghindari atau meminimalisir kerugian). contohnya tindakan bank-bank yang dimiliki suatu pemerintahan untuk menjaga kurs agar tetap stabil. ketidakstabilan kurs akan merugikan eksportir/importir, kurs yang turun terlalu tajam akan merugikan eksportir, kurs naik terlalu tajam akan merugikan importir. jika BI mengintervensi rupiah demi kepentingan rakyatnya apakah BI berjudi?? TIDAK.

    tetapi bukan berarti saya mengatakan bermain forex untuk mencari keuntungan adalah judi, untuk hedging adalah bukan judi. sekali lagi SEMUANYA ADALAH ABU2.

    jadi kesimpulannya:
    1) alur adalah suatu mekanisme, mekanisme yang timbul dari ketidakpastian;
    2) FOREX BELUM TENTU JUDI. tergantung dari sudut mana anda memandangnya.

    =================================================
    Genghis Khun:
    1) alur adalah suatu mekanisme, mekanisme yang timbul dari ketidakpastian;

    =>
    Kesimpulan ini tidak masuk akal, karena Forex dan Money Changer sama-sama pertukaran mata uang asing tetapi mekanismenya BERBEDA.

    2) FOREX BELUM TENTU JUDI. tergantung dari sudut mana anda memandangnya.

    =>
    Forex tetap JUDI karena terpenuhi syarat sah jual beli dengan ALUR tidak wajar, walaupun memakai TP (Take Profit) dan SL (STOP LOSS).
    MONEY CHANGER BELUM TENTU JUDI, tergantung dari sudut mana anda memandangnya.
    Hedging yang dilakukan oleh Bank-bank, apakah syarat jual beli terpenuhi? ada penjual, pembeli dan barang yang diperjualbelikan.
    Bila ALUR jual beli wajar itu bukan judi. Tapi bila ALUR tidak wajar itu JUDI.

    Btw, lalu bagaimana prinsip anda untuk menentukan JUDI atau BUKAN?
    SDSB, dadu, judi pacuan kuda adalah judi dilihat dari sudut pandang manapun.

  50. ampar says:

    Forex dengan mekanisme yang ada sekarang bisa dikategorikan judi, kalau mekanismenya diubah seperti yang terjadi pada transaksi saham di BEI itu tidak judi.

    Pada transaksi saham mekanismenya adalah:
    kita open buy => tunggu antrian => close,

    sampai disini si pembeli saham memiliki saham dan dapat dijual kembali sesuai kehendak pemilik saham, tidak ada “keharusan” untuk jual. Juga tidak dikenakan bunga/biaya overnight.
    Tidak bisa short selling karena penjual tidak dapat menjual saham yang belum dimiliki jadi transaksinya satu arah.

    Open Buy => close, than open sell => close

    Pertanyaan selanjutnya adalah adakah broker yang menyediakan transaksi seperti pada saham?

  51. purwo says:

    kajinya dalam tapi iklannya bejibun. sampai pusing saya memilah mana yang artikel dan mana yang iklan wakaka :-D

    kang, untuk investasi kebun emas gmn pendapat anda? saat ini kan lagi marak.

    banyak jg sih yg kasih komentar, silakan mampir ke blog saya ya di http://purwo.com/kebun-emas

  52. wow..keren atas mpek bawah saya baca semua..komentar yang ditulis berbulan-bulan saya baca cuma 1jam..heheh

    assalamualaikum wrwb
    pertanyaan saya simple pak..!
    mekanisme bapak menunjukkan bahwa forex adalah judi sedangkan,
    judi=haram berarti forex=haram hukumnya menurut bapak loh y…
    kalau beg beg begitu…pendapat MUI salah menurut bapak, yang telah membolehkan meskipun dengan syarat2 yang dicantumkan oleh MUI..
    padahal sabda nabi MUHAMAD SAW menyebutkan bahwa haram dan halal itu sudah jelas..
    mohon bimbingannya..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Pertanyaan cerdas pak, anda benar bahwa judi= haram.
    Mari kita baca lagi fatwa MUI “yang telah membolehkan meskipun dengan syarat2″

    Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    a.Tidak untuk SPEKULASI (untung-untungan).
    b…
    c….
    d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.
    fatwa-tentang-jual-beli-mata-uang

    Dalam Forex, mata uang asing yang kita beli tidak bisa dipakai/ gunakan (floating position), sehingga harus dijual lagi ke mata uang asli. artinya, tidak ada fungsi lain selain UNTUNG-UNTUNGAN.

    Kedua, posisi CLOSE pada Forex TIDAK memenuhi syarat bagian d. (…nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi).
    Kurs waktu Close ditentukan SESUDAH Transaksi, bahkan bisa terjadi SLIPPAGE !

    Bukti ini menunjukkan bahwa Forex hanya untuk UNTUNG-UNTUNGAN dan transaksi Close memakai kurs tidak saat transaksi, tapi SESUDAHNYA.

    Fatwa MUI tidak salah dan sejalan dengan artikel ini. Mungkin anda punya pendapat lain? silahkan..

  53. berarti anda harus merubah fatwa itu pak..seperti ini:

    Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang/forex tidak boleh.karena sebagai berikut:
    a.hanya untuk SPEKULASI (untung-untungan).
    b…
    c….
    d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai. <=== pernyataan ini yang masih saya bingung kan dari komentar bapak {“Kedua, posisi CLOSE pada Forex TIDAK memenuhi syarat bagian d. (…nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi).Kurs waktu Close ditentukan SESUDAH Transaksi, bahkan bisa terjadi SLIPPAGE !”}.(berarti transaksi seperti ini tidak wajar menurut bapak dan kok bisa tidak wajar)

    he3x maaf kalau saya salah menyimpulkan dan mencoba menebak-nebak maksud bapak..tapi bukankah kita sedang berdiskusi..ya kan pak gengis kun ^_^!

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Fatwa tersebut sudah benar, bijaksana dan tidak perlu dirubah pak, karena:
    - Transaksi Jual beli mata uang diperlukan dalam hubungan antar negara.
    - Transaksi Jual beli mata uang tidak hanya melalui Forex, banyak macamnya misalnya money Changer.
    - Transaksi Jual beli Mata uang tidak selalu untuk spekulasi.

    Nah, anda terjun ke Forex untuk apa pak? ekspor impor-kah?

    2. Tentang “Nilai Tukar yang berlaku SAAT transaksi”.
    Saya beri contoh kasus mudah;
    pak Sugeng Arif Saputra hendak membeli cabe ke Genghis Khun. Tentunya pak Saputra bertanya dulu harganya, sesudah menyepakatinya akan dilakukan transaksi.

    Misal harga Rp. 10.000/ kg, bila pak Saputra setuju maka akan dibeli.
    => ini artinya nilai (harga) diketahui SAAT transaksi.

    Tapi bila Jual beli Cabe ini dilakukan dengan mekanisme CLOSE pada Forex, sbb:

    Pak Saputra tahu bahwa harga cabe pasaran Rp. 10000/ kg. Lalu melakukan transaksi TANPA kesepakatan harga dengan Genghis Khun. Transaksi ini berbahaya, karena bisa jadi Genghis Khun mengklaim harga sudah naik Rp. 15.000/ kg.

    => Ini artinya nilai (harga) diketahui SESUDAH transaksi, alias JUDI.

    Pesan saya, kalaupun tahu harga Rp. 10.000/ Kg, mbok ya dipastikan dulu, harganya di “lock” gitu, biar gak dinaik turunkan seenaknya oleh Genghis Khun.
    Dalam Forex; nilai kurs posisi OPEN di “lock”, tapi pada CLOSE tidak di “Lock”, celah agar kurs masih bisa ‘dimainkan”…

    Bila masih belum mengerti, saya dengan senang hati akan menjelaskannya lebih lanjut.. :)

  54. Jamaludine says:

    Assalamu alaikum. Wr.Wb
    mendengar perdebatan ini saya jadi tertarik menyimaknya dengan tujuan ada kesimpulan yang merupakan kesepakatan dari semua partisipan tentang hukum forex itu sendiri. sebagai orang awan yang masih sangat terbatas pengetahuanya saya cuma mau tanya nich. Ketika kita bertransaksi jual beli valuta asing atau forex,sebenarnya adakah orang yang dirugikan ketika kita mendpatkan keuntungan, dan ketika kita rugi adakah orang atau pihak yang diuntungkan dari akibat kerugian kita?kalau ada siapkah mereka(selaian broker yang memang selalu untung dengan komisi)? mudah-mudahan jawabanya bisa memberikan sedikit gambaran mengenai hukum forex. dalam islam suatu akad jual beli atau usaha/bisnis apapun jika dapat merugikan salah satu pihak maka itu dilarang.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb.
    Salam kenal pak Jamaludin
    Pertanyaan cerdas pak,
    Memang ditinjau dari semua sisi, Forex amat sangat meragukan.
    - Pembahasan Forex dari sisi Pihak yang dirugikan silahkan baca di:
    http://priyadi.net/archives/2006/07/15/masih-tentang-maxgain-dan-penipuan-forex-lainnya/

    -Pembahasan Forex dari sisi LEVERAGE baca di:
    http://www.zaharuddin.net/content/view/655/100/

    - Pembahasan Forex dari sisi TUJUAN JUAL BELI/ Untung-untungan, baca di:
    Fatwa Tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf)

    Masih banyak yang perlu disorot dalam Forex, termasuk:
    - Margin Trading
    - Bunga Harian
    - Kemungkinan Slippage, hmm..jual beli yang aneh…

    Di artikel ini hanya menyoroti sisi ALUR saja, yang ternyata TIDAK WAJAR alias JUDI. Anda bisa membaca artikel saya selanjutnya:
    http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi
    Trims

  55. ahmad says:

    Memangnya sebelum dunia ini mengenal yang namanya internet para spekulan pasar uang tersebut berdagang di mana??

    Online trading baru mulai dikenal sejak tahun 1990 an. Sedangkan yang namanya pasar uang sudah dikenal sejak zaman nabi2 Israel bahkan mungkin lebih jauh lagi. Apakah sewaktu zaman nabi2 Israel belum ada spekulan pasar uang?? Saudara dapat menjawabnya sendiri.

    Trading di money changer dengan trading di internet itu pada prinsipnya SAMA SAJA. Beli murah jual mahal dan sebaliknya. Sebelum trading online dikenal para spekulan MEMANFAATKAN MONEY CHANGER DAN/ATAU SEJENISNYA untuk melancarkan aksi untung2an mereka. Jadi kesimpulannya pendapat saudara terlalu dipaksakan.

    Hedging itu tujuannya bukan untuk mengambil keuntungan. Tetapi untuk lindung nilai. Sedangkan judi itu untuk mengambil keuntungan iya to??

    Ambil contoh Bank of China (BoC) yang melakukan Hedging kurs Yuan agar tetap stabil, BoC tidak akan mendapatkan keuntungan dari Hedging tersebut karena Yuan tetap stabil (Spekulan mengambil untung dari ketidakstabilan kurs mata uang). Bahkan harus mengeluarkan bermilyar Yuan untuk melakukan Hedging. akan tetapi keuntungan yang didapat adalah misalnya kestabilan ekonomi, harga barang ekspor buatan Cina yang sangat murah, dan sebagainya. Jadi apakah yang dilakukan Pemerintahan China adalah JUDI??

    Hedging adalah salah satu sisi BUKAN JUDINYA FOREX

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Spekulan, pejudi dan pekerja maksiat lainnya memang sudah ada sejak jaman dulu kala pak.

    2. Pendapat bahwa Forex itu sama dengan money changer itu malah sangat DIPAKSAKAN pak.
    - Hasil penukaran mata uang asing di FOREX TIDAK BISA dipakai.
    - Di Money Changer tidak ada FLOATING POSITION.
    - Di Money changer OPEN dan CLOSE terpisah. Di Forex; OPEN HARUS DISERTAI CLOSE.
    - Di Money Changer tidak ada SLIPPAGE.
    Perbedaan mencolok.

    2. Tentang SPEKULAN: spt jawaban saya sebelumnya; spekulasi itu belum tentu JUDI, tapi Judi itu PASTI spekulasi. Penjelasan anda ttg Judi saat itu belum lengkap. Bagaimana PRINSIP anda menentukan sesuatu itu judi atau bukan pak?

    3. Penentuan sisi JUDI dalam Forex bukan dari Hedging pak. Tapi dari mekanisme OPEN-CLOSE yang tidak wajar; penentuan nilai dilakukan belakangan sehingga memungkinkan terjadinya SLIPPAGE.
    Sedangkan masalah Hedging sendiri silahkan mengacu pada fatwa MUI.

  56. ahmad says:

    saya tidak pernah mengatakan bahwa forex itu money changer.. yang saya katakan adalah money changer salah satu wadah untuk bertrading forex,, begitu juga dengan internet..

    setiap orang dapat saja berjudi melalui money changer seperti yang dilakukan oleh para penjudi zaman baheula..

    prinsip judi
    1) adu untung2an belaka
    2) memungkinkan orang tanpa bekerja keras mendapatkan kekayaan yang besar
    3) menimbulkan sifat tamak

    yang nomor 3 coba saja dirasakan sendiri, pasti hal itu muncul di dalam diri setiap penjudi..

    selebihnya saya setuju mengenai mekanisme alur yang bapak jabarkan..

    mengenai forex trading dengan niat mencari keuntungan dari setiap transaksi yang dilakukan saya sependapat bahwa itu JUDI

    =================================================
    Genghis Khun:
    Dalam Forex online, mata uang asing hasil pertukaran TIDAK BISA dipakai, artinya aktifitas FOREX Online hanya untuk mendapatkan SELISIH NILAI/ UNTUNG-UNTUNGAN.
    Metode hedging yg digunakan dalam Forex online pun juga hanya untuk mendapatkan selisih nilai/ keuntungan.
    Atau mungkin ada tujuan lainkah?

  57. om jack says:

    salam kenal mas, ada beberapa pertanyaan yg mau sy tanyakan pd mas. kebetulan sy juga dari Undip tp anak teknik. sy kenal forex sudah sekitar 4 tahun. dari penjelasan di atas memang menarik dan saya akan terus kejar untuk cari apakah benar forex itu haram. mungkin sy akan contohkan pake permisalan harga.
    langsung aja dah………..

    ini sy copas dari tulisannya mas Gengis sendiri
    ALUR JUAL BELI WAJAR: Harga disepakati -> lalu transaksi
    ALUR JUAL BELI JUDI: Transaksi dulu -> Harga yang disepakati menyusul

    katakan begini mas misal pasangan mata uang GBP/USD hari kamis tgl 25 Februari 2010 jam 7 pagi menunjukkan harga 1.5000 (artinya 1 GBP = 1,5 USD). GBP itu poundsterling. kemudian kira2 jam 14 siang sy melakukan jual beli (dalam forex) dengan ketentuan :

    open = saat harga 1.5000 (harga saat itu)
    sebelum melakukan transaksi ini kira2 selama 1 jam sebelumnya sy juga sudah melakukan analisis permalan /forecasting) dari data2 yang sifatnya numerik ataupun fundamental bahwa mata uang poundsterling ini akan menguat hingga 30 poin menjadi 1.530. sehingga pada saat yang bersamaan itu pada jam 14 sy melakukan 1 kali transaksi (order) open buy GBP/USD di harga 1.5000 dengan TP atau take profit/close di harga 1.530 serta stoploss di 1.485 (jd loss 15 poin). Semua posisi ini sy tentukan secara bersamaan dan berurutan, kemudian setelah semua yakin sy klik setuju thd semua transaksi sy. dalam kasus seperti ini apakah masih bisa dibilang bahwa transaksi (order) yg sy lakukan ini merupakan

    ALUR JUAL BELI WAJAR: Harga disepakati -> lalu transaksi. (karena sy sudah menentukan harga open dan close secara bersamaan di awalan baru kemudian melakukan transaksi.

    atau masih tetap sy termasuk ke dalam ALUR JUAL BELI JUDI: Transaksi dulu -> Harga yang disepakati menyusul

    mohon jawabannya mas, mungkin jawaban mas bisa memberikan informasi bagi sy pribadi.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal juga pak Bayu,

    Open = harga 1.5000 (harga saat itu)
    Close= TP = 1.530
    SL= 1.485 (jd loss 15 poin)

    ALUR contoh anda:
    Penentuan 2 nilai SL dan TP => Lalu Transaksi => 1 nilai akhirnya muncul

    Terlihat nilai yang disepakati tetap muncul SESUDAH transaksi. Ini Judi yang pertama.
    Ini bisa disamakan dengan, misalnya, JUDI dalam SEPAK BOLA:
    setelah diANALISIS dengan CERMAT bahwa masing2 kesebelasan sama-sama kuat, maka:

    Kesebelasan A dan B diisi duit taruhan => Transaksi => 1 nilai akhir muncul

  58. om jack says:

    terima kasih mas atas jawabannya cuman sy masih bingung maksud dari 2 SL karena yang sy tulis SL cuman 1 saja yaitu di 1.485. terus yang 1 nilai yang akhirnya muncul itu bukankah sy sudah tentukan harga di awal semua sebelum transaksi. atau apakah yang dimaksud 1 nilai itu adalah target/TP (take profit).

    mohon konfirmasi mas. tulung jgn dipanggil pak mas, soalnya umur blm tua :D

    =================================================
    Genghis Khun:
    oiya maaf Mas Bayu,
    kalimat tersebut seharusnya;
    Penentuan 2 nilai: yaitu SL dan TP => Lalu Transaksi => 1 nilai akhirnya muncul (SL saja atau TP saja)

    Benar bahwa 2 nilai sudah ditentukan, tapi hasil akhir HANYA 1 nilai yang muncul (1 pemenang).
    Mirip dengan kasus Judi sepak bola yg saya gambarkan kemarin:

    Setelah diANALISIS dengan CERMAT bahwa masing2 kesebelasan sama-sama kuat, maka demi MEMINIMALISIR KERUGIAN, maka 2 kesebelasan akan diisi uang taruhan:

    Penentuan 2 kesebelasan (A dan B)=> Transaksi => 1 kesebelasan pemenang muncul (A atau B)

    Penentuan SL dan TP, (atau 2 kesebelasan) SEBELUM transaksi itu belumlah hasil akhir.
    Anda TIDAK BISA MEMPEROLEH keduanya, pasti hanya akan muncul SATU PEMENANG; SL saja atau TP saja.

    Kalau ada yg belum dimengerti saya dengan senang hati akan menjelaskannya..

  59. om jack says:

    oo jadi unsur yang menjadikannya judi itu dari adanya SL dan TP itu sehingga ada istilah mengundi begitu kan maksut mas Gengis. penjelasan ini bisa sy terima, tp untuk lebih meyakinkan ada beberapa pertanyaan lg mas, kali ini ttg money changer. sy copas dari pernyataan mas lagi
    - Di Money changer OPEN dan CLOSE terpisah.
    - Di Money Changer tidak ada SLIPPAGE.
    bukankah money changer itu tempat untuk penukaran uang saja jadi misal uang USD ditukar rupiah atau USD ditukar GBP poundsterling. jadi istilahnya bukannya cuman 2 yaitu jual dan beli lantas kok bisa ada open dan close berarti hampir mirip forex donk kalo kyk gt.

    Contoh kasus lagi mas.
    misal harga GBP hari ini yaitu Rp 15000 per 1 pound. sy kemudian datang ke money changer dan beli sebanyak 100 pound otomatis sy akan keluar duit (modal) sebanyak Rp 1.500.000.

    kondisi 1 : pada hari esoknya ternyata nilai pound naik menjadi Rp 20000/poundsterling sehingga nilai uang poundsterling yang sy miliki naik sebanyak 5000 rupiah/pound. karena sy melihat bahwa kenaikan ini sudah cukup tinggi maka sy lebih baik menjual 100 pound sy ke money changer dan memperoleh uang Rp 2 juta. dan karena kenaikan itu pula sy juga memperoleh untung sebanyak 500 ribu rupiah dari hasil menukarkan uang tsb.
    dari kondisi tsb apakah perilaku yang saya lakukan termasuk judi karena saya mencari selisih dari nilai uang yang ada.

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Pemahaman anda hampir benar Mas, yaitu mengundi, tapi unsur yang menjadikannya judi itu lebih pada ALUR-nya;

    Transaksi dulu => nilai menyusul

    (Bukan pada SL atau TP, karena saat Open position pada Forex; dengan/tanpa mengisi SL/ TP pun tetaplah judi, karena nilai akhir muncul SESUDAH transaksi).

    Contoh kasus lagi, saya akan jual HP saya kepada anda:
    A. “Mas, maukah beli HP saya seharga 3juta?”
    => ini jual beli wajar

    B. “Mas, maukah beli HP saya dengan harga sesuai bulan depan?”
    => Yang ini Judi.

    2. Tentang money Changer, silahkan baca artikel saya selanjutnya di:
    http://genghiskhun.com/forex-dengan-money-changer-antara-spekulasi-judi-dan-bukan-judi

    Inti artikel tsb sbb:
    “Money Changer dan Forex Trading online,
    walaupun sama-sama proses penukaran antar mata uang dan bisa pula digunakan untuk SPEKULASI, namun ada perbedaan mencolok:
    - Money Changer= bisa SPEKULASI dan BUKAN Judi
    - Forex Online = SPEKULASI dan Judi”

    saya memakai istilah Open/ Close yg artinya KULAKAN (Open) lalu JUAL (Close), karena ada beberapa komentar dari pembaca bahwa Forex mirip jual beli pada umumnya (misalnya cabe keriting, padahal JAUH BERBEDA).
    Kulakan (Open) lalu JUal (close) dalam Forex juga JAUH BERBEDA dengan jual beli di Money Changer. Mari kita kupas kasus anda:

    Via MONEY CHANGER
    # Open: Kulakan Poundsterling Rp. 1.500.000 saat 1 GBP= Rp. 15.000
    – TIDAK HARUS di-CLOSE,
    – Uang GBP BISA dipakai.
    – TIDAK ADA Floating Position
    – TIDAK ADA bunga harian
    # Close: Jual Poundsterling saat 1 GBP= Rp. 20.000
    – TIDAK MUNGKIN terjadi SLIPPAGE

    => Tidak Harus CLOSE ini yg saya maksud dgn proses OPEN/ CLOSE terpisah

    Via FOREX ONLINE
    # Open: Kulakan Poundsterling Rp. 1.500.000 saat 1 GBP= Rp. 15.000
    – Nanti HARUS CLOSE dengan NILAI BELUM DIKETAHUI.
    – Uang GBP TIDAK BISA dipakai.
    ADA Floating Position
    ADA bunga harian
    # Close: Jual Poundsterling saat 1 GBP= Rp. 20.000
    MUNGKIN terjadi SLIPPAGE

    Tampak jelas perbedaanya, yang anda lakukan di money changer adalah SPEKULASI tapi BUKAN JUDI. Masalah Spekulasi dalam pertukaran mata uang ini sebenarnya sudah dilarang oleh MUI:

    “Ketentuan Umum
    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”
    …dst”

    baca di:
    http://www.mui.or.id/konten/fatwa-dsn/fatwa-tentang-jual-beli-mata-uang

    Bila belum jelas saya dengan senang hati akan menjelaskannya untuk anda..

  60. orang awam says:

    dosakah saya pak bila saya kerja menjadi broker…?

    saya merasa gak merugikan siapa-siapa pak!!! ini memang pekerjaan penuh resiko..hanya orang pinter yang bisa pak..gak boleh main asal tebak..dan saya gak merugikan orang lain

    =================================================
    Genghis Khun:
    Semoga kita semua mendapat pekerjaan dan rizqi yang halal pak, amin.

  61. rahmat saleh mantan trader says:

    assalamualaikum…sejak membaca dari awal saya sangat tertarik…

    saya mencoba menyimpulkan saja…

    1.menurut yang saya pahami perdagangan FOREX itu bs menjadi 2 macam bisa jadi “HALAL” dan juga jadi “HARAM”

    HARAM jika ;
    -jika kita niat awal hanya untuk mengambil untung/spekulasi(entah itu dgn analisa funda&teknik)
    -tidak pernah bisa memegang fisik uang tersebut secara langsung kecuali di withdraw…itupun harus liat liat dulu profit atau margin call

    -margin call- karena harga turun…kita dipaksa menutup transaksi(jangan disamakan dgn beli emas,kopi,tanah dan sebagainya)

    “”transaksi forex(“kategori haram”) saat harga turun drastis apakah kita masih bs menyimpan uang tsb/menggunakannya-tentu “tidak bisa kan”apakah masih ada faedahnya?

    kalau jual beli emas—seturun turunnya harga..kita masih bisa pakai emas tersebut buat perhiasan,

    jual beli kopi beras dan lain lain, mash bisa dimanfaatkan kan dimakan sendiri atau disumbangkan dapat pahala kan

    harga tanah turun dan tidak laku, masih ada manfaatnya utk kita bangun rumah atau warung, atau diurug saja buat nimbun jalan, atau diwakafkan buat kuburan…

    nah kalau forex kategori (haram)kalau harga turun..apakh msh bs dimanfaatkan?disinilah unsur (judi nya)berspekulasi tapi sama sekali tidak da faedahnya saat sesuatu ynag diperjual belikan tsb mengalami penurunan harga

    fasilitas leverage
    1:100, 1:200, 1:500 dstnya orang banyak bangkrut/kaya itu kan karena LEVERAGE ini ..ingin untung besar dgn modal kecil,

    membeli rumah kalo ada DP dgn perjanjian misal tidak dpt melunasi dlm jangka waktu tertentu dan UANG DP HANGUS Juga HARAM,

    DP = leverage

    DP dikatakan “halal” jika
    DP membeli rumah, semisal dlm 2 bulan akan dilunasi, jika dalam 2 bulan tidak bisa dilunasi RUMAH tidak dapat dimiliki, maka uang DP tetap dikembalikan ke pembeli…dgn syarat potongan administrasi ..nah ini kan tidak masalah..asal disepakati dan tidak merugikan pembeli maupun penjual alias DP tidak hilang

    “INGAT SATU HAL SEGALA YANG BENTUK SPEKULASI ITU BUKAN BERARTI JUDI_”

    bs dikatakn judi itu dari “MEKANISME” nya termasuk niat dan penggunaan barang jual beli tersebut…

    2.FOREX KATEGORI HALAL-DIBOLEHKAN
    -ada kepentingan dibalik penukaran mata uang tersebut
    *semisal ingin keluar negeri naik haji, pembayaran ekspor impor dan lain lain
    *
    - transaksi tanpa LEVERAGE,(1:1) misal mau beli EUR-USD

    1 lot = 100.000 kuantiti

    (hitungan simple-komisi dan spread diabaikan)

    EURo vs USD
    kurs 1.3700
    saya mau ke eropa, buat liburan, jadi butuh duit 2000 EUR0

    saya menukarnya dgn memberikan 2740$…di broker konvensional/money changer

    setelah saya selesai liburan
    masih ada tersisa “1000euro” lagi…

    saya tukar balik ah…eh ternyata kurs EURO/USD turun jadi 1.3600 (dr sebelumnya pas beli 1.3700)

    jadinya uang saya setelah di tukar cuma jadi 1360$ saja
    cuman rugi 10$ dari harga ketika beli…

    bandingkan dgn forex kategori “halal”
    seperti ini, makanya diperbolehkan…kalaupun terjadi penurunan kurs rugi hanya 10$ saja…

    makanya FOREX dengan LEVERAGE itu banyak yang mengatakan HARAM karena banyak kemudharatan, mau trading EUR/USD, dgn 1000$ bisa untung 1000$ jg…tp bs rugi 1000$ jg…

    ingat 90% trader KEHILANGAN UANGNYA pada 1 tahun pertama…(tentu saja banyak yg jatuh miskin dan bisa jadi menyusahkan keluarga bahkan bs berbuat kejahatan)

    AL-QURAN itu kitab sepanjang masa jadi sampai akhir zaman akan berlaku, jangan dikira JADUL, kita aja yang memahami bahasa tersiratnya yang perlu lebih mendalami

    kesimpulannya…

    FOREX itu bisa menjadi HARAM – dan bisa juga menjadi HALAL

    tergantung niat dan penggunaannya

    kata SPEKULASI juga tidak bisa djadikan acuan menentukan HARAM atu tidaknya suatu hal

    tapi terlebih dulu diliat mekanisme nya seperti kata G-KHUN

    sekali lagi saya tegaskan karena ada unsur leverage broker itulah makanya dikatakan haram
    haram = lebih banyak kemudharatan drpd manfaat

    STUDI KASUS
    jika ada pertanyaan spt ini, bagaimana jika orang membeli EURO leverage 1:1, utk disimpan saja ?berharap suatu saat harganya naik…di moneychanger/bank

    jawaban: ini masuk dalam forex halal

    krn tanpa leverage,,,dan dia menyimpan fisik uang tersebut, kalaupun di bank, dia msh bisa menarik uangnya walaupun tidak berharga sama sekali

    semisal
    karena tanpa leverage (1:1)
    dia beli/buy “1000 EURO”

    EURO/USD
    kurs :1.4500 (menukar 1450$)

    tiba tiba suatu saat kurs turun jadi 1.2000

    apakah dia rugi banyak tentu tidak

    1450$ menjadi 1200$ saja…hanya 250$

    kurs EUR/USD hancur jadi 0.500

    dia msih bisa memiliki uangnya secara fisik tanpa kehilangan atau margin call

    tapi yang jadi pertanyaan apakah USA rela membiarkan kurs EURO(ekonomi eropa) hancur dari 1.4500 menjadi 0.500
    pasti tidak kan…jadi antisipasi kerugiannya sudah ada…

    bayangkan kalo kita transaksi forex kategori (haram)(dengan leverage-sistem online/konvensional tanpa melihat bentuk fisik uang kita)

    leverage 1:500, aja kalau BUY EUR/USD harga 1.4500 turun jadi 1.3000 sudah kena margin call….dengan modal 1000$

    jadi sebaiknya jika memang niat untuk berinvestaasi dan spekulasi mata uang sebaiknya yang leverage 1:1 aja…karena itu insya ALLAH halal..dan uangnya anda bawa pulang dan bisa disimpan…

    atau jika ingin berinvestasi dan spekulasi cobalah ke EMAS…saya jamin kalau INVESTASI EMAS NYATA. ada barangya…yang tanpa leverage, kalaupun turun tidak akan membuat anda bangkrut…walaupun tidak cepat kaya…tapi ini halal…dan penelitian menunjukkan harga emas tiap tahun pasti naik…dperikirakan 10-20 tahun lagi EMAS bisa sampai naik 20x lipat dr skrg

    forex haram :forex online yang ada leverage spt skrg semisal 1:100 dstnya, cepat kaya, tapi juga cepat miskin , disitulah letak kemudharatannya..kita mengundi nasib…bahasa kasarnya

    FOREX HALAL :beli mata uang negara lain, dan kita dapat bentuk fisiknya, serta LEVERAGE 1:1, jadi walaupun kurs tukar jatuh drastis kita gak akan rugi banyak,,,

    kecuali negara tersebut hancur…baru mungkin UANG VALAS nyata kita tersebut baru tidak ada harga nya, mungkinkah tu…mungkin saja ketika kiamat…atau perang dunia ke 3…
    tapi tentu saja orang orang diseluruh dunia tidak akan membiarkan negara lain hancur ekonominya..karena akan berdampak sistemik

    jadi FOREX itu bs HALAL dan bs HARAM
    tergantung mekanisme nya…

    walaupun niat spekulasi sekalipun,,,jika dilakukan dgn konvensioal (moneychanger/bank) dan tanpa leverage (1:1)

    insya ALLAH berkah dan HALAL…

    ALQURAN KITAB spanjang masa
    jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa FOREx atau perdagangan VALAS itu sepenuh nya HALAL atau HARAM

    sama halnya…
    dengan berhubungan intim

    jika lewat syariah islam yaitu pernikahan PASTI HALAL

    tapi jika tidak melewati syariat islam :tanpa pernikahan, ya HARAM

    demikian jg dengan perdagangan(jual beli)…mau itu valuta asing(forex), emas, beras, komoditas, saham, tanah, gorengan, BUAH buahan…

    orang dagang buah aja sebenarnya halal, tapi kalo dia mengurangi tmbangan?haram atau halal

    jika tidak melewatin syariat atau mekanisme nya..itu bisa jadi HARAM

    mekanisme /syariat islam sudah ada lengkap dalam ALQURAN
    jadi forex itu bisa haram dan bisa halal…

    semua kita kembalikan ke ALLAH swt , tentang sejauh mana kita mencari nafkah lewat perdagangan…apakah sudah lewati syariat…supaya dikatakan HALAL…

    wassalam

    rhmtslh@gmail.com…(feedback)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Rahmat Saleh,
    Sebenarnya fatwa MUI itu sudah jelas, tapi sepertinya para trader FOREX ONLINE sudah kadung kecanduan jadi upaya rehabilitasi harus dilakukan pelan-pelan :).

    1. Sedikit ralat tulisan anda (kalau tidak keberatan)
    Tertulis:
    “perdagangan FOREX itu bs menjadi 2 macam bisa jadi “HALAL” dan juga jadi “HARAM””

    sebaiknya ditulis:
    “perdagangan ANTAR MATA UANG itu bs menjadi 2 macam bisa jadi “HALAL” dan juga jadi “HARAM””

    Halal bila melalui Money Changer.
    Haram bila melalui Forex Online.

    2. Juga saya kurang sepakat dengan pendapat anda bahwa halal dan haram itu “tergantung niat dan penggunaannya”

    Judi tidak bisa dinilai dari niatnya. Pergi ke Casino dengan niat hiburan atau sedekah ikhlas itu tetaplah JUDI.

    3. Tentang Spekulasi, pendapat kita sama yaitu JUDI itu Spekulasi tapi Spekulasi itu belum tentu JUDI.

    Btw, trims atas komentarnya

  62. rahmat saleh mantan trader says:

    LANJUTAN

    FOREX dikatakan haram
    1.jika ada margin call, sedrastis apa pun turunnya harga, kita masih bisa memiliki wujudnya..kan setidaknya masih bisa memiliki mata uang kenang kenangan..buat dikoleksi…(dr negara yg kurs nya hancur tersebut,biasanya hancurnya krn perang)

    2.jika pakai leverage….leverage ini lebih banyak kemudharatannya, org bs kaya dgn cepat…tp bs lebih bangkrut dgn cepat…semua jg bilang kalo 90% trader pada tahun pertama kehilangan duitnya…disinilah unsur judi nya

    ALLAH maha mengetahui…

  63. rahmat saleh mantan trader says:

    LANJUTAN

    FOREX dikatakan haram
    1.jika ada margin call, drastis turunnya harga,kita bisa kehilangan duitkita…dan kita tidak bisa juga mengambil fisik uang tsb walaupun tdak ada harganya

    2.jika pakai leverage….leverage ini lebih banyak kemudharatannya, org bs kaya dgn cepat…tp bs lebih bangkrut dgn cepat…semua jg bilang kalo 90% trader pada tahun pertama kehilangan duitnya…disinilah unsur judi nya

    ALLAH maha mengetahui…

    FOREX kategori halal
    tidak ada margin call,
    kita masih bisa memiliki wujudnya..kan setidaknya masih bisa memiliki mata uang kenang kenangan..buat dikoleksi…(dr negara yg kurs nya hancur tersebut,biasanya hancurnya krn perang)

    jadi kata kunci utk menentukan HARAM atau tidak adalh mekanisme nya…apakah sesuai syariat apa tidak

    jadi menurut saya kata “SPEKULASI”tidak bisa djadikan acuan menentukan HARAM atau tidak…

  64. orang awam says:

    saya melihat..belum ada ayat yang jelas dan kuat yang menyebutkan bahwa FOREX itu halal atau haram, sama seperti hukum dari merokok…hedew jadi serba bingung neh..semakin dipikir semakin tak sampai otak ini….ALLOHUAKBAR..
    sedangkan sampai detik ini aku masih merokok dan ikut forex..

    YA ALLAH mohon beri petunjukmu pada hambamu yang hina ini..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Lha anda ngubek-ubek ayat tentang haramnya SDSB juga tidak akan ketemu pak..
    Btw, Kondisi anda mirip dengan saya setahun yang lalu pak: perokok dan pemain Forex (virtual) :) .

    Kebanyakan artikel tentang Forex menuliskan BOLEH berdasarkan fatwa MUI (padahal sebenarnya ada syarat yang harus dipenuhi).
    Milis dan forum diskusi tentang Forex juga banyak yang pro-kontra, ini malah menimbulkan rasa makin penasaran.

    Akhirnya muncullah tulisan di atas, tulisan yang terwujud dari kegundahan hati, mungkin tak lepas juga dari kesalahan.
    Jadi simple saja, saya harap anda meng-KRITISI kesimpulan tsb ‘Cara penentuan Judi’.
    Tapi jangan lupa, anda juga HARUS mengemukakan argumen anda ‘bagaimana cara menentuakan sesuatu itu JUDI atau BUKAN JUDI’?

    => Perbedaan Jual Beli wajar dengan Jual Beli JUDI itu pada ALUR-nya, dan Forex online memenuhi ALUR JUDI.

    Anda di sini juga akan melihat, para komentator pro-Forex TIDAK BISA mempertahankan argumen yang selama ini dianutnya.
    Semoga kita semua selalu mendapat petunjuk dari-Nya. Amiin..

  65. ahmad says:

    contoh sederhana hedging:

    bapak adalah eksportir, membiayai ekspor dengan rupiah dibayar dengan dollar. suatu saat bapak ekspor barang dan akan dibayar $100.000,-. kurs saat itu $1 sama dengan Rp 10.000,-, jadi bapak akan mendapat Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah).

    pembayaran lintas negara butuh waktu yang tidak sebentar (menurut hitungan bisnis), misal butuh waktu 5 hari agar uang tersebut masuk ke rekening.

    selama waktu 5 hari kurs pasti berfluktuasi sehingga menimbulkan resiko. untuk menghilangkan resiko tersebut bapak melakukan men-JUAL USD/IDR sebesar 1 Lot (= 100.000 USD). sebagai eksportir sebenarnya bapak “berpihak” kepada dollar karena akan diuntungkan dengan kenaikan dollar, sehingga bapak memasang posisi yang BERKEBALIKAN. inilah sesungguhnya yang dinamakan hedging.

    Jika dalam waktu 5 hari dollar menguat menjadi Rp 11.000 per $1, maka dari dollar yang dibayarkan bapak akan menerima Rp 1.100.000.000,- (satu milyar seratus juta rupiah), dari transaksi forex bapak akan rugi sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah). jika dijumlahkan hasilnya tetap satu milyar. dan sebaliknya juga berlaku jika dollar melemah.

    jika bapak tidak melakukan hedging dan dollar melemah, bapak akan merugi seratus juta rupiah. inilah manfaat hedging.

    jadi jika dalam transaksi hedging mendapat keuntungan, harus diingat bahwa disisi lain juga merugi, (dan juga sebaliknya). jika seorang eksportir memasang posisi BUY USD/IDR (atau importir memasang posisi SELL USD/IDR) itu namanya memang niat mencari untung dari selisih kurs, bukan hedging.

  66. ahmad says:

    Awal mengikuti thread ini saya masih memiliki pikiran abu-abu mengenai trading di bidang saham (bukan investasi saham ya kawan2) dan futures market (forex, indeks, komoditas). setelah mendalami saya menyadari bahwa trading di bidang ini sangat sangat sangat mendekati judi.

    Judi yang paling mencerminkan permainan semua ini adalah poker. Beberapa kesamaan antara poker dengan trading:

    1) Ekpektasi / Pengharapan
    - trading: trader pasang beli = mengharapkan harga naik, trader short selling = mengharapkan harga turun
    - poker: mengharapkan kartu ditangan bisa jadi pair, straight, flush, fullhouse, atau dsb.

    2) Mekanisme
    -trading: mencegah kerugian lebih banyak = stop/cut loss, ambil untung = take profit, ambil peluang keuntungan lebih banyak = tambah posisi.
    -poker: mencegah kerugian lebih banyak = fold/tidak ikut serta lebih lanjut, ambil untung = jika yakin menang player ikut serta sampai semua kartu dibuka bandar, ambil peluang keuntungan lebih banyak = raise.

    3) Margin & Leverage, ingin untung besar dalam waktu singkat?
    -trading: gunakan margin & leverage yang tinggi
    -poker: margin = persentase penggunaan modal yang dimiliki & masuk ke meja dengan taruhan minimal/stake yang tinggi.

    4) Zero Sum Game (who is the gamers??)
    - trading: buyer vs seller
    - poker: player vs player

    5) Dikarenakan zero sum game maka tidak memberikan nilai tambah. Sebagai ilustrasi seperti ini:

    Pagi saya beli USD/IDR, sore saya keluar dari pasar, saya dapet untung 3 Miliar Rupiah.

    Uang 3 Miliar tersebut datangnya darimana? apakah Amerika atau Indonesia? tentu tidak. darimana lagi kalau bukan dari trader yang kalah dan/atau perusahaan broker yang menjadi perantara transaksi -kita beli tuh broker jual, kita jual tuh broker beli-. jadi tidak ada nilai tambah. hari ini uang disana, besok disini, lusa disitu, seminggu kemudian balik lagi disana.

    coba saja googling “poker & trading”, banyak sekali artikel luar negeri yang menulis tentang hal ini.

    mungkin agak kontradiktif dengan hedging yang saya paparkan di atas, yang jelas hedging bukan untuk mencari untung dan tidak ada yang namanya berjudi untuk lindung nilai.

    korelasi antara poker dengan trading sudah pernah saya post di website lain. para partisipan di luar negeri sudah menyadari hal ini sejak lama. mereka tidak malu atau marah mengakuinya, mereka justru mengadopsi permainan poker untuk diterapkan ke dalam sistem trading mereka. bahkan saking melekatnya poker tersebut, sampai ada yang mengemukakan teori “POKERONOMIC”. yaitu suatu sistem perekonomian yang didasarkan dari permainan poker.

    -bagi trader yang memegang idealisme tinggi, silahkan pikirkan masak-masak keputusan yang akan anda ambil.
    -bagi trader yang suka berspekulasi (tetapi sering loss), silahkan pelajari poker maka kesuksesan di depan mata anda. :)
    -bagi newbie, harap berpikir 2-3 kali karena anda akan berhadapan dengan suatu hal yang menyakitkan “KECANDUAN”. berhati-hatilah.

    cepat atau lambat -pegang kata2 saya- sistem perekonomian poker ini akan hancur sehancurnya. digantikan dengan sistem ekonomi Islam yang berorientasi pada sektor riil.

    NB:
    -permainan poker ini sangat berkaitan erat dengan TEORI ALUR yang dipaparkan oleh bapak Khun.
    -harap dibedakan antara “spekulator/trader saham” dengan “investor saham”

    thanks

  67. Hanapi Rokman says:

    kata kamu semua boleh diterima… ulama juga bersepakat mengatakan FOREX itu haram… TAPI… ada juga sebilangan ulama mengatakan FOREX itu HALAL ( fatwa ulama Mesir) . tetapi dgn syarat… pelaku FOREX mesti mempunyai pelajaran di dalam bidang FOREX… tidak bergantung pada nasib sahaja … jika bergantung pada nasib itu baru dikira judi.. TUAN-TUAN dan PUAN-PUAN sekalian… FOREX itu HALAL … FOREX itu juga HARAM… tidak perlu kita semua membidas kata2 ulama… mengatakan sebilangan golongan tidak betul (ISLAM WAHABI)… sedangkan kita sama2 betul… cuma pendapatnya saja yg berbeda…

    http://www.wikamaha.com/apakah-hukum-forex-trading-valas-halal-menurut-hukum-islam.html

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Mohon disertakan link fatwa ulama Mesir tentang Forex tersebut pak..

    2. “jika bergantung pada nasib itu baru dikira judi”, artinya jika dengan ANALISIS itu bukan Judi, benarkah?
    Taruhan uang dalam pertandingan Bola atau pacuan kuda itu semua MEMAKAI ANALISIS AKURAT dan itu tetap JUDI pak. Analisis masing-masing pemain, riwayat cedera sebelumnya dll…

    Jadi persoalan ANALISIS atau NASIB tidak bisa digunakan untuk membedakan JUDI dengan BUKAN JUDI. Atau mungkin ada syarat lain?

  68. Hanapi Rokman says:

    BUY and OPEN = open
    close = close…

    boleh disamakan apabila kita membuka (OPEN) kedai kita akan membeli (BELI) barang untuk dijual (JUAL) kepada pelanggan…. apabila kita tutup (CLOSE) kedai… tiada urusniaga dilakukan….

    =================================================
    Genghis Khun:
    TIDAK SAMA pak.
    Sistem niaga buka kedai pada umumnya:
    - Harga JUAL barang pasti lebih tinggi daripada harga BELI
    - Sebelum barang terjual kedai bisa ditutup
    - Bila barang belum terjual TIDAK ADA bunga harian
    - Bila terjadi slippage (perubahan harga), jual beli BISA batal

    Dengan sistem Forex:
    - Harga JUAL bisa lebih tinggi/ lebih rendah dari harga BELI
    - Sebelum barang terjual kedai TIDAK BISA ditutup
    - Bila barang belum terjual ADA bunga harian
    - Bila terjadi slippage (perubahan harga), jual beli TIDAK BISA batal

    Membuka KEDAI dengan FOREX online sangat BERBEDA JAUH.
    Bila ada yang kurang jelas saya dengan senang hati akan menjelaskan lebih lanjut:)
    Btw, Boleh tahu bagaimana cara anda membedakan antara JUDI dengan BUKAN JUDI pak? thanks..

  69. Zulfadli says:

    Bisa disimak sedikit mengenai forex terlihat antara judi dan tidak bagi siapa saja yang memahami hukum islam tentang judi.
    Forex.com beli atas kesepakatan jual atas kesepakatan jika jual saat haraga pasar turun rugi jika harga naik untung (harga cloos ditentukan saat harga pasar jelas diketahui), Pedagang lombok dan trader memiliki niat dan keinginan sama (untung),
    Betonmarket.com beli harga sekarang anda tentukan harga jual juga sekarang (harga jual tidak dapat dirubah)jika keliru harga jual yang anda sudah tetukan ternyata salah anda rugi.
    Yang mana forex Judi? karna jika kita simak di forex ada cara yang saya temukan memiliki perbedaan seperti dalam tulisan saya.

    Salam
    Zul

    =================================================
    Genghis Khun:
    Dalam Forex, kesepakatan Jual dilakukan saat harga pasar BELUM diketahui.
    Ini adalah Judi.
    Sedangkan dalam judi sendiri, ada yang hanya untung-untungan tapi ada juga yang dengan memakai ANALISA detail, misalnya Judi Sepak Bola, Pacuan Kuda, Tinju dsb.
    Jadi faktor ANALISA tidak bisa untuk membedakan Judi atau Bukan Judi.
    Trims

  70. Zulfadli says:

    Mengenai analisa tentang Forex berdasarkan pengamatan saya saat ini menjadi 4.
    1. Analisa fisikologi.
    2. Analisa Fundamental.
    3. Analisa tekhnikal.
    4. Analisa Broker.
    Hal ini untuk menghilangkan unsur untung-untungan mengeluarkan forex dari unsul yang tidak pasti menjadi hal yang bisa terprediksi seperti pedagang lombok.

    Salam
    Zul

    =================================================
    Genghis Khun:
    Dalam Forex, kesepakatan Jual dilakukan saat harga pasar BELUM diketahui.
    Ini adalah Judi.
    Sedangkan dalam judi sendiri, ada yang hanya untung-untungan tapi ada juga yang dengan memakai ANALISA detail, misalnya Judi Sepak Bola, Pacuan Kuda, Tinju dsb.
    Jadi faktor ANALISA tidak bisa untuk membedakan Judi atau Bukan Judi.
    Trims

  71. ontoseno says:

    kalo HYIP yang menginvestasikan dana ke Forex itu berarti selalu untung ya pak, karena berani memberi interest dengan prosentase yang pasti.kalo selalu untung apakah bisa disebut bukan untung-untungan.terimakasih

    =================================================
    Genghis Khun:
    Yang namanya Judi itu bisa untung bisa rugi
    Trims

  72. azwar says:

    Pak, kalau IHSG dan saham yang di lakukan di Indonesia hukumnya bagaimana pak? IHSG kan mekanisme nya mirip Forex. Mohon penjelasanya

    =================================================
    Genghis Khun:
    Uraian di Eramuslim (http://www.eramuslim.com/konsultasi/fikih-kontemporer/hukum-jual-beli-saham-options-trading.htm) sepertinya cukup jelas.
    Trims

  73. Iwan says:

    Sudah baca hampir setengah jam terpaksa deh bikin komen… Komen saya (ga penting ya?)

    1. Debat disini bukan debat kusir.. jadi kalau ada yang bilang begitu pastilah lemah akalnya.. Disini debat dengan akal sehat, hujjah yang kuat dan saling menghargai..

    2. Khusus kepada Fxstreet komentar makhluk hidup yang 1 ini adalah satu-satunya komentar sampah di perdebatan ini.. Ngomong ngalor ngidul ga ada ujung pangkalnya lalu kabur begitu saja… Kalau di kaskus pasti dah dibilang maho.. hehehe (maaf nih agak kasar)

    3. Saya paling suka perdebetan om Gengis Khun ma Om Rasajati… Keduanya saling mengharagi dan memberikan argumen yang menarik meski sempat terlihat (bagi saya) hampir saja om Rasajati ni mirip ma Fxstreet.. hehe..

    4. Loh komen saya kok ga mutu gini ya? Oke deh terkait tema setelah melihat duduk perkara dan memperhatikan dengan seksama serta menimbang dengan sungguh-sungguh saya nyatakan forex adalah haram.. (Pendapat boleh donk),,,

    Om Gengis sangat hebat diskusinya.. Terimakasih dah mencerahkan…

  74. Nanang says:

    Pencerahan yang bagus!
    Disini saya tida akan membahas soal haram atau haram. Saya cuma ingin bertanya pak Pak Khun..masih terkait dengan perdagangan mata uang:

    1. Mayoritas pelaku perdagangan mata uang adalah perbankan. Mereka inilah yang menggerakan nilai tukar naik atau turun. Sementara trader pada umumnya hanya pengikut. Kita tahu bahwa uang yang dipergunakan oleh bank salah satunya adalah uang nasabah. Jadi bagaimana ini Pak, sementara trading mata uang haram hukumnya.

    2. Ada teman saya yang hidup dari trading. Awalnya dia jatuh bangun, tapi berkat ketekunan akhirnya cukup sukses bagi ukuran orang kebanyakan dengan penghasilan rata-rata per hari Rp20 juta. Dari penghasilannya itu dia sudah cukup banyak melakukan kegiatan sosial. Menurut Pak Khun, mana yang lebih baik: orang yang membantu masyarakat dari hasil trading, atau para politikus/pejabat yang menghambur2kan uang dari APBN/APBD?

    3. Andai banyak trader yang sukses seperti teman saya, tentu akan meningkatkan nilai tukar rupiah. Kita tahu persis bahwa nilai tukar rupiah memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian dalam negeri.

    4. Saya ingin sukses seperti teman saya. Tapi dia menyarankan agar saya belajar dulu dan trading dengan virtual account. Alasannya, sukses bukan sesuatu yang gampang untuk diperoleh tapi harus melalui perjuangan. Kunci kesuksesan yang ia miliki belum tentu cocok dengan saya, itu katanya.

    5. Tanpa bermaksud mengesampingkan artikel Bapak, saya berfikir kok trading ini memiliki kemiripan dengan bisnis-bisnis lain, yaitu harus dipelajari dulu baru dilaksanakan kalau sudah menguasai.

    6. Saya sudah empat bulan ini belajar trading dengan virtual account. Dari deposit $5.000 sekarang sudah menjadi $100.000,-. Saya berfikir andai ini real money tentu saya bisa berbuat banyak seperti halnya teman saya itu. Namun, saya memang tidak punya real money sebanyak $5.000. Terfikir mau minjam sama teman tapi jadi ragu dengan masih abu-abunya trading forex :(

    7. Saya setuju dengan Pak Khun bahwa pengharaman forex bukan soal untung rugi. Soalnya, trading forex ini sepertinya gampang, asalkan modal besar, dan trading dengan leverage sekecil mungkin, ditambah dengan analisis teknik dan fundamental kita dijamin untung.Kenapa? karena harga tidak selamanya naik. Begitu juga sebaliknya, harga tidak selamanya turun.

    8. Pengalaman saya, ketika saya berada dalam posisi red, posisi akan tetap saya pertahankan. Saya baru akan close ketika posisi sudah hijau. jadi untung terus.

    Trims, mohon pencerahannya

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Kalimat anda tentang perbankan sudah benar, tapi Trader*lah yang menjadikan pertukaran mata uang sebagai ajang taruhan, ini mirip seperti pejudi bola yang menjadikan Sepak Bola sebagai ajang taruhan.
    * Trader dalam hal ini adalah pelaku Forex Online, yang mekanismenya berbeda dengan Money Changer.

    2. Menurut saya, mari kita makan dari penghasilan yang baik lagi halal.

    3. Bisa anda jelaskan bagaimana seorang Trader sukses bisa meningkatkan nilai tukar rupiah??
    Kita tahu bahwa dalam Forex, yang dipertukarkan hanyalah USD (US Dollar), JPY (Yen Jepang), GBP (Poundsterling Inggris), EUR (Euro), CHF (Swiss Franc), dan AUD (Australian Dollar).

    4. Setuju anjuran teman anda, tentunya dalam usaha penghasilan bukan Judi.

    5. Kemiripan dalam hal apa pak? Bisnis halal dan maksiat (judi, prostitusi dsb) tujuannya memang mencari keuntungan.

    6. Menurut artikel saya diatas, bila account real yang nanti anda lakukan via Money Changer maka itu halal, tapi bila melalui Forex Online maka itu JUDI.
    Atau mungkin anda punya prinsip lain dalam membedakan Judi dengan bukan Judi? mari kita sharing pak :)

    7. Ketika anda mulai OPEN, secara otomatis dan tidak sadar anda diharuskan CLOSE dengan nilai yang BELUM diketahui. Inilah titik rawannya Forex online yang BERBEDA dengan Money Changer atau Jual beli wajar lainnya.

    8. Artinya anda HARUS Close pada nilai yang tidak diketahui. Pada Money Changer/ jual beli wajar lainnya, anda TIDAK HARUS Close.

  75. Nanang says:

    1. Memang rupiah tidak ada dalam forex, tapi ketika banyak trader Indonesia yang sukses, maka mata uang asing yang ia peroleh akan ditukar dengan rupiah. Kalau permintaan terhadap rupiah tinggi, tentu nilai rupiah akan naik. (salah ya logika saya..)

    2. kemiripan dalam hal harus dipelajari dulu dan baru terjun kalau sudah menguasai. Forex seperti halnya bisnis lain bukan untung-untungan (taruhan), tapi mencari keuntungan dengan analisa tertentu. Begitu juga dengan bisnis lain. faktor resiko kerugian bisa diminimalisir, seperti juga halnya bisnis pada umumnya.

    3. Saya pikir setiap bisnis dalam bentuk penyertaan modal selalu dihadapkan pada kesepakatan masa depan yang belum pasti, bisa untung dan bisa rugi (sama dengan forex)dan harus close (mencari keuntungan/meminimalisir kerugian)pada kondisi tertentu. Jadi bagaimana mensiasati agar penyertaan modal tidak masuk dalam katagori haram Pak.

    4. Money Changer, kalau tujuannya tidak mencari keuntungan maka bukan bisnis. karena yang namanya bisnis pasti cari untung. Nah kalau tujuannya bukan mencari keuntungan, maka tidak bisa disamakan dengan forex.

    5. Bagaimana dengan SDSB,kupon berhadiah dan sejenisnya, saya berpendapat tidak sama dengan forex. Keuntungan/kerugian dalam forex berasal dari selisih nilai tukar uang yang kita jual/beli. Sementara SDSB dan sejenisnya bukan dari objek (kupon) yang kita beli melainkan dari permainan (menang/kalah). Tapi akan sama dengan forex, kalau kita membeli objek yang dimainkan. Misal kalau tanding bola, maka kita nanam saham di klub bola terus kalau klub menang kita dapat bagian. Persoalannya apa ada nanam saham senilai Rp1.000 s/d Rp10.000 (seperti kupon) tapi keuntungan ratusan juta. Sangat tidak masuk akalkan?. Kalau forex jelas, besarnya untung/rugi tergantung seberapa besar kita menyertakan modal (dalam bentuk buy/sell). soal kapan mau close tergantung kesepakatan dan kemampuan modal (ini juga berlaku bagi usaha penyertaan modal lainnya termasuk money changer kalau tujuannya mencari untung).

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terima kasih atas tanggapannya
    Oiya kemarin lupa, salam kenal dulu pak :)

    1. Artinya penukaran ke Rupiah tidak melalui Forex khan pak? (Forex online)
    Penukaran thd rupiah tsb melalui mekanisme wajar, seperti Money Changer.
    Di samping itu, masih banyak sumber penghasilan lain (yang wajar dan halal), yang bisa mempengaruhi tinggi rendahnya permintaan thd rupiah. Tidak dengan jual beli Judi seperti Forex. Jadi kalau mau jadi Trader Mata Uang sebaiknya via Money Changer saja.

    2. Untung-untungan (spekulasi) itu berbeda dengan taruhan (Judi) pak.
    Taruhan itu PASTI untung-untungan, mulai dari asal tebak hingga tingkat analisis rumit, misalnya Judi Bola, pacuan kuda atau Forex.
    Tapi Untung-untungan itu BELUM TENTU taruhan, misalnya spekulasi via Money Changer.

    Judi maupun Bukan Judi, tingkat kerugiannya bisa diminimalisir. Misalnya beli Togel cukup Rp. 1000/ hari.
    Kalau belum jelas saya dengan senang hati akan menjelaskan lebih lanjut..

    3. Saya ijin perbaiki kalimat anda; bisnis dalam bentuk penyertaan modal selalu dihadapkan pada masa depan yang belum pasti, tapi tidak ada kesepakatan (akad), bisa untung dan bisa rugi, boleh Close dan boleh TIDAK Close. Tapi dalam Forex, ada pemaksaan untuk Close. Kesepakatan (akad) untuk Close mendahului nilai yang diperjualbelikan. Bila tidak Close, modal akan tergerus oleh Margin Call atau kena bunga harian. Yang lebih parah adalah Margin Call karena Grafik tipuan, misalnya baca di: http://priyadi.net

    4. Sebelum berkembang Forex Online, para spekulan mencari keuntungan via Money Changer.
    Padahal keduanya ada perbedaan mencolok:
    Money Changer:
    - 1$ = Rp. 2000 => Beli Dollar => Simpan =>
    - 1$= Rp. 10000 => Jual Dollar

    Forex Online
    - 1$ = Rp. 2000 => Beli Dollar + Transaksi Jual Dollar => Simpan =>
    - Jual Dollar, harga berapa? menyusul… atau pasang undian SL dan TP (misal SL 1$ = Rp. 1500 dan TP 1$ = Rp. 2500

    Terlihat alur jual beli Forex sangat tidak wajar.

    5. Jadi inti kalimat anda saya artikan sbb (maaf kalau salah): Keuntungan/ kerugian SDSB dan sejenisnya juga berasal dari selisih objek (kupon/ saham) yang kita beli. Misalnya beli kupon/ saham Rp. 1000, ternyata angkanya tembus, kupon/ saham tersebut sekarang dihargai 100 juta. Tanpa kupon, uang 100 juta tsb tidak bisa diklaim.
    Bedanya dengan Forex, (menurut anda) keuntungan/ kerugiannya sesuai modal, apa benar?
    Padahal dalam kebanyakan Judi amatir (misalnya dadu/ kartu/ koin), yang dipertaruhkan adalah modal yang kita bawa, maka besarnya untung/rugi juga tergantung modal tersebut. Tidak cuma uang, bisa juga cincin, arloji dsb.
    Artinya, besar modal dan besar Keuntungan/ kerugian tidak bisa digunakan untuk membedakan Judi/ Bukan Judi.

    Mungkin anda masih punya prinsip lain untuk membedakan Judi/ Bukan Judi pak? mari kita sharing :)

    “Soal kapan mau close tergantung kesepakatan dan kemampuan modal”. Apa benar?
    Mari kita jujur bahwa ketika kita terkena Margin Call itu artinya kita di Close secara PAKSA tanpa kesepakatan. Ini tentu berbeda dengan Money Changer, yang akan menyetujui nilai dulu kemudian baru melakukan kesepakatan untuk Close.
    (=> bila menghendaki Close, Bila tidak mau Close ya silahkan…)

  76. noey says:

    salam kenal mas khun kalau membahas pendapat anda intinya menurut saya forex ini judi kalau dilakukan secara online dan klo nggak online nggak judi itu doang!!! kayaknya klo buat jual belinya nggak ada masalah khan soalnya tiap broker menawarkan perjanjiannya tentang akad jual beli yang telah disepakati antara yang bertrading dan brokernya trims.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal Pak Noey..
    Beda judi/ bukan Judi bukan dari Online/ tidak online pak, tapi dari perbedaan ALUR/ MEKANISME-nya.
    Forex Online, bila mekanismenya diubah seperti Jual beli biasanya maka itu BUKAN JUDI.
    Money Changer, bila mekanismenya diubah mirip Forex online; ada Open ada close, ada Margin Call, maka menjadi JUDI.

    Judi/ Bukan Judi sama-sama memakai akad jual beli yang telah disepakat, tapi dalam jual beli Judi, akad tersebut batil.

    Bila kurang jelas saya dengan senang hati akan menjelaskan lebih lanjut..
    Btw, Terima kasih atas komentarnya..

  77. tanya says:

    asslamualaikum………….

    mohon maaf sebelumnya… saya disi ni bukan sebagai kapasitas saya untuk menilai, tapi saya cukup merasa berhak untuk menyampaikan sebuah pendapat….

    pada awalnya saya sependapat hampir sepenuhnya dengan argumen mas gkhun…. maaf agak ngelantur dulu nih…. btw koq make nama gkhun se? any somethings spesial with this name??? tapi jujur saya sangat tidak suka dengan nama itu… ngak tau deh kenapa anda sampe suka ama nama ntu, apa mas ini ngak tau sejarahnya, apa emang mas mengidolakan tokoh barabar tak beradab yang telah banyak membunuh kaum muslimin ini???? sory mas rada ngelantur dulu….. key to the point:

    1. saya sependapat bahwa forex on-line memang banyak menimbulkan kemudharathan dan hukumnya saya rasa bagi kaum yang berakal sudah cukup jelas…

    2. saya ucapkan trimakasih kepada mas khun yang udah mau repot ngebagi ilmunya buat kita smua…pendapat mas khun ada benernya tapi tidak sepenuhnya benar… coz kabenaran yang sepenuhnya hanya milik allah swt…. penjabaran mas khun cukup jelas namun tidak variatif sehingga pembaca yang pada awalnya pro pada anda berubah menjadi bimbang kembali,dan mempertanyakan kebenaran argumen anda….

    3. ada sebagian argumen yang menurut saya lebih kompeten dari pendapat anda namun anda menyanggahnya, dengan bermacam2 dalih,mulai dari membenari tulisan ataupun lain sebagainya… entah karna apa neh???? apa ilmu mas khun lebih dari mreka??? belum tentu lho mas…. intinya hormati pendapat orang lain… jika emang bener mas khun harus ikut membenarkan bukan mengoreksi, dan tetep mempertahankan argumen nya mas khun…. sesuai dengan fiman allah “bila kalian menerima pujian balaslah dengan hal yang sama atau lebih daripada itu”

    4. saya disini bukannya mau ngejudge mas khun tapi sekedar mengingatkan mas khun karna posisi sayapun memiliki pandangan yang sama dgn mas khun….

    5. yang saya soroti yaitu antara mas khun dengan mas rahmat saleh, pendapatnya mas rahmat ne lebih relevan lho mas…… hujjah yang ia paparkan pun lebih realistis….

    kalo mas khun memang mencari kebenaran saya hanya menyarankan bwat mas untuk lebih terbuka dan mau berbesar hati untuk menelaah dulu pendapat orang lain sebelum mas menenggapi dengan cara mencari sisi baik dari pendapat tersebut…. dengan begitukan mas jadi banyak dapat ilmu tambahan buat referensi mas dalam menyikapi masalah ini….

    makasih mas kesempatannya…. mohan maaf yang sebesar-besarnya bukan maksud saya buat menyingung mas tapi ini adalah wujud kepedulian saya terhadap mas khun…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam Wr. wb
    Salam kenal Mbak/ Bu ..
    Terima kasih atas komentar dan nasihatnya

    Tentang Nama Genghis Khun:
    - Nama ini pakai demi mengingatkan bahwa pernah ada pembantaian muslimin dan pemusnahan literatur hingga sungai di Baghdad berwarna hitam oleh tinta (Eufrat dan Tigris?). Artinya, kita harus menyadari bahwa banyak literatur muslim yang telah hilang dan hanya sebagian kecil saja yang sampai kepada kita. Maka kita tidak bisa mengklaim sebagai pendapat yang paling benar, seperti kata anda ; “kebenaran hanya milik Allah”

    - Genghis = Semesta, Khan= Kaisar, kalo Khun/ Akhun = laki-laki, diharapkan ada seorang laki-laki yang bisa bermanfaat untuk alam semesta :)

    Atau mungkin anda punya usulan nama menarik yang lain? dengan senang hati akan saya pertimbangkan utk diganti :)

    1. Ok
    2. OK
    3. Langsung saja beri contohnya biar bisa kita bahas bersama.
    4. Ok
    5. Tentang Komentar pak rahmat Saleh, tidak ada pemahaman yang berbeda antara saya dengan beliau, kami selaras, hanya saya beri tambahan agar tidak salah tafsir dan menyesatkan publik. Kalau ada kalimat dari saya yang kurang berkenan/ kurang lengkap mohon koreksinya…
    pak Rahmat Saleh memakai istilah FOREX untuk perdagangan ANTAR MATA UANG ASING secara umum, baik itu Forex online, Money Changer dll..
    Sedangkan saya, memakai istilah Forex dimaksudkan untuk Forex online, sedangkan Forex, Money Changer dsb saya sebut Perdagangan Antar Mata uang Asing.

    Saya menekankan bahwa perbedaan ALUR dalam Forex (online) sudah cukup untuk menilai bahwa itu adalah Judi, sedangkan pak Rahmat masih menambahkan pula sisi Leverage dan kepentingan. Ini selaras juga dengan Artikel saya yang lain (Seri Belajar Forex; Niaga Modern ataukah Judi?), tertulis:

    “FOREX Online, bila ditinjau dari berbagai sisi sebenarnya semuanya meragukan, menuai pro kontra. Sisi-sisi tersebut adalah:
    1.JENIS Barang yang diperjual belikan, cerita di atas adalah sapi, tetapi dalam Forex barangnya adalah mata uang. Apakah boleh menjual uang dengan uang? Tentu saja menuai Pro Kontra. Tetapi MUI telah berfatwa boleh asalkan… (bersyarat, baca baik-baik syaratnya)
    2.KEBERADAAN Barang yang diperjual belikan= tidak nyata. Pro Kontra.
    3.Tujuan Jual Beli, pergi ke luar negerikah atau hanya untung-untungan? Mohon jujur..
    4.Judi 1, yaitu diharuskan menjual kembali sapi dengan harga yang belum diketahui.
    5.Judi 2= Slippage, Yaitu order yang ‘meleset’ sejauh beberapa point dari titik yang kita order. Kesepakatan harga kok meleset. Kenapa bisa terjadi?
    6.LEVERAGE, Pro-Kontra terjadi karena pinjaman yang tidak nyata, uang hantu, pinjaman bersyarat, Dua akad dalam satu waktu.
    Ustadz Zaharudin dari Malaysia sangat keras menyoroti sisi ini.
    7.Rollover/ Swap/ Interest/ Bunga. Interest ini dikenakan harian berdasarkan jumlah lot –bila floating position—”

    Hingga menginjak pembahasan tentang NIAT:
    “walaupun niat spekulasi sekalipun, jika dilakukan dgn konvensional (moneychanger/bank) dan tanpa leverage (1:1), insya ALLAH berkah dan HALAL…”

    maka saya memilih ikut MUI dulu:
    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”
    …dst”

    artinya jual beli mata uang di Money Changer itu HALAL dan BUKAN JUDI, tapi dilarang kalau untuk niat spekulasi. Mungkin anda punya pengertian yang lain?

    Saya malah cenderung sepakat dengan ajakan pak Rahmat saleh untuk berinvestasi emas.

  78. tknolbesar says:

    ALUR JUAL BELI WAJAR: Harga disepakati -> lalu transaksi
    ALUR JUAL BELI JUDI: Transaksi dulu -> Harga yang disepakati menyusul

    Dari perbedaan alur ini akhirnya dapat disimpulkan bahwa aktifitas Forex (yang sedang disorot penulis) mengandung sisi Judi pada posisi CLOSE; yaitu menyepakati untuk CLOSE pada posisi yang belum diketahui. Sedangkan posisi OPEN= BUKAN JUDI.

    saya masih bingung dengan tulisan anda mengenai alur ini mohon dijelaskan:
    Forex mengandung sisi judi jika harga belum disepakati kapan closenya. berarti kalo kita open dan sepakat klose pada nilai tertentu tidak judi dong.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak TKnolbesar (?),

    Benar pak, “Kalo kita open dan sepakat klose pada nilai tertentu, ini tidak judi”. Misalnya:
    Open = 1.5000
    Close= 1.530

    Meskipun harga naik turun drastis, selama belum mencapai harga 1.530, tidak akan di CLOSE.
    Sayangnya dalam Forex online praktik seperti ini TIDAK ADA.

    Anda diajak bertaruh dengan memasang Penentuan 2 nilai SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit)=> Lalu Transaksi => 1 nilai akhirnya muncul

    Terlihat nilai yang disepakati tetap muncul SESUDAH transaksi.
    Ini bisa disamakan dengan, misalnya, JUDI dalam SEPAK BOLA:
    setelah diANALISIS dengan CERMAT bahwa masing2 kesebelasan sama-sama kuat, maka:

    Kesebelasan A dan B diisi duit taruhan => Transaksi => 1 nilai akhir muncul
    Semoga bisa dimengerti

  79. joko says:

    Sebagian umat Islam ada yang meragukan kehalalan praktik perdagangan berjangka. Bagaimana menurut padangan para pakar Islam? Apa pendapat para ulama mengenai trading forex, trading saham, trading index, saham, dan komoditi? Apakah Hukum Forex Trading Valas Halal Menurut Hukum Islam? Mari kita ikuti selengkapnya.

    Jangan engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu,” sabda Nabi Muhammad SAW, dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah.

    Oleh sementara fuqaha (ahli fiqih Islam), hadits tersebut ditafsirkan secara saklek. Pokoknya, setiap praktik jual beli yang tidak ada barangnya pada waktu akad, haram. Penafsiran secara demikian itu, tak pelak lagi, membuat fiqih Islam sulit untuk memenuhi tuntutan jaman yang terus berkembang dengan perubahan-perubahannya.

    Karena itu, sejumlah ulama klasik yang terkenal dengan pemikiran cemerlangnya, menentang cara penafsiran yang terkesan sempit tersebut. Misalnya, Ibn al-Qayyim. Ulama bermazhab Hambali ini berpendapat, bahwa tidak benar jual-beli barang yang tidak ada dilarang. Baik dalam Al Qur’an,sunnah maupun fatwa para sahabat, larangan itu tidak ada.

    Dalam Sunnah Nabi, hanya terdapat larangan menjual barang yang belum ada, sebagaimana larangan beberapa barang yang sudah ada pada waktu akad. “Causa legis atau ilat larangan tersebut bukan ada atau tidak adanya barang, melainkan garar,” ujar Dr. Syamsul Anwar, MA dari IAIN SUKA Yogyakarta menjelaskan pendapat Ibn al-Qayyim. Garar adalah ketidakpastian tentang apakah barang yang diperjual-belikan itu dapat diserahkan atau tidak. Misalnya, seseorang menjual unta yang hilang. Atau menjual barang milik orang lain, padahal tidak diberi kewenangan oleh yang bersangkutan.

    Jadi, meskipun pada waktu akad barangnya tidak ada, namun ada kepastian diadakan pada waktu diperlukan sehingga bisa diserahkan kepada pembeli, maka jual beli tersebut sah. Sebaliknya, kendati barangnya sudah ada tapi – karena satu dan lain hal — tidak mungkin diserahkan kepada pembeli, maka jual beli itu tidak sah.

    Perdagangan berjangka, jelas, bukan garar. Sebab, dalam kontrak berjangkanya, jenis komoditi yang dijual-belikan sudah ditentukan. Begitu juga dengan jumlah, mutu, tempat dan waktu penyerahannya. Semuanya berjalan di atas rel aturan resmi yang ketat, sebagai antisipasi terjadinya praktek penyimpangan berupa penipuan — satu hal yang sebetulnya bisa juga terjadi pada praktik jua-beli konvensional.

    Dalam perspektif hukum Islam, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) (forex adalah bagian dari PBK) dapat dimasukkan ke dalam kategori almasa’il almu’ashirah atau masalah-masalah hukum Islam kontemporer. Karena itu, status hukumnya dapat dikategorikan kepada masalah ijtihadiyyah. Klasifikasi ijtihadiyyah masuk ke dalam wilayah fi ma la nasha fih, yakni masalah hukum yang tidak mempunyai referensi nash hukum yang pasti.

    Dalam kategori masalah hukum al-Sahrastani, ia termasuk ke dalam paradigma al-nushush qad intahat wa al-waqa’I la tatanahi. Artinya, nash hukum dalam bentuk Al-Quran dan Sunnah sudah selesai; tidak lagi ada tambahan. Dengan demikian, kasus-kasus hukum yang baru muncul mesti diberikan kepastian hukumnya melalui ijtihad.

    Dalam kasus hukum PBK, ijtihad dapat merujuk kepada teori perubahan hukum yang diperkenalkan oleh Ibn Qoyyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan, fatwa hukum dapat berubah karena beberapa variabel perubahnya, yakni: waktu, tempat, niat, tujuan dan manfaat. Teori perubahan hukum ini diturunkan dari paradigma ilmu hukum dari gurunya Ibn Taimiyyah, yang menyatakan bahwa a-haqiqah fi al-a’yan la fi al-adzhan. Artinya, kebenaran hukum itu dijumpai dalam kenyataan empirik; bukan dalam alam pemikiran atau alam idea.
    Paradigma ini diturunkan dari prinsip hukum Islam tentang keadilan yang dalam Al Quran digunakan istilah al-mizan, a-qisth, al-wasth, dan al-adl.

    Dalam penerapannya, secara khusus masalah PBK dapat dimasukkan ke dalam bidang kajian fiqh al-siyasah maliyyah, yakni politik hukum kebendaan. Dengan kata lain, PBK termasuk kajian hukum Islam dalam pengertian bagaimana hukum Islam diterapkan dalam masalah kepemilikan atas harta benda, melalui perdagangan berjangka komoditi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas.

    Realisasi yang paling mungkin dalam rangka melindungi pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan berjangka komoditi dalam ruang dan waktu serta pertimbangan tujuan dan manfaatnya dewasa ini, sejalan dengan semangat dan bunyi UU No. 32/1977 tentang PBK.
    Karena teori perubahan hukum seperti dijelaskan di atas, dapat menunjukkan elastisitas hukum Islam dalam kelembagaan dan praktek perekonomian, maka PBK dalam sistem hukum Islam dapat dianalogikan dengan bay’ al-salam’ajl bi’ajil.

    Bay’ al-salam dapat diartikan sebagai berikut. Al-salam atau al-salaf adalah bay’ ajl bi’ajil, yakni memperjualbelikan sesuatu yang dengan ketentuan sifat-sifatnya yang terjamin kebenarannya. Di dalam transaksi demikian, penyerahan ra’s al-mal dalam bentuk uang sebagai nilai tukar didahulukan daripada penyerahan komoditi yang dimaksud dalam transaksi itu. Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah mendefinisikannya dengan: “Akad atas komoditas jual beli yang diberi sifat terjamin yang ditangguhkan (berjangka) dengan harga jual yang ditetapkan di dalam bursa akad”.

    Keabsahan transaksi jual beli berjangka, ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat sebagai berikut:
    a) Rukun sebagai unsur-unsur utama yang harus ada dalam suatu peristiwa transaksi Unsur-unsur utama di dalam bay’ al-salam adalah:

    Pihak-pihak pelaku transaksi (‘aqid) yang disebut dengan istilah muslim atau muslim ilaih.
    Objek transaksi (ma’qud alaih), yaitu barang-barang komoditi berjangka dan harga tukar (ra’s al-mal al-salam dan al-muslim fih).
    Kalimat transaksi (Sighat ‘aqad), yaitu ijab dan kabul. Yang perlu diperhatikan dari unsur-unsur tersebut, adalah bahwa ijab dan qabul dinyatakan dalam bahasa dan kalimat yang jelas menunjukkan transaksi berjangka. Karena itu, ulama Syafi’iyah menekankan penggunaan istilah al-salam atau al-salaf di dalam kalimat-kalimat transaksi itu, dengan alasan bahwa ‘aqd al-salam adalah bay’ al-ma’dum dengan sifat dan cara berbeda dari akad jual dan beli (buy).
    b) Syarat-syarat

    Persyaratan menyangkut objek transaksi, adalah: bahwa objek transaksi harus memenuhi kejelasan mengenai: jenisnya (an yakun fi jinsin ma’lumin), sifatnya, ukuran (kadar), jangka penyerahan, harga tukar, tempat penyerahan.
    Persyaratan yang harus dipenuhi oleh harga tukar (al-tsaman), adalah, Pertama, kejelasan jenis alat tukar, yaitu dirham, dinar, rupiah atau dolar dsb atau barang-barang yang dapat ditimbang, disukat, dsb. Kedua, kejelasan jenis alat tukar apakah rupiah, dolar Amerika, dolar Singapura, dst. Apakah timbangan yang disepakati dalam bentuk kilogram, pond, dst.
    Kejelasan tentang kualitas objek transaksi, apakah kualitas istimewa, baik sedang atau buruk. Syarat-syarat di atas ditetapkan dengan maksud menghilangkan jahalah fi al-’aqd atau alasan ketidaktahuan kondisi-kondisi barang pada saat transaksi. Sebab hal ini akan mengakibatkan terjadinya perselisihan di antara pelaku transaksi, yang akan merusak nilai transaksi.
    Kejelasan jumlah harga tukar. Penjelasan singkat di atas nampaknya telah dapat memberikan kejelasan kebolehan PBK. Kalaupun dalam pelaksanaannya masih ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka dapatlah digunakan kaidah hukum atau legal maxim yang berbunyi: ma la yudrak kulluh la yutrak kulluh. Apa yang tidak dapat dilaksanakan semuanya, maka tidak perlu ditinggalkan keseluruhannya.
    Dengan demikian, hukum dan pelaksanaan PBK sampai batas-batas tertentu boleh dinyatakan dapat diterima atau setidak-tidaknya sesuai dengan semangat dan jiwa norma hukum Islam, dengan menganalogikan kepada bay’ al-salam.

    Trading Valas di Marketiva

    Marketiva adalah broker valas yang telah menerapkan kebijakan Zero-Interest (tanpa bunga) pada semua posisi open. Tidak ada overnight (biaya menginap interest (bunga) yang dibebankan ataupun dibayarkan pada posisi yang berstatus open. Dengan demikian tidak ada konflik antara layanan Marketiva dengan larangan Riba dalam hukum Islam.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Trims atas ulasannya,
    Bagian paling penting:

    “..Keabsahan transaksi jual beli berjangka, ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat sebagai berikut:
    a) ..Pihak-pihak pelaku transaksi
    b) .. Objek transaksi (ma’qud alaih), yaitu barang-barang komoditi berjangka dan harga tukar….
    c) Kalimat transaksi (Sighat ‘aqad), yaitu ijab dan kabul. …dst
    b) Syarat-syarat

    Persyaratan menyangkut objek transaksi, adalah: bahwa objek transaksi harus memenuhi kejelasan mengenai: jenisnya (an yakun fi jinsin ma’lumin), sifatnya, ukuran (kadar), jangka penyerahan, harga tukar, tempat penyerahan.
    Persyaratan yang harus dipenuhi oleh harga tukar, …dst”

    Dalam Trading Valas di Marketiva, mari kita jujur bahwa pada waktu OPEN, kita juga bertransaksi untuk CLOSE dengan harga tukar belum diketahui.
    Artinya tidak memenuhi rukun jual beli.

  80. joko says:

    Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Ferex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam.

    Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.

    Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.

    HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS

    1. Ada Ijab-Qobul: —> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima

    * Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.
    * Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.
    * Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakan-tindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)

    2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:

    * Suci barangnya (bukan najis)
    * Dapat dimanfaatkan
    * Dapat diserahterimakan
    * Jelas barang dan harganya
    * Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya
    * Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan.

    Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama.

    ????????????? ???????????? ???

    \”Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan\”. (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas\’ud)

    Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah:

    ?? ???? ?????? ?????? ????????????

    \”Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya\”.

    Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam:
    ?????? ???? ??????

    Kesulitan itu menarik kemudahan.

    Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.

    JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM

    Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya.

    Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.

    Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing

    =================================================
    Genghis Khun:
    Trims atas ulasannya,
    Bagian paling penting:

    “HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS

    1. Ada Ijab-Qobul: ..dst
    2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:

    * Jelas barang dan harganya
    …..”

    Dalam FOREX Online, mari kita jujur bahwa pada waktu OPEN, kita juga bertransaksi untuk CLOSE dengan harga belum diketahui.
    Artinya tidak memenuhi rukun jual beli.

  81. tknolbesar says:

    Dari awal Anda sudah menekankan:
    Dalam FOREX Online, mari kita jujur bahwa pada waktu OPEN, kita juga bertransaksi untuk CLOSE dengan harga belum diketahui.
    Artinya tidak memenuhi rukun jual beli.

    Tetapi apakah sudut pandang atau pemikiran anda itu sudah benar. Karena menurut saya pernyataan anda masalah Open dan Close dalam fx sudah melenceng dari awal dan itu selalu anda ulang-ulang untuk menjadi dasar counter anda terhadap pendapat/pandangan-pandangan komentar.

    Seharusnya anda menempatkan posisi Open itu adalah pedagang yg membeli cabe untuk dijual kembali. dan posisi close adalah terjadinya transaksi jual oleh pedagang kepada pembeli, entah itu untung atau pada posisi rugi. Jadi terjadinya close adalah telah disepakatinya harga oleh pedagang dan pembeli, sedang pada forex begitu juga terjadinya kesepakatan harga antara investor dengan pihak bank.
    Mengenai slippage, terjadi karena begitu cepatnya pergerakan nilai tukar mata uang, adanya slippage nasbah telah menyetujuinya karena di Platfom MT4 atau yg lainnya nasabah telah mengatur berapa slippage yg diijinkan. Jadi tidak ada posisi yg dirugikan.

    Dari situ saya menunggu tanggapan anda.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Maaf, komentar anda terlewati,
    Baru saya ketahui tgl 13 Agustus 2010.
    Baiklah mari kita kupas sudut pandang anda:

    Jual Beli Cabe wajar
    Open : pedagang membeli cabe (dari si A), TIDAK HARUS terjual (artinya masih ada pilihan untuk dimanfaatkan sendiri).
    Close: transaksi jual oleh pedagang kepada pembeli, DIDAHULUI DENGAN KEJELASAN HARGA, entah itu untung atau pada posisi rugi. Jadi terjadinya close adalah telah disepakatinya harga oleh pedagang dan pembeli,

    Jual Beli Cabe model Forex Online
    Open : pedagang membeli cabe (dari si A), disertai kesepakatan HARUS terjual atau diSITA lagi oleh A.
    Cabe TIDAK BISA dimanfaatkan.
    Close: transaksi jual oleh pedagang kepada pembeli, karena memang sdh ada perjanjian HARUS DIJUAL DENGAN HARGA MENYUSUL, entah itu untung atau pada posisi rugi. Jadi terjadinya close ADA DUA KEMUNGKINAN;
    - telah disepakatinya harga oleh pedagang dan pembeli ATAU
    - Cabe disita lagi oleh si A.

    Kalau masih ada yang kurang mohon dikoreksi..
    Dari kasus di atas kita bisa membedakan antara model transaksi Forex yang boleh (Money Changer) dengan yang dilarang (Forex Online).
    Trims..

    SLIPPAGE
    “Terjadi karena begitu cepatnya pergerakan nilai tukar mata uang”.
    Kalimat anda benar, tapi anda akan kesulitan menjelaskan kenapa pada waktu Open mustahil terjadi slippage?
    Jawabannya karena nilai kurs sebenarnya bisa diFIKSASI walau seberapa cepatnya fluktuasi.
    Tapi anehnya, FIKSASI hanya berlaku untuk posisi Open, sedangkan posisi Close dibiarkan terjadinya Slippage.
    Apa ini bukan pembodohan dan penipuan?

  82. mazmaman says:

    saya bingung banget :D baca coment nya

    =================================================
    Genghis Khun:
    Bingungnya dimana pak? mungkin saya bisa bantu?

  83. Sudogol says:

    Mas Genghis Khun
    Salama kenal, senang membaca tulisan dan komentar2 yang ada.
    Saya kok jadi kepikiran ada gak sih batasan secara kauniyah untuk manusia hidup dalam menghadapi modernitas zaman yang keniscayaannya membutuhkan high power and high speed (contohnya dibidang ekonomi: likuiditas semakin cair dan cepat). Saya khawatir kita salah menafsirkan suatu keniscayaan zaman dengan parameter lama.

    suwun

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal juga :)
    Maksud anda, definisi Judi parameter lama berbeda dengan parameter baru gitu?

  84. duy says:

    Maap sebelumnya.

    Saya kesana kemari sengaja mencari-cari (atau minimal meyakinkan saya) bahwa forex itu haram (dalam artian haram, seharam-haramnya, seperti haramnya alkohol dan teman-temannya).

    Dan setelah saya baca, artikel dan komen-komennya disini. Ternyata kok….

    :(

    Maap pak G-Khun. Saya tadinya berharap saya akan bersama dengan anda (setelah 6 Jam baca artikel ini bolak-balik). Tapi jujur, data-data, pandangan-pandangannya kok gak kena ya? (sekali lagi maap, kalau ada yang nganggap komen saya sampah, silahkan hapus, atau caci-makilah saya- saya emang bodo kok.Heu)

    Saya hanya ingin bertanya aja.

    1. Apakah harga di pasar konvensional di pengaruhi oleh supply and demands?

    2. Apakah forex lepas dari hukum itu (maksud saya hukum supply and demands?)

    Itu aja dulu…

    Trims ya Pak

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal…
    Mohon pertanyaannya yg terarah pak..
    artikel saya mengupas tentang adanya Pertukaran Mata Uang yg diperjudikan.
    Umpama ada Judi dalam sepak Bola, anda malah menanyakan apakah Pelatih dan Pemain saling mempengaruhi?
    Btw, data-data, pandangan-pandangannya yg gak kena yang mn ya? mungkin bs saya bantu..trims

  85. Ahmad Lanang says:

    Salut untuk Genghis Khun, saya kira butuh Keberanian yang besar untuk memberikan pandangan mengenai suatu hal, khususnya pada persoalan diluar keahlian seseorang, sedikit mengutip perkataan anda ( “Ah..ente kalo gak ngerti gak usah ngemeng!” ), saya pikir itu sebuah point penting untuk memulai, terlepas dari apakah Forex itu halal atau haram, yg jelas-jelas bukan kompetensi saya untuk membahasnya. Kalo anda saya yakin punya huruf dan kitabnya sendiri, setidak-tidaknya pemikiran sendiri.
    Maaf jika salah, tapi melihat dari tulisan-tulisan anda, saya menyimpulkan Anda:
    1. Belum pernah transaksi Forex
    2. Belajar mengetahui forex dalam beberapa bulan tanpa sekalipun terjun langsung (ikut transaksi)
    3. Belum bertemu atau setidaknya bertanya langsung dengan seseorang yang berhasil dalam bisnis forex.
    4. Belum pernah mempraktekan Analisa Teknikal khususnya yg fudamental.

    Mudah-mudahan kesimpulan saya salah, karena klo benar, jujur saya akan kategorikan anda sebagai seorang awam buanget (gak ahu apa-apa selain rumor dan teori).Sekali lagi saya berpikiran positif mudah-mudahan bukan.
    -untuk point pertama, oke saya maklumi bila anda tidak pernah transaksi, karena anda punya pandangan tersendiri (ragu-ragu kemudian menjadi haram setelah ketemu beberapa dalil)
    -Untuk point kedua, pengalaman pribadi apabila otodidak (dipandu yang tidak ahli forex), jelas butuh lebih dari sekedar waktu bulanan untuk mengetahui keadaan pasar dan efek dari keadaan ekonomi suatu negara yg mempengaruhi nilai mata uangnya, saya pribadi butuh 2,5 tahun untuk setidaknya mengetahui melemah atau menguatnya suatu mata uang sehingga kita bisa untung bahasa gaulnya profit.(ga konyol tebak-tebakan, itu namanya frustasi, tapi klo yang ahli hedging sih fine aja)
    -Untuk Point ketiga dan paling penting menurut saya, karena klo anda ketemu dgn orang yang tepat dalam hal ini tentu saja dia berpengalaman dalam artian sukses sudah bertahun-tahun dalam forex,yang tentu saja banyak di indonesia (mungkin jarang shalat di masjid anda, sehingga ga ketemu Anda(mungkin shalat di masjid sebelah) ) Klo anda ketemu dgn orang ini minimal teori anda tentang forex agak sedikit bagus (dasar-dasarnya), (terlihat awam banget sih terlepas dari Haram atau halal)
    Bukanya ketemu dgn “Dul Koplak” atau orang yang masih baru di foex atau orang yg suka spekulasi asal-asalan tanpa tahu kondisi ekonomi negara yg ia transaksikan, (Mau jualan bakso juga bisa aja ga sukses klo ga tahu kondisi pasar yg dihadapi)
    -Untuk Point yg keempat agak susah juga untuk menjelaskan bahwa kita sebenarnya bisa tahu kemana harga itu bergerak dengan cuma melihat news di ForexFactory dan pergerakan candle sticknya. (terserah percaya atau tidak)agak susah menerangkan buat orang yang punya huruf dan kitabnya sendiri, mudah-mudahan anda bukan, tapi bisa melihat itu secara objektif, dan memahami hukum sebagaimana mestinya, bukan sesuai dengan pemikiran dan pandangan masing-masing(Maaf secara objektif aja dulu sisanya ga usah dibahas yah)

    NB : Maaf buat Dul Koplak, ga bermaksud merendahkan anda sebagai newbie, tapi setidaknya berikan teori-teori yang benarnya dong ke Genghis kun, kan kasian kalo dia ga tahu sebenarnya mahluk apa itu forex, itu kadal apa buaya, apa makanananya, apa yang mempengaruhinya, gimana cara kerjanya.termasuk dalam jenis investasi apa dlll. bukan permainan wining eleven atau sejenisnya

    Makasih yah Genghis kun, maaf klo agak panas kata-katanya, tapi setidaknya saya pengen anda paham betul apa yang anda bicarakan, maaf bukan menyepelekan Anda, tapi anda saja berani Menyepelekan pemahaman orang lain tentang forex dan forex itu sendiri, moso saya gak boleh ke Anda.

    Tolong dijawab dengan rinci yah, per point klo bisa, biar saya tahu anda itu paham apa enggak tentang forex.

    Mohon maaf bila ada kata-kata yg tidak berkenan, yang salah kemungkinan besar dari saya dan yang benar tentu saja kita sama sama tahu dari siapa.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Ayi,
    Ndak perlu pake ilmu Kirologi pak, :)
    1. Saya SUDAH PERNAH transaksi Virtual.
    Dan untuk tahu sesuatu itu JUDI, orang ndak perlu maen JUDI beneran khan pak?

    2. Tidak ada hubungannya antara JUDI dengan pengalaman atau keahlian seseorang pak.
    - Pemain judi pun banyak yang ahli dan berpengalaman dalam menganalisis sesuatu (misal judi bola).
    - Dalam Forex Online, yang tidak wajar adalah proses pertukaran antar mata uang tersebut (diperjudikan), terlepas dari pelakunya ahli/ bukan. Jadi kalau ada ahli/ bukan ahli mau pertukaran yang wajar ya via money changer.

    3. Ndak perlu mengandaikan saya ketemu dengan “orang yg tepat dalam hal ini” pak, langsung saja to the point:
    silahkan anda luruskan teori saya yang “terlihat awam banget” agar “agak sedikit bagus (dasar-dasarnya)”. Trims

    4. “kita sebenarnya bisa tahu kemana harga itu bergerak”.
    => Walaupun tahu, sedikit tahu atau kurang tahu, sebaiknya hindari jual beli yang tidak wajar apalagi ke arah JUDI.
    Saya anjurkan jual beli wajar seperti mekanisme Money Changer.
    Memang agak susah juga saya menjelaskan, jadi intinya Money Changer dengan Forex online itu berbeda jauh.

    NB: Mohon maaf, saya tambah 1 point lagi semoga berkenan.
    6. Bagaimana cara anda membedakan sesuatu itu JUDI atau BUKAN?

    Btw, Trims atas komentarnya..

  86. Ahmad Lanang says:

    Klo cuma ampe virtual, anda dah ngomong buanyak tentang Forex, saya ga tahu harus ngomong apa, tapi tolong kasih kesempatan yang lain, minimal menganjurkan untuk bertanya kepada yang sudah berhasil dalam bisnis forex, atau paling minimal dah pernah beneran terjun, kebanyakan orang yang cuma virtual memang ga akan ngerti sepenuhnya.
    (VIRTUAL tidak sama dengan terjun langsung atau transaksi Real).

    Situ Punya Kiai atau Ustad kita juga punya, jangan di pikir kita ga pernah ngebahas hal ini dengan ustad masing-masing. Ustad situ bilang ga boleh, Ustad saya bilang boleh, ga usah ditanya siapa yang bener, yang jelas kita dah punya dasar masing-masing.

    Tanya Hukumnya dengan Ustad atau Kiai masing-masing, karena itu adalah keahlian mereka, dan memang tempatnya, persoalan jawabanya berbeda itu adalah tanggung jawab masing-masing.

    Tapi Tolong dong yang paham Forex, tentu yah master-masternya atau orang-orang yang dah berhasil dalam forex.

    Genghis kun, boleh saja memberikan pandangan, tapi jangan menjustifikasi dong, kecuali anda paham betul, “teori nimbun aja ga tahu” anda tahu ga sih kalo ada broker yg memberikan FREE SWAP (tuh bisa anda open posisi ampe setahun lebih juga ga apa-apa, asal modalnya besar, klo modal kecil, yah sesuaikan dong, gaya tradingnya)

    Boleh saja merasa diri santri dan tahu agama, tapi sesuaikan dong kondisinya. Seorang Ali Bin Abi Thalib saja bisa bilang tidak tahu, kalo memang beliau tidak paham, masa anda pengen lebih.

    Bukan apa-apa, Mas Genghis Kun, saya kasian kalo ada yang mau terjun di forex, terus melempem gara-gara ngeliat artikel anda. padahal mungkin dia butuh banget dan mungkin bisa sukses. daripadda dia ngerampok, mencuri,yang sudah jelas-jelas HAAARAAMMM… DAN merugikan Orang Lain.

    Sekali lagi mengenai masalah Haram atau tidaknya masing-masing punya Landasan, Ustad anda mungkin bilang Haram,
    tapi Ustad saya bilang halal, dan beliau termasuk salah satu ulama yg disegani di Banten.
    Mungkin Ustad anda yang paling hebat di Indonesia, tapi itu sekali lagi tidak jadi persoalan. kita masing-masing punya dasar.

    Yang menjadi Problem adalah anda seperti menjadi Master Di forex dengan berbekal pengalaman di forex Secara Virtual, artinya transaksi secara bo’ong-bo’ongan.

    nah sekarang siapa yang berani jamin apa yang anda katakan itu bukan bo’ong-bo’ongan, atau setidak-tidaknya yang dijadikan dasar oleh anda adalah bukan pengalaman real Forex, maka siapa yang berani jamin kesimpulan yang anda buat yang berasal dari dasar Virtual experience (bohongan) hasilnya bisa bener?

    Atau Jangan-jangan anda memberikan penjelasan kepada Ustad anda, sesuatu yang salah mengenai Forex, hanya berbekal anda sebagai trader Virtual (bo’ongan, sehingga ustadnya tentu menjawab itu sebagai sesutau yang haram. bisa ya bisa tidak.

    tapi yg bikin saya kesel, siapa yang ngajarin anda forex sih, kok bisa-bisanya,

    tolong bagi siapa saja yang memberikan pengajaran mengenai forex, kasih tahu dong kalau masih virtual, itu baru step awal, bukan forex sebenarnya, biar hal seperti ini ga terjadi lagi. newbie-newbie yang punya pemikiran salah tentang forex, atau sok tahu tentang forex.

    Kalo anda diberitahu oleh Profesor fisika mengenai teori gaya grafitasi, dengan anak smp yang baru belajar ilmu fisika. mana kira-kira yang lebih paham?
    bisa jadi ga profesor salah? bisa jadi, tapi lebih besar kemungkinan anak smp yang baru belajar yang salah. dan mungkin anak Smp ini malah menyamakan teori grafitasi ini dengan teori jatuhnya Adam kebumi, bisa jadi namanya juga baru belajar.

    Intinya tempatkan segala sesuatu sesuai tempatnya. berikan amanat kepada orang yang mampu menanggungnya

    Pleasee be wisdom, masih byk persoalan, seperti salah satu hakim kita yang menggunakan uang sogok untuk umrah,(ini persoalan sebenarnya)kita ga bahas

    tapi kalo ada yang mau nyari penghasilan untuk menghidupi keluarganya, terus anda langsung potong dengan pengetahuan anda yang sebatas Virtual (bo’ongan), berbekal ayat-ayat nemu dari kitab atau sekalipun dari ustadnya, kan belum tentu Ustadmu bilang Haram, tapi bisa jadi dan mungkin jadi Ulama lain bilang Halal, seperti Ustad saya.

    NB : Tidak bermaksud keluar dari topik pembicaraan, hanya menyinggung dasar dari pemikiran anda mengenai Pertukaran Mata Uang yg diperjudikan.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Menyenangkan sekali diskusi dengan anda :)
    Sekali lagi mohon jangan ada ‘ilmu kirologi’, jangan-jangan ini, itu dsb, langsung to the point saja sir.. OK? :)
    Kemarin point 1-6, saya lanjutkan semoga berkenan…
    7. Apa tujuan account Virtual forex kalo ternyata masih ‘bo’ongan’ dan malah membuat newbie berpikiran salah tentang Forex?
    8. Mari sharing “dasar” dan “LANDASAN masing-masing” dari Ustad/ kiai situ? saya tentu senang hati menerimanya: Bagaimana DASAR dan LANDASAN anda dalam menentukan sesuatu itu Judi atau bukan Judi pak? trims..
    9. Yang FREE SWAP mohon disertakan link-nya. Btw, Free swap maupun bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui.
    10. Forex online bisa juga digunakan untuk merampok dan mencuri karena ada CELAH DALAM KEAMANAN jual beli tersebut: yaitu nilai close yang tidak fixed. Paling aman itu Money Changer.
    11. Gak perlu melempem mau terjun ke bisnis pertukaran mata uang, khan masih ada Money Changer. Alasan ini dibuat-buat.

    “Intinya tempatkan sesuatu pada tempatnya”, Ketika saya membahas MEKANISME jual beli yang tidak wajar, jangan lalu anda membahas BARANG yang diperjualbelikan tersebut.
    Jadi kalo saya bilang taruhan sepak bola itu Judi, maka anda jangan berkata bahwa menang kalahnya pertandingan itu ada ilmunya, ada analisisnya, trus kita perlu bertanya pada yg ahli atau pengamat persepakbolaan. Ini nggak nyambung dan gak terarah..
    Please be wisdom, Judi adalah salah satu penyakit dari sekian permasalahan yang perlu diselesaikan.

    NB:
    Jawaban point2 sangat saya harapkan, terutama no.6 dan 8
    trims..

  87. Ahmad Lanang says:

    maaf tadi saya dah tulis byk banget tapi kehapus, jadi simplenya aja yah :

    saya jawab terbalik

    No. 11,, Wah setuju ane, saya juga kepikiran tuh bikin Changer, ga beda jauh kok

    No. 10,, itu maksudnya Sliippage atau apa?
    klo Slippage itu sih biasanya dari brokernya, memang beda-beda kok, yah ada yang spreadnya rendah tapi susah di closenya, ada yang tinggi tapi gampang closenya, atau mungkin juga koneksi internetnya bro.

    No. 9,, Lagi-lagi anda bertindak seperti Newbie, yah banyaklah broker-broker yang free swap, bahkan ada islamic accountya, lebih sadis lagi mencantumkan label halal punya Arab Saudi, (Saya ga mau nyebutin takut dikira Sponsor, klo serius, kontak lewat FB aja)

    No. 8,, Agak susah menyebutkan penjelasan Ustad Saya, karena logika kita tentang Forexnya aja ga sama, seperti menjelaskan rasa Asinya GARAM kepada orang yag belum pernah ngerasain Asin .( coba bayangin , gimana ngejelasinya)

    Sedikit keterangan :

    Ada perbedaan Pandangan kita mengenai Forex diantaranya :

    1. tadi sudah disebutkan mengenai Free Swap atau tidak adanya bunga
    2. Anda mengibaratkan Forex seperti Judi Bola, mungkin mirip, tapi dalam forex saya sering membalikkan posisi minus saya menjadi Profit atau untung (beneran lho, memang ada strateginya kok), tapi kalo dalam bola, kekalahan belanda atas Spanyol tidak mungkin dibalik Belanda Menang melawan Spanyol (anda bisa membalikkan posisinya?, klo bisa, saya akan berguru kepada anda.
    3. Dalam Judi semua pihak mengharapkan keuntungan, sedangakan dalam Forex, Para trader adalah sebagian keci dari partisipan , atau bahasa kasarnya adalah cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan melalui broker mencari selisih harga beli atau jual, sedangkan yang menggerakan pasar uang adalah para eksportir-importir, bank-bank atau Pemerintah diseluruh negara di dunia , juga tidak ketinggalan adalah orang-orang yang keluar negri, yang semuanya memiliki tujuan masing-masing yang berbeda, yaitu:

  88. Ahmad Lanang says:

    yang diatas belum selesai !!!!!!!

    ini versi lengkapnya

    saya jawab terbalik

    No. 11,, Wah setuju ane, saya juga kepikiran tuh bikin Changer, ga beda jauh kok

    No. 10,, itu maksudnya Sliippage atau apa?
    klo Slippage itu sih biasanya dari brokernya, memang beda-beda kok, yah ada yang spreadnya rendah tapi susah di closenya, ada yang tinggi tapi gampang closenya, atau mungkin juga koneksi internetnya bro.

    No. 9,, Lagi-lagi anda bertindak seperti Newbie, yah banyaklah broker-broker yang free swap, bahkan ada islamic accountya, lebih sadis lagi mencantumkan label halal punya Arab Saudi, (Saya ga mau nyebutin takut dikira Sponsor, klo serius, kontak lewat FB aja)

    No. 8,, Agak susah menyebutkan penjelasan Ustad Saya, karena logika kita tentang Forexnya aja ga sama, seperti menjelaskan rasa Asinya GARAM kepada orang yag belum pernah ngerasain Asin .( coba bayangin , gimana ngejelasinya)

    Sedikit keterangan :

    Ada perbedaan Pandangan kita mengenai Forex diantaranya :

    1. tadi sudah disebutkan mengenai Free Swap atau tidak adanya bunga
    2. Anda mengibaratkan Forex seperti Judi Bola, mungkin mirip, tapi dalam forex saya sering membalikkan posisi minus saya menjadi Profit atau untung (beneran lho, memang ada strateginya kok), tapi kalo dalam bola, kekalahan belanda atas Spanyol tidak mungkin dibalik Belanda Menang melawan Spanyol (anda bisa membalikkan posisinya?, klo bisa, saya akan berguru kepada anda.
    3. Dalam Judi semua pihak mengharapkan keuntungan, sedangakan dalam Forex, Para trader adalah sebagian keci dari partisipan , atau bahasa kasarnya adalah cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan melalui broker mencari selisih harga beli atau jual, sedangkan yang menggerakan pasar uang adalah para eksportir-importir, bank-bank atau Pemerintah diseluruh negara di dunia , juga tidak ketinggalan adalah orang-orang yang keluar negri, yang semuanya memiliki tujuan masing-masing yang berbeda, yaitu:
    Pengusaha (eksportir atau importir ) tentu bertujuan untuk melakukan pembayaran
    Bank-Bank pemerintah : menstabilkan mata uangnya
    Para Pelancong : buat shoping ke mal, ragunan dan sebagainya, tentu harus menukarkan uangnya toh,
    nah Para Trader : orang-orang yang memanfaatkan terjadinya fluktuasi harga di pasar uang (bukan faktor utama lho)

    No. 7,, Virual Account tuh bagus, itu merupakan step awal dari Forex, dan setiap yang mau terjun di bisnis ini lebih baik lewat proses ini, tapi itu belum apa-apa, karena pengalaman sesungguhnya ada dalam Real trading, karena sebagian besar orang memliki perbedaan dalam menyikapi uang real dan uang Virtual. percayalah….percayalaahhh

    No. 6,,, Hampir sama dengan no. 8,
    sebelumnya saya ingin mensharekan bahwa Judi itu tidak mutlak berkaitan dengan bentuknya saja, misalnya ARISAN, arisan dalam hal ini bukan judi, tapi yang dipakai adalah sistem judi, karena setiap orang yang berpartisipasi semuanya mengharapkan menang atau terpilih pada saat itu juga
    (kecuali ada beberapa yang berpikiran ga dapet sekarang juga ga apa-apa, mungkin ga?)

    Didalam forex juga tidak terlepas dari persoaalan itu, dan itu tidak lain adalah dari para partsipannya dalam hal ini tradernya, apabila ada orang yang tidak mengerti atau sedikit paham mengenai forex, kemungkinan apa yang dia lakukan, biasanya adalah bermain tebak-tebakan, salah siapa?

    tapi ini juga tidak terlepas dari para trader yang cukup lama bergelut di dunia Forex, hal ini berkaitan dengan mental masing-masing.

    biasanya dibedakan menjadi dua :

    1. mental penjudi
    2. mental Pedagang

    Dua mental ini sangat bertolak belakan, mental penjudi biasanya sekali berarti setelah itu mati dalam artian dia biasanya mengharapkan untung besar dengan menggunakan lot yang berlebihan, dan biasanya modalnya cepat habis.. (bad example)

    sedangkan mental pedagang, biasanya adalah orang-orang yang sudah paham teori, dan ketika bertransaksi tahu apakah harga akan melemah atau menguat atau setidak-tidaknya punya strategi IF yang baik, dan sangat bijak dalam menggunakan lot, dan berusaha untuk mempertahankan modal selama mungkin bahkan kalo bisa selamanya, namanya juga pedagang.

    mereka sudah teruji persistensinya dan tidak asal dalam bertransaksi, bahkan hanya masuk pada harga yang dianggap pantas. inilah yang disebut trader sejati.

    kalo yang lainnya terserah mau kamu anggep penjudi kek tokek kekkk..

    NB: Thanks

    =================================================
    Genghis Khun:
    11. Mekanisme Money Changer dengan Forex Online itu beda jauh pak.
    Money Changer: Beli dollar, TIDAK HARUS dijual lagi
    Forex online: Beli dollar, HARUS dijual lagi
    bedanya mencolok sekali, antara HARUS dengan TIDAK HARUS.

    10. Anda perhatikan waktu Open, harga JELAS, tapi waktu klik Close, harga tidak Fixed. Seandainya nilai terfiksasi, meskipun koneksi internetnya lelet ya tetep aman…

    9. Free swap/ bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui. Karena dalam Forex ada 2 transaksi:
    - Open dengan nilai jelas (ini wajar)
    - Pemaksaan Close dgn nilai yg belum diketahui (tidak wajar).
    Ini aneh, padahal sistem money changer sebelumnya tidak ada pemaksaan utk Close.

    8. Kalau analogi anda memakai asinnya garam, maka untuk menentukan sesuatu itu Judi (=asin), maka kita harus terjun dulu ke perjudian (= makan garam) gitu pak?

    ‘Perbedaan kita’ yg anda sebutkan juga kurang pas:
    8.1. Free swap/ bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui. Karena dalam Forex ada 2 transaksi:
    - Open dengan nilai jelas (ini wajar)
    - Pemaksaan Close dgn nilai yg belum jelas (tidak wajar alias Judi).

    8.2. Analogi bola juga kurang pas lagi, kekalahan belanda atas Spanyol itu seperti halnya naiknya dollar thd Euro. Tapi di KEDUA ajang tsb kita bisa membalikkan taruhan dari posisi minus ke untung, contoh bertaruh 10rb dg A mendukung Belanda (Dollar), lalu beberapa saat kemudian bertaruh 20 ribu dgn B utk mendukung Spanyol (Euro).

    8.3. (Beda Forex dgn Judi), dalam forex “cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan” artinya tidak perlu mengharapkan keuntungan? ini alasan terlucu.
    Mari saya perbaiki kalimat anda semoga berkenan:
    “yang menggerakan (fluktuasi.red) pasar uang adalah para eksportir…dst…ragunan dsb, nah ada Para Trader yg hanya mencari selisih harga beli atau jual via Money Changer, sebagian lagi memperjudikannya via Forex online.” gimana sepakat pak?

    7. Perbedaan dalam menyikapi uang real dan uang Virtual itu hanyalah rasa was-was dan deg-degan. Mungkin ada tambahan lagi?

    6. arisan memakai ‘sistem judi, karena setiap orang yang berpartisipasi semuanya mengharapkan menang atau terpilih pada saat itu juga’
    Waduh, bagi yg sudah terpilih ya sdh gak ada harapan lagi pak..
    Lalu ‘yang berpikiran ga dapet saat itu pun’ bisa terjadi.
    Mari saya bantu:
    - Arisan bukan judi karena nilai yang akan diterima itu jelas, lalu transaksi. Ini tidak ada yg dirugikan.
    - Dalam Judi, transaksi dilakukan lebih dulu (padahal nilainya belum jelas). ini ada yg dirugikan.
    Nah, terlihat kalo Forex memenuhi syarat Judi…
    Mungkin masih ada koreksi pak?

    kemudian anda lupa 1 mental lagi yaitu gabungan keduanya; ‘mental pejudi+Pedagang’. Misal pemilik Casino, ‘biasanya adalah orang-orang yang sudah paham teori, dan ketika bertransaksi tahu apakah harga akan melemah atau menguat atau setidak-tidaknya punya strategi dan sangat bijak, dan berusaha untuk mempertahankan modal selama mungkin bahkan kalo bisa selamanya, namanya juga pedagang+pejudi. mereka sudah teruji persistensinya dan tidak asal dalam bertransaksi, bahkan hanya masuk pada harga yang dianggap pantas. inilah yang disebut pedagang+pejudi sejati’.

  89. Ahmad Lanang says:

    tambahan:

    Saya bukan tipe “KIROLOGI”

    tapi lebih kepada penganut “TEBAKISME”, asal jangan “Ngarangisme”

    Klo saya baca mengenai investasi, khususnya bukunya
    Pak de Robert T. Kyosaki. disitu dijelaskan bahwa Investasi-investasi yang menguntungkan hanya diperuntukkan bagi orang kaya, so semakin kaya anda semakin banyak kesempatan terbuka lebar untuk menambah pundi-pundi kekayaan, forex merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki Profit sangat tinggi.
    Di Amerika, ada aturan yang membatasi orang-orang yang bergaji rendah untuk ikutan investasi-investasi seperti ini, tujuannya yah melindungi dari resiko yang ada sekaligus menutup jalan bagi mereka untuk bisa lebih kaya. karena klo salah kontrak normal dari Forex adalah minimal 10.000 dollar.

    Di Indonesia hampir sama, karena pada perusahaan lokal, mereka mematok minimal 30 juta, bahkan sekarang sudah banyak yang 60 juta, sehingga wajar kalo ini hanya untuk orang yang berduit saja, kalo petani, mereka harus jual sawah baru bisa ikut transaksi, klo profit alhamdulillah tapi kalo enggak, bisa gantung diri ma keluarganya tuh, tapi tidak bagi orang berduit.

    Sekarang banyak bermunculan broker-broker dari luar sejak tahun 2006, dengan Leverage yang mencapai 1000, sekarang orang bisa bertransaksi dengan 1 dollar bahkan ada yang gratis + bonus 5 dollar, waaaaww.

    jadi wajar sekali apabila ada yang belum tahu mengenai apa itu forex, padahal pasar uang itu sendiri sudah berlangsung selama lebih dari puluhan tahun yang lalu, karena pada tujuan awalnya hanya untuk kalangan tertentu, khususnya yang berduit,
    Sangat Wajar Pula Apabila mas Genghis Khun, menganggap itu judi, bagi saya itu lebih baik (mendingan), karena ditempat saya lebih mudah menjelaskannya sebagai sesuatu yang bersifat “ngepet” atau malah bersifat mistik, maklum pengetahuan tingkat tinggi, masih banyak di Indonesia yang belum siap menerima kenyataan kalau ada investasi yang bisa menghasilkan keuntungan yang begitu luar biasa…

    dengan catatan !!!!!!!, belajar dulu yang tekun,

    klo ga, mendingn jualan bakso aja deh

    heeeee.heeeeeeee

    =================================================
    Genghis Khun:
    Apa yang anda paparkan tentang INVESTASI saya sangat setuju, dalam artian melalui mekanisme jual beli yang wajar, yaitu Money Changer. Jadi kalau mau membantu orang, mari kita bantu investasi melalui Money Changer. Kemudian kita jelaskan celah bahayanya bila melalui Forex online. gitu khan bos? :)

  90. Ahmad Lanang says:

    Sip kalo gitu bung Genghis Kun, Ane setuju, kalo Forex dibilang “Berbahaya”, mirip falsafah pedang gitu lah, kalo ga ngerti makenya bisa membahayakan diri sendiri,Wusss… Wuss… Waspadalah-waspadalah.

    Money Changer prospeknya masih bgs, khususnya daerah kalimantan ntu yg berbatasan dgn malaysia.

    Ternyata Bung Genghis kun memang pakarnya, Pakar Judi, maksudnya teori-teori judi dah ngelotok bgt, ane malah ga kepikiran, seperti anda bilang : (“contoh bertaruh 10rb dg A mendukung Belanda (Dollar), lalu beberapa saat kemudian bertaruh 20 ribu dgn B utk mendukung Spanyol (Euro).”), tapi maaf nih ga bakal ane contoh tuh teori kya gitu dalam forex, itu sih strategi konyol, saya ga berbakat dalam judi, jadi kalo main tebak-tebakan kya gitu yang dipake, saya mending nyerah.

    oh iya ga da yang maksa kok, klo tiap open posisi harus diclosed, Bung Genghis Kun buka terus juga ga apa-apa, ane jamin ga ada yg marahin, apalagi ditangkep polisi, yah paling juga dua kemungkinan : profit atau lose.

    cuma yang perlu ditanyain, ngapain kamu Transaksi, mau iseng doang atau apa, kalo ga mau di closed yah jangan open dong, kalo ga mau mengakhiri yah jangan mulai dong, klo ga mau jualan yah jangan beli barang dagangan dong. beli yang dikonsumsi aja, kya tempe, bakso dsb, Indonesia rata-rata kan mental Konsumtif, tahunya cuma konsumsi doang, cuma sedikit yg bermental menghasilkan, tahunya cuma musuhin orang, menjatuhkan, jarang yang saling bangkit membantu, beda pendapat disingkirkan, dianggap pasti salah.

    Saya tdk menyalahkan pendapat Bung Genghis Kun, Saya yakin 99,99 % itu pasti benar kok, ( benar untuk dirimu sendiri, saat ini dan sesuai kondisimu dan pengetahuanmu, pengalamanmu dan Ustad atau gurumu) tapi apa pasti benar untuk yang lain???????

    Klo pendapat Saya Pasti Salah 100 %, setidaknya bagi Bung Genhis Khun, dan tentu saja saya juga tidak yakin sampai 100 %, bisa jadi saya salah juga kok, tapi setidaknya saya sudah melakukan usaha:
    1. Berusaha Mendalami apa itu mahluk yang namanya forex.
    2. Dari Hasil Pendalaman saya, Saya konsultasikan dengan Ustad saya, segamblang-gamblangya tanpa ada yang ditutupi ( dan hasilnya HALAL ).bagi saya lho !!!

    3. Sampai saat ini masih obyektif kok, saya menerima pandangan Bung Genghis Khun, tapi beribu maaf dari awal pandangan kita tentang logika transaksi forexnya aja beda, maaaf saya orang bodoh sih, ga bisa mengetahui sesuatu kalo ga belajar, mengalami dan Masuk.

    Kalo Bung Genghis Khun, contoh manusia langka yang memiliki kelebihan (Genius), cukup sampai depan pintu Forex aja, dah langsung tahu Luar dalamnya Forexnya, cukup dengan waktu sebentar saja, sedangkan saya butuh bertahun-tahun, maklum ga pinter seperti Anda.

    Maksudnya Asin yang tadi, mungkin saya koreksi, karena sepertinya Anda lebih tahu tentang Forex dengan cukup ampe Virtual aja, buktinya anda sangat tahu kalaupun keadaan pake Real Money, sepertinya orang yang mau transaksi forex harus belajar pada anda (psikologinya) “serius lho”, soalnya byk temen saya gagal sih (butuh adaptasi yang ga sebentar dari Virtual ke Real)

    mengutip Genhis Khun:…(((((kalau analogi anda memakai asinnya garam, maka untuk menentukan sesuatu itu Judi (=asin), maka kita harus terjun dulu ke perjudian (= makan garam) gitu pak?)))))

    Wah..wah.. “ilmu kirologinya” keluar tuh, mengira orang lain sama dengan anda tuh, saya tekankan pak, saya ga suka berjudi,, itu Dosa.

    Sebelum saya terjun juga, saya sudah konsultasikan dengan Ustad, bahkan pada tingkatan Zakatnya. (percaya ga percaya) jadi dari awal pandangan kita dah beda lho, bagi anda dan mungkin orang lain ini JUDI,, sedangkan bagi saya mungkin TIDAK JUDI (tidak berlaku bagi orang lain, cari sendiri ke ustad masing-masing, takut beda seperti Bung Genghis Khun, yang mungkin punya Huruf dan Kitabnya sendiri).

    Di tulisan saya sebelumnya saya mencantumkan pandangan Ustad Saya juga lho (jadi bukan semua pendapat pribadi saya), tapi seperti yang saya duga Bung Genghis Khun tolak semua…… maaf tidak bermaskud pake ilmu “Kirologi” menebak karekter anda, (tapi keseringan ketemu tipe-tipe orang alim baru, yang benar kelompoknya saja, yang lain pasti salah ),bukan Bung Genghis Kun loh, jangan kesinggung yah, saya ketemu di negeri seberang kok , sekali lagi Bukan Bung Genghis Khun

    Klo ketemu tipe kya gitu saya biasanya memilih diem. percuma ampe berbusa juga, dianggep bodoh bener kita orang (memang bodoh sih heheeehe). tapi alhamdulillah, kan biar seru mirip PELANGI, berwarna-warni (hidup lebih hidup, betul ga?)
    Masa semuanya sama, nanti bertentangan dengan Sunatullah dong.

    tapi jangan salah kira yah, saya seneng kok ketemu dengan “Orang-orang Alim” seperti itu, (biasanya jadi jamaah terus shalatnya), bahkan dengan orang non muslim sekalipun, saya senang apalagi yang perilakunya baik.

    Jadi :: Bagi Anda Forex itu Judi, ya silahkan, karena sekali lagi itu pasti 100% benar (untuk anda sendiri, kondisi dangan pengetahuanmu sendiri).

    Saya ga mungkin menyamakan dengan anda, karena pengalaman dan kondisi serta rujukan kita berbeda, Saya masih percaya dengan Ustad Saya, karena beliau sering memberitahu apa yang menjadi bidang dan keahliannya saja.

    Ibarat Saya Kambing dan Anda Kerbau, ga mungkin kan menyuruh Kambing seperti kerbau, atau sebaliknya. ( masalah Kambing dan Kerbau, nanti jangan dibahas Yah, nanti Sapinya kesinggung, ga disebut. Heee.heeee)

    Tapi saya bisa jamin, saya tidak akan menyalahkan pendapat anda, malah bahkan siap menjalin silaturahmi dengan anda. (peaceeee )

    kan ga lucu kalo di dunia ini semuanya Kerbau, nanti ga ada yang jual Sate Kambing Lagi dong.

    NB : Sedikit Saran….. lain kali apabila ingin membahas sesuatu yang ujungya adalah Justifikasi, usahakan anda tahu tuh barang, biar tidak meragukan, tapi yang halal-hala bagi anda saja deh biar bisa mendalami. heheee… hee…. (peace kawan)

    Pendapat pribadi dari saya :

    — Saya punya anggapan kalau seuatu yang diharamkan itu pasti memiliki efek negatif yang besar bagi manusia,walaupun mungkin sedikt menyenangkan. entah itu narkoba, Zina, minuman keras, Judi dan kawan-kawannya.

    — Jadi berpegang pada asas Maslahat dan Mudharatnya (Kebaikan dan keburukannya), bagi saya Maslahat dari Forex lebih besar dari Mudharatnya, bisa membantu saya, membantu teman-teman saya, dan tentunya keluarga saya.

    — Mungkin Anda yang jenius pun tidak tahu, kalau sebenarnya ilmu forex, saham dan sejenisnya diajarkan hampir diseluruh fakultas ekonomi entah baik di S1 dan S2 nya, bahkan di di D3 ekonomi UGM sudah langsung praktek, diUPN ada pojok bursa, di STIE YKPN praktek turun langsung kepasar dengan real money tentunya. dll.

    —- kalau anda tetap konsisten dengan Forex itu Judi , Maka saya harap anda tidak usah menguliahkan anak anda di Universitas atau sekolah tinggi yang ada jurusan ekonominya. (pasti dong, memegang keyakinan harus dipegang erat-erat)

    —- dan tentu saja Forex, Index Saham, Komoditi itu adalah bersaudara, mirip dan sama cara kerjanya, hanya berbeda karakternya. So hati-hati kalau istri anda beli emas, pastikan itu pernah ditransaksikan sebagai di komoditi apa enggak (bekas dipake judi ap enggak?)

    Ruwet kan??? jangan-jangan anda memakai uang, baju, dan bahan bangunan rumah anda semuanya pernah ditransaksikan di Forex, di Indeks (mungkin perusaahaan pembuat baju berbentuk P.T. jadi so pasti pake saham toh, dan komoditas,mungkin besi atau alumunium atau bahan bangunan yang dipake dirumah anda, pernah ditransaksikan di komoditi.

    atau yang lebih parah, mungkin anda makan tempe, yang tentu saja kedelainya hasil import dari luar, dan kedelai salah satu jenis yang di transaksikan di Komoditi.

    inget sekali lagi Forek Indeks Saham, Komoditi, itu mirip buanget…..,

    atau kendaraan, barang-barng elektronik itu yang anda pake itu dibuat oleh perusahaan, yang berbentuk Perseroan Terbatas, dan ada dalam bursa IHSG,,, bakar aja bos (hee…heeee)

    selamat was…was…

    Heeee.heee…., ga usah takut tenang aja , soal makanan mending tanam sendiri aja, atau dari lokal aja tapi harus dipastikan pupuknya jangan dari Perusahaan yang berbentuk P.T. khususnya yang tergabung dalam IHSG, anda bisa lihat list daftarnya di Koran Kompas.

    -Untuk Pakaian, mending nanem kapas aja, terus beli mesin pemintalnya, tapi inget juga, mesinya harus tradisional , takut kalo buatan pabrik yang berbentuk P.T. tadi

    - Untuk kendaraan, cari sepeda goes merek lokal, inget liat onderdilnya, jangan ampe diproduksi oleh Perusahaan berbentuk P.T. lagi

    -Untuk Elektronik, nyerah aja deh, dah nyari produk china aja yang home industri, tapi pastikan importirnya berbentuk P. T. ga?

    - untuk Hand Phone juga sama, jangan noki, sony ericcson, motorola dlll, dah pake surat aja, Telpon rumah, jangan operator yang Berbentuk P.T., wah ribet, dah sekalian bikin operator sendiri, pake surat lewat pos, itu ada P.T. Pos

    – untuk Bank, rata -rata Bank main Valas (Forex)mengharapkan untung juga Loh , pake aja Syariah, tapi apa iyah ga berkaitan dengan Pasar Uang,,
    atau jangan-jangan uang yang anda pegang pernah ditransaksikan di Forex (masalah Bank ane ga ngerti, bisa iya bisa enggak, cek sendiri aja bos, biar tenang)

    — Untuk Bahan Bangunan Rumah atau Masjid, perlu ditelusuri tuh besi, alumunium, tmbaga dan lain-lain, termasuk MIC, TAPE, pengeras suara dll. dari mana, dari Lokal apa luar negri, dariperusahaan berbentuk P.T. atau bukan, dan yang paling penting pernah ditransaksikan di komoditi apa enggak.

    Ok….. sekian dulu, saya selalu siap membantu semampu saya … salam hangat Bung Genghis Khun

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terima kasih atas pidato panjang lebarnya.
    Lha wong sudah saya tekankan kemarin bahwa saya nggak mbahas BARANG-nya, tapi MEKANISME jual belinya, lha kok malah nggrambyang kesana kemari, dari saham sampe tempe.
    Trus point-poinnya pada ilang padahal yang minta anda sendiri, tapi gak papa deh saya ringkas aja.

    Dari kemarin juga selalu bilang ‘gak belajar, mendalami dan masuk’ tapi pertanyaan saya gak dijawab juga;
    1. Apakah untuk tahu sesuatu itu judi dan maksiat kita harus masuk dulu ke dalamnya?
    ini mbok dijawab dulu bro…
    2. Trus gimana nih PRINSIP anda untuk nentuin sesuatu itu judi/ bukan?
    ndak usah berbelit-belit dan bawa-bawa ustad lagi yak… :)
    peace..

  91. Matrix says:

    Soal Halal dan Haram, saya punya sedikit pertanyaan.

    Anda bekerja dimana? Jika anda menggunakan komputer / notebook. Apakah Anda menggunakan software Asli? Jika tidak, Anda merugikan pembuatnya apa tidak?
    Dan dari situ Anda mencari rezeki. Halal atau Haram rezeki yang Anda dapatkan? Dengan menggunakan barang yang Anda dapatkan dari pembajakan?

    Terimakasih
    =================================================
    Genghis Khun:
    Laptop saya sekarang pake LINUX UBUNTU pak.
    Btw, masalah pembajakan, meniru hak cipta itu adalah pelanggaran hukum antara produsen. Konsumen tidak bisa dilibatkan pak. Konsumen yang sangat awam tidak akan tahu mana mana asli dan mana yg palsu yang penting dia mampu membelinya.
    USA kini sangat gerah dengan China karena produk2 bajakannya hampir tidak bisa dibedakan dengan produk asli. Sangat mirip. Persis. Lha konsumen mana tau?
    Bagi saya sendiri, menghargai HKI muslim/ non-US/ non-Israel. Khusus untuk barang2 US/ Israel perlu diboikot, kalau tidak mampu boikot ya beli bajakannya.

    Terima kasih
    PS: Mohon pertanyaan terfokus pada materi artikel.

  92. Rakyat kecil says:

    wah mantap nih diskusinya bisa jadi pelajaran saya mau nanya sama Genghis Khun tapi di luar materi nih
    misalkan si A pinjam uang kepada si B sebesar 10jt terus si A sepakat akan mengembalikan uang si B sebesar Rp.11 jt dalam waktu 3 bulan dan si B meng iyahkan dan juga menyepakati ke inginan si A apakah ini haram trima kasih kang mohon pencerahan nya

    =================================================
    Genghis Khun:
    salam kenal pak Ab4h Asa…
    Dalam pengertian saya itu riba pak.
    Sebaiknya kesepakatan pengembalian tetap 10 juta, tapi nanti waktu pengembalian si A boleh nambah 1 juta sebagai tanda terima kasih.
    Terlihat hasil akhirnya sama si B dapat 11 juta, tapi mekanismenya lain.

  93. Minez says:

    Ass….!!

    “Berarti dosen ane GUOBLOG DONK donk ngajarin MAHASISWA FOREX ALIAS JUDI….
    UII kampus islam bung. berarti yang ikut mata kuliah’a penjudi semua y….???”

    NB : setelah tak baca blognya

    Pengetahuan ente tentang forex juga masih baru nyoba virtual “Cetek”. “alhamdulillah”

    Nih Broker n penjelasan Forex islamic :

    http://www.earnforex.com/muslim-forex-brokers/
    http://arab.dailyforex.com/Forex_islamic_Fatwa.aspx
    http://www.alpari-forex.com/en/trader/swap_free/
    http://www.forexpros.com/brokers/forex-islamic-accounts
    http://ezinearticles.com/?Islamic-Forex-Accounts-Or-No-Riba-Accounts&id=1587284
    http://www.forexarchitect.com/2010/04/forex-islamic-account-or-swap-free-account/
    http://www.dailyforex.com/Forex_islamic_accounts.aspx
    http://www.investtechfx.com/swap-free.asp
    http://www.moneyforex.com/islamic.php

    masih buanyak…..

    kalo mau promosi blog konten kontroversi emang bagus. ada yang emosi, marah, dendam, tersinggung dari posting ente…
    keuntungan dari iklan di posting ini halal kah???
    “Sory ane malah jadi ngomong halal haram ” g ush d bahas….”

    Percuma di jelasin juga, komen2an ama ente juga malah naikin traffic blog ente. ” g ush d bahas juga ” ane cuma minta jwbn pertanyaan pertama. mksh…

    Sory klo kta2 ane yang kasar….

    Waskum…..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Tenang bung :))
    Salam kenal lebih dulu…
    Dalam jual beli Forex, ada mekanisme yang diBOLEHkan dan ada juga yang diLARANG. Semua hal tersebut diAJARkan.
    Tapi kalau kemudian dosen anda menyuruh mahasiswanya MELAKUKAN PRAKTEK Forex yang dilarang, itu namanya provokasi ke MUI..
    Semoga anda bisa membedakan antara diAJARKAN dengan diPRAKTEKKAN.

  94. Matrix says:

    Anda termasuk orang yang provokatif. Jika Anda memang pakar agama dan pakar forex, monggo Anda duduk bersama dengan Ulama-ulama, Pemuka Agama, dan Para Ahli untuk menentukan apakah forex itu halal atau haram, judi atau bukan judi. Tidak usah pake asumsi sendiri, karena dapat menjerumuskan diri sendiri dan orang lain. Tokoh ulama yang sudah jauh lebih tinggi ilmunya daripada Anda pun tidak berani mengambil kesimpulan sendiri tentang judi atau bukan judi, dan tentang halal dan haram.

    =====================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak…
    Mungkin anda belum tahu kalau ada fatwa MUI tentang Forex (MUI= Majelis Ulama Indonesia, ini kumpulannya ulama pak)
    Fatwa MUI mengenai Forex menyoroti JENIS TRANSAKSI: ada 4 transaksi yang dikenal, tapi hanya 1 (SATU) yang dibolehkan, yaitu yang SPOT.
    Forex Online, terbukti bukanlah jenis transaksi SPOT.

    Monggo dibaca sendiri di:
    http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&pg=2

    Kalau ada yg bilang bahwa SEMUA transaksi Forex itu halal artinya itulah provokator tersebut. Hati-hati..
    Mungkin anda punya pemahaman lain terhadap fatwa tersebut? mari kita sharing disini pak..
    Btw, trims atas komentar dan idenya, boleh juga.. silahkan difasilitasi waktu dan tempatnya Insya Allah saya akan datang. :)

  95. roy gentle says:

    mau ikutan berpendapat

  96. roy gentle says:

    menarik sekali membaca ulasan anda tentang forex, dan ada beberapa pendapat dari saya:

    1.judi adalah mempertaruhkan sesuatu utk mendapatkan sesuatu yg lebih memiliki nilai ke depannya. Mengapa judi diharamkan karena membawa mudharat bagi orang lain. Seandainya tidak mungkin judi bisa jadi dihalalkan. Trus mengenai analogi anda tentang PSK, saya sama sekali tidak sependapat. PSK tetap membawa dampak yg signifikan contoh dalam penyebaran penyakit AIDS, merusak hubungan suami istri, mencemarkan nama keluarga. Apakah keluarga PSK akan senang jika tau kalo anaknya seorang PSK meski sebenarnya ia terbantu?

    Kemudian jika memang unsur mudharatnya lebih besar dari pada manfaatnya, inilah yg dinamakan judi yg sebenarnya. Jika tidak maka hampir smua sisi kehidupan adalah judi. Oleh karenanya saya sependapat bahwa judi diharamkan karena membawa kemudharatan yg lebih besar dari pada manfaatnya.

    2. Menurut anda forex adalah judi karena pd saat close tidak ada kesepakatan terlebih dahulu. (Contoh penjual laptop dsb, dia akan bertransaksi menjual laptop setelah ada kesepakatan nilai harga. Dalam Forex, kita bertransaksi lebih dulu untuk suatu NILAI harga yang belum jelas.)
    Menurut saya ada kesepakatan pd saat close yakni TP (Target Profit), artinya jika harga belum menyentuh maka tidak saya jual sehingga saya sepakat menjual pada harga TP.

    3. Kemudian mengenai bunga harian, sekarang sudah tidak ada lagi jadi walau menginap satu bulan tetap tdk diknai biaya atau bunga.

    4. Tentang margin call
    Dlm perdagangan tradisional pun juga mengenal istilah ini yg pd komentar di atas disebutkan ketika pedagang cabai mengalami kerugian karena cabainya busuk sementara sudah beberapa hari tidak laku-laku. Ini dinamakan juga margin call

    5. Anda sebutkan bahwa open dan close seharusnya terpisah, ini tidaklah mutlak. seorang pedagang meski bisa saja melakukan aksi open dan sekaligus close. Sebagai contoh pedagang mie ayam. Ia membeli barang-barang (open) trus diolah menjadi mie ayam lantas dijual (close). Ia tidak mungkin menyimpannya karena besok sudah busuk dan tidak juga memakannya sendiri walaupun tidak laku karena terlalu banyak. Dalam hal ini, ia membuat mie ayam memang utk dijual (close) dan ia melakukan open dan close secara bersamaan menurut saya tidak terpisah. Mengapa karena ia membuat utk dijual dan tidak bisa disimpan.

    Proses open dan close dlm forex bukanlah suatu masalah, itu hanya sebuah mekanisme yg sama utk smua proses jual beli. Open dan close tetap berlaku untuk jual beli. Lantas mengapa anda mempermasalahkan posisi close pd forex? Bukannya harga pada saat close pun sudah disepakati antara penjual dan pembeli jika tidak maka mustahil ada close

    =====================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak…
    1. Contoh PSK adalah untuk membuktikan bahwa azas manfaat tidak bisa digunakan untuk menentukan sesuatu itu maksiat atau bukan. Lokalisasi PSK di Surabaya, semarang dll, dan atau rencana lokalisasi Perjudian di Indonesia itu atas dasar pertimbangan bahwa manfaatnya tentu lebih besar, APBD akan meningkat dan pembangunan akan berkembang pesat didaerah tersebut. Tapi keduanya tetaplah maksiat.
    Kemudian saya sepakat dengan anda bahwa Judi adalah mempertaruhkan sesuatu. Saya tambahkan; proses ini didahului oleh kesepakatan antara penjual (bandar) dengan pembeli, jadi tidak bisa kalau dikatakan bahwa semua kehidupan adalah judi.
    Dalam forex online atau Judi bola, kita mempertaruhkan sejumlah uang dengan harapan mendapatkan sesuatu yg lebih besar dari yg dipertaruhkan. Resiko kegagalan sangat besar jika ASAL TEBAK. Oleh karena itu agar taruhan berhasil tentu kita harus mempelajari ANALISA yg berkaitan dengan masing-masing kesebelasan (kondisi fisik & psikis pemain)/ hal-hal yang mempengaruhi fluktuasi nilai mata uang. Jadi kesimpulannya; mempertaruhkan sesuatu, baik ASAL TEBAK atau dengan ANALISA tetaplah Judi.
    mempertaruhkan uang dalam Forex online, baik ASAL TEBAK atau dengan ANALISA tetaplah Judi.
    Sepakat pak?

    2. Mohon jujur pak bahwa dalam Forex tidak cuma ada kesepakatan TP (Take Profit), tapi juga ada SL (Stop Loss). Pemain Forex diberi 2 (dua) pilihan yang masih mengambang, hasil akhir tentu hanya 1 nilai (TP saja atau SL saja). Dalam Judi bola juga sama, cuma ada 2 pilihan kesebelasan. Saya anjurkan seperti Money Changer: Open => uang bisa dicairkan => Close kalau TP/ Kalau belum TP jangan di Close. Jadi Open-Closenya terpisah, sederhana sekali.

    3. Bunga harian, termasuk salah satu masalah dari sekian masalah yang perlu disoroti. Tapi Fatwa MUI mengenai Forex hanya menyoroti JENIS Transaksi, yaitu ada 4 jenis transaksi dan hanya 1 jenis transaksi yang diperbolehkan yaitu SPOT. Artikel saya membuktikan bahwa transaksi Close dalam Forex online bukanlah SPOT, karena Close dilakukan dengan nilai yang belum diketahui/ harga di masa depan. Berbeda dengan Money Changer; baik Open/ close jenis tranaksinya tetaplah SPOT.

    4. Margin Call dianalogikan dengan cabe kurang pas, dan hal ini sudah saya kupas di komentar sebelumnya.
    Jual Beli WAJAR:
    - Open : Beli cabe dengan kesepakatan harga Rp. 5000/Kg
    - Close: Jual Cabe dengan kesepakatan harga Rp. 6000/ Kg, kalau tidak sepakat jual beli batal. Cabe bisa membusuk baik sebelum/ sesudah terjual.

    Jual Beli ala Forex Online/ Judi:
    - Open : Beli cabe ke A dengan kesepakatan harga Rp. 5000/Kg, disertai kesepakatan jual cabe dengan harga belum diketahui.
    - Close: Jual Cabe harus dilakukan, harga bisa naik/ turun, kalau harga turun melebihi modal pembelian cabe maka cabe akan diSITA oleh A.
    Terlihat bahwa sebelum membusuk Cabe sudah disita :)
    Jadi yang dipermasalahkan disini adalah MEKANISME transaksinya, bukan BARANG yang diperjualbelikan.

    5. Analogi pedagang mie ayam menurut saya juga kurang pas, mari saya bantu:
    Mekanisme WAJAR, Open close terpisah:
    - Pedagang membeli mie (Open) dengan nilai yg disepakati lebih dulu, misalnya Rp. 2000 utk 1 porsi.
    - Pedagang menjual mie (Close) juga dengan nilai yang disepakati lebih dulu (misal Rp. 5000), kalau konsumen tidak setuju BOLEH tidak membeli.

    Tapi kalau memakai sistem Forex Online atau JUDI:
    - Pedagang membeli mie (Open) dengan nilai yg disepakati lebih dulu, disertai kesepakatan jual mie (kepada konsumen) dengan nilai yang belum diketahui/ mengikuti harga pasaran besoknya.
    - Pedagang menjual mie (Close) dengan harga pasaran saat itu, bisa naik/ turun, dan mie HARUS tetap terjual. Kalau harga pasaran mie ayam tiba-tiba turun Rp. 1000/ porsi pedagang rugi, kalau tiba-tiba naik Rp. 20.000/ porsi pedagang untung, tapi ingat; JUAL BELI HARUS TETAP DILAKUKAN.

    Terlihat perbedaan mencolok, antara HARUS (Open-Close satu kesatuan) dengan TIDAK HARUS (Open-Close Terpisah) merupakan masalah sangat serius. Semoga bisa dipahami.
    Kalau kurang jelas saya dengan senang hati akan menjelaskan lebih lanjut…

    Btw, trims atas komentarnya

  97. roy gentle says:

    oke terima kasih atasa tanggapannya.
    1. PSK menurut anda memberikan manfaat lebih besar dari pada mudharatnya.
    Saya tidak sependapat mudharat jelas bukan hanya dilihat dari sisi materi belaka, melainkan dari smua aspek yg terkait dengannya beserta dampak yg ditimbulkannya.
    Jelas PSK merugikan dan karena itulah diharamkan. Jika tidak demikian maka saya tanya ke anda, “adakah sesuatu yg diharamkan tapi sebenarnya manfaatnya lebih besar dari pada mudharatnya (bukan dari sisi materi belaka)?”

    Setiap yg diharamkan adalah karena membawa ketidakbaikan bagi manusia. Tapi jika ia membawa kebaikan niscaya nilai haramnya menjadi batal. Contoh ketika orang kelaparan dan tidak ada makanan yg ia jumpai selain daging babi, maka ia halal memakan daging babi tersebut demi kebaikannya yakni untuk bisa bertahan hidup.

    2. Dalam bermain forex tidak mutlak harus menggunakan TP dan SL. Bisa hanya TP saja tanpa SL asal margin yg digunakan masih sangat cukup untuk menahan lajunya harga. Jadi tidak harus dengan 2 pilihan tapi cukup 1 yakni TP dan itu sudah saya buktikan bahwa harga tetap bisa diprediksi dan suatu keniscayaan untuk bisa profit tanpa harus SL.

    3. Nilai yg belum diketahui. Dlm perdagangan tradisional pun tidak tahu pasti apakah harga tetap, naik atau justru turun tapi toh pedagang tetap membeli barang tersebut padahal belum diketahui nilainya di masa akan datang.

    4. Jual Beli WAJAR:
    - Open : Beli cabe dengan kesepakatan harga Rp. 5000/Kg
    - Close: Jual Cabe dengan kesepakatan harga Rp. 6000/ Kg, kalau tidak sepakat jual beli batal. Cabe bisa membusuk baik sebelum/ sesudah terjual.

    Jual Beli Forex (Wajar):
    - Open : Beli kurs EU/US dengan kesepakatan harga 1.2750
    - Close : JUal kurs EU/US dengan kesepakatan harga 1.2850, kalo tidak sepakat jual beli batal. Bisa terkena margin call atau justru profit lebih banyak.

    5. Mekanisme WAJAR, Open close terpisah:
    - Pedagang membeli mie (Open) dengan nilai yg disepakati lebih dulu, misalnya Rp. 2000 utk 1 porsi.
    - Pedagang menjual mie (Close) juga dengan nilai yang disepakati lebih dulu (misal Rp. 5000), kalau konsumen tidak setuju BOLEH tidak membeli.

    Mekanisme Forex:
    - Kita membeli kurs EU/US (open) dengan harga yg disepakati lebih dulu, misal 1.2750
    - Kita menjual pada posisi 1.2780 (close), kalo tidak setuju boleh tidak menjual.

    6. Pedagang menjual mie (Close) dengan harga pasaran saat itu, bisa naik/ turun, dan mie HARUS tetap terjual. Kalau harga pasaran mie ayam tiba-tiba turun Rp. 1000/ porsi pedagang rugi, kalau tiba-tiba naik Rp. 20.000/ porsi pedagang untung, tapi ingat; JUAL BELI HARUS TETAP DILAKUKAN.

    Jual beli dalam forex tidak harus dilakukan, kita bisa menunggu sampai harga benar-benar sesuai dengan TP. sama seperti misal kita beli beras dan kita simpan.

    =====================================
    Genghis Khun:
    1. Seharusnya pertanyaan anda tentang PSK ditujukan ke pemerintah pak bukan ke saya. Kenapa lokalisasi itu ada?
    Sedangkan bagi saya batas pemisah halal haramnya hubungan seksual itu tetap dipandang dari sudut ALUR-nya.
    Hubungan seksual lalu akad nikah => HARAM
    Akad nikah lalu hubungan seksual => HALAL

    Ini berlalu secara umum, baik buat PSK maupun buat pacar sendiri. Hubungan seksual sebelum nikah dengan pacar sendiri, baik memakai kondom/ pengaman lainnya tetap HARAM, bagaimanapun besarnya manfaat yang diperoleh bila ‘hanya’ dengan pacar. PSK berbeda dengan pacar sendiri, tapi hukumnya sama.
    Tapi sebenarnya saya setuju dengan anda bahwa “apa yg diharamkan itu mudharatnya lebih besar dari manfaatnya”, masalahnya kalimat ini riskan dipelintir kesana kemari.
    Baik kita sepakati dulu bahwa “apa yg diharamkan itu mudharatnya lebih besar dari manfaatnya”. kemudian apakah anda juga sepakat dengan kalimat ini:
    “Mempertaruhkan sesuatu, baik ASAL TEBAK atau dengan ANALISA tetaplah Judi.”?

    2. Artinya tetap saja; pada waktu Open DISERTAI kesepakatan untuk Close dengan 2 kemungkinan: TP atau Margin Call. Boleh saja anda bilang “asal margin yg digunakan masih sangat cukup untuk menahan lajunya harga”, Berapa ukuran ‘masih cukup’ padahal kita tidak pernah tahu seberapa jauh turunnya harga hari esok. Ini yang dinamakan judi pak.
    Atau mungkin anda punya prinsip lain untuk membedakan antara judi dengan bukan judi?

    Dalam Money Changer TP saja bisa dilakukan tanpa syarat. Sedangkan di Forex online bersyarat. Kira-kira pilih yang mana ya?

    3. “Dlm perdagangan tradisional pun tidak tahu pasti apakah harga tetap, naik atau justru turun….”. Tapi Perbedaannya mencolok pak, perhatikan mekanisme jual belinya:
    Antara pedagang dengan pembeli didahului kepastian nilai walaupun turun, pembeli BOLEH menolak harga yg ada.
    Sedangkan bila memakai mekanisme Forex Online, pedagang HARUS menjual barang tersebut walaupun nilainya turun atau DISITA, karena kesepakatan jual beli sudah dilakukan dengan nilai yang belum pasti atau disita.
    Semoga anda bisa membedakan antara HARUS dengan TIDAK HARUS.
    Btw, ada yang kelewatan, bagaimana dengan fatwa MUI pak? apakah semua jenis transaksi Forex menurut anda halal semua?

    4. Alur anda masih ada yg kurang pak:
    Jual Beli Cabe WAJAR:
    - OPEN : Beli cabe dengan kesepakatan harga Rp. 5000/Kg, TIDAK ADA KESEPAKATAN JUAL/ SITA
    - CLOSE: Jual Cabe dengan kesepakatan harga Rp. 6000/ Kg, kalau tidak sepakat jual beli batal. CABE biar tidak bisa membusuk BISA dimanfaatkan.

    Jual Beli Forex WAJAR (Money Changer):
    - Open : Beli kurs EU/US dengan kesepakatan harga 1.2750, TIDAK ADA KESEPAKATAN JUAL/ SITA
    - Close : JUal kurs EU/US dengan kesepakatan harga 1.2850, kalo tidak sepakat jual beli batal. TIDAK BISA terkena margin call dan uang masih BISA dimanfaatkan.

    Jual Beli Cabe TIDAK WAJAR/ JUDI:
    - OPEN : Beli cabe dengan kesepakatan harga Rp. 5000/Kg, ADA KESEPAKATAN JUAL/ SITA:
    # Jual lagi dengan nilai belum diketahui.
    # Jual lagi dengan nilai tertentu atau disita.
    - CLOSE: Jual Cabe dengan kesepakatan harga Rp. 6000/ Kg, kalau tidak sepakat jual beli batal. CABE TIDAK BISA dimanfaatkan sehingga bisa membusuk atau diSITA.

    Jual Beli Forex Online TIDAK WAJAR/ JUDI:
    - Open : Beli kurs EU/US dengan kesepakatan harga 1.2750, ADA KESEPAKATAN JUAL/ SITA
    # Jual lagi dengan nilai belum diketahui
    # Jual lagi dengan nilai tertentu atau disita.
    - Close : JUal kurs EU/US dengan kesepakatan harga 1.2850, kalo tidak sepakat jual beli batal. Uang TIDAK BISA dimanfaatkan. BISA terkena margin call.

    Semoga anda bisa memahami antara HARUS dengan TIDAK HARUS, BISA dengan TIDAK BISA.
    Terlihat bahwa dalam jual beli Tidak wajar/ Judi; pada waktu Open disertai kesepakatan lagi. Ini judi. atau anda punya prinsip lain untuk membedakan antara judi dengan bukan judi?

    Nomer 5 dan 6 saya hilangkan karena sudah dibahas diatas. no 5 lihat no 4, nomer 6 lihat lagi no 2. Trims

  98. roy gentle says:

    1. “Mempertaruhkan sesuatu, baik ASAL TEBAK atau dengan ANALISA tetaplah Judi.”?
    Jika memang demikian mari kita ambil contoh:

    Andi berniat mendapat panggilan kerja di perusahaan pertambangan yg terletak di papua. Untuk bisa ke sana, maka andi harus naik pesawat karena itulah satu-satunya jalan. Saat ini posisi andi berada di kota Solo. Kendala yang dihadapi andi tentu pada biaya yang begitu besar sementara ia belum tentu lolos dalam seleksi tersebut. Akhirnya andi nekat pergi ke sana meski ia harus menghabiskan uang yang ia miliki bahkan mungkin sampai berhutang. Andi bukanlah tapa persiapan untuk ke sana, ia telah melakukan analisa dengan baik (belajar, dsb). Namun demikian tetap saja ia tidak bisa memastikan apakah ia bisa diterima kerja sementara ia harus mempertaruhkan uangnya yang merupakan uang terakhir yang dimilikinya. Artinya jika lolos seleksi,ia akan mendapatkan pekerjaan dan bisa menghidupi diri dan keluarganya. Namun jika tidak lolos,maka ia harus rela kehilangan uang yang sangat berarti baginya. Pertanyaan saya, apakah andi telah melakukan judi?
    Lantas bagaimana definisi judi ?

    2. Ok saya setuju dengan Margin Call yang menjadi latar belakang dalam masalah ini. Artinya memang margin call seharusnya tidak ada, namun demikian saya belum sepakat apakah hal ini bertentangan dengan sistem jual beli yang halal.

    Saya ambil contoh jika kita main forex dengan modal $10.000 sementara kita hanya memainkan $1 saja artinya quantity=100, maka bisa dipastikan tidak akan terkena margin call walaupun tanpa memasang SL. Jadi hanya ada 2 kemungkinan yakni setelah open buy, kita close sell pada harga lebih tinggi atau pada harga yang lebih rendah. Dan ini sama seperti perdagangan tradisional.

    =====================================
    Genghis Khun:
    1. Kasus yang anda sajikan adalah spekulasi. Judi sudah jelas spekulasi tapi spekulasi belum tentu judi. Kita hidup di dunia memang penuh dengan spekulasi. lalu apa bedanya?
    Judi bila terpenuhi syarat jual beli:
    - Ada penjual
    - Ada pembeli
    - Ada barang yang diperjual belikan

    Jual beli Wajar: harga disepakati lalu transaksi
    Jual beli tidak wajar/ Judi: transaksi lebih dulu, harga menyusul (saat itu belum diketahui)

    Kedua model Jual beli tsb tidak bisa dibatalkan. Kalau kurang jelas saya akan dengan senang hati menjelaskan lebih lanjut.
    Atau mungkin anda punya prinsip lain untuk membedakan antara judi dengan bukan judi?

    2. Swap dan Margin Call termasuk diantara hal yg perlu disorot, tapi artikel saya tidak menyoroti hal ini.
    saya menyoroti saat Open yang DISERTAI dengan adanya kesepakatan utk Close.
    OPEN DISERTAI KESEPAKATAN CLOSE/ SITA
    Mau Close atau ndak itu khan urusan belakang kok malah dipaksa di awal perjanjian.
    Kesepakatannya:
    - Harus dijual lagi dengan nilai tidak diketahui, atau
    - Harus dijual lagi dengan nilai tertentu atau disita (margin Call)
    Apa ada di pasar tradisional model seperti ini?

    3. Bagaimana dengan fatwa MUI pak? apakah semua jenis transaksi Forex menurut anda halal semua?

    Money Changer terbukti lebih aman, sederhana dan wajar tapi tidak ada versi online menimbulkan tanda tanya besar…

  99. Rakyat kecil says:

    ok trima kasih jawabanya kang satu lagi saya nanya nih
    misal si A pinjam uang kepada si B sebesar Rp. 10jt ,karena uang si A dapat pinjam juga dari si C dan ketika si B pinjam uang kepada si A dan si A minta komisi sebesar 1 jt kepada si B jadi yang di terima si B dari si A Rp.10jt dan dengan iklas si B memberikan lagi kepada si A 1 jt ,dan waktu pinjaman di tentukan oleh kedua belah pihak misal 1 bulan dan si B mengembalikan uang sesuai pinjaman Rp.10jt walaupun awalnya sudah di berikan Rp. 1 jt kepada si A menurut hukum islam apakah uang 1 jt yang di berikan si B kepada si A itu haram karena SI A yg memintanya lebih dulu.?

    =====================================
    Genghis Khun:
    Mohon diperjelas pertanyaannya saya gak ngerti. :)
    si A pinjam ke si C berapa?

  100. Rakyat kecil says:

    si A pinjam ke si C 10 jt ga di potong , atau begini kang ada koprasi yang meminjamkan uang kepada nasabah bukan sistem bunga melainkan bagi hasil yang tidak di tentukan berapa hasilnya tiap bulan, berarti halal ya tetapi koprasi tersebut ada aturanya setiap pinjaman uang ada biyaya administrasi misal sebesar 15% nah bagaimana hukumnya dengan biyaya administrasi tersebut mohon penjelasan kang maaf kalo pertanyaan saya di luar materi ya trima kasih

    =================================================
    Genghis Khun:
    Saya sepakat pinjaman dengan bagi hasil.
    Biaya administrasi pun saya sepakat untuk operasional koperasi, namun saya belum mendapat informasi berapa persen maksimal yang diperbolehkan. Misalnya 15% apa tidak terlalu besar? nilainya diambilkan dari jumlah hutang atukah beban bulanan? atu malah harian???
    Kalau saya sudah mendapat info akan saya kabarkan pada anda, demikian juga mohon imbal baliknya.
    Di LSM MER-C (http://www.mer-c.org), yang kebetulan saya terlibat di dalamnya, bila anda menyumbang 10 juta untuk daerah tertentu (misalnya Palestina), akan diambil 12,5% dari 10 juta untuk biaya operasional.
    Trims

  101. roy gentle says:

    OK saya sepakat dengan anda tentang perbedaan judi dan spekulasi.

    Dalam judi ada yang dipertaruhkan dan tentunya yg dipertaruhkan adalah uang kita. Nah yg jadi pertanyaan seandainya broker menitipkan uang kepada kita untuk dimainkan di forex kemudian kita menjalankannya. Dalam arti apabila terkena margin call atau SL toh itu juga uang broker sendiri. Boleh dunk ia mengambil uangnya sendiri dengan syarat yg telah dibuatnya?

    Lantas apakah hal tersebut termasuk juga judi?
    Jika iya, seperti apa definisi judi berkaitan dengan “yang dipertaruhkan?”

    TQ

  102. roy gentle says:

    sebenarnya spekulasi atau judi itu hanya istilah yg dibuat manusia. Coba perhatikan:

    Judi bila terpenuhi syarat jual beli:
    - Ada penjual
    - Ada pembeli
    - Ada barang yang diperjual belikan

    Apakah spekulasi tidak ada syarat tsb?
    Sebenarnya ada, dari kasus yg saya sajikan di atas bisa disimpulkan:
    - Penjual: Andi
    - Pembeli : Perusahaan pertambangan
    - Barang : Pekerjaan
    Jadi judi atau spekulasi tidak ada bedanya. Hanya saja manusia seringkali memaknainya dengan materi (barang/uang) sehingga membuat maknanya sempit.
    Judi sebenarnya ditujukan atau identik dengan casino, remi, domino, karambol, dan permainan lainnya yg mempertaruhkan uang dan biasanya hanya satu orang yang akan menjadi pemenangnya. Akibatnya pihak yg tidak menang akan kehilangan uang.

    Kemudian seiring perkembangan jaman ternyata judi mengalami perluasan makna dan sebagaimana yg anda syaratkan tadi bahwa dalam judi harus ada penjual, pembeli, dan barang yg diperdagangkan. Maka makna “barang” disini tentunya bisa mengalami perluasan makna juga. Dan semua yg kita lakukan pada dasarnya memenuhi persyaratan tersebut.

    Lain halnya dengan mekanisme kerja forex yg anda sorot bahwa antara open dan close seharusnya terpisah. Tapi saya tanya ke anda apa syarat sahnya jual beli? apakah memang dalam jual beli yang halal antara open dan close harus terpisah? Jika iya adakah ayat atau hadist yg mengatur tentangnya?

    Dan satu lagi mohon dijelaskan tentang alur kerja dari forex terkait dengan keuntungan yg diperoleh broker? Misalnya kita ambil contoh saja MARKETIVA

    Dari mana marketiva memperoleh keuntungan? Apakah dari selisih harga ataukah dari pembeli yang mengalami kerugian saat bermain forex?

    Mengingat saya sendiri belum begitu paham tentang sistem kerja perusahaan forex (broker)jadi dengan mengetahui alur kerjanya diharapkan bisa diperjelas sebenarnya forex termasuk judi atau bukan?

    Ini terkait dengan pernyataan anda bahwa dalam judi ada pihak yg untung dan ada pihak yg dirugikan. Lantas mungkin tidak dalam forex itu semua pembeli mengalami keuntungan (karena broker hanya mengambil keuntungan dari selisih harga? Apakah jika memang bisa demikian, maka perusahaan /broker tersebut akan bangkrut atau memang hal tersebut mustahil terjadi?

    =====================================
    Genghis Khun:
    Menarik sekali berdiskusi dengan anda, tapi mohon point-point jangan dihilangkan biar diskusi tetap terarah.

    1. Saya tunggu jawaban anda tentang fatwa MUI kok belum juga muncul :)
    2. Jawaban anda tentang bagaimana PRINSIP anda dalam menentukan sesuatu itu Judi/ bukan judi juga belum muncul? anda tentu punya PRINSIP khan? :)

    3. Jual beli mencari pekerjaan?? mohon tidak mengaburkan makna jual-beli, tapi baiklah saya tetap mencoba pahami & ikuti pola pikir anda :)
    - Penjual: Andi
    - Pembeli : Perusahaan pertambangan
    - Barang : Pekerjaan (yg anda maksud jasa keahlian Andi mungkin?)
    Andi menjual jasanya agar dibeli oleh perusahaan khan?
    Proses jual beli ini wajar bila didahului tes untuk menilai kemampuan Andi.

    Tes utk dilakukan penilaian => kontrak

    Yang tidak wajar adalah bila disepakati lebih dulu kontrak tanpa mengetahui kelayakan Andi untuk bekerja.

    Kontrak dulu => tes + nilai menyusul

    Sedangkan permasalahan Andi apakah datang dari Jawa/ amerika/ Kutub Utara itu diluar proses “jual beli” ini.
    Andi datang dari jawa dgn modal pas-pasan ke Amerika untuk berjudi di Las vegas, artinya
    andi berspekulasi dalam rangka tujuan berjudi. Semoga bisa dimengerti.

    4. “Judi sebenarnya ditujukan atau identik dengan casino, remi, domino, karambol, dan permainan lainnya yg mempertaruhkan uang dan biasanya hanya satu orang yang akan menjadi pemenangnya. Akibatnya pihak yg tidak menang akan kehilangan uang.”
    => Ini sumber darimana? judi sudah dilarang sejak jaman Nabi, sedangkan casino, remi, domino, karambol muncul baru-baru ini.
    Pemenangnya tentu tergantung jumlah pesertanya. Misalnya pertandingan antara kesebelasan TP dengan SL,
    TP dijagokan 54 orang
    SL dijagokan 102 orang
    Kalau yg menang SL ya pemenangnya sejumlah 102 (bukan hanya satu orang)

    5. “Kemudian seiring perkembangan jaman ternyata judi mengalami perluasan makna dan sebagaimana yg anda syaratkan tadi bahwa dalam judi harus ada penjual, pembeli, dan barang yg diperdagangkan.”
    => Saya kurang sepakat kalau judi mengalami perluasan makna. Dari dulu ya modelnya itu-itu saja.
    Istilah ‘penjual, pembeli, dan barang yg diperdagangkan’ saya pakai utk mempermudah saja. Mungkin anda punya usulan istilah lain??
    Sejak jaman dulu, judi diawali dengan adanya kesepakatan yg dilakukan oleh 2 pihak (‘pembeli’-’penjual’) untuk memperoleh ‘barang’ yang nilainya yang belum ditentukan.
    Bagi pihak yang kalah TIDAK BOLEH MANGKIR, karena sudah terjadi ‘akad’ lebih dulu.
    Jadi dalam kasus Forex Online, kalau terjadi Slippage anda tidak bisa mangkir.
    Tapi di Money Changer/ jual beli wajar, kalau nilai belum disepakati boleh mangkir dan ‘akad’nya batal.

    6. Tentang syarat sahnya jual beli sudah ada di salah satu komentar di atas, ringkasnya:
    =======================
    Beberapa artikel yang mengupas tentang Definisi Jual Beli silahkan baca di:
    http://warnetdipo.blogspot.com
    http://hndwibowo.blogspot.com
    http://www.pesantrenvirtual.com

    Secara garis besar bisa disimpulkan, terpenuhi syarat jual beli bila:
    a. Ada Penjual
    b. Ada Pembeli
    c. Ada Transaksi
    d. Benda/ barang/ Jasa yang diperjualbelikan

    Dalam Jual Beli juga ada yang terlarang.
    Tafsir Ibnu Katsir tentang Surat Annisa Ayat 29 (tentang Perniagaan) yang tertulis:

    “Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya yang beriman memakan harta sebagian dari mereka atas sebagian yang lain dengan cara yang batil, yakni melalui usaha yang tidak diakui oleh syariat, seperti dengan cara riba dan Judi serta cara-cara lainnya yang termasuk ke dalam kategori tersebut dengan menggunakan berbagai macam tipuan dan pengelabuan. Sekalipun pada lahiriahnya cara-cara tersebut memakai cara yang diakui oleh hukum syara’;, tetapi Allah lebih mengetahui bahwa sesungguhnya para pelakunya hanyalah semata-mata menjalankan riba, tetapi dengan cara hailah (tipu muslihat).


    Jadi jelas di sini menurut Ibnu Katsir, Judi dan Riba termasuk perniagaan, tapi bathil.
    =======================
    Ringkasan HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS
    1. Ada Ijab-Qobul:
    * Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.

    2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:
    * Suci barangnya (bukan najis)
    * Dapat dimanfaatkan
    * Jelas barang dan harganya
    …dst
    (penekanan pada huruf tebal)

    Dalam Forex Online sbb:
    1. Ada DUA Ijab-Qobul:
    Ijab Qobul I:
    * Pembeli membayar tunai tapi barang yang dibeli masih ditahan, karena HARUS dijual lagi.

    Ijab Qobul II:
    * Pembeli HARUS menjual lagi atau barang tersebut disita oleh Penjual.
    * Harga jual ditentukan kemudian.

    2. Tidak Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:
    * Tidak Dapat dimanfaatkan
    * Ijab Qobul I barang Tidak Dapat diserahterimakan
    * Jelas barang dan harganya (Ijab Qobul I), Jelas barang tapi TIDAK JELAS harganya (Ijab Qobul II)
    (penekanan pada huruf tebal)
    Sumber dari MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, karya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi.

    Terlihat bahwa dalam 1 proses jual beli hanya diperbolehkan melakukan 1 ijab qobul.
    Semoga bisa dimengerti…

    5. Untuk mengetahui sesuatu itu judi/ bukan, bukan dengan cara melongok sumber penghasilan perusahaan tersebut pak, tapi dari mekanisme jual beli yang dilakukan. Kalau Marketiv-A atau Marketiv-B yang anda maksud mengadopsi sistem money Changer, pembaca yang mengerti arah tulisan saya langsung tahu bahwa itu jelas BUKAN JUDI tanpa harus melongok perusahaannya.
    Kita pun tahu bahwa togel itu judi tanpa harus tahu siapa pelaksananya dan darimana duitnya.

    Trims.
    - Mohon point-point tidak dihilangkan.
    - Nomer 1 & 2 sangat ditunggu :)

    • devi says:

      setuju pak gengis kun…seharusx para komentator sdh bisa memahami kmana arah pemikiran bapak sehingga tdk terulang ulang jawaban yg intix sdh terjawabkan

  103. roy gentle says:

    Untuk point2 yg lain menyusul.

    Definisi judi :
    1. Ada penjual
    2. Ada pembeli
    3. Ada barang
    4. Ada pihak yang dirugikan
    5. Ada pihak yang diuntungkan
    6. Mudharat > manfaat

    Syarat 4,5, dan 6 merupakan syarat sahnya sebuah perjudian. Terlepas dari mekanisme yang anda sorot, pada hakekatnya judi dilarang dikarenakan membawa mudharat yang besar dari pada manfaatnya. Jika tidak maka sebagaimana yang saya tulis di atas niscaya judi akan dihalalkan. Oleh karenanya begitu pentingnya point 4,5,6 sehingga saya menanyakan alur kerja dari sebuah perusahaan (broker) forex. Dari sana akan terlihat bahwa:
    1. Siapakah pihak yang diuntungkan dan mengapa?
    2. Siapakah pihak yang dirugikan dan mengapa?

    Kemudian soal slippage

    Slippage adalah perbedaan antara harga order dan harga eksekusi, terhitung pada pips. Slippage sering terjadi pada pergerakan pasar yang sangat cepat, atau ketika eksekusi dilakukan secara manual.

    Agar tidak terjadi slippage bisa dikasih TP dan kalo masih terjadi biasanya selisih cuma 2 pips. Tentu masih bisa dianulir dan tidak merugikan.

    Jadi prinsip saya judi adalah mudharat > manfaat
    Dan anda telah menyetujuinya. Untuk itu mohon kiranya bisa dijelaskan tentang sistem kerja dalam memperoleh keuntungan dari sebuah perusahaan (broker) forex sebagaimana pertanyaan saya sebelumnya.

    {Ini terkait dengan pernyataan anda bahwa dalam judi ada pihak yg untung dan ada pihak yg dirugikan. Lantas mungkin tidak dalam forex itu semua pembeli mengalami keuntungan (karena broker hanya mengambil keuntungan dari selisih harga? Apakah jika memang bisa demikian, maka perusahaan /broker tersebut akan bangkrut atau memang hal tersebut mustahil terjadi?)}

  104. roy gentle says:

    1. Untuk fatwa MUI, saya ingin bertanya dulu ke anda tentang maksud:
    Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

    2. sudah saya jawab di atas.

    3. Proses jual beli ini wajar bila didahului tes untuk menilai kemampuan Andi.

    Tes utk dilakukan penilaian => kontrak

    Bukankah dalam forex juga dilakukan “test” baru “kontrak”?
    yakni “test” untuk melakukan analisa kemudian “kontrak” dengan mengambil open posisi dan diakhiri close.

    4. saya sependapat dengan anda.

    5. sudah saya jawab.

    6. Dalam Forex Online sbb:
    1. Ada DUA Ijab-Qobul:
    Ijab Qobul I:
    * Pembeli membayar tunai tapi barang yang dibeli masih ditahan, karena HARUS dijual lagi.

    Ijab Qobul II:
    * Pembeli HARUS menjual lagi atau barang tersebut disita oleh Penjual.
    * Harga jual ditentukan kemudian.

    2. Tidak Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:
    * Tidak Dapat dimanfaatkan
    * Ijab Qobul I barang Tidak Dapat diserahterimakan
    * Jelas barang dan harganya (Ijab Qobul I), Jelas barang tapi TIDAK JELAS harganya (Ijab Qobul II)
    (penekanan pada huruf tebal)
    Sumber dari MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, karya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi.

    Jika dilihat lebih mendalam, sebenarnya antara money changer dan forex memiliki mekanisme yang sama.
    Anda mengatakan pada money changer kita membeli barang dengan harga yang sudah diketahui dan barang bisa disimpan sementara forex tidak. Benarkah demikian?
    Mari kita ambil contoh:

    Misal kita membeli US $1 dengan harga 85.00 JPY di money changer dan kita melakukan open posisi US/JPY pada posisi 85.00 dengan quantity 100 (artinya kita mengeluarkan uang US $1 dolar untuk membeli 85.00 JPY) lantas kita simpan.

    Pada money changer:
    1. Memiliki nilai pada saat beli yakni US $1
    2. Bisa disimpan
    3. Tidak harus dijual
    4. Tidak Ada margin call

    Pada Forex :
    1. Memiliki nilai pada saat beli yakni US $1
    2. Bisa disimpan
    3. Tidak harus dijual
    4. Ada margin call

    Yg membedakan hanya margin call saja.
    Jadi pernyataan anda bahwa dalam forex “barang harus dijual” menurut saya tidak tepat yg benar adalah BARANG HARUS DIJUAL AGAR TAHU APAKAH KITA LABA/RUGI. Kerana tanpa dijual, maka barang yang kita beli hanya memiliki nilai pada saat kita beli bukan nilai saat ini. Dan pada money changer pun kita juga harus menjualnya sehingga akhirnya bisa dikatakan apakah kita laba atau rugi.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Diskusi makin menarik… :)

    1. Fatwa MUI sebenarnya lebih jelas tapi entah kenapa banyak yang pura-pura tidak tahu..
    Hal-hal penting tersebut:
    “Ketentuan Umum
    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”
    …dst….
    Transaksi Spot, Hukumnya adalah boleh.
    Transaksi Forward, Transaksi Swap, dan Transaksi Option, Hukumnya haram.”

    #Untung-untungan =
    Dalam forex online, tujuannya sudah jelas hanya mencari nilai selisih. Terbukti dengan adanya 2 (dua) ijab kabul (open dan harus diclose). Jadi duit sesudah open tidak bisa dipakai. Adakah tujuan lain selain mencari nilai selisih?? tidak ada.
    Lebih parah lagi, artinya hal ini tidak cuma berlaku untuk forex online, malah money changer juga terkena kalau tujuan anda cuma untuk mencari selisih nilai.
    kalau anda mau nanya kenapa “untung-untungan nggak boleh?” silahkan bertanya pada para kumpulan ulama tersebut..

    #Transaksi SPOT:
    “Menurut Madura (2000:58-66) kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Kemudian yang dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market atau physical market.
    Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis transaksi:
    a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama
    b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya
    c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian.
    Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya yang akan sekolah diluar negeri. maka seorang ayah tersebut dapat menghubungi bank-bank devisa atau money changer untuk dapat mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggal
    tersebut. Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya:
    Jumlah Rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x selling price
    = US$ 10.000 x Rp 5.5000
    = Rp 55.000.000,-
    maka untuk mendapatkan US$ 10.000 diperlukan Rp 55.000.000,- yang harus diserahkan paling lambat tanggal 24 Desember 2004 (2 x 24 jam atau t +2).”
    (dikutip dari http://jurnal-sdm.blogspot.com/search/label/Valas)

    Terlihat jelas di sini bahwa dalam Forex Online, yang memiliki 2 ijab kabul:
    Pada waktu Open sebenarnya adalah SPOT karena nilai tukar jelas dan terfiksasi, tidak mungkin tjd SLIPPAGE. Namun sayangnya disertai kesepakatan untuk Close yang jelas bukan spot, karena ijab kabul dilakukan lebih dulu untuk nilai tukar yang belum jelas.

    Pembaca yang cerdas akan bertanya; lho kenapa nggak mungkin SLIPPAGE? bukankah kata mr. Roy “pergerakan pasar sangat cepat”??
    Jawabannya: karena nilai sudah terfiksasi dan transaksi akan dilakukan berdasarkan nilai tersebut.
    Tapi kenapa waktu close nilainya tidak terfiksasi, sehingga memungkinkan untuk slippage??
    Bukankah ini membodohi konsumen? Silahkan dijelaskan…

    3. “Dalam forex juga dilakukan “test” baru “kontrak”. yakni “test” untuk melakukan analisa kemudian “kontrak” dengan mengambil open posisi dan diakhiri close.?”
    Benarkah? mohon tidak mengaburkan makna jual beli, tapi baiklah tetap saya turuti :)
    Anda bisa kok “test” saja tanpa harus “kontrak”, atau langsung “kontrak” tanpa harus “test”.
    Sedangkan Syarat sah jual beli terpenuhi harus ada tes (nilai) dan kontrak.
    Sebenarnya “test” + “kontrak” dalam forex, yang anda hubungkan ke proses jual beli terlalu mengada-ada.

    6. “BARANG HARUS DIJUAL AGAR TAHU APAKAH KITA LABA/RUGI”
    Ulasan anda semakin menampakkan bahwa tujuan anda jual beli mata uang hanya untuk untung-untungan :) (baca lagi nomer 1 ttg fatwa MUI)
    Okelah itu khan hak anda. Anda berpropaganda, Saya & MUI pun berpropaganda. Marilah kita saling menghormati propaganda masing-masing. :)

    Ijinkan saya lengkapi perbedaan antara Money Changer dgn Forex Online;
    Pada money changer:
    1. Memiliki nilai pada saat beli yakni US $1, TIDAK HARUS dijual
    2. Bisa disimpan dan dicairkan
    3. Tidak harus dijual
    4. Tidak Ada margin call

    Pada Forex :
    1. Memiliki nilai pada saat beli yakni US $1, HARUS dijual
    2. Bisa disimpan tapi TIDAK BISA dicairkan
    3. (Karena tidak bisa dicairkan maka) HARUS dijual,
    4. Ada margin call

    Bedanya silahkan dicermati pada HARUS dan TIDAK HARUS, BISA dan TIDAK BISA.
    Bila belum paham, ini seperti membedakan antara arah Utara dan Selatan.
    atau Ibu dengan Bapak, atau Laki dan Perempuan.
    Kalau anda ngotot nomer 3 diisi “Tidak harus dijual” padahal “tidak bisa dicairkan”, artinya anda malah akan menjerumuskan pelanggan menuju “jurang” Margin Call :)

    ## Enam syarat judi yang anda tulis tersebut -bagi saya- masih kurang. Masih harus ditambah dengan perbedaan ALUR. Mari kita buktikan…

    Broker mendapatkan keuntungan dari selisih nilai tukar antar mata uang, seperti halnya Agen Togel juga mendapat upah dari jumlah penjualan lotre.
    Broker dan agen togel tidak pernah dirugikan, jadi apakah togel itu bukan judi?
    Mari jujur pak, kita bisa tahu bahwa togel dan Casino itu JUDI bukan melihat dari sumber pendapatan atau modal pengelola atau kita harus terjun ke dalamnya. Tapi dari MEKANISME jual belinya.
    Sedangkan mudharatnya Judi lebih ditujukan pada konsumen-konsumennya, bukan pada pengelola. Mana mungkin pengelola judi mengalami kerugian? Lha kalo pengelola banyak yang rugi, judi sudah musnah sejak jaman dulu kala.

    Btw, masalah mudharat dan kerugian ini mungkin masih perlu kita diskusikan pak?
    sebab pecandu togel atau judi bola sepertinya tidak pernah merasa rugi, lha wong cuma Rp. 1000,-. Sepertinya mereka malah haus akan ilmu; ilmu peluang dan ANALISA. bukankah kita dianjurkan untuk menuntut ilmu sedalam-dalamnya? :D

    PS:
    Jadi saran saya, pelajari baik-baik apa itu ANALISA dan pergerakan mata uang sampai tingkat mahir, TAPI JANGAN DIPERJUDIKAN. Nanti Ilmunya jadi nggak berkah…
    Kalau sudah mahir dan jago, silahkan pergi ke Money Changer toh nilai yang akan anda peroleh akan sama saja. Bedanya Money Changer bukan judi. Hmmm…tapi masalahnya masih ada fatwa MUI yang berbunyi, “Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)”

  105. roy gentle says:

    saya rasa forex online tidak seperti yg anda gambarkan di atas. Kalaupun ada, tidak semua broker seperti itu karena mereka hanya mencari untung dari selisih harga saja.

    Kemudian mengenai rugi, jelas bukan pengelola yg saya bicarakan melainkan konsumen. Nah pd forex ini, seandainya semua peserta menang semua tetap sistem bisa jalan. Mengapa? Karena ini adalah jual beli bukan judi!

    Jadi terakhir saya persilahkan anda dengan pendapat anda, dan biarkan mereka yg tdk setuju dengan pendapat mereka. Tapi jika anda bisa membuktikan dampak forex bagi pelakunya bahwa sisi mudharatnya lebih besar dari manfaatnya, maka sebaiknya anda uraikan dengan catatan data yg anda sajikan valid dan tidak menyamaratakan broker.

    Seorang kiai yg setiap hari pergi ke tempat pelacuran pun belum tentu berdosa. Tapi bagi banyak itu adalah dosa. Oleh karenanya segala sesuatu harus dilihat dari hal yg mendasarinya sehingga kita bisa bijak menilai sesuatu, bukan dari sudut pandang kita pribadi

    =====================================
    Genghis Khun:
    A. “saya rasa forex online tidak seperti yg anda gambarkan di atas”.
    => silahkan langsung dikoreksi,point per point agar pembaca tahu bagian mana yang ‘tidak seperti yg saya gambarkan’ tsb. trims

    B. “Seorang kiai yg setiap hari pergi ke tempat pelacuran pun belum tentu berdosa. Tapi bagi banyak itu adalah dosa”
    => Ini sumber darimana??

    C. Point-point yg yg lain? Fatwa MUI?

  106. bukan ustad says:

    pak, ini ado fatwa2 mui hasil googling.
    FOREX halal (*syarat dan ketentuan berlaku).

    1.Hukumnya Forex, adalah boleh dengan syarat :
    -Tidak dimaksudkan untuk spekulasi
    -Adanya kebutuhan untuk transakasi
    -Jika terjadi antara mata uang yang berbeda maka menggunakan nilai
    tukar yang berlaku saat itu dan dilakukan dengan tunai
    -Jika terjadi antara mata uang yang sama maka tidak boleh ada
    kelebihan nilai dan harus tunai

    Sebagai catatan terjadinya kasus forex adalah ketika berlangsung arus
    barang dan jasa dari negara-negara yang menggunakan mata uang yang
    berbeda. Dalam kontek ini forex memiliki arti. Tetapi diluar kontek
    itu yakni untuk spekulasi maka jangka panjang akan mendatangkan
    kekisruhan ekonomi secara global. Dari situlah syarat pertama
    dimasukkan. Demikian fatwa MUI

    Sumber
    http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/ustadz-menjawab/10/08/02/127833-bagaimana-hukum-trading-online-forex-index-dan-komoditi-dalam-islam

    ————————————————————–

    Dewan Syari’ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG
    JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).

    Pertama : Ketentuan Umum

    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh
    dengan ketentuan sebagai berikut:

    a.Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).

    b.Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga
    (simpanan).

    c.Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang
    sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai
    (at-taqabudh).

    d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan
    nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi
    dan secara tunai.

    Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing

    a.Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan
    penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu
    (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat
    dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh,
    karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari
    dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa
    dihindari dan merupakan transaksi internasional.

    b.Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan
    penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat
    sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan
    datang, antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun.
    Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan
    adalah harga yang diperjanjikan (muwa?adah) dan
    penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal
    harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama
    dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam
    bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak
    dapat dihindari (lil hajah).

    c.Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau
    penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan
    dengan pembelian antara penjualan valas yang sama
    dengan harga forward. Hukumnya haram, karena
    mengandung unsur maisir (spekulasi).

    d.Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak
    dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak
    harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada
    harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu.
    Hukumnya haram, karena mengandung unusru maisir
    (spekulasi).

    Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan,
    dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata
    terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan
    sebagaimana mestinya.

    Ditetapkan di : Jakarta

    Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M

    sumber
    http://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg13881.html

    =====================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Bukan Ustadz..
    Saya sepakat dengan anda dan MUI bahwa:
    FOREX halal (*syarat dan ketentuan berlaku)
    Mari kita bahas syarat dan ketentuan tsb:
    -Tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi.
    => dari hal ini saja kita langsung tahu bahwa dalam Forex online, hasil Open position tidak bisa dicairkan (withdraw) sampe Close lagi (kembali ke mata uang semula). Ini artinya hanya UNTUK spekulasi. atau mungkin anda punya penafsiran lain UNTUK spekulasi?

    -Adanya kebutuhan untuk transakasi
    => Dalam Forex online tidak ada kebutuhan lain selain mencari selisih nilai antar mata uang. (spekulasi)

    -Jika terjadi antara mata uang yang berbeda maka menggunakan nilai tukar yang berlaku saat itu dan dilakukan dengan tunai
    => Dalam Forex Online, Open position dibarengi dengan transaksi untuk Close tapi dengan nilai tukar belum diketahui. (nilai tukar berlaku masa yg akan datang)

    Dengan demikian, syarat dan ketentuan halalnya Forex Online tidak terpenuhi. Ini berbeda jauh dengan Money Changer.
    Jadi persis seperti sumber yg anda tulis tsb, bila hanya untuk spekulasi maka jangka panjang akan mendatangkan kekisruhan ekonomi secara global.

  107. andres says:

    KALIAN ITU GOBLOK SEMUA, MASA DAH BISA BUAT BLOG TAPI GAK BISA BEDAIN JUDI DAN GAK, MANA BAWA2 DOKTER DAN DAN TUKANG WARUNG SEGALA.

    GAMPANG BEDAIN NYA, KLO KAMU NGELUARIN SESUATU YANG BERNILAI NAMUN KAMU GAK IKHLAS AKAN ALIAS MENGHARAPKAN KEUNTUNGAN LEBIH DARI MODAL YANG KAMU KELUARKAN TANPA PERLU BEKERJA ITU NAMANYA JUDI TAU…..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak andres, tentu saja anda lebih pinter… :)
    Berdasarkan definisi anda, trus Rentenir atau kredit usaha kecil termasuk golongan pejudi bukan pak?

  108. dodik says:

    Hmmmm.
    Cuman ingin bersuara…

    Pertama,
    Mo memperingatkan Mas Genghis Khun.
    Hati-hati dalam penggunaan kata-kata (bukan masalah EYD-nya, tapi kelengkapan frasa).
    Soalnya bisa bermakna lain.
    Forex ma Forex Trading beda lho.

    Forex = foreign exchange = valas = valuta asing
    Forex Trading = perdagangan valas = jual beli 2 mata uang yang berbeda.

    Yang dimaksudkan oleh njenengan mungkin forex trading, bukan forex.
    Nek njenengan mengharamkan forex, yo itu ngawur banget.
    Berarti njenengan mengharamkan mata-uang2 dan segala perbedaannya.

    Yah, saya mudeng sih maksud njenengan…

    *

    Jika mas Genghis Khun ‘mengharamkan’ forex trading karena hal ini:
    Niat awal, apakah melakukan forex trading dimaksudkan UNTUK spekulasi atau TIDAK.
    Jika untuk spekulasi >>> haram.
    Ini bisa saya terima….

    Tapi kok rancu rasanya, kalo mas Genghis Khun ‘mengharamkan’ forex trading karena hal ini:
    FOREX TRADING mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Setelah OPEN harus CLOSE.
    Pada nilai berapa CLOSE? nah ini ditentukan kemudian, kita bisa untung bisa rugi.
    Alurnya= Akad/ transaksi dulu –> Kesepakatan Nilai menyusul –> salah satu untung, salah satu rugi.(=>Ini Jual Beli JUDI)
    Oleh karena itu ada istilah STOP LOSS dan LIMIT, untuk membatasi besarnya laba/ rugi karena ’salah tembak’

    *
    Kalo menurut pemahaman saya begini:
    Dalam satu Fase Forex Trading, OPEN dan CLOSE adalah akad/transaksi, termasuk untuk kesepakatan nilainya.
    OPEN adalah akad/transaksi, CLOSE juga sebuah akad/transaksi.
    Jadi dua-duanya adalah akad/transaksi.
    Konklusi = dalam satu fase, ada dua transaksi.
    .
    Saya misalkan begini:
    (jangan lihat hukum memperjualbelikan uang dengan uang ya mas…)
    valas (mata uang asing) saya misalkan sebagai kaos (ya pokoknya barang yang bisa diperjual belikan lah).
    Saya membeli kaos dari A seharga 1000. Saya membayar kepada si A 1000 rupiah. >>> OPEN.
    Kemudian saya menjual kaos tersebut kepada si B seharga 1100 rupiah >>> CLOSE.
    Bisa saja saya menjualnya kembali ke si A, karena si A yakin di kemudian hari bisa menjualnya kembali ke pasar seharga 1200 atau lebih (karena kondisi permintaan pasar).
    *jangan melihat nilainya lho, tapi OPEN dan CLOSE nya…

    Kesimpulan = saya tidak setuju kalo mas Geng mengharamkan Forex Trading karena dianggap jual beli judi (karena nilai ditentukan sebelum transaksi), tapi saya setuju dengan mas Geng kalo mengharamkan Forex Trading jika mempunyai niat berspekulasi.

    *
    Jadi kesimpulan akhir saya:
    FOREX TRADING >>> ABU-ABU….!

    *
    Btw, saya juga iseng-iseng ikut forex trading di Marketiva.
    Baru seminggu daftar.
    Saya belajar tekniknya secara autodidak, belajar langsung di lapangan, lewat Streamser, bukan dari orang lain, atau modul pelajaran.
    Saya cuman belajar istilah-istilahnya doang.
    Saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun (sampe saat ini, g tau entar yah)
    Yah, paling cuma untuk koneksi internet dan waktu yang terbuang…
    Saat daftar, user marketiva diberikan deposit sebesar 10.000 USD uang virtual dan 5 USD uang ril (mas Geng dah tau kan…?).
    Dari 10000 USD, saat ini (saat saya menulis ini) sudah berkembang menjadi 21.371 USD (belum termasuk dari fase yang belum saya close)
    Uang ril cuman jadi 8,4028 USD >>> cuman nambah 3,4 dollar. Tapi lumayan lah kalo diliat dari persentase-nya,

    Mari kita renungkan bersama…
    Wallahu a’lam bissawab.

    *
    Awalnya saya ‘bermain’ marketiva cuman untuk nge-game.
    Yah, kalo temen2 saya seneng bermain poker di facebook sampe keranjingan gara2 dapet ‘uang virtual’ melimpah, Saya keranjingan -juga- karena saya bisa dapet ‘uang virtual’ karena taktik saya.
    >
    Yang, mungkin aja, saya nambah deposit saya di marketiva. >>> haram…!
    Saya cuman punya niat ‘nge-game’ dan ‘menyedot’ dollar yang ada di luar negeri ke dalam negeri (nambah devisa , mbantu negara ey).

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal..
    Pengalaman belajar Forex anda sepertinya mirip dengan saya :)
    1. Batasan istilah:
    Istilah Forex Trading, menurut Wikipedia diarahkan ke Foreign exchange market, yang disebut juga dengan FOREX, FX atau currency market. (http://en.wikipedia.org/wiki/Foreign_exchange_market, http://en.wikipedia.org/wiki/Forex_trading). Untuk mata uangnya sendiri diarahkan ke istilah Currencies.(http://en.wikipedia.org/wiki/Currency). Kalau saya salah mohon dikoreksi…
    Lalu anda membedakan antara Forex dengan Forex Trading sumbernya darimana?
    Dan FOREX yang dimaksud dalam artikel ini adalah FOREX ONLINE, yang mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Setelah Open HARUS Close. Semoga bisa dipahami…

    2. NIAT AWAL
    Menurut fatwa MUI tentang Forex; dari 4 jenis transaksi Forex, HANYA 1 (SATU) yg dihalalkan yaitu spot. Sedangkan Transaksi Forward, Swap, Option termasuk yang dilarang/haram. Terlihat bahwa proses halal haramnya disebabkan oleh Jenis Transaksinya. Lalu dari sumber mana anda membedakan halal/ haram dari NIAT?
    (Fatwa MUI: http://www.mui.or.id/konten/fatwa-dsn/fatwa-tentang-jual-beli-mata-uang)

    3. Saya sepakat bahwa: OPEN adalah akad/transaksi, CLOSE juga sebuah akad/transaksi.
    Perbedaannya:
    Transaksi OPEN, harganya jelas
    Transaksi CLOSE, harga belum ditentukan. Ini Judi.

    Mudahnya mari kita cermati contoh kasus yg anda gambarkan:
    JUAL BELI KAOS WAJAR:
    Saya membeli kaos dari A seharga 1000. Saya membayar kepada si A 1000 rupiah. >>> OPEN.
    Kaos bisa kita pakai atau dijual.
    Kemudian saya menjual kaos tersebut kepada si B seharga 1100 rupiah >>> CLOSE.
    Kalau B menolak harga tersebut transaksi bisa batal.
    Bisa saja saya menjualnya kembali ke si A, karena si A yakin di kemudian hari bisa menjualnya kembali ke pasar seharga 1200 atau lebih (karena kondisi permintaan pasar).

    JUAL BELI KAOS MODEL FOREX
    Saya membeli kaos dari A seharga 1000. Saya membayar kepada si A 1000 rupiah. >>> OPEN, (< =ini koma) DISERTAI TRANSAKSI JUAL KE B DENGAN HARGA BELUM DIKETAHUI.
    Kaos TIDAK BISA dipakai karena HARUS dijual.
    Kemudian saya menjual kaos tersebut kepada si B, harga bisa naik/ turun >>> CLOSE.
    Transaksi TIDAK BISA BATAL.
    TIDAK BISA saya menjualnya kembali ke si A, karena pada waktu Open sdh dilakukan transaksi close dengan B.

    Perbedaan sangat mencolok dan tegas, tidak tampak adanya abu-abu, antara hitam dengan putih, HARUS dengan TIDAK HARUS, BISA dengan TIDAK BISA.
    Kalau masih rancu, dengan senang hati saya jelaskan lebih lanjut…

    Atau mungkin anda punya prinsip lain dalam menentukan sesuatu itu Judi atau Bukan Judi?? mari kita sharing di sini…

  109. budiana says:

    Inti masalahnya dua kata…
    1. Uang
    2. Rakus

    Bila hati,jiwa dan diri anda ditambatkan pada uang maka musrik lah anda. itulah mengapa judi dilarang.

  110. golex...2 says:

    Ass….
    Gak terasa 6 jam an saya baca… Oke banget articlenya dan juga comment2nya…
    Saya telusak-telusuk sampai di sini di samping cari dasar yg lebih kuat tentang hukum forex trading juga sambil belajar forex,, masih awwam banget soalnya..Alhamdulillah ckup bnyak juga yg saya dapat baik mengenai hukumnya ato ilmu forexnya..

    Salut dech buat Mr G.khun, sangat produktiv dan tahan banting lagi.. Tidak beda jg sy salut sama master2 forex yg juga sabar menghadapi Mr G.khun. Thanks so much buat semuanya…

    Perbedaan memang diperlukan, para pembaca yang sudah dewasa, tentunya, bisa mengambil sikap sendiri setelah membaca article dan perdebatan di atas. atau setidak2nya sebagai bahan tambahan.

    Dari perdebatan di atas, saya mendapatkan tambahan jawaban tentang hukum forex trading. Argumen2 yang lebih memuaskan bagi saya adalah yang mengarah pada halalnya forex online.

    1. “Alur” yang ditawarkan Mr G.Khun, tidak bersifat prinsip dan hanya bersifat teknis. Teknis sangat ditentukan kondisi dan kebiasaan tempat tertentu. Banyak transaksi jual beli yang dilakukan malah tanpa mengetahui harga detil belanjaan karena sudah biasa atau sudah percaya. Bahkan anak kecil saja sering melakukan transaksi jual beli karena sudah percaya, dengan tetangga mungkin. padahal belanjanya anak belum cukup umur tidak sah.
    2. Soal “spekulasi” yang di “kiyas” kan pada spekulasi dalam judi atau taruhan2 jenis tertentu, tidak memenuhi syarat kiyas karena kasusnya berbeda. Sudah banyak letak2 perbedaannya di ulas di atas.

    NB. TY…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wass…
    Terima kasih atas komentarnya yang membuat saya terheran-heran; Saya yang cuma logika apa adanya dibilang “tahan banting”. Master Forex dikatakan “sabar menghadapi Mr G.khun”, padahal tampak jelas kebohongan-kebohongannya, dalih yang mengada-ada, lalu mangkir dan kabur bak pecundang…Okelah saya bisa mengerti, 6 jam memang sangat melelahkan…

    1. Fatwa MUI mengenai jual beli mata uang, menentukan halal haramnya bukan dari hal “prinsip”, tapi hanya dari “teknis” yaitu dari JENIS TRANSAKSI/ Mekanisme transaksi yang dilakukan. Atau mungkin mr. Golex punya “prinsip” tersendiri dalam menentukan sesuatu itu judi atau bukan judi? mari disharing di sini sebagai “tambahan ilmu” bagi pembaca yang lain…

    1a. “Banyak transaksi jual beli yang dilakukan malah tanpa mengetahui harga detil belanjaan karena sudah biasa atau sudah percaya”. Inilah titik kelemahan kita yang menjadi “celah” untuk dimanfaatkan pihak lain. Saya sering mengalami kasus belanja di supermarket terpercaya. Di situ disebutkan label diskon di produk tertentu. Tapi setelah dikasir dan dicek ulang, harganya tetap. Alasannya data diskon belum dimasukkan. Artinya adalah kita harus waspada terhadap sesuatu, tapi bukan berburuk sangka.
    Dalam Forex online, terbukti banyak “celah” yang bisa dimanfaatkan untuk membodohi konsumen, mulai dari keharusan untuk Close (dengan nilai Close belum diketahui), leverage (pinjaman “ghaib”), floating position (setelah Open duit gak bisa cair), hingga adanya Slippage (nilai yang berubah dari kesepakatan).

    2.”tidak memenuhi syarat kiyas karena kasusnya berbeda. Sudah banyak letak2 perbedaannya di ulas di atas.” Terus terang saya kurang suka dengan kalimat seperti ini, anda bisa copy paste ulasan yang dimaksud lalu menjelaskan dimana yang “tidak memenuhi syarat kiyas”.

    Trims..

  111. alghifari says:

    Saya numpang berbagi saja pak.

    Dalam konteks forex trading, kita akan selalu menghadapi masalah. Mengapa?

    Mata uang yang kita perdagangkan semuanya floating, tidak ada sandaran pastinya (hard assets). karena mengambang itulah, akhirnya tercipta bubble price discovery. Dalam konteks islam, uang tidak boleh diperjualbelikan karena uang hanyalah sebagai representasi dari kepemilikan akan harta, yang lalu disederhanakan menjadi satu kesepakatan umum, yakni kertas/koin. Zaman Rasulullah, harga mata uangnya disandarkan langsung pada uangnya itu sendiri (emas dan perak), sehingga mudah ditransaksikan. Tapi karena dalam masa kontemporer ini sulit melakukan hal tsb, dipergunakanlah uang kertas.

    Tapi seiring zaman, uang itu hilang sandaran, menjadi floating based. ini menyebabkan laju pertumbuhan uang tak terkendali, tidak sama dengan jumlah hard assets yang dimiliki.

    Dalam islam, uang tidak memiliki karakter time value of money. Tapi sekarang berlawanan denga itu. Kita mengakui adanya inflasi dll. Akibat pertumbuhan nilai uang itulah, terjadi variasi harga mata uang yang bermacam-macam.

    Memperdagangkannya, menurut saya absurd. Karena seperti kita berusaha berjalan ke arah yang salah, dengan peta yang salah, dan menggunakan mobil yang salah.

    Itu kenapa saya tidak tertarik untuk mempelajari forex trading. Barang yg diperjualbelikan tidak akan menambah manfaat bagi kita.

    Tapi dalam hal perdagangan komoditi (emas, jagung, perak, dll) terdapat perbedaan. Komoditi sangat jelas. Dengan adanya bursa komoditi, price commodities tercipta dengan wajar. harga emas selalu melawan harga valas yang makin arogan. Harga minyak selalu berbanding lurus dengan emas. Bursa menjadi sarana lindung nilai yang baik untuk komoditi-komoditi tersebut. Harga komoditi tersebut turut menjaga ritme dan denyut jantung sektor riil.

    Dalam agreement terhadap market juga tidak terdapat kewajiban-kewajiban seperti yang dicantumkan oleh mas genghis. Jika ternyata sampai due date tidak melakukan penjualan terhadap kontrak, maka artinya pembeli wajib untuk merealisasikan kontrak tersebut, sesuai dengan harga yang terjadi saat penutupan kontrak. Tidak berlaku sistem ijon.

    Jika pembeli (kita) tidak bisa merealisasikannya, maka bisa memberi kuasa kepada pialang untuk merealisasikannya, namun tentu dengan biaya-biaya khusus.

    Meski demikian, saya tetap menanti banyak diskusi dengan rekan-rekan. Mengingat sistem lindung nilai ini adalah satu-satunya sarana dalam dunia global saat ini dalam melindungi harga-harga komoditi dunia dari capitalism environment.

  112. Aa Inn says:

    Artikel dan perdebatan yang menarik,
    Luar biasa pak Khun. Penjelasan anda benar – benar menarik dan luar biasa.

    Sederhana dan mudah dipahami.

    Memang saat ini perbedaan antara halal dan haram semakin tipis, bahkan saat ini yang harampun banyak yang dilaburkan menjadi halal padahal jelas jelas haram.

    Saya yang orang awam saja bisa memahami tulisan anda.. tapi kenapa yang punya gelar tidak bisa memahaminya ya ?

    apa karena sudah dibutakan oleh harta ?

    Mudah mudahan kita selalu mendapatkan perlindunganNya dan dijauhi dari harta yang HARAM.. Amien…

    Bukankah masih banyak sumber rejeki yang bisa kita peroleh dariNya ?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal. Amiin..trims atas doanya…

  113. org goblok says:

    Gengis khun… hebat skali anda mendulang uang dari adsense mengenai iklan2 forex yg membodohi.. saya jadi tertarik membuka www.*******.com maklum saya hanya org goblok… mudah ditipu.. termasuk oleh org cerdas seperti anda.. :) .. katanya org2 spt anda ini emang hebat dimata siapa yah?… ga tau dh..:) membuat 2 opini tandingan dan menjadi oportunis dari kekeruhan itu.. ck ck ck..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal…
    Sepakat bahwa “..iklan2 forex yg membodohi..”.
    Oleh karena saya tampilkan peringatan di atas (mungkin anda belum sempat baca):
    “PERHATIAN ! Hati-hati terhadap iklan yang menggiurkan atau ajakan Judi. Pemilik blog tidak bertanggungjawab terhadap konten iklan.”
    Jadi kalau ada konten iklan penipuan itu jelas bukan tanggung jawab pemilik blog atau penyedia adsense. Itu berlaku juga untuk iklan baik di televisi, koran, majalah maupun media cetak lainnya.
    Maaf juga, link anda disensor…ck…ck…ck.. bila anda berniat memasang iklan bisa menghubungi : http://genghiskhun.com/training/pasang-iklan/

  114. dagingkuda says:

    Hehehehe…
    Ini namanya keberagaman berfikir dan berpendapat, tidak ada paksaan.
    Sukses selalu untuk semuanya…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal…
    Faktanya para trader ternyata tidak jujur alias ngapusi, dalih mengada-ada lalu kabur bak pecundang.
    Ketidak jujuran belum bisa dimasukkan kategori “keberagaman berfikir dan berpendapat” :)

  115. halida says:

    Salam kenal mas Genghis.

    Saya seorang ibu rumah tangga muslimah yang awam dalam hal forex-forex an.
    Saya tertarik Forex karena suami saya sepertinya sedang mempertimbangkan untuk melirik jenis transaksi ini. Karena itulah kami sedang rajin mengumpulkan referensi tentang halal-haramnya forex.

    Saya hanya numpang berkomentar.
    Menurut saya penjelasan mas Genghis sistematis dan mudah dipahami. Menurut saya juga logis, meskipun kadang-kadang mas Geng keras kepala dan tidak mau berkompromi dengan pendapat orang lain. Wajar saja sih, karena ini kan blog nya njenengan :)
    Meskipun menurut saya, tidak semua pendapat yang berseberangan itu salah.

    Saya tertarik ingin mengomentari fatwa MUI yang dijadikan landasan.
    MUI menjelaskan ada 4 jenis transaksi valas.

    Berikut penjelasan MUI tentang Transakasi Forward yang diharamkan:

    “yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).”

    Ijinkan saya menjelaskan dengan bahasa sederhana seorang ibu rumah tangga.

    MUI mengatakan bahwa transaksi valas yang halal = kita beli hari ini, tapi harga yang berlaku adalah harga saat nanti akan dijual lagi.

    Cukup adil.

    MUI mengharamkan transaksi yang menggunakan harga saat pembelian, untuk digunakan lagi pada 2×24 jam yang akan datang sampai dengan satu tahun, karena pada masa itu nilainya sudah berubah.
    “…. padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati,” kata MUI.

    Dengan kata lain, MUI membolehkan transaksi yang harga masa depannya masih gelap.

    Lalu, dimana masalahnya dengan Forex? Bukankah Forex juga Close pada saat harga belum diketahui?
    Menurut saya, tidak ada yang salah dengan mekanisme Forex jika terkait dengan transaksi Close yang harus dilakukan pada saat harga belum diketahui.

    Dan maaf, bukannya mau menandingi, tapi karena saya memang keras kepala maka saya tidak ingin disanggah :)
    Saya hanya ingin numpang berkomentar dan bukan ingin menyulut perdebatan.
    Thanks atas sharing ilmunya yg luar biasa.

    Oh iya mas, satu lagi.

    Bukan berarti mereka yang komentarnya berseberangan dengan njenengan lantas tidak pernah komen di blog ini lagi itu “kabur bak pecundang”.
    Menurut saya, siapa tau justru mereka ingin menjaga tali silaturrahim karena tidak ingin berdebat kusir berkepanjangan dengan njenengan yang akhirnya menyulut api permusuhan ;)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal Mbak/ Bu Halida…
    Jawaban saya seperti biasa dalam bentuk point agar terarah.
    Atau anda punya cara lain untuk mengarahkan diskusi agar tidak debat kusir? silahkan dikoreksi…
    Lalu komentar kedua saya gabung jadi satu di sini, semoga anda berkenan…

    1. “Kadang keras Kepala dan tidak mau kompromi?”
    => Trims atas tegurannya, langsung saja to the point anda tunjukkan bagian tsb…diskusi antara saya dengan siapakah?
    Akan saya perbaiki kalau saya memang salah dalam memahami rujukan/ pustaka…

    2. Menurut anda: “Transaksi halal menurut MUI: Kita beli hari ini, tapi harga yang berlaku adalah harga saat nanti akan dijual lagi”.
    => Kesalahpahaman bisa terjadi dari kalimat yg tidak lengkap tsb:
    Contoh Kasus bu Halida seorang penjual mesin cuci:
    Genghis Khun: “Bu Halida, mesin cuci ini harganya berapa? saya mau beli”
    Bu Halida: “Harganya berlaku saat nanti akan anda jual lagi…”
    Genghis Khun: “Lha siapa yang mau ngejual bu??”
    :D

    Saya ngerti maksud anda, anda hendak menggabungkan dua transaksi dalam satu kalimat khan? saya sarankan dipisah agar tidak kacau.
    Ijinkan saya perbaiki agar lebih jernih:

    “Transaksi halal menurut MUI (SPOT):
    - TRANSAKSI beli hari INI, harga yang berlaku adalah harga saat INI.
    - TRANSAKSI jual saat NANTI, harga yang berlaku adalah harga saat NANTI.

    Gimana mbak, bisa disepakati kalimat ini?
    silahkan dikoreksi jika saya salah…

    Bagaimana dengan Forex Online??
    FOREX ONLINE:
    - Kita TRANSAKSI beli hari INI, harga yang berlaku adalah harga saat INI, disertai
    - TRANSAKSI jual hari INI, harga yang berlaku adalah harga saat NANTI.”

    Tampak jelas bahwa ini adalah kombinasi, antara Spot dengan bukan spot.

    Contoh Kasus bu Halida seorang penjual mesin cuci:
    Genghis Khun: “Bu Halida, mesin cuci ini harganya sekarang berapa? saya mau beli tapi nanti akan saya jual lagi ke Bu Halida dengan harga mengikut harga NANTI”
    Bu Halida: ” Sekarang harganya 2 juta. Ok tawarannya saya terima…”

    Tampak jelas bahwa kedua pelaku sudah terjebak ke Judi.
    Transaksi kedua bukan spot.
    Mesin cuci HARUS dibeli oleh bu Halida dengan resiko harga naik/ turun dan Jual beli ini tidak bisa batal.

    Semoga bisa dipahami.

    3. Jangan dilupakan juga bahwa syarat halalnya forex tidak cuma dari jenis transaksi spot di atas, tapi masih ada ketentuan lain:
    “Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    a.Tidak untuk SPEKULASI (untung-untungan).
    b. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
    c….
    d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

    Mari kita kupas satu per satu:
    -Tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).
    => Kalimat “UNTUK” berarti mengacu pada tujuan yang akan dicapai, bukan diartikan sebagai “CARA” dalam mencapai tujuan tersebut. Karena kita tahu, cara bermain Forex bisa dengan asal tebak atau analisa rumit. Jadi bunyi lengkap kalimat tersebut sbb:
    (Baik DENGAN CARA asal tebak maupun memakai analisa), tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).

    Dari hal ini saja kita langsung tahu bahwa dalam Forex online, hasil Open position tidak bisa dicairkan (withdraw) sampai Close lagi (kembali ke mata uang semula). Ini artinya hanya UNTUK spekulasi/ untung-untungan/ mencari nilai selisih. Adakah tujuan lain selain mencari nilai selisih?? tidak ada.

    -Adanya kebutuhan untuk transaksi
    => Dalam Forex online tidak ada kebutuhan lain selain mencari selisih nilai antar mata uang. (spekulasi/ untung-untungan)

    -Jika terjadi antara mata uang yang berbeda maka menggunakan nilai tukar yang berlaku saat itu dan dilakukan dengan tunai
    => Dalam Forex Online, Open position dibarengi dengan transaksi untuk Close tapi dengan nilai tukar belum diketahui. (nilai tukar berlaku masa yg akan datang)

    4. Anda menulis “MUI mengharamkan transaksi yang menggunakan harga saat pembelian, untuk digunakan lagi pada 2×24 jam yang akan datang sampai dengan satu tahun”

    Konsekuensi kalimat tsb adalah, bila saya beli mesin cuci 2 juta, lalu saya jual lagi dengan harga sama 2 juta (tanpa keuntungan) itu artinya saya melakukan sesuatu yang haram?
    Bukankah transaksi ini biasanya dilakukan oleh sesama sudara, kerabat agar kita tidak mengambil keuntungan?

    Bukan seperti itu maksud anda? berarti telah terjadi kesalahpahaman lagi. Ijinkan saya perbaiki kalimat anda:
    “MUI mengharamkan transaksi yang menggunakan harga saat INI, YANG DIBERLAKUKAN untuk 2×24 jam yang akan datang sampai dengan satu tahun.”

    Beda redaksional mempunyai perbedaan arti.
    Misalnya saya bertransaksi forward dg anda; membeli mesin cuci hari INI seharga 2 juta, berlaku untuk selang 2×24 jam – 1 tahun , bila saya mau mengambil mesin cuci lagi harganya akan tetap 2 juta walaupun harga pasaran naik/ turun.
    Transaksi ini KHUSUS untuk pembelian saja, tidak membahas apakah mesin cuci nanti mau saya jual lagi atau dipakai sendiri.

    Gimana mbak, bisa disepakati kalimat ini?
    silahkan dikoreksi jika saya salah…

    5. “menjaga tali silaturrahim karena tidak ingin berdebat kusir”??
    Diskusi saya arahkan dengan point2 anda sebut debat kusir?? lalu debat yg terarah yg spt apa mbak? trims..

    Atau maksud anda, mendiamkan saya agar saya terus ‘tersesat’ demi menjaga tali silaturahim??

    6. Oiya, anda belum mengemukakan prinsip anda dalam menentukan sesuatu itu judi atau bukan mbak..mari sharing di sini…

    Trims atas komentarnya…

  116. SAR says:

    Salam kenal… dan salam persahabatan untuk semuanya.

    luar biasa mas…, (speechless).
    ini kl dijadikan buku dah berapa halaman ya? menarik, mengharukan, mendebarkan, mengkhawatirkan, mebuat penasaran, mencerahkan, menyesatkan, membuat emosi, mnyenangkan, menakutkan, dll.

    Itulah yang saya rasakan saat membayangkan berada di posisi masing-masing.

    terima kasih banyak untuk tuan rumah (mas Geng)dan tamu-tamu yang lain.

    Mari semua cooling down, menghela napas yang panjang, mengingat sang pencipta, dan bertanya pada hati nurani masing-masing.

    Mari kita niatkan semua yang kita lakukan, akhirnya adalah kembali untuk-Nya.

    Mari menjaga hati dan niat masing-masing, untuk kebaikan dan kebenaran yg hak, bukan atas tendensi dan versi-versi yang subyektif.

    Semua yang bernafas masih punya waktu. Mari terus belajar, menambah ilmu, mengkaji kitab suci, dan selalu mohon pentunjuk dan berserah diri kepada-Nya.

    Hidup tentu banyak masalah, banyak perbedaan, mari kita kaji dan temukan solusi dengan ilmu-ilmu-Nya yang luar biasa dan tak terbatas, yang berserak di muka bumi dan terbatasi sesuatu. Mari terus dan terus belajar, mengkaji dan berbagi untuk yang lain, untuk sebuah kebenaran yang hak (dan bukan pembenaran-pembenaran), demi kebermanfaatan semuanya.

    Teriring doa untuk semuanya.
    Semoga sukses dunia-akhirat.
    Semoga bermanfaat.

  117. alumni IPB ’04 – UGM ‘08 says:

    Buat yang pro FOREX

    Berdasarkan semua perdebatan yang saya baca maka saya memiliki pemahaman singkat seperti ini (hanya menurut saya loh), mereka (FOREXHOLIC) memilih tetap/bertahan pada posisinya saat ini karena beberapa hal yang diantaranya adalah:
    - Memiliki skill (merasa hebat/mampu)
    - Perasaan nyaman (karena hukumnya belum tertulis jelas seperti Narkoba yang apabila dilakukan akan berurusan dengan pihak berwajib)
    - Memenuhi kebutuhan (kebutuhan akan UANG)
    maka saya sebagai orang bodoh timbul pertanyaan pada mereka…

    > Apakah kalian sudah merasa hebat (pintar, ahli, master, mampu, dkk) dengan bermain FOREX??
    Bermain FOREX yang katanya membutuhkan analisis yang tepat dengan menggunakan skill yang tinggi agar dapat memperoleh keuntungan yang besar dalam waktu yg cukup singkat.
    Saya pikir itu hanya pintar aplikasi tetapi tidak mengerti (mungkin lebih tepatnya tidak sadar) DASAR dari sistem dan mekanisme yang digunakan di dalamnya.
    Kalau sudah pintar, ahli, dll harusnya kalian sadar bahwa ini sistem jual-beli yang tidak normal dimana dapat merugikan bagi salah 1 pihak
    Bagi Broker, mereka sangat paham akan hal ini.

    > Apakah kalian sudah merasa nyaman dengan bermain FOREX ONLINE??
    Ketika bermain FOREX, maka kita dibayang-bayangi dengan yang namanya UANG (hanya itu dan tidak ada yang lain), yaitu antara uang akan hilang (tanpa diharapkan) atau akan bertambah (tanpa diduga) yang berjalan begitu cepat. Keputusan yang kita buat untuk “close” terbatas waktu yang relatif singkat, sehingga dapat menyita waktu untuk memikirkan hal yang lebih penting lainnya.
    Apakah ada yang pernah dengar bermain FOREX dengan modal 1 milyar kemudian ditinggal selama 1 tahun dengan posisi OPEN tanpa CLOSE??
    Perasaan nyaman ini jelas beda dengan modal 1 milyar yang ditinggal (disimpan) di Bank atau di investasikan dalam sebidang luas tanah.

    > Apakah kalian tergila-gila dengan UANG untuk memenuhi kebutuhan anda??
    Kalau hanya dalam mencari uang dengan cepat walaupun dengan cara yang tidak normal, lebih baik sekalian main Carding dan kawan2nya. Hasilnya lebih “gila” dari cuma main FOREX ONLINE, cara yang digunakan juga lebih tidak normal dari sistem jual-beli di FOREX.
    Dalam hal ini sama2 berhubungan dengan dunia maya, pakai perhitungan, skill tinggi, penipuan dalam jual-beli dan uang kan??bahkan hasilnya juga lebih menguntungkan. Kalian juga dituntut agar tidak sampai tertangkap Polisi, yang artinya skill yang dibutuhkan harus jauh lebih tinggi dari cuma main FOREX

    > Bagaimana selanjutnya??
    Mau berhenti silahkan, mau lanjut juga silahkan
    Yang terpenting pesan yang baik dan benar beserta ancaman di akhirat nanti sudah disampaikan disini
    Seperti kisah antara jin (iblis) dengan aturan2 tuhannya ALLAH SWT, ketika sudah diperingatkan tetapi masih tetap tidak tunduk dengan aturanNya, maka silahkan saja dengan syarat untuk menerima resikonya sendiri.

    Hanya saja terdapat perbedaan (khususnya untuk manusia) antara tidak berhenti dengan berhenti dalam bermain FOREX, yakni:
    Apabila FOREX HALAL ? kalian tidak berhenti ataupun BERHENTI maka tidak akan menyebabkan rugi ataupun dosa

    Apabila FOREX HARAM ? dilanjutkan/tidak berhenti akan mendapat dosa, BERHENTI akan mendapat pahala (InsyaALLAH), dan bagi yang tidak pernah ikutan sama sekali maka tidak menyebabkan apapun.

    > Pilih yang mana??
    Kalau saya (sebagai orang bodoh) dan terlanjur seperti mereka(FOREXHOLIC), saya memilih berhenti dan mencari jalan yang serupa tetapi lebih nyaman (tidak ada keraguan di dalamnya) untuk dilalui agar hasilnya berkah

    Terimakasih banyak atas ilmu bermanfaat yg diberikan (secara gratis) oleh bapak Genghis Khun
    Dan pertanyaan saya, apakah saya wajib menyebarkan pesan ini bagi mereka orang-orang yang belum tahu??

    salam kenal,
    Ardy

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal juga pak Ardy
    trims atas komentarnya…

  118. salim says:

    Wah, bulak balik muter-muter saya baca ini hampir semaleman…

    Saya haturkan salut buat mas Geng, semua pendapat mas masuk di akal dan masuk di hati (setidaknya buat saya).

    Entah kenapa dari awal meskipun ada kehalalannya, perasaan saya mengatakan Forex itu berbahaya, bahkan tergolong tidak halal. Mohon maaf kalau pendapat saya kurang berdasar, saya biasa berpendapat dengan akal dan perasaan saya (sesuai dengan profesi saya sebagai seniman). Setidaknya dari perasaan itulah kemudian saya mulai mencari2 kebenaran akan sesuatu, dalam hal ini forex. Dan bertemulah saya dengan tulisan mas Geng.

    Saya setuju sama pendapat mas Geng soal Forex online yang (sekarang ini) nampak masih haram. Entah beberapa waktu kedepan kalau ada sistem baru lagi. Saya cari2 hukum forex di internet bukan dasarnya mau ikutan forex, saya ikutan bisnis PTC (Paid To Click) di internet dan mencoba selektif memilih iklan. Banyak iklan yang berasal dari situs2 poker (judi) juga forex. Soal poker sudah jelas tidak saya click, tapi saya belum tahu soal forex. membaca artikel dan perdebatan panjang disini membuat saya yakin setidaknya untuk sekarang Forex Online masih belum halal, dan untuk itu iklan yang berkenaan dengan Forex tidak saya klik lagi. Bahkan saya keluar dari beberapa PTC yang isinya didominasi iklan Forex.

    Meski sedikit menyimpang, mau tanya nih sama mas Geng. Mas punya artikel atau referensi yang membahas persoalan PTC gak? dengan sistem referalnya. Saya pernah membahas ini dengan dosen Agama saya yang notabene salah satu pengurus MUI, beliau bilang situs PTC yang saya geluti halal. Tapi saya akan sangat senang kalau referensi lebih banyak dan bisa membuat saya lebih tenang menjalani bisnis ini.

    Makasih mas Geng kalau mau membaca ini.

  119. salim says:

    Satu lagi, sekedar menambah pendapat.

    Selain semua hal yang dikemukakan di atas tadi, menurut saya ada satu lagi yang membedakan judi dan jual beli biasa, yaitu kecepatan.

    Dalam judi, orang bisa untung dengan cepat dan rugi dengan cepat. uang keluar masuk dengan cepat, dan sebagainya. Dalam Forex, menurut saya perputaran uang inilah yang terlalu cepat. Kecepatan ini identik dengan kondisi zaman sekarang yang dalam studi semiotik disebut dromology.

    Dalam jual beli biasa tentu saja ada untung rugi. Anggaplah misalkan ada perusahaan air minum yang saling bersaing, yang satu lebih unggul dari yang lain dan mengakibatkan ada perusahaan air minum yang rugi dan gulung tikar. Bedanya, ini tidak terjadi dalam semalam.

    Mohon anggap pendapat ini sebagai pendapat saja, toh saya tidak mengambil referensi kuat maka jangan jadikan ini referensi, cukup disimak.

    Wallahu a’lam.

  120. China says:

    intinya, segala usaha itu ada resikonya..

    yang halal saja ada resikonya..(Rugi atau malah berbalik utang atas kesalahan manajemen perusahaan) dan
    yang haram juga sama..ada resikonya Rugi + Dosa,

    yang saya tahu..judi itu bukan haram. tapi lebih banyak madhorotnya dibandingkan manfaatnya..karena itu termasuk dalam kategori permainan.

    tapi kalo masalah riba, nah itu baru jelas hukum nyah HARAM..

    jangan pernah mengharamkan sesuatu yang terselubung..
    karena disitu akan timbul perdebatan yang seperti ini.

    intinya forex itu ngadu duit. kalo duitnya banyak..di jamin ga akan rugi seumur hidup.

    kalo modalnya kecil, jangan pernah berharap ingin dapat untung besar dalam waktu singkat.
    contoh:
    minimal deposit uang 1000, trs volumenya 0.1.
    TP 5 Pips, jangan pake stoploss. biarin kefloating berapa 15 tahun juga. yang pasti harga TP akan terjemput.

    nah intinya, untung pasti ada, tapi rugi di waktu,hehe..

    so jgn percaya bahwa dgn forex, semua orang akan mempercepat kekayaan..forex 100% bullshit..
    silahkan bermain forex asal jangan di jadikan usaha inti agar kita bisa makmur atau dapat duit banyak..

    apapun yang akan kita lakukan kita harus ingat..rahasia orang BERUNTUNG Itu adalah SABAR dan merasa bersyukur..

  121. Lord says:

    Semuanya hebat !!
    Argumen yang luar biasa, selama ini mencari tahu tentang HALAL atau HARAM. Tetapi tetap saja ada pertanyaan yang masih belum saya mengerti.
    saya yang baru tahu sedikit tentang forex harus bertanya pada siapa kalu tidak disini.
    Kalau boleh saya ingin bertanya kepada Owner dan Trader sekaligus.

    Open : USDGBP = 1.5000
    Close : USDGBP = 1.4900

    Pada saat close, biasanya software/MetaTrader/Broker (saya ga’ tahu yang nentuin sapa :) akan ada pemberitahuan bahwa harga akan di close pada 1.4900, dengan spread yang bermacam-macam, tergantung broker.
    Pada kejadian ini kalau trader setuju tentu akan melakukan close posisi, kalau tidak tentu tidak akan di close otomatis — kecuali pasang SL –
    Saya masih bingung, bagian yang dimaksudkan harga ditentukan kemudian/tidak jelas terletak dimana??? ( Mohon dibimbing, maklum masih belajar)

    Bagaimana pandangan Trader mengenai hal tersebut??

    Kalau berkenan mohon dijawab, tetapi seandainya posting saya mengganggu diskusi ini, boleh lah dibuang saja..

    Syukron sdh boleh mampir..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. Lord
    Jawaban pertanyaan anda sudah anda jawab sendiri dengan kalimat:
    “kalau trader setuju tentu akan melakukan close posisi, kalau tidak tentu tidak akan di close otomatis”
    Itu khan artinya “harga ditentukan kemudian/tidak jelas”, belum ada kejelasan harga.
    trims

  122. topix says:

    Wahh menarik sekali dialognya.

    Ane mo tanya Gan, Kan sekarang ada broker yg nyediain Islamic Account, katanya disana gak ada Ribanya

    Sebenernya apa aja sih perbedaannya antara Konvensional Account ama Islamic Account??

    Mohon pencerahannya.
    Trima kasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak/ mas Topix
    Pengharaman Forex menurut fatwa MUI berdasarkan jenis transaksinya. Sedangkan menurut Ustadz Zaharudin dari Malaysia berdasarkan ada tidaknya Leverage.
    http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&task=view&id=649&Itemid=72

    Maka aneh dan membodohi bila Forex diklaim syariah hanya karena “gak ada Ribanya”
    trims

    Genghis Khun

  123. d'nazar says:

    assalamu’alaikum
    d’nazar
    corry menggangu…
    saya bru bergabung di dunia forex…dan saya bnelum mengerti…termasuk tentang haram atau haram dalam bisnis ini….
    ternyata setelah membaca argument dan saran diatas
    banyak ilmu yg saya peroleh…
    saya ingin minta no Hp nya bapak genghis khun ya
    saya mw sharing tentang forex
    pakah dilnjutkn atau ditinggalkn…
    terima kasih…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb
    Sebaiknya dicermati baik-baik jenis transaksi Forex tersebut; memenuhi syarat spot yg dihalalkan oleh MUI atau tidak.
    trims

  124. indra says:

    Asalamualaikum..

    salam kenal mas..

    saya kagum dengan ulasan anda yang sungguh tajam dan menurut saya semua pendapat anda benar mas.. sekedar share aja.. menurut saya FOREX yang berkedok invetasi didaerah kecil seperti temanggung dan wonosobo seacara tidak langsung sangat mengganggu perekonomian rakyat kecil, jumlah perputaran uang yang seharusnya ada dipasaran “tersedot” oleh oknum yang mengatasnamakan judi sebagai “investasi” saya berharap semoga praktik semacam ini segera dilarang diindonesia dan diberi tindakan tegas kepada pelakunya. banyak contoh seperti bowo jenggot, rajawali, sinar sejahtera yang udah jelas kolaps kasusnya seperti hilang begitu saja, sekarang muncul lagi segitiga emas yang menggunakan pulsa sebagai kedok transaksi dan ternyata dana dari investor dilarikan ke forex. semoga dengan tulisan mas jengiskhun banyak orang tersadar dan menjauhi bisnis haram tersebut amin

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr wb. amien, trims

  125. as says:

    numpang ghan..mantaaap

  126. Rully says:

    Sangat menarik, bahkan saya ingin mengetahui lebih banyak tentang hukum islam… Meskipun saya islam, tapi saya kurang banyak mengetahui lebih dalam tentang hukum islam.

    Saya setuju dengan beberapa tulisan Genghis Khun…
    Mungkin dalam bahasa saya atau saya menyatakan lebih baik tidak melakukan atau tidak terlibat permainan forex.

    Kenapa bahasa saya tidak menggunakan kata haram / sunnah / makruh / halal? Karena menurut saya, adanya kata-kata atau sebutan itu, hanya yang benar-benar tersirat dan tersurat di Al Qur’an.

    Permainan forex itu layaknya main judi (IMHO), kenapa saya dapat berkomentar seperti itu. Saat kita “inves” di meja dengan nilai yang tidak sedikit. Trus permainan berjalan, tiba-tiba di tengah jalan dadu atau permainan lainnya (judi) yang kita putar menang. Akhirnya kita mendapatkan keuntungan yang lumayan besar, lalu kita terlena dengan kondisi yang menguntungkan. Setelah itu kita ikutan lagi, lalu menang lagi, dan ikutan lagi lalu menang lagi begitu seterusnya (bagi yang beruntung).

    Suatu saat lebih dalam terlena dengan permainan ini, kemudian kita kalah (loss) lebih dari keuntungan yang didapat, apa yang bisa dibayangkan? kita akan ikutan permainan guna mencapai tujuan. Apa tujuannya, agar uang yang telah kita “inveskan” kembali utuh atau lebih. Tapi kenyataannya, kita kalah lagi. Akhirnya cari cara untuk mengembalikan “aset yang telah diinveskan” melalui jalan jual barang, pinjam uang yang saya sebut menghalalkan segala cara.

    Nah untuk kasus forex, menurut saya kurang lebih contohnya seperti itu. Pada sat kita meraup keuntungan, kita seakan terbelai dengan cara “judi” eksklusif. Kenapa saya bilang eksklusif, karena dana yang diinveskan dalam forex tidak main-main. Minimal 50 jt.

    Manusia tidak akan ada habisnya untuk suatu keinginan, hanya saja bagaimana kita sebagai manusia dapat mengatur dan memilah mana yang memang baik / tidak baik, mana yang halal atau tidak halal (dalam hal ini untuk umat muslim)

    Jika ada kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Saya juga dapat diajak berdiskusi hal ini, jika memang ada yang salah dalam peng-andai-an kata kata saya.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Rully
    trims atas komentarnya

  127. fahmi adam says:

    salam kenal pak…
    menarik sekali diskusinnya..
    pak gendhis mau tanya?

    apakah islam memperbolehkan hukum laverage?
    karena saya kemarin mendengarkan sebuah pengajian bahwa islam membolehkan untung banyak/berlipat….

    semisal harga barang A hargannya Rp.1000 di jual Rp. 5000 itu boleh…. berarti dia untung 5x lipatx…
    karena adannya kesepakatan dari penjual dgn pembeli maka d perbolehkan

    yang saya tanyakan laverage dalam forex apakah sama dengan jual beli seperti pd cerita?

    mohon penjelasannya ya pak….
    hehehe… dulu saya pernah ikut forex tapi sekarang udah berhenti….
    sekedar sharing ilmux sj pak…

    makasih….

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Fahmi Adam
    Leverage (bukan laverage) dalam forex yang saya pahami tidak sama dengan jual beli seperti pd cerita anda.
    Leverage adalah “uang pinjaman siluman”, Uang yang tidak nyata dan tidak pernah bisa dicairkan.
    Saya ada artikel sderhana yang mengupas hal ini:
    http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi
    Misalnya anda punya modal 500 ribu.
    Anda mengeluarkan uang cuma Rp. 50 ribu untuk membeli sapi yg harganya 5 juta. Sisanya diberi pinjaman oleh si X sebesar Rp. 4,95 juta dengan syarat sapi harus dijual lagi ke X sesuai harga pasar yg fluktuatif.
    Kalau harga sapi turun hingga dibawah 4,5 juta, maka modal anda akan disita oleh si X (Margin Call).

    Leverage adalah uang pinjaman siluman Rp. 4,95 juta tsb.
    Yg dipentingkan dalam bisnis ini adalah selisih harga dari jual beli sapi, bukan kebutuhan untuk memiliki sapi.

    Kalau belum mengerti silahkan baca sumber yang lain di:
    http://www.zaharuddin.net/content/view/655/100/
    Btw, trims atas komentarnya

  128. riko KRSNA says:

    MANTAAbbbbb ….. say amuslim ,,,

    1. dikatakan haram bila mengambil bukan hak nya… (memang tidak dalam pembahasan )

    2. dikatakan haram bila spekulatif (jelas artinya)

    3 dikatakan haram bila tidak saling menguntungkan ( dalil yang sederhana ) karena tidaklah menjadikannya halal bila dikatakan saling menguntungkan padahal itu penipuan / rayuan / ajakan untuk SPEKULASI …

    4. DLL………..

    5. alur yang bapak sajikan disini MANNNTTAAABBBB ….

    —- menurut saya meski menganalisa tetap saja ztiDAK SALING MENGUNTUNGKAN…. ( akhirnya simple)

    —– semoga saya, anda, kita, kami, mendapatkan rizky yang saling bermanfaat dari Alloh SWT, amiinnn…

    —– kenapa kita harus berpatokan dengan AGAMA, karena agama bukan memberikan batas gerak manusia, akan tetapi menuntun manusia menjadi manusia yang baik, tidak tamak, menyadari rizky ada karena usaha riil…

    ——dari awal saya mengatakan saya muslim, karena saya ingin memberitahukan bahwa saya berfikir atas agama saya, bukan orientasi membela karena profit…. meski menguntungkan sekalipun bila dianggap HARAM dalam agama, Untuk APA??????????/?? kecuali kita BUKAN MANUSIA ( Berkodratkan Beribadah kepada Alloh SWT) !!!!!!!!

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Riko
    trims atas komentarnya

  129. Oguds says:

    Saling menguntungkan juga bukan indikasi halal atau haram. Contoh, bunga bank. Bank dan peminjam saling diuntungkan, tapi tetap saja disebut riba. Kalau forex saya sepakat (sesuai kata MUI), itu haram (lagipula uang tidak boleh diperdagangkan).

    Tapi saham tidak serta merta begitu. Intinya jangan berspekulasi. Jadi jalan tengahnya, buatlah dasar2 investasi di saham yg dijadikan pegangan dalam bertransaksi dan mencermati sektor2 usaha yg halal. Aliran uang di bursa berasal dari banyak sumber, misalnya laba perusahaan, aksi korporasi, atau investor baru. Bukan sekedar prinsip, hasil yg menang berasal dari yg kalah. Ini hanya masalah waktu, harga akan naik kembali, bila perush menghasilkan profit dengan baik.

  130. usai says:

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Salam kenal pak Khun…

    Terimakasih atas informasi yang menurut Saya “sangat jelas” sehingga saya dan kawan2 dapat membuat keputusan final untuk tidak terlibat dalam “trading emas online” (Katanya) yang mirip sekali dengan “sistem forex online… yang mereka katakan “halal”.

    Saya membaca web anda dari awal sampai akhirnya Saya menuliskan komentar ini… Saya telah membuat kesimpulan bahwa bisnis itu juga haram…

    Dan Alhamdullillahi robbil ‘alamin Pak Khun tetap bisa sabar menahan cacian, sindiran, dan berbagai macam argumen dari para pelaku Forex online yang berupaya mengaburkan “unsur judi” di dalam forex online…

    Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, kecerdasan, wawasan, petunjuk dan keselamatan untuk Pak Khun sekeluarga…

    Billahi taufik wal hidayah
    wassalamu ‘alaikum wr. wb.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Waalaikum salam wr wb
    Salam kenal juga pak Husairi Thaha
    amien & trims atas komentarnya

  131. lombok says:

    ingin yah ikutan nimbrung akan tetapi berbicara hukum dasar2 hukumnya tidak ada, setidaknya TS berbicara dulu mengenai dasar2 hukum patwa MUI dan dasar2 hukum nasional,,,kalau ini dijelaskan bolehlah nanti kita berlanjut,,, salam saya senang anda berbicara hukum,,,,

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal Mr/Mrs Lombok Damai
    Fatwa MUI masih kurangkah??

  132. lombok says:

    saya akan masuk terus selama anda saya lihat memiliki kemampuan hukum,,, sekali lagi salam damai

  133. ubay says:

    hehehe, seru ya, ini masalah keyakinan sih, jd emang sulit berubah secara cepat. untuk om genghis saya rasa om ini belum terlalu paham masalah forex online. bisa ngga dirangkum hal2 yg membuat dia haram, biar terlihat simple n klopun mau jadi perdebatan lebih fokus, makasi :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr/ mrs Tes Tink
    Keyakinan anda judi itu ada atau nggak ya?
    Kalau ada yg seperti apa?
    makasi

  134. rahman says:

    assalamualaikum,salam kenal dari saya,
    kalau saya baca dari awal hingga ahir,saya setuju dengan anda.forex itu judi,kalau di lihat dari alurnya.namun yang saya tidak habis pikir..bisakah nilai pertukaran mata uang oleh pihak tertentu di jadikan sebuah medan/ alat baru untuk menjajah negara tertentu agar terjadi krisis moneter,sehingga peluang terjadi banyak kekacaun,harga harga barang melambung tinggi,nilai uang seakan akan sudah tidak ada nilainya ? tolong pak di jelaskan..dan bagaimana solusinya,…karena yg saya tahu,orang orang kafir..mencari jalan apapun agar kita terjebak dalam kefakiran yg ahirnya itu mendekatkan diri kita pada kekufuran,..trims

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb
    Salam kenal pak Suri Abdurrahman
    Sejauh ilmu yg saya dapati, solusinya adalah kembali memakai mata uang dinar/ dirham pak…

  135. gantika says:

    Assalamu ‘alaikum wr wb,
    Pak saya masih awam dengan trading online, boleh bertanya bagaimana dengan trading komoditi/emas online? apakah sistemnya sama dengan trading mata uang? terima kasih

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb
    Pada prinsipnya trading mata uang, emas, tanah, komputer, handphone dll bila tidak memenuhi syarat jual beli menjadi batil pak.
    Contoh; anda mengadakan akad dengan penjual handphone bahwa akan membeli HP merk XXX bila ada keluaran terbaru. Ini batil sebab harga HP belum diketahui. Padahal salah satu syarat jual beli adalah harganya jelas.
    Sama juga di trading Forex Online, anda diharuskan meng-close pada harga yang belum diketahui. Itu belum lagi bila mengalami SLIPPAGE.
    Berbeda dengan trading Offline atau money changer.

  136. bimo says:

    dicari…dicari…
    lowongan TUHAN
    yang tertarik silahkan daftar
    udah ada yang getol kampanye nih :)

    job description TUHAN :
    1. Memvonis segala sesuatu HALAL / HARAM
    2. Juga memvonis segala sesuatu HALAL / HARAM
    3. Masih memvonis segala sesuatu HALAL / HARAM
    4. Tetap memvonis segala sesuatu HALAL / HARAM
    5. Cuma memvonis segala sesuatu HALAL / HARAM

    Hasil riset LSI, jika pemiTU diadakan sekarang maka hasilnya : 100% Genghis Khun

    plok…plok…plok….plok
    :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Bimo
    Anda, bila berminat menjadi tim sukses kampanye saya, boleh menyebarluaskan artikel saya dan jangan sungkan-sungkan, sebab pecandu judi & maksiat itu ada dimana-mana. trims.. :)

  137. machfoed says:

    wih heboh nih thread..heehe
    kalo rame gini adsense nya juga rame pak khan ? hehehe…lumayan nambah belanja dengan cara halal tho…

    hmmm…
    Menurut pandangan dan analisis saya, berdasar ilmu saya yang terbatas :

    1. Dari segi matematis dan ekonomi terapan.
    Salah satu kelebihan forex tuh bisa ambil profit dalam keadaan tren pasar naik atau turun, so sangat cepat untuk menghasilkan fulus jika mampu menganalisa pergerakan harga. Modal yang dibutuhkan juga relatif kecil dibanding beli sawah terus tanam cabe.

    2. Dari segi typical SDM nya (kalo ini saya banget)
    Saya orang yang kebetulan gak suka kerja ikut orang/punya bos/punya atasan/diperintah. Bagi dia Bos itu adalah dirinya. Pantang hukumnya “ngawula” kepada sesama manusia. Hidup kok diperintah/diutus. Jadi cara terbaik ya kerja sama mesin aja. Tinggal di sebuah desa yang damai bersama keluarga, dengan akses internet untuk cari fulus. Liburan kemanapun tanpa liat kalender weekend. Ciri utama orang jenis ini biasanya paham teknologi tapi gak punya facebok, twiter, dan sebangsanya. Email aja udah cukup. So forex bisa jadi pilihan alternatif. Tapi bukan berati saya pilih forex lho! Baca lanjutnya dulu…

    3. Dari segi reiligi (ini juga saya, heehe)
    Setau saya, dan pengetahuan saya sedikit dalam hal ini.
    Halal dan haram itu jelas batasannya. Halal/Haram bukan demokrasi bilamana lebih banyak orang yang berkata halal, maka sesuatu yang haram bisa dihalalkan. Halal/Haram itu ditentukan Allah dalam Al Qur’an. Segala sesuatu itu halal kecuali yang diharamkan. Kalo misalnya ada masalah yang tidak diatur dalam Al Qur’an, seperti forex maka….(tidak saya lanjutkan, pasti jawabannya ijtihad, kembali ke hati nurani masing2, etc.). PADAHAL jelas bahwa Al Quran itu peyunjuk yang lengkap lagi jelas 6:38, 6:114, 6:115, 17:89, 18:54, 30:58,. Kalo ada yang belum bisa melihat kejelasan Al quran gimana ? Maka tugas Allah untuk menjelaskan, itu urusan manusia YBS dengan Allah. 75:17-19.

    3. Dari segi orang nekad.
    Ah sama aja, semua dosa kok. Yang jadi guru dipaksa Pak Kepala Sekolah tanda tangan laporan penggunaan uang BOS yang udah dimanipulasi. Yang jadi Lurah dipaksa manipulasi APBDes sama bupati. Yang jadi tukang parkir masih juga mungut uang parkir padahal jelas parkir gratis. Dokter juga pilih obat yang labanya paling tinggi. PNS juga curi jam pulang dan sering telat. Ustadz juga ada yang pasang tarif sekian, kurang gak mau. Yaudahlah gak usah sok suci, forex katanya dosa, ndak masalah besok di neraka banyak temannya. Nah lho kalo jaman edan, yang nggak edan nggak kebagian. Tapi se edan-edannya yang lupa, masih beruntung yang ingat Allah dan selalu waspada terhadap tipu muslihat setan.

    Nah Kesimpulan saya berdasar sudut pandang itu :
    Saya ragu dengan forex, dan kalau ragu sebaiknya cenderung tidak. Kalo Allah gak ridho bisa repot saya. Coba bayangkan, misalnya saya dapat profit sampai 10juta per bulan atau 100juta, tapi karena Allah gak ridho terus saya dikasih penyakit (impotensi misalnya) apa gak repot tuh. heheh..

    Maka pilihan saya jatuh pada SAHAM.
    Saya beli saham sebagai penyertaan modal pada perusahaan. Hasilnya deviden dan selisih harga, gak seberapa sih, dengan modal yang gak seberapa juga. hehehe..
    Tapi dalam jangka panjang (6bulan minimal) saham relatif menguntungkan. Tentunya dengan analisa fundamental yang baik. Pilih saham dalam JII biar afdol rejekinya.

    Eh tapi ada juga loh yang bilang saham itu haram. Alasannya karena saham kan diterbitkan badan usaha PT, nah katanya PT itu juga tidak syar’i. Waduh repot dah. Ini bisa jadi topik loh Pak Khan, lumayan biar rame websitenya. hehee..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Machfoed
    Trims atas komentarnya…
    1. Dari segi matematis dan ekonomi terapan.
    Setuju pak, yang penting forex, sawah atau cabe jangan diperjudikan. tul nggak?

    2. Dari segi typical SDM nya.
    Sepakat lagi pak. Yg penting waspada, jangan sampai kita dibohongi dengan mesin virtual/ manipulasi, Slippage dll..

    3. Dari segi religi. Kurang sepakat pak. Kalo saya masih mempertimbangkan fatwa Ulama jg, dalam hal ini MUI, Sebab ilmu saya tidak sebanding dengan mereka. Ini juga nantinya akan menjawab tentang SAHAM yg dibolehkan dan yg dilarang, ada dalam fatwa MUI.

    4. Dari segi orang nekad, juga tidak sepakat pak. Di sini yg dilarang adalah perilaku bukan Jenis Pekerjaannya.
    Jadi guru, Lurah, Bupati, Tukang parkir, Dokter, PNS, Ustadz, itu boleh tapi jangan ngapusi.
    Jual beli FOREX, SAWAH, Cabe dan saham itu boleh, tapi jangan diperjudikan.
    Bukan begitu pak?
    Lalu Judi itu yg seperti apa? pertanyaan inilah yg membuat sayamenulis artikel di atas.

  138. fxndeso says:

    waaah muanteb tenan penjelasanipun njenengan pak, kesimpulan bapak adalah forex=judi, salut, tambah salut lagi setelah membaca wisdom bapak di web ini, tak copas ya pak:
    FLIGHT of IDEAS…
    Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku.
    ingin urun kosakata dalam berbagai bahasa ya pak yang artinya imajinasi, ilusi dan halusinasi.
    ???? ini dalam bahasa arab.
    irudimena ini dalam bahasa basque
    verbeelding ini dalam bahasa belanda.

    ??? ini dalam bahasa mandarin.
    bapak bisa memanfaatkan google translator dah.
    ini link nya
    http://translate.google.co.id/#
    oh ya pak, kalo bisa web ini dikasi smiley dunk, biar tambah keren.
    salut buat bapak.
    NB: komeng2 aku ini gak ditampilin juga gpp, he3

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal Fxndeso,
    Kesimpulan anda salah kaprah.
    Forex ada yg dibolehkan dan ada yg dilarang. Forex Online tidak memenui syarat SPOT yg dibolehkan.
    Btw, salut jg atas komeng2nya. Trims :)

  139. MiAmour says:

    Assalamua’alaikum

    terima kasih Om atas penjelasannya
    pertama2 kita mencari kebenaran bukan pembenaran terhadap apa yang kita lakukan.. :)

    saya sangat tertarik dengan Forex, lebih tepatnya tertarik dengan Ekonomi Makro yang tertuang dalam Forex ini..
    Seperti kenapa tuh tiba2 EU jatuh? ternyata ada berita dari Yunani, n secara teknikal yang detilnya terlihat adanya pattern bearish (walah jadi jelasin forex)

    Senior2 bahkan rekan saya sudah meraup puluhan bahkan ratusan ribu Dollar dari sini (kayaknya lebih sih), menggiurkan bukan? hanya dengan mempelajari fundamental dan teknikal

    Maka saya pun menggunakan pembenaran2 bahkan sempat berargumen dengan teman saya yang tidak setuju kehalalan forex ini.
    1. Forex bisa dianalisa -> memang benar, karena Bank Central masing2 negara memiliki kebijakan2 yang bisa dipelajari
    2. Teknikalnya bisa dipelajari -> benar sekali, bahkan ada yang bisa memprediksi tepat pergerakannya bahkan waktu dan pricenya tpi ini tetap tak lebih dari spekulasi (kemungkinan)
    3. Kita bisa menggunakan MM yang bijak dan teknik hedging dan averaging yang benar -> yup, dengan ketahanan 10.000 pips gak mungkin MC

    tanpa saya sadari, bahwa secara logika ALASAN INI BENAR tapi MEKANISMEN dalam Forex Trading TIDAK WAJAR dengan adanya :
    1. Leverage (pinjaman)
    2. Jual Beli yang tidak wajar (adanya margin itu)

    Yang disampaikan Om Gengis adalah MEKANISMENYA yang tidak wajar.. jadi ya jangan lari kesana kesini, benar kata Om Gengis klo mau Trading coba menggunakan Money Changer -> walau untungnya kecil karena modal kecil plus ngga menggunakan daya ungkit (leverage)

    Tetap mempelajari Ekonomi Makro sangat mengasikkan buat saya, dan saya salut buat Trader yang beneran Trader, bukan hanya mengandalkan cros2an MA, dan mengatakan indikator ini itu telat, repaint (lucu sekali, sejak kapan indi yang berdasarkan perhitungan data mendahului datanya?)

    Katakanlah Forex itu tidak haram, kehalalannya pun masih diragukan maka kita tau apa yang harus kita lakukan :)
    Tinggalkanlah syubhat, rezeki itu dari Penguasa Dunia dan Akhirat, percaya janjiNYA, maka carilah yang membuat Tuhan tersenyum -> Mario Teguh Mode ON

    maaf bila ada salah2 kata karena saya cuma nubie biasa..

    Wassalamu’alaikum

  140. vic-tor says:

    ane cuma pengen nanya nih..gimana klo seandainya ane beli pulsa tapi ane kagak pernah ngeliat model pulsa tuh kayak gimana..apa model dagang kayak entu gak wajar juga yak..kan barangnya kagak keliatan dan kagak berwujud..

    atu lagi nih..klo ane belaja online tuh gimana juga tuh hukumnya..ane kan kagak pernah liat tuh barang aslinya cuma gambar doank..trus ane bayarnya kontan..kadang barangnya baru nyampe diane 3-4 hari…kan klo jual beli yang wajar katanya gak boleh lewat dari 2 hari..nah klo model kayak entu gimana juga yak?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak
    Sebenarnya pertanyaannya jauh dari topik, tapi akan berusaha saya jawab;
    1. Boleh, tapi sangat berisiko ditipu.
    lebih jelasnya baca di:
    http://edisicetak.solopos.com/berita.asp?kodehalaman=h65&id=113567
    http://blog.its.ac.id/syafii/2010/04/19/nahdlatul-ulama-hukum-transaksi-via-elektronik-yang-berdagang-online-dan-cari-makan-lewat-online/

    2. Jual beli wajar adalah memenuhi syarat Jual beli:
    - Ada penjual
    - Ada pembeli
    - Ada ijab kabul
    - Jelas barang dan nilainya.
    Bukan dilihat dari lamanya pengiriman barang

    Di Forex, Transaksi Close sudah dilakukan padahal nilainya belum diketahui. Trims

  141. diskusi yang cukup panjang lebar di atas om :)
    saya paham sekali sebenarnya fokus utamanya adalah saat “CLOSE”

    alhamdulillah, saya sudah cukup paham.

    Memang orang2 yang telah mendapatkan keuntungan dari sebuah usaha kebanyakan akan melahirkan pembenaran2 atas apa yang telah dilakuakannya.

    Jika kita membahas jauh lebih dalam ke akar-akarnya, sederhananya,

    1. mengapa penjajah indonesia dahulu membagi-bagi indonesia menjadi negara boneka yang dipisah-pisah (ini agar dengan mudah dihancurkan satu persatu dengan membuat adu domba dan perbedaan di wilayah2 tsb)
    2. mengapa yahudi membagi dunia ini menjadi negara2 yang berbeda (sudah jelas di point pertama)
    3. salah satu dampak dipisah-pisahnya negara di dunia, maka terjadilah hal2 baru, salah satunya perbedaan mata uang, baik bentuk maupun NILAInya
    4. forex pun lahir karena adanya perbedaan yg telah dilakukan
    5. dan apakah kita akan membantu para yahudi dengan mengadopsi sistem mereka?

    memang sekarang pun negara kita juga mengadopsi sistem yahudi, bahkan dasar negara sekalipun demikian.
    kita mungkin akan dihukum jika kita melanggar.

    namun dalam proses mendapatkan rejeki, forex hanya salah satu pilihan, baya sekali pilihan yang jauh lebih jelas yan dapat kita pilih. :)

    perdebatan diatas saya kira tidak apa2 dilakukan, WALAU HANYA DASARNYA adalah “ide” atau “pandangan” dan tidak saling olok mengolok sehingga menimbulkan dendam.

    Kebenaran hanya milik Allah, dan kita manusia akan mempertanggungjawabkan segalanya kepadanya.

    tapi masalag halal haram sungguh masalah dan pondasi yang sangat penting, ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah

    “Yaaa Rasul, mengapa do’a si fulan tidak dikabulkan, padahal dia meminta dengan besujud sampai hitam dahinya, membentangkan tangannya, sholatnya khusuk, sadakahnya luar biasa”

    Rasul menjawab

    “bagaimana doanya mau dikabulkan jika apa yang dimakannya adalah barang yang haram, cara mendapatkannya dengan cara yang haram”

    Ok, bilang saja saat ini kita masih tidak dapat memutuskan transaksi forex halal atau haram.
    Forex tetap menjadi perdebatan (meragukan)

    Sedangkan Agama mengajarkan “tinggalkanlah sesuatu yagn meragukan”

    Mengapa kita tidak melakukan usaha yang jelas2 saja, seperti junjungan Rasulullah. Disana transaksi SANGAT jelas.

    memang pada dasarnya manusia itu menyukai hal2 yang instan. dan forex memang dapat dengan cepat mendapatkan penghasilan yg memuaskan. (sebagai manusia saya pun tergiur)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Willy Merdiansyah
    Ada lagi muncul baru; Trading Emas Online.
    Ciri-cirinya mirip Forex Onlne
    Baca di: http://genghiskhun.com/trading-emas-online_cara-baru-memperjudikan-kurs-emas
    Btw, trims atas komentarnya

  142. shan says:

    Assalamu’alaikum, Salam kenal mas Khun.
    Terima kasih buat blognya. Saya sudah menyimak dari awal tak satu pun komentator yang bisa membantah argument mas Khun dengan kuat, selamat berjuang. Sungguh yang haram dan halal itu sudah jelas. Kalau ada yang abu-abu lebih baik ditinggalkan.
    Menanggapi sisi Mudharatnya mungkin ini bisa jadi pelajaran buat para pemain FOREX (copas). Silahkan disimak

    516 Triliun Dollar AS Kekuatan Perusak

    E PA / Kompas Images
    Ben Bernanke
    Jumat, 29 Februari 2008 | 00:48 WIB
    Paul B Farrel, analis pasar AS, di situs MarketWatch edisi 25 Februari memberi peringatan. Ada sekitar 516 triliun dollar AS dana-dana investasi, yang menjadi kekuatan perusak ekonomi. Persisnya ia menyebutnya sebagai toxic derivatives, transaksi di sektor keuangan yang menjadi fasilitas investasi untuk mengembangbiakkan dana-dana orang berpunya.

    Dana-dana ini begitu besar, dibandingkan dengan total produk domestik bruto (PDB) dunia yang hanya 48 triliun dollar AS. Dana-dana ini tidak lagi semata-mata dikelola dalam jenis investasi berjangka panjang. Juga tak lagi dana-dana itu dikelola dengan mengindahkan kaidah-kaidah risiko investasi. Dana-dana ini memasuki pasar, yang memberi fasilitas investasi mirip perjudian. Misalnya, banyak bursa saham di dunia yang memasang taruhan soal naik turunnya indeks saham alias bukan lagi terbatas pada naik turunnya saham sebuah perusahaan.
    Mereka terkadang bermain di composite index, indeks harga saham gabungan. Jangka waktu permainan bisa dalam hitungan detik, tak lagi menit.
    Dana-dana yang dikelola para manajer dana investasi ini memasuki pasar yang dianggap bisa ”dimainkan” untuk meraup untung besar dalam waktu cepat, lalu keluar dari pasar setelah untung. Investor-investor yang naif akan menjadi sasaran empuk.
    selama ini dana-dana tersebut bermain di kisaran saham, obligasi, dan VALUTA ASING, SEPERTI DOLLAR AS DAN MATA UANG KUAT DUNIA LAINNYA.

    Mengapa dana-dana ini oleh Farrel disebut sebagai toxic derivatives? Berbagai kantor berita terkadang memberi julukan pada investor itu sebagai bloodied investors. Alasannya, mereka bisa menaikkan atau menurunkan saham, yang menyebabkan kerugian besar bagi pihak lain, yang bahkan disebut sebagai kerugian berdarah-darah karena magnitude-nya begitu luar biasa.

    Bahkan, investor itu yang disebut bloodied itu juga bisa mandi darah. Artinya, ia bisa rugi besar dan bangkrut, seperti dekade 1990-an, yang dialami Long Term Capital Management (AS). Jika masih bisa bergerak, bloodied investor ini makin mengamuk dan menggasak seperti banteng menyeruduk (raging bull), istilah yang dipakai Phil Flynn, analis dari perusahaan Alaron Trading (Chicago, AS), di situs Forbes.

    Buktinya sudah banyak. Bank sekaliber UBS (Swiss) pun sudah berdarah-darah dengan kerugian sekitar 12 miliar dollar AS. Setidaknya sudah ada kerugian 100 miliar dollar AS yang dialami lembaga keuangan internasional.
    Konsumen dikorbankan
    Permainan belum berakhir dan gejolak belum akan berhenti. Kini taruhannya bukan lagi semata-mata para investor termakan investor. Atau istilahnya, fenomena yang akan terjadi ke depan bukan lagi para investor saling memakan.

    Hideki Amikura, manajer valuta asing dari Nomura Trust and Banking, Tokyo, mengatakan, kini investor sedang jengkel dengan dollar AS, obligasi, dan harga-harga saham, yang menjadi mainan mereka.
    Para investor kini memasuki komoditas, yang permainannya sudah disediakan pula di bursa, seperti bursa logam London (London), bursa komoditas Chicago, dan di belahan dunia lainnya.

    Bukti sudah ada. Harga minyak dan gas terus meroket. Harga gandum sudah mencapai rekor, demikian pula kedelai atau tanaman biji-bijian. Demikian pula emas telah mencapai rekor baru.
    ”Komoditas juga kini jadi safe haven,” kata Farrel. Investor ingin mengamankan investasinya dari kemerosotan dollar AS, kemerosotan harga saham dan obligasi dengan memburu komoditas.
    Taruhannya adalah konsumen. ”Harga gas yang naik telah merogoh kantong konsumen,” demikian dikatakan harian New York Times edisi Kamis (28/2).

    Konsumen di Indonesia pun sudah menjadi korban berupa kenaikan harga-harga pangan, termasuk harga tempe, yang terbuat dari kedelai.
    Bagaimana menghentikan ini semua? Guru investor obligasi dunia asal AS, Bill Gross, mengatakan, ini semua akibat leluasanya para manajer dana investasi melakukan aktivitasnya. Regulasi pasar tak ada sehingga tak membatasi aksi-aksi mereka, yang terbukti sudah melahirkan gejolak besar.
    Inilah juga yang disuarakan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) di pengujung tahun 2007. Peringatan serupa juga sudah disampaikan The Bank for International Settlements (BIS) dan juga sudah diingatkan delegasi Jerman pada pertemuan G-7 di Tokyo awal tahun ini.
    Namun, Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke dan Menkeu AS Henry Paulson menganggap sepi semua itu. ”Mereka pembohong,” kata Farrel.
    Bagaimana Indonesia? Jika tak menjaga ketahanan pangan, konsumen akan membayar harga mahal sebagaimana rakyat sudah terbebani dengan kenaikan harga BBM dan listrik yang byar pet.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr wb
    Salam kenal juga pak Sehat Siahaan
    trims atas komentarnya

  143. shan says:

    Tambahan sisi Mudharatnya, Kenyataannya memang kalau kurs rupiah lemah para investor/pemain dapat untung belipat² mereka senang, mereka bangga, mereka merasa hebat, mereka merasa punya ilmu, tetapi anda tidak sadar justru anda salah satu perusak tatanan ekonomi…buka mata hati anda, lihat sementara para petani menangis karena tak mampu membeli pangan, sadarlah..sadalah…

  144. shan says:

    Mas Khun…mohon maaf jika postingan saya diatas tidak relevan.

  145. fendi says:

    Assalamu’alaikum wr wb…

    Subhanallah…penjelasan yg luar biasa dr p’Khun
    namun itulah mereka yg blum(mudah-muadhn segera)mendapat cahaya dr Ilahi(agar penglihatan mreka jelas atas yg bathil)…tdk hanya membenarkan demi keuntungan sendiri spt firman Allah dlm surah annur…

    (47) Mereka berkata: Kami percaya kepada Allah dan Rasul dan kami pun patuh. Tetapi sehabis (pengakuan itu) sebagian me­reka berpaling. Dan orang-orang itu bukanlah sebenamya ber­iman.
    (48) Dan apabila mereka diajak kepada yang dikehendaki …Allah dan Rasul-Nya supaya diputus-kan hukum di antara mereka , tiba-tiba sebagian mereka menolak.
    (49) Tetapi kalau kebenaran itu akan menguntungkan mereka, mereka pun segera datang menyatakan tunduk.
    (50) Apakah dalam hati mereka ada , penyakit ? Apakah mereka ragu-ragu ? Ataukah mereka takut kalau-kalau hukum Allah itu akan merugikan mereka ? Demikian juga hukum Rasul ? Tidak ! Yang terang ialah bahwa mereka adalah orang-orang yang zalim aniaya.
    (51) Tidak ada jawaban lain bagi orang yang beriman, apabila mereka diajak kepada Allah dan RasulNya supaya dilakukan hukum di antara mereka, hanya: “Kami dengarkan ajaran itu dan kami patuhi . ” ltulah orang-orang yang menang.
    (52) Orang-0rang yang taat kepada Allah dan RasulNya, disertai takut kepada Allah dan takwa kepadaNya, itulah orang-orang yang akan beroleh kejayaan.
    (53) Mereka pun bersumpah “Demi Allah” dengan sungguh-sungguh, jika engkau perintahkan mereka keluar, bahwa mereka itu sungguh-sungguh akan keluar. “Katakan olehmu, tak usahlah bersumpah. Laksanakan saja perintah itu , itulah yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan Allah Maha Tahu apa jua pun yang kamu kerjakan.
    (54) Katakanlah: Turutilah olehmu perintah Allah dan turutilah perintah Rasul. Tetapi jika kamu masih berpaling juga, namun Rasul hanyalah semata-mata melaksanaklan tugas yang di bebankan kepadanya, dan kewajiban kamu pun adalah melaksanakan pula tugas yang dipikulkan kepada kamu. Tetapi jika kamu patuhi dia, niscaya kamu akan mendapat petunjuk. Dan kewajiban Rasul tiada lain hanyalah semata-mata menyampaikan dengan sejelas-jelasnya.

    informasi ini harus segera disebarluaskan mengingat smakin maraknya forex online ini yg jg sdh berkembang mnjadi “MLM”(speedl***)
    smoga Allah slalu melindungi kita dan keluarga amin…
    terjaga dr hal yg menjerumuskan kpd yg bathil

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal juga pak Zulham Efendi
    Amiin atas doanya.
    Artikel ini boleh disebar luaskan. Silahkan
    trims

  146. zaqi says:

    Assalamu’alaikum.

    Alhamdulillah, pencerahan yang luar biasa saya dapatkan disini. Sebetulnya mudah untuk memahami dan mencernanya, bahkan untuk saya yang miskin ilmu agama maupun ilmu ekonomi. Hanya saja mungkin uang sudah membutakan banyak saudara kita, sehingga yang dicari adalah PEMBENARAN, bukan KEBENARAN.

    Sedikit sumbang pikiran buat rekan2 lain (boleh ya Pak), soal kurs-inflasi itu kan memang sumber masalahnya ada di peredaran uang yang tidak diimbangi dengan cadangan emas (gara2 IMF juga nih kalo pada belum tau). Sekarang saya juga mulai menabung dinar kok Pak, he he.

    Soal dua aqad dalam satu waktu itu mungkin banyak yang belum paham hukumnya (termasuk saya, he he).

    Mohon koreksi kalo keliru Pak.
    Sekali lagi, TETAP SEMANGAT Mr Khun.

    Wassalam.

  147. ren789 says:

    Salam kenal buat semua,

    Sedikit ikut sumbang solusi.

    saya serdiri kurang paham dengan kata JUDI, bila ditafsirkan ma’nanya bisa meluas menyangkut banyak hal, dan tidak akan pernah selesai.
    sedikit pandangan saya tentang kata judi dalam forum forex sbb.

    1.Forex adalah perdangan mata uang, sama saja dg kita jual Jagung beli Rupiah akan aman bila saya menguasai pasar, bila saya tidak menguasai pasar dan baru coba2 jualan saya mungkin bisa rugi dan bila saya lakukan dalam partai besar saya bisa bangkrut.

    2.yg tidak boleh adalah pekerjaan ini dilakukan oleh orang yg belum siap trader. (sudah ribuan kali diperingatkan oleh senior2 kita di forum forex untuk berlatih dulu sebelum jadi trader).

    3.jadi pandangan yang HARAM(yg bahasa indonesianya TIDAK BOLEH)dalam forex atau dalam hal ini mungkin yg dimaksud JUDI adalah lebih bersifat individu bukan aturan yg berlaku untuk umum (melanggar keyakinan secara pribadi).

    Contoh :
    Negara tetangga kita yg pegang syari’ah agama, negaranya ikut berjaya karena sebagian besar masyarakatnya mengenal forex, sehingga untuk tenaga kasar mereka berani bayar mahal tki dari indonesia

    mari kita bangun solusi bersama.

    Trimakasih/ren789.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. Ren 789
    Sederhana sekali pak,
    1. Forex adalah perdagangan mata uang. Saya sepakat.
    Cara berdagangnya ada 4 model. Tidak semuanya halal, hanya 1 yang dihalalkan oleh MUI.
    Ternyata forex Online tidak memenuhi syarat halal.
    jadi kesimpulannya, mari kita cari cara berdagang Forex yg halal.
    sepakat ndak??

    2.Sudah siap trader atau belum siap, yg penting berdagang sesuai dng yg dihalalkan oleh MUI. sepakat ndak?

    3. JUDI menurut anda sbg individu yg seperti apa ya?

    Contoh:
    Negara syariah tentu menganjurkan Forex yg syariah. Sepakat ndak?

  148. vandi says:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Tingkat pengetahuan dan pemahaman tiap orang berbeda..
    Yang penting katakan benar kalau itu benar dana katakan salah kalau itu salah..
    Kalau saya sebagai orang yang baru tau forex,merasa aneh dan ganjil..Masak dalam beberapa hari bisa nambah sendiri saldonya TANPA usaha apapun..ga beda sama JUDI kalo kayak gitu..

    Jazakallahu fikum..

    Wassalam.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr wb
    Sepakat pak…

  149. halal says:

    Fatwa MUI Tentang Forex
    Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam. Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.
    Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.

    TRANSAKSI VALAS dalam HUKUM ISLAM

    1. Ada Ijab-Qobul: —> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima • Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai. • Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan. • Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakan-tindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)

    2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu: • Suci barangnya (bukan najis) • Dapat dimanfaatkan • Dapat diserahterimakan • Jelas barang dan harganya • Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya • Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan. Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama.

    “Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan”. (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud)

    Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah:

    Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya”.

    Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual.

    Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam:

    Kesulitan itu menarik kemudahan. Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.

    JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM

    Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya. Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.

    Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77)

    FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS

    Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia no: 28/DSN-MUI/III/2002, tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf).

    MENIMBANG :

    a. Bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.

    b. Bahwa dalam ‘urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandang ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan bentuk lain.

    c. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman.

    MENGINGAT :

    ” Firman Allah, QS. Al-Baqarah[2]:275: “…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”

    ” Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa’id al-Khudri:Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)’ (HR. al-baihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).

    ” Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”.

    ” Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s.a.w bersabda: “(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai.”..

    ” Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri, Nabi s.a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai.

    ” Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara’ bin ‘Azib dan Zaid bin Arqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).

    ” Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf: “Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.”

    ” Ijma. Ulama sepakat (ijma’) bahwa akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu.

    MEMPERHATIKAN:

    1. Surat dari pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS/2/878

    2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari’ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H/ 28 Maret 2002.

    MEMUTUSKAN

    Dewan Syari’ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).

    Pertama : Ketentuan Umum

    Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

    a. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).

    b. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).

    c. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).

    d. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

    Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing

    a. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

    b. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2×24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

    c. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

    d. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

    Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

    Ditetapkan di : Jakarta

    Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M

    DEWAN SYARI’AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA

    =================================================
    Genghis Khun:
    Sepakat dng Fatwa tsb, point2 yg penting sbb:
    - (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam.
    - Ada 4 jenis transaksi Valuta Asing, yang halal hanya 1 yaitu yang SPOT, 3 lainnya haram.

    Ternyata FOREX ONLINE tidak memenuhi syarat spot yang dihalalkan.
    Trims

  150. kojek says:

    maaf saya sendri bru coba main forex selama 3 bulan..
    sebenernya saya juga masih bingung mengenai halal haramnya forex…setelah saya baca baca komentar dan jawaban sdr gengis tapi itu belum cukup buat meyakinkan saya \
    saya ada sedikit gambaran yang munkin intinya minta pendapat dri rekan G.Khun…

    Gambaran ke 1.

    krna ini sifatnya pedagang bukan konsumen jadi di tuntut intinya buat berbisnis
    pedagang = beli barang kemudian dijual dengan harga yang udah di tetapkan(harga jual)
    (tapi kadang pedagang suka berspekulasi dengan menaikan harga jual dengan asumsi siapa tau ada yang beli biasanya pas awal mula jualan…kalo di akhir mau pulang sih kadang suka di murahin)
    forex = open posisi harga kemudian menjual di harga yang udah di prediksikan
    ( kalo di forex ga ada penetapan harga jual yang ada cuma target kita menjual di harga berapa)

    gambaran ke 2
    1. saya open posisi di harga 1500 dengan TP 1530 dan SL 1490..ke esokan harinya pas saya cek ternyata harga sampe juga di 1530 wah berarti saya dapet untung nih…untuk kelanjutannya terserah saya mau trading atau ga..( artinya saya ga berdagang dan uang ga bakalan ilang)
    mengenai MC selagi kita pake SL ( stop loss) kayaknya jauh deh dari MC…

    2.saya beli mata uang $ misalnya 100$ seharga 1 juta karena harga $ saat itu lagi mudah..dengan asumsi keesokan harinya bisa medapat keuntungan…pas kesokan harinya ternyata harga turun karena ga mau rugi banyak ya dijual saja dan hasil penukaran berjumlah 100 engan jumlah uang 950 ribu…tapi orangnya krna dia pedagang ga merasa rugi krna dia berpikir mungkin kalo kedepan bisa untung…

    dari 2 gambaran itu saya pengen pendapatnya gan…biar jelas soalnya jujur saha saya sendiri masih bingun tentang halal haramnya forex

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal Mr/ mrs. Kojekmail
    Gambaran ke 1.
    Bisnis pedagang saya sepakat= beli barang kemudian dijual dengan harga yang udah di tetapkan(harga jual).
    - Ada barang hasil kulakan
    - Harga jual sudah ditetapkan sebelum mengadakan ikatan dng Pembeli.

    Beda dengan Forex Online:
    “seolah-olah” beli barang kemudian dijual dengan harga yang belum ditentukan.
    => Open posisi harga, kemudian ikatan jual dengan pembeli. Harga jual belum ditentukan, atau ditentukan di dua nilai; TP dan SL/ Margin Call.
    - Tidak Ada barang hasil kulakan
    - Ikatan dengan pembeli Sudah ditentukan padahal harga jual belum ditentukan.

    Perbedaan mencolok ini menyebabkan Forex Online tidak bs disamakan dng Bisnis Pedagang, tapi hanyalah ‘perjudian dengan medium Kurs antar mata uang’. bandingkan jika bisnis tsb via Money Changer.
    semoga bs dimengerti..

    Gambaran ke 2
    Gambaran ke-2 menjadi halal bila dilakukan di transaksi SPOT, seperti via Money Changer. Masalahnya Forex Online tidak memenuhi syrat spot

    1. open posisi di harga 1500, lalu withdraw duitnya.
    - Ke esokan harinya harga di 1530, mau jual silahkan, ndak jual juga tidak apa-apa mungkin duitnya mau buat ke eropa.
    Diforex online, duit tidak bs withdraw dan pemain dipaksa jual.

    2.Beli 100$ seharga 1 juta, lalu withdraw. Kesokan harinya ternyata harga turun ya jangan dijual. Tabung dulu :)
    Diforex online, duit tidak bs withdraw utk ditabung. pemain dipaksa jual.
    Bila kurang jelas saya dengan senang hati akan menjelaskan lebih lanjut…

  151. umarfaisol says:

    sukron atas penjelasannya yang panjang lebar.

  152. Fikkry says:

    Assalamualaikum wr wb
    Salam kenal, Mas Genghis Khun.

    Setelah membaca komentar2 d atas seru sekali pembahasan tentang Forex Online Trading (FOT) ini. Saya hanya ingin bertanya saja. Karena saya muslim, mengutip dari Mas Khun:

    Bagi yang muslim, definisinya sebagai berikut:
    Judi (Maisir/Qimar). Menurut Ibrahim Anis dkk dalam Al-Mu’jam Al-Wasith hal. 758:
    “Judi adalah setiap permainan (la’b[un]) yang mengandung taruhan dari kedua pihak (muraahanah)”.

    Menurut Al-Jurjani dalam kitabnya At-Ta’rifat hal. 179:
    “Judi adalah setiap permainan yang di dalamnya disyaratkan adanya sesuatu (berupa materi) yang diambil dari pihak yang kalah kepada pihak yang menang”.

    Menurut Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam kitab tafsirnya Rawa’i’ Al-Bayan fi Tafsir Ayat Al-Ahkam (I/279);
    “Judi adalah setiap permainan yang menimbulkan keuntungan (ribh) bagi satu pihak dan kerugian (khasarah) bagi pihak lainnya”.

    Yusuf Al-Qardhawi (1990:417) dalam Halal dan Haram dalam Islam mengatakan;
    “Judi adalah setiap permainan yang mengandung untung atau rugi bagi pelakunya”.

    Yang ingin saya tanyakan bukankah dari definisi ahli2 Islam disebutkan kata “permainan”, sedangkan setahu saya dalam FOT itu berdasarkan hasil kegiatan ekonomi (ekspor-impor, perbankan dll) dan bukan permainan seperti judi Bola, Roulette, Togel atau permainan2 ketangkasan yang lain seperti di Las Vegas. Itu dulu saja yang ingin saya tanyakan. Mohon pencerahannya. Terima kasih.

    Wassalamualaikum wr wb

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
    Salam kenal juga mr/mrs Pikipalma

    Definisi tsb sangat jelas bahwa “Judi adalah setiap permainan yang..”, tidak membahas MEDIUM yg dijadikan ajang perjudian.
    Sedangkan Medium yg bisa dijadikan ajang perjudian banyak macamnya, bisa berupa olah raga, harga panen, sembako dll.
    Fatwa MUI ttg Forex ada Forex yg halal dan ada juga yg haram.
    FOT sendiri jelas hanya suatu permainan, bukan suatu aktifitas jual beli sebenarnya, buktinya hasil open tidak bs withdraw dan ada pemaksaan untuk Close.
    Jadi kalau ada yg bilang bahwa FOT bisa untuk kegiatan ekspor-impor, itu merupakan kebohongan.

    Semoga bisa dimengerti trims

  153. mustfhid says:

    Mohon penjelasan Pak G.Khun untuk website berikut:

    http://www.tadawulfx.com/public/trading-accounts/islamic-forex-account.html

    Makasi..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Mustfid

    Masalah tsb sudah saya bahas di:
    http://genghiskhun.com/forex-dengan-money-changer-antara-spekulasi-judi-dan-bukan-judi#comment-4064
    silahkan meluncur

  154. Fikkry says:

    Sebelumnya terima kasih penjelasannya, Mas Genghis Kun.

    Kalau saya boleh menyimpulkan berarti selama ini yang Bung Genghis Kun pertanyakan adalah soal “Alur” ya. Jika leveragenya 1:1 dan swap free/bebas bunga tidak ada yang perlu dipertanyakan bukan?

    Salam sukses…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Fikkry,
    maaf kesimpulan anda kurang tepat. Saya kutip tulisan paling akhir artikel di atas:
    “Forex Online, yang memiliki 2 ijab kabul:
    Pada waktu Open tidak bisa dipungkiri memang SPOT karena nilai tukar jelas dan terfiksasi, tidak mungkin tjd SLIPPAGE. Namun sayangnya disertai kesepakatan untuk Close yang jelas bukan spot, karena ijab kabul dilakukan lebih dulu untuk nilai tukar yang belum jelas.
    Fakta paling menyolok adalah pada waktu Open tidak mungkin terjadi slippage, namun waktu close BISA Terjadi! dan transaksi tidak bisa batal.
    Jadi Forex Online, terbukti bukanlah jenis transaksi SPOT.
    Dengan demikian, syarat dan ketentuan halalnya Forex Online tidak terpenuhi. ”

    Jadi kesimpulannya sangat…sangat sederhana;
    Meskipun memakai leverage 1:1, swap free, baik online maupun offline (Money Changer), gunakan 1 ijab kabul yg sesuai jenis transaksi SPOT.
    Open terpisah=> lalu duit withdraw.
    Close terpisah kalau mau diclose.
    Salam sukses juga

  155. Fikkry says:

    Assalamualaikum wr wb

    Coba perdagangan komoditas syariah saja teman-teman. Sudah ada fatwa MUI yang mengatur tentang hal tersebut. Hati lebih tenang dan insya Allah halal dan thoyyib.

    Sumber:
    http://republika.co.id:8080/koran/0/140853/Komoditas_Syariah_Cerah

    Bisa dicari juga sumber-sumber lain yang terkait dengan berita tersebut. Monggo.

    Wassalamualaikum wr wb

  156. vandi says:

    Pak Khun,
    Kalo Speedline itu hukumnya apa?
    Tolong beri penjelasan..
    Terima kasih

    =================================================
    Genghis Khun:
    Tentang hukum silahkan minta fatwa ke MUI, bukan ke saya…
    Tentang Forex dan Emas sepertinya sudah sangat jelas.
    Satu lagi, waspadai penipuan…
    trims

  157. Bagas says:

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    sedikit coolingdown niich,,,
    (boleh dibilang intermeso)
    Bijaksanalah kita dlm menyikapi suatu perkara. ingatkah kisah jaman shahabat, bhwa dikisahkan ada seorang pelacur yg akan masuk surga gara2 menolong anjing yg hampir mati karena kehausan?, juga seorang pembunuh 100 orang yg akan masuk surga karena niatnya taubat sebenarnya & mati dg jarak lebih dekat dg mesjid drpd rumahnya?

    Pro Kontra FOREX, inilah romantika kehidupan di muka bumi di era Teknologi Canggih. Jadi : JANGANLAH KITA MEMVONIS HALAL / HARAM KEGIATAN FOREX ONLINE jika tdk paham dasarnya. Hanya 1 Alasan saya menulis ini : DOSA BESAR YG TIDAK TERAMPUNI YAITU SYIRIK, juga Maraknya ZINA/PERGAULAN BEBAS. Selama kita tidak SYIRIK kpd YANG MAHA ESA, para TRADER tidak perlu TAKUT jadi Penghuni Neraka selamanya, sesuai Janji Alloh kpd HambaNYA yg Teguh berpegang dengan Tauhidnya : LAILLAHAILLALLOH.
    hehee :-)

    wassalamu’alaikum wr.wb.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr wb
    Salam kenal mr. Bagas Pratomo
    Boleh tahu bagaimana prinsip anda untuk mengetahuisesuatu itu Judi atau bukan? trims
    Intermezo: Dijawab gak punya prinsip juga boleh kok…silahkan :)

  158. May says:

    Wassalamualaikum wr wb

    Salam kenal, Mas Bagas :)
    Saya tergelitik ingin memberikan jawaban atas opini Mas Bagas di atas. Ini saya ada artikel dari BAPPEBTI:
    http://www.bappebti.go.id/?pg=edukasi_artikel_detail&edukasi_artikel_id=25

    Di artikel tersebut disebutkan bahwa pada tahun 1997 akibat spekulasi valas yang dilakukan para spekulan, termasuk George Soros, negeri kita tercinta ini mengalami krisis ekonomi. Ratusan juta orang menderita akibat krisis tersebut. Bahkan sampai sekarang masih terasa efeknya dengan utang negeri ini yang jumlahnya sangat besar. Sampai2 bayi yang baru lahir saja sudah punya utang. Nah, saya yakin Mas Bagas sudah paham bagaimana hukumnya menyengsarakan banyak orang bukan?

    Semoga ini menjadi bahan renungan Mas Bagas tentang Forex Trading. Apakah lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya?

    Terima kasih.

  159. Angga says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
    Salam kenal Sdr. Genghis Khan

    Menurut saya Forex Online Trader (FOT) sudah memenuhi kriteria SPOT,sudah sangat jelas dikatakan bahwa :

    ” Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari (?????? ??? ????? ??????) dan merupakan transaksi internasional”.

    alhamdulillah, selama transaksi penyelesaian saya selalu close kurang dari 2 hari…

    menurut anda FOT pada saat close bisa terjadi slippage sehingga tidak memenuhi kriteria transaksi SPOT karena nilai tukar yang belum jelas. menurut saya pada saat kita close nilai tukarnya sangat jelas karena kita sendiri yang menyaksikan nilainya sebelum diclose, memang pada saat close bisa terjadi slippage, ini dikarenakan pergerakan nilai mata uang yang cepat setiap detiknya. dan slippage tidak selamanya dibawah dari target yang kita close saya sering mendapatkan slippage diatas dari posisi yang saya close.

    misalnya :
    pada saat saya profit 10 point kemudian saya close lalu terjadi slippage menjadi 8 point atau 12 poin. berarti bisa minus atau plus pada posisi close.

    yang jelas bisa terjadi slippage dan bisa tidak terjadi, tergantung pergerakan nilai mata uang pada saat itu. kalaupun terjadi posisinya juga ngga jauh2 amat dari posisi yang kita close tadi.
    slippage terjadi karena keterbatasan software yang tidak dapat menyajikan pergerakan nilai mata uang setiap detiknya. ini yang harus kita pahami sehingga kita tidak langsung memvonis bahwa FOT adalah penipuan dan mengatakan itu haram.

    kalau ngga mau slippage kita tentukan saja exit target berapa. kan gampang…!!!

    menurut saya judi adalah mempertaruhkan uang atau sesuatu yang memiliki nilai jual untuk memperoleh keuntungan yang berlipat ganda dari nilai yang dipertaruhkan dan resiko ruginya lebih besar dibandingkan dengan keuntungannya.

    FOT menurut saya memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungannya lebih besar dan resiko untuk rugi adalah sedikit.
    karena kita dapat menerapkan strategi dengan melihat pergerakan grafik nilai mata uang untuk menentukan jual atau beli.

    yang jelas bukan hanya judi saja yang haram, proses jual beli atau tindakan apa saja yang tidak didasari oleh kejujuran untuk mendapatkan keuntungan sehingga ada korban didalam ketidakjujuran itu adalah haram.

    FOT halal haramnya tergantung kita sendiri yang menjalankannya. gak bisa langsung dibilang haram.

    sekian dulu, terima kasih.

    wassalam.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
    Salam kenal Pak Angga
    1. Apa benar FOT sdh memenuhi kriteria SPOT??
    Kutipan paragraf terakhir:
    “Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya …..kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya:…= Rp 55.000.000,- … yang harus diserahkan paling lambat tanggal 24 Desember 2004 (2 x 24 jam atau t +2).”

    => Dalam FOT, Open; misalnya US$1 = Rp 5.500. Lalu Duit ini Kapan cairnya?
    Ternyata TIDAK PERNAH cair (mari jujur)
    Apakah bisa cair spontan dalam jangka waktu dua hari sesudah open? TETAP TIDAK BISA. Karena pelaku sudah dipaksa untuk aktifitas kedua, yaitu CLOSE.
    Bolehkah TIDAK Close? TIDAK BOLEH, karena sdh mjd kesepakatan awal.
    CLOSE diharga berapa? nanti dulu, HARGA MENYUSUL :) .
    Okelah “close kurang dari 2 hari…”misalnya diharga US$1 = Rp 6.000, tapi pertanyaan saya adalah duit open kapan cairnya?
    jawabannya adalah DUIT OPEN TIDAK PERNAH BISA CAIR. Ketidakwajaran pertama.

    2. “memang pada saat close bisa terjadi slippage, ini dikarenakan pergerakan nilai mata uang yang cepat setiap detiknya”
    Lalu kenapa waktu Open tIDAK Mungkin terjadi SLIPPAGE? silahkan dijelaskan… :)
    Btw, kasus slippage membuktikan bahwa jual beli ini sudah cacat. Ketidakwajaran kedua.

    3. “kalau ngga mau slippage kita tentukan saja exit target berapa. kan gampang…!!!”
    Apa bisa tentukan exit target hanya 1 nilai?? TIDAK BISA, harus 2 (DUA) nilai, yaitu TP dan SL.
    lalu pastinya di harga berapa? nanti dulu, KEPASTIAN HARGA MENYUSUL :)
    Terlihat jual beli tidak wajar karena transaksi dilakukan tanpa kepastian harga. Ketidakwajaran ketiga.

    4. Sepakat bahwa “judi adalah mempertaruhkan uang”.
    Dalam FOT, dimana hasil open tidak bisa cair-kemudian harus di close, terlihat bahwa pelaku tidak benar2 membutuhkan barang yang diperjual belikan.
    - Hasil Open tidak pernah bisa cair.
    - Keharusan untuk Close pada nilai/ harga yang belum diketahui
    Dari ketidakwajaran yang ada, Dapat disimpulkan bahwa syarat jual beli TIDAK TERPENUHI.
    Bisa dikatakan bahwa fungsi Open hanya sebagai jalan masuk menuju pertaruhan dengan hasil menang/ kalah.

    Contoh SPOT paling gampang adalah Money Changer, namun anehnya saya tidak menemukan Money Changer Online.

    5. Sepakat bahwa “proses jual beli atau tindakan apa saja yang tidak didasari oleh kejujuran untuk mendapatkan keuntungan sehingga ada korban didalam ketidakjujuran itu adalah haram”
    Untuk kasus FOT, selain tidak memenuhi syarat jual beli, juga membuka celah adanya penipuan, misalnya slippage buatan.
    Btw, Trims atas komentarnya

  160. firdaus says:

    assalamualaikum wr. wb
    saya masih awam. mohon pencerahannya aja. knp forex jadi polemik tapi trading saham ga? menurut saya baik dari alur perdagangan dan soal untung rugi nyaris serupa.
    semoga dalam diskusi ini menjadi pijakan saya nentukan agar terlihat hukum forex agar tidak samar2. klo masih samar2 kita pelajari bersama
    wassalam

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
    Salam kenal Pak Firdaus,
    Sebenarnya tidak ada polemik.
    Kalau anda perhatikan baik-baik, argumentasi para pecandu forex dibangun di atas ketidak jujuran, jadi tidak bisa disebut perbedaan pendapat, tapi lebih tepat membohongi publik.
    Trims

  161. joko says:

    saya di sini cuma ingin memberi opini saja. dari komentar2 di atas terjadi kerancuan. forex trading, gold trading, dan indeks saham seperti yang ada di perusahaan pialang itu masuknya ke kategori SPA (Sistem Perdagangan Alternatif), jadi tentu saja mekanismenya beda dengan perdagangan komoditas yang ada fisik barangnya.

    jikalau SPA dibandingkan dengan perdagangan komoditas ya nggak akan nyambung, wong yang satu gak kelihatan barangnya sedangkan yang satu jelas kelihatan barangnya. ini sama aja dengan membandingkan pengobatan ke dokter dengan pengobatan alternatif (ke kyai atau bahkan dukun). dokter gak akan percaya dengan ilmu santet karena tidak kasat mata ada wujudnya, sebaliknya dengan kyai atau dukun.

    satu hal lagi, SPA itu adalah produk kapitalis, jadi kalau mau disyariahkan ya susah. itu sama saja dengan Nasakom jaman Pak Karno dulu. mana bisa orang komunis digabung ama orang beragama???

    maaf jikalau ada yang salah dari saya dan tidak berkenan. terima kasih.

  162. awo says:

    Assalamualaikum..Salut buat Pak Khun. Saya baru saja mencoba forex online dan mencoba virtual. Dan selama saya mencoba saya merasa memang ada yang tidak sreg dengan forex online ini. Saya mencoba cari-cari dasar hukumnya untuk mengetahui apakah forex online ini halal atau haram. Alhamdulillah saya menemukan tulisan ini dan sebenarnya tulisan ini sangat gamblang dan mendasar mengenai kenapa Forex online ini JUDI.Mau dipelintir bagaimanapun kalo dasarnya sudah JUDI ya tetep JUDI. Thanks buat Pak Khun. Ditunggu tulisan selanjutnya. Semoga Allah Selalu melindungi Pak Khun dan keluarganya.Amin.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb.
    Amiin. trims atas doanya…

  163. acong abdulah says:

    ass.. pak khun dan yang lainnya saya baca dari atas komentarnya berbobot semua, mohon ikut masuk walaupun saya sendiri bukan orang yang memiliki wawasan luas dan cara berpikir seperti di atas:)

    saya baru mau terjun di forex pak khun, tapi bingung kenapa masih banyak orang termasuk yang taat beribadah serta instansi baik swasta maupun pemerintah menghalalkan forex? serta dunia internet seperti kaskus forum kebanggaan indonesia juga menyertakan tempat khusus membahas forex? kebetulan saya juga sebagai publisher adsense bingung raja internet seperti google menghalalkan forex sedangkan pada term adsense sudah jelas dilarang membuat web berisikan artikel tentang judi

    forex bagi saya ajang judi yang sangat2 besar di dunia ini termasuk di indonesia, tapi saya tetap merasa aneh macam MUI dan FPI tidak pernah memboikot tapi semakin lama pihak yang membuat ajang trading ini semakin marak

    betapa bahagianya setan dan jin yang sudah berhasil membuat saudara2 kita (terutama muslim) yang sudah terjun di forex bahkan menghasilkan uang yang berlimpah dari forex, yang saya ketahui uang seperti itu akan menjadi penyakit jika kita belikan untuk makanan, apa lagi sebagai sarana sholat

    saya mohon pencerahan dan penjelasan dari pak khun, trims

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wass..
    Salam kenal Pak Acong Abdullah..
    Masalah hukum agama tentu saja harus merujuk ke ulama-ulama dalam hal ini MUI, bukan ke Kaskus, Google maupun blog saya. :)
    Blog saya cuma berusaha memahami fatwa MUI tsb.
    Menurut MUI, Jenis transaksi Forex ada 4 macam (yang halal cuma 1 dan sisanya haram pak). Jangan digeneralisir halal semua atau haram semua.

    Untuk memahami mana yang dihalalkan, maka kita harus benar-benar mempelajari jenis transaksi SPOT. diluar jenis itu pantas untuk dipertanyakan.
    Demikian semoga bisa dimengerti…

  164. piki says:

    assalamualaikum

    tentang forex trading ini akan selalu pro dan kontra. kalau menurut saya:
    1. Bedanya antara forex trading dengan judi adalah bahwa forex trading bisa dianalisis (analisis teknikal dan fundamental). lalu ada yang menyanggah, “terus kalau maen judi pakai analisis gak judi dong?”. mari ditelaah dulu pelan2. katakanlah kita melakukan permainan pake dadu (dan tentu saja pake duit juga :D), permainan tersebut jelas judi karena hanya “game of chance”. sekeras apapun analisis kita, yang ada hanyalah analisis probabilitas/peluang. peluang keluar angka 1 s/d 6 masing2 cuma 1/6 x 100% = 16,67%. sekeras apapun usaha kita mengocok2, mata dadu yang keluar peluangnya ya tetap segitu2 aja. betul betul betul???

    2. Alasan kedua inilah yang menurut saya lebih kuat, yaitu bahwa di dalam Islam, mata uang bukanlah komoditas yang bisa seenaknya diperjualbelikan. apalagi jika digunakan untuk spekulasi. ada yang bertanya, “terus kalau tanah, rumah dll kok boleh buat spekulasi?” atau “tukang mie ayam yang menjual dagangannya muter2 komplek gak pake analisis (spekulasi) itu judi dong?”.
    begini, kalau spekulasi tanah, rumah dll itu dibolehkan karena barang2 tersebut dikategorikan sebagai komoditas dan jelas bukan mata uang. hal itu juga berlaku untuk tukang mie ayam. harap dicatat bahwa krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia tahun 1997 itu akibat ulah spekulan valas/forex. banyak rakyat yang menderita karena ulah para spekulan tersebut.
    btw kalau spekulasi emas itu dilarang menurut saya untuk menghindari kenaikan harga yang tidak wajar/bubble price. gak usah pake spekulasi aja tren emas bakalan naek kok. hehehe…

    begitulah pendapat saya soal forex trading. terima kasih. CMIIW.

    wassalamualaikum

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr.wb.
    1. Bagaimana penjelasan tentang judi Sepak Bola?
    Permainan ini bisa dianalisis. Peluang hanya 2 pilihan: Kesebelasan TP atau SL. Dalam Forex, peluangnya juga TP (Take Profit) atau SL (Stop Loss). Sama.

    2. Saya pernah menulis bahwa Judi adalah spekulasi, tapi spekulasi belum tentu judi.
    Judi harus memenuhi syarat Jual Beli; ada penjual, pembeli dan barang yang diperjual belikan. sedangkan spekulasi tidak perlu aktifitas jual beli.

  165. piki says:

    Saya mencoba menjawab pertanyaan mas khun di atas:

    1. mas khun pernah melihat judi sepakbola di sebuah tabloid olahraga di indonesia? di situ ada namanya probabilitas/peluang juga, seperti game of chance yang saya sebut di atas. Contoh:
    Pertandingan antara Man.Utd – Arsenal di Old Trafford.
    Bet Brain : 1(1,46) X(4,18) 2(7,07)
    Soccerstats : 1(64%) X(23%) 2(14%)
    bukankah sama seperti yang saya sebut di atas? persentase peluangnya ya segitu2 aja. biarpun pake analisis, tetap peluangnya tidak berubah. MU menang 64%, seri 23%, Arsenal menang 14%.

    Kalo masalah TP ato SL itu mah aturan universal, mas khun. mau dagang apapun, kalo gak rugi ya pasti untung. plus satu lagi, impas.

    2. sepakat…

    mohon dikoreksi bila salah. terima kasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    “Beda forex trading dengan judi adalah bahwa forex trading bisa dianalisis” sudah terbantah, karena ternyata judi bola juga pakai analisis.
    Atau maksud anda: “forex trading bisa dianalisis dg peluang yg berubah-ubah” Mohon diperjelas lg, krn dlm forex peluang TP:SL ya tetap 50:50 %. Sedangkan tiap pertandingan, beda kesebelasan peluangnya jg ikut berubah.

    Saya perbaiki kalimat selanjutnya, “Kalo masalah TP ato SL itu mah aturan universal. mau dagang apapun ATAU JUDI APAPUN, kalo gak rugi ya pasti untung.” Artinya baik judi maupun dagang tetap bs TP dan SL. Lalu bedanya dimana?

  166. piki says:

    1. mengenai analisis di sini maknanya bisa bermacam2, mas khun. maksud saya adalah kalau judi itu cuma game of chance, sedangkan forex trading tidak cuma game of chance. itu maksud saya. maaf jika alasan saya ini tidak tepat.

    2. mengenai untung, rugi, dan impas bukankah memang itu aturan universal, mas khun? tetapi benar opini saya tersebut bisa ditafsirkan salah oleh orang2 menjadi pembefnaran forex trading.

    tujuan saya sebenarnya adalah sama dengan mas khun dalam memandang forex trading yaitu TIDAK MEMBOLEHKAN. cuma tiap orang punya alasannya sendiri mengapa tidak boleh kan? terima kasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Sepakat pak, judi bola itu game of chance yg dilakukan dengan analisis. :)
    2. Sepakat juga pak, fatwa MUI yang sangat jelas saja bisa dipelintir kesana kemari. Bahkan ada yg menggeneralisir bhw forex itu BOLEH, padahal sebenarnya jenis transaksi forex yg boleh hanya 1, sedangkan 3 sisanya haram.

  167. iwan says:

    sy rasa forex trading tdklah haram, krn murni perdaganagn pairs mata uang, lalu yg diperdagangkan adalah mata uang negara yg sdh maju, mana ada pairs indonesia-dollar, tdk ada khan..krn hanya negara yg mapan yg diperdagangkan mata uangnya..akad jaul beli jelas ada pembeli dan ada penjual lalu ada bukti transaksi. open posisi seperti BUY, berarti anda memutuskan membeli mata uang dg berbagai macam analisa pasar, yg namanya dagang unjung2nga mau untung bukan? jadi setelah anda merasa ada keuntungangan dg mata uang tersebut, maka anda memtuskan untuk menjual mata uang yg anda beli tadi, ya tentu saja dengan cara close…kesepakatan harga antara penjual dan pembeli pada saat anda open posisi (itu adalah bukti transaksi)…sy kira istilah spekulasi itu berlaku pada org yg melakukan transaksi tanpa disertai pengetahuan tentang berdagang valas (forex), hanya peruntungan mangadu nasib tp pada forex tdk, krn apabila anda memiliki pengetahuan yg cukup lalu terjun kedunia ini, maka anda akan profit (ini namanya berdagang cerdas)bukan spekulan..ada nggak org yg dirugikan kalo seperti ini? mata uang siapa yg dirugikan? (mata uang negara maju?..lagi pula dalam forex keputusan untuk membeli dan menjual tergantung pada analis pasar, dan floating sy kira adalah waktu kita untuk menuggu harga yg baik agar tdk rugi sebelum kita melakukan op close..dan satu hal yang anda harus ketahui adalah money cahnger dan forex (foreign exchange) adalah identik sama2 pertukaran mata uang cuman di forex hanya mata uang negara asing dan sdh maju yg dipertukarkan..yaa kembali lg pada individu msg2 krna ada yg mendefenisikan judi itu adalah Setiap permainan yang pesertanya dihadapkan kepada dua pilihan, yaitu untung atau rugi, maka itulah judi..kalau hanya patokan defenisi itu maka setiap jenis perdagangan adalah judi krn dihadapkan pada dua pilihan untung atau RUGI…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Iwan,
    1. Hukum agama kita dasarkan pada ahlinya, bukan pada ‘perasaan pribadi’. Fatwa MUI menyebutkan bahwa diantara 4 jenis transaksi, hanya 1 yang halal.

    2. “open posisi seperti BUY, berarti anda memutuskan membeli mata uang dg berbagai macam analisa pasar”
    => Anehnya hasil open tidak pernah bisa cair. apa memenuhi syarat jual beli?

    3. “close…kesepakatan harga antara penjual dan pembeli pada saat anda open posisi (itu adalah bukti transaksi)”
    => Wajar ndak kesepakatn dilakukan padahal harganya belum diketahui?

    4. “ada yg mendefenisikan judi itu adalah Setiap permainan yang pesertanya dihadapkan kepada dua pilihan, yaitu untung atau rugi, maka itulah judi”
    => Itu definisi darimana? Lalu definisi anda sendiri gmn pak?
    Kita tentu punya prinsip khan…

  168. bowo says:

    pada ribut tentang forex. yg mau ikut forex silakan aja, tapi jangan lupa hasilnya gunakan untuk manfaat. yang gak mau forex ya sudah. yang ragu2 forex tinggalkan saja. gampang toh. daripada “ribut2″ yang ujung2nya gak memberi kontribusi kepada orang lain.

    padahal kalo kita telusuri kita semua udah makan barang haram. uang kertas itu hasil riba kan. mas khun juga menurut saya malah ikut menyuburkan riba dengan memberi suggest buka saja money changer. kenapa gak beri suggest buka saja jual-beli dinar & dirham yang lebih syariah.

    zaman kita ini memang sudah seperti yang dikatakan Rasulullah SAW bahwa riba dimana2, bahkan yang berusaha menghindarinya akan tetap terkena debunya.

    mohon maaf lahir dan batin semua :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Andika Wibowo,
    Bagi saya kalimat anda berarti:
    1. “yg mau ikut Judi silakan aja, tapi jangan lupa hasilnya gunakan untuk manfaat. yang gak mau judi ya sudah. yang ragu2 judi tinggalkan saja.”
    Kalimat yg sangat berbahaya bagi yang tidak punya prinsip. Karena saya punya dasar bahwa Forex online adalah judi. Lalu bagimana prinsip anda tentang Judi?

    2. “uang kertas itu hasil riba kan”
    Darimana anda menghakimi bahwa fungsi “alat tukar’ adalah hasil riba?

    mohon maaf lahir dan batin juga :)

  169. iwan says:

    Thanks pak Khun atas sanggahannya. defenisi judi sy kutip di http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/865/tahukah-anda-apa-itu-judi-yang-bukan-judi
    Dulu transaksi forex dilakukan via telepon, tp sekarang transaski forex bisa dgn online (karena perkembangan teknologi) apalagi forex ini termasuk dalam hukum kontemporer islam. Forex adalah termasuk bagian dari PBK- dapat di masukkan dalam kategori al-Masa’il al Mu’ashirah atau masalah-masalah hikum Islam Kontemporer. Oleh karena itu, status hukum nya dapat di kategorikan kepada masalah Ijtihadiyah. Klasifikasi Ijtihadiyah termasuk kedalam wilayah fi ma la nasha fih, yakni masalah hukum yang tidak mempunyai referensi nash hukum yang pasti.

    Dalam kategori masalah hukum al-sahrastani, ia termasuk kedalam paradigma al-Nushush qad intahat wa alwaqa’i la tatanahi. Artinya nash hukum dalam bentuk Al-Qur’an dan Sunnah sudah selesai; tidak ada lagi tambahan. Dengan demikian, kasus-kasus hukum yang baru muncul harus di berikan kepastian hukumnya melalui Ijtihad.

    Dalam kasus hukum PBK, Ijtihad dapat merujuk pada teori perubahan hukum yang di perkenalkan oleh Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan, “Fatwa hukum dapat berubah karena beberapa variable Perubahnya. Yakni: niat, waktu, tempat, tujuan dan manfaat”. dan memang forex menuai pro dan kontra, tergantung bgm pijakan atau dasar sesorang dalam memahami hukumnya dalam islam…
    terimakasih…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terima kasih atas tanggapannya, link rujukan anda tidak bs dibuka. Mungkin yg anda maksud adalah:
    http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/534/tanya-jawab-hukum-jual-beli-mata-uangforex-tanggapan-terhadap-fatwa-mui

    disimpulkan bahwa:
    “fatwa MUI yang membolehkan transaksi spot dengan alasan bahwa itu dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak dapat dihindari dan merupakan transaksi internasional, maka sebatas ilmu yang saya miliki itu tidak dapat diterima

    Sedangkan di: http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/423/tanya-jawab-hukum-bisnis-forex-online

    Disimpulkan bahwa:
    “..bisnis valas secara online yang disebut dengan forex adalah bisnis yang diharamkan.”

    Dengan demikian keseluruhan transaksi Forex menurut Pengusaha Muslim adalah haram. Ini berbeda dg fatwa MUI yang lebih longgar dan saya ikuti; menghalalkan pada jenis SPOT.

    Namun anehnya pada komentar anda terdahulu menyebut; “sy rasa forex trading tdklah haram, krn murni perdaganagn pairs mata uang”. Padahal rujukannya menunjukkan berbeda. Jadi yg anda ikuti yg mana(???)

  170. Ahmad says:

    aku kurang paham dengan hukum islam semuanya tapi yang saya tau itu jual beli pasti mengharapkan keuntungan apappun itu semua di lakukan dengan analisis yang benar2 atas berita yang terjadi

    dalam forex juga misalnya jual beli emas itu memang kita melakukan trading dengan online walau barang tidak ada tapi ada jaminan uang yang kita simpan dan di atur oleh pihak forex dengan pihak penjual disana

    jujur saja saya juga bingung kita islam ini adalah agama yang ideal dan mengikuti zaman andai saja di jaman rasulullah ada namanya internet mungkin semuanya akan jelas tapi jaman semakin maju dan kita tidak bisa pungkiri

    apa bila kita yang masih memakai paham tradisional yang dimana harus ada penjual n pembeli di suatu tempat maka akan susah coba aja bayangkan misalnya kita jual beli emas dengan penjualnya ada di inggris (misalnya) kita ngak mungkin kesana n melakukan ijab n qabul dan kemudian ketika kita ingin menjual pada saat kita yang menjual di ngak mungkin pembeli yang mau beli barang kita harus datang ke kita

    teknologi yang sekarang dapat mempermudah semuanya kalu misalnya masih di salahkan sangat tidak wajar juga artinya kemajuan teknologi yang memudahkan semuanya bisa di katakan haram juga dunk ..?

    saya hanya berpendapat begini karna dari topik di atas se akan-akan terputar di satu daerah saja hanya dist-st saja kita islam diajarkan untuk belajar dan mengamalkan pengetahuan kita dimana yang saya maksud teknologi internet

    jadi bagi saya juga forex bisa di katakan bisa di benarkan akan tetapi kembali lagi yang bisa saya tekankan “semuanya kembali ke niat kita”

    oh iya ada kutipan bahwa misalnya kita yang menentukan harga di kemudian hari bahwa barang kita akan naik perlu di ingat di dalam forex itu seluruh dunia terlibat mau harga rendah atau tinggi pasti ada yang akan beli kalu emang kita pasang harga tll mahal atau murah dan tidak ada yang mau beli bisa di katakan sama saja seperti perdagangan tradisional kita akan untung atau rugi

    kalupun sayan berkomentar terus akan terulang- ulang lagi kata jadi yang bisa saya pahami itu kita sebagai umat islam di tuntut menimbah ilmu dan mengamalkannya dimana ilmu itu forex kemudian kembali lagi niatnya kalu niatnya judi asal pasang harga tidak memperhitungkan atau mengananalisis = haram
    tapi kalu mempertimbangkannya dengan matang atau menganalisis lewat berita sama saja penjual tradisional yang mengincar keuntungan = halal

    thx atas waktunya di baca hehehe salam kenal ^_^
    kalu ada salah mohon maaf yah

    wassalam

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Ahmad,
    Jual beli biasa atau jual beli JUDI pasti mengharapkan keuntungan apappun itu semua di lakukan dengan analisis yang benar2. :)

    Yang jadi masalah bukanlah jual beli online-nya, tapi:
    Forex Online, yang memiliki 2 ijab kabul:
    - Pada waktu Open adalah SPOT (nilai tukar jelas dan terfiksasi), Namun sayangnya barang hasil open tidak bisa dicairkan. Juga disertai kesepakatan untuk Close yang jelas bukan spot, karena ijab kabul dilakukan lebih dulu untuk nilai tukar yang belum jelas.

    Ijab kabul lebih dulu lalu harga menyusul menjadikannya berubah fungsi menjadi judi. Berbeda dengan money changer, dimana setiap transaksi harus didahului dengan kejelasan harga.

    Fakta paling menyolok adalah pada waktu Open tidak mungkin terjadi slippage, namun waktu close BISA Terjadi! dan transaksi tidak bisa batal.
    Jadi Forex Online, terbukti bukanlah jenis transaksi SPOT.

    Dengan demikian, syarat dan ketentuan halalnya Forex Online tidak terpenuhi. Wallahu a’lam.
    wassalam

  171. bowo says:

    1. forex trading itu judi menurut mas khun bukan? prinsip orang lain belum tentu itu judi. yang berprinsip bahwa forex trading bukan judi silakan ikut, hasilnya untuk yang manfaat. yang berprinsip forex trading itu judi tinggalkan. yang ragu2 tinggalkan juga.

    2. ini sumbernya uang kertas yang kita pakai itu adalah barang riba:
    http://islamhariini.wordpress.com/2007/05/29/uang-kertas-uang-riba/
    http://www.infogue.com/viewstory/2010/03/25/riba_pada_uang_kertas/?url=http://kerjoanku.wordpress.com/2010/03/25/adakah-riba-pada-uang-kertas/

    terima kasih

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terima kasih atas tanggapannya,
    1. Sepakat bahwa “prinsip orang lain belum tentu itu judi.” Oleh karena itu mari kita sharing, bagaimana prinsip anda dlm menentukan judi atau bukan? :)

    2. Penjelasan riba pada uang kertas sdh saya terima dgn jernih. trims.

  172. bowo says:

    mas khun, daripada ngurusin forex trading itu judi atau tidak, lebih baik kita ngurusin yang lebih penting yaitu tentang uang kertas. percuma kan kalau kita berdagang sesuai rukun dan syarat jual beli (halal), tapi kita memakai alat bayar atau tukar-menukar ribawi (haram) yaitu uang kertas, tetap saja jatuhnya haram dan kita juga makan riba bukan?

    jujur saja kalau tentang forex trading saya TIDAK IKUT MAIN, mas khun. saya menulis di forum ini untuk menunjukkan “ini lho ada yang lebih besar dan penting daripada forex trading”. sistem riba, uang kertas, bank (baik konvensional maupun yang ngakunya syariah) dll yang kita pake sekarang itu bukan produk Islam. silakan dibaca link di bawah untuk mendapatkan informasi tentang dinar, dirham, pasar Islam dll. terima kasih.

    http://islamhariini.wordpress.com/
    http://dinarfirst.org/

    =================================================
    Genghis Khun:
    Terima kasih atas tanggapannya,
    Saya ngerti maksud anda pak, saya sepakati kampanye dinar dirham, mari kita lupakan diskusi tentang Forex Online.
    Silahkan buka artikel saya yg lebih baru: http://genghiskhun.com/trading-emas-online_cara-baru-memperjudikan-kurs-emas

    Setelah ada Trading Emas Online, saya memprediksi dalam waktu dekat akan muncul; Trading Dinar Online, dengan model transaksi seperti Forex Online, yg akan diklaim sbg jual beli islami dan syar’i, berdasarkan kurs dinar-dirham, dan sistem open-close dalam satu paket. (semoga prediksi yg salah)

    Pertanyaannya, Trading Emas online (atau Trading Dinar Online) itu judi/ bukan?
    Menurut dasar2 yg saya tulis, itu adalah judi walaupun keduanya jelas produk islam. Mari kita sharing… :)

  173. Terima kasih untuk tipsnya, saya mau coba semoga juga.

  174. piki says:

    teman2 yang sudah ikut forex trading saya punya nasihat untuk teman2. gunakanlah uang yang anda2 dapatkan untuk manfaat kepada orang lain. itu lebih baik daripada uangnya anda gunakan untuk tambahan modal di forex trading. salam untuk semua. terima kasih.

  175. piki says:

    Salam, mas khun,
    Definisi judi menurut saya adalah segala permainan atau transaksi yang mengandung dua kemungkinan, antara untung atau rugi. Sedangkan jika kemungkinan yang ada adalah antara untung atau tidak rugi, maka bukan termasuk judi.
    Sumber:
    http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/865/tahukah-anda-apa-itu-judi-yang-bukan-judi

    Dengan begitu berdasarkan definisi tersebut, maka forex trading dan kawan2nya itu bukanlah judi karena kemungkinan/peluang yang ada adalah profit (untung), loss (rugi), dan impas. Kita bisa mengatur S/L = harga awal kita pasang posisi (yang berarti impas) atau pake trailing stop. Pertanyaannya adalah soal mau atau tidak karena kita tahu bahwa trader/pedagang apapun pasti maunya untung, mana ada yang maunya jual impas atau bahkan jual rugi.

    Saya beri contoh judi:
    1. Judi Bola
    Si A ikut taruhan MU vs Arsenal. Dia pasang Rp5 juta untuk kemenangan MU. Mau pake analisis atau tidak, eh ternyata MU menang, maka Si A untung. Sebaliknya kalau MU seri/kalah, maka Si A rugi. Kemungkinannya di sini hanyalah Si A itu untung atau buntung.

    2. Asuransi Konvensional
    Si B ikut asuransi mobil. Dia baru membayar premi Rp2,5 juta, eh ternyata mobilnya dicuri. Si B mendapat klaim dari asuransi sebesar Rp50 juta, maka Si B untung. Sebaliknya kalau Si B seumur hidupnya tidak tertimpa musibah, maka Si B rugi karena membayar premi terus-menerus, tetapi tidak pernah mendapat klaim. Kemungkinannya di sini hanyalah Si B itu untung atau buntung.

    3. Undian Berhadiah
    Si C ikut undian berhadiah mobil dengan hanya mengirim SMS premium sebesar Rp2 ribu. Jika Si C beruntung dia bisa mendapat mobil atau jika Si C kurang beruntung, maka dia kehilangan uangnya tersebut. Kita ketahui bahwa biaya SMS regular Rp100, berarti sisanya yang Rp1900 itulah yang menyebabkan undian berhadiah tersebut termasuk judi. Lain cerita kalau peserta undian berhadiah hanya membayar SMS regular Rp100, maka itu bukan judi karena uang tersebut untuk membayar operator/biaya operator.

    Nah, bukankah definisi judi tersebut relevan dengan model2 judi seperti saya contohkan di atas atau bahkan nanti keluar model2 judi yang lainnya. Jika begitu syarat judi ada 2:
    1. Ada yang dipertaruhkan, bisa berupa uang atau barang dll.
    Dan
    2. Kemungkinannya/peluangnya hanya ada 2, untung atau rugi.

    Terima kasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam, mas Pikipalma,
    Jadi menurut anda:
    - Bila di Forex kita atur S/L = harga OPEN (yang berarti impas) atau pake trailing stop adalah BuKAN JUDI.
    - Tapi bila waktu OPEN tidak ditentukan TP/SL berarti JUDI karena dihadapkan pada kondisi untung atau rugi?
    Artinya JUDI/ tidaknya Forex ditentukan oleh ada tidaknya penentuan SL dan TP. begitu mas?

    Btw, diluar itu, website rujukan anda mengharamkan Forex:
    “..bisnis valas secara online yang disebut dengan forex adalah bisnis yang diharamkan.”

    http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/423/tanya-jawab-hukum-bisnis-forex-online
    trims

  176. piki says:

    apakah mas khun sepakat bahwa forex trading dkk peluangnya tidak cuma untung atau rugi? yang jadi sorotan di sini adalah PELUANG/KEMUNGKINANNYA lho, mas khun. itu berarti forex trading dkk bukanlah judi berdasarkan rujukan saya di atas.

    rujukan mas khun tersebut tidak menyebutkan bahwa forex trading adalah judi bukan? mengapa forex trading haram adalah karena pembayarannya tidak dilakukan secara kontan dan lunas.

    kalau pengen kontan dan lunas, maka pilih no leverage (leverage 1:1) yang berarti trading memakai uang investor sepenuhnya, gak pake jaminan (margin). terima kasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Kalau ada Forex online yg kontan dan lunas, pilihan untung atau impas, saya juga mau lho pak. Ini pasti yang ditunggu2 oleh pembaca :)

    1. UNTUNG/ IMPAS
    Silahkan beri contoh setting yang untung/ impas spt yg anda maksud…
    Setau saya ilmu yg dangkal ini, PELUANG/KEMUNGKINANNYA Forex Online; TP (Take Profit) dan SL (Stop Loss).
    Malah ada panel isiannya juga:
    TP= Batasan utk keuntungan.
    SL= Batasan utk Loss (kerugian)

    Tidak ada panel isian IMPAS, jadi hanya 2 kemungkinan; Untung atau rugi.

    2. KONTAN dan LUNAS
    Pertanyaannya; apa benar dgn no leverage (leverage 1:1) dan gak pake jaminan (margin). sudah bisa disebut kontan dan Lunas??

    Forex Online, setelah OPEN, duit tsb TIDAK pernah bisa cair. Anehnya diminta pun TIDAK BISA. Artinya TIDAK LUNAS.
    “cara kontan, sehingga ketika kedua belah pihak yang mengadakan transaksi telah menyetujui akad penukaran tersebut, masing-masing harus segera melakukan pembayaran dengan cara kontan dan lunas, tanpa ada pembayaran yang tertunda walau hanya Rp 1,- (satu rupiah).”

    Money Changer adalah contoh paling sederhana kontan dan lunas tsb.
    Terima kasih

  177. piki says:

    sekarang begini saja, mas khun. karena mas khun menyatakan bahwa forex trading adalah judi, pertanyaan saya apakah rujukan mas khun di atas menyebutkan bahwa forex trading adalah judi? konteks haramnya bukan di judinya bukan. itu saja dulu. terima kasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Web http://www.pengusahamuslim.com adalah rujukan anda, BUKAN rujukan saya.
    Rujukan saya bs dilihat di bagian bawah artikel saya:
    “1. Adian Husaini, Menunggu Legalisasi Judi di Indonesia? http://www.Hidayatullah.com
    2. http://en.wikipedia.org/wiki/Gambling
    3. Dictionary, Thesaurus, Mac Os X (Leopard)
    4. M. Shiddiq Al-Jawi, MAYSIR DAN UNDIAN, diakses di: http://futuh.blogspot.com/
    5. forex = Judi _ – Rumor Negatif Mengenai forex.htm, http://www.belajar-forex.info/
    6. Ahmad Sarwat, Lc. eramuslim [23/06/2004]
    7. http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pasar-valuta-asing-valas.html

    Silahkan dibaca ulang bagaimana cara saya menyimpulkan bahwa Forex Online adalah Judi (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa), sehingga dengan cara yg sama saya simpulkan juga bahwa Trading Emas Online juga Judi (http://genghiskhun.com/trading-emas-online_cara-baru-memperjudikan-kurs-emas)

    Rujukan anda http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/865/tahukah-anda-apa-itu-judi-yang-bukan-judi menyebut bahwa judi adalah “segala permainan atau transaksi yang mengandung dua kemungkinan, antara untung atau rugi.” Ternyata klop, bahwa permainan Forex Online mngandung dua kemungkinan: Profit atau Loss.

    Artikel tersendiri ttg Forex Online di http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/423/tanya-jawab-hukum-bisnis-forex-online menyebut bahwa
    “..bisnis valas secara online yang disebut dengan forex adalah bisnis yang diharamkan. Yang demikian itu karena pembayaran pada bisnis cara ini tidak dilakukan dengan kontan dan lunas…”
    ternyata memang benar. Forex Online, setelah OPEN, duit tsb TIDAK pernah bisa cair. Anehnya diminta cair sampai kiamat pun TIDAK BISA. Artinya TIDAK LUNAS.

    Btw,
    Silahkan beri contoh setting yang untung/ impas spt yg anda maksud…
    Terima kasih

  178. piki says:

    kalau mas khun hanya mengutip “segala permainan atau transaksi yang mengandung dua kemungkinan, antara untung atau rugi” saja, maka berdagang apapun pun juga antara untung atau rugi. tukang mie ayam juga antara untung atau rugi. sopir taksi juga antara untung atau rugi, tetapi tidak pernah apa yang mereka lakukan adalah judi bukan.

    kalau definisi mas khun tentang alur judi tersebut adakah sumbernya atau itu hanya hasil pemikiran mas khun saja? terima kasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Kalimat itu kutipan anda, kok malah mau didebat sendiri :)
    (Lihat lagi komentar anda di atas http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-10496)

    Pemikiran alur judi, jelas ada sumbernya dan Insya Allah tetap konsisten:
    Baca lagi artikel saya di atas. trims

  179. piki says:

    Kutipan saya:
    “segala permainan atau transaksi yang mengandung dua kemungkinan, antara untung atau rugi. Sedangkan jika kemungkinan yang ada adalah antara untung atau tidak rugi, maka bukan termasuk judi.”
    lihat lagi di atas :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Iya betul, silahkan anda berdebat sendiri:
    “maka berdagang apapun pun juga antara untung atau rugi. tukang mie ayam juga antara untung atau rugi. sopir taksi juga antara untung atau rugi” :)

  180. capek says:

    saya capek bacanya..
    yg itu judi
    yg ini bukan
    yg itu juga judi
    yg ini jelas bukan
    yg mana?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ndak perlu bingung kalo punya prinsip :)

  181. mungkin point ini says:

    pembahasan yg sangat menarik, dpt pmbelajarn disini
    cma agak males baca komen yg bejubel, tp koment2 nya jg berkualitas hnya baca bbrapa,
    mungkin yg bikin saya bingung sblumnya dipoint fatwa MUI yg ini:

    1.Tidak untuk spekulasi (UNTUNG-UNTUNGAN)

    arti dr spekulasi (UNTUNG -UNTUNGAN) YG TIDAK DIBOLEHKAN dsini icu apa:

    - TEBAK2AN KAH? (dugaan sprti: bner ga yah??, menang gak yah?? ah jadi untung2an nih)
    ATAUU…………
    - KEUNTUNGAN KAH? (dapet hasil, laba, yess dapet profit hari ini)

    sperti mas bilang diatas bahwa kata “UNTUK” pd spekulasi mengacu pd “TUJUAN”

    Semangat Mas, saya cuma pengen tau saja,
    Wassalamu’alaikum dan salam super

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Donimamelles,
    “(Baik DENGAN CARA asal tebak maupun memakai analisa), tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).”/ hanya bertujuan mencari KEUNTUNGAN.
    Ini selaras dengan syarat berikutnya: Jual beli forex diibolehkan bila adanya kebutuhan untuk transaksi, misalnya untuk pergi keluar negeri.
    Trims

  182. semar mendem says:

    anu.. jadi ini judi karena setelah kita open kita terpaksa close gitu ya ? ( entah dengan cara close manual, tp,sl, mc) ? sebenernya masalah ini bisa di analogikan dengan jualan cabe pak khun.. ibarat kita beli/kulakan cabe itu open posisi, dan jualnya close posisi.. setelah kita kulakan cabe 1 ton misalnya kan kita mau ga mau harus jual kalo ga bisa habis terjual cabenya busuk pak.. sama kyk mc =))

    kalo saya sih bilang judi bukan karena faktor kebruntungan nya pak tapi karena intinya kita bertarung menggunakan keahlian ?y?g? ?m?e?n?a?n?g? ?d?a?p??a?t? ?s?e?s?u?a?t?u? ??d?a?r?i? ?y?a?n?g? ?k?a?l?a?h? ?.? . . rujukan saya >> http://s1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/id_gambling_old_and_new.pdf

    tapi anu . . judi ndak papa asal ga dosa . . :D

    hanya Allah yg berhak menilai dosa . . kadang kita manusia kurang paham permasalahan secara keseluruhan . . dan ada manusia yg lebih tahu daripada manusia yg lain . .

    mari kita ingat kisah nabi khidr ketika membunuh anak muda . . dan ketika melobangi perahu . . semoga kita dijauhkan dari rasa sombong karena merasa lebih tau (sok pintar)

    sekali lagi menurut saya.. judi ndak papa asal ga dosa :D

    ================================================
    Genghis Khun:
    Tentang cabe sudah saya bantah di:
    http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-1049

    Kalimat “hanya Allah yg berhak menilai dosa” kontradiksi dgn
    ” judi ndak papa asal ga dosa
    => Jadi yg berhak menilai dosa itu Allah ataukah anda????

  183. semar mendem says:

    maaf,ungkapan judi ndak papa asal ga dosa itu bukan berarti saya menjudgment dosa ato tidak.. itu hanya mengungkapakan ketidak tahuan saya.. kadang sesuatu yg kita anggap salah itu benar dihadapan Allah dan kadang sesuatu yg kita anggap benar itu salah di hadapan Allah.. begitu mas khun maksud saya.. :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    kalau nggak tau ya merujuk ke yang lebih tau, masalah agama tentu ke MUI (kumpulan ulama yg lebih pinter dari saya).
    Btw, “Sesuatu yg kita anggap salah itu benar dihadapan Allah” itu contohnya apa ya pak?

  184. bowo says:

    Wah semakin ramai niy forum ini :)

    Saya cuma ingin menyumbang informasi saja. CMIIW.

    Contoh:
    Si A investasi di forex trading. Si A pasang BUY EUR/USD di harga 1.3200 trus SELL di 1.3300. Nah alasan mengapa Si A ketika BUY harus SELL (open-close satu paket) itu karena Si A membeli EUR dengan uang pinjaman dari broker & Si A cuma ngasih jaminan (margin) kepada broker. Jadi, mau tidak mau Si A harus menjual EUR untuk melunasi utangnya ke broker. Kalau ternyata duit Si A tidak mencukupi untuk menahan laju harga (kefloating loss), maka disita broker (margin call). Wajar saja tho, lha wong gak mampu melunasi utang kok.

    Di saham konvensional pun caranya seperti itu: open-close satu paket, ada margin call juga (setahu saya namanya forced call kalau di saham). Jadi, menurut saya tidak tepat kalau disebut alur judi karena hal tersebut adalah konsekuensi dari margin trading. Btw MUI sendiri sudah melarang margin trading tersebut.
    Sumber:
    http://www.mui.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=486:mui-minta-transaksi-short-selling-tak-diberlakukan&catid=1:berita-singkat&Itemid=50

    http://finance.detik.com/read/2011/05/03/141626/1631364/6/mui-haramkan-transaksi-marjin-dan-short-selling

    Semoga bermanfaat. Thanx.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Memang banyak yg perlu disorot dalam open-close satu paket, itu nggak cuma Forex Online.
    Btw, kalau menurut anda “tidak tepat kalau disebut alur judi’ maka bagaimana cara kita membedakan sesuatu itu judi atau bukan Judi?
    Trims

  185. semar mendem says:

    “Sesuatu yg kita anggap salah itu benar dihadapan Allah” itu contohnya apa ya pak? <– saya teringat cerita nabi khidr dan nabi musa ketika nabi khidr membunuh anak muda.. ketika itu nabi musa belum tahu alasan pembunuhan itu sehingga protes.. ternyata Allah & nabi khidr lebih tau.. :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Jadi judi & maksiat itu belum diketahui benar atau salahnya gitu pak?

  186. semar mendem says:

    Jika kita sudah berusaha keras untuk menelaah sesuatau dan menurut kita salah maka jangan dilakukan.. dan jika setelah berusaha menelaah sesuatu dan menurut kita benar sebaiknya dilaksanakan.. begitu menurut saya..

    dan menurut saya trading forex itu pada intinya sama dengan perjudian taruhan catur/badminton/ dll ketika pihak pemenang mendapat keuntungan dari kerugian pihak yg kalah, catur,badminton,trading forex semua membutuhkan ketrampilan.. tapi menurut saya tetap judi karena sekali lagi pihak pemenang mendapat keuntungan dari kerugian pihak yg kalah

    terima kasih telah membuka thread ini pak.. sehingga saya dan teman kita yg membaca bertambah banyak wawasan nya.. :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    ok terima kasih juga.. :)

  187. bowo says:

    Mas Khun, MUI sendiri tidak menyebut bahwa itu adalah alur judi bukan, tetapi Margin Trading. Lha saya kan cuma ngikut MUI saja karena menurut saya mereka yang lebih paham soal hukum agama. Kalau mau, konsultasikan saja definisi alur judi menurut Mas Khun itu dengan MUI. Selesai kan. Thanx.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Sama pak, ternyata kita sama-sama ikut MUI. Tapi anda salah bila MUI tidak menyebut adanya Judi.
    “…transaksi larangan yang masih diperbolehkan regulator diantaranya:
    1. Perjudian dan permainan yang tergolong judi.
    2. Perdagangan yang dilarang menurut syariah, antara lain perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa dan perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu.
    3. Jasa keuangan ribawi, antara lain bank berbasis bunga dan perusahaan pembiayaan berbasis bunga.
    4. Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional.
    5. Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan antara lain, barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI
    6. Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah)”

    Lihat lagi link rujukan anda di http://finance.detik.com/read/2011/05/03/141626/1631364/6/mui-haramkan-transaksi-marjin-dan-short-selling

    Anda hanya ikut larangan “margin trading” tanpa ikut larangan yg lain spt judi? :)

    Masalahnya para pejudi kadang mengaburkan makna Judi.
    Lalu bagaimana cara anda, setelah ikut MUI, cara menentukan sesuatu itu judi atau bukan Judi?

  188. bowo says:

    Kalau begitu bagaimana dengan saham, Mas Khun? Bukankah jual-beli saham juga kita tidak mengetahui apakah harga akan naik atau turun, mengandung unsur ketidakpastian (gharar), tetapi MUI menghalalkan jual-beli saham bukan?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Berikut saya kutip lagi tentang Saham:
    “Ust Ahmad syarwat di website era Muslim menjelaskan tentang Money Changer:
    “…Bursa saham dan money changer. Kedua model akad ini secara mendasar adalah halal. Tetapi hukum itu berubah jika sudah mengarah pada maisir (gambling), yaitu motivasi jual beli saham untuk mencari selisih keuntungan, bukan penyertaan modal.”
    (Lihat lagi artikel saya di atas)

    Bagian penting fatwa MUI tentang Reksadana syari’ah:
    “II. ..Dan disana (maksudnya: reksadana) terdapat banyak maslahat, ..dst.. Namun …juga ada hal-hal yang bertentangan dengan Syariah, …dst..
    III. Kegiatan rekasadana …banyak mengandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan syariah Islam, … Untuk itu perlu dibentuk Reksadana Syariah, …dst…
    IV.B.2.d. Tidak adanya unsur penipuan (Gahrar) Karena nilai saham jelas…dst..
    V.1. …sepanjang tidak bertentangan dengan syariah. Diantara investasi tidak halal yang tidak boleh dilakukan adalah dalam bidang perjudian,..dst..
    VI. ..transaksi Reksadana Syariah tidak diperbolehkan melakukan tindakan spekulasi,

    Produk-produk …seperti Spot, Forward, Swap, Option …hendaknya menjadi bahan penelitian dan pengkajian dari Reksadana Syariah.”

    Jadi sebenarnya kesimpulannya sangat mudah; transaksi Forex, Index, Saham, Komoditas, cabe, komputer, tanah, Reksadana dll dengan nilai jual yang belum jelas itu dilarang karena menjurus ke arah spekulasi dan perjudian.

    Penekanan pada MEKANISME transaksi, bukan pada BARANG yang ditransaksikan.

    Oiya, masih saya tunggu jawaban anda dari pertanyaan saya:
    Bagaimana cara anda, setelah ikut MUI, cara menentukan sesuatu itu judi atau bukan Judi? :)

  189. bowo says:

    Mengenai tidak diperbolehkannya spekulasi, saya ada rujukan:
    http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/534/tanya-jawab-hukum-jual-beli-mata-uangforex-tanggapan-terhadap-fatwa-mui
    Silakan dibaca Poin 4. Nah bukankah transaksi Forex, Index, Saham, Komoditas, cabe, komputer, tanah, Reksadana, dinar, dirham dll tujuannya mencari keuntungan?
    Di situ juga disebutkan bahwa yang membuat tidak sahnya Online Forex Trading adalah karena tidak tunai dan tidak lunas, bukan karena perjudian.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Sepakat bahwa “yang membuat tidak sahnya Online Forex Trading adalah karena tidak tunai dan tidak lunas”.

    Tapi anda mungkin terlewatkan untuk membaca: http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/865/tahukah-anda-apa-itu-judi-yang-bukan-judi menyebut bahwa judi adalah “segala permainan atau transaksi yang mengandung dua kemungkinan, antara untung atau rugi.” Ternyata klop, bahwa permainan Forex Online mngandung dua kemungkinan: Take Profit (TP) atau Stop Loss (SL).

    Jadi berdasarkan web rujukan anda sendiri, Forex online juga termasuk JUDI. Trims

  190. ForexApi says:

    Maaf saya punya pendapat pribadi nih,ga tau salah apa benar.Menurut saya Trading Forex itu amat sangat mengerikan,saya dulu mantan penjudi,jadi Judi apa aja pernah nyoba mulai dari yg manual : pakai kartu,dadu atau yg akhir2 ini dgn peralatan elektronik,atau mikrokomputer seperti Ding Dong,Bola tangkas dll…
    Terakhir mau mencoba Trading Forex…feeling saya sih ini jelas judi…coba aja bandingin dgn Ding dong yang milih semangka atau jeruk itu alu lampu berputar,Mirip sekali bagi saya,atau Mungkin juga mirip cap jie Kie (lupa saya sebutkan permainan ini) di situ juga ada lambang2 yg bisa kita “open” . meskipun “close” nya kita ga tau yg mana,krn “close” (kartu yg keluar)ditentukan oleh bandar.Dalam permainan cap jie kie juga ada seni “memprediksi” juga,bahkan ada juga indikator2 dan juga rumus bahkan ada tabel history juga namanya PAITO.

    maaf pendapat saya jangan di debat,di baca saja krn saya yakin akan banyak yang tidak setuju,krn Forex adalah bisnis besar bagi sebagian orang,dan ini merupakan hal yg sangat sensitif untuk di perdebatkan legalitasnya terutama dari segi judi apa tidak

    Kalo salah aggp saja saya sedang goblok

    thank you….

    =================================================
    Genghis Khun:
    Saya sepakat dengan anda bahwa FOREX ONLINE adalah JUDI :)

  191. bowo says:

    Menurut saya antara PELUANG/KEMUNGKINAN dengan HASIL itu sesuatu yang berbeda, Mas Khun. Kalau judi, dari PELUANG saja hanya ada 2, untung atau rugi, maka HASILnya pun antara untung atau rugi juga. Sedangkan forex trading seperti juga dagang yang lain, PELUANGnya ada 3 yaitu untung, rugi, dan impas. Maka, HASILnya pun bisa 3 itu sebenarnya, bukan cuma untung atau rugi seperti pikiran orang kebanyakan.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Tentang “Untung, rugi dan impas”, sudah saya jawab di salah satu komentator di atas (http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-10591). Kutipannya:

    “Setau saya ilmu yg dangkal ini, PELUANG/ KEMUNGKINANNYA Forex Online; TP (Take Profit) dan SL (Stop Loss).
    Malah ada panel isiannya juga:
    TP= Batasan utk keuntungan.
    SL= Batasan utk Loss (kerugian)
    Tidak ada panel isian IMPAS, jadi hanya 2 kemungkinan; Untung atau rugi.”

    Atau mungkin pak Andika Wibowo bisa menunjukkan software dengan 3 kolom isian??

  192. ForexApi says:

    maksud pak bowo mungkin ketika pips berada pada posisi 0 (zero),klo kita close di posisi itu kan impas

    tapi judipun bisa juga impas (ada posisi bisa impas klo kita kehendaki)

  193. bowo says:

    Maksud Saudara Forex Api judi bisa impas itu yang seperti apa? Bisa dicontohkan? Kok saya baru tahu ada judi yang bisa impas. Btw dari contoh2 judi Saudara/i Piki di atas (judi bola, undian berhadiah dll) saya tidak bisa menemukan kemungkinan/peluang bisa impas.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Judi bola:
    5 juta utk kesebelasan A
    5 juta untuk kesebelasan B

    Forex Trading:
    open 1.386
    Close 1.386

    Keduanya judi dan impas. Tidak ada yg dihasilkan hanya mebuang waktu saja

  194. bowo says:

    Mas Khun ini lucu. Berarti dari contoh Mas Khun tersebut berarti si petaruh memasang 2 transaksi sekaligus.
    Contoh:
    Transaksi I : Mas Joko pasang kesebelasan A menang. Kalau kesebelasan A menang, Mas Joko dapat duit. Selain hasil menang, Mas Joko buntung. PELUANG hanya untung atau rugi.
    Transaksi II : Mas Joko pasang kesebelasan B kalah. Kalau kesebelasan B kalah, Mas Joko dapat duit. Selain hasil kalah, Mas Joko buntung. PELUANG hanya untung atau buntung.

    Saya tidak melihat PELUANG impas dari masing2 transaksi tersebut. Namanya judi itu PELUANGnya hanya untung atau rugi.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Anda BENAR pak. si petaruh memasang 2 transaksi sekaligus kalau mau impas:
    5 juta utk kesebelasan A
    5 juta untuk kesebelasan B

    Forex Trading:
    Open 1.386
    Close 1.386

    Memang LUCU. Tidak ada yg melarang khan???
    Tidak ada manfaat yg dihasilkan dari permainan dengan hasil impas. Bukankah kelucuan ini yg anda maksudkan dengan impasnya di Forex? Lalu menurut anda Judi bola tsb masih termasuk Judi ataukah bukan? :)

  195. bowo says:

    Yang saya maksudkan lucu itu saya bertanya kepada Bro Forex Api kenapa yang menjawab Mas Khun. Mas Khun pengacaranya dia po.
    Susah kalau diselesaikan lewat tulisan begini. Saya maksudnya begini, Mas Khun maksudnya begitu. Gak nyambung dan nangkepnya sepotong2. Pro dan kontra akan selalu ada dan saya harapkan Mas Khun tidak merasa jumawa karena yang pro forex tiba2 menghilang. Hargailah pendapat mereka. Thanx.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Betul pak, pro kontra akan selalu ada. Judi dan maksiat juga akan selalu ada.
    Ok deh mari kita lupakan dulu Forex dan gold trading.
    Kembali ke pokok persoalan aja pak, yang saya tunggu dari kemarin;
    Bagaimana cara anda menentukan sesuatu itu JUDI atau BUKAN JUDI?

  196. bowo says:

    Definisi judi kalau saya setuju dengan ini karena menurut saya universal dan relevan dengan berbagai jenis judi apapun namanya:
    http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/865/tahukah-anda-apa-itu-judi-yang-bukan-judi

    Gak usah didebat lagi ya, Mas Khun. Satu sumber saja bisa berbeda2 penafsiran, apalagi yang berbeda sumber. Tuh di atas saja contoh gampangnya. Soal saya ngomong Mas Khun lucu saja antara maksud saya dengan tangkapan Mas Khun beda. Thanx.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Saya juga sepakat dengan definisi tsb kok pak, jangan khawatir :)
    Jadi kesimpulannya,
    1. Forex Online dari mula haram karena Tidak tunai dan tidak lunas. (http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/423/tanya-jawab-hukum-bisnis-forex-online)
    2. Juga menjadi JUDI bila mengisi panel TP dan SL, karena dengan demikian hanya 2 kemungkinan, yaitu Untung dan Rugi.

    Sepakat pak?

  197. Andymurti says:

    Ada pertanyaan Pak. Kalau ikut kontes dalam forex lalu menang dan dapat uang, apakah uangnya halal kalau kita withdrwl lalu kita konsumsi? Nuwun

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Andymurti
    Kontes Forex yg mana? sbb ada Forex yg halal juga ada yg haram.
    Kalau kontes Forex yg halal, hadiahnya halal.
    Kontes Forex haram, hadiahnya tentu juga haram.
    Ilmu tentang Forex baik utk dipelajari tapi jangan diperjudikan. Wallahu a’lam

  198. Andymurti says:

    Kontes yang diadakan broker2 dengan menggunakan uang virtual kemudian juaranya dapat uang real, gimana pak?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Lha iya, kontes Forex yg halal atau yg haram?
    Kalau kontes Forex yg halal, hadiahnya halal.
    Kontes Forex haram, hadiahnya tentu juga haram.
    Ilmu tentang Forex baik utk dipelajari tapi jangan diperjudikan. Wallahu a’lam

  199. andymurti says:

    Ada forex yang halal itu bagaimana dan yang haram bagaimana? Contoh kontes di Marketiva, tiap bulan siapa yang terbanyak mengumpulkan $ (virtual) dia akan mendapat $100 real/nyata. Bagaimana hukum uang yang $100 itu?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Saya mengacu pada fatwa MUI (maaf kalo anda non-muslim).
    Ringkasan Isi fatwa sbb:
    “Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
    a.Tidak untuk SPEKULASI (untung-untungan).
    b…
    c….
    d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

    Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing
    1. Transaksi Spot…halal..(telah jelas)
    2. Transaksi Forward, ….dst.. Hukumnya adalah haram, …dst…
    3. Transaksi Swap, …dst..Hukumnya haram,….
    4. Transaksi Option, ….Hukumnya haram, ….”

    Baca selengkapnya di: http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=82&Itemid=90

    Forex Online di Marketiva memiliki 2 ijab kabul:
    Setelah Open barang tidak bisa cair, malah disertai kesepakatan untuk Close di harga masa depan (ijab kabul dilakukan lebih dulu untuk nilai tukar yang belum jelas).
    Jadi Forex Online di Marketiva, terbukti bukanlah jenis transaksi SPOT.
    http://belajarforexmarketiva.com/cara-trading-di-marketiva.htm

    Lalu, bagaimana hukum Forex transaksi haram yg dikonteskan???
    Bagi saya hukumnya mengikut haram,karena yg dikonteskan adalah transaksi haram. Wallahu a’lam.
    Saran saya, mintalah kontes dengan transaksi yg halal. gak beda dan rugi kok
    (Aneh memang, mengapa forex yg halal tidak dikonteskan??)
    Btw, boleh tahu bagaimana cara anda membedakan antara judi dengan bukan judi pak? mari kita sharing…

  200. muhammad khoir says:

    tunggu aja dech jangan saling ngotot..haram pa tidak wallahu a’lm. lain orang ada yang panatik ada yang lues.jangan di bales pusing bacanya..trms

    =================================================
    Genghis Khun:
    Nunggu thun depan mungkin judi..
    Tahun depannya lagi bukan judi..
    tahun depannya Judi.. dst :)

  201. xxxtreem says:

    disini saya netral bung jg tidak kecimpung disini,cuman mw tanya dan tdk memihak:

    -leverage:1 banding berapapun(itu sudah aturan broker jadi bukan menjual milik orang tapi memang aturan sah/meminjam sementara kepada broker).
    -forex pergerakanya tidak ada yang bisa ngatur selain dari aktivitas yang bersangkutan.bukan buah dadu ,taruhan bola,balap kuda dll yang sejenis yang pergerakanya di rencanakan manusia.jadi jangan di samakan.
    -posisi close/open itu juga aturan sah dan teratur kalo mau monggo klo tdk mau monggo.dan bisa dibatalin.tdk peduli rugi ato untung.
    -perbedaan forex sama tempat penukaran uang: kalo forex bisa mengambil untung per detik sampai tak terbatas (sesuai aturan)makanya disini sell waktu turun dan buy waktu naek maksudnya harga running(mohon di pelajari krna saya jga mengamati hal itu meskipun sya tdk pernah kecimpung di sini).kalo tempat penukaran uang aktivitasnya cuman layanan dan memngambil untung menurut kurs saat itu.jadi kesimpulanya sama beda sistem kerja saja.
    -masalah swap =jelas kalo ini.
    -margin call = ini sebenarnya juga sudah aturan(yang ini masih meragukan saya)
    (jadi secara teknis sudah masuk logika menurut daya tangkap saya dan sebelumnya mungkin yang membuat ide adanya forex online juga sudah siap adanya pro kontra nantinya)

    yang jelas saya hanya mencari kebenaran di margin callnya yang lain sudah jelas kalo tidak paham tentang forex mungkin akan menilai seperti itu.
    trims

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak/bu xxxtrem
    Contoh: anda bisnis meminjamkan uang dng ATURAN SAH= bunga 100%. kalo mau monggo klo tdk mau monggo…
    Ternyata dalam islam (maaf kl anda non-muslim) aturan spt ini tidak boleh.
    Kesimpulan: ‘Aturan SAH’ KITA belum tentu dihalalkan oleh agama.

    Lalu apakah ‘ATURAN SAH’ Forex online dihalalkan oleh agama?
    => MUI (sbg kumpulan ulama yg lebih pinter ilmunya daripda saya) telah memberikan batasan2 halal/ haramnya Forex. (http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=82&Itemid=90)

    Ternyata syarat dan ketentuan halalnya Forex Online tidak terpenuhi. Anda boleh saja tidak MUI, tapi boleh tau prinsip anda dalam menentukan sesuatu itu Judi/ bukan Judi? trims

  202. xxxtreem says:

    satu lagi lupa:
    dan yang saya pertanyakan dan masih bimbang selain margin call juga masalah hukum jual beli suatu mata uang.itu yang terpenting kalo hukumnya tidak boleh ya cukup sekian.tidak perlu ada yang di perdebatkan.kalo sistem teknis forex menurut saya seperti apa yang sudah saya sampaikan di atas dan seperti itu mungkin kalo anda kurang memahami forex bisa baca dan ikut demo lagi.
    manusia tdk ada yang sempurna dan di utus untuk penyempurnaan diri..wallualam..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Tentang Margin call dan hukum jual beli sepertinya sudah jelas. Silahkan baca lagi artikel di atas atau ke web MUI http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=82&Itemid=90.
    http://finance.detik.com/read/2011/05/03/141626/1631364/6/mui-haramkan-transaksi-marjin-dan-short-selling

  203. xxxtreem says:

    saya otak standart saya cuma pengen anda yang menjawab pertanyaan saya,terserah bersumber dari mana..saya tidak membahas devinisi judi (jadi jangan tanya terus apa itu judi,)saya hnya pengen membahas forex

    =================================================
    Genghis Khun:
    Baca lagi artikel saya di atas. Sumbernya jelas; disimpulkan bahwa Forex Online itu Judi.
    Artinya ada hubungan antara Forex Online dengan Judi.
    Artinya Forex Online itu Judi memakai medium pergerakan kurs.
    Jadi tidak salah bila saya juga nanya ke anda tentang Judi.
    Harap maklumlah, trims :)

  204. xxxtreem says:

    saya berharap anda tidak menyontohkan dengan yang lain kita sedang membahas forex valas,kurs/selisih,bukan membahas buah dadu,(saya harap yang lain juga tidaK kasih contoh diluar ini misalnya istilah margin call jangan di samakan sedang kredit motor kalo telat bayar motor di tarik(sama atau tidak menurut anda?) atau jangan samakan forex sama saja main dingdong (lihat aktivitasnya masak kuda berlari/jatuh akibat dampak ekonomi global.. yang jelas kalau ksh contoh! ini sangat sensitif jadi jangan ada kekeliruan)maaf ini cuman contoh aja.saya ingin penjelasan detail masalah MC dan jual beli suatu mata uang dari anda(di mana sisi haramya)..saya bukan ngajak menang menangan /ngotot ngototan saya juga pencari kebenaran,(saya murni ingin mengetahuinya bukan bermaksud mencoba mendirikan benang yang basah):
    misalkan di tempat penukaran uang nilai kuat tidaknya suatu mata uang itu terlihat, apa yang anda lakukan?
    pertanyaan lain saat anda atau siapalah mau menukarkan suatu mata uang apa yang dicari terlebih dulu?
    dan kalau pertanyaan di atas terjadi apa pendapat anda mengenai itu?
    dan misalkan tempat itu jauh dan tidak mungkin untuk di jangkau scra singkat(hanya dengan media internet)
    seperti itu bgaimana pendapat anda?
    saya selalu akan terus mengikuti blog ini..

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Misalkan di tempat penukaran uang nilai kuat tidaknya suatu mata uang itu terlihat, apa yang anda lakukan?
    => saya hanya mengamati perkembangan & pergerakan saja.

    2. Saat anda atau siapalah mau menukarkan suatu mata uang apa yang dicari terlebih dulu?
    => Penukaran mata uang disesuaikan dengan kebutuhan. Mau ke US?=> tuker ke dollar. Mau ke Jepang? => Tuker ke Yen
    penyerahan Dollar => dapat yen.

    3. Tempatnya jauh? transfer ke Money Changer yg bs dipercaya.

    Jawabannya sangat sederhana sekali, tapi di Forex Online rumit dan mencurigakan, Open: penyerahan Dollar ke Yen, yen gak bisa Cair.
    Yen harus dituker lagi ke dollar (Close), baru dapat dollar cair.

    => Yen TIDAK PERNAH CAIR, kita diPAKSA untuk tuker lagi ke Dollar dng resiko untung/ rugi.
    Lalu apa tujuannya tuker ke yen tadi?? cuma nyari selisih nilai; 2 kemungkinan; Take Profit atau Loss.
    Artinya, Forex Online adalah aktifitas memperjudikan kurs mata uang.
    Kalau masih belum jelas dengan senang hati akan saya jelaskan lebih lanjut :)

  205. xxxtreem says:

    Baca lagi artikel saya di atas(SAYA PENGEN SINGKAT AJA MAS PENJELASAN ANDA DI ATAS TERLALU MENFORSIR,,saya pengen yang singkat2 dan mengena). Sumbernya jelas; disimpulkan bahwa Forex Online itu Judi.
    Artinya ada hubungan antara Forex Online dengan Judi.
    Artinya Forex Online itu Judi memakai medium pergerakan kurs.
    Jadi tidak salah bila saya juga nanya ke anda tentang Judi.
    Harap maklumlah, trims (siapa yang nyalahin orang pinter)
    ini yang aku tunggu menjerumus pada permasalahan..bukan nyontohin mobil,kuda,dll

    bukankah nilai suatu mata uang menguat atau menurun itu memang dari situ..kalau bayarnya pake uang satu jenis itu jelas judi..atau bayarnya pake kuda ,sapi,kambing itu jelas judi om jadi gg usah ngemengin judi saya sudah tau dari sebelum sekolah TK..

  206. xxxtreem says:

    1. Misalkan di tempat penukaran uang nilai kuat tidaknya suatu mata uang itu terlihat, apa yang anda lakukan?
    => saya hanya mengamati perkembangan & pergerakan saja.(ini terserah anda hanya alloh yang tahu)
    2. Saat anda atau siapalah mau menukarkan suatu mata uang apa yang dicari terlebih dulu?
    => Penukaran mata uang disesuaikan dengan kebutuhan. Mau ke US?=> tuker ke dollar. Mau ke Jepang? => Tuker ke Yen
    penyerahan Dollar => dapat yen.(saya harap dari hati)
    3. Tempatnya jauh? transfer ke Money Changer yg bs dipercaya.

    Jawabannya sangat sederhana sekali(ALASAN BIAR ANDA TIDAK BERBELIT BELIT DAN FAHAM YANG SAYA TANYAKAN), tapi di Forex Online rumit dan mencurigakan, Open: penyerahan Dollar ke Yen, yen gak bisa Cair.
    Yen harus dituker lagi ke dollar (Close), baru dapat dollar cair.
    (MISALKAN TIDAK ADA YANG BISA DI JANGKAU OM ‘MISALKAN’)
    ets jangan salah trading juga bisa lain dollar.

    Yen TIDAK PERNAH CAIR, kita diPAKSA untuk tuker lagi ke Dollar dng resiko untung/ rugi.
    Lalu apa tujuannya tuker ke yen tadi?? cuma nyari selisih nilai; 2 kemungkinan; Take Profit atau Loss.
    Artinya, Forex Online adalah aktifitas memperjudikan kurs mata uang.(ini jangan di bahas dulu om ini masalah sistem karna ada convert mengonvert )

    =kalau kita order buy di pasangan mata uang EUR/USD= ini gmn penjelasan anda dalam trading forex?

    =================================================
    Genghis Khun:
    MISALKAN TIDAK ADA YANG BISA DI JANGKAU?
    => Membeli sesuatu yg tidak bisa dijangkau?? lalu percaya begitu saja sama orang di internet?
    Saran saya jangan beli. ndak perlu suudhon, tapi harap waspada sebab penipuan ada dimana-mana :)

    Yang diperdagangkan di Forex Online: USD (US Dollar), JPY (Yen Jepang), GBP (Poundsterling Inggris), EUR (Euro), CHF (Swiss Franc), dan AUD (Australian Dollar).
    Penjelasannya EUR/USD sudah ada di atas:
    http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3397

  207. xxxtreem says:

    masalah convert mengonvert kita bahas nanti sampai yang saya tanyakan benar2 kena .

    Lalu apa tujuannya tuker ke yen tadi?? cuma nyari selisih nilai; 2 kemungkinan; Take Profit atau Loss.
    Artinya, Forex Online adalah aktifitas memperjudikan kurs mata uang.(<< ini sebenarnya yang harus kita bahas om saya harap jangan ada kuda dan mobil ikut kebawa kasihan besok narik…)<< kalau saya sama om sedang mengamati pergerakan ekonomi itu dan saya sama om keluarin uang goceng sama goceng dan mulai kesepakatan sah untuk menebak turun atau naeknya jarum itu,maka siapa yang menebak benar sesuai kesepakatan akan memiliki uang yang kita taruhin itu apa namanya om?
    sedangkan dalam forex apakah seperti itu om?

    memang tukar mata uang pasti berselisih bung om… tidak tabu lagi orang jd TKI tanyanya sekarang kurs berapa? kaya mbk dulu pulang dari arab..

    =================================================
    Genghis Khun:
    2a. “saya sama om keluarin uang goceng sama goceng dan mulai kesepakatan sah untuk menebak turun atau naeknya jarum itu,maka siapa yang menebak benar sesuai kesepakatan akan memiliki uang yang kita taruhin”
    => Nah ini yg sebenarnya jg mau kita bahas :)
    Bagi saya itu judi. bagaimana dng anda Om? “aktivitas judi tidak ada hubunganya dengan pergerakan nilai suatu mata uang”kah?

    2b.Forex Online:
    “saya keluarin duit ke Om sbg jaminan ke bandar (Open, sesuai kurs saat itu),dng kedok jual-beli tapi boong-boongan, dan mulai kesepakatan sah untuk menebak turun atau naeknya jarum itu, maka siapa yang menebak benar sesuai kesepakatan akan memiliki selisih dari kurs sekarang dg uang jaminan tsb”
    => Sama tuh..

    2c. Kasus lain:
    “saya keluarin uang 10 dollar, anda 20 euro. dan mulai kesepakatan sah untuk menebak turun atau naeknya jarum itu,maka siapa yang menebak benar sesuai kesepakatan akan memiliki uang yang kita taruhin”
    => Ini judi juga. Tapi menurut anda “pake uang satu jenis itu jelas judi”. Kalau pake lain jenis judi atau bukan??

    Kesamaan judi pada umumnya adalah kita melakukan akad untuk nilai yg belum pasti.

    Pemahaman halal berdasarkan fatwa MUI:
    Saya keluarin duit beli Euro => dapat Euro 1 gepok kontan.
    Euro mau dipakai terserah, disumbangin boleh, ditukar lagi ke dollar juga boleh (berdasarkan kurs saat menukar tentunya).

    Tukar mata uang pasti berselisih bung om, tapi jangan DIPERJUDIKAN :)

  208. comment terakhir says:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    udah g usah memperdebatkan haram dan halal, moga2 ini comment yg terakhir…manusia itu dilarang utk menghakimi sesuatu hal apapun itu bentuknya sebab hanya Allah SWT lah yg mengetahui, manusia diberi akal utk berfikir…”mk hendaklah kamu berfikir…” itulah kata Allah SWT. Manusia bekerja di dunia utk mendapatkan manfaat bg dirinya sebab Allah SWT hendak memberikan manfaat kpdnya…”Aku akan memberikan manfaat dan syafaat kepada umat-Ku bagi mereka yang berjalan di jalan-KU…” maka hendaklah kita mencari syafaat dan keridhoan-Nya, “…Janganlah sekali-kali kamu menghakimi antara sesuatu yang lain dengan yang lainnya, jika kamu belum mengetahuinya…” maka kita janganlah mengatakan sesuatu hal itu jika kita belum tau apakah memang itu haram dan halal. “Janganlah engkau khawatir akan rizqi-Ku, sebab Aku akan memberikan rizqi-Ku kepada orang2 yang Ku kehendaki…dan janganlah engkau bersedih atasnya, sebab rizqi-Ku amatlah luas(banyak seperti bintang diangkasa dan butir pasir di lautan)…”.

    Allah SWT tdk memperbolehkan kita (umat manusia) untuk menjadi hakim dimuka bumi sebab kita tidak mengetahui atas apa yg akan kita hakimi karena hanya Allah SWT sajalah yg pantas utk menghakimi apa2 yang diciptakan olehnya. Sebagaimana Rasulullah jg pernah mendapatkan teguran dari Allah SWT karena pd wkt itu Rasullulah melakukan penghakiman terhadap seorang wanita tua, dan Allah SWT sangat marah kpd beliau dan menegurnya, maka sebab itu turunlah ayatnya (silahkan saja dilihat dari buku2 hadist yg sahih dan ayat kursi Al Qur’an serta lihat pada kisah2 Rasulullah dan para sahabatnya, sy yakin pasti bpk Khun mempunyai banyak buku2 dan pengetahuan tentang ini. Amin)…

    Akal pikiran ada untuk mencari pengetahuan sebagaimana dari kisah Nabi Adam hingga Rasullullah menjadikan umat manusia makhluk yg sempurna. Nah, kita telah tau bahwa Allah SWT sendiri tlh memberikan kebebasan kpd umat manusia utk mencari fitrah-Nya di muka bumi dan Allah SWT tlh memberikan aturan dan peraturan kpd umat-Nya. Namun hingga saat ini umat-Nya banyak yg melanggar dari khodrat aturan Sang Khaliq…Salah satunya adalah dari segi keilmua itu sendiri, manusia mendapatkan ilmu itu gratis dari Allah SWT tetapi koq menjadi ada harganya, contohnya Ustadz berceramah kudu ada tarif-Nya baru mau berceramah..Nah hal ini apakah hasil yg diperoleh itu haram atau halal…? Allah SWT sendiri tdk memperbolehkan bahkan mengharamkan menjual ayat2-Nya utk diperjual-belikan… Manusia bekerja dan mendapatkan hasil dari kerjaannya disebuah perusahaannya dan perusahaannya itu mendapatkan hasil keuntungan laba dari bisnis yang menyangkut deviriatif dan supply demand serta dari fluaktif global market, Nah ini hasil gaji yg diterima oleh manusia itu haram atau halal…??? Gaji yg diterima oleh manusia yg bekerja pd perusahaan diteransfer melalui bank, sementara itu bank melakukan pengenaan biaya terhadap arus masuk dan keluar dana (in/out margin balance), Nah ini haram atau halal…?? Makanan yg manusia konsumsi baik yg cepat saji (ayam goreng yg ada di mall, ayam goreng yg ada di warung, ayam2 yg ada di pasar), beras, sayur-mayur, ikan, dll itu jg berdasarkan dari lajur alurnya supply demand perekonomian market pasar, Nah lho ini haram atau halal ya…??? kendaraan yg dipakai secara mekanisme cara nya jika kita mengetahui asal harga sebenarnya sangat jauh sekali dgn harga yg kita beli pd umumnya, seperti kita ketahui harga 1 unit sepeda motor jika dari pabrikan sangatlah murah sekali bgt sampai di indonesia harga menjadi 100x lipat bahkan melebihi itu bgt jg dgn mobil, sepeda, dll hal itu disebabkan karena adanya biaya administrasi pajak masuk & keluar, biaya kirim, biaya inap (swap), dll…Lho..lho..lho..klo gtu berarti ini termasuk haram atau halal ya…??? Semua yg ada pd diri manusia yg melekat jg tdk luput dari hal itu dan semua hal2 demikian itu ada di dlm dunia FOREX/VALAS/SAHAM/OBLIGASI/INDEX/apaun itu jenisnya…jika demikian kalau kita lihat unsur2 manusia tercipta di muka bumi sdh tentu kita ketahui baik di dlm hadist dan Al Qur’an itu sendiri bahwa manusia tercipta dari percampuran air mani dan darah yang sangat2 tdk ada artinya dan kita ketahui jg bahwa manusia itu tercipta suci adanya dan apa yg menyebabkan manusia itu menjadi terlahir suci, sebab Allah SWT lah yg tlh mensucikannya, jd apa2 yang tercipta dari pada-Nya dimuka bumi ini adalah suci (halal) sifatnya dan apa yg menyebabkan hal itu jd haram…kita ketahui penyebabnya adalah MANUSIA itu sendiri, sehingga Allah SWT mengirimkan/mengeluarkan aturan dan peraturan (wahyu) yang langsung diberikan kpd para Nabi-Nabi Allah SWT yg akhirnya disusun oleh para sahabat2 Rasulullah dan sahabat2 para Nabi2 Allah SWT sehingga menjadi Al Qur’an. Dan jangan lupa peringatan Allah SWT kpd manusia dimuka bumi ini…”…janganlah sekali-kali kamu menghakimi apa-apa yang ada di muka bumi ini jika kamu tidak mengetahuinya…” sebab hanya Allah SWT lah yang boleh menghakiminya saja, sungguh Allah Maha Mengetahui dan Maha Penyayang…

    Demikian saja dari saya semoga bermanfaat, tiada manusia yang sempurna sebab kesempurnaan itu hanyalah milik-Nya semata, wasalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb
    Langsung saja, to the point:
    1. Apakah Judi, maksiat, prostitusi tidak perlu diberantas/ cegah, karena akan selalu ada di muka bumi?
    2. lalu nahi mungkar kita apa saja?

  209. xxxtreem says:

    2a. “saya sama om keluarin uang goceng sama goceng dan mulai kesepakatan sah untuk menebak turun atau naeknya jarum itu,maka siapa yang menebak benar sesuai kesepakatan akan memiliki uang yang kita taruhin”
    => Nah ini yg sebenarnya jg mau kita bahas :)
    Bagi saya itu judi. bagaimana dng anda Om? “aktivitas judi tidak ada hubunganya dengan pergerakan nilai suatu mata uang”kah?>>dan yang lainnya….
    (sunggung sampean gg mudeng2 orangnya dan jawaban dari anda tidak ada yang mengena sama sekali jawaban anda pas pasan)yo wes kita sama2 muslim dan sama2 tidak ada jalur kesini saya cuman jajaki atas pola pikir anda menjelaskan sesuatu.kalau anda seorang yang terdidik dr bangku perguruan tinggi/pesantren saya cuman terdidik dr yayasan islam jadi kalau saya ada salah mohon di ma’lumi dan anda mungkin bisa membuka lagi wawasan anda yang telah anda dapat, saya setuju dengan apa yang jadikan pembantahan untuk anda bukan dari hukum forex itu({karna forex masih abu2(karna buktinya masih pro kontra bukan seperti alkohol/zina dll perbuatan yang telah di nash)meskipun sebenarnya pendapat saya sama seperti anda menilai forex})melainkan cara penyampaian anda.dan sampean tidak usah lagi menjelaskan kepada saya apa itu judi sebelum anda tau apa itu judi mungkin saja saya sudah tau duluan.cukup sekian pembahasanya saya takut ada emosi dan menimbulkan dosa,,
    semoga ini bisa kita petik hikmahnya salam sukses terima kasih ..assalamualqm wr.wb
    kalau ada yang disampaikan via aja ke:joe.pingpong.a@gmail.com

    ???? ???? ????? ???? ?? ?? ????? ? ????

    =================================================
    Genghis Khun:
    Tentu saja anda lebih pinter daripada saya yg pas-pasan :)
    Langsung saja, (to the point):
    Bagaimana judi menurut versi anda?
    - “aktivitas judi tidak ada hubunganya dengan pergerakan nilai suatu mata uang”kah?
    - “pake uang satu jenis itu jelas judi”, lainjenis bukan judikah?
    Gak perlu sungkan dan muter-muter…
    Penjelasan anda Insya allah barakah dan bermanfaat bagi umat…

  210. xxxtreem says:

    satu lagi jangan memaksa saya menjelaskan apa itu judi mas..semua orang sudah tau dari mulai anak kecil,dari semalam saya tidak membahas judi,kalau sekedar bertanya apa itu judi (misalkan saya belum tau)saya akan bertanya dengan anak kecil bukan kepada anda..
    trims

    =================================================
    Genghis Khun:
    Susah banget ya?
    Ngeles boleh….muter-muter pun boleh, kabur jg boleh :)
    Btw, maaf, komentar2 yg muter2 dan ngeles nanti akan saya hapus….

  211. Nurdin says:

    sebenarnya sy kecewa bgt, setelah tau hukum forex trading yg lebih mendekati judi, soalnya sudah cape2 belajar analisis ini itu, belajar juga demo nya dan dpt profit byk, hampir2 investasi dalam uang real. tp setelah membaca artikel ini, sy memutuskan utk tidak melanjutkan terjun di dunia forex, terima kasih mas kun, atas pencerahannya

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ilmu Forex saya anjurkan untuk dipelajari, tapi jangan diperjudikan.
    Trims juga :)

  212. pencari usaha says:

    assalamualaikum…
    semua prinsip anda terbantahkan mas khun
    monggo liat disini http://www.autorobotfx.com/tips/forexonlinehalalharam.html

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr. wb.
    Salam kenal mr. Henry Waluyo
    Terima kasih atas komentarnya. Saya sangat menghargai pendapat teman dan Insya Allah mengerti maksud tulisan anda.
    Ada beberapa hal yg perlu kita diskusikan lebih lanjut;

    #1 –> MARGIN is the YOUR KEYWORD,
    #1a. Henry Waluyo: “Forex beda…! disini transaksi tidak harus di CLOSE”.
    => TIDAK HARUS close, berarti boleh TIDAK Close dan duit hasil open bisa withdraw/ dicairkan? mari jujur pak :)

    #1b. Henry Waluyo: “SDSB (Porkas) adalah judi karena TIDAK ADA MARGIN?”
    => jadi kalau menjadi bandar SDSB dengan dukungan margin yang cukup termasuk judi/ bukan?

    #1c. Henry Waluyo tentang point B fatwa MUI: “kebutuhan transaksi dan untuk berjaga-jaga (simpanan)…untuk simpanan ini maksudnya adalah hanya bisa anda lakukan apabila MARGIN KEBUTUHAN HIDUP anda sudah mencukupi untuk hidup normal dengan pengeluaran sehari-hari”
    => Berarti tidak berlaku bagi kebutuhan transaksi orang2 yang mau ke luar negeri? misal modal 100 juta disuruh pindah ke USA, 90% Rupiah segera ditukar ke dollar seluruhnya, sisa rupiah 10% untuk taxi ke bandara. Margin cuma 10%?

    #1d. Henry Waluyo: “Untuk menghindari Spekulasi dalam Hidup anda, sebaiknya anda hanya akan melakukan Transaksi (Investasi) sejumlah Max. 20% dari total Margin PENDAPATAN Tetap Anda…!”
    => Berarti kalo transaksi senilai 20,1 % sudah kategori HARAM? Angka 20% sumbernya dari mana?

    #1e. Henry Waluyo: SL dan TP bersamaan adalah “..mengandung unsur SPEKULASI…! Tetapi kalo hanya memberikan SL saja atau TP saja itu tidak masalah….sebab unsur spekulasinya menjadi Hilang…mau untung saja atau mau rugi saja, tidak ada unsur kalo gak untung yach rugi..!”
    => Ini membingungkan. Contoh penjual parang dan durian juga membingungkan. Berarti bisa masang TP saja TANPA SL, lalu tidak mungkin RUGI?

    #2 –> BROKER SETTING is the YOUR IMPORTANCE WAY
    #2a.Cerita tentang kurs menarik, tapi masih kurang pak. Belum menjelaskan jenis2 transaksi yg ada, krn ternyata jenis transaksi Forex itu ada 4 dan yg halal cuma 1. Silahkan beri contoh jenis transaksi tsb dengan penjelasan yg menarik :)

    #2b. fatwa MUI point C “c.Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
    => Kok bisa-bisanya anda bolehkan Leverage, padahal tidak ada kalimat pengecualian; “kecuali ada KONTRAK suka sama suka/ Leverage” :)
    (Btw, bagi saya, Leverage hanya sekedar ‘topeng’ dalam rangka merampok duit rakyat kecil. Baca artikel saya di: http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi

    #2c. Fatwa MUI point D “d.Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai”.
    => Transaksi untuk melakukan Close terjadi bersamaan pada saat Open, tapi dengan kurs Close menyusul. Akibatnya proses Close tidak bisa batal.
    Kalau anda membantah bahwa saat transaksi adalah saat ‘klik Close’ itu sendiri, maka seharusnya ada pilihan bagi trader: CLOSE atau WITHDRAW.
    Tapi faktanya trader diPAKSA untuk Close. Kok dipaksa? ya karena itu tadi, telah dilakukan kesepakatan/ Perjanjian/ kontrak/ Transaksi/ Ikatan/ Ijab Kabul bersamaan pada waktu Open. Silahkan dijelaskan…

    #3 –> TEHNIK TRADING FOREX … teliti dulu !
    Teknik Trading ini tidak berkaitan dengan fatwa MUI, tapi tetap ada hal2 yg perlu saya tanggapi
    => Mohon diberi contoh kasus Slippage dan Spot. Pertanyaannya, sesudah Open selama 3 hari (> 2 hari) apakah duit bisa Withdraw otomatis?

    JAwaban sesuai point2 agar terarah.
    Btw, Kalau web anda sdh membuka kolom komentar, mohon komentar ini dicantumkan :)
    Trims atas waktunya

  213. abahrafi says:

    saya sangat setuju sekali dengan ulasan anda, dan saya adalah new comer in FX, dan saya membacanya jadi bertambah ilmu. terima kasih

    =================================================
    Genghis Khun:
    salam kenal mr. AbahRafi
    trims

  214. Didik says:

    BarokaAlloh fiik..!

  215. Didik says:

    Life is a Test,
    Islam is the Best,
    Iman is even in your blood Test,
    Dunia you ‘work’ no Rest,
    If Quran is in your Chest,
    Nothing near you Next,
    Obey ALLAH with the Best,
    Success will be your Next,
    Akhirat is your forever Rest !

    Jogjakarta

  216. billy says:

    Jika saya membaca dasar argumentasi anda menggunakan alur transaksi diatas. Maka saya rasa pelaku yang halal hanyalah transaksi antara pedagang asongan atau calo dengan pembeli eceran.

    Mengapa pedagang asongan? mengapa tidak penjual eceran? karena penjual eceran masih mempunyai stock gudang yang telah ia beli tetapi di jual belakangan, sehingga jelas mempunyai resiko kerugian apabila terjadi hal yang diluar perhitungan bisnisnya.
    Saya bilang ini berdasarkan pengalaman saya berbisnis di beberapa bidang seperti pakaian jadi, elektronik dan furniture. Resiko kerugian selalu ada di setiap bidang, apalagi jika melihat teman saya yang punya toko perhiasan dan penjual emas lantakan…maka bisa di bayangkan imbasnya terkena fluktuasi harga karena mempunyai stock brankas. Tetapi pasti dia punya strategi bisnisnya yang saya tidak tahu, jadi kembali lagi, resiko tinggalah resiko. Ketika kita berbisnis, yang penting itu adalah meminimalisir resiko dan memastikan bahwa profit selalu mampu menenggelamkan kerugiannya.

    Jujur saja, topik judi ini sebenarnya susah-susah-gampang apabila mau di putuskan halal-haramnya. mengapa saya bilang begitu? Karena memang pada dasarnya manusia itu bukanlah mahkluk sempurna yang maha tahu dan maha mampu, atau dengan kata lain : masa depan hidup manusia sebagai mahkluk dengan pengetahuannya terbatas ini sangatlah erat dengan ketidak-tahuan dan ketidak-pastian.

    Tetapi tentu saja “kesadaran” diatas, tidak bisa dijadikan alasan bagi kita untuk berlaku/ bertindak royal ala penjudi. Terutama bagi saya yang sejak remaja menyempatkan berjudi sehari-setahun bersama para sepupu, saya merasakan sekali perbedaan mindset penjudi dengan perhitungan strategi bisnis. Oleh karena itu, jika kita menggunakan dasar alur transaksi untuk menilai haram-halal,…maka saya rasa dasar itu terlalu sederhana sehingga akan menemui banyak konflik pada praktiknya. yah, lain teori-lain juga praktiknya.
    contohnya saja, tahun 97 saya membeli kijang seharga 40jt++, yang kemudian harganya melonjak tajam hingga menembus 100jt++ karena krismon. ini di luar perkiraan saya dan saya merasa beruntung…hingga akhirnya setahun yang lalu mobil ini ternyata masih laku dijual 90jt++. Nah jika mengikuti dasar hukum alur transaksi diatas, maka saya rasa profit saya ini mungkin akan di kategorikan haram.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. Billy
    kesimpulan judi bukan pada ada tidaknya stock gudang, juga bukan karena harga yg melonjak gara-gara krismon, tapi berdasarkan ALUR jual beli yang tidak wajar, yaitu bersepakat untuk nilai yang belum pasti.

    Jadi kalau pedagang asongan tsb bersepakat dengan mr. Billy untuk menjual tissue/ rokoknya sesuai harga bulan depan, berarti itu judi.

    Btw, Mohon dijelaskan perbedaan mindset antara penjudi dengan perhitungan strategi bisnis pada kasus dibawah ini:
    antara Forex Online dengan adu tebak bola, keduanya memakai analisa akurat mengenai masing-masing pemain.
    Trims

  217. billy says:

    Trims atas tanggapannya mr.Khun.

    Jika yang di permasalahkan adalah alur jual-beli yang wajar harus punya kepastian, maka selamanya masalah ini selalu ada. Mengapa? Karena kepastian itu hanyalah momentum keberuntungan kita berada di tempat dan waktu yang tepat ketika kapasitas kita mampu mengolah peluang yang ada untuk mencapai hasil yang kita inginkan. Begitu juga dengan hal yang wajar..itu sangat relatif bagi setiap individu, apalagi jika terjadi pada manusia yang meskipun pengetahuannya terbatas, tetapi mempunyai kecerdasan emosi dan pikiran untuk menghasilkan tindakan kreatif di luar kewajaran yang telah ada, agar bisa menghasilkan solusi bagi setiap permasalahan yang ada sebagai tantangan hidupnya.

    Jadi jika ada dua orang individu yang mencoba mempelajari dan mengerjakan sesuatu yang sama, tetapi menghasilkan hasil akhir yang berbeda, misalnya yang satu itu gagal dan yang satu lagi sukses. Maka saya katakan yang sukses itu berbakat, sedangkan yang gagal itu tidak berbakat. Ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya mengingat kerabat saya yang gagal dalam usaha yang juga di lakukan kerabatnya yang lain, padahal sistem usahanya sama dan sederhana dengan kerabatnya yang lain. Mungkin itu juga yang terjadi pada bisnis perdagangan forex ini…orang berbakat akan bertahan dan berhasil, lainnya gagal. Hal ini mengingatkan saya pada pepatah mr.Buffet “resiko itu ada ketika kita tidak mengetahui apa yang kita lakukan” ..nah, karena manusia bukanlah manusia sempurna yang maha tahu, maka hidup manusia ini penuh dengan resiko. Jadi lebih mudah bagi kita untuk belajar meminimalisir resiko, daripada belajar menghilangkannya.. yang adalah delusi.

    Kemudian bicara soal judi bola, saya tidak mempunyai pengalaman berarti, karena saya penikmat permainan bola yang akan terganggu kenikmatannya ketika kita ternyata memihak permainan tim yang jelek. Dalam pertandingan, yang terbaik seharusnya yang menang, bukan karena tuntutan kita karena kita memihaknya.

    Tetapi jika membandingkan judi bola dengan judi forex, maka saya rasa hal itu sama saja jika memang mindsetnya penjudi. pada tahun 2009, saya punya pengalaman melihat tetangga saya melakukan “judi” terhadap pergerakan emas di broker lokal setelah satu bulan mendapatkan training di broker itu tentang bagaimana mengelola resiko perdagangan dengan strategi locking. Saya yang saat itu masih terhitung paling muda di bandingkan para tetangga saya yang usianya 40-50 tahun itu, hanya bisa mengangguk-angguk ketika diajari “trading” dengan metode yang mereka anggap wajar itu. Mengapa saya anggap itu metode wajar bagi mereka? Karena metode itu juga yang saya anggap wajar pada waktu pertama kali mengenal candlestick di broker lokal 2006 lalu. Dan benar…tidak butuh waktu lama untuk membuktikan bahwa metode locking yang mereka lakukan itu tidak wajar, karena dalam kurun waktu 30 menit saya di ruangannya, saya melihat ia melakukan cutloss sebanyak dua kali dengan total nilai 70 juta. Jadi apakah tetangga saya itu penjudi? saya katakan iya. tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyadarkan dia, karena bukan hanya dia adalah “tetua” yang menjadi tuan rumah disitu, tetapi dia juga pemilik toko perhiasan emas yang sukses di area itu.

    Tetapi apakah aktifitas trading secara umum adalah judi? Saya bisa katakan tidak untuk segelintir orang berbakat. Ini sama saja seperti jaman dahulu dengan mengatakan black-jack sama dengan judi. Saya setuju black-jack adalah judi bagi kebanyakan orang yang tidak memahami bagaimana menghitung kartu black-jack. Tapi akan terasa nyasar bagi saya ketika menunjuk seorang penghitung kartu black-jack sebagai penjudi, karena sesungguhanya dia tahu bahwa apa yang dia lakukan adalah berdasarkan pemahaman medan permainan yang telah ia uji strateginya untuk mendukung pencapaian keberhasilannya secara konsisten. Orang-orang berbakat itu akan mengatakan bahwa medan permainan itu berbisik sebuah cerita berdasarkan perhitungan yang telah ia pahami dan ini adalah hal yang tidak pernah terjadi pada orang yang gagal lainnya, yang karena hawa nafsunya menyelimuti akalnya dan terperosok kedalam aktifitas perjudian yang tidak dia sadari.

    Kasus blackjack dahulu, tidak berbeda jauh dengan aktivitas trading dewasa ini. Meskipun secara luas trading telah di jadikan medan perjudian baru bagi sebagian besar orang-orang malas yang ingin kaya cepat dan mudah. Tetapi saya tahu ada segelintir orang berbakat yang tidak terseret arus perjudian tersebut. Mereka tidak berjudi karena tahu bahwa mereka tidak tahu apa-apa kecuali menunggu. Menunggu apa? Dari pengalaman saya, medan permainan itu berbisik sebuah cerita pada segelintir orang berbakat itu—hal ini yang tidak pernah terjadi pada sebagian orang gagal lainnya. Maaf lho, ini bukan tahayul. Karena jika di tanya penjelasan yang lebih jauh siapa yang membisikan cerita itu, maka dia bisa menjelaskan dengan pengetahuan ekonominya bahwa, “..laporan keuangan ini blabla..kondisi makro di negara anu sedang begini” atau, dia bisa juga mengunakan pengetahuan psikologi dan matematikanya untuk menjelaskan bahwa, “ ..dalam pergerakan acak tersebar pola geometris tak beraturan yang bisa dianalisa untuk mengidentifikasi psikologi kolektif yang berlangsung di pasar, …dan ini adalah rahasia yang berlaku pada pergerakan harga dan pergerakan waktu.”

    Mungkin bagi sebagian yang awam, tidak akan mengerti apa yang dia katakan. Atau bahkan tidak akan memahami apa yang dia ajarkan. Tetapi ada satu hal yang sederhana yang bisa kita pegang untuk membedakan orang berbakat itu dengan orang yang gagal, yaitu konsistensi.

    Salam.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Menarik sekali ulasannya pak :)
    Tapi maaf, saya masih belum paham
    Jadi kalau kita menjadi bandar Judi bola dengan “berdasarkan pemahaman medan permainan yang telah ia uji strateginya untuk mendukung pencapaian keberhasilannya secara konsisten” maka bukan lagi maksiat ya pak?

    Salam

  218. Didik says:

    Dear Pak Khun,

    MAsukan buat antum,sy lihat beberapa iklan yang dipasang mengarah kepa judi forex.Demi kebaikan p khun akan lebih baik jika iklan-iklan tersebut dilepas karena secara tidak langsung p khun sudah membantu para pelaku judi forex dalam mengembangkan usahanya. ‘Barangsiapa menunjukan kebaikan maka baginya pahala sebanyak orang melakukan’. begitu juga sebaliknya. P khun pasti bisa memilah mana iklan yang baik dan yang tidak baik.
    Juga bagaimana kita usakan apa yang kita lakukan ini karena Alloh.Beberapa teman kita akan merasa bangga jika dia bisa membuat thread yang panjang dan bersambung-sambung.Saya yakin p khun lebih paham akan hal ini.
    Semoga manfaat.. ^_^

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Didik
    Terima kasih atas sarannya
    Jujur saja, Hidupnya media tergantung dari iklan. Sedangkan untuk memilah Forex Judi dengan Forex yang halal itu sangat sulit (karena semua mengaku halal), juga sulit sekali memilah iklan penipuan/ bukan (karena semua mengaku bukan menipu). Jadi lebih baik saya papan pengumunan di bawah header; “WASPADA PENIPUAN!!! HATI-HATI …” (http://nafanakhun.files.wordpress.com/2011/11/was.gif)
    atau mungkin anda punya cara yg ampuh untuk di sharing? Trims

  219. didik says:

    Yang Ampuh hanya dengan mengikuti arahan Alloh swt dan Rosulullah saw.. ^_^
    Yang halal dan haram sudah jelas tinggal kita pilih untuk mengharap ridlo Alloh swt. Dan diantara yang halal dan haram ada subhat. Sebagai muslim yang baik maka kita usaha bagaimana kita tinggalkan yang subhat. Semoga Alloh mudahkan, amin..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Amiin…

  220. billy says:

    Tidak apa-apa. saya hanya sharing saja.
    Menanggapi pertanyaan anda, sebenarnya jawabannya mudah saja.
    Memberikan kinerja terbaik untuk mencapai hasil diinginkan sesuai ekpetasi yang di tawarkan, itu berbeda dengan mengecewakan harapan orang lain yang membutuhkannya…apalagi jika tindakan pengecewaan itu dilakukan dengan sengaja by design untuk menjebak.

    Bandar judi itu rata-rata pasti untung karena memang win-win solution, bandar menjual mimpi, penjudi membeli mimpi. Dan karena bisnisnya memang di desain sebagai permainan judi untuk memuaskan hawa nafsu para penjudi yang bermimpi mendapatkan kelimpahan material secara cepat, maka para bandar judi selalu bisa meraup untung, karena tidak ada satu pun manusian maha tahu yang bisa berhasil dalam permainan menebak detail yang didesain untuk kalah.

    Nah, pemahaman terhadap psikologi manusia ini juga yang membuat banyak bandar mendirikan broker forex abal-abal untuk mengundang para penjudi menghabiskan uangnya disana dengan mencurangi nasabah nya dari awal pendaftaran.

    Salam.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Hahaha…sepakat pak :)

  221. adit says:

    Mas G.khun, saya mau tanya mengenai saham emas yg ad http://www.eastcapemc.com (east cape mining corporation) itu halal apa haram? mohon penjelasannya..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Adit
    Hati-hati dengan tawaran penanaman saham dari perusahaan yang tidak jelas. Kalau ditipu siapa yg bertanggung jawab? :)
    Btw, mengenai emas silahkan baca artikel : http://genghiskhun.com/trading-emas-online_cara-baru-memperjudikan-kurs-emas

  222. Henry Waluyo says:

    Assalamualaikum wr wb,

    Menarik sekali diskusinya mas kun, saya sdh terima emailnya, dah lama gak online, email dah hampir 500-an di mailbox, pusing mbacanya….tapi maaf belum sempet ndaleminnya (reply), soalnya banyak banget komentarnya, hihihih… pengennya mo ketemuan langsung, jd kita bisa diskusi lbh leluasa tentang hukum forex ini. Cukup lama jg sy nunggu orang yg mo komentari ulasan sy tsb, ternyata dari mas kun sendiri.

    Sepertinya kita punya pandangan berbeda, apakah dari pengalaman yg berbeda, sudut pandang atau apalah, tapi ini memang harus diluruskan mas, sy punya kewajiban yg sama sebab jg sudah buat ulasan detail di website,

    Saya juga bukan hafiz quran..tp sdg berusaha untuk mendalami terus panduan hidup kita tsb (quran&hadits), sesama muslim kita perlu saling menasehati untuk kebenaran.

    Sy bersedia untuk singgah ke lokasi mas kun…tlg sms ke saya di 08126694709, kt ketemuan dimana biar sy turutin dari Padang, sy manut! sy dah siapin ongkos mas buat nyari kebenaran ttg ini, mdhn diberkahi Allah swt.(mdhn mas ada di Jakarta, jadi bisa sekalian sy ada urusan).

    Sy pernah diskusi panjang dengan guru pesantren di Sumbar, sementara dia masih berpegang dengan MUI bahwa forex itu diperbolehkan, tapi menurut sy itu belum memuaskan soalnya sepertinya mereka juga blm memahami dengan benar bagaimana cara transaksinya, cara open, close, perhitungan margin, laverage, bla-bla…sepertinya blm dimengerti. Nah lebih enak kalo diskusi ttg ini dengan orang yg lebih mengerti ttg hukum islam dan mengerti pula bagaimana sebenarnya seluk-beluk forex ini secara baik…biar klop dah.

    Ok, Semoga Allah memberikan Jalan dan Kesempatan buat kita untuk diskusi ttg ini sec langsung, gak lewat posting-posting disini, sangat terbatas sekali bisa explorasi.

    Yg laen kalo mo ikutan, monggo…kita diskusi bareng-bareng.

    Wassalam,

    =================================================
    Genghis Khun:
    Waalaikum salam wr wb,

    1. Saya ada di Depok Jawa Barat pak. Kalau lagi ke Jakarta silahkan kontak via Facebook/ email. Tapi Insya Allah fatwa MUI bagi saya sudah cukup untuk dimengerti, walaupun saya belum pernah bertatap muka langsung sama pembuat fatwa tsb (yang ternyata bukan orang-orang ekonomi :)

    2. Tentang guru pesantren di Sumbar; “dia masih berpegang dengan MUI bahwa forex itu diperbolehkan”
    Ralat pak, Tidak semua Forex itu boleh. Menurut MUI; jenis Forex ada yang halal (1 jenis), sisanya 3 jenis Haram. Malah lebih banyak yg haram daripada yang halal. Kalau mau menggeneralisir seharusnya kesimpulannya adalah = semua Forex itu haram, tapi anehnya guru pesantren tsb membolehkan :)
    Btw, tentu kita tidak bisa menipu publik dengan menggeneralisir seperti itu, harus kita katakan bahwa yang dihalalkan oleh MUI adalah jenis Forex yang SPOT, lainnya haram. Bisa disepakati pak?

    Masalahnya adalah apakah Forex Online itu memenuhi syarat SPOT? oh ternyata ‘hasil investigasi’ saya tidak terpenuhi. Silahkan baca bagian akhir dari artikel di atas. lalu bagaimana dengan hasil investigasi anda pak? :)

    3. Fatwa MUI tidak menyebutkan “cara open, close, perhitungan margin, laverage, bla-bla…” untuk menentukan dasar halal haramnya Forex. Atau mungkin fatwa MUI bagi anda sangat sederhana dan masih kurang?

    Wassalam

  223. Henry Waluyo says:

    Sembari nunggu kt ketemu itu…coba sy bahas disini bertahap yach…

    Tapi saya pikir, mas kun belum bisa menangkap apa maksud dari penjelasan saya, apakah mas kun pernah nyobain trading forex sebelumnya? di Brokers yang mana? brokers beneran atau brokers bandar mas… soalnya ada banyak brokers yg tidak ECN yg berfungsi hanya sbg bandar seperti si penjual sapi yg mas kun buat dongengnya…bagus dongengnya yach.

    #1 –> MARGIN is the YOUR KEYWORD,
    #1a. Henry Waluyo: “Forex beda…! disini transaksi tidak harus di CLOSE”.
    => TIDAK HARUS close, berarti boleh TIDAK Close dan duit hasil open bisa withdraw/ dicairkan? mari jujur pak :)

    Henry Waluyo : Sebaiknya mas pahami dulu maksud yg saya tulis di website saya, jawabannya ada disana…kalo sy tulis lagi disini, jadi panjang banget mas. Sepertinya mas belum memahami maksud saya tsb, itulah makanya sy pengen ketemuan langsung, Insya Allah, kehendak Allah bisa mempertemukan kita mas kun, Amin.

    Berkaitan dengan Open –> lalu Close/witdrawl..?? Menurut saya habis buka posisi BUY/SELL itu apakah harus langsung bisa ditarik dananya??? wah kalo ini gak jual beli namanya…lha wong niatnya mo trading kok langsung mo di tarik, tujuan trading (jual-beli) itu adalah untuk memperoleh keuntungan, kalo langsung harus close belum untung…yach untung-untungan namanya, balik ke spekulasi (haram).

    Nah, kalaupun close, itu tidak berarti harus witdrawl, soalnya kalo close khan dah jelas keliatan ada di total ballance (equity) yg ada setelah proses close tersebut. Close dan witdrawl itu proses yg berbeda. Close itu berarti dana masuk ke rekening titipan di brokers yg sudah di kurs-kan, witdrawl itu berarti dana dari rekening titipan pindah ke rekening di Bank Indonesia…. kalo kita mo tahan aja di rekening titipan, itu sah-sah aja, kita anggap aja rekening tsb sama dg rekening bank, lha wong mereka juga mengelola uang, cuma aja jangan pake swap, makanya nitip di broker yang no swap! Ada ratusan brokers, yach kita wajib pelajari, sama dg di indonesia, ada puluhan bank…tapi wajib kita pelajari, mana yg sesuai syariah, mana yg hanya mengatasnamakan syariah sebagai topeng belaka! ujung2nya Riba!.

    Satu lagi, kalo kita trading di brokers abal-abal, pada saat market bergerak cepat (cth : News NFP), sering ada slippage gede kata mas kun yach…itu kalo di brokers abal-abal, kalo di broker ECN mah cenderung pas, itupun bisa spot sebab berlangsung jadi kalau menjadi bandar SDSB dengan dukungan margin yang cukup termasuk judi/ bukan?

    Waduh mas Kun, mekanisme forex dengan SDSB itu beda dari segi alurnya…sy pake analisa mas kun yach. Forex itu menyediakan pembelian dengan memperhitungkan margin, tetapi SDSB sama sekali tidak.

    Kembali ke point 1, di SDSB inilah yang dimaksudkan sebuah transaksi itu begitu “Open Posisi”, otomatis harus “Close” sebab untuk menahan posisi yg diambil tsb tidak ada margin, aturan mainnya begitu di SDSB, itu yg membuat hukumnya jelas SPEKULASI –> Haram.

    Nah, rule transaksi tsb yg membuatnya jadi Haram, mo jadi pemain SDSB ataupun menjadi Bandar SDSB dengan margin gede, itu gak ada bedanya.

    Sekali lagi, mari kita berfikir jernih forex itu memberikan peluang transaksi untuk tidak otomatis close setelah posisi diambil, tergantrung marginnya, transaksi di forex yg paling aman sebetulnya harus dipalajari “range” kekuatan marketnya, jika range 2000 poin, sementara anda menyiapkan margin hanya 500 poin itu bunuh diri namanya. Itu bisa balik ke “SPEKULASI” –> HARAM, Nah, range 2000, 3000, 10000 itu bisa diperhitungkan mengingat disini banyak yg berperan termasuk sebuah negara pemilik mata uang tersebut yang tentu akan terus menjaga fluktuatifnya range tadi. Jadi, mdhn dah jelas yach, beda SDSB dengan Forex mas…. sama dengan beda “Ayam” dan “Sapi”. Harusnya mas kun analoginya yg setara, Forex dengan Saham, atau apalah biar lebih membingungkan buat saya jawabnya..:-) Jadi balik ke dongeng tentang “Sapi” yg mas kun tulis, itu pemaen spekulasi semua mas, yach dah jelas dong hukumnya gimana, nah kalo yg sederhana tsb disamakan dengan forex, saya pikir kok saya kurang sependapat mas kun.

    #1c. Henry Waluyo tentang point B fatwa MUI: “kebutuhan transaksi dan untuk berjaga-jaga (simpanan)…untuk simpanan ini maksudnya adalah hanya bisa anda lakukan apabila MARGIN KEBUTUHAN HIDUP anda sudah mencukupi untuk hidup normal dengan pengeluaran sehari-hari”
    => Berarti tidak berlaku bagi kebutuhan transaksi orang2 yang mau ke luar negeri? misal modal 100 juta disuruh pindah ke USA, 90% Rupiah segera ditukar ke dollar seluruhnya, sisa rupiah 10% untuk taxi ke bandara. Margin cuma 10%?

    Nah, kalo 90% rupah ditukar menjadi USD untuk hidup di USA itu, maka yang 90% itulah MARGIN-nya mas…bukan yang 10% itu donk…waduh gimana toh mas kun iki… MARGIN itu khan biaya (persediaan) dana yg perlu untuk menjaga kelangsungan hidup. Memang mo hidup di USA pake yg 10%, khan dah habis buat ongkos Taxi.

    Sama dengan BUY 100$, kita punya $10000, berarti yang $9900 itu untuk menjaga kelangsungan hidup transaksi tersebut.

    #1d. Henry Waluyo: “Untuk menghindari Spekulasi dalam Hidup anda, sebaiknya anda hanya akan melakukan Transaksi (Investasi) sejumlah Max. 20% dari total Margin PENDAPATAN Tetap Anda…!”
    => Berarti kalo transaksi senilai 20,1 % sudah kategori HARAM? Angka 20% sumbernya dari mana?

    Itu perhitungan saya pribadi, gak pake dasar apa-apa mas, kenapa perhitungan tsb..penjelasannya ada di website saya, tolong dibaca lagi pelan-pelan. Maksud saya ditulisan tersebut, bahwa banyak temen2 yg sebenarnya untuk kebutuhan sehari-hari aja masih pas-pasan, lalu mereka banyak yg coba ikutan melakukan trading forex, gak tau…mungkin di iming-imingin muluk-muluk oleh sales, temen2 yg menjerumuskan dll tanpa memikirkan resiko-resiko yg ada…memang sih semua usaha itu ada resikonya, tapi di forex yg spot ini tentu resiko juga bersifat spot, samalah dengan jualan permata di komplek perkampungan, khan resikonya kecil…wong laku-nya juga kecil..hihihi. Jadi angka 20 itu adalah angka “nasehat” mas kun buat trader pemula, jadi BUKANLAH angka hukum Halal-Haram…hahaha, ada-ada aja, gak mungkin dech menetapkan hukum hanya dengan angka, Islam itu Rahmat, Mudah…jadi kita gak selayaknya mempersulit.

    #1e. Henry Waluyo: SL dan TP bersamaan adalah “..mengandung unsur SPEKULASI…! Tetapi kalo hanya memberikan SL saja atau TP saja itu tidak masalah….sebab unsur spekulasinya menjadi Hilang…mau untung saja atau mau rugi saja, tidak ada unsur kalo gak untung yach rugi..!”
    => Ini membingungkan. Contoh penjual parang dan durian juga membingungkan. Berarti bisa masang TP saja TANPA SL, lalu tidak mungkin RUGI?

    Sekali lagi, penjelasannya sebenarnya ada di website saya mas, coba baca lagi berulang-ulang. Pasang TP dan SL sekaligus pada saat kita open posisi, itu memberikan peluang Spekulasi yang tinggi, kalo gak kena TP (untung), yach kena SL (rugi)….ini biasanya kalo kita trading ditinggalin, gak dipantengin…. ada sih yg ngomong, itu khan buat jaga supaya gak “rugi” amat mas henry…yah itu monggo, trus kalo kita balik menjadi, itukhan buat jaga supaya gak “untung amat mas Henry….nah ini yg gak masuk akal saya, emang ada orang yg mau gak”untung” amat, hehehe… Jadi kalo mo tetapkan harga SL aja yach monggo, asal jangan bersamaan menetapkan TP dan SL sekaligus di satu transaksi yang memancing unsur spekulasi.

    Eh dah habis poin #1 mas kun, itu dulu…
    Mhn komentarnya, sy juga akan berlapang hati jika ternyata pendapat ini keliru, makanya sy pengen ketemuan langsung, mari kita sama2 cari kebenarannya, sejauh ini memang sy masih berpegang teguh dengan yg saya tahu bahwa FX ini Boleh.

    =================================================
    Genghis Khun:
    #1 –> MARGIN is the YOUR KEYWORD,
    #1a. Open; Punya Rupiah untuk beli Dollar=> withdraw Dollar, ntar jual lagi Dollar tsb dikala harga cantik=> Close= withdraw Rupiah => dapat selisih keuntungan.

    Ringkasnya: Terlihat baik withdraw/ tidak withdraw (sesudah open), hasil keuntungan yg diperoleh tetap sama tuh.
    Jadinya aneh sekali pernyataan anda “gak jual beli namanya…lha wong niatnya mo trading kok langsung mo di tarik”? :)

    Btw, saya juga sepakat dengan “kalaupun close, itu tidak berarti harus witdrawl”.
    tapi kembali ke pertanyaan semula: BOLEHKAH withdraw sesudah Open?

    #1b. “Nah, rule transaksi tsb yg membuatnya jadi Haram, mo jadi pemain SDSB ataupun menjadi Bandar SDSB dengan margin gede, itu gak ada bedanya.”
    => jadi sebenarnya penentuan judi itu dari “ada tidaknya Margin” atau dari ‘rule’ pak? Bisa dijelaskan beda ‘rule’ antara Forex Online dengan adu tebak Sepak Bola?

    #1c. Hmm yg bagian ini saya masih bingung, maklum agak lemot pak :)
    Gini aja deh; Si A modal 100 juta tidak ada rencana kemana-mana,
    pagi hari 90% Rupiah ditukar ke dollar di Money Changer, sisa rupiah 10%.
    Sore hari harga dollar naik, 90% dollar ditukar lagi ke rupiah.
    => yang margin yang mana pak? apakah semuanya adalah Margin hehehe?

    #1d. Hahaha saya setuju dengan penjelasan anda bahwa 20% BUKANLAH angka hukum Halal-Haram.
    Hahaha… Tapi kalimat anda menjadi nggak konsisten donk pak?
    1. “Spekulasi = Haram”
    2. “Untuk menghindari Spekulasi dalam Hidup anda, sebaiknya anda hanya akan melakukan Transaksi (Investasi) sejumlah Max. 20% dari total Margin PENDAPATAN Tetap Anda…!”
    ?????

    Jadi sebenarnya hubungan antara MARGIN dengan SPEKULASI itu di-ANGKA atau dimana? saya masih bingung :) ada hubungan ataukah TIDAK?

    #1e. Okelah pasang harga SL saja & tanpa penetapan harga TP (atau sebaliknya), tapi bukankah kemungkinannya TETAP ADA DUA; TP/ SL???? alias ada unsur spekulasi?

    #1f. Henry: “sejauh ini memang sy masih berpegang teguh dengan yg saya tahu bahwa FX ini Boleh”.
    => Keseluruhan Forex atau Forex jenis spot saja? mohon menulis yang lengkap ya pak biar tidak membodohi publik :)

    Btw, diskusi panjang lebar tentang Margin, perlu pembaca ketahui bahwa MUI sebenarnya melarang penggunaan Margin. http://bataviase.co.id/node/661750
    Menariknya lagi, dalam penentuan halal dan haramnya Forex malah bukan dari ada tidaknya Margin, tapi dari JENIS TRANSAKSI.
    Maka sebelum dilanjut saya mau bertanya dulu; pak Henry setuju/ tidak dengan fatwa MUI?
    Silahkan, kalau nggak setuju nggak papa kok. Nanti pokok bahasan akan saya alihkan pada bagaimana cara menentukan jual beli wajar/ jual beli judi saja. gimana pak?

  224. Henry Waluyo says:

    Assalamualaikum, mas kun dan pembaca lainnya…wah 2 hari ini jadi rajin ngunjungi blog ini…hehehe, mana koment temen2 yg laen?

    Mas kun, mending diskusi ini di buat di web forum atau apa, soalnya koneksi saya agak berat buka halaman ini, komentarnya dah terlalu banyak…sy cek email, kalo diskusi via email aja, nanti temen2 yg lain mungkin perlu nimbrung jd gak bisa ikutan.

    Kesalahfahaman-kesalahfahaman ini yg ingin membuat sy pengen diskusi langsung, Insya Allah ntar pertengahan Des, sy ada schedul ke Jakarta.

    Kuncinya, mari kita sama2 berfikir jernih dan lebih dewasa, jauhin ego masing2, kalo sy benar tlg diakui juga, kalo mas kun benar sy juga akan buat penjelasannya di website sy utk hindari forex jika ternyata mengandung unsur haram. Disini kita diskusi buat cari kebenaran, semoga dalam diskusi ini dibukakan kebenaran tsb oleh Allah swt dalam bentuk hidayah-Nya, Amin. Soalnya kebenaran itu datangnya hanya dari Allah semata.

    Ok, kitan lanjutin yach…

    POINT #1a.

    Open; Punya Rupiah untuk beli Dollar=> withdraw Dollar, ntar jual lagi Dollar tsb dikala harga cantik=> Close= withdraw Rupiah => dapat selisih keuntungan.

    —> kalo ini adalah transaksi Forex secara manual, tidak perlu online…hukumnya dah jelas, sepanjang dia spot, artinya waktu beli dollar langsung dapet dollarnya < 2 hari, lalu dijual..langsung dapet rupiahnya syukurlah, akhirnya mas kun sepakat dengan ini, sy pikir mas kun dah mulai mengerti maksud saya sedikit.

    tapi kembali ke pertanyaan semula: BOLEHKAH withdraw sesudah Open?

    –> Witdrawl sesudah Open “boleh” tetapi yg anda witdrawl itu sisa margin anda sepanjang nilai equity setelah witdrawl masih mencukupi untuk menjaga posisi yang sudah anda beli.

    Kesimpulan saya begini mas :
    Sepertinya mas kun masih perlu memahami lebih dalam bagaimana transaksi forex online yang sebenarnya. Kalo sy baca dari pertanyaan dan komentar mas kun, sepertinya banyak kesalahpahaman dan arti dari trading forex online ini. Coba mas berfikir jernih dulu, jangan keburu su’uzhon dengan trading ini, mari kita samakan dulu persepsinya.

    Take posisi “Close” dan “witdrawl” itu berada pada 2 tempat yang berbeda, jangan dicampur adukkan mas kun. Witdrawl itu pasangannya adalah “deposit” dan berada diantara rekening bank anda dengan rekening bank brokers. Nah kalo bank brokers menggunakan mata uang yg berbada dengan bank anda, cth USD, EUR atau JPY…maka deposit atau witdrawlnya menggunakan kurs yang berlaku saat itu dengan kurs yang jelas. Proses ini adalah SPOT dengan harga yg ditetapkan saat kurs berlaku yg disepakati. Sementara “Close” itu pasangannya “Open”, nah transaksi ini berada pada rekening yg dimiliki oleh trader di sistem online brokers. Yg diperjualbelikan dalam sistem online tersebut adalah “units currency pairs” contoh EUR/USD, GBP/USD, dll. Units tersebut dibeli dengan menggunakan dana anda yg ada dalam rekening anda pada sistem online yg sudah anda deposit. Nah, aturannya adalah jika dana online anda ada $1000, jangan dibeliin semua, harus ada stok dana untuk menahan margin atas transaksi tersebut. Untuk membeli 1000 unit EUR/USD itu margin harganya sekitar $35-an, dan ini harus anda beli dari “uang sendiri” dari nilai deposit anda yang ada di rekening online tsb, bukan uang pinjaman dari brokers…hahaha. Nah proses jual beli ini terekam, tercatat dalam software trading, kalo mo di cetak yach tinggal di print aja sebagai bukti transaksi, kalo mo diminta lembar transaksinya juga tinggal minta ke brokersnya, tapi biasanya ini jarang diminta soalnya transaksinya paling gak lama-lama, kecuali kalo mo tahunan bari di close, buat jaga-jaga, boleh juga tuh diminta. Proses jual-beli, menggunakan harga yg jelas, pasti sebab bisa di lihat pada “nilai quotes”nya yg bergerak tiap detik, malah lebih transparan dibandingkan jual beli di moneychanger sekalipun yg bersifat harian. Untuk beli units tsb harganya jelas, mo close (jual) juga di harga yg transparan, bisa langsung dilihat dg software secara online. Nah inilah spot yg terpenuhi pada transaksi ini.

    Jadi dari pernyataan mas kun bahwa, habis Open, otomatis harus Close sementara harga tidak pasti…itu yang sangat membingungkan saya mas, mhn maaf. Sy berasumsi, mas kun dah salah kaprah memahami transaksi forex online ini…atau mungkin saya yg salah, gak tau dech, semoga Allah membuka pintu hidayah kebenaran ini buat kita, Amin!

    Ini sekaligus memberi penjelasan antara pengertian “margin” yg saya maksud dalam penjelasan ini dibandingkan sengan penjelasan “margin” yang dimaksud oleh DSN-MUI, bahwa :
    ” Sebagaimana diketahui, transaksi margin adalah transaksi pembelian efek untuk kepentingan nasabah yang dibiayai oleh Perusahaan Efek (broker).”

    –> kalo margin dengan pengertian ini, sy mas setuju 100%, mwong jual beli kok bisa dipinjemin dulu oleh broker, emak amat….ya kalo ntar untung, nah kalo abis itu harga turun, khan brokers rugi donk, disini bakalan ada pihak yang dirugikan…larinya ke unsur RIBA! Laknatullah!

    OK, mdhn dah bisa membedainnya yach mas. Kita gak boleh membodohi pembaca, setuju?

    Nah, jika mas dah bisa ngerti ini, sy pikir poin 1.a dah mas dapetin jawabannya.

    Trus Lompat ke Komentar Mas Kun Paling bawah…

    ” Menariknya lagi, dalam penentuan halal dan haramnya Forex malah bukan dari ada tidaknya Margin, tapi dari JENIS TRANSAKSI. Maka sebelum dilanjut saya mau bertanya dulu; pak Henry setuju/ tidak dengan fatwa MUI? ”

    –> ini yang memperkuat saya bahwa mas kun belum memahami sepenuhnya apa yg saya tulis di website saya, sebetulnya dalam penjelasan saya di web autorobotfx.com tsb sudah jelas, bahwa saya itu memberi penafsiran detil tentang FATWA MUI tersebut dari kacamata trader fx dimana dalam penjelasan saya itu apakah mas melihat kalo saya setuju dengan “Hedging”? “Option”, dan “Swap”..??? saya hanya setuju dengan “SPOT”….artinya saya tidak mengeneralkan forex online itu dengan ke-4 jenis tersebut, mohon mas kun tidak perlu menyudutkan saya terus, saya berusaha memahami pola argumentasi mas kun, tetapi sepertinya mas kun belum begitu terbuka dalam diskusi ini.

    Mohon dibaca kembali website saya.

    POINT #1.b
    Beda Forex Online dengan Judi SepakBola….
    jadi sebenarnya penentuan judi itu dari “ada tidaknya Margin” atau dari ‘rule’ pak? Bisa dijelaskan beda ‘rule’ antara Forex Online dengan adu tebak Sepak Bola?

    –> Jelas beda donk! ini berarti su’uzon mas ttg SDSB dah bisa hilang donk? syukurlah….
    SDSB dengan Judi Bola itu sama mas, sama2 tidak punya margin dalam menjaga transaksinya. Nah, apakah penentuan judi itu dari “rule” atau “margin”…? lha kok jadi sempit banget pemikiran kita, kalo kita lihat sepotong-sepotong yah begini ini jadinya.

    SDSB, JudiBola, itu menggunakan spekulasi..–> haram, gak ubahnya sama dengan Dadu! Forex juga akan menjadi haram jika menggunakan rule “spekulasi”. Nah, kita ambil contoh lain, jual-beli SAPI itu khan HALAL, tapi kalo dengan menggunakan rule “spekulasi”, cth, saya mo beli sapi umur 2 bulan berat 15 kg sapinya dengan perjanjian sama penjual kalo 3 bulan setelah itu berat sapi bisa melewati 25 kg, maka penjual sapi harus memberi saya sapi baru yg lain secara gratis, tapi kalo dalam 3 bulan setelah sapi tsb sy jaga, beratnya gak sampe 25 kg, maka sapi tsb akan diambil oleh penjualnya kembali tanpa uang saya dikembalikan. Nah, apakah Jual-Beli sapi dengan Rule ini masih HALAL..??? tentu berubah menjadi HARAM…setuju mas?
    Jadi kembali ke Forex, praktek transaksi forex itu juga bisa diplesetkan seperti itu, nah sayangnya yang memplesetkan itu dah semakin banyak sudah mengeneralkan forex tidak hanya “spot” lagi, dah dicampur aduk…jadilah seperti “BET-ON-MARKET” (punya malaysia yg jals-jelas HARAM, contoh lain..speedline, juga jelas-jelas HARAM, trading Forex dengan sistem (rule) SWAP, juga HARAM….trading dengan martingale tanpa memperhitungkan margin, yg bersifat sangat spekulatif…juga HARAM, sebab ini 99% Margin Call..!

    Jadi apapun produknya, jika rule-nya tidak memperhitungkan margin, maka akan berubah menjadi “Spekulasi”…dan ini menurut MUI di HARAM-kan.

    POINT #1.c.
    #1c. Hmm yg bagian ini saya masih bingung, maklum agak lemot pak :) Gini aja deh; Si A modal 100 juta tidak ada rencana kemana-mana, pagi hari 90% Rupiah ditukar ke dollar di Money Changer, sisa rupiah 10%.
    Sore hari harga dollar naik, 90% dollar ditukar lagi ke rupiah.
    => yang margin yang mana pak? apakah semuanya adalah Margin hehehe?

    –> Dalam kasus tersebut marginnya adalah 10%, emang kalo megang Dollar di Indonesia, bisa untuk beli beras, beli bakso, beli kerupuk, bayar uang sekolah anak..??? jadi 90% tersebut jelas tidak bisa ditahan oleh yang 10%, walhasil…si A akan “TERPAKSA” menjual yang 90% tersebut kembali, nah permasalahannya harga jualnya belum tentu lebih tinggi dari harga beli, wong paling dalam waktu singkat mamang harus dijual.
    NAH, kata kunci “TERPAKSA” harus dijual kembali inilah yang mengandung unsur spekulatif, jika memang dari awal niat si A adalah untuk spekulatif dengan membeli 90% uangnya menjadi dollar, ya kalo naik harganya, kalo turun..gmn donk. Tapi kalo si A hanya membeli sebesar 10% dananya, dia tidak akan terpaksa menjualnya kembali, ini berubah menjadi “investasi” bukan “spekulasi” lagi, jadi kembalinya pada niat si A. Ptraktek ini sama dengan investasi Logam Mulia (LM), gak musti harus jual kalo kita punya cadangan stok rupiah yg cukup (margin) untuk menutupi kebutuhan yg lain.
    –> gmn dah clear mas ttg margin?
    (nah, kalo mas kun dah paham ini, diskusi kita dah bisa mulai mengerucut, atau mas cari lagi dech dimana lagi kesalahan saya, nt kita rembukin lagi).

    POINT #1.d.

    #1d. Hahaha saya setuju dengan penjelasan anda bahwa 20% BUKANLAH angka hukum Halal-Haram.
    Hahaha… Tapi kalimat anda menjadi nggak konsisten donk pak?
    1. “Spekulasi = Haram”
    2. “Untuk menghindari Spekulasi dalam Hidup anda, sebaiknya anda hanya akan melakukan Transaksi (Investasi) sejumlah Max. 20% dari total Margin PENDAPATAN Tetap Anda…!”
    ?????

    –> ini sudah sy jawab diatas, tapi sy pikir sy konsisten kok mas kun…coba mas perhatiin kata-kata no.2 tsb, khan ada kata kunci “SEBAIKNYA”…ini mengandung unsur sebuah SARAN, bukan sebuah ketetapan untuk sebuah HUKUM HALAL HARAM, sy gak berani membuat sebuah ketetapan yang bukan wewenang saya, itu hanya argumen yang menyarankan agar para trader pemula lebih memperhatikan investasinya agar tidak berubah menjadi spekulasi yang menyesatkan.

    POINT #1.e

    Kalo TP saja, atau SL saja, unsur spekulasinya menjadi hilang. Itu menjadi sebuah “manajemen margin” untuk menghindari kerugian yang terlalu besar. Sama dengan gini, si A punya ternak ayam potong 1000 ekor, ternyata disekitar lokasi ada dicurigai Flu Burung, sementara ayam si A belum cukup 1,5 kg, nah si A kebetulan tidak berada di lokasi, dia memberikan kewenangan pada manajer ternaknya untuk menjual semua ayamnya jika beratnya sudah 1,1 kg gak perlu nunggu sama 1,5 kg lagi…ini dilakukan daripada ayamnya bakal mati semua kena wabah, maka berat 1,1 kg pun dijual, jadi gak rugi amat utk menutupi biaya produksi.
    Jadi disini, unsur spekulasinya hilang khan…? Tapi kalo dia biarin aja ayam tsb gak dijual di berat 1,1 kg tanpa bisa upaya apapun lagi (kita anggap variabel vaksinasi tidak ada)tinggal 2 alternatif yakni nunggu sampe 1,5 kg sekita 2 mingguan lagi atau ayam mati semua gak keburu…
    –> trus jangan pula mas tanya, kasus si A ini judi apa enggak? ini hanya utk meminimalisir kerugian, kalo ayam jadi 1,5 kg yg dirugikan siapa yg diuntungkan siapa, trus kalo ayam mati semua, yng dirugikan siapa yang diuntungkan siapa.
    Sama dengan Forex Online, kalo kita Close posisi Profits, apakah brokers akan rugi? gak khan, trus kalo kita close posisi minus, apa brokers yg untung? gak juga….brokers itu ambil untung dari selisih harga jual dan beli (sama persis seperti money changer), jadi mo kita untung dari forex atau rugi..gak ngaruh.
    Lain halnya kalo kita trading di Bandar, bukan di Brokers.

    —> nah, gmn mas…mulai mengerucut topik ini?

    POINT #1.f
    Dah jelas mas, FX yang spot….nah disini sy gak sepakat dengan mas kun yang mengeneralisasi FX yang 4 jenis dengan hanya 1 jenis yang boleh..dengan 3 jenis lawan 1 jenis…menjadi HARAM semua….jadi sy bingung juga, mas tuduh saya yg mengeneralisasi, padahal mas kun yg akhirnya mengeneralisasikan itu sendiri.

    Forex itu sama dengan bisnis yg lain, banyak di plesetkan oleh oknum-oknum yg berteman dengan syetan, sepanjang masih bisa berpegang teguh dengan aturan fatwa yg sudah digariskan, sampai saat ini sy msh berpandangan “boleh”.
    Sebenarnya bukan hanya Forex, bisnis apapun yg ada yang produk dan transaksinya halal,kalo di plesetkan dengan niatan unsur-unsur spekulasi, akan berubah menjadi HARAM. Kuncinya ada di NIAT, Allah itu menilai kita mulai dari Niat hamba-Nya, betul khan mas.

    Bola kaki yg diperblehkan aja bisa jadi gak bagus kalo di niatin taruhan pada sesama pemainnya…yah gitu deh.

    NB: Mdhn mas kun dah bisa memahami maksud dari sisi saya, kalo belum..sepertinya diskusi ini tdk bisa dilanjutin disini, kita ketemuan aja ntar di Jakarta.

    Wassalamualaikum,

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr wb
    Saya terbuka dengan diskusi langsung, tapi jika berharap agar pembaca lain ikutan nimbrung tentu di media seperti ini lebih baik :)

    #1a. Henry Waluyo: “Witdrawl sesudah Open “boleh” tetapi yg anda witdrawl itu sisa margin anda sepanjang nilai equity setelah witdrawl masih mencukupi untuk menjaga posisi yang sudah anda beli.”

    => Yang dimaksud witdrawl tentu saja uang hasil jual beli pak, bukannya margin/ sisa modal :). Sepertinya anda belum paham pertanyaan saya, akan saya ulangi lagi :) =

    Modal saya $1000, Open= saya beli Euro sejumlah $300.
    #1a1. Euro mau saya witdrawl & simpan dulu satu tahun untuk rencana Close tahun depan. Jadi saya cairkan Euro agar aman, tidak mengalami Floating Position. Apakah bisa? jual beli wajar seharusnya bisa…
    #1a2. Rencana Close satu tahun lagi, karena lupa mencairkan, apakah bisa cair otomatis sesudah melebih 2x24jam dari waktu Open?

    Perhatian: yang mau saya cairkan itu Euro hasil jual beli. Bukan Dollarnya ya :)

    #1a2. Penjelasan tentang beda antara “Close” dan “witdrawl” Insya Allah saya mengerti.
    Penting untuk diperhatikan bahwa ada BEDA antara; “harga yg jelas dan bergerak tiap detik” (alias KURS SPOT), pasar SPOT dan JENIS TRANSAKSI SPOT. Definisinya pun berbeda2 :)
    “Jenis Transaksi Spot” berbeda dengan “grafik spot yang jelas terpampang/ KURS SPOT”.

    Saya kutip Definisinya (bukan karangan saya sendiri):

    ““Menurut Madura (2000:58-66) KURS SPOT adalah nilai tukar berjalan suatu valuta. Kemudian yang dimaksud PASAR SPOT adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market atau physical market.
    Menurut Kuncoro (1996:106-107) TRANSAKSI SPOT spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Dalam PASAR SPOT, dibedakan atas tiga jenis transaksi:
    a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama
    b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya
    c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian.
    Menurut Hamdi (2000:20) contoh transaksi spot yaitu pada tanggal 22 Desember 1996 seorang ayah membutuhkan US$ 10.000 untuk uang saku anaknya yang akan sekolah diluar negeri. maka seorang ayah tersebut dapat menghubungi bank-bank devisa atau money changer untuk dapat mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggal
    tersebut. Apabila telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 22 Desember 1996 adalah US$1 = Rp 5.500 maka perhitungannya:
    Jumlah Rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x selling price
    = US$ 10.000 x Rp 5.5000
    = Rp 55.000.000,-”

    Mari berfikir Jernih, Forex Online ternyata tidak sesuai dengan definisi Transaksi Spot. atau mungkin anda punya literatur lain? :)

    #1a2. “habis Open, otomatis harus Close sementara harga tidak pasti” maksudnya sbb:

    Setelah Open, kita tentu berharap barang yang telah dibeli akan cair dalam 2x24jam. Eh ternyata di Forex Online nggak bisa cair, malah floating position karena HARUS diperjual belikan lagi (Close) di harga yang belum diketahui di masa depan. Duit yang floating Position ini anehnya bisa menyusut/ bertambah dibanding nilai waktu open. Ini jelas menyalahi definisi Transaksi SPOT.
    Kalau belum jelas dengan senang hati akan saya jelaskan lebih lanjut
    Semoga Allah membuka pintu hidayah kebenaran ini buat kita, Amin!

    Beda antara pengertian “margin” yg anda maksud “margin” yang dimaksud oleh DSN-MUI, Insya Allah saya mengeri.

    POINT #1.b
    Maaf Saya masih belum mengerti pak :)
    Lengkapnya sbb; Menjadi bandar adu tebak bola dengan margin yang besar, disertai analisis detail masing masing kesebelasan yg berpeluang untuk menang, termasuk Judi/ bukan?

    Nah, kita ambil contoh lain, jual-beli Mata uang asing itu khan HALAL, tapi kalo dengan menggunakan rule “spekulasi”, cth,
    saya mo beli Dollar hari ini kurs $1= Rp. 10000, dengan perjanjian sama penjual kalo 3 bulan setelah itu $1 bisa melewati Rp. 10.000, maka penjual sapi harus memberi saya kelebihan diatas Rp. 10.000 secara gratis, tapi kalo dalam 3 bulan setelah itu Dollar turun gak sampe 10.000, maka Kekurangan Dollar akan saya bayarkan ke penjualnya kembali.

    Nah, apakah Jual-Beli Dollar dengan Rule ini masih HALAL..??? tentu berubah menjadi HARAM…setuju mas? bukankah cerita ini Forex Online? :)

    (Cerita ini sebenarnya hanya mengganti cerita anda:
    Sapi= Dollar
    25 Kg = Rp. 10.000)

    POINT #1.c.
    Henry Waluyo: Dalam kasus tersebut marginnya adalah 10%”.

    => Lho kasus kemarin marginnya yang Dollar 90%. Sekarang yang Rupiah 10%. Kok membingungkan ???
    Trus kalau siang harinya ternyata ada perubahan rencana mendadak mau ke mall Mangga dua membelanjakan Dollarnya, lalu marginnya sakarang yang dollar atau yang Rupiah???

    Btw, Sore hari itu, karena kurs dollar diberitakan naik maka dijual, lha kalau turun ya jangan dijual dulu donk pak :) Tidak ada keterpaksaan dan tidak ada Pemaksa di kasus ini

    POINT #1.d.
    Transaksi Spot itu batasnya ditetapkan 2×24 jam, jadi kalau lebih saja 1 menit, sudah termasuk transaksi haram.
    Tapi menurut anda ada tolok ukur batas margin agar tidak berubah menjadi spekulasi, itu berapa???

    Margin 0% pasti haram menurut anda, karena spekulasi
    Margin 30% juga haram menurut anda, karena spekulasi
    Margin 50% masih haram, karena spekulasi
    margin 79,9 % masih haram juga khan?
    Tapi kalau anda mengelak angka 20% sudah bukan pembatas spekulasi, lalu apa hubungan antara MARGIN dengan SPEKULASI?

    POINT #1.e
    “manajemen margin” untuk menghindari kerugian yang terlalu besar.
    => Kita membicarakan mengenai syarat syahnya Jual beli SPOT pak, bukan “manajemen margin” untuk menghindari kerugian. Silahkan baca lagi kasus sapi yg saya ubah jadi dollar di point #1b.

    POINT #1.f
    Ok kita sepakati bahwa hanya Forex SPOT yang dihalalkan :) tapi ternyata Forex Online tidak memenuhi syarat spot. silahkan baca lagi point #1a2

    “Kuncinya ada di NIAT, Allah itu menilai kita mulai dari Niat hamba-Nya, betul khan mas.”
    -=> Betul pak, tapi fatwa MUI tentang Forex tidak memasukkan unsur niat :)

    Wassalamualaikum.

  225. Yudi says:

    Assallamuallaikum Pembahasan menarik. Dari pembahasan di atas justru saya cenderung menilik para penyanggah dari mas khun. Saya akui mereka kompeten bahkan lebih pintar dari saya. Namun dari semua penyanggah di atas, adakah yang bekerja sebagai staf perusahaan berjangka? Saya sendiri adalah mantan karyawan dari perusahaan futures, posisi sebagai dealing and settlement staft. Saya berkecimpung cukup lama, mulai dari trading konvensional via telpon, atau DQ hingga bergeser menjadi trading online. Tidak perlu perdebatan panjang, saya sepakat kalau trading forex berjangka/futures adalah HARAM. Justifikasi saya ini didasarkan pada kemana aliran uang tersebut mengalir, utk apa margin rupiah, apabila yg kita tukarkan hanyalah nilai dari 2 mata uang lain, dan darimana PERUSAHAAN mampu membayar fee broker, gaji staf dan manajemen seperti saya, dan juga biaya sewa kantor dsb. Transaksi ini jelas hanyalah permainan psikologi. Ketika anda menang dengan sendirinya anda akan giat bertransaksi sampai sisi ketamakan dan kerakusan akan menguasai kita, kalaupun anda kalah anda akan mencari kambing hitam. Dan satu hal yg perlu anda semua para trader ingat, BANDAR dlm hal ini pershn future yang mengendalikan permainan, entah dgn adanya slipage, wrong quote, loading meta yg kadang lambat, dsb. Dan karena alasan itulah saya keluar dari perusahaan tsb. Utk mas khun semoga Allah selalu melindungi anda. Wasallam

  226. zufar says:

    sepakat dgn om yudi, kalau bisa om yudi perjelas lagi mengenai perputaran uang tidak sebatas pada broker/pialang, coba masuk ke yg lebih besar lagi, yaitu bursa. mungkin esensi dari haram/tidaknya bisa terlihat dari sini.

    kalau bicara tentang spekulasi dll, itu saya rasa bukan esensi dari judi,

    “yang menjadi point adalah dimana uang dikumpulkan menjadi satu dalam bursa, uang akan dibagikan untuk yg menang dan tidak kembali bagi yang kalah”

    tidak peduli apakah istilah yg digunakan buy/sell, apakah ini yg dinamakan jual beli????

    yuk coba masuk pada mindset ini….
    pdahal kita tau, dipasar ini tidak ada barang yg bisa dikonsumsi/barang bentuk jasa

  227. Gundala says:

    saya sebenarnya yakin kalau forex( untung2an ) adl haram, tapi saya lakukan karna terpaksa ga da kerjaan lain, dan ini satu2nya sumber keuangan bg saya

  228. arsita budi astuti says:

    ass. wr.WD.
    saya heran, manusia sekarang banyak yg beda pendapat, padahal menurut saya pegangan sama al quran dan haditz, tetapi banyak para kyai, ulama, ustadz memberikan suatu komitment yg beda2. disini bilang halal disana bilang haram, ANEH>>>>>>>>???????????
    semua pengikut pasti akan menuruti gurunya dan di indonesia banyak sekali aliran, yg mereka anut dan mereka masing2 percaya bahwa yg disampaikan guru, ustadz, ulama adalah benar, sedangkan dari golongan rakyat kecil jelata sangat bingung mana yang benar. MENURUT SAYA KITA TIDAKLAH PERLU MEMPERDEBATKAN SESUATU YANG BERTENTANGAN, SOALNYA KITA JUGA TIDAK TAHU MANA YANG BENAR DAN YANG SALAH. SERAHKAN SEMUANYA SAMA ALLAH SWT. jadi intinya adalah keyakinan kita sendiri, soalnya keyakinan adalah yg hakiki, semua manusia tidak mgkn mempuyai salah dan tidak ada yg sempurna, jd buat apa kita memperbincangkan sesuatu yg gak pasti karena sudah perbedaan pendapat dan sampai kiamatpun tidak akan ada titik temu, karena mereka masing2 mempunyai dasarnya sendiri.
    wassalam. Wr.wb.

    trima kasih

    =================================================
    Genghis Khun:
    salam kenal bu arsita Budi Astuti
    Sepakat bahwa kita akan mengikuti ulama, tapi ternyata kok anda bikin pendapat sendiri???
    “MENURUT SAYA KITA TIDAKLAH PERLU…dst”??
    Fatwa MUI menyebut bahwa Forex ada yg halal dan ada yg haram, jadi perlu diselidiki bagaimana yg halal tsb, bukan lantas menipu publik dngan mengatakan bhw semua forex itu halal…
    trims

  229. Henry Waluyo says:

    Assalamualaikum Wr Wb,

    Dah seminggu gak online di forex sambil terus mencari-cari informasi dan mencerna apa yg mas kun tulis di komentar ini, trus ada beberapa referensi yg juga saya baca perlahan-lahan, dicerna lagi…

    http://forexjakarta.com/artikel-forex/forex-menurut-hukum-islam

    –> ini memberikan gambaran bahwa transaksi ini juga masih menimbulkan banyak keragu-raguan hukumnya, jadi cukup berbahaya juga untuk mengais rezky dari yg masih abu-abu, sementara rezky dari yg dah jelas hukumnya menurut islam sangat banyak diberikan Allah.

    http://ukasbaik.wordpress.com/2008/06/19/jual-beli-saham-dalam-perspektif-hukum-islam/

    dan

    http://pengusahamuslim.com/tanya-jawab-hukum-investasi-saham-dan-valas

    –> nah, tulisan ini juga memperkuat hati saya bahwa selama ini saya sudah salah mengartikan jual-beli yg sebenarnya dalam forex online, bahwa dalam fx-online yg diperjual belikan itu bukan euro atau dollar, melainkan units tertentu (lot) yang dijual seharga margin tertentu diharga tertentu yang bisa dilihat secara transparan. Kalaupun ada yg beranggapan itu jual beli euro, belum tentu pula itu dimiliki oleg si brokers.
    Nah, prinsip “As-Salam” inilah yang membuat saya tidak bisa dipenuhi dalam transaksi forex online.

    Mas Kun, Temen-temen semua yg dah berkecimpung dalam forum ini, terima kasih banyaaakkkk..!!!…akhirnya bisa membuka pengertian secara lebih jelas ttg forex online di benak saya.

    Alhamdulillah, Terima Kasih Ya Allah..!

    Hari ini juga saya berhenti, dan website saya http://www.autorobotfx.com akan menjelaskan secara detil referensi tentang forex online adalah transaksi HARAM Belaka..! Semoga kita semua dilindungi Allah swt dari godaan permainan syaitan laknatullah, Amin

    Wassalamualaikum wr wb,

    henry waluyo

    =================================================
    Genghis Khun:
    Semoga kita semua mendapatkan rizqi yg halal pak.. Amiin

  230. billy says:

    @Yudi, saya setuju dengan yudi, broker forex LOKAL memang banyak kekurangan dan masalah, mulai dari sistem perdagangan alternatif yang digunakannya hingga para manager-marketer-trader gadungan penghisap komisi.
    Pada tahun 2006, setelah saya di training di broker lokal “MAB” akibat aji mumpung bisa belajar gratis 1-2 minggu karena dari dulu saya memang tertarik dengan dunia investasi, saya punya pengalaman lucu dimana..bayangkan, hanya karena saya telah mendapatkan training singkat-dangkal selama 1-2 minggu, saya langsung di nyatakan (oleh manager saya) layak menjadi trader dengan syarat mendapatkan nasabah baru agar uangnya bisa di tradingkan dan saya mendapatkan komisi perkerjaan di broker itu (padahal saya tidak memiliki kapasitas sebagai trader apalagi sertifikat ijin “manager investasi”..hehe),…,jadi besoknya saya memutuskan keluar, karena bukan hanya tak ada lagi yang bisa di pelajari disana, tetapi juga karena cara berkerja nya berpotensi merugikan orang lain.

    Beberapa teman kuliah saya juga ada yang sempat ikut2an training di beberapa broker lokal (seperti MAB, MPF, MIF, VIF ) ternyata juga bisa langsung di daulat sebagai “financial consultant” dengan status “trader”, setelah training singkat selama 1-2 minggu, hingga selanjutnya mereka diberi tugas oleh managernya untuk mencari nasabah2 baru yang polos agar bisa mendapat komisi lot dari hasil melocking/hedging-kan uang nasabah yang polos tersebut.

    Beberapa dari teman saya tersebut ada yang bertahan beberapa minggu ,bulan bahkan tahunan setelah bergerilya di berbagai jabatan di perusahaan broker lokal tersebut, malah ada yang menjadi kutu loncat ke broker lokal yang lain. Tetapi lucunya hingga sekarang, meskipun telah bertahun-tahun disana, mereka tetap tidak punya kemampuan untuk menguntungkan nasabah selain keahlian mengumpulkan komisi dari merugikan nasabahnya dengan trick locking konyol dan berbagai alasan teknis lainnya. ..dan sekarang, dari semua teman yang saya kenal itu, akhirnya telah tobat dan beralih profesi lain dengan bidang yang benar di kuasainya.

    Jadi sedikit informasi untuk Pak Khun dan kawan disini , apabila ingin mempelajari lebih dalam seluk beluk broker forex, maka saya menemukan sebuah situs yang sejauh ini, menurut saya paling informatif.

    http://brokerforex.com/profil/

    =================================================
    Genghis Khun:
    PAk Billy, perlu diingat, selama JENIS TRANSAKSI forex online tetap memakai keharusan paket Open-Close, maka itu tidak memenuhi syarat SPOT yg halal. trims

  231. billy says:

    Jika keharusan paket open-close menjadi masalah yang tidak memenuhi syarat halal, maka trader seharusnya tidak boleh menggunakan uang pinjaman.

    Jadi penyebab masalah sebenarnya adalah margin trading, yang mengharuskan trader untuk mengembalikan uang pinjaman ketika traders tidak punya lagi modal yang bisa di jadikan jaminan (margin call), atau keharusan mengembalikan pinjaman apabila ingin merealisasikan hasil transaksi dengan menutup posisi.

    Paket open-close ini tidak akan terjadi apabila kita tidak menggunakan uang pinjaman, contohnya saja rekening dollar saya di bank, yang beberapa tahun lalu saya beli di kisaran kurs Rp.10.000,- sampai sekarang masih ada dan tidak terkena margin call (karena tidak menggunakan dana pinjaman), meskipun kurs nya melemah hingga Rp.9050,-.

    Dari kasus rekening bank ini, maka paket open-close karena margin call tidak akan terjadi, tetapi apabila kita ingin merealisasikan uang tersebut untuk digunakan berbelanja di indonesia, maka secara tidak langsung, sebenarnya saya telah melakukan penjualan dollar saya yang beberapa tahun lalu telah saya beli (dengan nilai dollar yang melemah pula).
    Oleh karena itu, paket open-close secara alamiah sebenarnya tetap terjadi.

    Perbedaan nya, jika pada rekening bank, semua proses alami open-close tersebut bisa berlangsung dalam jangka waktu panjang dan langgeng, maka pada transaksi menggunakan uang pinjaman (margin trading) akan menyebabkan semua proses tersebut ter-adaptasi menjadi lebih cepat dan bersyarat, karena memiliki beban pinjaman yang menuntut tanggung jawab pengembalian.

    Jadi masalah terutama nya adalah uang pinjaman. Betul tidak pak?

    Terima kasih.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Proses alami Open-Close yang anda sebutkan pada umumnya terpisah; aktifitas open tidak akan menyebabkan close dan tidak pernah berhubungan sama sekali.
    Sedangkan di Forex Online, pada waktu open kita akan diPAKSA untuk close pada harga di masa depan yang belum ditentukan. Aktifitas jual beli akhirnya menjadi bathil.

    Kemudian juga ada Leverage, yaitu pinjaman semu/ bohong-bohongan, agar yg punya duit kecil bisa berbelanja dan bisa dikadalin :)
    Tentang pinjaman bohong-bohongan bisa dibaca di: Niaga Modern ataukah Judi?

  232. Prayoga says:

    Assalamualaikum
    Terima kasih atas pencerahannya Pak Gengis Khun
    Artikel dan komen2 di atas telah memantabkan hati saya untuk tidak ikut bermain forex. Saya dulu pernah sangat ingin bermain forex karena tergiur melihat hasil orang2 yg telah terjun dalam forex, namun setelah mencoba demo saya menjadi ragu akan hukumnya dan mulai mencari2 referensi di internet sampai saya menemukan artikel bapak ini
    Saya sangat salut dengan Bapak yang tetap sabar menanggapi diskusi di atas dengan bahasa yg sopan dan itu menunjukkan kualitas bapak
    Satu yg saya pegang : “Yang halal itu jelas dan yang haram juga sangat jelas jika kita tidak mengedepankan nafsu dunia kita”
    Terima kasih
    Semoga Allah memebrikan balasan pahala kepada Bapak
    Wassalam

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wassalamu’alaikum wr wb
    amiin…trims atas doanya pak :)

  233. Ro-Kuadrat says:

    Trims Mas Gengis Khun atas pencerahannya,,,, kalo ada referensi tentang berbagai hukum tentang usaha mohon di share juga…..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ok trims atas kunjungannya

  234. ngimpi says:

    Hehehe terlalu berlebihan aaah semua wakakaka yang sedang2 aja yg sederhana aja boss2 semua…menurut daku doang loo tanpa paksaan dr pihak manapun cee ilee wekeke FOREX HALAL KARENA ADANYA INDIKATOR mau tau dalilnya ???? cari Sendiri ke Mbah google wakakakaka online gitoe looo…

    nb:salut buat yg pny blog cm sedikit pesan Bahwa Gajah bisa dilihat dr mana aja dr atas ,bawah,samping kanan,kiri dll jd intinya dr sudut pandang mana kita memandang…
    Awalanya memang benar mencari kebenaran tapi lama2 kok tak perhatikan baca2 dr awal sampai akhir Dpt di simpulkan FINISH dengan Hasil Mencari Benar diri sendiri

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. Raden Jalu
    ralat: Forex ada yg halal ada juga yg haram
    Kalau menurut anda semua “FOREX HALAL KARENA ADANYA INDIKATOR” silahkan langsung dijelaskan di sini.
    Bila sulit diungkapkan dng kata-kata, teman lain boleh membantu. trims :)

  235. ade rahmat says:

    assalamu’alaikum..
    bpk. Genghis Khun, salam kenal..
    dari apa yang bpk tulis, ada beberapa kesimpulan yang dapat saya ambil. semoga kesimpulan ini sesuai dengan apa yang bapak maksudkan dalam tulisan bpk.
    namun, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan dan didiskusikan dengan bpk. semoga dapat memberikan pencerahan ilmu bersama.
    kesimpulan 1 :
    prinsip dasar jual beli mata uang adalah jual beli, sebagaimana hadits Rasulullah mengawali dengan kata2 jual beli.
    (silahkan anda berikan tanggapan dengan kesimpulan ini)
    kesimpulan 2 :
    hukum dasar jual beli mata uang merupakan hal yang dibolehkan dalam islam. namun, hukumnya terikat pada mekanisme transaksi yang dipakai. apabila mekanismenya tidak sesuai dengan apa yang disyaratkan oleh Rasullah saw maka termasuk pada riba.

    kesimpulan 3:
    semua bentuk jual beli mempunyai kemungkinan menjadi jual beli judi, jika memakai alur (sebagaimana alur yang bpk. buat)
    (silahkan anda tambahkan jika kurang)

    yang ingin saya tanyakan (karna keterbatasan ilmu saya) adalah :
    1. sebagaimana yang bpk kutip dari fatwa MUI yang mensyaratkan jual beli mata uang bukan untuk spekulasi (untung-untungan)
    yang ingin saya tanyakan pengertian spekulasi(untung-untungan) disini apakah maksudnya untung-untungan seperti main judi/berjudi atau mencari keuntungan?
    karena sebagaimana kesimpulan yang pertama, (jikalau anda sepakat dengan kesimpulan 1 saya) jual beli mata uang termasuk dalam bab jual beli dalam pembahasan di fiqih sunnah. jikalau jual beli mata uang ini mencari keuntungan maka pertanyaan saya jual beli mana yang tidak mencari keuntungan?

    2. sebagaimana kesimpulan 2 diatas, bahwa mekanisme yang dipakailah yang menentukan apakah jual beli mata uang itu boleh atau menjadi riba. yang ingin saya tanyakan adalah, sebagaiman hadits yang saya baca dalam fiqih sunnah dalam pembahasan jual beli, bahwa jual beli mata uang harus dilakukan secara yadan biyadin. dari tangan ketangan dan tanpa ditangguhkan (syarat ini terkhusus pada jual beli mata uang) maka, apakah ini membuka celah atau kelonggaran untuk melakukan transaksi jual beli mata uang secara online??
    thanks..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr wb
    Saya sepakat dengan kesimpulan anda 1-3

    1. Saya sepakat dengan anda bahwa semua jual beli adalah untuk mencari keuntungan, tapi khusus untuk aktifitas Forex, Fatwa MUI memberikan pengecualian sbb: (berdasarkan pemahaman saya)
    Jenis transaksi jual beli mata uang yg Forward, Swap dan Option itu dilarang. Sedangkan yang SPOT itu boleh asalkan tidak untuk mencari keuntungan. Jadi, jual beli hanya dilakukan bila ada kebutuhan membutuhkan mata uang lain.

    Kutipan bagian akhir artikel saya:
    “-Tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).
    => Kalimat “UNTUK” berarti mengacu pada tujuan yang akan dicapai, bukan diartikan sebagai “CARA” dalam mencapai tujuan tersebut. Karena kita tahu, cara bermain Forex bisa dengan asal tebak atau analisa rumit. Jadi bunyi lengkap kalimat tersebut sbb:
    (Baik DENGAN CARA asal tebak maupun memakai analisa), tidak dimaksudkan UNTUK spekulasi (untung-untungan).”

    Pemahaman ini akan klop dengan ketentuan MUI selanjutnya:
    - Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)

    2. Maaf saya kurang paham dengan arah pertanyaannya?
    Jual beli mata uang harus dari tangan ketangan dan tanpa ditangguhkan, bukankah hal ini malah memperjelas larangan untuk jual beli mata uang secara online?
    Tetapi MUI memberi kelonggaran bahwa istilah tunai adalah “penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari.”

  236. Assalamu’alaikum

    salam kenal pak.

    menurut saya forex itu bukan jual beli jadi tidak ada aturan jual beli…ini trik saya biar tidak dikatakan haram heheh..

    yang saya lakukan hanya menulis angka2 digital dengan mouse dan keyboard tentunya di kanvas yang disediakan oleh pihak tertentu (yang bisa di sebut orang lain broker) dan entah kenapa angka tersebut dalam waktu tertentu bisa sangat bernilai dan juga sangat tidak ada nilainya.

    jadilah seniman seperti saya qqqq

    semoga yang saya lakukan tidak merugikan orang lain.
    mudah-mudahan dosa2 saya di ampuni. amin.

    saya setuju kalau jual beli forex online haram.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Hidjrah Saputra,
    Sepakat dengan anda bahwa sebenarnya Judi, togel, Forex online itu punya nilai seni yg tinggi bagi para penikmat seni seperti kita hehe.. :D

  237. saya tertarik sama yang ini…

    Dalam Forex (Forex Online/ Modern), Judi itu ada DUA;
    JUDI 1
    Transaksi Open DAN Close bersamaan.
    Waktu Open bukan judi, tapi waktu CLOSE itu judi karena nilai close belum disepakati.
    Dalam Jual beli Wajar, ‘Open’ dan ‘CLOSE’ itu terpisah. TIDAK di ‘close’ pun boleh. Kalau di ‘close’; harga akan disepakati lebih dulu –> lalu di CLOSE.

    pendapat saya —>>>>
    open [saya beli] euro dng usd(eur/usd)= kulakan

    1 jam kemudia

    colse [saya jual] eur/usd = karena keharusan[karena nilai bertambah/tidak ingin rugi banyak/tidak mendapat untung apa2 pada posisi 0.

    ini emerut saya akadnya jelas baik open maupun close.

    sama dengan...

    open [beli] onde2 dgn rupiah = kulakan

    40 menit kemudian

    close [jual] onde2= untung/rugi/dijual harga sama dengan kulakan.

    sama bukan dari segi akad…

    gimana nih klo spt itu….

    =================================================
    Genghis Khun:
    Masalahnya bukan pada harga beli yang sama/ tidak sama dengan harga jual, tapi pada kejelasan harga lebih dulu.
    Jual beli wajar biasanya tahu harga lebih dulu kemudian dilakukan transaksi jual/ beli (Bukan transaksi dulu, tapi harga menyusul < = yang ini rentan penipuan)

    Di Forex Online: saat harga jelas => transaksi Open, disertai transaksi Close di harga yg belum diketahui.
    trims

  238. ade rahmat says:

    alhamdulilllah, pemahaman awal kita sama pak.
    sebenarnya inilah awal dari diskusi kita pak.
    pertanyaan yang saya ajukan ingin mengetahui landasan hukum mana yang bapak pakai. (mohon maaf klo ini membuat anda tersinggung) tapi bukan berarti saya mempunyai ladasan hukum lain.
    semoga ini menjadi diskusi yang memberikan pencerahan dalam pemahaman kita. sehingga kita tidak membatasi sesuatu yang boleh dan tidak pula melonggarkan sesuatu yang dilarang.
    saya akan mulai dengan syarat forex sebagai bentuk jual beli mata uang pada fatwa MUI.
    1. saya katakan bahwa jual beli mata uang dengan maksud mencari keuntungan adalah sesuatu yang boleh sesuai dengan hukum awalnya yaitu jual beli. (apa yang saya katakan ini bertentangan dengan fatwa MUI dan saya harap ini menjadi diskusi yang baik)
    (perlu kita ketau bersama, fatwa ulama yang lebih dikenal dengan ijtihad ulama merupakan sumber hukum ke 3 dalam islam, namun, prinsip dasar dalam ijtihad adalah sesuatu yang tidak memiliki penjabaran hukum yang jelas pada alquran dan hadits atau sesuatu yang memerlukan penjelasan karena ada celah untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman)
    dalam hadits yang menjelaskan tentang perkara jual beli, fatwa MUI hanya bersandarkan pada 4 hadits dari kurang lebih 7 hadits yang menjelaskan secara detail persyaratan dan ketentuan jual beli mata uang.(anda dapat melihat pada poin mengingat dari fatwa MUI, hanya 4 hadits yang dipakai yang menjelaskan tentang jual beli mata uang, padahal ada kurang lebih 7, anda dapat mengecek dalam fiqih sunnah pembahasan jual beli)
    dari ke 7 hadist tersebut tidak ada bentuk larangan baik secara jelas maupun isyarat yang melarang jual beli mata uang untuk mencari keuntungan.
    jadi hukum forex tetap pada hukum dasar jual beli yang mencari keuntungan. tidak ada pengecualian pada hukum jual beli mata uang. (silahkan anda beri tanggapan anda)
    2. syarat kedua fatwa MUI juga tertolak. karena sebagaimana prinsip dasar jual beli mencari keuntungan bukan untuk berjaga-jaga
    3. jual beli mata uang terikat pada mekanisme yang dipakai. dari hadits yang menjelaskan tentang hukum jual beli mata uang, ada 3 mekanisme yang harus dipenuhi :(hal yang TIDAK dijelaskan oleh fatwa MUI)
    a. yadan bi yadin (dari tangan ketangan)
    b. la tusyiffu ba’dhoha ‘ala ba’din(jangalah menjual yang salah satunya diserahkan secara kontan sedangkan yang lain tidak kontan) pemahaman sederhananya adalah, tidak boleh salah satunya di tangguhkan penyerahannya
    c. syarat yang kedua menimbulkan syarat yang ke 3 yaitu, harus adanya kedua barang pada tempat transaksi.

    sebagaimana pertanyaan saya nomor 2 saya katakan dari tangan ke tangan, tapi dalam terjemahan hadits yang dipakai oleh MUI, pengertian dari tangan ke tangan atau yadan bi yadin di artikan TUNAI bukan pada arti sebenarnya TANGAN KE TANGAN. pada prinsipnya dari tangan ke tangan dapat diterjemahkan tunai. namun, pada pemahaman selanjutnya dapat melenceng dari pengertian awal dari tangan ke tangan.
    sebagaimana anda sampaikan :
    “Jual beli mata uang harus dari tangan ketangan dan tanpa ditangguhkan, bukankah hal ini malah memperjelas larangan untuk jual beli mata uang secara online?
    Tetapi MUI memberi kelonggaran bahwa istilah tunai adalah “penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari.”
    anda akan sangat mudah mengatakan, apabila maksud dari kata yadan biyadin diartikan dengan kata sebenarnya, dari tangan ke tangan memperjelas larangan jual beli mata uang secara online, tapi bila diterjemahkan dengan kata tunai maka akan membuka celah dapat dilakukan secara online.
    sebagaimana yang anda sampaikan :
    Tetapi MUI memberi kelonggaran bahwa istilah tunai adalah “penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari.”

    MAKA, hukum mekanisme transaksi jual beli mata uang TIDAK DAPAT DILAKUKAN MELALUI MEDIA INTERNET apapun bentuk transaksinya bahkan TRANSAKSI SPOT yang dibolehkan oleh MUI. karena itu menbatalkan pengertian yadan biyadin : DARI TANGAN KETANGAN dan la tusyiffu ba’dhoha ‘ala ba’din : TANPA DITANGGUHKAN.

    semoga ini menjadi diskusi yang baik..

    =================================================
    Genghis Khun:
    1 & 2. Pendapat saya sendiri: mencari keuntungan dari jual beli mata uang itu boleh, asal yg SPOT seperti di Money Changer. Tapi karena MUI memfatwakan bahwa SPOT bersyarat…bla..bla bla…dst, maka saya cenderung ikut yg lebih berilmu :)
    Sedangkan Fiqih sunnah saya belum baca.
    3. Saya sepakat dengan anda. DARI TANGAN KETANGAN dan TANPA DITANGGUHKAN. Ini untuk mewaspadai celah penipuan.
    Tetapi bila ada kondisi darurat di jaman yg serba digital ini, maka via online atau dalam jangka waktu dua hari perlu dipertimbangkan. Tapi ini tentu memerlukan definisi dan penjelasan mengenai ‘kondisi darurat’ itu sendiri biar tidak dipelintir2 :).

  239. ade rahmat says:

    sedikit menambahkan.. :)
    agar apa yang saya sampaikan dapat dipahami bersama, maka, ada beberapa poin yang menjadi penekanan :
    1. hukum jual beli mata uang adalah boleh walau dengan tujuan spekulasi atau mencari keuntungan karena prinsip dasar jual beli adalah mencari keuntungan.
    tidak juga ada landasan hukum yang memberikan pengecualian pada jual beli mata uang yang melarang mencari keuntungan atau untuk berjaga-jaga.
    2. sebelum jauh melangkah pada mekanisme forex online itu sendiri, yang perlu menjadi pemahaman bersama adalah mekanisme apa yang dipakai untuk melakukan transaksi jual beli mata uang.
    maka ada 3 syarat yang mengikat dan harus dipenuhi jual beli mata uang yang tidak sejenis :
    a. yadan bi yadin (dari tangan ketangan)
    b. la tusyiffu ba’dhoha ‘ala ba’din(jangalah menjual yang salah satunya diserahkan secara kontan sedangkan yang lain tidak kontan) pemahaman sederhananya adalah, tidak boleh salah satunya di tangguhkan penyerahannya
    c. syarat yang kedua menimbulkan syarat yang ke 3 yaitu, harus adanya kedua barang pada tempat transaksi.
    MAKA, apabila 3 hal tersebut tidak terpenuhi, transaksi yang anda lakukan adalah TRANSAKSI RIBA bukan TRANSAKSI JUAL BELI.
    dan ALLAH MENGHALALKAN JUAL BELI DAN MENGHARAMKAN RIBA.

    apa-apa yang saya sampaikan yang bertentangan dengan fatwa MUI bukan semata-mata merasa lebih baik dari pada guru-guru, ustadz dan alim ulama di MUI.
    tapi yang ingin saya sampaikan adalah suatu kebenaran pemahaman.
    WALLAHU A’LAM BISHAWAB..

    =================================================
    Genghis Khun:
    1. Sepakat bahwa BOLEH dalam artian sempit jual beli itu sendiri. Tapi bila ternyata tujuan spekulasi bisa membawa dampak/ memperburuk ekonomi suatu negara maka alasan pelarangan menjadi logis untuk pertimbangan kemaslahatan umat. gmn pak?
    Contoh; anda boleh saja membeli bensin hingga berton2 khan? lalu agar tidak dikatakan monopoli anda bisa meminta bantuan teman2 sealiran, tapi dampaknya BBM menjadi langka dan makin mahal, rakyat menjadi sengsara. Hukumnya perlu dipertimbangkan ulang khan pak?:)
    Tapi jujur, dampak spekulasi/ nyari laba dalam jual beli mata uang saya tidak tahu.

    2. Lihat jawaban saya sebelumnya di atas…

  240. ———pendapat Pak Khun————-
    Artikel sebelumnya membahas tentang beda Jual Beli Wajar dengan Jual Beli Judi, meyimpulkan letak perbedaannya terdapat pada ALUR.(Baca: FOREX ONLINE sisi lain: mengundi nasib dengan anak panah)
    ALUR JUAL BELI WAJAR: Harga disepakati -> lalu transaksi
    ALUR JUAL BELI JUDI: Transaksi dulu -> Harga yang disepakati menyusul

    Dari perbedaan alur ini akhirnya dapat disimpulkan bahwa aktifitas FOREX ONLINE (yang sedang disorot penulis) mengandung sisi Judi pada posisi CLOSE; yaitu menyepakati untuk CLOSE pada posisi yang belum diketahui. Sedangkan posisi OPEN= BUKAN JUDI.

    ====================Pendapat saya=================
    nampaknya bapak Khun menganggap OPEN dan CLOSE adalah transaksi satu kali/satu kali akad padahal itu dua transaksi dan dua kali akad. seperti itu yang saya pahami dari buku yg baru saya baca.

    misalkan saya open “BUY EUR/USD” artinya saya setuju membeli EUR dengan harga segitu, namun belum saya CLOSE artinya belum saya jual kembali karena menunggu harga naik.

    yang menarik ketika saya jual saya tidak perlu lagi mencari pembeli karena broker sudah siap membeli sangat mudah sekali tidak ada dipersulit disana.

    mungkin bapak bisa mempertimbangkan lagi apa yang dimaksud dengan CLOSE.

    hehehehehe….

    =================================================
    Genghis Khun:
    Transaksi Forex Online itu ada dua pak:
    1. Transaksi Open SESUDAH harga disepakati/ diketahui
    2. Transaksi untuk Close SEBELUM harga disepakati/ diketahui

  241. saya kira salah jika memahaminya seperti itu.

    misalkan saya OPEN buy eur/usd di 1.2094 [harga sudah diketahui] artinya saya sudah membeli/menukar EUR dengan USD pada harga 1.2094, harga 1.2094 inilah yang jadi investasi saya. saya dan broker sudah sepakat dengan harga itu. <—ini sudah jual beli

    terus kapan saya tukarkan lagi? jawabanya terserah (5 menit lg, 1 jam lg, 1 bln lg bahkan 1thn lg jg gpp), bagai mana caranya menukarkannya yaitu dengan CLOSE, CLOSE di harga berapa? ya terserah saya yang penting saya sepakat diharga itu, bagai mana saya mengetahui harganya sudah berubah?(saya kira qt semua tahu). <–mau jual beli lagi

    Misal colse di harga 1.3100 saya benar-benar mengatahui dan sepakat dan dalam keadaan sadar. <–sudah jualbeli lagi.

    Jadi Transaksi untuk Close SEBELUM harga disepakati/ diketahui ini TIDAK BENAR, karena ketika saya close/tukar kembali EURO tadi dengan USD ke broker saya mengetahui harganya.

    Klo tidak sepakat kenapa saya CLOSE/tukar… itukan aneh…apa karena saya tidak tahu harganya? padahal harganya jelas2 di informasikan di chart.

    jadi timbul pentanyaan, kenapa pak Khun meng close di harga yang belum bapak sepakati/ketahui?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Saya ngerti maksud anda bahwa harga 1.2094 dan 1.3100 adalah harga yg jelas.
    Maksud saya adalah pada jualbeli biasa Open-close itu seharusnya terpisah:
    1. Nilai jelas => Transaksi Open => Cair dalam 2×24 jam
    2. Nilai jelas => Transaksi Close => cair dalam 2×24 jam (tidak perlu close pun boleh)

    Namun Forex Online:
    1. Nilai jelas => Open => Tidak pernah Cair dalam 2×24 jam, disertai keharusan transaksi Close.
    2. Harus close => Nilai jelas => cair dalam 2×24 jam (Ada Pemaksaan untuk Close karena sudah disepakati di awal perjanjian)

    Dalam jual beli tidak perlu pemaksaan.boleh di Close, boleh pula dicairkan untuk keperluan lain…
    Di Forex Online, sesudah Open itu duit nggak pernah bisa dicairkan.
    Semoga perbedaan ini dimengerti

  242. hmmm….

    Jadi CLOSE itu jelaskan pak pada harga berapa?
    jadi bapak harus merubah pernyataan yang ini….

    2. Transaksi untuk Close SEBELUM harga disepakati/ diketahui.
    ———————————————
    pada keterangan bapak di atas ada masalah baru…bukan diCLOSEnya..tapi PENCAIRAN DANA…

    dalam OPEN kenapa tidak bisa dicairkan karena modal yang kita gunakan adalah masih HUTANG pada broker, kapan hutang itu dikembalikan?ketika CLOSE. sekali lagi masalahnya bukan pada harga yang menyusul/tidak disepakati.

    sayangnya dalam FOREX ketika Hutang memerlukan jaminan biasa di sebut MARGIN. kalau ketika mengembalikan dalam keadaan merugi maka jaminan/MARGIN itu dipotong. bagaimana Pak Khun benar seperti ini bukan?

    Margin <–inilah seharusnya yang dijadikan masalah bukan CLOSE SEBELUM harga disepakati/ diketahui.

    pemaksaan pengembalian Hutang itu disebut Margin Call karena dikuatirkan meruginya telalu banyak sehingga tidak bisa mengembalikan. kalu tidak mau kena Margin Call jaminannya ditambah, benarkan Pak?

    forex itu seharunya untuk orang kaya dan orang yang siap menerima resiko.

    Forex online bukan murni Jual Beli seperti Money Changer jadi jangan disamakan aturannya dengan dagang real ada bagian2 yang sama tapi ada juga aturan2 lain dan aturan2 lain itu bukan aturan judi.

    Maka Forex online itu bisa dijadikan investasi, bukan malah dibuat JUDI utk mendapatkan kekayaan dengan singkat/merugi dengan singkat

    dalam Investasi harus di pahami benar mekanismenya/aturan-aturannya jangan sembrono, hati-hati, dipikir benar2. Mentang2 tinggal klick akhirnya sembarangan <–sembarangan dalam mengklik adalah JUDI.

    Jadi di FOREX online jangan hanya sekedar Jual Beli Saja cobalah untuk berinvestasi.

    Ingat:
    dalam forex online modal $1 bisa menjadi $10 atau lebih darimana modalnya? = pinjaman.
    tetapi kalau rugi tetep $1 bahkan bisa di minimalisir/manajemen/diatur.

    kenapa saya selalu merugi? jawab: anda tidak cocok bisnis forex hehhee belajar lg berinvestasi bukannya tebak-tebakan/JUDI.
    ————————————————-

    kesimpulan:
    CLOSE JELAS HARGANYA DAN DISEPAKATI OLEH INVESTOR.

    jangan karena CLOSE terus di samakan dengan JUDI ada sikap investor yang menyebakan Forex Online menjadi sperti Judi. Sikap Orang2 inilah yang menyebabkan Image forex online buruk terkesan.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ok pak bisa saya sedikit mengerti, sepertinya kita masih berbeda dalam hal redaksional :).
    Maksud saya, harga Close belum jelas kok sudah ada kesepakatan untuk Close. Harusnya hasil Open itu cair dulu, baru nanti sesudah harga baru muncul, terserah mau di close boleh nggak di close pun boleh.
    Di Forex Online ada pemaksaan untuk close, tapi menurut anda karena ada HUTANG.
    Jadi maksud anda, bila kita memilih leverage 1:1 alias TANPA HUTANG lantas sesudah open bisa cair dalam 2×24 jamkah?? minta referensinya…

  243. Alahamdullillah, semoga diskusi ini bisa menerbitkan buku tentang Judi Forex, saya dukung Pak Khun namun ditak dipandang dari

    sisi CLOSE masih kurang kuat/tidak benar.

    mungkin sebenarnya harus dibahas dari langkah-langkah Awal (motivasi, asal-usul modal, pemilihan broker,pembuatan Accaount

    s/d penarikan dana).

    dalam OPEN dan CLOSE user/Trader tidak memiliki uang sebenarnya, misalkan transaksi EUR/GBP yang mempunyai uang sebenarnya

    adalah broker. User hanya mengklaim sebesar lot/nominal disepakati. ((–pemahaman saya ini dari buku. (lot masalah baru

    disini)

    lot inilah menjadi hak user yang dipinjam dari broker dengan jaminan deposit. sayangnya lot ini hanya bisa ditukar di broker

    tempat dia meminjam dan harus tetap berada di Account tersebut.

    oleh karena itu disini bukan sekedar jual beli…tp ini adalah trasaksi jenis lain…

    saya tidak bisa membahas transaksi jenis apa, karena kemampuan saya terbatas, saya juga tidak memandang dari segi MUI.

    mungkin kalau ada pertanyaan-pertanyaan mungkin saya bisa terpancing untuk memahami karena saya juga belajar dari blog ini.

    untuk Leverage 1:1 itu tidak ada masalah, selama disetujui kedua belah pihak. di sana ada aturan2 yang harus disepakati

    bersama. ingat Pak Khun ketika membuat account semua telah disepakati jadi tidak benar jika tidak ada yg tidak sepakat. Jika

    ada mungkin kurang mengerti saja misal seperti CLOSE tadi.

    Jadi maksud anda, bila kita memilih leverage 1:1 alias TANPA HUTANG lantas sesudah open bisa cair dalam 2×24 jamkah??
    —))suatu pemahaman yang aneh OPEN terus minta cair…apa anda sebelum membuat account tidak memahami peraturannya…bisa

    saja OPEN terus di CLOSE. (ibarat beli baju terus seketika itu dijual pada penjual tadi)(–jelas orang aneh. ini adalah

    contoh prilaku orang saja, mohon nanti tidak menyamakan dengan jual beli baju.

    harus memahami mekanisme transaksi disana, jangan diibaratkan transaksi jual beli saja…harus memahami kapan untung dan

    kapan rugi, kapan harus diambil kapan harus dilepas.

    saya kira tidak tepat jika disamakan dengan jual beli terus dianggap JUDI mungkin terlalu sederhana.

    Coreksi saya:
    1. Anda menganggap COLSE harga belum disepakati (anda tidak tepat)
    2. Anda OPEN terus minta cair (Anda tidak tahu sedang transaksi dimana dan sedang transaksi apa)
    3. bapak bisa menganggap forex online judi, tapi bukan karena OPEN=Bukan JUDI dan CLOSE=JUDI.

    coba sekali-kali bapak berjudi kemudian sekali-kali main forex online bapak rasa-rasakan apa persamaannya, kemudian bapak

    tunagkan dalam tulisan.

    di forex coba bapak buka lot yang paling kecil dengan margin mampu tahan 10.000.000 kali lot. kumudian close ketika nilai

    bertambah.

    di judi lempar koin, coba bapak pasang taruhan yang paling kecil, nasib anda ditentukan ketika telah dilempar.

    di forex anda bisa mengusahan sesuatu agar anda tidak rugi ada bisa menambah deposit jika tidak mau kena margin call bahkan

    lebih ekstrim anda bisa menjadi presiden dan merubah nilai tukar mata uang tersebut.

    mungkin pak Khun nanti bisa menjelaskan bagai mana bapak trading, apa dengan menebak-nebak untuk bertaruh atau bagai mana…

    Sekalai lagi anda bisa mengatakan FOREX JUDI tapi tidak karena 3 hal yang menjadi coreksi saya.

    —-maaf saya positng ulang karena ada kata2 yang hilang dikarenakan simbol tertentu——

    =================================================
    Genghis Khun:
    Mari kita bahas koreksi anda:
    1. “Menganggap CLOSE harga belum disepakati”.
    Contoh sederhana; jual beli antara Hidjrah (Hdj) dng Genghis Khun (Gkh):

    Kasus A Jual beli wajar:
    Gkh: Pak, mau nggak beli iPad saya ini seharga 4 juta?
    Hdj: Wah, saya mau tapi saya tawar 3,5 juta?
    Gkh: Ok, deal
    terjadi jual beli barang.

    Kasus B Jual beli Judi:
    Gkh: Pak, mau nggak beli iPad saya ini di harga setelah bulan ini?
    Hdj: Ok sepakat. Kalau anjlok/ naik drastis tetap djual khan?
    Gkh: Ok, deal
    kesepakatan terjadi tapi belum terjadi jual beli barang. karena belum di ‘close’.
    Sepakat nggak kalau kasus B ini judi?
    bila tidak sepakat, sepertinya kita perlu membahas bagaimana cara menentukan judi/ bukan judi? :)
    (contoh lengkap kasus ala Forex Online bisa dibaca di artikel: Niaga Modern ataukah Judi?

    2. “OPEN terus minta cair (Anda tidak tahu sedang transaksi dimana dan sedang transaksi apa)”
    => Dalam hal jual beli Forex SPOT, adalah keharusan untuk cair 2×24 jam. Jadi aturan yg menyelisihi SPOT akan masuk kategori haram.

    3. “bapak bisa menganggap forex online judi, tapi bukan karena OPEN=Bukan JUDI dan CLOSE=JUDI.”
    => Open bukan Judi karena jual beli PERTAMA ini harganya jelas dan TIDAK MUNGKIN terjadi slippage, sayangnya tidak bisa cair 2×24 jam (jadi bukan SPOT)
    => Close adalah judi karena ada DUA alasan:
    - kesepakatan jual beli KEDUA dilakukan saat harga belum diketahui (lihat lagi kasus B di atas)
    - Bisa terjadi slippage, yaitu harga meleset setelah di ‘klik’ di harga yg nampak.
    ====

    Lalu bagaimana argumen anda bahwa sesudah Open tidak bisa cair? karena ada HUTANG ataukah PERATURAN?
    Leverage 1:1 tetap tidak bisa cair dan HARUS close karena adanya PERATURAN (bukan karena HUTANG)
    Setiap jual beli memang ada aturannya, dalam Forex juga ada aturannya, namun aturan yg halal cuma SPOT, selain itu haram.
    Ke-3 lain yang haram tsb juga punya peraturan sendiri, namun menurut MUI ada kesamaan, yaitu maisir.
    Jadi dengan pemahaman sederhana, diluar peraturan SPOT, maka transaksi Forex yang lain mengandung maisir.
    Forex Online tidak memenuhi syarat PERATURAN SPOT, artinya mengandung unsur maisir alias Judi (kesimpulan premis yg sederhana :) )

    Forex Online bisa disamakan dengan taruhan sepak bola, sama-sama memakai analisis, dengan kemungkinan pilihan: ‘kesebelasan’ TP atau SL.

  244. 1. bukan Judi, dalam kasus yang bapak contohkan ada pilihan…di forex online bisa menunggu harga naik atau menjual dalam keadaan merugi. Judi tidak ada pilihan misal lempar koin, ketika koin jatuh nasib saya tidak bisa dirubah. Di Forex ada pilihan, koin bagianmana yang mau dipilih masih terdapat kebebasan hanya masalah waktu.
    2. Tujuan di forex bukan untuk langsung cair, motivasinya mendapatkan selisih harga. Jadi bukan Judi. Apa transaksi untuk mendapatkan kuntungan dari selisih harga termasuk JUDI?
    3. OPEN dan CLOSE bisa saja terjadi slippage kenapa tidak sekalian OPEN=JUDI dan CLOSE=JUDI, setiap close selalu disepakati dan tahu harganya.Transaksi B bukan judi.Kalalu iPad sewaktu-waktu saya jual lagi ke Bapak kan tidak masalah walau merugi dan ini bukan JUDI.Masalahnya di forex iPad ini hanya berharga menurut saya dan Bapak, tidak bisa dijual tempat lain. transaksinya sah-sah saja tapi barangnya tidak bisa dijual/ditukar ditemppatlain.

    Kesimpulan:
    dalam forex online tukar menukarnya jelas tidak sama dengan JUDI.

    =================================================
    Lalu bagaimana argumen anda bahwa sesudah Open tidak bisa cair? karena ada HUTANG ataukah PERATURAN?—–Karena PERATURAN yang mengharuskan BERHUTANG/Jaminan. Berhutang bukan JUDI
    Leverage 1:1 tetap tidak bisa cair dan HARUS close karena adanya PERATURAN (bukan karena HUTANG)———- Karena PERATURAN yang mengharuskan BERHUTANG/Jaminan. Berhutang bukan JUDI
    Dalam transaksi forex online OPEN=SPOT dan CLOSE=SPOT. Masalahnya OPEN masih berhuatang CLOSE mengembalikan hutang.

    Judi bola jelas tidak ada kebebasan ketika pertandingan berakhir. siapa yang menentukan berakhir bukan kita tp wasit. seandainya saya bertaruh untuk barca vs madrid. misal saya pasang utk madrid. ternyata ketika peluit berakhir madrid kalah dan saya merugi. Di forex online saya bisa menunggu sampai madrid menang kemudaian peluit berakhir saya tiup hanaya masalah waktu.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Diskusi yg makin menarik.
    1. ‘Judi adalah bila tidak ada PILIHAN‘.
    saya kutipkan bagian terakhir komentar saya sebelum ini:
    “Forex Online bisa disamakan dengan taruhan sepak bola, sama-sama memakai analisis, dengan kemungkinan pilihan: ‘kesebelasan’ TP atau SL.”

    Lalu apakah karena taruhan Sepak Bola ada pilihan maka bukan Judi?
    Bukankah lempar koin juga ada pilihan: angka/ gambar?
    Forex Online ada pilihannya, yaitu TP/ SL.
    PILIHAN yg bagaimana yg anda maksud?

    2. Ada 4 jenis transaksi Forex dan semuanya bisa untuk ‘motivasi mendapatkan selisih harga’. Yg halal cuma SPOT.
    Atau menurut anda SEMUA JENIS TRANSAKSI FOREX= HALAL kalau untuk ‘motivasi mendapatkan selisih harga’?

    3. Maksud anda; kalau masih berhutang, Transaksi SPOT tidak perlu cair 2×24 jam. Gitu ya pak?
    Ini literatur baru ya pak, link-nya donk?
    Tolong dijelaskan juga kalau leverage 1:1, sesudah Open, hutang kita ada ke broker ada berapa pak?

    4. Tambahan lagi syarat judi menurut anda: ada batasan waktu.
    Sama pak, di Forex online dengan pemasangan TP/ SL, WAKTU dan HARGA jelas dibatasi, yaitu ketika harga menyentuh titik TP/ SL tsb pak. Atau mungkin penjelasan anda masih kurang?
    Menurut MUI, batas halal/ haram adalah 2×24 jam. Jual beli Forex lebih dari 2×24 jam termasuk maisir alias Judi.
    Ngomong-ngomong, anda setuju dengan fatwa MUI atau nggak ya?… mungkin ada beberapa bagian yg kurang setuju, silahkan sharing… :)

  245. Haduh-haduh….
    1. TP dan SL masih bisa dirubah oleh pemiliknya sewaktu2 yg tak terbatas kecuali negara tersebut hancur. Pada Judi Bola orang tersebut hanya bisa menunggu nasib ketika peluit berakhir. –sangat beda jauh. klo analisa boleh2 saja tidak perlu dipermasalhakan bisnis lain mungkin juga ada analisa.
    Lalu apakah karena taruhan Sepak Bola ada pilihan maka bukan Judi?klo yang bertaruh boleh main sampai dia menang tidak apa2 dan dalam waktu nya tak terbatas bukan 2x45menit. di forex anda bisa menjadi presiden untuk merubah nilai mata uang alias bisa menjadi ikut main bola.

    2.motivasinya berarti tergantung individu masing2 bagai mana melakukan transaksi….masalahnya di sini OPEN=harga disepakati dan CLOSE=harga belum disepakati. padahal dalam open dan close harga jeas dan sepakati tidak sepakat tidak terjadi open maupun close.kemudian mengatakan JUDI.

    -Bisa haram bisa halal

    3.Bukan begitu…, ketika Open dalam hitungan detik itu sudah menjadi hak milik tidak perlu menunggu 2×24 jam, begitu juga close.
    ini pemhaman saya sendiri jadi tidak ada linknya….qqqq.

    leverage 1:1 emang ada ya? berarti klo ada…. untuk membeli investasi senilai $1 dibutuhkan $1. Sehingga Jaminan/Hutang>=nilai saat beli – (pergerakan nilai investasi*$1) mungkin seperti itu.

    4. batas waktu SL dan TP berbeda itu merupakan kebebasan kapan harus menjual lagi baik untung maupun rugi. dalam judi batas waktu adalah paksaan baik untuk kalah atau menang.
    ya setujulah dengan MUI.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Diskusi yg makin menarik.
    1. Di point ini saya bertanya penjelasan mengenai “Judi tidak ada PILIHAN”? bukan batasan waktu.
    - Pilihan lempar koin: angka/ gambar?
    - Pilihan Forex Online: TP/ SL.

    2. Oh saya mulai ngerti maksud pertanyaan anda.
    Saya setuju bahwa sesudah Close= diterima 1 harga jelas TP/ SL (atau bisa juga draw)
    Judi bola: selesai pertandingan juga muncul 1 pemenang (juga bisa draw), tapi pintu pertaruhan bola dimulai karena ada kesepakatan utk tebak pemenang saat awal pertandingan. kesepakatan ini nggak bisa batal. sampai di sini bisa dipahami pak?

    Pintu pertaruhan Forex Online dimulai ketika Open, buktinya disertai dengan kesepakatan untuk close di masa yg akan datang. Kesepakatan ini bisa MEMBUTA (tanpa tahu harga saat close nanti), bisa juga dengan memasang ‘taruhan’ TP dan SL yang nanti hasil akhir hanya satu harga: TP saja atau SL saja.

    Maka duit hasil open tidak bisa cair dan memang tidak penting untuk cair karena kurs mata uang hanya sebagai medium perjudian saja. Medium perjudian banyak macamnya; bisa harga sembako antar daerah, kurs emas (http://genghiskhun.com/trading-emas-online_cara-baru-memperjudikan-kurs-emas) bahkan kurs sapi (http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi).
    Sampai sini bs dipahami pak?

    kalaupun pertaruhan ini digolongkan jual beli 1 (Open) dan jual beli 2 (close)
    - Hasil open tidak bisa cair= tidak memenuhi syarat SPOT.
    - Kesepakatan untuk melakukan close di masa yg akan datang, padahal nilai closenya sendiri belum diketahui (TP/ SL)= tidak memenuhi syarat SPOT juga. Sampai sini bs dipahami pak?
    Maka secara keseluruhan transaksi Forex Online sebenarnya adalah judi dengan medium kurs mata uang.

    3a. Berarti Forex Online dibatasi kurang dari 2×24 jam biar bisa memenuhi syarat SPOT ya pak. kalo lebih dari itu maka termasuk haram ya pak…
    Nah, berarti ada BATASAN WAKTU kayak judi bola khan? :D (sepertinya syarat judi harus anda ralat pak…)

    3b. Tentang macam2 Leverage (tmsk leverage 1:1) bisa dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/Leverage_(finance)
    Mohon dijelaskan lagi, leverage 1:1, sesudah Open, hutang kita ke broker ada berapa pak?

    4. Sama saja tuh pak. Batas TP & SL juga PAKSAAN baik untuk kalah (rugi) atau menang (untung). Apakah kita bisa mencegah Close waktu kurs mencapai titik SL? tidak bisa pak. artinya sama saja, ada PAKSAAN.
    trims

  246. deden says:

    berarti google adsense itu judi ya pak???

    ALUR JUDI: Transaksi dulu -> nilai yang disepakati menyusul -> salah satu pihak dirugikan.

    transaksi dulu: klik

    nilai yang disepakati menyusul: google musti filter dulu klik ini harganya berapa (ditimbang dari asal klik, berapa kali klik dll)

    salah satu pihak dirugikan: advertiser membayar kepada google dan hasilnya untuk google dan publisher, si advertiser rugi dong?

    bagaimana menurut bapak?
    trims

    =================================================
    Genghis Khun:
    salam kenal mr. Deden
    Di proposal google/ penyedia jasa manapun, Peraturan dan Tarif per klik untuk adsense sudah ditentukan, kalau advertiser setuju maka kerjasama akan dilanjutkan.

  247. deden says:

    Genghis Khun:
    salam kenal mr. Deden
    Di proposal google/ penyedia jasa manapun, Peraturan dan Tarif per klik untuk adsense sudah ditentukan, kalau advertiser setuju maka kerjasama akan dilanjutkan.

    sudah ditentukan? lalu mengapa harga dari setiap klik berbeda? bukankah nilai yang disepakati menyusul dulu pak? kalau tidak menyusul nilai setiap klik fix dong misal tiap klik dihargai 1$, coba deh klik iklan yg bapak punya, apakah nilai klik langsung masuk? kalau pun iya, coba klik lagi, apakah bapak menjamin harga klik nya akan sama?

    jadi, apakah adsense itu judi juga pak? tapi dibungkus sedemikian rupa hingga sama sekali tidak ada kesan judi?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Produsen/ Advertiser=> Google=> publisher=> konsumen

    Jual beli akan terjadi antara konsumen dng produsen.
    Sedangkan Google dan Publisher hanya sebagai perantara/ makelar.
    Antara Produsen-Google= Tarif pemasangan iklan disepakati masing-masing pihak.

    Antara Google-Publisher= Publisher akan diberi bonus dengan nilai terserah boss-nya, yaitu Google. Ndak diberi jg nggak apa-apa.
    Kecuali kalau iklan tidak ada yang nge-klik lalu duit kita disedot, ini baru namanya judi; dimana ada pilihan take profit atau Loss.
    Btw, silahkan anda tidak setuju dngn definisi judi tsb, mungkin anda punya kriteria lain? mari dishare di sini… :)

  248. Rizki says:

    asalmualaikum,
    salam super untuk pak Genghis Khun’ trima kasih pak berkat sharing d blog nie saya jadi tahu klo trading forex itu haram jaddah’ saya berpikir trus tentang trading forex dan slalu setiap sholat saya meminta “ya allah tolong tunjukan klo trading forex itu halal ataw haram karena saya ingin membahagiakan kluarga sy dan ingin memberangkatkan haji orang tua saya dengan uang yang halal”. dan alhamdulilah melalui sharing d blog ini allah menunjukan kekuasaanya melalui pak genghis Khun dan penjelasanya yang begitu detail dan dipaparkan gamblang….. saya sendiri trader dan setelah baca artikel di blog ini saya langsung memutuskan berhenti dari trading forex ini ya karena itu haram jaddah…. karena saya hanya ingin memberikan nafkah ke klurga hanya dengan uang yang halal amien. UNTUK PARA TRADER YANG MASIH TERGIUR DENGAN LAVERAGE SEGERA TINGGALKAN ITU KLO KALIAN ADALAH ORANG ISLAM YANG MENGIKUTI AJARAN NABI MUHAMMAD SAW, LAVERAGE ITU/ UANG HANTU HANYA BISA D GUNAKAN DIDUNIA SAJA DAN HANYA SEMENTARA KENIKMATAN…. AMBILAH YANG ABADI YAITU KEHIDUPAN D AKHIRAT YANG KEKAL AMIEN…ALLAH maha Pengampun dan maha pengasih segera lah tobat dan mohon ampunanya, semoga allah selau menuntun dan memberi petunjuk kepada umat islam yang selalu mencari kebenaran akan sesuatu yang di cari dan diperdebatkan…. wassalam

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr wb. trims atas kunjungannya. Semoga kita semua diberi rizqi yg halal amiin.

  249. Rizki says:

    pak mo tanya pada awalnya saya memahami trading forex ini hanya setengah2 sy blom mendalami nya halal ataw haram. tp sy dah terlanjur melakukan trading ini beberpa bulan dan mendapatkan profit yang lumayan. yang sy tanyakn adalah :

    1. Uang profit yang saya dapatkan dari hasil trading telah sy gunakan, karena pada awalnya sy lihat d pencarian google mengenai trading forex halal/haram itu menjelaskanya hanya dibolehkan trading / perdagangan mata uang asing… tidak menjelesakan trading yang bagaimana yang haram dan yang halal, dan dikasih tau oleh pemerintah karena sudah dilegalitaskan.dan sy pun akhirnya melanjutkan trading karena ada pemaparan semacam itu. dan akhirnya uang yang saya dapat dari profit forex sy gunakan untuk keperluan sehari2 keluarga( karena sebelumnya sy baca d pencarian google di salah satu blog di perbolehkan dan tidak menjelaskan trading yang bagaimana yang haram/ halal dan di ikuti artikel itu dengan pengesahan pemerintah tentang perdagangan mata uang asing berjangka dan disahkan) yang saya mau tanya kan uang yang saya dapat dari forex itu saya gunakan juga buat bayar hutang (boleh apa gakk pak) dan ada sisa uangnya saya harus apakan pak ??? mohon pak sharingnya, karena saya bingung dengan uang ini ??

    =================================================
    Genghis Khun:
    salam kenal pak Rizki
    Disumbangkan ke yayasan sosial/ panti asuhan saja pak. Buat mbayar hutangnya dicari dari sumber halal. Semoga kita semua diberi rizqi yg halal amiin.

  250. deden says:

    Genghis Khun:
    Produsen/ Advertiser=> Google=> publisher=> konsumen

    Jual beli akan terjadi antara konsumen dng produsen.
    Sedangkan Google dan Publisher hanya sebagai perantara/ makelar.
    Antara Produsen-Google= Tarif pemasangan iklan disepakati masing-masing pihak.

    Antara Google-Publisher= Publisher akan diberi bonus dengan nilai terserah boss-nya, yaitu Google. Ndak diberi jg nggak apa-apa.
    Kecuali kalau iklan tidak ada yang nge-klik lalu duit kita disedot, ini baru namanya judi; dimana ada pilihan take profit atau Loss.
    Btw, silahkan anda tidak setuju dngn definisi judi tsb, mungkin anda punya kriteria lain? mari dishare di sini…

    saya setuju sekali pak! sangat setuju!

    kita bahas yang spesifik saja pak, mengenai nilai yang disepakati menyusul. bukankah memang begitu ya pak, tiap ada orang yang klik, nilai dari klik itu tidak mendapatkan hasil yang sama dan tiap klik harganya berbeda, nilai klik tidak langsung masuk melainkan menyusul?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ini sudah spesifik pak, posisi perantara itu bukanlah Jual beli.
    Bonus yang diperoleh oleh Perantara (klik) itu terserah bosnya, bisa diberi banyak, sedikit atau malah iklan dicabut oleh boss.
    Tapi kalau bicara Judi, itu terpenuhi syarat jual beli, sekali lagi…TERPENUHI SYARAT JUAL BELI tapi harganya menyusul, akhirnya ada dua kemungkinan Take Profit atau Loss.

  251. lol says:

    pasti TS abis MC nih langsung nulis2 kayak gini

    =================================================
    Genghis Khun:
    Dugaan KELIRU.
    Saya masih accoun virtual waktu nulis ini, dan BELUM PERNAH account real :)

  252. Jengis says:

    menurut Bapak beda forex sama jual beli dinar dirham online apa? Itu sama aja kn pak kita beli dinar tanpa memegang dinar tersebut lalu kita jual lagi, terus knp forex bisa dibilang haram.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak, silahkan baca artikel selanjutnya ttg Trading Emas Online;
    http://genghiskhun.com/trading-emas-online_cara-baru-memperjudikan-kurs-emas
    Kutipannya sbb:
    “Jual beli emas via internet, dalam pengamatan penulis, ada yang memakai model tradisional, jual saja atau beli saja. Ini misalnya di https://www.goldgram.co.id
    Namun ada pula yang memakai sistem seperti Forex Online, biasa disebut dengan Trading Emas Online.

    Ciri-cirinya mirip model Forex Online yaitu
    1. Open-Close dalam satu paket.
    2. Tidak benar-benar bertujuan membeli barangnya (emas), tetapi hanya mencari selisih nilai; bisa keuntungan atau kerugian.”

    “Forex Online berjudi memakai medium kurs antar mata uang, sedangkan Trading Emas Online berjudi memakai medium kurs emas dunia.”

    Kesimpulannya Trading apapun (Emas/ Dinar/ Dinar/ Sembako dll) bila mensyaratkan OPEN_CLOSE SATU PAKET maka aktifitas tsb hanyalah Judi dengan medium/ memanfaatkan fluktuasi kurs Emas/ Dinar/ Dinar/ Sembako dll tsb .
    Btw, anda tidak setuju boleh. silahkan sharing prinsip anda dlm menentukan judi/ bukan judi. trims

  253. Jengis says:

    saya juga baru cari2 kebenarn dulu sebelum terjerumus, makasih penjelasannya.

  254. Jengis says:

    o iya, kemarin saya sempet beli dinar secara online dengan tujuan mengamankan uang saya(investasi) bukan mencari selisih. nah kebetulan saya lg butuh uang, jd saya rupiahkan lg dinar saya kebetulan harga juga lagi mahal, nah kan ada selisihnya tuh, menurut bapak haram apa nggak?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Insya Allah halal pak, aktifitas saya kemarin jg seperti itu, tapi demi alasan keamanan, itu dinar segera saya cairkan walaupun trus saya jual lagi :)

  255. investor BO says:

    kayaknya saya kurang sependapat, kita membuka posisi open memang untuk di close karena memang kita membeli untuk dijual lagi, sama dengan orang berdagang baju misalnya, orang tersebut membeli baju memang untuk dijual lagi bukan untuk dipakai, dan untuk close di forex kita bisa memilih kapan mau closenya, saya kira yang haram itu seperti ini, setelah kita open maka dalam jangka waktu tertentu maka kita harus close, misalnya kita harus close tepat 5 menit setelah kita open berapapun harga yang sedang running saat itu, jadi kita tidak punya pilihan, dan harus tepat 5 menit setelah kita open tidak boleh kurang atau lebih, kalau seperti itu saya setuju itu adalah judi karena mengundi nasib

    =================================================
    Genghis Khun:
    Dalam jual beli harus terpenuhi syarat jual beli pak.
    Forex Online:
    - Sesudah Open, barang hasil jual beli tidak bisa cair, walaupun ditunggu hingga 2×24 jam. (salah satu syarat halal menurut MUI adalah pencairan barang kurang dari 2×24 jam)

    - Akad Close dilakukan bersamaan dengan Open, SEBELUM harga Close diketahui.
    Jual beli pedagang baju, akad jual dngn pembeli baju dilakukan SESUDAH ada kesepakatan harga.

    - Untuk mengakali Forex spot, para trader meng-close tidak lebih dari 2×24 jam, artinya ada batasan waktu 2×24 jam. berarti Judi khan pak?

  256. ozink says:

    Salam kenal..
    Bang klo sy tarik kesimpulan dari argumen” semuanya kita kembalikan lg ke keyakinan kita sma Alloh SWT..
    tidak diragukan lg bang, menentukan judi atau tidak judi forex, jika menurut H. Rhoma Irama sangat jelas bang..yg tergolong judi itu yang enak” bang.. sesuai lirik lagunya ” mengapa yang enak” selalu di haramkan…?? lalalalalalalalalaaaaa……………… itu lah perangkap setan umpannya keimanannnnnn

    =================================================
    Genghis Khun:
    Argumennya para pejudi itu kibul mengibul dan tipu-tipu hehe :)

  257. edie says:

    tlg diprhatikan baik2 mngenai forexmengenai forex terlihat antara jdi dan tdak bagi siapa saja yang memahami hukum islam tentang judi.
    Forex adlah beli atas kesepakatan jual atas kesepakatan jika jual saat haraga pasar turun rugi jika harga naik untung (harga cloos ditentukan saat harga pasar jelas diketahui), Pedagang lombok dan trader memiliki niat dan keinginan sama (untung),
    Betonmarket.com beli harga sekarang anda tentukan harga jual juga sekarang (harga jual tidak dapat dirubah)jika keliru harga jual yang anda sudah tetukan ternyata salah anda rugi.
    Yang mana forex Judi?

    =================================================
    Genghis Khun:
    Dalam jual beli harus terpenuhi syarat jual beli pak.
    Akad jual beli cabe dngn pembeli dilakukan SESUDAH ada kesepakatan harga, Jadi harga tidak mungkin KELIRU.
    Kalau anda sudah sepakat beli cabe dg harga 2000/ Kg, tiba2 anda mengklaim kesepakatan tadi 500/Kg ya anda bisa dipukuli orang sepasar :)

  258. arief says:

    ass.wr.wb

    Sebelumnya sy banyak terima ksh kepada bpk g khun,yg mau membuat blog ini…sy hampir baca selama 3 jam,walaupun tdk baca seutuhnya.
    Bagi yg menghujat,berkata2 kasar segera istighfar…karena memang disini ajang untuk mencari kebenaran ,bukan pembenaran.
    kalo memang pak khun salah,dikoreksi dgn bahasa yg baik….kalo benar y jgn disalahkan.
    sebenarnya antara judi dan jual beli ada garis tegas yg jelas,cuma syaithon benar2 lihai langkah langkah yg kta rasa benar,padahal disusupi yg salah..
    seperti yg ditegaskan pak khun,yg dibahas alurnya…jadi sekali lagi alurnya,seperti bedanya berzina dan melakukan hubungan seks dgn suami/istri,yg membedakan adanya yaitu akad nikah..tentunya ada wali,saksi,dll…walaupun akadnya cuma kita kasih uang,dan tdk ada yg dirugikan tetap saja itu menyalahi syariatnya…( beli psk maksudnya )
    sama hal dgn forex online, akadnya seperti apa?
    kalo jual beli cabai,walau rugi itu bukan termasuk judi…….karna alurnya jelas….
    walaupun kita ahli trader,anggaplah slalu menang dgn metode apapun tetap saja itu judi…..sekali lagi alurnya yg sdh dibahas di atas…..
    jadi kesimpulannya jelas,katakan itu yg hak dan katakan yang bathil…jgn dipelintir…..
    sekian pendapat dari saya,thank…wass.wr.wb

  259. bachem says:

    Aslm. Wr. Wb.

    Salut kepada anda Pak Genghis Kun, sejak 2009 setia berdiskusi di topik ini.. ^_^

    Sy bukan org yg ahli dalam agama Islam,tp sekedar share pengalaman..

    Memang jaman skrg godaan makin tinggi.. godaan “instan”,online,gadget,gaya hidup dll. membuat orang berpikir imudah “keblinger”. Sekedar sharing beberapa teman akrab saya “yg jauh lebih alim dari saya” ikut komunitas forex online dengan modal 1jt dengan profit 350rb/bulan dan diakhir tahun dapat 25jt..teramat sangat FANTASTIS bukan??

    Ironisnya lg ketika sy becandain “Hati2 antara hitam dan putih lho hukumnya..” teman2 malah jadi sinis dan menjauhi saya..memang uang bisa mengubah segalanya..

    Yah.. menurut opini sy pribadi kuncinya cuma Surat Al-Baqarah ayat 153:
    “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

    Jujur sy lebih setuju cara konvensional seperti jaman orang2 tua…beli emas/perhiasan/tanah untuk tabungan dan kelak dijual ketika membutuhkan..

    Bagaimana pendapat Pak Genghis Kun mengenai cara2 jaman orang tua diatas, halal atau haram?

    Wassalam..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Wa alaikum salam wr wb
    Salam kenal pak Triadi,
    saya undang teman akrab anda yang “yg jauh lebih alim dari anda (dan jg saya)”utk berdiskusi di sini,
    Topiknya sederhana; bagaimana prinsip utk menentukan judi atau bukan judi?
    btw, beli emas/perhiasan/tanah/ mata uang asing untuk tabungan dan kelak dijual ketika membutuhkan Insya Allah halal.
    Tapi khusus jual beli uang asing yg halal/ Forex SPOT masih ada batasan lagi dari fatwa MUI, salah satunya tidak untuk untung-untungan.
    trims

  260. CurutKampus says:

    makasih atas pencerahannya… kang Genghis Khun :

    dari ats,, sampai bawah, kesimpulan yang saya dapat adalah :

    “Forex Online adalah haram”

    “Spekulasi atau tidak, dalam Forex, ternyata bukan penyebab yg menjadikan Forex itu Haram” alasannya adalah.. masalah alur mekanisme nya.

    “Analisa, ataupun tidak, klo namanya JUDI ya JUDI dan pasti HARAM… itu tidak akan merubah hukum yg asalnya HARAM menjadi HALAL”

    thx…,, itu saja kesimpulan yang saya dapatkan..

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ok :)

  261. CurutKampus says:

    sepertinya saya akan beralih lagi ke profesi saya sebagai seorang blogger/publisher,, bisnis adsense, dan PPC lainnya.. :)

    pasti halal khan?? hukumnya

  262. jomblong says:

    Yang saya bisa saya tanggapi disini adalah adu argumen changer dengan trader, sudah pasti tidak akan nyambung mendapatkan sebuah jawaban. Karena Changer itu menjual Kurs Tukar akan tetapi pembeli tetap membawa pulang nilai uangnya yang ditukarkan tadi. kalau forex tetap bersama si broker/makelar saat kita jual beli kita tidak memegang lagi real money.

    Forex lebih tepatnya sebagai Investasi yang mengharapkan keuntungan dari naik turunnya nilai kurs, jadi kita memakai sistem dari broker sebagai sarana untuk bertransaksi dan kita membayarkan spread kepada broker sehingga broker tidak akan pernah rugi (non dealing desk). Investasi sudah pasti ada yang untung dan rugi.

    Tentang Jual BELI barang misal computer mekanisme yang dikatakan G Khan diatas Sah…. tapi jual beli yang sah bisa jadi haram juga bro… contoh…. saya jual notebook 4 juta sepakati harganya oke…. pembeli kemudian meminta sisa 1 juta minggu depan ya… lalu saya katakan “boleh tapi harganya 4,1juta dan pembeli setuju karena memang butuh sangat barangnya dan suka sama suka kan? jual beli sah tapi 100rb keuntungan saya tetap RIBA dan pembeli ikut menanggungnya. lain lagi hukumnya bila pembeli sendiri yang bilang sisa 1 juta minggu depan bayarnya dan akan saya tambah sedikit dan ternyata saat bayar dia membayar 1juta ditambah 300rb tanpa pernah saya patok dan sahlah jual beli dan halallah keuntungannya saya makan. jadi patokan sah jual beli bro G Khan diatas tidak sepenuhnya benar karena jual beli beda harga cash kredit tetaplah haram.

    Silakan di bentuk forum MUI, Trader, Changer dan Broker pasti akan dapat jawaban halal atau haram. Halal dan Haram itu bukan dari sebuah pendapat G. Khan maupun trader….

    Nabi Muhammad SAW sudah berpesan “tuntutlah ilmu sampai ke negeri china” hal ini tentu berlaku untuk smua umat manusia tidak terkecuali G Khan dan para Ulama.

    Fatwa MUI apakah sudah pasti benar? belum tentu bro…. apalagi MUI yang tidak mengerti forex pasti akan memvonis haram.

    Sedikit melenceng dr topik pembahasan contoh kredit syariah adakah MUI yang menyatakan Haram? apakah sudah benar halal? sepengetahuan saya haramnya bagi hasil usaha (Riba) apabila sudah ditentukan terlebih dahulu berapa jumlah yang dibayar? betul gak? tapi para finance mematok kita membayar setiap bulannya bunga sesuai dengan perhitungan mereka bukan dari berapa keuntungan kita memakai modal kredit dari mereka. Bagaimana pendapat bro G Khan tentang bunganya halal atau haram?
    saya sendiri memvonis Haram. tapi MUI tidak memvonis haram karena Finance/Bank yg bersangkutan punya sistem sendiri.

    Kembali ke forex tentang Open dan Closed pada saat yang sama, sistemnya sudah membuat kita Open sekarang…… tanpa closed akun swapfree gak kena apa2 kan? dan ini sudah bisa menjadi jawaban atas ALUR yang G Khan katakan itu. gak usah prediksi dan gak usah TP/SL bukankah sama dengan membeli di changer? besoknya anda check harga berapa baru sepakati closed. Makanya Forex itu haram tergntung cara dan niat dari trader. Dan Sistem di Forex MUI saja tidak berani bilang haram… mengapa anda berani bilang haram? Padahal pada saat trading kita sendiri rela jual beli tanpa dipaksa open closed oleh broker pada saat buy/sell pasti dengan analisa pasar walaupun terjadi floating ya sama saja saya buka toko computer dengan prediksi kota saya akan rame yang beli dan bila bulan ini kok saya harus nombok gaji pegawai dan rugi 5 juta? Apakah usaha saya termasuk judi? Maaf bro….. itulah jual beli.

    Demikian tanggapan dari saya dan saya sarankan jangan jadikan MUI sebagai pembenaran, karena MUI memutuskan sesuatu penuh dengan pertimbangan DUNIAWI. jadi bro G Khan tuntut Ilmu jangan sama MUI… tuntutlah pada yang ulama yang jelas diseluruh dunia untuk suatu kebenaran. Fatwa MUI haram merokok tapi MUI sendiri merokok ….

    Jadi Menurut saya Forex Halal Haram tergantung niat kita diawalnya dan cara kita trading seperti niat buka usaha toko komputer dengan tujuan kredit untuk guru nantinya akan ada halal haramnya juga . Segala sesuatu itu dilakukan dengan niat, karena apabila niat anda membuka blog ini untuk menjatuhkan para trader sudah pasti blog anda saja sudah haram, apalagi hasil pembahasannya…. semoga saya salah… mohon maaf lahir bathin.

    Prof dr. Pengusaha Komputer yang anti bunga anti 2 harga…. LLC.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal bro Jomblong, :)
    1. “Changer itu menjual Kurs Tukar akan tetapi pembeli tetap membawa pulang nilai uangnya yang ditukarkan tadi”
    => tak perlu dibawa pulang boleh kok bro, titipin untuk nantinya dijual lagi SESUDAH harga jual disepakati. Tapi di Forex Online ada KEHARUSAN dijual sebelum nilainya disepakati. Bedanya di SESUDAH dan SEBELUM harga disepakati, bukan bisa dibawa pulang/ tidak :)

    2. Forex Online (dan juga Changer) sama2 bisa untuk investasi yang mengharapkan keuntungan dari naik turunnya nilai kurs. Bedanya yaitu tadi di Forex Online ada pemaksaan untuk jual beli CLose.

    3. “MUI yang tidak mengerti forex pasti akan memvonis haram?”
    Fatwa MUI tentang Forex ada yg halal ada yg haram bro.
    Mohon dibedakan antara Forex dengan Forex Online.
    Jenis transaksi Forex ada 4 macam yg halal cuma satu yaitu spot, sedangkan Forex Online itu tidak memenuhi syarat Spot.

    4.Tentang Kredit syariah belum saya pelajari bro…

    5. Swap free tanpa close??? artinya duit hasil open bisa cair. anda jangan bercanda :)
    Meskipun swapfree tetap ada PEMAKSAAN untuk close sebelum harga close disepakati. Jadi duit hasil Open TIDAK PERNAH cair sekalipun melebihi 2x 24 jam
    Penekanannya adalah adanya PEMAKSAAN untuk close yg dilakukan saat Open.

    6. Penjelasan anda masih kurang om, bagaimana prinsip anda untuk menentukan judi/ bukan judi? apakah ditentukan jg oleh niat :)
    trims

  263. Siswa says:

    Salam bung g.khun,

    mohon pencerahannya secara lebih lanjut terhadap pernyataan anda yaitu “di Forex Online ada KEHARUSAN dijual sebelum nilainya disepakati”, seperti apa sih bentuknya pemaksaan tersebut. mohon kiranya dapat dijelaskan secara mendetil dan terperinci.

    kemudian saya juga ingin menanyakan mengapa anda menitikberatkan kepada bisa cair atau tidaknya transaksi tersebut, mengapa tidak kepada kepastian atas hak milik. apakah sesuatu yang sudah pasti menjadi milik kita walau tidak bisa dicairkan itu sudah cukup dan sah hukumnya.

    atas bantuan dan pencerahannya, diucapkan terima kasih

    Wassalam,
    Siswa
    NB. saya tidak sependapat dengan anda bahwa jual beli dengan tujuan cari untung dari selisih harga adalah haram, kasihan mas nasib orang yang mencari nafkah berjualan dipasar jika ternyata penghasilannya selama ini adalah uang haram.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Siswa
    1. “di Forex Online ada KEHARUSAN dijual sebelum nilainya disepakati”
    Pada saat Open, trader TIDAK boleh mencairkan uang hasil jual beli, namun HARUS dijual lagi, tapi nilai jualnya menyusul. Ini jelas tidak wajar, open hanya berfungsi sebagai pintu pembuka perjudian.
    Syarat jual beli SPOT, dalam 2×24 jam harus cair.

    2. Tentang status hak milik. Selama Floating position hak milik itu tidak jelas, bisa bertambah atau berkurang, atau malah hilang karena Margin Call.
    Hak milik kok bisa hilang ini jg tidak wajar…

    kalau belum dimengerti dengan senang hati akan saya jelaskan lebih lanjut…
    Wassalam,

    NB. Dimana kalimat saya bahwa “jual beli dengan tujuan cari untung dari selisih harga adalah haram”??
    Semua jual beli tujuannya adalah mencari untung. mekanisme jual belinyalah yg menyebabkannya menjadi dilarang. Penentuan halal haramnya Forex di fatwa MUI tidak dinilai dari JENIS BARANG-nya, tapi dari MEKANISME jual belinya.
    Untuk mudahnya, silahkan baca artikel tentang mbah Bondet yg berjualan sapi di:
    http://genghiskhun.com/seri-belajar-forex-niaga-modern-ataukah-judi
    mekanisme jualannya menyebabkan tidak wajar.

    • Siswa says:

      Salam kenal juga bung g.khun

      Mengenai pernyataan saya pada bagian NB itu berdasarkan review bung khun pada bagian money changer pada tesis bung khun diatas, hanya perbedaannya terletak pada dollar atau euro dengan beras atau bumbu, persamaanya terletak pada dibeli untuk dijual lagi bukan untuk dikonsumsi.

      bukankah tujuan dilakukannya jual beli adalah untuk menghalalkan kepemilikan atas suatu barang, bukan mencari nilai dari barang yang dijualbelikan tadi ketika kita jual lagi. seperti terminologi yang disampaikan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Majmu’, jual beli didefinisikan sebagai pertukaran harta dengan harta, untuk saling menjadikan milik.

      maksudnya adalah kepemilikan saya atas 1 gr emas logam mulia yang saya beli dengan harga Rp. 565.000/gr ya tetap 1 gr emas logam mulia walaupun saat ini harganya menjadi Rp. 450.000/gr atau 1.500.000/gr,

      Perhatikan terhadap emas yang saya miliki, emasnya tidak menjadi 0,5 gr atau 2 gr emas logam mulia bukan? Namun disinilah inti dari pembahasan tesis anda diatas mengenai forex online, yang anda lihat adalah nilai uangnya bukan atas jumlah barang kepemilikannya.

      pada forex online juga begitu kepemilikan saya atas 1 pondsterling pada posisi open buy 1 unit pada GBP/USD diposisi misalnya 1.600 ya tetap 1 pondsterling walau pun harga GBP/USD saat ini adalah 1.5000 atau 1.7000 dan tidak ada yang bisa untuk memaksa saya untuk menjual 1 pond tersebut, dan itu juga jelas tercatat dalam rekening saya, tidak akan berubah menjadi 0,5 ponds atau 2 ponds, dan 1 ponds itu sudah saya miliki dalam hitungan detik saja tidak perlu nunggu 2 hari untuk masuk ke catatan rekening saya.

      Mengenai Margin Call, walaupun bung g.khun membeli emas fisik 1 gr saja, bung khun bisa saja terkena margin call, tinggal bagaimana kondisinya saja. jadi margin call terjadi karena kondisi yang mengharuskan kita menjual barang yang kita miliki.

      Contoh seorang PNS dengan gaji Rp. 1.000.000 akan terkena margin call pada saat dia membelanjakan seluruh gajinya tersebut untuk membeli emas, sampai dirumah dia dimarahi istrinya mana uang untuk belanja dapur, bayar cicilan, dll, dan karena dia tidak memiliki uang lagi maka dia terpaksa menjual kembali emas yang dibelinya dengan seluruh gajinya tadi sehingga terjadilah margin call pada dirinya (terpaksa menjual emas)

      Mungkin ada pencerahan lainnya dari bung khun

      Wassalam,
      Siswa

      =================================================
      Genghis Khun:
      Saya tidak mempermasalahkan JENIS barangnya pak, apakah itu mata uang, emas, beras, bumbu dll. Tapi yang menjadi sorotan adalah MEKANISME/ MODEL/ JENIS TRANSAKSINYA.

      1. Mekanisme transaksi Forex ada 4 macam, menurut MUI (yaitu kumpulan orang2 yg lebih pinter dari saya) yang halal cuma model SPOT. Ternyata model kesepakatan Forex Online tidak memenuhi syarat Spot.

      2. Mengenai perpindahan hak kepemilikan
      Dalam Trading Forex Online/ Emas online= syarat perpindahan kepemilikan TIDAK terpenuhi, sesudah Open (misal Rp. 565.000/g), 1 gram emas ini TIDAK BISA diambil oleh pemiliknya, HARUS mengalami floating position yang bisa menyebabkan nilai 1 gram tsb BERUBAH; bertambah 2 g/ turun 0,5 g atau malah hilang (margin call) :)

      3. Btw, anda belum menjurus ke fokus utama dalam diskusi ini: bagaimana prinsip anda untuk menentukan sesuatu itu judi/ bukan judi? mari kita sharing pak :)

  264. rms says:

    wah mas bro penjelasannya panjang lebar banget.

    aku mau nanya nih. ketika menjalin sebuah kerjasama bisnis, maka dibuatlan sebuah kesepakatan. dalam perdagangan tentu kesepakatannya antara lain masalah harga. Jika keduanya sepakat – maka kerjasama bisnis itu halal.

    Lalu apa yang terjadi pada transaksi perbankan dan forex?

    Ketika membuka rekening tabungan di bank, kita juga disodori syarat dan ketentuan perbankan yang panjang lebar dengan huruf kecil-kecil sehingga malas bacanya :) … akhirnya kita sepakat dengan hal itu. rekening pun dibuka.

    setelah tabungan dibuka, rupanya ada plus bunga, administrasi, pajak, yang besarnya kl ndak salah ndak ditentukan dalam syarat ketentuan itu. alias ditentukan kemudian… bagaimana hukumnya?

    seperti halnya membuka akun tabungan di bank, perdagangan forex, broker (bisa kita indektikan dengan bank) juga menyuguhkan syarat dan ketentuan yang panjang lebar. jika calon pedagang menyepakati syarat dan ketentuan ini, terus dia buka akun forex.

    Ketika transaksi terjadi forex, tentu segala hal teknis perdagangan mengacu pada kesepakatan awal yang telah dijalin. Antara lain, forex merupakan perdagangan dengan tingkat risiko/kerugian amat besar. ketika seorang trader membuka posisi, entah itu jual atau beli, tentu ia juga telah sepakat bahwa akan memperoleh keuntungan atau kerugian. Kesepakatan itu ditandai dengan “mengeklik” tombol jual/beli. yang sekaligus secara otomatis menyatakan bahwa broker juga sepakat akan hal itu. karena kaduanya sepakat,…….

    pendapat ini berdasar pada tulisan mas bro yang isinya “ALUR JUAL BELI WAJAR: Harga disepakati -> lalu transaksi” …… posisi open adalah kesepakatan awal, di mana trader mau beli/jual mata uang pada harga tertentu. posisi close juga kesepakatan, di mana trader beli/jual pada harga tertentu…….. jadi menurut saya transaksi ini wajar.

    trader dan broker telah sama-sama sepakat akan perdagangan yang terjadi, baik itu kesepakatan sejak awal penandatanganan perjanjian, hingga teknis perdagangannya.

    Kembali ke awal, bahwa jika telah terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli, maka jual beli itu boleh disebut sebagai halal.

    MAAF, tanggapan ini bukan dimaksudkan untuk menghalalkan atau mengharamkan sesuatu, namun lebih ke sharing pendapat saja. Urusan penghalalan dan pengharaman bukan bidang saya.

    thanks…

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal mr. rms
    Mekanisme Forex ada 4 model kesepakatan, menurut MUI (yaitu kumpulan orang2 yg lebih pinter dari saya) yang halal cuma model SPOT. Ternyata model kesepakatan Forex Online tidak memenuhi syarat Spot. Simple…

    Btw, bila ada kasus dua belah pihak membuat kesepakatan untuk tebak pemenang sepak bola, menurut anda ini termasuk judi atau bukan?? keduanya SEPAKAT dan berlomba dalam ilmu menganalisa persepak bolaan lho…

    thanks…

  265. adi says:

    Yang bisa saya ambil hikmah dari permasalahan ini adalah betapa Pemilik Kehidupan sungguh sempurna. Makhluk yang dipercaya untuk menjadi khalifah di bumi sesungguhnya telah diberi keseimbangan dalam bentuk sepasang, intinya adalah positif->nol->negatif dan berlaku juga sebaliknya. Kebutuhan manusia terbatasi oleh lingkungan dunia yang nyata dapat dilihat dan kebutuhan ruhani yang hanya masing2 makhluk dan Penciptanya yang tau, bukan orang lain. Yang lucu adalah selalu mencari dalil-dalil yang membenarkan pendapat sendiri dan menafikkan pendapat lain, memang sih ada dasarnya. Mengapa tidak kita kembalikan kepada niat diri masing2 saja?? Setiap diri manusia diberi bekal dan intuisi yang hakiki kok dan selalu diarahkan dapat memilih metode dan keputusan mana yang benar, dan juga mana yang salah. Kitab suci saja tidak dapat diartikan 100%, tetapi hanya dapat ditafsirkan saja. Kalimat yang sama tidak dapat ditafsirkan sama apabila kondisi, pengucapannya, niatnya terdapat perbedaan. Jadi, ringkasnya adalah saya tau kok masing2 kita telah mengerti mana yang baik dan mana yang kurang baik, mana yang positif dan mana yang negatif, mana yang cenderung ke kanan atau mana yang cenderung ke kiri. Gak perlu berdebat, gak akan menyelesaikan masalah. karena yang berdebat hanya menghasilkan yang menang atau yang kalah, jadi haram ujung2nya. Dan patut dipahami adalah yang menang dalam debat belum tentu yang benar menurut Maha Pencipta. Siapapun ahlinya, mereka juga manusia koq, jadi kenapa harus diambil pusing :). Bila pendapat ini dirasa lari dari masalah, sebaiknya dibaca lagi deh pendapat saya, mudah2an tidak bertentangan. (Masalah yang menghancurkan dunia adalah bukan karena faktor agama, tetapi adalah faktor ekonomi, hal ini telah ditanyakan Malaikat koq, kenapa kita yang lari dari masalah sesungguhnya? :) forex, perdagangan, judi, penjajahan, dan aturan2 lain bahkan hukum, sosial dan politik, juga budaya semuanya punya muatan ekonomi koq, kenapa terjadi pertentangan sengit gara2 masalah forex aja? kita beradu argumen masalah haram halal yang bakal gak ada titik temunya. Cermati dong, Indonesia punya lembaga Agama, MUI yang mengatur masalah agama dan dipercaya masyarakat sebagai “panduan memilih mana yang halal dan mana yang haram”. Kok Bursa Efek juga ada di Indonesia gak ada yang protes, cara teknis perdagangan mana yang halal dan yang haram yang dipertentangkan disini sudah lama digunakan oleh BEJ sebagai kegiatan perekonomian mereka koq??? kalau begitu kenapa kita2 yang beradu argumen mesti mengibarkan perselisihan???.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Betul pak, MUI sbg “panduan memilih mana yang halal dan mana yang haram” telah memfatwakan bahwa aktifitas Forex itu ada yg halal dan ada jg yg haram.
    Yg halal cuma SPOT, sedangkan forex Online ternyata tidak memenuhi syarat SPOt. Anda tentu konsisten dng fatwa MUI… :)
    Btw, mari to the point ke bahasan utama pak; kalau judi itu ada, bagaimanakah cirinya? :)
    trims

  266. adi says:

    Wah, saya bukan ahli judi meskipun yang harfiahnya byk org awam orang tau, mungkin pengetahuan saya tentang judi lebih fakir daripada Mr Khun. Saya hanya yang paling mudah adalah begini. Dunia adalah tempat manusia hidup secara jasmani dan ruhani. Manusia juga merupakan “khalifah di dunia” yang secara suka ataupun tidak, terpaksa ataupun sukarela untuk “hidup” di dunia ini. Bila kita membahas antara haram dan halal itu gak akan ada habisnya. Coba perhatikan, kita bersikukuh tentang haramnya judi dan atau bahkan ada yang justru menghalalkan judi. Tapi apakah sudah kita menyadari bahwa sangat banyak bahkan terlalu banyak dalam kehidupan kita ini yang sangat dekat dengan “dosa”? karena menurut saya bahwa haram adalah bagian yang terkecil sekali dari banyaknya penjelasan mengenai “dosa”.
    Paling mudah adalah terbersit saja “under estimate” terhadap org lain bagi pendapat saya itu adalah kesalahan yang tidak sepele, sifat yang sangat jelas dilakukan Iblis terhadap Nabi Adam. Apa ganjarannya?? Neraka kalo gak salah, bagaimana suatu makhluk ciptaan yang bahkan berkedudukan sebagai pemimpin malaikat hanya dengan under estimating Nabi Adam, langsung jadi Penghuni neraka??? kurang apa ibadahnya, bahkan mungkin Iblispun tidak pernah berjudi (kalo mau lebih jelasnya silahkan tanya langsung sama yang bersangkutan hehehe :) ). Saya mengerti dengan semua penjelasan anda, Dan bahkan masalah halal dan harampun saya pahami dengan seksama secara pribadi saya. Memang manusia adalah makhluk yang unik, manusia diberikan “kebebasan” untuk memilih,… ya…. untuk memilih… dan manusia yang diberi “ujian lebih” yang kita kenal dengan nama “Nabi dan RasulNya” pun diminta untuk memilih. Sesuailah dengan “tidak akan dikatan beriman apabila belum diuji”. Nah itu dia pokok pentingnya. Kehidupan layaknya seperti kita masuk dalam megasalayan, semua ada, tinggal bagaimana kita memilihnya saja. Benar kan (nggak punya maksud menggurui, apalagi mempengaruhi :) hehehe).
    Coba diperhatikan, mungkin ada terbersit kekesalan kita terhadap orang lain yang berbeda pemahaman dan penafsiran… ditambah lagi “secara tiba2 timbul perasaan tidak suka” terhadap orang tersebut. Apakah kita juga melakukan “konsistensi” yang sama dengan pemahaman “kebenaran halal dan haram” terhadap orang lain yang “jelas2 “”sangat”” berbeda keyakinan dengan kita???.. Ataukah “kita” semata-mata “menikmati” konflik yang telah ada??? Saya justru memperhatikan adanya keunikan bagaimana sebuah agama dapat berkembang dan bertahan. Ternyata bukan hanya karena meng”klaim” bahwa agama itu benar, tetapi menawarkan konsep dan tatacara memahami diri yang berhubungan dengan “haus dan laparnya” ruh tiap manusia. Jangan lupa bahwa setiap ruh diberi “insting Illahiyah” kepada Tuhannya. dan Maaf, saya sudah lama tidak membaca kamus “benar dan salah, halal dan haram” edisi manusia sekarang, saya hanya hamba yang dha’if.

    =================================================
    Genghis Khun:
    Oh saya mulai ngerti pak
    Judi, zina dan maksiat lainnya tidak masalah asalkan diNIATKAN untuk mendekatkan diri kepada Allah ya pak? hehe…
    maafkan kesimpulan hamba yg dhaif ini…

  267. adi says:

    thanks udah subscribe, tapi maaf, saya kurang fasih ber”update status” :) BTW Saluut dengan pandangan yang Mr Khun sampaikan :) Tapi saya berpesan, apabila kita melakukan, mengucapkan, mempublikasikan, atau apa aja deh yang dapat membuat org lain “merasa dirugikan” maka kita melakukan yang mana??? yang “halal” ataukah yang “haram”???
    Bila saya memberikan secara detail bagaimana meletakkan yang “halal” dan “haram” pada semua kehidupan yang saya adaptasikan menurut pengetahuan yang Mr Khun pahami hingga saat ini, saya tidak sampai hati bila Mr Khun pun mengalami kehidupan yang “telah saya jalani pada waktu yang lalu”. Hingga pernah “phobia” dengan kehidupan dunia :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Ini mirip kasus Nabi Muhammad yg diboikot oleh keluarga besarnya waktu menyiarkan agama islam ya pak? :)

  268. adi says:

    Terdapat sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh nalar logika manusia dan juga ada yang bisa dianalogikan dna dipresentasikan dengan baik. Mr Khun jangan mencampurkan antara yang hitam sebagai perbandingan dengan abu2, demikian juga yang putih diperbandingkan dengan abu2 juga dong ah :) Yang penting begini saja, sampaikan walau satu ayat, tapi tidak perlu mengharapkan keputusan dari manusianya, harapkanlah saja ridha yang dari maha kuasa itu udah cukup. Saya bukan da’i dan juga bukan pendakwah, namun pengetahuan yang saya ambil secara sangat sederhana sekali dan mudah difahami alhamdulillah sudah bikin banyak lingkungan bertobat tanpa saya harus merincikan sebuah permasalahan, mudah too… Seperti seorang pembunuh yang hanya diberi panduan untuk “sekedar jujur” saja sudah dapat membuat pembunuh tersebut taubatan nasuha. Kenapa mesti “menghakimi”??? Penyadaran diri terhadap yang Maha Kuasa sebenarnya cukup mudah dan sederhana dan tak perlu melantangkan “dalil2 kebenaran” kok :)

    =================================================
    Genghis Khun:
    Oke saya ngerti, lalu JUDI untuk niat ibadah boleh nggak pak?
    misalnya SDSB untuk kegiatan sosial dan menyantuni anak yatim…

  269. valentino says:

    ngga bakalan selesai kl ada artikel seperti ini , sy lihat perbincangan di atas berprinsip pada kebenaran sendiri , @TS kemungkinan besar mempelajari forex hanya sekilas ” kl detail mengenai perjalanan seorng trader bisa dilihat /searching di google dg kata kunci LEVEL TRADER FOREX . jd masing2 butuh keahlian khusus dalam berwirausaha , USAHAWAN berbeda dg KARAYAWAN .USAHAWAN ( pake modal untuk beli barang dsb trs mencari untung ) ..tapi KARAYWAN ( hanya mengandalkan GAJI )…, sy sendiri pernah jd karyawan PNS s/d pengusaha . Arti JUDI semua usaha bisa dikatakan JUDI …!!!! berpikkir jernih OMM kalau mau ngomong . FOREX itu bisnis masa depan yg memakai teknologi serba cangging .. COBA RENUNGKAN ..!!!!!

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal Valentino
    Langsung saja dijelaskan dg pikiran jernih kalimat “semua usaha bisa dikatakan JUDI …!!!!”?
    trims