<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Perbedaan ALUR JUDI dengan JUAL BELI Biasa</title>
	<atom:link href="http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa</link>
	<description>Imajinasi, Ilusi &#38; Halusinasiku</description>
	<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 05:31:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Ahmad Lanang</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3822</link>
		<dc:creator>Ahmad Lanang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 07:01:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3822</guid>
		<description>Sip kalo gitu bung Genghis Kun, Ane setuju, kalo Forex dibilang "Berbahaya", mirip falsafah pedang gitu lah, kalo ga ngerti makenya bisa membahayakan diri sendiri,Wusss... Wuss...  Waspadalah-waspadalah.

   Money Changer prospeknya masih bgs, khususnya daerah kalimantan ntu yg berbatasan dgn malaysia.

   Ternyata Bung Genghis kun memang pakarnya, Pakar Judi, maksudnya teori-teori judi dah ngelotok bgt, ane malah ga kepikiran, seperti anda bilang : ("contoh bertaruh 10rb dg A mendukung Belanda (Dollar), lalu beberapa saat kemudian bertaruh 20 ribu dgn B utk mendukung Spanyol (Euro)."), tapi maaf nih ga bakal ane contoh tuh teori kya gitu dalam forex, itu sih strategi konyol, saya ga berbakat dalam judi, jadi kalo main tebak-tebakan kya gitu  yang dipake, saya mending nyerah.

   oh iya ga da yang maksa kok, klo tiap open posisi harus diclosed, Bung Genghis Kun buka terus juga ga apa-apa, ane jamin ga ada yg marahin, apalagi ditangkep polisi, yah paling juga dua kemungkinan : profit atau lose. 

   cuma yang perlu ditanyain, ngapain kamu Transaksi, mau iseng doang atau apa, kalo ga mau di closed yah jangan open dong, kalo ga mau mengakhiri yah jangan mulai dong, klo ga mau jualan yah jangan beli barang dagangan dong. beli yang dikonsumsi aja, kya tempe, bakso dsb, Indonesia rata-rata kan mental Konsumtif, tahunya cuma konsumsi doang, cuma sedikit yg bermental menghasilkan, tahunya cuma musuhin orang, menjatuhkan, jarang yang saling bangkit membantu, beda pendapat disingkirkan, dianggap pasti salah.  

  Saya tdk menyalahkan pendapat Bung Genghis Kun, Saya yakin 99,99 % itu pasti benar kok, ( benar untuk dirimu sendiri, saat ini dan sesuai kondisimu dan pengetahuanmu, pengalamanmu dan Ustad atau gurumu) tapi apa pasti benar untuk yang lain???????

  Klo pendapat Saya Pasti Salah 100 %, setidaknya bagi Bung Genhis Khun, dan tentu saja saya juga tidak yakin sampai 100 %, bisa jadi saya salah juga kok, tapi setidaknya saya sudah melakukan usaha:
   1.  Berusaha Mendalami apa itu mahluk yang namanya forex.
   2. Dari Hasil Pendalaman saya, Saya konsultasikan dengan Ustad saya, segamblang-gamblangya tanpa ada yang ditutupi ( dan hasilnya HALAL ).bagi saya lho !!!

   3. Sampai saat ini masih obyektif kok, saya menerima pandangan Bung Genghis Khun, tapi beribu maaf dari awal pandangan kita tentang logika transaksi forexnya aja beda, maaaf saya orang bodoh sih, ga bisa mengetahui sesuatu kalo ga belajar, mengalami dan Masuk.

  Kalo Bung Genghis Khun, contoh manusia langka yang memiliki kelebihan (Genius), cukup sampai depan pintu Forex aja, dah langsung tahu Luar dalamnya Forexnya, cukup dengan waktu sebentar saja, sedangkan saya butuh bertahun-tahun, maklum ga pinter seperti Anda.

  Maksudnya Asin yang tadi, mungkin saya koreksi, karena sepertinya Anda lebih tahu tentang Forex dengan cukup ampe Virtual aja, buktinya anda sangat tahu kalaupun keadaan pake Real Money, sepertinya orang yang mau transaksi forex harus belajar pada anda (psikologinya) "serius lho", soalnya byk temen saya gagal sih (butuh adaptasi yang ga sebentar dari Virtual ke Real)

   
   mengutip Genhis Khun:...(((((kalau analogi anda memakai asinnya garam, maka untuk menentukan sesuatu itu Judi (=asin), maka kita harus terjun dulu ke perjudian (= makan garam) gitu pak?)))))


   Wah..wah.. "ilmu kirologinya" keluar tuh, mengira orang lain sama dengan anda tuh, saya tekankan pak, saya ga suka berjudi,, itu Dosa.

    Sebelum saya terjun juga, saya sudah konsultasikan dengan Ustad, bahkan pada tingkatan Zakatnya. (percaya ga percaya)   jadi dari awal pandangan kita dah beda lho, bagi anda dan mungkin orang lain ini JUDI,, sedangkan bagi saya mungkin TIDAK JUDI (tidak berlaku bagi orang lain, cari sendiri ke ustad masing-masing, takut beda seperti Bung Genghis Khun, yang mungkin punya Huruf dan Kitabnya sendiri).

    Di tulisan saya sebelumnya saya mencantumkan pandangan Ustad Saya juga lho (jadi bukan semua pendapat pribadi saya), tapi seperti yang saya duga Bung Genghis Khun tolak semua...... maaf tidak bermaskud pake ilmu "Kirologi" menebak karekter anda, (tapi keseringan ketemu tipe-tipe orang alim baru, yang benar kelompoknya saja, yang lain pasti salah ),bukan Bung Genghis Kun loh, jangan kesinggung yah, saya ketemu di negeri seberang kok , sekali lagi Bukan Bung Genghis Khun

   Klo ketemu tipe kya gitu saya biasanya memilih diem. percuma ampe berbusa juga, dianggep bodoh bener kita orang (memang bodoh sih heheeehe). tapi alhamdulillah,  kan biar seru mirip PELANGI, berwarna-warni (hidup lebih hidup, betul ga?)
Masa semuanya sama, nanti bertentangan dengan Sunatullah dong.

    tapi jangan salah kira yah, saya seneng kok ketemu dengan "Orang-orang Alim" seperti itu, (biasanya jadi jamaah terus shalatnya), bahkan dengan orang non muslim sekalipun, saya senang apalagi yang perilakunya baik.
 
    
  Jadi ::  Bagi Anda Forex itu Judi, ya silahkan, karena sekali lagi itu pasti 100% benar (untuk anda sendiri, kondisi dangan pengetahuanmu sendiri).

   Saya ga mungkin menyamakan dengan anda, karena pengalaman dan kondisi serta rujukan kita berbeda, Saya masih percaya dengan Ustad Saya, karena beliau sering memberitahu apa yang menjadi bidang dan keahliannya saja. 

    Ibarat Saya Kambing dan Anda Kerbau, ga mungkin kan menyuruh Kambing seperti kerbau, atau sebaliknya. ( masalah Kambing dan Kerbau, nanti jangan dibahas Yah, nanti Sapinya kesinggung, ga disebut.  Heee.heeee) 

    Tapi saya bisa jamin, saya tidak akan menyalahkan pendapat anda, malah bahkan siap menjalin silaturahmi dengan anda. (peaceeee )

kan ga lucu kalo di dunia ini semuanya Kerbau, nanti ga ada yang jual Sate Kambing Lagi dong.


NB : Sedikit Saran..... lain kali apabila ingin membahas sesuatu yang ujungya adalah Justifikasi, usahakan anda tahu tuh barang, biar tidak meragukan, tapi yang halal-hala bagi anda saja deh biar bisa mendalami. heheee... hee.... (peace kawan)


Pendapat pribadi dari saya :

--- Saya punya anggapan kalau seuatu yang diharamkan itu pasti memiliki efek negatif yang besar bagi manusia,walaupun mungkin sedikt menyenangkan. entah itu narkoba, Zina, minuman keras, Judi dan kawan-kawannya.

--- Jadi berpegang pada asas Maslahat dan Mudharatnya (Kebaikan dan keburukannya), bagi saya Maslahat dari Forex lebih besar dari Mudharatnya, bisa membantu saya, membantu teman-teman saya, dan tentunya keluarga saya.


--- Mungkin Anda yang jenius pun tidak tahu, kalau sebenarnya ilmu forex, saham dan sejenisnya diajarkan hampir diseluruh fakultas ekonomi entah baik di S1 dan S2 nya, bahkan di di D3 ekonomi UGM sudah langsung praktek, diUPN ada pojok bursa, di STIE YKPN  praktek turun langsung kepasar dengan real money tentunya. dll.

---- kalau anda tetap konsisten dengan Forex itu Judi , Maka saya harap anda tidak usah menguliahkan anak anda di Universitas atau sekolah tinggi yang ada jurusan ekonominya. (pasti dong, memegang keyakinan harus dipegang erat-erat)

---- dan tentu saja Forex, Index Saham, Komoditi itu adalah bersaudara, mirip dan sama cara kerjanya, hanya berbeda karakternya. So hati-hati kalau istri anda beli emas, pastikan itu pernah ditransaksikan sebagai di komoditi apa enggak (bekas dipake judi ap enggak?)
  
   Ruwet kan???  jangan-jangan anda memakai uang, baju, dan bahan bangunan rumah anda semuanya pernah ditransaksikan di Forex, di Indeks (mungkin perusaahaan pembuat baju berbentuk P.T. jadi so pasti pake saham toh, dan komoditas,mungkin besi atau alumunium atau bahan bangunan yang dipake dirumah anda, pernah ditransaksikan di komoditi.

atau yang lebih parah, mungkin anda makan tempe, yang tentu saja kedelainya hasil import dari luar, dan kedelai salah satu jenis yang di transaksikan di Komoditi. 

inget sekali lagi Forek Indeks Saham, Komoditi, itu mirip buanget....., 

atau kendaraan, barang-barng elektronik itu yang anda pake itu dibuat oleh perusahaan, yang berbentuk Perseroan Terbatas, dan ada dalam bursa IHSG,,, bakar aja bos (hee...heeee)

selamat was...was...


Heeee.heee...., ga usah takut tenang aja , soal makanan mending tanam sendiri aja, atau dari lokal aja tapi harus dipastikan pupuknya jangan dari Perusahaan yang berbentuk P.T. khususnya yang tergabung dalam IHSG, anda bisa lihat list daftarnya di Koran Kompas.

-Untuk Pakaian, mending nanem kapas aja, terus beli mesin pemintalnya, tapi inget juga, mesinya harus tradisional , takut kalo buatan pabrik yang berbentuk P.T. tadi

- Untuk kendaraan, cari sepeda goes merek lokal, inget liat onderdilnya, jangan ampe diproduksi oleh Perusahaan berbentuk P.T. lagi

-Untuk Elektronik, nyerah aja deh, dah nyari produk china aja yang home industri, tapi pastikan importirnya berbentuk P. T. ga?

- untuk Hand Phone juga sama, jangan noki, sony ericcson, motorola dlll, dah pake surat aja, Telpon rumah, jangan operator yang Berbentuk P.T., wah ribet, dah sekalian bikin operator sendiri, pake surat lewat pos, itu ada P.T. Pos

-- untuk Bank, rata -rata Bank main Valas (Forex)mengharapkan untung juga Loh , pake aja Syariah, tapi apa iyah ga berkaitan dengan Pasar Uang,,
   atau jangan-jangan uang yang anda pegang pernah ditransaksikan di Forex (masalah Bank ane ga ngerti, bisa iya bisa enggak, cek sendiri aja bos, biar tenang)

--- Untuk Bahan Bangunan Rumah atau Masjid, perlu ditelusuri tuh besi, alumunium, tmbaga dan lain-lain, termasuk MIC, TAPE, pengeras suara dll.  dari mana, dari Lokal apa luar negri, dariperusahaan berbentuk P.T. atau bukan, dan yang paling penting pernah ditransaksikan di komoditi apa enggak.


Ok..... sekian dulu, saya selalu siap membantu semampu saya ... salam hangat Bung Genghis Khun

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Terima kasih atas pidato panjang lebarnya.
Lha wong sudah saya tekankan kemarin bahwa saya nggak mbahas &lt;strong&gt;BARANG&lt;/strong&gt;-nya, tapi &lt;strong&gt;MEKANISME&lt;/strong&gt; jual belinya, lha kok malah nggrambyang kesana kemari, dari saham sampe tempe.
Trus point-poinnya pada ilang padahal yang minta anda sendiri, tapi gak papa deh saya ringkas aja.

Dari kemarin juga selalu bilang 'gak belajar, mendalami dan masuk' tapi pertanyaan saya gak dijawab juga;
1. Apakah untuk tahu sesuatu itu judi dan maksiat kita harus masuk dulu ke dalamnya?
ini mbok dijawab dulu bro...
2. Trus gimana nih PRINSIP anda untuk nentuin sesuatu itu judi/ bukan? 
ndak usah berbelit-belit dan bawa-bawa ustad lagi yak... :)
peace..
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sip kalo gitu bung Genghis Kun, Ane setuju, kalo Forex dibilang &#8220;Berbahaya&#8221;, mirip falsafah pedang gitu lah, kalo ga ngerti makenya bisa membahayakan diri sendiri,Wusss&#8230; Wuss&#8230;  Waspadalah-waspadalah.</p>
<p>   Money Changer prospeknya masih bgs, khususnya daerah kalimantan ntu yg berbatasan dgn malaysia.</p>
<p>   Ternyata Bung Genghis kun memang pakarnya, Pakar Judi, maksudnya teori-teori judi dah ngelotok bgt, ane malah ga kepikiran, seperti anda bilang : (&#8221;contoh bertaruh 10rb dg A mendukung Belanda (Dollar), lalu beberapa saat kemudian bertaruh 20 ribu dgn B utk mendukung Spanyol (Euro).&#8221;), tapi maaf nih ga bakal ane contoh tuh teori kya gitu dalam forex, itu sih strategi konyol, saya ga berbakat dalam judi, jadi kalo main tebak-tebakan kya gitu  yang dipake, saya mending nyerah.</p>
<p>   oh iya ga da yang maksa kok, klo tiap open posisi harus diclosed, Bung Genghis Kun buka terus juga ga apa-apa, ane jamin ga ada yg marahin, apalagi ditangkep polisi, yah paling juga dua kemungkinan : profit atau lose. </p>
<p>   cuma yang perlu ditanyain, ngapain kamu Transaksi, mau iseng doang atau apa, kalo ga mau di closed yah jangan open dong, kalo ga mau mengakhiri yah jangan mulai dong, klo ga mau jualan yah jangan beli barang dagangan dong. beli yang dikonsumsi aja, kya tempe, bakso dsb, Indonesia rata-rata kan mental Konsumtif, tahunya cuma konsumsi doang, cuma sedikit yg bermental menghasilkan, tahunya cuma musuhin orang, menjatuhkan, jarang yang saling bangkit membantu, beda pendapat disingkirkan, dianggap pasti salah.  </p>
<p>  Saya tdk menyalahkan pendapat Bung Genghis Kun, Saya yakin 99,99 % itu pasti benar kok, ( benar untuk dirimu sendiri, saat ini dan sesuai kondisimu dan pengetahuanmu, pengalamanmu dan Ustad atau gurumu) tapi apa pasti benar untuk yang lain???????</p>
<p>  Klo pendapat Saya Pasti Salah 100 %, setidaknya bagi Bung Genhis Khun, dan tentu saja saya juga tidak yakin sampai 100 %, bisa jadi saya salah juga kok, tapi setidaknya saya sudah melakukan usaha:<br />
   1.  Berusaha Mendalami apa itu mahluk yang namanya forex.<br />
   2. Dari Hasil Pendalaman saya, Saya konsultasikan dengan Ustad saya, segamblang-gamblangya tanpa ada yang ditutupi ( dan hasilnya HALAL ).bagi saya lho !!!</p>
<p>   3. Sampai saat ini masih obyektif kok, saya menerima pandangan Bung Genghis Khun, tapi beribu maaf dari awal pandangan kita tentang logika transaksi forexnya aja beda, maaaf saya orang bodoh sih, ga bisa mengetahui sesuatu kalo ga belajar, mengalami dan Masuk.</p>
<p>  Kalo Bung Genghis Khun, contoh manusia langka yang memiliki kelebihan (Genius), cukup sampai depan pintu Forex aja, dah langsung tahu Luar dalamnya Forexnya, cukup dengan waktu sebentar saja, sedangkan saya butuh bertahun-tahun, maklum ga pinter seperti Anda.</p>
<p>  Maksudnya Asin yang tadi, mungkin saya koreksi, karena sepertinya Anda lebih tahu tentang Forex dengan cukup ampe Virtual aja, buktinya anda sangat tahu kalaupun keadaan pake Real Money, sepertinya orang yang mau transaksi forex harus belajar pada anda (psikologinya) &#8220;serius lho&#8221;, soalnya byk temen saya gagal sih (butuh adaptasi yang ga sebentar dari Virtual ke Real)</p>
<p>   mengutip Genhis Khun:&#8230;(((((kalau analogi anda memakai asinnya garam, maka untuk menentukan sesuatu itu Judi (=asin), maka kita harus terjun dulu ke perjudian (= makan garam) gitu pak?)))))</p>
<p>   Wah..wah.. &#8220;ilmu kirologinya&#8221; keluar tuh, mengira orang lain sama dengan anda tuh, saya tekankan pak, saya ga suka berjudi,, itu Dosa.</p>
<p>    Sebelum saya terjun juga, saya sudah konsultasikan dengan Ustad, bahkan pada tingkatan Zakatnya. (percaya ga percaya)   jadi dari awal pandangan kita dah beda lho, bagi anda dan mungkin orang lain ini JUDI,, sedangkan bagi saya mungkin TIDAK JUDI (tidak berlaku bagi orang lain, cari sendiri ke ustad masing-masing, takut beda seperti Bung Genghis Khun, yang mungkin punya Huruf dan Kitabnya sendiri).</p>
<p>    Di tulisan saya sebelumnya saya mencantumkan pandangan Ustad Saya juga lho (jadi bukan semua pendapat pribadi saya), tapi seperti yang saya duga Bung Genghis Khun tolak semua&#8230;&#8230; maaf tidak bermaskud pake ilmu &#8220;Kirologi&#8221; menebak karekter anda, (tapi keseringan ketemu tipe-tipe orang alim baru, yang benar kelompoknya saja, yang lain pasti salah ),bukan Bung Genghis Kun loh, jangan kesinggung yah, saya ketemu di negeri seberang kok , sekali lagi Bukan Bung Genghis Khun</p>
<p>   Klo ketemu tipe kya gitu saya biasanya memilih diem. percuma ampe berbusa juga, dianggep bodoh bener kita orang (memang bodoh sih heheeehe). tapi alhamdulillah,  kan biar seru mirip PELANGI, berwarna-warni (hidup lebih hidup, betul ga?)<br />
Masa semuanya sama, nanti bertentangan dengan Sunatullah dong.</p>
<p>    tapi jangan salah kira yah, saya seneng kok ketemu dengan &#8220;Orang-orang Alim&#8221; seperti itu, (biasanya jadi jamaah terus shalatnya), bahkan dengan orang non muslim sekalipun, saya senang apalagi yang perilakunya baik.</p>
<p>  Jadi ::  Bagi Anda Forex itu Judi, ya silahkan, karena sekali lagi itu pasti 100% benar (untuk anda sendiri, kondisi dangan pengetahuanmu sendiri).</p>
<p>   Saya ga mungkin menyamakan dengan anda, karena pengalaman dan kondisi serta rujukan kita berbeda, Saya masih percaya dengan Ustad Saya, karena beliau sering memberitahu apa yang menjadi bidang dan keahliannya saja. </p>
<p>    Ibarat Saya Kambing dan Anda Kerbau, ga mungkin kan menyuruh Kambing seperti kerbau, atau sebaliknya. ( masalah Kambing dan Kerbau, nanti jangan dibahas Yah, nanti Sapinya kesinggung, ga disebut.  Heee.heeee) </p>
<p>    Tapi saya bisa jamin, saya tidak akan menyalahkan pendapat anda, malah bahkan siap menjalin silaturahmi dengan anda. (peaceeee )</p>
<p>kan ga lucu kalo di dunia ini semuanya Kerbau, nanti ga ada yang jual Sate Kambing Lagi dong.</p>
<p>NB : Sedikit Saran&#8230;.. lain kali apabila ingin membahas sesuatu yang ujungya adalah Justifikasi, usahakan anda tahu tuh barang, biar tidak meragukan, tapi yang halal-hala bagi anda saja deh biar bisa mendalami. heheee&#8230; hee&#8230;. (peace kawan)</p>
<p>Pendapat pribadi dari saya :</p>
<p>&#8212; Saya punya anggapan kalau seuatu yang diharamkan itu pasti memiliki efek negatif yang besar bagi manusia,walaupun mungkin sedikt menyenangkan. entah itu narkoba, Zina, minuman keras, Judi dan kawan-kawannya.</p>
<p>&#8212; Jadi berpegang pada asas Maslahat dan Mudharatnya (Kebaikan dan keburukannya), bagi saya Maslahat dari Forex lebih besar dari Mudharatnya, bisa membantu saya, membantu teman-teman saya, dan tentunya keluarga saya.</p>
<p>&#8212; Mungkin Anda yang jenius pun tidak tahu, kalau sebenarnya ilmu forex, saham dan sejenisnya diajarkan hampir diseluruh fakultas ekonomi entah baik di S1 dan S2 nya, bahkan di di D3 ekonomi UGM sudah langsung praktek, diUPN ada pojok bursa, di STIE YKPN  praktek turun langsung kepasar dengan real money tentunya. dll.</p>
<p>&#8212;- kalau anda tetap konsisten dengan Forex itu Judi , Maka saya harap anda tidak usah menguliahkan anak anda di Universitas atau sekolah tinggi yang ada jurusan ekonominya. (pasti dong, memegang keyakinan harus dipegang erat-erat)</p>
<p>&#8212;- dan tentu saja Forex, Index Saham, Komoditi itu adalah bersaudara, mirip dan sama cara kerjanya, hanya berbeda karakternya. So hati-hati kalau istri anda beli emas, pastikan itu pernah ditransaksikan sebagai di komoditi apa enggak (bekas dipake judi ap enggak?)</p>
<p>   Ruwet kan???  jangan-jangan anda memakai uang, baju, dan bahan bangunan rumah anda semuanya pernah ditransaksikan di Forex, di Indeks (mungkin perusaahaan pembuat baju berbentuk P.T. jadi so pasti pake saham toh, dan komoditas,mungkin besi atau alumunium atau bahan bangunan yang dipake dirumah anda, pernah ditransaksikan di komoditi.</p>
<p>atau yang lebih parah, mungkin anda makan tempe, yang tentu saja kedelainya hasil import dari luar, dan kedelai salah satu jenis yang di transaksikan di Komoditi. </p>
<p>inget sekali lagi Forek Indeks Saham, Komoditi, itu mirip buanget&#8230;.., </p>
<p>atau kendaraan, barang-barng elektronik itu yang anda pake itu dibuat oleh perusahaan, yang berbentuk Perseroan Terbatas, dan ada dalam bursa IHSG,,, bakar aja bos (hee&#8230;heeee)</p>
<p>selamat was&#8230;was&#8230;</p>
<p>Heeee.heee&#8230;., ga usah takut tenang aja , soal makanan mending tanam sendiri aja, atau dari lokal aja tapi harus dipastikan pupuknya jangan dari Perusahaan yang berbentuk P.T. khususnya yang tergabung dalam IHSG, anda bisa lihat list daftarnya di Koran Kompas.</p>
<p>-Untuk Pakaian, mending nanem kapas aja, terus beli mesin pemintalnya, tapi inget juga, mesinya harus tradisional , takut kalo buatan pabrik yang berbentuk P.T. tadi</p>
<p>- Untuk kendaraan, cari sepeda goes merek lokal, inget liat onderdilnya, jangan ampe diproduksi oleh Perusahaan berbentuk P.T. lagi</p>
<p>-Untuk Elektronik, nyerah aja deh, dah nyari produk china aja yang home industri, tapi pastikan importirnya berbentuk P. T. ga?</p>
<p>- untuk Hand Phone juga sama, jangan noki, sony ericcson, motorola dlll, dah pake surat aja, Telpon rumah, jangan operator yang Berbentuk P.T., wah ribet, dah sekalian bikin operator sendiri, pake surat lewat pos, itu ada P.T. Pos</p>
<p>&#8211; untuk Bank, rata -rata Bank main Valas (Forex)mengharapkan untung juga Loh , pake aja Syariah, tapi apa iyah ga berkaitan dengan Pasar Uang,,<br />
   atau jangan-jangan uang yang anda pegang pernah ditransaksikan di Forex (masalah Bank ane ga ngerti, bisa iya bisa enggak, cek sendiri aja bos, biar tenang)</p>
<p>&#8212; Untuk Bahan Bangunan Rumah atau Masjid, perlu ditelusuri tuh besi, alumunium, tmbaga dan lain-lain, termasuk MIC, TAPE, pengeras suara dll.  dari mana, dari Lokal apa luar negri, dariperusahaan berbentuk P.T. atau bukan, dan yang paling penting pernah ditransaksikan di komoditi apa enggak.</p>
<p>Ok&#8230;.. sekian dulu, saya selalu siap membantu semampu saya &#8230; salam hangat Bung Genghis Khun</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Terima kasih atas pidato panjang lebarnya.<br />
Lha wong sudah saya tekankan kemarin bahwa saya nggak mbahas <strong>BARANG</strong>-nya, tapi <strong>MEKANISME</strong> jual belinya, lha kok malah nggrambyang kesana kemari, dari saham sampe tempe.<br />
Trus point-poinnya pada ilang padahal yang minta anda sendiri, tapi gak papa deh saya ringkas aja.</p>
<p>Dari kemarin juga selalu bilang &#8216;gak belajar, mendalami dan masuk&#8217; tapi pertanyaan saya gak dijawab juga;<br />
1. Apakah untuk tahu sesuatu itu judi dan maksiat kita harus masuk dulu ke dalamnya?<br />
ini mbok dijawab dulu bro&#8230;<br />
2. Trus gimana nih PRINSIP anda untuk nentuin sesuatu itu judi/ bukan?<br />
ndak usah berbelit-belit dan bawa-bawa ustad lagi yak&#8230; <img src='http://genghiskhun.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
peace..<br />
</font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Lanang</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3816</link>
		<dc:creator>Ahmad Lanang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 13:43:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3816</guid>
		<description>tambahan:

Saya bukan tipe "KIROLOGI"

tapi lebih kepada penganut "TEBAKISME",  asal jangan "Ngarangisme"

  Klo saya baca mengenai investasi, khususnya bukunya 
Pak de Robert T. Kyosaki. disitu dijelaskan bahwa Investasi-investasi yang menguntungkan hanya diperuntukkan bagi orang kaya, so semakin kaya anda semakin banyak kesempatan terbuka lebar untuk menambah pundi-pundi kekayaan, forex merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki Profit sangat tinggi.
  Di Amerika, ada aturan yang membatasi orang-orang yang bergaji rendah untuk ikutan investasi-investasi seperti ini, tujuannya yah melindungi dari resiko yang ada sekaligus menutup jalan bagi mereka untuk bisa lebih kaya. karena klo salah kontrak normal dari Forex adalah minimal 10.000 dollar. 

  Di Indonesia hampir sama, karena pada perusahaan lokal, mereka mematok minimal 30 juta, bahkan sekarang sudah banyak yang 60 juta, sehingga wajar kalo ini hanya untuk orang yang berduit saja, kalo petani, mereka harus jual sawah baru bisa ikut transaksi, klo profit alhamdulillah tapi kalo enggak, bisa gantung diri ma keluarganya tuh, tapi tidak bagi orang berduit. 

  Sekarang banyak bermunculan broker-broker dari luar sejak tahun 2006, dengan Leverage yang mencapai 1000, sekarang orang bisa bertransaksi dengan 1 dollar bahkan ada yang gratis + bonus 5 dollar, waaaaww.

  jadi wajar sekali apabila ada yang belum tahu mengenai apa itu forex, padahal pasar uang itu sendiri sudah berlangsung selama lebih dari puluhan tahun yang lalu, karena pada tujuan awalnya hanya untuk kalangan tertentu, khususnya yang berduit,
  Sangat Wajar Pula Apabila mas Genghis Khun, menganggap itu judi, bagi saya itu lebih baik (mendingan), karena ditempat saya lebih mudah menjelaskannya sebagai sesuatu yang bersifat "ngepet" atau malah bersifat mistik, maklum pengetahuan tingkat tinggi, masih banyak di Indonesia yang belum siap menerima kenyataan kalau ada investasi yang bisa menghasilkan keuntungan yang begitu luar biasa...

dengan catatan !!!!!!!, belajar dulu yang tekun, 

klo ga, mendingn jualan bakso aja deh

heeeee.heeeeeeee

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Apa yang anda paparkan tentang INVESTASI saya sangat setuju, dalam artian melalui mekanisme jual beli yang wajar, yaitu Money Changer. Jadi kalau mau membantu orang, mari kita bantu investasi melalui Money Changer. Kemudian kita jelaskan celah bahayanya bila melalui Forex online. gitu khan bos? :) &lt;/font&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tambahan:</p>
<p>Saya bukan tipe &#8220;KIROLOGI&#8221;</p>
<p>tapi lebih kepada penganut &#8220;TEBAKISME&#8221;,  asal jangan &#8220;Ngarangisme&#8221;</p>
<p>  Klo saya baca mengenai investasi, khususnya bukunya<br />
Pak de Robert T. Kyosaki. disitu dijelaskan bahwa Investasi-investasi yang menguntungkan hanya diperuntukkan bagi orang kaya, so semakin kaya anda semakin banyak kesempatan terbuka lebar untuk menambah pundi-pundi kekayaan, forex merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki Profit sangat tinggi.<br />
  Di Amerika, ada aturan yang membatasi orang-orang yang bergaji rendah untuk ikutan investasi-investasi seperti ini, tujuannya yah melindungi dari resiko yang ada sekaligus menutup jalan bagi mereka untuk bisa lebih kaya. karena klo salah kontrak normal dari Forex adalah minimal 10.000 dollar. </p>
<p>  Di Indonesia hampir sama, karena pada perusahaan lokal, mereka mematok minimal 30 juta, bahkan sekarang sudah banyak yang 60 juta, sehingga wajar kalo ini hanya untuk orang yang berduit saja, kalo petani, mereka harus jual sawah baru bisa ikut transaksi, klo profit alhamdulillah tapi kalo enggak, bisa gantung diri ma keluarganya tuh, tapi tidak bagi orang berduit. </p>
<p>  Sekarang banyak bermunculan broker-broker dari luar sejak tahun 2006, dengan Leverage yang mencapai 1000, sekarang orang bisa bertransaksi dengan 1 dollar bahkan ada yang gratis + bonus 5 dollar, waaaaww.</p>
<p>  jadi wajar sekali apabila ada yang belum tahu mengenai apa itu forex, padahal pasar uang itu sendiri sudah berlangsung selama lebih dari puluhan tahun yang lalu, karena pada tujuan awalnya hanya untuk kalangan tertentu, khususnya yang berduit,<br />
  Sangat Wajar Pula Apabila mas Genghis Khun, menganggap itu judi, bagi saya itu lebih baik (mendingan), karena ditempat saya lebih mudah menjelaskannya sebagai sesuatu yang bersifat &#8220;ngepet&#8221; atau malah bersifat mistik, maklum pengetahuan tingkat tinggi, masih banyak di Indonesia yang belum siap menerima kenyataan kalau ada investasi yang bisa menghasilkan keuntungan yang begitu luar biasa&#8230;</p>
<p>dengan catatan !!!!!!!, belajar dulu yang tekun, </p>
<p>klo ga, mendingn jualan bakso aja deh</p>
<p>heeeee.heeeeeeee</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Apa yang anda paparkan tentang INVESTASI saya sangat setuju, dalam artian melalui mekanisme jual beli yang wajar, yaitu Money Changer. Jadi kalau mau membantu orang, mari kita bantu investasi melalui Money Changer. Kemudian kita jelaskan celah bahayanya bila melalui Forex online. gitu khan bos? <img src='http://genghiskhun.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Lanang</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3815</link>
		<dc:creator>Ahmad Lanang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 13:09:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3815</guid>
		<description>yang diatas belum selesai !!!!!!!

ini versi lengkapnya


saya jawab terbalik

No. 11,, Wah setuju ane, saya juga kepikiran tuh bikin Changer, ga beda jauh kok

No. 10,, itu maksudnya Sliippage atau apa?
         klo Slippage itu sih biasanya dari brokernya, memang beda-beda kok, yah ada yang spreadnya rendah tapi susah di closenya, ada yang tinggi tapi gampang closenya, atau mungkin juga koneksi internetnya bro.

No. 9,, Lagi-lagi anda bertindak seperti Newbie, yah banyaklah broker-broker yang free swap, bahkan ada islamic accountya, lebih sadis lagi mencantumkan label halal punya Arab Saudi, (Saya ga mau nyebutin takut dikira Sponsor, klo serius, kontak lewat FB aja)

No. 8,, Agak susah menyebutkan penjelasan Ustad Saya, karena logika kita tentang Forexnya aja ga sama, seperti menjelaskan rasa Asinya GARAM kepada orang yag belum pernah ngerasain Asin .( coba bayangin , gimana ngejelasinya) 

Sedikit keterangan :

Ada perbedaan Pandangan kita mengenai Forex diantaranya :

1. tadi sudah disebutkan mengenai Free Swap atau tidak adanya bunga
2. Anda mengibaratkan Forex seperti Judi Bola, mungkin mirip, tapi dalam forex saya sering membalikkan posisi minus saya menjadi Profit atau untung (beneran lho, memang ada strateginya kok), tapi kalo dalam bola, kekalahan belanda atas Spanyol tidak mungkin dibalik Belanda Menang melawan Spanyol (anda bisa membalikkan posisinya?, klo bisa, saya akan berguru kepada anda.
3. Dalam Judi semua pihak mengharapkan keuntungan, sedangakan dalam Forex, Para trader adalah sebagian keci dari partisipan , atau bahasa kasarnya adalah cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan melalui broker mencari selisih harga beli atau jual, sedangkan yang menggerakan pasar uang adalah para eksportir-importir, bank-bank atau Pemerintah diseluruh negara di dunia , juga tidak ketinggalan adalah orang-orang yang keluar negri, yang semuanya memiliki tujuan masing-masing yang berbeda, yaitu:
    Pengusaha (eksportir atau importir ) tentu bertujuan untuk melakukan pembayaran
    Bank-Bank pemerintah : menstabilkan mata uangnya
    Para Pelancong  : buat shoping ke mal, ragunan dan sebagainya, tentu harus menukarkan uangnya toh, 
    nah Para Trader : orang-orang yang memanfaatkan terjadinya fluktuasi harga di pasar uang (bukan faktor utama lho)


No. 7,, Virual Account tuh bagus, itu merupakan step awal dari Forex, dan setiap yang mau terjun di bisnis ini lebih baik lewat proses ini, tapi itu belum apa-apa, karena pengalaman sesungguhnya ada dalam Real trading, karena sebagian besar orang memliki perbedaan dalam menyikapi uang real dan uang Virtual.  percayalah....percayalaahhh


No. 6,,, Hampir sama dengan no. 8, 
sebelumnya saya ingin mensharekan bahwa Judi itu tidak mutlak berkaitan dengan bentuknya saja, misalnya ARISAN, arisan dalam hal ini bukan judi, tapi yang dipakai adalah sistem judi, karena setiap orang yang berpartisipasi semuanya mengharapkan menang atau terpilih pada saat itu juga 
(kecuali ada beberapa yang berpikiran ga dapet sekarang juga ga apa-apa, mungkin ga?)

Didalam forex juga tidak terlepas dari persoaalan itu, dan itu tidak lain adalah dari para partsipannya dalam hal ini tradernya, apabila ada orang yang tidak mengerti atau sedikit paham mengenai forex, kemungkinan apa yang dia lakukan, biasanya adalah bermain tebak-tebakan, salah siapa?

tapi ini juga tidak terlepas dari para trader yang cukup lama bergelut di dunia Forex, hal ini berkaitan dengan mental masing-masing.

biasanya dibedakan menjadi dua :

1. mental penjudi
2. mental Pedagang

Dua mental ini sangat bertolak belakan, mental penjudi biasanya sekali berarti setelah itu mati dalam artian dia biasanya mengharapkan untung besar dengan menggunakan lot yang berlebihan, dan biasanya modalnya cepat habis.. (bad example)

sedangkan mental pedagang, biasanya adalah orang-orang yang sudah paham teori, dan ketika bertransaksi tahu apakah harga akan melemah atau menguat atau setidak-tidaknya punya strategi IF yang baik, dan sangat bijak dalam menggunakan lot, dan berusaha untuk mempertahankan modal selama mungkin bahkan kalo bisa selamanya, namanya juga pedagang.

mereka sudah teruji persistensinya dan tidak asal dalam bertransaksi, bahkan hanya masuk pada harga yang dianggap pantas. inilah yang disebut trader sejati.


kalo yang lainnya terserah mau kamu anggep penjudi kek tokek kekkk..


NB: Thanks

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
11. Mekanisme Money Changer dengan Forex Online itu beda jauh pak. 
Money Changer: Beli dollar, TIDAK HARUS dijual lagi
Forex online: Beli dollar, HARUS dijual lagi
bedanya mencolok sekali, antara HARUS dengan TIDAK HARUS.

10. Anda perhatikan waktu Open, harga JELAS, tapi waktu klik Close, harga tidak Fixed. Seandainya nilai terfiksasi, meskipun koneksi internetnya lelet ya tetep aman...

9. Free swap/ bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui. Karena dalam Forex ada 2 transaksi:
- Open dengan nilai jelas (ini wajar)
- Pemaksaan Close dgn nilai yg belum diketahui (tidak wajar).
Ini aneh, padahal sistem money changer sebelumnya tidak ada pemaksaan utk Close.

8. Kalau analogi anda memakai asinnya garam, maka untuk menentukan sesuatu itu Judi (=asin), maka kita harus terjun dulu ke perjudian (= makan garam) gitu pak?

'Perbedaan kita' yg anda sebutkan juga kurang pas:
8.1. Free swap/ bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui. Karena dalam Forex ada 2 transaksi:
- Open dengan nilai jelas (ini wajar)
- Pemaksaan Close dgn nilai yg belum jelas (tidak wajar alias Judi).

8.2. Analogi bola juga kurang pas lagi, kekalahan belanda atas Spanyol itu seperti halnya naiknya dollar thd Euro. Tapi di KEDUA ajang tsb kita bisa membalikkan taruhan dari posisi minus ke untung, contoh bertaruh 10rb dg A mendukung Belanda (Dollar), lalu beberapa saat kemudian bertaruh 20 ribu dgn B utk mendukung Spanyol (Euro).

8.3. (Beda Forex dgn Judi), dalam forex "cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan" artinya tidak perlu mengharapkan keuntungan? ini alasan terlucu.
Mari saya perbaiki kalimat anda semoga berkenan:
"yang menggerakan (fluktuasi.red) pasar uang adalah para eksportir...dst...ragunan dsb, nah ada Para Trader yg hanya mencari selisih harga beli atau jual via Money Changer, sebagian lagi memperjudikannya via Forex online." gimana sepakat pak?

7. Perbedaan dalam menyikapi uang real dan uang Virtual itu hanyalah rasa was-was dan deg-degan. Mungkin ada tambahan lagi?

6. arisan memakai 'sistem judi, karena setiap orang yang berpartisipasi semuanya mengharapkan menang atau terpilih pada saat itu juga'
Waduh, bagi yg sudah terpilih ya sdh gak ada harapan lagi pak..
Lalu 'yang berpikiran ga dapet saat itu pun' bisa terjadi.
Mari saya bantu:
- Arisan bukan judi karena nilai yang akan diterima itu jelas, lalu transaksi. Ini tidak ada yg dirugikan.
- Dalam Judi, transaksi dilakukan lebih dulu (padahal nilainya belum jelas). ini ada yg dirugikan.
Nah, terlihat kalo Forex memenuhi syarat Judi... 
Mungkin masih ada koreksi pak?  

kemudian anda lupa 1 mental lagi yaitu gabungan keduanya; 'mental pejudi+Pedagang'. Misal pemilik Casino, 'biasanya adalah orang-orang yang sudah paham teori, dan ketika bertransaksi tahu apakah harga akan melemah atau menguat atau setidak-tidaknya punya strategi dan sangat bijak, dan berusaha untuk mempertahankan modal selama mungkin bahkan kalo bisa selamanya, namanya juga pedagang+pejudi. mereka sudah teruji persistensinya dan tidak asal dalam bertransaksi, bahkan hanya masuk pada harga yang dianggap pantas. inilah yang disebut pedagang+pejudi sejati'.   
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang diatas belum selesai !!!!!!!</p>
<p>ini versi lengkapnya</p>
<p>saya jawab terbalik</p>
<p>No. 11,, Wah setuju ane, saya juga kepikiran tuh bikin Changer, ga beda jauh kok</p>
<p>No. 10,, itu maksudnya Sliippage atau apa?<br />
         klo Slippage itu sih biasanya dari brokernya, memang beda-beda kok, yah ada yang spreadnya rendah tapi susah di closenya, ada yang tinggi tapi gampang closenya, atau mungkin juga koneksi internetnya bro.</p>
<p>No. 9,, Lagi-lagi anda bertindak seperti Newbie, yah banyaklah broker-broker yang free swap, bahkan ada islamic accountya, lebih sadis lagi mencantumkan label halal punya Arab Saudi, (Saya ga mau nyebutin takut dikira Sponsor, klo serius, kontak lewat FB aja)</p>
<p>No. 8,, Agak susah menyebutkan penjelasan Ustad Saya, karena logika kita tentang Forexnya aja ga sama, seperti menjelaskan rasa Asinya GARAM kepada orang yag belum pernah ngerasain Asin .( coba bayangin , gimana ngejelasinya) </p>
<p>Sedikit keterangan :</p>
<p>Ada perbedaan Pandangan kita mengenai Forex diantaranya :</p>
<p>1. tadi sudah disebutkan mengenai Free Swap atau tidak adanya bunga<br />
2. Anda mengibaratkan Forex seperti Judi Bola, mungkin mirip, tapi dalam forex saya sering membalikkan posisi minus saya menjadi Profit atau untung (beneran lho, memang ada strateginya kok), tapi kalo dalam bola, kekalahan belanda atas Spanyol tidak mungkin dibalik Belanda Menang melawan Spanyol (anda bisa membalikkan posisinya?, klo bisa, saya akan berguru kepada anda.<br />
3. Dalam Judi semua pihak mengharapkan keuntungan, sedangakan dalam Forex, Para trader adalah sebagian keci dari partisipan , atau bahasa kasarnya adalah cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan melalui broker mencari selisih harga beli atau jual, sedangkan yang menggerakan pasar uang adalah para eksportir-importir, bank-bank atau Pemerintah diseluruh negara di dunia , juga tidak ketinggalan adalah orang-orang yang keluar negri, yang semuanya memiliki tujuan masing-masing yang berbeda, yaitu:<br />
    Pengusaha (eksportir atau importir ) tentu bertujuan untuk melakukan pembayaran<br />
    Bank-Bank pemerintah : menstabilkan mata uangnya<br />
    Para Pelancong  : buat shoping ke mal, ragunan dan sebagainya, tentu harus menukarkan uangnya toh,<br />
    nah Para Trader : orang-orang yang memanfaatkan terjadinya fluktuasi harga di pasar uang (bukan faktor utama lho)</p>
<p>No. 7,, Virual Account tuh bagus, itu merupakan step awal dari Forex, dan setiap yang mau terjun di bisnis ini lebih baik lewat proses ini, tapi itu belum apa-apa, karena pengalaman sesungguhnya ada dalam Real trading, karena sebagian besar orang memliki perbedaan dalam menyikapi uang real dan uang Virtual.  percayalah&#8230;.percayalaahhh</p>
<p>No. 6,,, Hampir sama dengan no. 8,<br />
sebelumnya saya ingin mensharekan bahwa Judi itu tidak mutlak berkaitan dengan bentuknya saja, misalnya ARISAN, arisan dalam hal ini bukan judi, tapi yang dipakai adalah sistem judi, karena setiap orang yang berpartisipasi semuanya mengharapkan menang atau terpilih pada saat itu juga<br />
(kecuali ada beberapa yang berpikiran ga dapet sekarang juga ga apa-apa, mungkin ga?)</p>
<p>Didalam forex juga tidak terlepas dari persoaalan itu, dan itu tidak lain adalah dari para partsipannya dalam hal ini tradernya, apabila ada orang yang tidak mengerti atau sedikit paham mengenai forex, kemungkinan apa yang dia lakukan, biasanya adalah bermain tebak-tebakan, salah siapa?</p>
<p>tapi ini juga tidak terlepas dari para trader yang cukup lama bergelut di dunia Forex, hal ini berkaitan dengan mental masing-masing.</p>
<p>biasanya dibedakan menjadi dua :</p>
<p>1. mental penjudi<br />
2. mental Pedagang</p>
<p>Dua mental ini sangat bertolak belakan, mental penjudi biasanya sekali berarti setelah itu mati dalam artian dia biasanya mengharapkan untung besar dengan menggunakan lot yang berlebihan, dan biasanya modalnya cepat habis.. (bad example)</p>
<p>sedangkan mental pedagang, biasanya adalah orang-orang yang sudah paham teori, dan ketika bertransaksi tahu apakah harga akan melemah atau menguat atau setidak-tidaknya punya strategi IF yang baik, dan sangat bijak dalam menggunakan lot, dan berusaha untuk mempertahankan modal selama mungkin bahkan kalo bisa selamanya, namanya juga pedagang.</p>
<p>mereka sudah teruji persistensinya dan tidak asal dalam bertransaksi, bahkan hanya masuk pada harga yang dianggap pantas. inilah yang disebut trader sejati.</p>
<p>kalo yang lainnya terserah mau kamu anggep penjudi kek tokek kekkk..</p>
<p>NB: Thanks</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
11. Mekanisme Money Changer dengan Forex Online itu beda jauh pak.<br />
Money Changer: Beli dollar, TIDAK HARUS dijual lagi<br />
Forex online: Beli dollar, HARUS dijual lagi<br />
bedanya mencolok sekali, antara HARUS dengan TIDAK HARUS.</p>
<p>10. Anda perhatikan waktu Open, harga JELAS, tapi waktu klik Close, harga tidak Fixed. Seandainya nilai terfiksasi, meskipun koneksi internetnya lelet ya tetep aman&#8230;</p>
<p>9. Free swap/ bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui. Karena dalam Forex ada 2 transaksi:<br />
- Open dengan nilai jelas (ini wajar)<br />
- Pemaksaan Close dgn nilai yg belum diketahui (tidak wajar).<br />
Ini aneh, padahal sistem money changer sebelumnya tidak ada pemaksaan utk Close.</p>
<p>8. Kalau analogi anda memakai asinnya garam, maka untuk menentukan sesuatu itu Judi (=asin), maka kita harus terjun dulu ke perjudian (= makan garam) gitu pak?</p>
<p>&#8216;Perbedaan kita&#8217; yg anda sebutkan juga kurang pas:<br />
8.1. Free swap/ bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui. Karena dalam Forex ada 2 transaksi:<br />
- Open dengan nilai jelas (ini wajar)<br />
- Pemaksaan Close dgn nilai yg belum jelas (tidak wajar alias Judi).</p>
<p>8.2. Analogi bola juga kurang pas lagi, kekalahan belanda atas Spanyol itu seperti halnya naiknya dollar thd Euro. Tapi di KEDUA ajang tsb kita bisa membalikkan taruhan dari posisi minus ke untung, contoh bertaruh 10rb dg A mendukung Belanda (Dollar), lalu beberapa saat kemudian bertaruh 20 ribu dgn B utk mendukung Spanyol (Euro).</p>
<p>8.3. (Beda Forex dgn Judi), dalam forex &#8220;cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan&#8221; artinya tidak perlu mengharapkan keuntungan? ini alasan terlucu.<br />
Mari saya perbaiki kalimat anda semoga berkenan:<br />
&#8220;yang menggerakan (fluktuasi.red) pasar uang adalah para eksportir&#8230;dst&#8230;ragunan dsb, nah ada Para Trader yg hanya mencari selisih harga beli atau jual via Money Changer, sebagian lagi memperjudikannya via Forex online.&#8221; gimana sepakat pak?</p>
<p>7. Perbedaan dalam menyikapi uang real dan uang Virtual itu hanyalah rasa was-was dan deg-degan. Mungkin ada tambahan lagi?</p>
<p>6. arisan memakai &#8217;sistem judi, karena setiap orang yang berpartisipasi semuanya mengharapkan menang atau terpilih pada saat itu juga&#8217;<br />
Waduh, bagi yg sudah terpilih ya sdh gak ada harapan lagi pak..<br />
Lalu &#8216;yang berpikiran ga dapet saat itu pun&#8217; bisa terjadi.<br />
Mari saya bantu:<br />
- Arisan bukan judi karena nilai yang akan diterima itu jelas, lalu transaksi. Ini tidak ada yg dirugikan.<br />
- Dalam Judi, transaksi dilakukan lebih dulu (padahal nilainya belum jelas). ini ada yg dirugikan.<br />
Nah, terlihat kalo Forex memenuhi syarat Judi&#8230;<br />
Mungkin masih ada koreksi pak?  </p>
<p>kemudian anda lupa 1 mental lagi yaitu gabungan keduanya; &#8216;mental pejudi+Pedagang&#8217;. Misal pemilik Casino, &#8216;biasanya adalah orang-orang yang sudah paham teori, dan ketika bertransaksi tahu apakah harga akan melemah atau menguat atau setidak-tidaknya punya strategi dan sangat bijak, dan berusaha untuk mempertahankan modal selama mungkin bahkan kalo bisa selamanya, namanya juga pedagang+pejudi. mereka sudah teruji persistensinya dan tidak asal dalam bertransaksi, bahkan hanya masuk pada harga yang dianggap pantas. inilah yang disebut pedagang+pejudi sejati&#8217;.<br />
</font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Lanang</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3814</link>
		<dc:creator>Ahmad Lanang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 12:47:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3814</guid>
		<description>maaf tadi saya dah tulis byk banget tapi kehapus, jadi simplenya aja yah :

saya jawab terbalik

No. 11,, Wah setuju ane, saya juga kepikiran tuh bikin Changer, ga beda jauh kok

No. 10,, itu maksudnya Sliippage atau apa?
         klo Slippage itu sih biasanya dari brokernya, memang beda-beda kok, yah ada yang spreadnya rendah tapi susah di closenya, ada yang tinggi tapi gampang closenya, atau mungkin juga koneksi internetnya bro.

No. 9,, Lagi-lagi anda bertindak seperti Newbie, yah banyaklah broker-broker yang free swap, bahkan ada islamic accountya, lebih sadis lagi mencantumkan label halal punya Arab Saudi, (Saya ga mau nyebutin takut dikira Sponsor, klo serius, kontak lewat FB aja)

No. 8,, Agak susah menyebutkan penjelasan Ustad Saya, karena logika kita tentang Forexnya aja ga sama, seperti menjelaskan rasa Asinya GARAM kepada orang yag belum pernah ngerasain Asin .( coba bayangin , gimana ngejelasinya) 

Sedikit keterangan :

Ada perbedaan Pandangan kita mengenai Forex diantaranya :

1. tadi sudah disebutkan mengenai Free Swap atau tidak adanya bunga
2. Anda mengibaratkan Forex seperti Judi Bola, mungkin mirip, tapi dalam forex saya sering membalikkan posisi minus saya menjadi Profit atau untung (beneran lho, memang ada strateginya kok), tapi kalo dalam bola, kekalahan belanda atas Spanyol tidak mungkin dibalik Belanda Menang melawan Spanyol (anda bisa membalikkan posisinya?, klo bisa, saya akan berguru kepada anda.
3. Dalam Judi semua pihak mengharapkan keuntungan, sedangakan dalam Forex, Para trader adalah sebagian keci dari partisipan , atau bahasa kasarnya adalah cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan melalui broker mencari selisih harga beli atau jual, sedangkan yang menggerakan pasar uang adalah para eksportir-importir, bank-bank atau Pemerintah diseluruh negara di dunia , juga tidak ketinggalan adalah orang-orang yang keluar negri, yang semuanya memiliki tujuan masing-masing yang berbeda, yaitu:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf tadi saya dah tulis byk banget tapi kehapus, jadi simplenya aja yah :</p>
<p>saya jawab terbalik</p>
<p>No. 11,, Wah setuju ane, saya juga kepikiran tuh bikin Changer, ga beda jauh kok</p>
<p>No. 10,, itu maksudnya Sliippage atau apa?<br />
         klo Slippage itu sih biasanya dari brokernya, memang beda-beda kok, yah ada yang spreadnya rendah tapi susah di closenya, ada yang tinggi tapi gampang closenya, atau mungkin juga koneksi internetnya bro.</p>
<p>No. 9,, Lagi-lagi anda bertindak seperti Newbie, yah banyaklah broker-broker yang free swap, bahkan ada islamic accountya, lebih sadis lagi mencantumkan label halal punya Arab Saudi, (Saya ga mau nyebutin takut dikira Sponsor, klo serius, kontak lewat FB aja)</p>
<p>No. 8,, Agak susah menyebutkan penjelasan Ustad Saya, karena logika kita tentang Forexnya aja ga sama, seperti menjelaskan rasa Asinya GARAM kepada orang yag belum pernah ngerasain Asin .( coba bayangin , gimana ngejelasinya) </p>
<p>Sedikit keterangan :</p>
<p>Ada perbedaan Pandangan kita mengenai Forex diantaranya :</p>
<p>1. tadi sudah disebutkan mengenai Free Swap atau tidak adanya bunga<br />
2. Anda mengibaratkan Forex seperti Judi Bola, mungkin mirip, tapi dalam forex saya sering membalikkan posisi minus saya menjadi Profit atau untung (beneran lho, memang ada strateginya kok), tapi kalo dalam bola, kekalahan belanda atas Spanyol tidak mungkin dibalik Belanda Menang melawan Spanyol (anda bisa membalikkan posisinya?, klo bisa, saya akan berguru kepada anda.<br />
3. Dalam Judi semua pihak mengharapkan keuntungan, sedangakan dalam Forex, Para trader adalah sebagian keci dari partisipan , atau bahasa kasarnya adalah cuma ikut nebeng atau ikut-ikutan melalui broker mencari selisih harga beli atau jual, sedangkan yang menggerakan pasar uang adalah para eksportir-importir, bank-bank atau Pemerintah diseluruh negara di dunia , juga tidak ketinggalan adalah orang-orang yang keluar negri, yang semuanya memiliki tujuan masing-masing yang berbeda, yaitu:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Lanang</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3813</link>
		<dc:creator>Ahmad Lanang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 09:34:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3813</guid>
		<description>Klo cuma ampe virtual, anda dah ngomong buanyak tentang Forex, saya ga tahu harus ngomong apa, tapi tolong kasih kesempatan yang lain, minimal menganjurkan untuk bertanya kepada yang sudah berhasil dalam bisnis forex, atau paling minimal dah pernah beneran terjun, kebanyakan orang yang cuma virtual memang ga akan ngerti sepenuhnya.
(VIRTUAL tidak sama dengan terjun langsung atau transaksi Real).

Situ Punya Kiai atau Ustad kita juga punya, jangan di pikir kita ga pernah ngebahas hal ini dengan ustad masing-masing. Ustad situ bilang ga boleh, Ustad saya bilang boleh, ga usah ditanya siapa yang bener, yang jelas kita dah punya dasar masing-masing.

Tanya Hukumnya dengan Ustad atau Kiai masing-masing, karena itu adalah keahlian mereka, dan memang tempatnya, persoalan jawabanya berbeda itu adalah tanggung jawab masing-masing.

Tapi Tolong dong yang paham Forex, tentu yah master-masternya atau orang-orang yang dah berhasil dalam forex.

Genghis kun, boleh saja memberikan pandangan, tapi jangan menjustifikasi dong, kecuali anda paham betul, "teori nimbun aja ga tahu" anda tahu ga sih kalo ada broker yg memberikan FREE SWAP (tuh bisa anda open posisi ampe setahun lebih juga ga apa-apa, asal modalnya besar, klo modal kecil, yah sesuaikan dong, gaya tradingnya) 


Boleh saja merasa diri santri dan tahu agama, tapi sesuaikan dong kondisinya. Seorang Ali Bin Abi Thalib saja bisa bilang tidak tahu, kalo memang beliau tidak paham, masa anda pengen lebih.


Bukan apa-apa, Mas Genghis Kun, saya kasian kalo ada yang mau terjun di forex, terus melempem gara-gara ngeliat artikel anda. padahal mungkin dia butuh banget dan mungkin bisa sukses. daripadda dia ngerampok, mencuri,yang sudah jelas-jelas HAAARAAMMM... DAN merugikan Orang Lain.

Sekali lagi mengenai masalah Haram atau tidaknya masing-masing punya Landasan, Ustad anda mungkin bilang Haram,
tapi Ustad saya bilang halal, dan beliau termasuk salah satu ulama yg disegani di Banten.
Mungkin Ustad anda yang paling hebat di Indonesia, tapi itu sekali lagi tidak jadi persoalan. kita masing-masing punya dasar. 

Yang menjadi Problem adalah anda seperti menjadi Master Di forex dengan berbekal pengalaman di forex Secara Virtual, artinya transaksi secara bo'ong-bo'ongan.

nah sekarang siapa yang berani jamin apa yang anda katakan itu bukan bo'ong-bo'ongan, atau setidak-tidaknya yang dijadikan dasar oleh anda adalah bukan pengalaman real Forex, maka siapa yang berani jamin kesimpulan yang anda buat yang berasal dari dasar Virtual experience (bohongan) hasilnya bisa bener?


Atau Jangan-jangan anda memberikan penjelasan kepada Ustad anda, sesuatu yang salah mengenai Forex, hanya berbekal anda sebagai trader Virtual (bo'ongan, sehingga ustadnya tentu menjawab itu sebagai sesutau yang haram. bisa ya bisa tidak.

tapi yg bikin saya kesel, siapa yang ngajarin anda forex sih, kok bisa-bisanya,

 tolong bagi siapa saja yang memberikan pengajaran mengenai forex, kasih tahu dong kalau masih virtual, itu baru step awal, bukan forex sebenarnya, biar hal seperti ini ga terjadi lagi. newbie-newbie yang punya pemikiran salah tentang forex, atau sok tahu tentang forex.



Kalo anda diberitahu oleh Profesor fisika mengenai teori gaya grafitasi, dengan anak smp yang baru belajar ilmu fisika. mana kira-kira yang lebih paham?
bisa jadi ga profesor salah? bisa jadi, tapi lebih besar kemungkinan anak smp yang baru belajar yang salah. dan mungkin anak Smp ini malah menyamakan teori grafitasi ini dengan teori jatuhnya Adam kebumi, bisa jadi namanya juga baru belajar.


Intinya tempatkan segala sesuatu sesuai tempatnya. berikan amanat kepada orang yang mampu menanggungnya


Pleasee be wisdom, masih byk persoalan, seperti salah satu hakim kita yang menggunakan uang sogok untuk umrah,(ini persoalan sebenarnya)kita ga bahas

 tapi kalo ada yang mau nyari penghasilan untuk menghidupi keluarganya, terus anda langsung potong dengan pengetahuan anda yang sebatas Virtual (bo'ongan), berbekal ayat-ayat nemu dari kitab atau sekalipun dari ustadnya, kan belum tentu Ustadmu bilang Haram, tapi bisa jadi dan mungkin jadi Ulama lain bilang Halal, seperti Ustad saya.



NB : Tidak bermaksud keluar dari topik pembicaraan, hanya menyinggung dasar dari pemikiran anda mengenai Pertukaran Mata Uang yg diperjudikan.

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Menyenangkan sekali diskusi dengan anda :)
Sekali lagi mohon jangan ada 'ilmu kirologi', jangan-jangan ini, itu dsb, langsung to the point saja sir.. OK? :)
Kemarin point 1-6, saya lanjutkan semoga berkenan...
7. Apa tujuan account Virtual forex kalo ternyata masih 'bo'ongan' dan malah membuat newbie berpikiran salah tentang Forex?
8. Mari sharing "dasar" dan "LANDASAN masing-masing" dari Ustad/ kiai situ? saya tentu senang hati menerimanya: Bagaimana DASAR dan LANDASAN anda dalam menentukan sesuatu itu Judi atau bukan Judi pak? trims..
9. Yang FREE SWAP mohon disertakan link-nya. Btw, Free swap maupun bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui.
10. Forex online bisa juga digunakan untuk merampok dan mencuri karena ada CELAH DALAM KEAMANAN jual beli tersebut: yaitu nilai close yang tidak fixed. Paling aman itu Money Changer.   
11. Gak perlu melempem mau terjun ke bisnis pertukaran mata uang, khan masih ada Money Changer. Alasan ini dibuat-buat.

"Intinya tempatkan sesuatu pada tempatnya", Ketika saya membahas MEKANISME jual beli yang tidak wajar, jangan lalu anda membahas BARANG yang diperjualbelikan tersebut.
Jadi kalo saya bilang taruhan sepak bola itu Judi, maka anda jangan berkata bahwa menang kalahnya pertandingan itu ada ilmunya, ada analisisnya, trus kita perlu bertanya pada yg ahli atau pengamat persepakbolaan. Ini nggak nyambung dan gak terarah..
Please be wisdom, Judi adalah salah satu penyakit dari sekian permasalahan yang perlu diselesaikan.&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;

NB:
Jawaban point2 sangat saya harapkan, terutama no.6 dan 8
trims..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Klo cuma ampe virtual, anda dah ngomong buanyak tentang Forex, saya ga tahu harus ngomong apa, tapi tolong kasih kesempatan yang lain, minimal menganjurkan untuk bertanya kepada yang sudah berhasil dalam bisnis forex, atau paling minimal dah pernah beneran terjun, kebanyakan orang yang cuma virtual memang ga akan ngerti sepenuhnya.<br />
(VIRTUAL tidak sama dengan terjun langsung atau transaksi Real).</p>
<p>Situ Punya Kiai atau Ustad kita juga punya, jangan di pikir kita ga pernah ngebahas hal ini dengan ustad masing-masing. Ustad situ bilang ga boleh, Ustad saya bilang boleh, ga usah ditanya siapa yang bener, yang jelas kita dah punya dasar masing-masing.</p>
<p>Tanya Hukumnya dengan Ustad atau Kiai masing-masing, karena itu adalah keahlian mereka, dan memang tempatnya, persoalan jawabanya berbeda itu adalah tanggung jawab masing-masing.</p>
<p>Tapi Tolong dong yang paham Forex, tentu yah master-masternya atau orang-orang yang dah berhasil dalam forex.</p>
<p>Genghis kun, boleh saja memberikan pandangan, tapi jangan menjustifikasi dong, kecuali anda paham betul, &#8220;teori nimbun aja ga tahu&#8221; anda tahu ga sih kalo ada broker yg memberikan FREE SWAP (tuh bisa anda open posisi ampe setahun lebih juga ga apa-apa, asal modalnya besar, klo modal kecil, yah sesuaikan dong, gaya tradingnya) </p>
<p>Boleh saja merasa diri santri dan tahu agama, tapi sesuaikan dong kondisinya. Seorang Ali Bin Abi Thalib saja bisa bilang tidak tahu, kalo memang beliau tidak paham, masa anda pengen lebih.</p>
<p>Bukan apa-apa, Mas Genghis Kun, saya kasian kalo ada yang mau terjun di forex, terus melempem gara-gara ngeliat artikel anda. padahal mungkin dia butuh banget dan mungkin bisa sukses. daripadda dia ngerampok, mencuri,yang sudah jelas-jelas HAAARAAMMM&#8230; DAN merugikan Orang Lain.</p>
<p>Sekali lagi mengenai masalah Haram atau tidaknya masing-masing punya Landasan, Ustad anda mungkin bilang Haram,<br />
tapi Ustad saya bilang halal, dan beliau termasuk salah satu ulama yg disegani di Banten.<br />
Mungkin Ustad anda yang paling hebat di Indonesia, tapi itu sekali lagi tidak jadi persoalan. kita masing-masing punya dasar. </p>
<p>Yang menjadi Problem adalah anda seperti menjadi Master Di forex dengan berbekal pengalaman di forex Secara Virtual, artinya transaksi secara bo&#8217;ong-bo&#8217;ongan.</p>
<p>nah sekarang siapa yang berani jamin apa yang anda katakan itu bukan bo&#8217;ong-bo&#8217;ongan, atau setidak-tidaknya yang dijadikan dasar oleh anda adalah bukan pengalaman real Forex, maka siapa yang berani jamin kesimpulan yang anda buat yang berasal dari dasar Virtual experience (bohongan) hasilnya bisa bener?</p>
<p>Atau Jangan-jangan anda memberikan penjelasan kepada Ustad anda, sesuatu yang salah mengenai Forex, hanya berbekal anda sebagai trader Virtual (bo&#8217;ongan, sehingga ustadnya tentu menjawab itu sebagai sesutau yang haram. bisa ya bisa tidak.</p>
<p>tapi yg bikin saya kesel, siapa yang ngajarin anda forex sih, kok bisa-bisanya,</p>
<p> tolong bagi siapa saja yang memberikan pengajaran mengenai forex, kasih tahu dong kalau masih virtual, itu baru step awal, bukan forex sebenarnya, biar hal seperti ini ga terjadi lagi. newbie-newbie yang punya pemikiran salah tentang forex, atau sok tahu tentang forex.</p>
<p>Kalo anda diberitahu oleh Profesor fisika mengenai teori gaya grafitasi, dengan anak smp yang baru belajar ilmu fisika. mana kira-kira yang lebih paham?<br />
bisa jadi ga profesor salah? bisa jadi, tapi lebih besar kemungkinan anak smp yang baru belajar yang salah. dan mungkin anak Smp ini malah menyamakan teori grafitasi ini dengan teori jatuhnya Adam kebumi, bisa jadi namanya juga baru belajar.</p>
<p>Intinya tempatkan segala sesuatu sesuai tempatnya. berikan amanat kepada orang yang mampu menanggungnya</p>
<p>Pleasee be wisdom, masih byk persoalan, seperti salah satu hakim kita yang menggunakan uang sogok untuk umrah,(ini persoalan sebenarnya)kita ga bahas</p>
<p> tapi kalo ada yang mau nyari penghasilan untuk menghidupi keluarganya, terus anda langsung potong dengan pengetahuan anda yang sebatas Virtual (bo&#8217;ongan), berbekal ayat-ayat nemu dari kitab atau sekalipun dari ustadnya, kan belum tentu Ustadmu bilang Haram, tapi bisa jadi dan mungkin jadi Ulama lain bilang Halal, seperti Ustad saya.</p>
<p>NB : Tidak bermaksud keluar dari topik pembicaraan, hanya menyinggung dasar dari pemikiran anda mengenai Pertukaran Mata Uang yg diperjudikan.</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Menyenangkan sekali diskusi dengan anda <img src='http://genghiskhun.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Sekali lagi mohon jangan ada &#8216;ilmu kirologi&#8217;, jangan-jangan ini, itu dsb, langsung to the point saja sir.. OK? <img src='http://genghiskhun.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Kemarin point 1-6, saya lanjutkan semoga berkenan&#8230;<br />
7. Apa tujuan account Virtual forex kalo ternyata masih &#8216;bo&#8217;ongan&#8217; dan malah membuat newbie berpikiran salah tentang Forex?<br />
8. Mari sharing &#8220;dasar&#8221; dan &#8220;LANDASAN masing-masing&#8221; dari Ustad/ kiai situ? saya tentu senang hati menerimanya: Bagaimana DASAR dan LANDASAN anda dalam menentukan sesuatu itu Judi atau bukan Judi pak? trims..<br />
9. Yang FREE SWAP mohon disertakan link-nya. Btw, Free swap maupun bukan toh kita tetap dipaksa untuk CLOSE. Karena transaksi untuk Close ini sudah dilakukan di awal perjanjian (Open), dgn nilai close yg belum diketahui.<br />
10. Forex online bisa juga digunakan untuk merampok dan mencuri karena ada CELAH DALAM KEAMANAN jual beli tersebut: yaitu nilai close yang tidak fixed. Paling aman itu Money Changer.<br />
11. Gak perlu melempem mau terjun ke bisnis pertukaran mata uang, khan masih ada Money Changer. Alasan ini dibuat-buat.</p>
<p>&#8220;Intinya tempatkan sesuatu pada tempatnya&#8221;, Ketika saya membahas MEKANISME jual beli yang tidak wajar, jangan lalu anda membahas BARANG yang diperjualbelikan tersebut.<br />
Jadi kalo saya bilang taruhan sepak bola itu Judi, maka anda jangan berkata bahwa menang kalahnya pertandingan itu ada ilmunya, ada analisisnya, trus kita perlu bertanya pada yg ahli atau pengamat persepakbolaan. Ini nggak nyambung dan gak terarah..<br />
Please be wisdom, Judi adalah salah satu penyakit dari sekian permasalahan yang perlu diselesaikan.</font></em></p>
<p>NB:<br />
Jawaban point2 sangat saya harapkan, terutama no.6 dan 8<br />
trims..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Lanang</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3811</link>
		<dc:creator>Ahmad Lanang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 08:12:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3811</guid>
		<description>Salut untuk Genghis Khun, saya kira butuh Keberanian yang besar untuk memberikan pandangan mengenai suatu hal, khususnya pada persoalan diluar keahlian seseorang, sedikit mengutip perkataan anda ( “Ah..ente kalo gak ngerti gak usah ngemeng!” ), saya pikir itu sebuah point penting untuk memulai, terlepas dari apakah Forex itu halal atau haram, yg jelas-jelas bukan kompetensi saya untuk membahasnya. Kalo anda saya yakin punya huruf dan kitabnya sendiri, setidak-tidaknya pemikiran sendiri.
   Maaf jika salah, tapi melihat dari tulisan-tulisan anda, saya menyimpulkan Anda:
  1. Belum pernah transaksi Forex
  2. Belajar mengetahui forex dalam beberapa bulan    tanpa sekalipun terjun langsung (ikut transaksi)
  3. Belum bertemu atau setidaknya bertanya langsung dengan seseorang yang berhasil dalam bisnis forex.
  4. Belum pernah mempraktekan Analisa Teknikal khususnya yg fudamental.

  Mudah-mudahan kesimpulan saya salah, karena klo benar, jujur saya akan kategorikan anda sebagai seorang awam buanget (gak ahu apa-apa selain rumor dan teori).Sekali lagi saya berpikiran positif mudah-mudahan bukan. 
-untuk point pertama, oke saya maklumi bila anda tidak pernah transaksi, karena anda punya pandangan tersendiri (ragu-ragu kemudian menjadi haram setelah ketemu beberapa dalil)
-Untuk point kedua, pengalaman pribadi apabila otodidak (dipandu yang tidak ahli forex), jelas butuh lebih dari sekedar waktu bulanan untuk mengetahui keadaan pasar dan efek dari keadaan ekonomi suatu negara yg mempengaruhi nilai mata uangnya, saya pribadi butuh 2,5 tahun untuk setidaknya mengetahui melemah atau menguatnya suatu mata uang sehingga kita bisa untung bahasa gaulnya profit.(ga konyol tebak-tebakan, itu namanya frustasi, tapi  klo yang ahli hedging sih fine aja)
-Untuk Point ketiga dan paling penting menurut saya, karena klo anda ketemu dgn orang yang tepat dalam hal ini tentu saja dia berpengalaman dalam artian sukses sudah bertahun-tahun dalam forex,yang tentu saja banyak di indonesia (mungkin jarang shalat di masjid anda, sehingga ga ketemu Anda(mungkin shalat di masjid sebelah) ) Klo anda ketemu dgn orang ini minimal teori anda tentang forex agak sedikit bagus (dasar-dasarnya), (terlihat awam banget sih terlepas dari Haram atau halal)
Bukanya ketemu dgn "Dul Koplak" atau orang yang masih baru di foex atau orang yg suka spekulasi asal-asalan tanpa tahu kondisi ekonomi negara yg ia transaksikan, (Mau jualan bakso juga bisa aja ga sukses klo ga tahu kondisi pasar yg dihadapi)
-Untuk Point yg keempat agak susah juga untuk menjelaskan bahwa kita sebenarnya bisa tahu kemana harga itu bergerak dengan cuma melihat news di ForexFactory dan pergerakan candle sticknya. (terserah percaya atau tidak)agak susah menerangkan buat orang yang punya huruf dan kitabnya sendiri, mudah-mudahan anda bukan, tapi bisa melihat itu secara objektif, dan memahami hukum sebagaimana mestinya, bukan sesuai dengan pemikiran dan pandangan masing-masing(Maaf secara objektif aja dulu sisanya ga usah dibahas yah)

NB : Maaf buat Dul Koplak, ga bermaksud merendahkan anda sebagai newbie, tapi setidaknya berikan teori-teori yang benarnya dong ke Genghis kun, kan kasian kalo dia ga tahu sebenarnya mahluk apa itu  forex, itu kadal apa buaya, apa makanananya, apa yang mempengaruhinya, gimana cara kerjanya.termasuk dalam jenis investasi apa dlll. bukan permainan wining eleven atau sejenisnya



Makasih yah Genghis kun, maaf klo agak panas kata-katanya, tapi setidaknya saya pengen anda paham betul apa yang anda bicarakan, maaf bukan menyepelekan Anda, tapi anda saja berani Menyepelekan pemahaman orang lain tentang forex dan forex itu sendiri, moso saya gak boleh ke Anda.


Tolong dijawab dengan rinci yah, per point klo bisa, biar saya tahu anda itu paham apa enggak tentang forex.



Mohon maaf bila ada kata-kata yg tidak berkenan, yang salah kemungkinan besar dari saya dan yang benar tentu saja kita sama sama tahu dari siapa.

================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Salam kenal pak Ayi, 
Ndak perlu pake ilmu Kirologi pak, :) 
1. Saya &lt;strong&gt;SUDAH PERNAH&lt;/strong&gt; transaksi Virtual. 
Dan untuk tahu sesuatu itu JUDI, orang ndak perlu maen JUDI beneran khan pak? 

2. Tidak ada hubungannya antara JUDI dengan pengalaman atau keahlian seseorang pak. 
- Pemain judi pun banyak yang ahli dan berpengalaman dalam menganalisis sesuatu (misal judi bola).
- Dalam Forex Online, yang tidak wajar adalah proses pertukaran antar mata uang tersebut (diperjudikan), terlepas dari pelakunya ahli/ bukan. Jadi kalau ada ahli/ bukan ahli mau pertukaran yang wajar ya via money changer.

3. Ndak perlu mengandaikan saya ketemu dengan "orang yg tepat dalam hal ini" pak, langsung saja &lt;strong&gt;to the point&lt;/strong&gt;:
silahkan anda luruskan teori saya yang "terlihat awam banget" agar "agak sedikit bagus (dasar-dasarnya)". Trims
 
4. "kita sebenarnya bisa tahu kemana harga itu bergerak". 
=&gt; Walaupun tahu, sedikit tahu atau kurang tahu, sebaiknya hindari jual beli yang &lt;strong&gt;tidak wajar&lt;/strong&gt; apalagi ke arah JUDI. 
Saya anjurkan jual beli wajar seperti mekanisme Money Changer. 
Memang agak susah juga saya menjelaskan, jadi intinya Money Changer dengan Forex online itu berbeda jauh.
 
NB: Mohon maaf, saya tambah 1 point lagi semoga berkenan.
6. Bagaimana cara anda membedakan sesuatu itu JUDI atau BUKAN?  

Btw, Trims atas komentarnya..
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut untuk Genghis Khun, saya kira butuh Keberanian yang besar untuk memberikan pandangan mengenai suatu hal, khususnya pada persoalan diluar keahlian seseorang, sedikit mengutip perkataan anda ( “Ah..ente kalo gak ngerti gak usah ngemeng!” ), saya pikir itu sebuah point penting untuk memulai, terlepas dari apakah Forex itu halal atau haram, yg jelas-jelas bukan kompetensi saya untuk membahasnya. Kalo anda saya yakin punya huruf dan kitabnya sendiri, setidak-tidaknya pemikiran sendiri.<br />
   Maaf jika salah, tapi melihat dari tulisan-tulisan anda, saya menyimpulkan Anda:<br />
  1. Belum pernah transaksi Forex<br />
  2. Belajar mengetahui forex dalam beberapa bulan    tanpa sekalipun terjun langsung (ikut transaksi)<br />
  3. Belum bertemu atau setidaknya bertanya langsung dengan seseorang yang berhasil dalam bisnis forex.<br />
  4. Belum pernah mempraktekan Analisa Teknikal khususnya yg fudamental.</p>
<p>  Mudah-mudahan kesimpulan saya salah, karena klo benar, jujur saya akan kategorikan anda sebagai seorang awam buanget (gak ahu apa-apa selain rumor dan teori).Sekali lagi saya berpikiran positif mudah-mudahan bukan.<br />
-untuk point pertama, oke saya maklumi bila anda tidak pernah transaksi, karena anda punya pandangan tersendiri (ragu-ragu kemudian menjadi haram setelah ketemu beberapa dalil)<br />
-Untuk point kedua, pengalaman pribadi apabila otodidak (dipandu yang tidak ahli forex), jelas butuh lebih dari sekedar waktu bulanan untuk mengetahui keadaan pasar dan efek dari keadaan ekonomi suatu negara yg mempengaruhi nilai mata uangnya, saya pribadi butuh 2,5 tahun untuk setidaknya mengetahui melemah atau menguatnya suatu mata uang sehingga kita bisa untung bahasa gaulnya profit.(ga konyol tebak-tebakan, itu namanya frustasi, tapi  klo yang ahli hedging sih fine aja)<br />
-Untuk Point ketiga dan paling penting menurut saya, karena klo anda ketemu dgn orang yang tepat dalam hal ini tentu saja dia berpengalaman dalam artian sukses sudah bertahun-tahun dalam forex,yang tentu saja banyak di indonesia (mungkin jarang shalat di masjid anda, sehingga ga ketemu Anda(mungkin shalat di masjid sebelah) ) Klo anda ketemu dgn orang ini minimal teori anda tentang forex agak sedikit bagus (dasar-dasarnya), (terlihat awam banget sih terlepas dari Haram atau halal)<br />
Bukanya ketemu dgn &#8220;Dul Koplak&#8221; atau orang yang masih baru di foex atau orang yg suka spekulasi asal-asalan tanpa tahu kondisi ekonomi negara yg ia transaksikan, (Mau jualan bakso juga bisa aja ga sukses klo ga tahu kondisi pasar yg dihadapi)<br />
-Untuk Point yg keempat agak susah juga untuk menjelaskan bahwa kita sebenarnya bisa tahu kemana harga itu bergerak dengan cuma melihat news di ForexFactory dan pergerakan candle sticknya. (terserah percaya atau tidak)agak susah menerangkan buat orang yang punya huruf dan kitabnya sendiri, mudah-mudahan anda bukan, tapi bisa melihat itu secara objektif, dan memahami hukum sebagaimana mestinya, bukan sesuai dengan pemikiran dan pandangan masing-masing(Maaf secara objektif aja dulu sisanya ga usah dibahas yah)</p>
<p>NB : Maaf buat Dul Koplak, ga bermaksud merendahkan anda sebagai newbie, tapi setidaknya berikan teori-teori yang benarnya dong ke Genghis kun, kan kasian kalo dia ga tahu sebenarnya mahluk apa itu  forex, itu kadal apa buaya, apa makanananya, apa yang mempengaruhinya, gimana cara kerjanya.termasuk dalam jenis investasi apa dlll. bukan permainan wining eleven atau sejenisnya</p>
<p>Makasih yah Genghis kun, maaf klo agak panas kata-katanya, tapi setidaknya saya pengen anda paham betul apa yang anda bicarakan, maaf bukan menyepelekan Anda, tapi anda saja berani Menyepelekan pemahaman orang lain tentang forex dan forex itu sendiri, moso saya gak boleh ke Anda.</p>
<p>Tolong dijawab dengan rinci yah, per point klo bisa, biar saya tahu anda itu paham apa enggak tentang forex.</p>
<p>Mohon maaf bila ada kata-kata yg tidak berkenan, yang salah kemungkinan besar dari saya dan yang benar tentu saja kita sama sama tahu dari siapa.</p>
<p>================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Salam kenal pak Ayi,<br />
Ndak perlu pake ilmu Kirologi pak, <img src='http://genghiskhun.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
1. Saya <strong>SUDAH PERNAH</strong> transaksi Virtual.<br />
Dan untuk tahu sesuatu itu JUDI, orang ndak perlu maen JUDI beneran khan pak? </p>
<p>2. Tidak ada hubungannya antara JUDI dengan pengalaman atau keahlian seseorang pak.<br />
- Pemain judi pun banyak yang ahli dan berpengalaman dalam menganalisis sesuatu (misal judi bola).<br />
- Dalam Forex Online, yang tidak wajar adalah proses pertukaran antar mata uang tersebut (diperjudikan), terlepas dari pelakunya ahli/ bukan. Jadi kalau ada ahli/ bukan ahli mau pertukaran yang wajar ya via money changer.</p>
<p>3. Ndak perlu mengandaikan saya ketemu dengan &#8220;orang yg tepat dalam hal ini&#8221; pak, langsung saja <strong>to the point</strong>:<br />
silahkan anda luruskan teori saya yang &#8220;terlihat awam banget&#8221; agar &#8220;agak sedikit bagus (dasar-dasarnya)&#8221;. Trims</p>
<p>4. &#8220;kita sebenarnya bisa tahu kemana harga itu bergerak&#8221;.<br />
=> Walaupun tahu, sedikit tahu atau kurang tahu, sebaiknya hindari jual beli yang <strong>tidak wajar</strong> apalagi ke arah JUDI.<br />
Saya anjurkan jual beli wajar seperti mekanisme Money Changer.<br />
Memang agak susah juga saya menjelaskan, jadi intinya Money Changer dengan Forex online itu berbeda jauh.</p>
<p>NB: Mohon maaf, saya tambah 1 point lagi semoga berkenan.<br />
6. Bagaimana cara anda membedakan sesuatu itu JUDI atau BUKAN?  </p>
<p>Btw, Trims atas komentarnya..<br />
</font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: duy</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3788</link>
		<dc:creator>duy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 17:23:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3788</guid>
		<description>Maap sebelumnya.

Saya kesana kemari sengaja mencari-cari (atau minimal meyakinkan saya) bahwa forex itu haram (dalam artian haram, seharam-haramnya, seperti haramnya alkohol dan teman-temannya).

Dan setelah saya baca, artikel dan komen-komennya disini. Ternyata kok....

:(

Maap pak G-Khun. Saya tadinya berharap saya akan bersama dengan anda (setelah 6 Jam baca artikel ini bolak-balik). Tapi jujur, data-data, pandangan-pandangannya kok gak kena ya?  (sekali lagi maap, kalau ada yang nganggap komen saya sampah, silahkan hapus, atau caci-makilah saya- saya emang bodo kok.Heu)

Saya hanya ingin bertanya aja.

1. Apakah harga di pasar konvensional di pengaruhi oleh supply and demands?

2. Apakah forex lepas dari hukum itu (maksud saya hukum supply and demands?)

Itu aja dulu...

Trims ya Pak

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Salam kenal...
Mohon pertanyaannya yg terarah pak..
artikel saya mengupas tentang adanya &lt;strong&gt;Pertukaran Mata Uang yg diperjudikan&lt;/strong&gt;. 
Umpama ada Judi dalam sepak Bola, anda malah menanyakan apakah Pelatih dan Pemain saling mempengaruhi?
Btw, data-data, pandangan-pandangannya yg gak kena yang mn ya? mungkin bs saya bantu..trims 
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maap sebelumnya.</p>
<p>Saya kesana kemari sengaja mencari-cari (atau minimal meyakinkan saya) bahwa forex itu haram (dalam artian haram, seharam-haramnya, seperti haramnya alkohol dan teman-temannya).</p>
<p>Dan setelah saya baca, artikel dan komen-komennya disini. Ternyata kok&#8230;.</p>
<p> <img src='http://genghiskhun.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Maap pak G-Khun. Saya tadinya berharap saya akan bersama dengan anda (setelah 6 Jam baca artikel ini bolak-balik). Tapi jujur, data-data, pandangan-pandangannya kok gak kena ya?  (sekali lagi maap, kalau ada yang nganggap komen saya sampah, silahkan hapus, atau caci-makilah saya- saya emang bodo kok.Heu)</p>
<p>Saya hanya ingin bertanya aja.</p>
<p>1. Apakah harga di pasar konvensional di pengaruhi oleh supply and demands?</p>
<p>2. Apakah forex lepas dari hukum itu (maksud saya hukum supply and demands?)</p>
<p>Itu aja dulu&#8230;</p>
<p>Trims ya Pak</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Salam kenal&#8230;<br />
Mohon pertanyaannya yg terarah pak..<br />
artikel saya mengupas tentang adanya <strong>Pertukaran Mata Uang yg diperjudikan</strong>.<br />
Umpama ada Judi dalam sepak Bola, anda malah menanyakan apakah Pelatih dan Pemain saling mempengaruhi?<br />
Btw, data-data, pandangan-pandangannya yg gak kena yang mn ya? mungkin bs saya bantu..trims<br />
</font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sudogol</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3742</link>
		<dc:creator>Sudogol</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 03:10:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3742</guid>
		<description>Mas Genghis Khun
Salama kenal, senang membaca tulisan dan komentar2 yang ada.
Saya kok jadi kepikiran ada gak sih batasan secara kauniyah untuk manusia hidup dalam  menghadapi modernitas zaman yang keniscayaannya membutuhkan high power and high speed (contohnya dibidang ekonomi: likuiditas semakin cair dan cepat). Saya khawatir kita salah menafsirkan suatu keniscayaan zaman dengan parameter lama.

suwun

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Salam kenal juga :)
Maksud anda, definisi Judi parameter lama berbeda dengan parameter baru gitu?
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Genghis Khun<br />
Salama kenal, senang membaca tulisan dan komentar2 yang ada.<br />
Saya kok jadi kepikiran ada gak sih batasan secara kauniyah untuk manusia hidup dalam  menghadapi modernitas zaman yang keniscayaannya membutuhkan high power and high speed (contohnya dibidang ekonomi: likuiditas semakin cair dan cepat). Saya khawatir kita salah menafsirkan suatu keniscayaan zaman dengan parameter lama.</p>
<p>suwun</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Salam kenal juga <img src='http://genghiskhun.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Maksud anda, definisi Judi parameter lama berbeda dengan parameter baru gitu?<br />
</font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mazmaman</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3726</link>
		<dc:creator>mazmaman</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 07:46:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3726</guid>
		<description>saya bingung banget :D baca coment nya

=================================================
&lt;em&gt;&lt;font color="#aa0000"&gt;&lt;b&gt;Genghis Khun:&lt;/b&gt;
Bingungnya dimana pak? mungkin saya bisa bantu?
&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya bingung banget <img src='http://genghiskhun.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> baca coment nya</p>
<p>=================================================<br />
<em><font color="#aa0000"><b>Genghis Khun:</b><br />
Bingungnya dimana pak? mungkin saya bisa bantu?<br />
</font></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tknolbesar</title>
		<link>http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa#comment-3651</link>
		<dc:creator>tknolbesar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 09:54:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://genghiskhun.com/?p=158#comment-3651</guid>
		<description>Dari awal Anda sudah menekankan:
Dalam FOREX Online, mari kita jujur bahwa pada waktu OPEN, kita juga bertransaksi untuk CLOSE dengan harga belum diketahui.
Artinya tidak memenuhi rukun jual beli.

Tetapi apakah sudut pandang atau pemikiran anda itu sudah benar. Karena menurut saya pernyataan anda masalah Open dan Close dalam fx sudah melenceng dari awal dan itu selalu anda ulang-ulang untuk menjadi dasar counter anda terhadap pendapat/pandangan-pandangan komentar.

Seharusnya anda menempatkan posisi Open itu adalah pedagang yg membeli cabe untuk dijual kembali. dan posisi close adalah terjadinya transaksi jual oleh pedagang kepada pembeli, entah itu untung atau pada posisi rugi. Jadi terjadinya close adalah telah disepakatinya harga oleh pedagang dan pembeli, sedang pada forex begitu juga terjadinya kesepakatan harga antara investor dengan pihak bank. 
Mengenai slippage, terjadi karena begitu cepatnya pergerakan nilai tukar mata uang, adanya slippage nasbah telah menyetujuinya karena di Platfom MT4 atau yg lainnya nasabah telah mengatur berapa slippage yg diijinkan. Jadi tidak ada posisi yg dirugikan. 

Dari situ saya menunggu tanggapan anda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari awal Anda sudah menekankan:<br />
Dalam FOREX Online, mari kita jujur bahwa pada waktu OPEN, kita juga bertransaksi untuk CLOSE dengan harga belum diketahui.<br />
Artinya tidak memenuhi rukun jual beli.</p>
<p>Tetapi apakah sudut pandang atau pemikiran anda itu sudah benar. Karena menurut saya pernyataan anda masalah Open dan Close dalam fx sudah melenceng dari awal dan itu selalu anda ulang-ulang untuk menjadi dasar counter anda terhadap pendapat/pandangan-pandangan komentar.</p>
<p>Seharusnya anda menempatkan posisi Open itu adalah pedagang yg membeli cabe untuk dijual kembali. dan posisi close adalah terjadinya transaksi jual oleh pedagang kepada pembeli, entah itu untung atau pada posisi rugi. Jadi terjadinya close adalah telah disepakatinya harga oleh pedagang dan pembeli, sedang pada forex begitu juga terjadinya kesepakatan harga antara investor dengan pihak bank.<br />
Mengenai slippage, terjadi karena begitu cepatnya pergerakan nilai tukar mata uang, adanya slippage nasbah telah menyetujuinya karena di Platfom MT4 atau yg lainnya nasabah telah mengatur berapa slippage yg diijinkan. Jadi tidak ada posisi yg dirugikan. </p>
<p>Dari situ saya menunggu tanggapan anda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
