PERHATIAN ! Hati-hati terhadap iklan yang menggiurkan atau ajakan Judi. Pemilik blog tidak bertanggungjawab terhadap konten iklan.
Protected by Copyscape Online Plagiarism Tool

PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN SENIOR-YUNIOR DALAM PENDIDIKAN DOKTER

February 3rd, 2009

Mencermati isu-isu adanya perploncoan yunior dalam pendidikan dokter spesialis, meliputi perploncoan fisik dan ekonomi. Maka perlunya dibangun prinsip-prinsip bagi Yunior untuk dijadikan pegangan agar yunior tidak terjebak dan terjatuh dalam suasana stress dan putus asa;
Prinsip ini sebenarnya prinsip sederhana dan global saja.







Prinsip 1.
Yunior harus menghormati senior

Prinsip pertama ini tidak perlu penjelasan lebih lanjut.

Prinsip 2.
Hak rizki tidak bisa berpindah kecuali melalui akad jual beli ikhlas, zakat dan shadaqah

Hak rizki tidak bisa berpindah oleh sebab:
- pemaksaan
- pemerasan
- pencurian
- perampokan

Dalam hal demi kelangsungan dan keselamatan pendidikan, yunior harus tetap mematuhi senior. Tetapi ingat bahwa, HAK rizki ini selamanya masih milik Yunior. Oleh karena itu, berapapun pengeluaran harus selalu dicatat oleh Yunior untuk diambil haknya ketika sudah lulus.
Pengambilan hak ini sebaiknya dengan cara sopan dan tidak menyakiti perasaan sejawat. Walaupun boleh juga dengan cara kekerasan. Cara halus maupun kasar tidak ada bedanya demi mempertahankan hak milik, karena Hak rizki tidak bisa berpindah kecuali melalui akad jual beli ikhlas, zakat dan shadaqah..

Bagi penulis sendiri, memperjuangkan kembalinya hak dari mantan senior lebih terhormat daripada dialihkan ke pasien :)

Jadi buat pak Thohar, Deden, Bayu, Robby yang merasa hak rizkinya berada di tangan penulis silahkan segera diambil. Penulis sendiri sudah lupa karena saking banyaknya :P

Mungkin ada pendapat lain?

Genghis Khun










ARTIKEL TERKAIT

  • Tidak ditemukan

One Response to “PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN SENIOR-YUNIOR DALAM PENDIDIKAN DOKTER”

  1. Nasir on March 24, 2009 1:12 pm

    Mohon bantuan menjawab konsultasi di http://dokternasir.web.id/bagaimana-menghitung-dan-menentukan-masa-subur/#comment-689
    Atas bantuannya terimakasih.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind