Seri Belajar FOREX = Niaga Modern ataukah JUDI?

Latar Belakang penulisan:
1. Masih banyak yang merancukan antara Jual Beli Wajar dengan JUDI, padahal diantara keduanya terdapat batas yang TEGAS. Batas tersebut ternyata ada pada perbedaan ALUR.
2. Bisnis Forex Online yang mulai menyebar luas, iming-iming yang membutakan akal sehat. Mekanisme Judi terselubung yang sangat mengkhawatirkan.
3. Informasi menyesatkan bahwa Forex seperti Jual beli pada umumnya, padahal diantara keduanya jauh berbeda.
Mari kita simak dongeng ini sambil berpikir jernih (sambil nyeruput wedang Jahe tentunya
);
= Dongeng ini fiktif. Mohon maaf bila ada kesamaan nama =
Tokoh kita yang terbiasa memompa ban bocor, yaitu Dul Koplak, kali ini berencana berbisnis, agar bisa membeli pompa besar (walaupun bannya tetap bocor). Tapi apalah daya duitnya Cuma Rp. 200 ribu. Mau bisnis apa ya?
Hari itu Dul Koplak berencana menghadap Mbah Bondet, juragan hewan terkenal di kampung.
Rumah Mbah Bondet selalu ramai dikunjungi oleh para blantik sapi, maupun pedagang asongan, sebut saja Ki Deden si dukun palsu. Mbah Thohar si tukang pijit. Warok SuroBambam, tukang pukulnya Mbah Bondet. Kang Bayu, penjual Bubur ayam sragen. Mbakyu Yessi yang jualan lontong sayur. Nyi Uut, Kondektur Bus (hah??!!, maaf Ut, inget kamu jadi inget Kondektur Bus Majenang-Porwokerto).
Ada Pak Dhe Cemul, yang selalu mondar-mandir membawa Notes berlogo KIOSEHAT. Ada juga Lik Bagus Herlambang si penjual Rokok yang selalu di hutangi oleh Ki Deden. Cak Agung Widiharto, loper koran, dan masih banyak lagi. Kebanyakan dari mereka sedang asyik masyuk mengamati (baca: melototi) perkembangan harga sapi di televisi, yang hari-hari terakhir ini cenderung naik turun. Bisa dibayangkan betapa melototnya mata mereka…
‘Para tetamu’ ini mendapat hiburan gratis gendhing-gendhing dari Sindhen merdu Nyai Alfi Afadiyanti dan Nyai Dian Miraza. Suasana bertambah riuh dengan datangnya rombongan PKL Taman Kanak-Kanak pimpinan Pak Guru Mawari Edy. Mereka sengaja diajak untuk mempelajari bisnis modern ala Mbah Bondet ini. Kedatangan mereka dikawal oleh Kapolsek yang sengaja didatangkan dari pulau Sabang, Iptu Abdul Mughni.
Tunggu dulu…Anak TK PKL?? demikianlah ide pak guru teladan kita..
Lho dimana Genghis Khun?
Seperti biasa, makhluk berpakaian kumal ini menggelar tikar dipojok ruangan, duduk terkantuk kantuk, sambil menjaga mug plastik berisi recehan di depannya.
–
Dul Koplak segera mengutarakan niatnya pada Mbah Bondet. Mbah Bondet yang (konon) terkenal baik menyambutnya dengan tersenyum riang.
“Mau bisnis SAPI Dul?” Tanya mbah Bondet sambil mengepulkan cerutunya.
“Wah..modal saya ndak cukup Mbah” ujar Dul Koplak
“Duit ente berapa sekarang?” Mbah Bondet menyelidik sambil memicing-micingkan mata.
“ 200 ribu mbah. Pas dan kontan. “jawab Dul Koplak
“ Oke..itu gampang. Ane funya fenawaran menarik. Mari ikut ke kandang di felakang”ajak Mbah Bondet, beranjak sambil menyingsingkan sarungnya lebih tinggi.
Di halaman belakang yang luas tampak sapi-sapi berkeliaran, mengingatkan pada film-film Koboi yang dibintangi oleh aktor Genghis Khun (eh siapa ya?)
“ Dul, coba ente lihat safi-safiku. Gemuk-gemuk dan sehat. Apa ente tidak tertarik berbisnis Sapi?
“ Sebenarnya mau sih mbah, tapi modalnya nggak cukup…” Dul Koplak mengucapkan kalimat ini sambil memelas.
“Begini, harga 1 sapi sekarang khan 5 juta. Duit ente 200 ribu ane pegang dulu, nah ente nanti boleh membeli sapi ane dengan jaminan hanya 50 ribu/ ekor. Sapi tetap berada di tempat ane sampai terjual lagi. Nah, sisa uang ente yang masih 150 ribu digunakan untuk berjaga-jaga, siapa tahu harga sapi menurun drastis. Coba dipikir dulu, gimana tawaran ane?” Mbah Bondet menjelaskan panjang lebar.
“Ooh jadi Mbah Bondet minjemin saya 4,95 juta untuk beli 1 sapi nih… asyikkk” Dul Koplak kegirangan..
“Ralat! Ente membeli tapi HARUS dijual lagi..” Mbah Bondet segera memotong
Raut muka dul Koplak mulai berubah, sapi mau dijual atau dijadikan istri itu khan terserah dia..
“Dijual lagi kalo harga naik khan Mbah?”
“Ya bisa harga naik, bisa turun, terserah kamu, yang penting HARUS dijual lagi!”
“Harus dijual lagi dengan harga yang belum diketahui? Kok kayak Judi Mbah?” raut muka dul koplak keheranan
“Hohoho…jelas beda…ente ini kalau ngomong dipikir dulu. Jangan langsung mem-vonis! Jadi orang goblok mbok nyadar. Judi itu tebak tebakan doang. Kalau bisnis ini bisa di analisis. Bisa di ANALISIS! Ente ngerti gak?”
“ Oh..ngerti mbah. Jadi kalo ada Judi yang bisa di analisis itu namanya bukan Judi khan!?” Dul Koplak memang orang paling lugu di desa tersebut.
“Dul..dul..mana ada judi yang bisa di analisis?? judi itu murni tebak-tebakan! Tidak bisa dipertanggung jawabkan! “jelas mbah Bondet
“Lha itu, Judi waktu Pertandingan Sepak Bola, atau Pacuan Kuda, atau Balap Motor, atau Tinju. Itu semua khan bisa di analisis Mbah? Kondisi pemainnya, performance, trauma sebelumnya….”
“Argh! Ente mau bisnis apa mau ngajak debat ane!?? kalo suka ya diterusin, kalo gak suka ya sana pergi!” hardik mbah Bondet yang mulai meradang. “Mau ditulung kok malah menthung!” berikutnya sumpah serapah ala jawa timuran keluar.
“Maaf mbah, saya khan belum paham. Kalo memang bisnis ini BAROKAH mbok ya jangan lekas ‘esmosi’ (baca: emosi). Saya diterangkan dulu biar ngerti ” Dul Koplak mengacungkan korek apinya untuk menyalakan rokok Mbah Bondet yang mati.
“Jual beli sapi itu ya jelas Halal Dul. Halalan Thoyyiban. Malah bisa buat acara Idul Adha. Apa mau ane cariin dali-dalil? He Ente tau gak? Ane ini sudah faham mana Judi dan mana yang bukan Judi”, sambil menghembuskan asap rokok.”Jadi jangan mencoba berdebat ma ane…Palagi ente khan anak kemarin sore” .
“Hmm iya ya JUAL BELI SAPI itu khan HALAL” pikir Dul Koplak yang otaknya memang dangkal, tanpa protes bahwa yang dibahas seharusnya MEKANISME Jual Belinya. Bukan BARANG yang dijual belikan.
“Nah.. Setelah sapi dijual, nanti keuntungan bersihnya buat ente” Mbah Bondet melanjutkan
“Wah asik juga. Kalo sapinya laku Rp. 5,2 juta, artinya dengan modal 200 ribu saya sudah balik modal. Gitu Mbah? Asiik betul” Dul Koplak mulai ngiler. “Lha tapi kalo rugi?…”
“Itu khan resiko bisnis Dul ada untung ada rugi.. Oleh karena itu ente harus belajar meng-ANALISIS pasar” terang mbah Bondet. “Semakin pintar kamu meng-analisis pasar, semakin banyak untung yang akan diperoleh. Tapi kemudahan ini tentu ada syaratnya” Ujar Mbah Bondet yang matanya mulai memancarkan kelicikan.
“Syaratnya agak berat sih. Tapi ane berharap ente bisa memahaminya. Setelah ente beli 1 sapi dengan jaminan Rp. 50 ribu/ ekor, berarti sisa uang ente masih 150 ribu. Bila nanti harga 1 sapi dipasaran turun menjadi Rp. 4,85 jt/ ekor, maka sisa uang ente yang Rp.150 ribu tadi otomatis akan HILANG dan jadi milik ane. Sapi ane TARIK dan uang jaminan ente, yaitu Rp. 50 ribu ane kembalikan. Mmmm…Kenapa bisa terjadi? Ya itu tadi, karena sisa duit ente yang difungsikan untuk jaga-jaga telah tergerus oleh harga sapi yang terus menurun.” pandangan mata Mbah Bondet menerawang sendu sambil menghembuskan asap rokoknya, melanjutkan;
“Itu resiko bisnis Dul, karena modal ente kecil. Kalau modal lebih besar, maka uang yang buat jaga-jaga lebih tahan terhadap fluktuasi..eh ente ngerti fluktuasi khan?? itu lho Bubur Ayam yang dijual Kang Bayu hahaha….” Mbah Bondet tertawa tergelak sambil terbatuk-batuk.
“Duh pusing…Kenapa tidak jual beli seperti biasanya Mbah? Sapinya saya pegang dulu, nanti kalo harga turun sapi jelas saya tahan dulu, tapi kalau harga naik baru saya jual?”
“Oh..itu model kuno Dul! KUNO..! Ini sistem modern.. Ente mau jadi orang kuno atau modern?
“Jadi orang modern donk! Oke mbah saya mulai ngerti…” Jawab Dul Koplak pura-pura mnegerti karena gengsinya mulai muncul.
“Nah ente nanti bisa membatasi nilai jual tertinggi dan terendah biar gak terlalu rugi gitu. Misalnya nilai jual tertinggi 5,1 juta/ ekor dan terendah Rp. 4,9 juta/ekor saja. Begitu…”, Saran Mbah Bondet. “Bisnis ini memang menantang Dul ? Seninya sangat tinggi bagi yang ngerti nilai seni”
Dul Koplak mengangguk angguk.. Mendengar kata ’seni’ yang segera terbayang dibenaknya adalah Ki deden, yaitu dukun palsu yang mantan pengamen, yang suaranya sember seperti kaleng kerupuk dipukuli.
“Waduh…padahal hari-hari terakhir ini harga sapi fluktuatif banget Mbah. Apa tidak bisa diringankan?” pinta Dul Koplak.
“Itu sudah maksimal… Oiya ada satu syarat lagi….”
“Apalagi mbah?” Tanya Dul Koplak
“Setelah membeli sapi, ane sarankan ente segera menjualnya, sebab kalau tidak, akan ane kenai BUNGA harian/ ekor sapi. Hmm…tidak begitu besar sih, cuma - 2% untuk sapi gemuk dan + 2% untuk sapi kurus..“
“Lah?? Artinya saya diharuskan cepat-cepat menjual sapi nih? Dalam satu hari?” Dul Koplak melongo..
“Yah begitulah..untung dikit-dikit aja yang penting kontinyu..tidak terkena bunga.
“Kalau ndak ada yang mau beli?”
“Hahaha…ente jangan khawatir. ane selalu bersedia membelinya. Nah, ente paham sekarang?? Mbah Bondet sekarang terbahak-bahak seperti telinganya digelitik dengan sesuatu
“Wah..mantap nih…Mbah Bondet memang pinter. ” Dul Koplak sekarang bisa ikut tertawa.
“Mari kita mulai Mbah”
Dua lembar uang seratus ribuan segera berpindah tangan.
–
Sayang bagi Dul Koplak, karena lupa membatasi nilai jual tertinggi dan terendah, setengah jam kemudian harga sapi mencapai 4,8 juta/ ekor, segera saja uangnya amblas.. Hilanglah angan-angannya..
Namun si Dul Koplak tetap saja BEBAL, dia lekas menyiapkan modal baru. Dul Koplak berdalih bahwa fluktuasi harga sapi adalah pengaruh pasar dan sebenarnya bisa diANALISA bila dipelajari. Dul Koplak tidak tahu bahwa harga sapi, yang tiba-tiba melonjak naik/ turun sebenarnya juga diakibatkan oleh permainan Mbah Bondet !
Ki Deden, si dukun palsu, pensiunan pengamen, ternyata juga ikut bisnis ini dan modalnya lebih besar yaitu 500rb. Dia cuma membeli 1 sapi sehingga uang untuk jaga-jaga Rp. 450rb masih bisa bertahan.
1 jam kemudian harga sapi melambung menjadi Rp. 5,5 juta. Ki Deden tertawa kegirangan, matanya mulai bersinar hijau. Laba 500rb mulai tampak di depan mata. Dia berlari menuju kamar mbah Bondet sambil berteriak-teriak;
“Saya jual…saya jual…Mbah”
Tiba di hadapan Mbah Bondet yang sedang santai…
“Lihat harga sekarang tuh…”ujar Mbah Bondet sambil jarinya menunjuk ke arah Televisi.
Hah?? Rp. 4,7 juta bagaimana mungkin??
“Itu namanya SLIPPAGE anakku.. sepertinya ada sedikit ‘kegoncangan di pasar’ sehingga fluktuasi tak terkendali…”
“Jadinya Rp. 4,7 juta. Karena bantuan ane Rp. 4,95 juta, maka ada selisih Rp. 250rb. Uang jaga-jaga ente (Rp. 450 rb) akan ane kurangi Rp. 250 rb..Nah, ini terimalah TOTAL uang ente saat ini Rp. 200 rb tambah Rp. 50 rb (yang buat jaminan 1 sapi). Lalu Sapi itu ane tarik lagi.” Suara Mbah Bondet lirih kebapakan berpura-pura iba..”Hmm… bisnis ini memang harus cepat anakku…”
==
Penjelasan Hitungannya sbb:
Modal awal Rp. 500 ribu
Harga 1 ekor sapi Rp. 5 juta
Bantuan Mbah Bondet Rp. 4,95 juta, tambah Rp. 50 ribu untuk 1 ekor sapi
Sisa modal untuk jaga-jaga Rp. 450 ribu.
Sapi terjual di Rp. 4,7 juta.
Sisa modal Rp. 450 ribu tergerus sejumlah Rp. 250 ribu.
==
Ki Deden melongo memandangi uangnya sekarang tinggal Rp. 250 rb.
“Kalau begitu BATAL dulu…saya tunggu harga naik lagi!” Ki Deden protes.
“Wah Ndak Bisa! ente menemui ane yang kedua artinya transaksi jual SUDAH SAH. ente belajar analisis dulu biar pintar..” Mbah Bondet tersenyum. Tapi Ki Deden mulai bisa menangkap kelicikannya…
“Analisis Bullshit! pake analisis atau tidak toh tetep kena SLIPPAGE! kamu penipu Mbah!! “ Ki Deden mengumpat kesetanan. Baru kali itu dalam sepuluh tahun Ki Deden mengumpat.
“Lho? Makanya ente belajar analisis dulu. Jangan sampai ente melakukan transaksi pada waktu terjadi ‘kegoncangan di pasar’”, Mbah Bondet mencoba berkilah…
“Ah..bullshit… mending saya kembali jadi Dukun Palsu aja deh…” sejak hari itu Ki Deden tidak pernah nongol lagi di pelataran rumah mbah Bondet. Ada yang menyebut minggat ke kota Sampit di kalimantan. Ada yang bilang ngamen lagi. Tapi kabar terakhir dari sumber terpercaya lebih valid menyebut bahwa orang ini masih tetap di pelataran rumah mbah Bondet, menggelar tikar di samping Genghis Khun, tapi dengan Mug yang lebih besar.
Sekian dulu dongengnya
Demikianlah seluk beluk bisnis FOREX secara sederhana. Yang dimaksud di sini adalah FOREX Modern/ Online. Bukan yang Tradisional atau yang kita kenal selama ini dengan Money Changer. Walaupun sama-sama penukaran antar mata uang asing namun mekanismenya jauh berbeda.
Pada prinsipnya; proses penukaran mata uang adalah BOLEH. Tetapi bagaimana mekanismenya?? ini yang perlu disorot.
Forex, Foreign Exchange, suatu niaga modern yang telah didesain sedemikian rupa yang membuat penulis geleng-geleng kepala. Belum usai mempelajari asal mula terbitnya uang kertas yang penuh intrik (Baca di: ), eh sekarang disuguhi mekanisme cara mencari untung dari SELISIH antar uang kertas. Entah apakah ada yang salah dengan dunia ini ataukah memang dunia penuh kebusukan?
FOREX Online, bila ditinjau dari berbagai sisi sebenarnya semuanya meragukan, menuai pro kontra. Sisi-sisi tersebut adalah:
1.JENIS Barang yang diperjual belikan, cerita di atas adalah sapi, tetapi dalam Forex barangnya adalah mata uang. Apakah boleh menjual uang dengan uang? Tentu saja menuai Pro Kontra. Tetapi MUI telah berfatwa boleh asalkan… (bersyarat, baca baik-baik syaratnya)
2.KEBERADAAN Barang yang diperjual belikan= tidak nyata. Pro Kontra.
3.Tujuan Jual Beli, pergi ke luar negerikah atau hanya untung-untungan? Mohon jujur..
4.Judi 1, yaitu diharuskan menjual kembali sapi dengan harga yang belum diketahui.
5.Judi 2= Slippage, Yaitu order yang ‘meleset’ sejauh beberapa point dari titik yang kita order. Kesepakatan harga kok meleset. Kenapa bisa terjadi? Tanyakan pada Mbah Bondet yang punya sarung..
Kasus Ki Deden di atas, dalam jual beli wajar harga SAH adalah Rp. 5,5 juta, tetapi dalam Forex harga yang SAH adalah Rp. 4,7 juta karena ‘dadu itu masih menggelinding’. .
6.LEVERAGE, bantuan/ pinjaman uang 4,95 juta/ ekor agar dul Koplak mampu membeli sapi. Pro-Kontra terjadi karena pinjaman yang tidak nyata, uang hantu, pinjaman bersyarat, Dua akad dalam satu waktu.
Ustadz Zaharudin dari Malaysia sangat keras menyoroti sisi ini.
7.Rollover/ Swap/ Interest/ Bunga. Interest ini dikenakan harian berdasarkan jumlah lot –bila floating position—
Hingga tulisan ini ditulis, belum pernah ada yang membahas secara komprehensif semua sisi di atas. Umumnya yang dibahas adalah sisi pertama saja, yaitu JENIS barang yang diperjual belikan. Terlalu dangkal…
Mirip dengan ucapan mbah Bondet “Jual Beli sapi itu Halal. Halalan Thoyyiban”. Naif sekali..
Sebenarnya mudah saja, agar aman dan tidak meragukan ya hindari hal-hal di atas, diubah mekanismenya, misalnya kembali ke mekanisme jual beli tradisional, seperti Money Changer. Walaupun nantinya muncul pertanyaan; apa tujuannya?
Fatwa MUI dalam hal ini sebagai berikut:
“Ketentuan Umum
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).”
…dst
Seorang blogger terkenal (konon), priyadi.net (salam kenal pak!) bahkan menulis lebih sangar dan mengerikan, Forex adalah Zero sum game. Baca di:
priyadi.net
Bila ini benar, maka ada penambahan sisi lain lagi; PENIPUAN.
Beliau menulis:
“Secara sederhana, para pelaku jual beli forex secara keseluruhan tidak rugi dan tidak untung. Untuk melakukan perdagangan forex, seorang pemain menyetorkan modalnya. Dengan modal ini pemain tersebut mengincar setoran modal dari pemain lainnya untuk memperoleh keuntungan. Dan sebaliknya, seluruh pemain lain juga akan mengincar modal yang kita gunakan. Dengan kata lain, sesama pemain forex adalah lawan. Keuntungan satu pemain murni adalah kerugian pemain lainnya, dan sebaliknya.”
Jadi, bila cerita DulKoplak itu mau dilanjutkan, maka grafik yang muncul di TV itu adalah hasil ‘kerajinan tangan” mbah Bondet sendiri, bukan Grafik GLOBAL! Padahal Dul Koplak dan Ki Deden yakin dan percaya bahwa itu adalah ‘harga pasaran’ !! Luar biasa..
Masihkah mbah Bondet ngotot dan bertahan dengan argumen “Jual beli Sapi itu boleh?” argumen Ini benar tapi inti permasalahan jadi kabur.
Semoga kita semua senantiasa dibimbing pada jalan-Nya yang lurus. Amiin.
Genghis Khun
Http://genghiskhun.com
Rujukan:
1. http://www.gainscope.com
2. http://priyadi.net/archives/2006/07/15/masih-tentang-maxgain-dan-penipuan-forex-lainnya/
3. www.belajarforex.com
4. www.marketiva.com
5. http://www.zaharuddin.net/index.php?option=com_content&task=view&id=649&Itemid=72
6. http://mui.or.id/mui_in/product_2/fatwa.php?id=36&pg=2
ARTIKEL TERKAIT
Filed under Opini |8 Responses to “Seri Belajar FOREX = Niaga Modern ataukah JUDI?”
Leave a Reply










Wah, sip,ilustarasinya. Jadi lebih jelas ke saya, bagaimana sebenarnya perdagangan Forex itu. Hampir-hampir tergiur setelah dapat email dari http://gapprofit.com. Untunglah saya terbiasa mencaricari hukumnya dulu. Akhirnya dari Mbah Google nyasar ke sini.
Salamun ‘alaik, G.K.
================================================
Genghis Khun:
Semoga bermanfaat
Syukurlah, ternyata lustrasi yang di sampaikan sangat mengena.
Terrima kasih Pak sangat sangat menyadarkan, karena saya sebenarnya sudah masuk dan menjalani yang katanya bisnis ini dengan keuntungan yang sangat besar. semoga Allah mengampuni dan meluruskan kesalahan saya selama ini.
Wassalam.
=================================================
Genghis Khun:
Amiin
ada beberapa hal yang ingin saya komentari. tapi 1 saja dulu dech.
masalah forex yang kalo beli harus jual lagi.. sebenarnya mirip2 juga ya ma penjual sapi.. sekarang kalo dipikir pedagang sapi, atau pedagang laptop seperti contoh saya sebelumnya, untuk apa beli banyak kalo tidak untuk dijual lagi. sudah pasti niatnya untuk mencari untung. gak mungkin beli laptop 20, semua untuk dipakai, atau dibarter dengan sapi tadi. jadi ya dalam perdagang ada yang namanya beli kemudian pasti akan dijual. kadang kita suka mendengar ada yg jual rugi, atau yg penting balik modal karena teknologi yang sudah ketinggalan jadi harganya berangsur turun. atau peminatnya berkurang jadi harga barang tersebut turun. sama seperti mata uang, semakin sedikit yang berminat, nilai akan turun.
=================================================
Genghis Khun:
Trims atas komentarnya.
Jual beli forex (kalo beli harus jual lagi) tidak sama dengan penjual sapi, pedagang laptop atau lainnya, walaupun niatnya sama-sama mencari untung. Mekanisme Forex tidak wajar.
Dalam Forex, kita menyepakati suatu harga yang belum jelas. Ini tidak wajar alias JUDI.
Bedakan dengan Money Changer, harga disepakati dulu => lalu dilakukan transaksi.
Forex atau jual-beli mata uang asing / valas memang spekulasi. Tidak ada produk atau jasa yang bernilai tambah dihasilkan di sini.
Yang ada justru kehancuran yang sering terjadi. Sebagai contoh Krisis Moneter 1998 tak lepas dari ulah spekulan valas George W Soros dgn Quantum Fundnya beserta pemain2 forex lainnya.
Akibatnya mata uang negara2 Korsel, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia hancur. Rupiah turun dari Rp 2.400/1 US$ jadi Rp 16.700. Banyak perusahaan bangkrut dan ratusan juta orang termiskinkan akibat nilai uang yang mereka pegang turun.
Harusnya uang jadi alat jual-beli. Bukan justru dijadikan barang jual-beli.
=================================================
Genghis Khun:
Salam kenal pak Agus Nizami,
Jual beli mata uang bisa bermanfaat bisa juga mudharat.
MANFAAT diperoleh bila digunakan untuk ekspor impor atau pembelian suatu barang dengan kurs mata uang asing.
MUDHARAT bila hanya digunakan untuk untung-untungan/ spekulasi.
spekulasi itu belum tentu judi tetapi judi sudah pasti spekulasi.
media yang digunakan biasanya adalah money changer.
Mekanisme Forex berbeda.
Jual beli mata uang asing dalam Forex itu “sekedar lewat”.
sangat mencolok hanya untuk untung-untungan.
Dalam artikel yang jadi masalah bukanlah untung-untungannya tersebut, tetapi mekanisme yang digunakan dalam Forex itu Judi atau bukan.
Ternyata disimpulkan JUDI.
Jadi dalam Forex ada dua mudharat: Untung-untungan dan JUDI.
Mungkin ada pndapat lain? silahkan…
Btw, trims atas komentarnya
Saya bingung juga dengan tulisan anda ini, anda menulisnya dengan pengetahuan yang amat dangkal.
1. Harga yang berlaku dalam Forex itu berlaku Global dan Grafik juga demikian. (Coba anda liat deh)
2. Tidak ada harga yang melesat..(Coba anda belajar lagi deh)
3. Masalah judi atau tidak itu tergantung orangnya. Kalau dia melakukan transaksi berdasarkan tebak-tebakan, mungkin bisa dibilang demikian. Nah..mungkin Penulis tidak tau, bahwa para trader melakukan analisis yang rumit untuk melakukan transaksi.
4. Bola Kaki adalah Olah raga.. Tapi saya yakin anda pernah mendengar orang memmbuatnya menjadi judi.
5. Anda menyatakan bahwa ada 2 transaksi dalam 1 perjanjian..(Berikan contohnya donk..)
JUDI atau TIDAK >> KEMBALI KE ORANGNYA….
=================================================
Genghis Khun:
Salam kenal pak Joeliadi
1. Grafik Forex ada yang grafik global dan ada juga yang tipuan. Silahkan baca di: http://priyadi.net/archives/2006/07/15/masih-tentang-maxgain-dan-penipuan-forex-lainnya/
2. Dalam Forex ada istilah SLIPPAGE, yaitu harga yang meleset dari nilai yang diorder. silahkan baca di: http://www.gainscope.net/forexdasar/forexdasar.pdf atau di sini
3 & 4. Dalam judi sepak bola, ada pejudi yang asal tebak dan ada juga pejudi yang melakukan analisis rumit mengenai performa masing-masing pemain, faktor2 yg berpengaruh sebelum bertanding dsb. mereka itu semua tetaplah BERJUDI. Artinya argumentasi anda tentang Judi sangat lemah, penentuan JUDI itu ‘tidak tergantung orangnya’.
5. 2 transaksi dalam 1 perjanjian terdapat dalam mekanisme Forex; ketika anda OPEN position (nilai tukar jelas) anda juga setuju untuk CLOSE dengan nilai yg belum diketahui. Tapi di Money Changer anda cukup OPEN saja. TIDAK CLOSE pun boleh.
Contoh lain, artikel di atas sudah jelas; Dul Koplak membeli sapi dengan syarat HARUS dijual lagi.
Ada dua transaksi; beli dan jual.
Bisa anda jelaskan maksud kalimat penutup anda??
“JUDI/ TIDAK -> Kembali ke orangnya”.
Btw, trims atas komentarnya
kalo bikin sistem jual/beli forex dengan satu jalur pembelian saja bakalan laku gak ya?
tidak seperti sistem saat ini yang ada di iklan2.
Sistem jual/beli forex yg saya inginkan:
- kita memiliki banyak mata uang dalam satu akun,
- tidak ada kewajiban menjual/membeli setelah terjadi transaksi.
- setiap transaksi baik beli maupun jual jelas harganya.
- tidak ada bunga dari setiap mata uang yang kita simpan.
- dapat dicairkan ke berbagai macam mata uang (bermanfaat kalo ingin ke luar negeri :D)
tapi sayangnya sy belum menemukan sistem online forex yg bisa dibilang identik dengan money changer ini. yg ada cuman sistem kamuflase.
cmiiw, mohon koreksinya pak Genghis Khun
=================================================
Genghis Khun:
1. Faktanya money Changer itu laku nggak ya?
2. Broker Forex akan mikir2 kalo cuma money changer, karena konsumennya ntar gak bisa dikadalin
hmm, betul sekali. Saya sangat appreciate kepada teman - teman yang mau berpikir kritis.
Namun anehnya masih banyak saudara kita yang terjebak karena iming2 untung yang besar.Karena orang pintar pastinya lebih tertuju pada money changer dibandingkan bermain (judi) forex.
Wah, terima kasih artikel dan ilustrasinya Pak, menambah pengetahuan saya ^^