Lintang Mekkah Lurus dengan Titik Magnetik Kutub Utara??
Tentang Konferensi Ilmuwan muslim di Daha, Qatar 19 April 2008
“Seorang pakar Geologi berpendapat bahwa Mekkah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik Magnetic kutub utara, jadi tidak seperti garis lintang lainnya”.
Ini adalah terjemahan yang muncul di beberapa website dan blog-blog Indonesia, dan kebanyakan kalimatnya sama. (penyakit copy paste-kah?)
Continue reading »
KOREKSI KESALAHAN INDEX KOTA (CITY INDEX) PADA KOMPAS KIBLAT
Bismillahirrahmaanirrahiim
Gara-gara perdebatan sudut arah kiblat untuk daerah Kobe (Jepang) antara penulis dengan Helfi Amalia via Yahoo Messenger yang ternyata “gak nyambung”; yaitu, penulis berpatokan pada angka derajat kompas (0-360°) sedangkan Helfi berpatokan pada derajat Kompas Kiblat (0-??), maka penulis berencana membeli perangkat ini (Kompas Kiblat) bila setiba di Jakarta nanti. Saat itu penulis bersikukuh bahwa sudut di Kobe adalah 283,1° (atau back Azimuth 76,9°) sedangkan Helfi juga bersikukuh 1??° (lupa…
). Penulis terkejut dan penasaran, mengapa Kompas Kiblat tidak memakai nilai derajat pada umumnya?
Continue reading »
“Jam Bintang” (bag 2)
“Jam Bintang”: dari Belahan Bumi Selatan
Karena “Jam bintang” hanya perkiraan, maka tidak ada salahnya mencoba melihat dari belahan bumi selatan dengan memperkirakan posisi bintang Polaris. Untuk itu Kompas mutlak diperlukan kecuali kita benar-benar yakin mengetahui arah utara.
Continue reading »
Arah Kiblat dengan Skema
Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada kami dengan tarikan yang perlahan-lahan.
Al Furqaan 45.
Ternyata Kompas magnet banyak error yg disebabkan variasi dan deviasi, alias hasilnya kurang bisa dipercaya, maka penulis lebih condong mencoba cara lain.
Continue reading »
Penentuan arah kiblat dengan Kompas
*update 1 April 2008*
Judul ini seharusnya lebih lengkap:
Konsekuensi penentuan arah kiblat dengan Kompas bila tanpa dilakukan koreksi.
Sebelum melakukan shalat di tempat baru, biasanya kita mengukur sudut kiblat dengan kompas terlebih dahulu, walaupun hanya sekedar memastikan (atau kalibrasi), baik di rumah maupun dimasjid (karena terbukti ada masjid yang tidak menghadap arah kiblat seperti masjid agung Yogyakarta, baca di
http://nafanakhun.blogs.friendster.com/my_blog/2007/10/memperkirakan_a.html)
Continue reading »




