" />

WISATA CANDI UNGGULAN PERBATASAN MALANG – KEDIRI – JOMBANG VERSI GOOGLE MAPS

Google Maps, dengan bantuan para Local Guide, bekerja sama dalam menginventarisir lokasi di seluruh dunia. Selain itu, Google maps, jika anda jeli, diberi ‘kehormatan’ untuk selalu muncul di halaman pertama fasilitas pencarian (Searching).

Tapi ada satu kelemahan Google Maps, yaitu belum bisa mendeteksi lokasi Wisata di perbatasan wilayah secara bersamaan, dalam lingkup Kabupaten.
Walaupun sebenarnya bisa diakali dengan pencarian di lingkup Propinsi atau lingkup yang lebih luas.

https://www.google.co.id/maps/search/temple+near+jawa+timur/@-7.7007997,112.2413382,10.75z

Kita tahu ada banyak candi bertebaran di Mojokerto selatan, Jombang Tenggara, Kediri Timur, Malang Utara.
karena wilayah tersebut merupakan bekas Kerajaan Majapahit, Kediri dan Singosari.

Agar mencakup seluruh peninggalan 3 kerajaan, maka tempat yang kami rekomendasikan untuk istirahat dan menginap adalah di Kecamatan Kasembon atau Kecamatan Kandangan.

Kedua Kecamatan merupakan perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Kediri. \
KASEMBON masuk Kabupaten Malang, sedangkan Kandangan masuk wilayah Kabupaten Kediri.
Candi peninggalan 3 kerajaan tersebut berada di sekitar radius 30 Km dari Kasembon/ Kasembon.

Selain Candi, juga masih banyak lokasi Wisata di sekitar tempat tersebut, misalnya PLTA, Jatuim Park 1&2, di Kota Wisata Batu dll

Alasan lainnya memilih kecamatan ini adalah untuk menghindari kemacetan.
Jalur dari Malang -ke Kota Wisata Batu saat ini sudah macet. Jadi jika anda berniat mengunjungi Kota Batu sebaiknya melalui Jombang atau Kediri.

-

SEKILAS CANDI PENINGGALAN MAJAPAHIT, KEDIRI, SINGOSARI.
Secara garis besar, ciri-ciri candi yang terdapat di Jawa Timur adalah:
- Bentuk bangunan ramping.
- Atapnya bertingkat-tingkat dan puncaknya berbentuk kubus.
- Makara (patung atau relief yang berwujud binatang “campuran”) tidak ada dan pintu relung hanya ada ambangnya saja yang diberi kepala Batara Kala.
- Reliefnya timbul sedikit dan bersifat simbolis, menyerupai karakter wayang kulit (satu dimensi).
- Candi (utama) terletak di bagian belakang komplek.
- Kebanyakan menghadap ke arah barat dan terbuat dari bata.

Di Jawa Timur prnh berkuasa kerajaan2 besar, seperti Kerajaan Kediri, Kerajaan Singosari, dan Kerajaan Majapahit.
Candi merupakan bentuk akulturasi antara kebudayaan asli Indonesia zaman Megalitikum yakni Punden Berundak dengan kebudayaan baru dari India.
Tetapi candi di Indonesa memiliki perbedaan fungsi dengan yang ada di India.
Di Indonesia, candi selain digunakan untuk memuja para dewa, juga digunakan untuk kuburan para raja contohnya Candi Kidal untuk makan raja Anusapati dari Kerajaan Singosari.

Pada awal abad ke-10 M, tepatnya tahun 929 M, pusat pemerintahan di Jawa berpindah ke Jawa Timur. Mpu Sindok, keturunan raja-raja Mataram Hindu, mendirikan sebuah kerajaan di Jawa Timur dengan pusat pemerintahan di Watugaluh, yang diperkirakan lokasinya berada di daerah Jombang.

Mpu Sindok digantikan oleh putrinya, Sri Isyana Tunggawijaya, sehingga raja-raja selanjutnya disebut sebagai Wangsa Isyana. Cucu Ratu Isyana Tunggawijaya, Mahendratta, menikah dengan Raja Bali, Udayana, dan mempunyai putra Airlangga. Raja-raja keturunan Airlangga inilah yang memerintahkan pembangunan sebagian besar candi di Jawa Timur, walaupun terdapat juga candi-candi yang diperkirakan dibangun pada masa yang lebih awal, seperti Candi Badhut di Malang.

Dalam Prasasti Dinoyo (760 M) disebutkan tentang adanya Kerajaan Kanjuruhan yang berlokasi di Dinoyo, Malang, yang diyakini mempunyai kaitan erat dengan pembangunan candi Hindu yang dinamakan Candi Badhut. Kecuali Candi Badhut dan Candi Songgoriti di Batu, Malang, pembuatan bangunan batu dalam skala besar baru muncul lagi pada masa pemerintahan Airlangga, misalnya pembangunan Pemandian Belahan dan Candi Jalatunda di Gunung Penanggungan.

Candi di Jawa Timur mempunyai ciri yang berbeda dengan yang ada di Jawa tengah dan Yogyakarta. Di Jawa Timur tidak didapati candi berukuran besar atau luas, seperti Borobudur, Prambanan atau Sewu di Jawa Tengah. Satu-satunya candi yang menempati kompleks yang agak luas adalah Candi Panataran di Blitar. Akan tetapi, candi di Jawa Timur umumnya lebih artistik. Tatakan atau kaki candi umumnya lebih tinggi dan berbentuk selasar bertingkat. Untuk sampai ke bangunan utama candi, orang harus melintasi selasar-selasar bertingkat yang dihubungkan dengan tangga.

Pada abad ke-13 Kerajaan Majapahit mulai surut pamornya bersamaan dengan masuknya Islam ke pulau Jawa. Pada masa itu banyak bangunan suci yang berkaitan dengan agama Hindu dan Buddha ditinggalkan dan akhirnya dilupakan begitu oleh masyarakat yang sebagian besar telah berganti memeluk agama Islam. Akibatnya, bangunan candi yang ditelantarkan itu mulai tertimbun longsoran tanah dan ditumbuhi belukar. Ketika kemudian daerah di sekitarnya berkembang menjadi daerah pemukiman, keadaannya menjadi lebih parah lagi. Dinding candi dibongkar dan diambil batunya untuk fondasi rumah atau pengeras jalan, sedangkan bata merahnya ditumbuk untuk dijadikan semen merah. Sejumlah batu berhias pahatan dan arca diambil oleh sinder-sinder perkebunan untuk dipajang di halaman pabrik-pabrik atau rumah dinas milik perkebunan.

Keterangan mengenai candi-candi di Jawa Timur umumnya bersumber dari Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca (1365) dan Pararaton yang ditulis oleh Mpu Sedah (1481), selain juga dari berbagai prasasti dan tulisan di candi yang bersangkutan. Dalam wacana arkeologi Indonesia, terdapat 2 corak percandian yakni corak Jawa Tengah (abad 5-10 M) dan corak Jawa Timur (abad 11-15 M), dimana masing-masing memiliki corak serta karakteristik berbeda. Candi bercorak Jawa Tengah umumnya memiliki tubuh yang tambun, berdimensi geometris vertikal dengan pusat candi terletak di tengah, sedangkan corak Jawa Timur bertubuh ramping, berundak horisontal dengan bagian paling suci terletak belakang.

Berikut ini Daftar Wisata Unggulan dalam radius Kasembon atau Kandangan. Dimulai dari Mojokerto sebelah selatan, lalu Jombang tenggara, Kediri Timur, Blitar Utara lalu Malang Bagian Barat

Candi Bajang Ratu

Candi Tikus

Candi Brahu

Candi Wringinlawang

Candi Rimbi/ Ngrimbi/ Arimbi

Candi Tegowangi

Candi Surowono

Candi Tondowongso

Candi Kalicilik

Candi Sapto

Candi Badut

Candi Kidal

Candi Jago

Candi Jawi

Candi Singosari

Candi Sumberawan

Demikian Semoga bermanfaat

Genghis Khun

ARTIKEL TERKAIT

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Genghis Khun

    Paranoid Dalam Mengais Rizqi...


    Nyari Theme BLOG WORDPRESS bagus??

  • Tulisan Terbaru

  • Genghis Khun's Profile
    Genghis Khun's Facebook profile
    Create Your Badge ExitJunction.com  - Make Money From Your Exit Traffic!


  • Masukkan Code ini K1-1E255B-E
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
  • CARI DUIT

    Adf.ly
    Buy Text links www.cashnhits.com
    Rumahweb
    Clixsense
    Exitjunction
    BidVertiser

    Earn money from your website/blog. Get paid through PayPal Buy and sell Text Links Blog Terbaik
    Yuk.Ngeblog.web.id

    make money with your web site

    GoBlog Theme Banner 125x125

    Media Penyimpanan Dunia Maya: DropBox
  • Fan Page