Usai sholat subuh di masjid terdekat di daerah Batujai, saya segera memacu sepeda motor menuju arah timur-tenggara, menuju pantai di pesisir selatan pulau lombok.
Jalur yang menuju ke timur-selatan merupakan aspal mulus hot mix dan lebar. Menyusuri Jl. Bypass bandara Int., lalu ke Jl. Tanak Awu.
Ketika bertemu pertigaan, saya belok kanan ke arah Jl. Kuta Lombok.

Jam 06.30 WITA. Tak sampai 1 jam saya tiba dipantai pertama; pantai Kuta Mandalika.

Rencana mandi dan berenang pagi batal karena pantai ini ternyata tak cocok dipakai untuk mandi.
Di pagi hari airnya masih surut, walaupun tenang tapi tampak batu-batu karang bertebaran.
Beberapa Pengunjung yang membawa keluarga hanya bermain di ayunan/ jungkat-jungkit, taman bermain yang berada di tepi pantai.

Pengantar
Cerita ini melanjutkan kisah di Lombok sebelumnya.

Posko Medis MER-C resmi ditutup pada hari jumat sore.
Rekan sesama dokter yang bertugas, pulang esoknya sabtu dini hari. Sedangkan tiket kepulangan saya tertera hari minggu pagi. Berarti ada sisa waktu 1 hari yang bisa dimanfaatkan disamping penulisan laporan kegiatan.

Atas kebaikan dr. Ade Irma Ramdani, saya dapat ijin meinjam sepeda motornya untuk sekedar berkeliling.

Tak sampai setengah jam berada di Kuta Mandalika, kemudian saya melanjutkan perjalanan ke pantai ‘di sebelahnya’.

Perjalanan menanjak naik turun bukit, akhirnya tibalah di pantai Mawun.

Jam 07.30 WITA, Pantai Mawun benar-benar asri dan alami dengan pemandangan bukit-bukit di sekelilingnya.

Jam 08.00 WITA tiba di pantai persinggahan ke-3; pantai Selong Belanak.

Perlu diketahui, pantai wisata di pesisir selatan ini adalah pantai dengan pasir putih semua.

Menikmati hawa pantai sebentar sambil melakukan kontak dengan beberapa sahabat lama di Mataram, ibu kota Lombok; mengadakan janji untuk bertemu.

Usai dari pantai Selong Belanak, saya berniat langsung menuju Mataram melalui jalur tengah.
Di pasar Penujak menyempatkan mampir untuk makan lontong pecel.

Dari Pasar Penujak langsung menuju kota Mataram; pantai Gading di pesisir barat kota.

Sekitar jam 9.30 WITA saya menginjakkan kaki di kota mataram.

Pantai Gading tidak saya rekomendasikan karena kotor, tapi disepanjang jalan raya (Jl. Lingkar Selatan) banyak penjual ikan bakar kaki lima yang saya rekomendasikan buat nongkrong.

Nanti setelah bertemu sahabat, saya makan siang di sini.
Tapi sebelum bertemu sahabat saya itu, dr. Nusairi, Sp. Rad, saya menyempatkan berkunjung ke rumah seorang teman SMP lulusan 1993, saya menyebutnya Iis, yang berarti sudah 25 tahun tidak bertemu; di sekitar jalan Meninting.

Ditemui oleh Iis dan anak keduanya;

Jam 11.00 WITA saya menuju ke hotel Puri Indah Convention dimana Nusairi sedang menghadiri acara pelantikan IDI.

Hingga tengah hari, acara pelantikan belum juga usai, saya memutuskan berkeliling (jalan kaki). Saya memang sulit untuk diam….

Sahabat saya, dr. Nusairi membawa mobil, jadi motor saya titipkan di hotel agar kami bisa melanjutkan aktivitas bersama-sama 🙂

Tujuan pertama adalah makan siang ikan bakar dan plecing kangkung di lokasi yang saya sebutkan di atas (jl. lingkar selatan). Tarifnya tak mahal, untuk ikan bakar sekitar Rp. 35rb.
Total berdua sekitar 100ribu-an

Usai itu merencanakan mandi di pantai kawasan Senggigi.

Jam 16.00 WITA kami tiba di pantai Nipah.

Perlu diketahui, pantai di kawasan Senggigi menghadap ke barat.
Merupakan lokasi strategis untuk menikmati Sunset atau pengamatan bulat baru (Rukyatul hilal) di awal bulan Hijriyah.
Oleh karena itu banyak resort berebutan untuk dibangun di daerah ini.
Akibatnya bisa ditebak, masyarakat pemukim asli menjadi kesulitan untuk mengakses pantai karena sudah disekat-sekat dan dikuasai oleh resort.

Kami berdua bermain hingga sunset dan shalat maghrib di mushola dekat pantai.

Lantas mencari lokasi makan malam ayam Thaliwang yang direkomendasikan oleh para Google Local guide di Google maps.
Keyword yang dipakai;

“ayam taliwang near me”

Akhirnya pilihan jatuh pada Ayam Taliwang khas pak Udin yang berada di tengah kota Mataram.

Usai menikmati makan malam, tibalah waktu berpisah.
Kami kembali menuju hotel Puri Indah Convention untuk mengambil sepeda motor yang dititipkan tadi siang, sedangkan Nusairi melanjutkan aktivitasnya untuk praktik di sebuah Klinik.

Malam itu saya membelah malam memacu motor, meluncur menuju klinik Mahatama milik dr. Ade Irma Ramdani di kawasan Batujai

Indahnya silaturahim…

2 thoughts on “Wisata Lombok & Kuliner 1 hari | 1D 0N | Mataram Senggigi Kuta Mandalika | Integrasi Google Maps”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *