Cita-cita Zionis; dimulai dari awal abad ke-20, sejak dari ide pendirian negara, negara baru, hingga eksis saat ini; Israel selalu unggul dalam mengatasi berbagai rintangannya termasuk berperang dengan negara-negara tetangganya.
Perang 6 hari menunjukkan betapa superiornya negara baru ini.
Saat ini, Israel secara militer termasuk kuat bila dibandingkan tetangga sekitarnya.

Translate to Hebrew
Translate to English

Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi zionis, Yahudi/non Yahudi, bahwa negara Israel memang mutlak diperlukan untuk “kepulangan” orang-orang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia sambil menjemput datangnya Mesias.

Cita-cita mulia, baik bagi Yahudi Zionis, Kristen Zionis maupun Islam Zionis. Baca artikel sebelumnya berjudul http://genghiskhun.com/yahudi-zionis-kristen-zionis-dan-islam-zionis

Monique Rijkers menulis mengenai Zionisme vs Iman Kristen di blog Kompasiana;

“…Raja Koresh memulangkan bangsa Israel dari pembuangan di Persia, kembali ke Yerusalem untuk mendirikan Bait Suci. Namun Bait Suci itu dihancurkan oleh Titus dari Kerajaan Romawi pada 70 Masehi. Kehadiran penjajahan bangsa lain di wilayah pemerintahan Israel menunjukkan eksistensi Israel. Bait Suci sebagai pusat ibadah Yahudi menunjukkan entitas Yudaisme sebagai sebuah otoritas keagamaan adalah fakta berabad-abad.
..

Paragraf sesebelumnya ditulis;

“.. Solusi yang digagas (Theodore) Herzl adalah memilih sebuah wilayah yang bisa didiami dan menjalankan hukum Yahudi. Sebenarnya ide Herzl yang dituang dalam buku (“Negara Yahudi atau Der Judenstaat”) bukan hal baru. Malah boleh dibilang sangat terlambat dibandingkan apa yang ditulis dalam Kitab Suci umat Yahudi dan Kristen.
..

Sayangnya, tak pernah terpikirkan oleh kita bahwa masih ada kemungkinan produk zionis mengalami kegagalan (lagi), seperti Kerajaan Israel masa sebelumnya, ada masa datang dan pergi.
Alih-alih menyambut Mesias, Zionis abad ke-20 hanya menyisakan bencana dan pengasingan/ diaspora (lagi).

Apa alasannya? karena gerakan ini masih ‘memandang dengan satu mata’. Kristen Zionis dan Islam Zionis juga ‘memandang dengan satu mata’.

Pada awal abad ke-20, Imigran Yahudi dengan gerakan Zionis-nya, menuju suatu tempat yang TIDAK KOSONG. Tempat tersebut ada penghuninya. Ada penduduk lokal.

Mayoritas zionis bercita-cita hendak mewujudkan Israel zaman keemasan seperti masa Salomo (Solomon/ Nabi sulaiman), membangun lagi Bait Suci/ Kuil Sulaiman di atas kompleks Haram esh-Sharif/ Temple Mount.

Miniatur Bait Suci/ modelnya bisa dilihat musium of Israel.

Hanya satu yang terlupakan; bagaimana cara memperlakukan penghuni/ penduduk sebelumnya?

Harapan hidup damai dengan penghuni sebelumnya, belum terwujud hingga sekarang (awal abad ke-21).
Jika kondisi seperti ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan muncul bencana lagi seperti yang diprediksi oleh kelompok Yahudi Neturei Karta.

Neturai Karta jauh hari sudah mengingatkan bahwa;

“Dalam TIGA SUMPAH (Trubate Kesubos 111) di Talmud, menyatakan bahwa ada perjanjian TIGA SUMPAH antara Tuhan, Yahudi dan Non-Yahudi, ketika orang Yahudi dikirim ke pengasingan; yaitu;
1. Orang Yahudi tidak akan memberontak melawan dunia non-Yahudi yang memberi mereka tempat perlindungan;
2. Orang Yahudi tidak akan berimigrasi secara massal ke Tanah Israel .
3. Sebagai balasan, bangsa Non-Yahudi berjanji untuk tidak menganiaya orang-orang Yahudi. “

Kegagalan Israel abad ke-20 hanya akan mengakibatkan Yahudi kembali ke pengasingannya.
Cita-cita mulia berubah menjadi Produk kegagalan.

ISRAEL DI MASA RAJA SALOMO (SOLOMON/ NABI SULAIMAN)
Pada masa Daud dan Salomo, Kerajaan Israel berdiri tahun 1050 SM, Usai perang Saudara.
Raja Daud memerintah sebagai raja Israel selama 40 tahun, dilanjutkan oleh Salomo yang juga memerintah hampir 40 tahun (sekitar 970 sampai 931 SM).

Masa Raja Salomo adalah;

“tahun-tahun terbaik dalam semua sejarah Israel – 40 tahun kedamaian dan kemakmuran. Dia dikenal sebagai chacham mi’kol ha’adam, “paling bijak dari semua pria.” Alkitab menceritakan bahwa raja-raja dari seluruh dunia datang untuk mendengar hikmatnya, yang tidak hanya mencakup kebijaksanaan Taurat, tetapi juga kebijaksanaan dalam pengetahuan sekuler dan sains.

“Ketenarannya menyebar melalui semua bangsa di sekitarnya. Dia menyusun 3.000 perumpamaan, dan 1.005 puisi. Dia bercerita tentang pepohonan, dari pohon aras di Libanon sampai hisop yang tumbuh dari dinding. Dia juga bercerita tentang binatang, burung, binatang melata dan ikan. Orang-orang dari semua bangsa datang untuk mendengarkan hikmat Salomo, seperti juga semua raja di bumi yang telah mendengar tentang hikmatnya. (1 Raja-raja 5: 11-14)”

Salomo (Nabi Sulaiman) menyatukan seluruh komponen yang bertikai pada 1000 SM, artinya 50 tahun sesudah perang saudara. Ada upaya serius untuk menyatukan seluruh komponen, bukan dengan cara menyingkirkan komponen lain.
Bukan dengan cara memblokade komponen lain atau memperlakukan secara diskriminasi bangsa lain.

“Salomo mendirikan sebuah negara yang terorganisir di Israel, dengan banyak pejabat untuk membantunya. Negara ini dibagi menjadi 12 distrik besar, dengan masing-masing kabupaten menyediakan istana raja selama satu bulan setiap tahunnya. Sistemnya adil dan adil, mendistribusikan beban pajak secara merata ke seluruh negeri.”

“Meskipun Salomo masih muda, dia segera dikenal karena kebijaksanaannya. Kejadian pertama dan paling terkenal dari kepintarannya saat hakim adalah ketika dua wanita datang ke istananya dengan seorang bayi yang diklaim wanita sebagai mereka sendiri. Salomo mengancam untuk membagi bayi menjadi dua. Seorang wanita siap menerima keputusan tersebut, namun yang lainnya memohon kepada Raja untuk memberi bayi hidup itu kepada wanita yang lain. Solomen kemudian tahu wanita kedua adalah sang ibu.

Orang-orang dari negara-negara sekitarnya juga datang untuk mendengarkan kebijaksanaan Salomo. “

Inilah puncak sejarah Yahudi. Semua orang bersatu. Hidup bernegara- bertetangga tidak saling mengganggu. Banyak tamu datang untuk belajar dari orang Yahudi. Ada kedamaian dan kemakmuran.

ALIANSI POLITIK ala SALOMO
Timur Tengah di zaman Salomo terdiri dari banyak negara kota dan semua raja negara-negara kota ini ingin mengirim anak perempuan mereka untuk menikahi Raja Salomo dan dengan cara ini membentuk sebuah persekutuan dengannya. Salomo mungkin juga memiliki alasan tambahan – perkawinannya dengan istri-istri asing ini adalah cara untuk membawa bangsa-bangsa ini lebih dekat kepada Tuhan.

Oleh karena itu kita mengenal Kisah cinta antara Salomo dengan Ratu Sheba (balqis) dari Yaman.
Kisah Israel yang hidup setara dan sejajar dengan bangsa lain, bukan Israel yang hidup secara eksklusif.

Dibuktikan dengan ditemukannya Kuburan masyarakat Filistin di Gezer, Sephela, Israel yang diperkirakan hidup pada 1200 sampai 600 SM. Artinya pada masa itu Kerajaan Israel terdiri dari berbagai bangsa bercampur baur dalam kehidupan masyarakat, termasuk bangsa Filistin (Palestina) (https://www.haaretz.com/jewish/archaeology/1.739358).

AJARAN AGAMA dan NUBUAT
Munculnya agama Yahudi, Nasrani dan Islam sebenarnya hanyalah ajaran akhlak mulia, bukan diprioritaskan untuk mengejar Nubuat akhir Zaman (eskatologi).

Eskatologi, hanya berfungsi agar kita tetap berada di koridor ajaran agama.
(Saat ini mulai banyak digemari kuliah Eskatologi Islam oleh Syaikh Imran Hosein dari Trinidad.)

Yang menjadi masalah di sini adalah;
Demi Nubuat, batas-batas ajaran agama malah dilanggar.
Seperti kasus di Suriah, Pemberontak Suriah banyak melakukan penipuan dan memutarbalikkan fakta demi cita-cita kejayaan Islam yang telah dinubuatkan. Bisa dibaca di sini:
https://kabarislamia.com/2013/07/18/kumpulan-pemalsuan-data-foto-konflik-suriah/
https://dinasulaeman.files.wordpress.com/2016/05/kompilasi-hoax-tentang-suriah.pdf

Saat ini para pemberontak Suriah ternyata kalah di berbagai medan pertempuran, Khilafah masih jauh dari kenyataan. Artinya mereka ternyata bukan pelaku nubuat akhir zaman. Mereka hanya salah satu dari kisah pembuat kerusakan di muka bumi.

Sementara Yahudi Zionis sejak awal berdirinya juga beranggapan bahwa warga negara Israel di abad ke-20 akan menjadi pelaku nubuat yang akan menyambut datangnya Mesias.
Suatu hal yang mustahil, karena dalam praktiknya banyak melakukan kekejaman, diskriminasi, perilaku apartheid terhadap Palestina.

Dalam Islam; seseorang dinilai dari kadar taqwanya. Bukan dari kampanye dengan cara menipu, memutarbalikkan fakta, diskriminatif dan berlaku kejam dengan pihak lain.

PIHAK YANG KELUAR dari ZIONIS
Melihat realitas yang terjadi di lapangan. Oleh Neturei Karta di katakan sebagai;

“Sebenarnya, kita lebih takut pada orang Yahudi di sana, pada situasi tanpa harapan. Saat ini Setelah 6 dekade, banyak perang, teror tak berujung dan teror balasan,
Warga sipil yang tidak berdosa mati di kedua sisinya, tidak ada solusi yang terlihat”

Banyak pihak yang pada mulanya pro Zionis, akhirnya berubah haluan melawan zionis seperti;
– Lisa Goldman
– Gilad Atzmon
dan lain lain

ZIONIS PRODUK GAGAL yang menunggu KEHANCURAN (lagi)
Jika Israel abad ke-21 ini masih bertahan dengan perilakunya terhadap Palestina saat ini, bukan tidak mungkin hanya merupakan produk gagal yang hanya menunggu kehancuran. Untuk kemudian muncul Zionis baru di abad mendatang yang berakhlak mulia, adil dan bijaksana.

Wallahu a’lam (Dan Tuhan Maha Mengetahui)
Bagi yang mau mempelajari Zionis dari sisi Islam bisa download Al Quran PDF di sini

Genghis Khun
Muslim, Pengamat Zionis

Silahkan baca lebih lanjut;
https://www.youtube.com/watch?v=Z8GU7F9GFy0
https://www.kompasiana.com/moniquerijkers/5a3477e5cf01b4492a20f832/zionisme-vs-iman-kristen
https://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_of_Israel_(united_monarchy)
https://en.wikipedia.org/wiki/Solomon
https://www.haaretz.com/jewish/archaeology/1.739358
https://en.wikipedia.org/wiki/Philistines
https://www.thoughtco.com/king-solomon-wisest-man-who-ever-lived-701168
http://www.jewishvirtuallibrary.org/king-solomon
https://www.ancient.eu/solomon/
https://www.myjewishlearning.com/article/king-solomon-his-kingdom/
http://blogs.timesofisrael.com/the-zionist-ideal-in-the-21st-century/
https://www.firstthings.com/article/2017/01/king-david
https://www.ucg.org/bible-study-tools/booklets/the-united-states-and-britain-in-bible-prophecy/israels-golden-age
https://en.wikipedia.org/wiki/Failure

http://www.gilad.co.uk/
https://twitter.com/lisang/status/946924895224651776
https://www.suara.com/news/2017/12/31/140731/akhirnya-aku-melepaskan-zionisme-kesaksian-jurnalis-israel
http://www.mei.edu/profile/lisa-goldman
http://www.gilad.co.uk/

One thought on “ZIONIS PADA ABAD KE-20; KEGAGALAN PRODUK?”

  1. Terima kasih untuk bacotmu. Israel yang belajar dari masa lalu tidak akan mengulang kejatuhan Bait untuk ke-3 kali sampai Mesias datang! Kalaupun Mesias berlama datang, senjata NUKLIR dan kecerdasan Israel akan melumat setengah dari bola bumi. Pada masa itu Israel sudah membangun koloni mereka di luar angkasa.

    ================
    Genghis Khun;
    Justru Zion yang mulia jadi rusak gara-gara pemahaman seperti anda.
    Zion sejati mengikuti cara berpikirnya King David dan King Solomon
    Lalu pemikiran Jesus.
    Pemahaman masih rusak? diturunkanlah Nabi Muhammad di Mekkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *